Selasa, 10 Desember 2024

PUISI : Kintamani


Di lereng Batur yang megah membentang,
Kintamani tersenyum dalam pelukan tenang.
Kabut lembut memeluk punggung bukit,
Menyulam asa dalam tiap detik.

Danau biru bagai cermin tak bertepi,
Memeluk bayang langit dengan harmoni.
Angin membawa bisikan purba nan syahdu,
Menghidupkan jiwa dalam damai yang sendu.

Oh, Kintamani, nirwana yang tercipta,
Keindahanmu abadi, tiada ternoda.
Di bawah cakrawala, engkau berbisik lembut,
“Datanglah, resapi damai, dan tinggalkan penat hidup.”


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...