SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT)
Ulama Perintis Pendidikan Islam
di Jawa
A. Identitas Sunan Ampel
- Nama lengkap : Raden Rahmat
- Gelar : Sunan Ampel
- Nama Arab : Sayyid Ali Rahmatullah
- Tempat dakwah utama : Ampel Denta (Surabaya)
- Wafat : ± 1481 M
- Makam : Kompleks Masjid Ampel, Surabaya
Sunan Ampel dikenal sebagai arsitek
dakwah Islam di Jawa dan pendidik utama Wali Songo.
B. Asal Usul Sunan Ampel
(Pandangan Sejarawan)
1. Keturunan
Arab–Campa–Majapahit
Mayoritas sejarawan sepakat bahwa
Sunan Ampel:
- Keturunan Arab (Hadramaut)
- Ibunya putri Raja Campa
- Memiliki hubungan dengan keluarga Majapahit
Didukung oleh:
- H.J. de Graaf
- T.H. Pigeaud
- Azyumardi Azra
- Hamka
De Graaf & Pigeaud menyebut Sunan
Ampel sebagai figur penghubung Islam dengan elite politik Jawa.
2. Hubungan Keluarga dengan
Sunan Gresik
- Sunan Ampel adalah putra Sunan Gresik (Maulana
Malik Ibrahim)
- Ini menjelaskan kesinambungan dakwah Islam awal di
Jawa Timur
Pandangan ini juga diperkuat oleh Slamet
Muljana.
C. Latar Sosial Politik Jawa
Saat Sunan Ampel Berdakwah
Pada abad ke-15:
- Majapahit mulai melemah
- Sistem kasta masih kuat
- Masyarakat terbagi kelas sosial
- Islam mulai berkembang di pesisir
Sunan Ampel hadir sebagai pendidik dan
pembaharu moral masyarakat.
D. Pusat Dakwah: Ampel Denta
Makna Ampel Denta
- Ampel = nama wilayah
- Denta = wilayah di tepi sungai
Wilayah ini strategis karena:
- Dekat pelabuhan
- Pusat perdagangan
- Multikultural
E. Bukti Arkeologis Keberadaan
Sunan Ampel
1. Masjid Ampel (Abad ke-15)
Lokasi: Surabaya
Bukti Arkeologis Utama
Ciri penting:
- Salah satu masjid tertua di Indonesia
- Tiang kayu jati besar
- Atap tumpang khas Jawa (akulturasi Hindu–Islam)
Denys Lombard menyebut Masjid Ampel
sebagai bukti kuat awal Islamisasi Jawa Timur.
2. Makam Sunan Ampel
- Batu nisan bertuliskan huruf Arab
- Gaya seni Islam abad ke-15
- Terletak dalam kompleks masjid
Azyumardi Azra menegaskan makam ini
sebagai bukti kesinambungan ulama Arab–Jawa.
3. Kompleks Makam Tokoh Islam
Awal
Di sekitar makam Sunan Ampel
terdapat makam:
- Sunan Bonang
- Sunan Drajat (keluarga)
- Ulama murid Sunan Ampel
Menunjukkan Ampel sebagai pusat jaringan
dakwah.
4. Tradisi Pesantren Ampel
(Bukti Nonfisik Historis)
Walau bangunan pesantren awal
tidak tersisa utuh, keberadaannya diakui oleh:
- De Graaf
- Azra
Pesantren Ampel dianggap pesantren
tertua di Jawa.
F. Metode Dakwah Sunan Ampel
1. Pendidikan (Pesantren)
- Mengajarkan tauhid, fikih, akhlak
- Mencetak kader ulama
Murid-muridnya:
- Sunan Bonang
- Sunan Drajat
- Sunan Giri
- Raden Patah
2. Dakwah Moral: Ajaran
“Molimo”
Molimo = larangan:
- Madon (zina)
- Main (judi)
- Mendem (mabuk)
- Maling (mencuri)
- Madat (narkoba)
Ajaran ini sangat membumi dan mudah dipahami
rakyat.
3. Dakwah Tanpa Kekerasan
- Tidak menentang adat secara frontal
- Mengedepankan keteladanan
G. Peran Politik Sunan Ampel
- Penasehat elite Jawa
- Berperan dalam pendirian Kesultanan Demak
- Memberi legitimasi keagamaan pada Raden Patah
H.J. de Graaf menyebut Sunan Ampel
sebagai “arsitek spiritual Demak”.
H. Pengaruh Sunan Ampel di
Berbagai Daerah
|
Wilayah |
Pengaruh |
|
Surabaya |
Pusat dakwah & pendidikan |
|
Gresik |
Jaringan ulama |
|
Demak |
Kerajaan Islam |
|
Jawa Tengah |
Penyebaran Islam lanjutan |
I. Dampak Sunan Ampel terhadap
Perkembangan Islam di Indonesia
- Lahirnya sistem pesantren
- Kaderisasi ulama Nusantara
- Islam menyebar secara damai
- Terbentuknya kerajaan Islam
- Akulturasi budaya Islam–Jawa
J. Nilai Keteladanan Sunan
Ampel
- Keteguhan akidah
- Kebijaksanaan
- Kepedulian sosial
- Pendidikan berkelanjutan
- Moderasi beragama
K. Kesimpulan Akademik
- Sunan Ampel adalah tokoh sentral Islamisasi Jawa
- Bukti arkeologis mendukung keberadaannya
- Dakwah melalui pendidikan sangat efektif
- Perannya berpengaruh hingga kini
- Sunan Ampel adalah fondasi Islam Nusantara
L. Sumber Sejarawan dan Rujukan
Ilmiah
- H.J. de Graaf & T.H. Pigeaud – Kerajaan
Islam Pertama di Jawa
- Azyumardi Azra – Jaringan Ulama Timur
Tengah dan Nusantara
- Hamka – Sejarah Umat Islam
- Denys Lombard – Nusa Jawa: Silang Budaya
- Slamet Muljana – Runtuhnya Kerajaan
Hindu-Jawa
- G.W.J. Drewes – New Light on the Coming of
Islam to Indonesia
- Agus Sunyoto – Atlas Wali Songo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar