Kitab Negarakertagama?
Kitab Negarakertagama
(kadang juga disebut Desawarnana untuk bagian tertentu) adalah karya
sastra dan dokumen sejarah tertulis dari abad ke-14 yang berasal dari Kerajaan
Majapahit, ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1287 Saka / 1365
Masehi.
- Bentuk karya: Karya ini ditulis dalam bentuk puisi
kakawin (dalam bahasa Kawi / Jawa Kuno), berisi pujian raja,
deskripsi pemerintahan, serta wilayah kekuasaan Majapahit.
- Penulis: Mpu Prapanca, seorang pejabat
kerajaan Majapahit yang sangat paham administrasi dan kebijakan kerajaan.
- Fungsi utama:
- Menyatakan legitimasi pemerintahan Raja Hayam
Wuruk.
- Mendokumentasikan wilayah kekuasaan Majapahit,
mulai dari Jawa hingga pulau-pulau sekitarnya.
- Memberi gambaran sosial, budaya, ekonomi, dan
adat istiadat masyarakat pada masa itu.
Sumber ini sering disebut sebagai “peta
administratif Majapahit tertulis”, karena mencatat nama-nama daerah dan
kerajaan bawahan yang berada di bawah pengaruh Majapahit.
(https://id.wikipedia.org/wiki/Negarakertagama)
2. Isi Penting Kitab
Negarakertagama
Kitab ini terbagi menjadi beberapa
bagian, dengan isi pokok sebagai berikut:
a. Pujian terhadap Raja Hayam
Wuruk dan Kerajaan Majapahit
- Mengisahkan kehebatan raja, keluarganya, dan
dewa pelindung kerajaan.
- Memuat ritual keagamaan, adat istiadat, dan hukum
yang berlaku.
- Memberikan konteks legitimasi politik dan spiritual
untuk Majapahit sebagai kerajaan besar.
b. Daftar Wilayah Kekuasaan
Salah satu bagian yang paling
penting secara historis adalah daftar wilayah dan kerajaan bawahan Majapahit.
- Wilayah ini mencakup pulau Jawa, Bali, Kalimantan,
Sumatra, dan wilayah kepulauan lainnya.
- Di bagian ini disebutkan banyak daerah di Jawa Timur,
termasuk wilayah yang kini dikenal sebagai Malang.
- Daftar ini menjadi bukti bahwa Malang termasuk
dalam struktur administrasi Majapahit dan memiliki peranan tertentu
dalam sistem kerajaan, baik sebagai pusat pertanian maupun lokasi
strategis.
c. Deskripsi Geografi dan
Sosial
- Kitab ini juga menggambarkan topografi, sungai,
pegunungan, dan pelabuhan penting.
- Menunjukkan hubungan perdagangan dan pajak
antarwilayah, termasuk daerah di Jawa Timur.
- Memberikan informasi nama-nama penduduk atau pejabat lokal, yang memungkinkan peneliti merekonstruksi jaringan pemerintahan Majapahit di wilayah Malang dan sekitarnya.
3. Relevansi Negarakertagama
dengan Malang
- Status Administratif
- Malang disebut sebagai salah satu wilayah
bawahan Majapahit.
- Artinya, pada abad ke-14, Malang sudah menjadi
bagian penting dari jaringan administrasi kerajaan.
- Penting dalam Ekonomi dan Pertanian
- Wilayah Malang dan sekitarnya dikenal sebagai pusat
pertanian dan sumber pangan bagi kerajaan.
- Catatan pajak, hasil bumi, dan distribusi pangan
dalam kitab membantu memahami ekonomi lokal pada masa Majapahit.
- Bukti Keberlanjutan Sejarah
- Bersama prasasti-prasasti sebelumnya (Dinoyo,
Pamotoh, Muncang), Negarakertagama menunjukkan kesinambungan
wilayah Malang dalam sejarah Jawa Timur sejak abad ke-8 hingga abad
ke-14.
4. Keunggulan Kitab
Negarakertagama
- Dokumen Sejarah Terperinci: Memberikan
informasi lebih rinci tentang administrasi dan wilayah dibanding prasasti
sederhana.
- Sumber Utama Kajian Majapahit: Banyak ahli
sejarah menggunakan kitab ini sebagai referensi primer untuk
memetakan kerajaan Majapahit dan interaksi politik dengan wilayah lain.
- Bukti Sejarah Malang: Menjadi sumber penting
untuk menelusuri asal-usul kota dan peranannya dalam kerajaan.
- Kitab Negarakertagama (1365 M) adalah karya
Mpu Prapanca yang menyajikan sejarah Majapahit, termasuk wilayah
administratifnya.
- Malang tercatat sebagai wilayah bawahan Majapahit,
menegaskan bahwa kota ini sudah memiliki peran penting sejak abad ke-14.
- Bersama prasasti-prasasti sebelumnya, kitab ini
membentuk linimasa sejarah Malang: dari zaman Dinoyo, Kanjuruhan,
Medang, Kediri, hingga Majapahit.
- Kitab ini menjadi sumber tertulis primer untuk
studi sejarah, geografi, administrasi, ekonomi, dan budaya Jawa Timur pada
masa Majapahit.
|
No |
Nama Wilayah dalam
Negarakertagama |
Status Sekarang
(Kabupaten/Kota) |
Termasuk Malang Sekarang? |
Fungsi / Keterangan Masa
Majapahit |
|
1 |
Kanjuruhan |
Malang dan sekitarnya |
Ya |
Pusat pemerintahan lokal, basis
pertanian dan administrasi wilayah |
|
2 |
Dinoyo |
Kota Malang (sekarang) |
Ya |
Kawasan pemukiman dan tempat
ibadah / candi kuno |
|
3 |
Muncang |
Blitar / Malang |
Sebagian ya |
Daerah sima / tanah bebas pajak
untuk bangunan suci (Siddhayoga) |
|
4 |
Singhasari |
Kabupaten Malang |
Ya |
Pusat kerajaan Singhasari;
lokasi pertahanan dan pemerintahan |
|
5 |
Kuthoarjo (Kutoarjo) |
Malang dan sekitarnya |
Ya |
Wilayah administrasi dan
pertanian |
|
6 |
Kediri |
Kabupaten Kediri |
Tidak |
Basis ekonomi, pertanian dan
pusat perdagangan |
|
7 |
Jenggala |
Kabupaten Jombang / Malang Utara |
Sebagian ya |
Wilayah administratif, pusat
pengumpulan pajak dan pertanian |
|
8 |
Daha |
Kediri |
Tidak |
Ibukota kerajaan Kediri, pusat
politik dan militer |
|
9 |
Blambangan |
Banyuwangi |
Tidak |
Wilayah perbatasan, perdagangan
hasil bumi |
|
10 |
Pasuruan |
Kabupaten Pasuruan |
Tidak |
Pusat pertanian, perdagangan
lokal |
|
11 |
Tuban |
Tuban |
Tidak |
Pusat pelabuhan dan perdagangan
laut |
|
12 |
Surabaya |
Surabaya |
Tidak |
Pelabuhan utama dan pusat
perdagangan Majapahit |
|
13 |
Madura |
Pulau Madura |
Tidak |
Produksi garam dan perdagangan |
|
14 |
Gresik |
Kabupaten Gresik |
Tidak |
Pelabuhan, perdagangan dan pusat
administrasi Majapahit |
Catatan:
- Wilayah-wilayah di atas disebut secara eksplisit
dalam Negarakertagama sebagai bagian dari daerah kekuasaan
Majapahit, baik sebagai pusat pemerintahan, pusat pertanian, atau
wilayah strategis.
- Daerah Malang saat itu tercatat sebagian besar
sebagai Kanjuruhan, Dinoyo, Singhasari, Kuthoarjo, dan Jenggala bagian
Malang Utara, menunjukkan bahwa Malang sudah menjadi wilayah
penting administratif dan strategis.
- Banyak wilayah memiliki fungsi ganda, misalnya
pertanian + pusat pemujaan atau sima.
- Wilayah yang tidak termasuk Malang saat ini tetap
menjadi bagian penting dari Jawa Timur Majapahit, termasuk kota
pelabuhan dan pusat ekonomi seperti Surabaya, Tuban, Gresik.




