Kamis, 01 Januari 2026

Prasasti Mantyasih

 


Apa Itu Prasasti Mantyasih?

Prasasti Mantyasih (juga disebut Prasasti Balitung atau Prasasti Tembaga Kedu) adalah sebuah prasasti yang dibuat dari lempeng tembaga dan berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti ini ditulis pada tahun 829 Saka atau 907 Masehi atas perintah Raja Balitung dari Dinasti Sanjaya (Mataram Kuno).

Prasasti ini ditemukan di dusun Mantyasih (kini Meteseh), Magelang Utara, Jawa Tengah, dan saat ini disimpan di Museum Radya Pustaka, Surakarta.

Isi Utama Prasasti Mantyasih

Prasasti ini memuat beberapa poin penting berikut:

1. Daftar Raja‑Raja Kerajaan Mataram Kuno

Prasasti Mantyasih mencantumkan nama‑nama raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Kuno sebelum Raja Balitung. Daftar ini menunjukkan garis kekuasaan yang sah menurut pandangan Balitung, yaitu:

  • Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
  • Sri Maharaja Rakai Panangkaran
  • Sri Maharaja Rakai Panunggalan
  • Sri Maharaja Rakai Warak
  • Sri Maharaja Rakai Garung
  • Sri Maharaja Rakai Pikatan
  • Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
  • Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
  • Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung (yakni Balitung sendiri)

Tujuan pencantuman daftar ini adalah untuk mele­gitimasikan kedudukan Raja Balitung sebagai raja yang sah atas Kerajaan Mataram Kuno, yaitu dengan memperlihatkan dirinya sebagai penerus rangkaian raja yang berdaulat penuh.

2. Penetapan Desa Mantyasih sebagai Sima

Dalam prasasti juga disebutkan bahwa desa Mantyasih ditetapkan sebagai sima — yaitu wilayah bebas pajak untuk penghormatan atau penghargaan tertentu.
Dalam konteks prasasti ini, sima diberikan kepada lima patih yang dianggap berjasa kepada kerajaan, terutama dalam pernikahan raja dan pengabdian mereka menjaga keamanan serta ibadah di bangunan suci tertentu.

3. Catatan Tentang Nama Tempat dan Alam

Prasasti ini juga menyebut beberapa elemen geografis lain, seperti Gunung Susundara dan Wukir Sumbing — yang kini dikenal sebagai Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing — menunjukkan bahwa kerajaan mengenal batas wilayah dan peta daerah tertentu.

Maksud dan Fungsi Prasasti Ini

 Legitimasi Kekuasaan Balitung

Salah satu tujuan utama pembuatan prasasti ini adalah untuk legitimasi atau pengakuan kekuasaan Raja Balitung sebagai penguasa sah Kerajaan Mataram Kuno melalui urat silsilah penguasa yang sah. Karena Balitung naik takhta bukan melalui garis keturunan langsung yang kuat, ia menegaskan statusnya dengan cara mencatat daftar raja terdahulu yang diakui sebagai penguasa penuh.

 Sumber Sejarah Kerajaan Mataram

Karena mencatat daftar nama‑nama raja Mataram Kuno dari awal masa kerajaan sampai masa Balitung, prasasti ini menjadi sumber historiografi paling penting untuk merekonstruksi sejarah kerajaan Mataram sejak abad ke‑8 sampai abad ke‑10 Masehi.

 Apa Hubungannya dengan Wilayah Malang?

Walaupun Prasasti Mantyasih tidak secara langsung menyebutkan nama “Malang” atau kota Malang secara eksplisit, prasasti ini tetap penting dalam konteks sejarah karena:

Kerajaan Mataram Kuno menguasai hampir seluruh Pulau Jawa pada masa itu, termasuk daerah Jawa Timur tempat Malang sekarang berada. Wilayah kekuasaan ini mencakup daerah yang lebih luas dari Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur.

Catatan dalam Prasasti Mantyasih membantu memahami bendungan politik, pemerintahan, dan kekuasaan kerajaan Hindu‑Buddha di Jawa pada masa sebelum kerajaan‑kerajaan di Jawa Timur seperti Kediri, Singhasari, dan Majapahit muncul kemudian. Ini artinya prasasti ini memberi konteks historis lebih luas ketika menelusuri asal usul nama dan identitas daerah seperti Malang jauh setelahnya.

Kesimpulan Inti

Prasasti Mantyasih adalah sumber sejarah Kerajaan Mataram Kuno (907 M) yang dicatat dalam tembaga.
Isinya mencakup daftar raja‑raja Mataram, termasuk Balitung sendiri sebagai penguasa yang sah.
Prasasti ini dibuat untuk mele­gitimasikan Balitung dan memberikan status sima kepada desa Mantyasih.
Meski tidak menyebut nama Malang, prasasti ini tetap relevan untuk memahami konteks politikal dan administratif Jawa kuno, yang lebih luas termasuk wilayah tempat Malang berada.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi

  langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi   1. Melakukan pemetaan siswa berdasarkan kompetensi, minat, dan kebutuhan Pada tahap...