Jumat, 29 Juli 2016

DISAIN MEDIA TEKA-TEKI SILANG BAHAYA NARKOBA

                                                          contoh salah saatu lembar TTS


DISAIN MEDIA

TEKA-TEKI SILANG
 BAHAYA NARKOBA


SMP    :  SMP Negeri 22 Malang

Indikator   :  
 Menyampaikan Dampak penggunaan narkoba
 Mendeskripsikan akibat penggunaan narkoba bagi kesehatan
 Mengidentifikasi gejala-gejala pegaruh Narkoba bagi kejiwaan
 Mengidentifikasi akibat pengunaan narkoba dilingkungan sekolah
 Mengidentifikasi dampak penggunaan narkoba bagi keluarga
     

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
 Menyampaikan Dampak penggunaan narkoba
 Mendeskripsikan akibat penggunaan narkoba bagi kesehatan
 Mengidentifikasi gejala-gejala pegaruh Narkoba bagi kejiwaan
 Mengidentifikasi akibat pengunaan narkoba dilingkungan sekolah
 Mengidentifikasi dampak penggunaan narkoba bagi keluarga


B. Materi Pembelajaran
 AKSI SEKOLAH BEBAS NARKOBA

C. Metode Pembelajaran
TEKA-TEKI SILANG Dampak penggunaan narkoba media pembelajaran yang
dilakukan secara individual dengan menggunakan TTS sebagai alat pembelajaran
dimana pesan pada TTS berisikan Dampak penggunaan narkoba bagi kesehatan
manusia, bagi keluarga, bagi pelajar dan bagi lingkungan sekitar

D. Pesan yang Terkandung
 Dengan “TEKA-TEKI SILANG BAHAYA NARKOBA  ” ini diharapkan akan
mempermudah dan meningkatkan minat  siswa untuk mempelajari Dampak
penggunaan narkoba sehingga mereka mempunyai Pengetahuan dasar sehingga
tidak coba-coba menggunakan narkoba

D. Rancangan Pembuatan Media
1. Membuat pesan-pesan yang berisi pernyataan-pernyataan tentang gejalagejala
pengguna narkoba dan akibat yang ditimbulkan baik secara fisik maupun psikis


 2. Bahan yang dibutuhkan Kertas.

E. Kronologi Penggunaan Media

1. Setiap siswa bisa langsung mengerjakan dengan menjawab soal-soal yang ada
pada buku TTS tersebut, dengan cara menjawab baik mendatar maupun
menurun dengan huruf-huruf yang sesuai dengan jawaban dari soal-soal yang
ada.
2. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk diberi nilai oleh guru
3. Guru Mengobservasi hasil jawaban dari siswa

IKRAR PELAJAR ANTI NARKOBA



IKRAR PELAJAR ANTI NARKOBA

KAMI/ PELAJAR KOTA MALANG/ DENGAN INI:
1. MENOLAK SEGALA BENTUK PENYALAHGUNAAN/ DAN PEREDARAN GELAP       NARKOBA //
2. MENDUKUNG PELAKSANAAN PENCEGAHAN/ DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN/ DAN
PEREDARAN GELAP NARKOBA/ DI KOTA MALANG//
3. SIAP MENGEMBANGKAN DIRI/ DENGAN PRESTASI/UNTUK MENJADI PELAJAR YANG SEHAT/ CERDAS/ DAN PRODUKTIF //
SEMOGA ALLAH/ MERIDHOI USAHA KITA BERSAMA.
AAMIIN

Rabu, 27 Juli 2016

“PERMAINAN KWARTET DAMPAK PENGGUNAAN NARKOBA “


PERMAINAN KWARTET
 DAMPAK PENGGUNAAN NARKOBA

SMP                                 :  SMP Negeri 22 Malang
Indikator                          :  
ü  Menyampaikan Dampak penggunaan narkoba
ü  Mendeskripsikan akibat penggunaan narkoba bagi kesehatan
ü  Mengidentifikasi gejala-gejala pegaruh Narkoba bagi kejiwaan
                                                                  
A.   Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
·         Menyampaikan Dampak penggunaan narkoba
·         Mendeskripsikan akibat penggunaan narkoba bagi kesehatan
·         Mengidentifikasi gejala-gejala pegaruh Narkoba bagi kejiwaan

B.   Materi Pembelajaran
·         AKSI SEKOLAH BEBAS NARKOBA

C.   Metode Pembelajaran
Permainan Kwartet Dampak penggunaan narkoba media pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan Kwartet sebagai alat pembelajaran dimana pesan pada Kwartet berisikan Dampak penggunaan narkoba bagi kesehatan manusia


D. Pesan yang Terkandung
     Dengan permainan “Permainan Kwartet Dampak penggunaan narkoba  ” ini diharapkan akan mempermudah dan meningkatkan minat  siswa untuk mempelajari Dampak penggunaan narkoba sehingga mereka mempunyai [engetahuan dasar sehingga tidak coba-coba menggunakan narkoba
D.   Rancangan Pembuatan Media
1.      Membuat kartu pesan yang berisi pernyataan-pernyataan tentang gejala-gejala pengguna narkoba dan akibat yang ditimbulkan baik secara fisik maupun psikis
          2. Bahan yang dibutuhkan Kertas Manila.
E.    Kronologi Penggunaan Media

1.         Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan rombongan belajar.
2.         Setiap Kelompok Terdiri dari 4 siswa
3.         Kartu dikocok terlebih dahulu sebelum dibagikan ke anggota kelompok
4.         Setiap siswa mendapat 4 kartu (sisa kartu ditaruh di bawah)
5.         Untuk menetapkan giliran dengan hompimpa dan suit
6.         Kartu yang dipunyai adalah yang bercetak tebal/ huruf berwarna merah untuk melengkapi grup kartu meminta yang bercetak tipis pada temannya
7.        Cara meminta dengan membaca mulai dari kalimat diatas kemudian yang kalimat yang bercetak tipis dibawah.
8.        Cara memberikan  kepada teman dibaca dalam hati kalimat diatas serta kalimat yang bercetak tipis apakah sesuia dengan permintaan teman.
9.        Jika meminta pada teman yang ditunjuk kartu yang diinginkan dapat maka mendapat kesempatan meminta lagi pada teman yang lain satu kali.
10       ika meminta pada teman yang ditunjuk kartu yang diinginkan tidak dapat maka mengambil satu kali dari kartu sisa. Permainan selesai apabila kartu habis.
11.  Seluruh anggota kelompok berdiri dan bersama-sama   berkata   ”SMPN 22 BEBAS NARKOBA”  agar    diketahui    posisi   kelompok     dibanding kelompok yang lain dalam menyelesaikan seluruh kartu.
12.   Setiap siswa menulis kesimpulan dari masing-masing pesan yang telah dikumpulkan
13.     Guru mengawasi jalannya masing-masing kelompok dalam permainan dan memberikan nilai berdasarkan keaktifan siswa
14.     Siswa mengumpulkan hasil kesimpulan pesan yang dikumpulkan untuk diberi nilai oleh guru

15. Guru Mengobservasi jalannya permainan Kwartet  dalam keaktifan siswa

ANTI NARKOBA NETWORK “ SIAP LAPOR ” SMP NEGERI 22 MALANG


A.      Net Working Siap Lapor Anti Narkoba
Apa Itu Net Working SIAP LAPOR ?
Jaringan SIAP LAPOR salah satu bentuk jaringan ANTI NARKOBA SMPN 22 Malang yang berangotakan beberapa unsur yang bersingunggan secara langsung mapun tidak langsung dengan SMPN 22 Malang dengan tujuan untuk melaporkan segala bentuk yang berkaitan dengan peredaran dan penggunaan narkoba disekitar wilayah SMPN 22 Malang pada khususnya dan peredaran narkoba diwilayah kelurahan Cemorokandang pada umumnya. Dengan memberikan informasi melalui media elektronik maupun secara langsung datang ke Posko Anti Narkoba SMPN 22 Malang, dengan Call Center.
Telp./WA/ SMS pada nomor 081230868566
Web. Smpn22-mlg.sch.id
Fb. SMPN 22 Anti Narkoba
Blog. SMPN 22 Anti narkoba blog spot.com
Instagram. Siap Lapor. SMPN 22 Malang

Adapun unsur-unsur tersebut adalah
1.      Kader Anti Narkoba dan Spionase 22
Kader anti narkoba SMPN 22 adalah beberapa siswa yang terlatih dan faham akan bahaya narkoba mereka adalah kader yang diharapkan bisa memberikan penyuluhan terhadap teman sebaya sekaligus memberikan pengawasan secara langsung terhadap seluruh siswa terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di SMPN 22 Malang, sedangkan Spionase 22 adalah perwakilan dari masing- masing kelas dimana setiap kelas ada 2 siswa yang berperan sebagai spionase dan memberikan laporan kepada Kader anti narkoba kalau ada indikasi siswa yang mengedarkan atau menggunakan narkoba.
2.      Pedagang keliling .
Pedagang keliling adalah pedagang yang selalu berkeliling kesekolah-sekolah disekitar kelurahan Cemoro kandang, mulai dari SD Cemorokandang 1 sampai dengan SD cemorokandang 4, MTSn 2 SMPKN 9 dan SMPN 22 pedagangnya selalu sama. pedagang keliling yang selalu datang siang hari di SMPN 22, pada saat siswa pulang sekolah. Mereka  merupakan orang-orang yang faham betul apa yang dilakukan oleh siswa sepulang sekolah, kemana anak-anak berkumpul dengan siapa dia berkumpul bahkan apa yang dilakukan siswa, karena mereka yang selalu berada diluar dan berinteraksi secara intens dengan siswa saat pulang sekolah sehingga tidak ada salahnya apabila para pedagang keliling disekitar sekolah dijadikan sebagai Informan tentang peredaran dan penggunaan narkoba disekitar sekolah.
3.      Pedagang di Kantin sekolah
Kantin sekolah merupakan sarana siswa berkumpul pada jam-jam istirahat baik istirahat pertama maupun istirahat kedua,  hampir semua siswa berkumpul disana baik yang membeli atau sekedar mengantar teman, dan pedagang di kantin faham betul dengan anak-anak, baik yang pendiam ataupun anak-anak yang sering berbuat ulah, mereka adalah orang-orang yang dekat dengan siswa setiap siswa istirahat.
4.      Penjaga parkir disekitar sekolah
Sebenarnya siswa SMP belum diijinkan untuk mengendarai sepeda motor, namun satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah meskipun sudah sering kali sekolah mengingatkan pada orang tua untuk mengantar anaknya. Sebuah ironi memang, namun satu hal yang tidak bisa dipungkiri letak geografis SMPN 22 Malang yang berada pada puncak Gunung Buring dan tidak ada angkutan yang bisa mengantar mereka maka dengan penuh berat hati kita menutup mata dengan hal tersebut. Ada 4 tempat parkir yang berada di sekitar sekolah, mereka adalah orang-orang pertama yang dijumpai siswa ketika datang ke sekolah dan tidak jarang siswa selalu berkerumun baik ketika datang maupun pulang sehingga bisa dikatakan bahwa tempat parkir dijadikan tempat nongkrong anak-anak sebelum dan setelah pulang sekolah, apa yang dilakukan anak-anak disana ? penjaga parkir yang tahu tentang hal itu, sehingga tidak ada salahnya kita melibatkan mereka dalam team work ini.
5.      Pedagang / warung disekitar sekolah.
Ada sekitar 4 warung / toko disekitar sekolah yang biasa juga digunakan sebagai tempat nongkrong siswa ketika siswa datang maupun ketika siswa pulang mereka juga hafal betul dengan siswa-siswi SMPN 22.
6.      Sekolah Dasar di wilayah Cemorokandang
Ada 4 sekolah dasar disekitar SMPN 22 yaitu SDN Cemorokandang 1 sampai dengan SDN Cemorokandang 4 hampir 75 % murid-murid dari sekolah dasar ini masuk di SMPN 22, sehingga sangatlah tepat menjadikan keempat SD ini sebagai informan awal tentang anak-anak yang nantinya akan masuk ke SMPN 22 Malang.
7.      Kelurahan, RW dan RT dan Tokoh masyarakat
Kelurahan, RW dan RT merupakan lembaga resmi pemerintahan yang langsung bersinggungan dengan masayarakat dimana SMPN 22 berada, melibatkan lembaga-lembaga ini sangatlah penting karena hampir 80 % siswa SMPN 22 berasal dari wilayah disekitar sekolah yang merupakan warga dari RW 9 dan RW 7 Kelurahan Cemorokandang, sehingga kalau ada permasalahan yang melibatkan masyarakat setempat akan mudah menyeslesaikannya.
8.      Karang Taruna RW 9 dan RW 7
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang ada disetiap RW dan beberapa siswa SMPN 22 adalah aggota dari karang taruna,, melibatkan mereka secara aktif dalam jaringan ini akan banyak memberikan keuntungan Karena jaringan SIAP LAPOR ini kedepan bukan hanya untuk kepentingan sekolah SMPN 22 saja tetapi juga akan memberikan control terhadap peredaran narkoba diwilayah Cemorokandang.
9.      BNN Kota Malang, Polsek Kedung Kandang, dan Koramil Kedung Kandang
Lembaga-lembaga Negara ini merupakan unsur tepenting dari Net working SIAP LAPOR SMPN 22 ANTI NARKOBA. Karena tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh fihak sekolah maka perlu unsur tekait untuk merikan dukungan dalam upaya membebaskan wilayah Cemorokandang dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Dengan unsur-unsur tersebut diatas Net Working Siap Lapor akan bisa memberikan arti lebih bagi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba diwilayah Cemorokandang pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu mulai saat ini kita selaku pendidik, masyarakat, dan sebagai orang tua harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya cara untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan narkotika mari kita jaga dan awasi anak didik kita dari bahaya narkoba tersebut.
B.       Tindak lanjut.
Sebagai satgas anti narkoba di lingkungan sekolah tentu kewenangan dalam menangani kasus atau masalah yang  berkaitan dengan narkoba hanya sebatas dilingkungan sekolah dan mempunyai hubungan langsung dengan pembinaan siswa, oleh karena itu setiap laporan yang masuk dari berbagai sumber akan kami pilah menjadi beberapa bagian diantaranya :
1.      Masalah yang berkaitan langsung dengan siswa dan dapat diselesaikan secara mandiri oleh pihak sekolah dengan melibatkan orang tua siswa
2.       Masalah yang berkaitan secara langsung dengan siswa dan masyarakat sehingga dalam penyelesainya harus melibatkan orang tua dan organisasi masyarakat setempat seperti Kelurahan, RW dan RT.
3.      Masalah yang berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan siswa yang melibatkan masyarakat luar sehingga penyelesainya harus melibatkan instansi terkait yang mempunyai wewenang terhadap permasalahan tersebut misalnya pihak BNN, Polsek Kedung Kandang maupun Koramil Kedung Kandang
Demikian tindak lannjut yang dapat dilakukan oleh Kader Anti Narkoba SMPN 22 Malang dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penanggulangan penyalahgunaan  dan peredaran narkoba di wilayah Cemorokandang, semoga semua pihak bisa berperan aktif dalam Net Working Siap Lapor Anti Narkoba ini sehingga apa yang menjadi tujuan bersama yaitu Indonesia bebas narkoba bisa terwujud.



Minggu, 20 Maret 2016

RPP PPKn Sekolah Bebas Narkoba SMPN 22 Malang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah Bebas Narkoba

Satuan Pendidikan            :  SMP Negeri 22 Malang
Mata pelajaran                  :  PPKn
Kelas / Semester               :  IX / 2
Materi Pokok                    :  Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sub Pokok Bahasan         : Semangat Kebangsaan dalam Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan NKRI

Alokasi Waktu                 :  1 x Pertemuan ( 3 JP x 40 menit )


A. Kompetensi Inti:
1.         Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.         Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam Dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.         Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.         Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B.  Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati perilaku beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dalam kehidupan di lingkungan pergaulan aantar bangsa.
2.6 Menghayati semangat dan komitmen persatuan dan kesatuan nasional dalam mengisi dan mempertahankan NKRI
4.8 Menyaji bentuk-bentuk partisipasi dan tanggung jawab kewarganegaraan yang mencerminkan komitmen terhadap keutuhan nasional

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.1  Menunjukkan sikap beriman dan bertaqwa dalam pembelajaran memahami konteks   kesejarahan NKRI
2.1.2 Menunjukkan sikap peduli dalam pembelajaran memahami konteks kesejarahan NKRI
3.6.2  Mendiskripsikan ancaman terhadap NKRI dri dalam negri
4.8. 5 Menyaji praktek kewarganegaraan mengenai semangat dan komitmen persatuan dan kesatuan nasional dalam mengisi dan mempertahankan NKRI

D.  Materi Pembelajaran

Materi pokok pertemuan ketiga membahas tentang Ancaman terhadap
NKRI saat ini Bab 6 bagian B poin 1 ancaman dari dalam negeri.

Ancaman merupakan usaha-usaha yang membahayakan kedaulatan negara, keselamatan bangsa dan negara. Potensi ancaman yang dihadapi NKRI dari dalam negeri, antara lain sebagai berikut.

1.        Penyalah gunaan narkoba, pornografi dan porno aksi, pergaulan
bebas, tawuran, dan lain-lain





E.  Kegiatan Pembelajaran

No
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Kegiatan Pendahuluan
a.     Persiapan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran dengan berdoa, guru mengecek kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.
b.     Motivasi peserta didik dengan bimbingan guru menyanyikan lagu nasional “Dari Sabang sampai Merauke”.
c.     Apersepsi melalui tanya-jawab berkaitan dengan tugas mandiri pada pertemuan sebelumnya, beberapa siswa menyampaikan hasil kerja mandirinya.
d.     Peserta didik menyimak informasi guru tentang kompetensi dasar dan indikator pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti
Mengamati
a.    Peserta didik dibagi menjadi kelompok secara heterogen terdiridari 4 orang yang berbeda dengan pembagian kelompok pada pertemuan sebelumnya.
b.   Peserta didik diminta mengamati tayangan  video tentang ancaman dari dalam negeri  dan membaca buku siswa buku siswa bagian B poin 1 halaman 140 – 141  tentang Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja.
c.        Peserta didik dibiasakan disiplin dengan mencatat hal-hal penting dari penjelasan singkat guru tentang ancaman dari dalam negeri saat ini.

Menanya
a.       Pesertadidik dalam kelompok mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam wacana dikaitkan dengan kenyataan saat ini yang terjadi di lingkungan sekitar.
b.      Peserta didik dalam kelompok berdiskusi tentang materi :
Kelompok 1. Bagaimana perasaan kamu setelah membaca wacana tersebut? Berikan alasannya.
Kelompok 2. Menurut kamu, apa yang menyebabkan semakin meningkatnya penyebaran narkoba di Indonesia?
Kelompok 3. Menurut kamu, apakah penerapan hukuman mati bagi para pengedar narkoba dapat mengurangi bahkan membebaskan Indonesia dari peredaran narkoba? Berikan alasan kamu.
Kelompok 4. Bagaimana solusi yang dapat kamu ajukan kepada pemerintah untuk mencegah semakin meningkatnya peredaran narkoba?
Kelompok 5. Apa yang akan kamu lakukan agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba?
c.       Kelompok mendiskusikan materi yang telah ditentukan.

Mengumpulkan Informasi
a.         Peserta didik bekerja dalam kelompok mengumpulkan informasi untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan
b.    Peserta didik difasilitasi guru mencari informasi dari berbagai sumber belajar lain seperti buku penunjang atau internet.
c.    Guru juga dapat menjadi narasumber atas pertanyaan peserta didik dikelompok.

Mengasosiasikan
a.    Pesertadidik dibimbing oleh guru mendiskusikan hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya, seperti hubungan antara wacana dan jawaban atas permasalahan yang sudah dibahas.
b.    Peserta didiksecara kelompok mendeskripsikan secara tertulis tentang hubungan atas berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya, dengan jawaban atas permasalahan yang dibahas.

Mengkomunikasikan
a.         Peserta didik menyusun laporan hasil kerja kelompok dengan lengkap, kemudian  ditampilakn didepan kelas
b.         Peserta  didik  dalam  kelompok  menyimak  pertanyaan  yang dilontarkan siswa lain.
c.         Pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan siswa lain didiskusikan sampai materi terbahas secara menyeluruh.
d.         Pesertadidik yang menjawab pertanyaan dicatat dan diberinilaioleh guru.
15’














90’

Kegiatan Penutup
a.    Peserta didikdengan dibimbing guru menyimpulkan materi pembelajaran melalui tanya-jawab secara klasikal.
b.  Refleksi dengan peserta didik atas manfaat pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan.
c.   Guru meminta peserta didik menjawab pertanyaan berikut.
1.        Apa sikap yang kalian peroleh dari pembelajaran yang telah dilakukan?
2.        Apa manfaat yang diperoleh melalui pembelajaran yang telah dilakukan?
3.        Apa rencana tindak lanjut yang akan kalian lakukan?
4.        Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya?
d.    Guru memberikan umpan balik atas pembelajaran dan hasil laporan kelompok.
e.          Guru menjelaskan rencana kegiatan pertemuan berikutnya yakni membahas ancaman dari luar negeri.

15’


A.     Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1.      Teknik penilaian
a. Sikap                  : Observasi,  Jurnal,   Penilaian antar teman, Penilaian diri
b. Pengetahuan       : Test tertulis,  Penugasan,  dan Penilaian diri
b. Ketrampilan       : Porto folio, dan Penilaian diri


b. Pengetahuan
Ø  Teknik                         : Tes Tertulis
Ø  Bentuk Instrumen        : Tes Uraian

Ø   1. Teknik: Tes tertulis
Ø   2. Bentuk Instrumen: Uraian

No.
Indikator
Butir Instrumen
1.
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian ancaman dari bahaya narkoba
Jelaskan  ancaman bahaya narkoba bagi kalangan pelajar
2
Peserta didik dapat  mengidentifikasi macam-macam ancaman yang ditimbulkan dari peredaran narkoba bagi keberlangsungan bangsa
Sebutkan 5 macam ancaman yang ditimbulkan dari peredaran narkoba bagi keberlangsungan bangsa Indonesia
3.
Peserta didik dapat menjelaskan bagaimana supaya terhindar dari narkoba
Jelaskan bagaimana caranya supaya kamu terhindar dari bahaya narkoba
4.
Peserta didik dapat menjelaskan apakah penerapan hukuman mati bagi pengedar narkoba dapat mengurangi  bahkan membebaskan Indonesia dari peredaran narkoba
Jelaskan apakah penerapan hukuman mati bagi pengedar narkoba dapat mengurangi  bahkan membebaskan Indonesia dari peredaran narkoba

Kunci Jawaban dan pedoman penskoran

1
Kunci Jawaban
Pedoman Penskoran
1
Ancaman narkoba bagi generasi muda, generasi muda adalah masa depan bangsa oleh karena itu generasi muda harus terbebas dari bahaya narkoba  supaya kelangsungan bangsa bisa terjamin
25
Jumlah skor benar
25
2
5 macam ancaman dari bahaya narkoba
1)        Timbulnya berbagai penyakit bagi pengguna
2)        Kecanduan
3)        Malas
4)        Masa depan suram
5)        Kematian
6)        dll


5
5
5
5
5
Jumlah skor benar
25
3.
1. caranya supaya terhindar dari narkoba
- meningkatkan keimanan
- menghindari pergaulan bebas
- menyibukkan diri denagan hal-hal yang bermanfaat
- selektif dalam memilih teman
- menghindari pengguna dan pengedar narkoba
- belajar dan memahami bahaya narkoba
10







10
Jumlah skor benar
20
4.
Hukuman mati bagi pengedar narkoba bisa mengurangi peredaran narkoba di Indonesia tetapi belum bisa menghapus peredaran narkoba di Inonesia karena iming-iming kompensasi yang ditawarkan oleh Boss narkoba sangat menggiurkan bagi mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetap sehingga resiko matipun ditempuh

30
Jumlah skor benar
30
Jumlah skor benar
100

Nilai  =Skor Perolehan× 4
                      100


Penilaian Ketrampilan



No

Aspek Penilaian
Skor
1
2
3
4
A
Penyajian
1. Menanya/menjawab





2. Argumentasi





3. BahanTayang/Displai




Jumlah Skor




B
Laporan
1. Isi Laporan





2. Penggunaan bahasa





3. Estetika




Jumlah Skor




Komentar  Guru Mata pelajaran



Komentar  orang tua Murid

Pedoman penskoran (Rubrik)

No
Aspek
Penskoran
1.
Menanya/menjawab
Skor 4, apabila selalu menanya/menjawab Skor 3, apabila sering  menanya/menjawab Skor 2, apabila kadang-kadang menanya/ menjawab
Skor 1, apabila tidak pernah menanya/
menjawab
2.
Argumentasi
Skor 4, apabila materi jawaban benar, rasional dan jelas
Skor 3, apabila materi jawaban benar, rasional dan tidak jelas
Skor 2, apabila materi jawaban benar, tidak rasional dan tidak jelas
Skor 1, apabila materi jawaban tidak benar,tidak rasional dan tidak jelas
3.
Bahan tayang/displai
Skor 4, apabila sistematis, kreatif, menarik
Skor 3, apabila sistematis, kreatif, tidak menarik Skor 2, apabila sistematis, tidak kreatif, tidak menarik
Skor 1, apabila tidak sistematis, tidak kreatif, tidak menarik
                       


3. Pembelajaran Remidial
Kegiatan remidial diberikan kepada peserta didik yang belum menguasai  materi pembelajaran  yang belum menguasai kompetensi  seperti yang telah kita tentukan 


4.Pengayaan

Kegiatanpengayaanmerupakankegiatanpembelajaranyangdiberikan kepadapesertadidikyangtelahmenguasaimateripembelajaranpadaBab
4 tentang bertutur kata, bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pengayaanini dapatdilakukan dengan beberapa caradan pilihan. Sebagai contoh peserta didik dapat diberikan pengayaan berikut.

1.    Pesertadidikdapatdiberikanbahanbacaanataubukupengayaanyang relevan dengan materi pendidikan karakter, kemudian diinstruksikan untuk melaporkan isi buku.
2.    Pesertadidikdapatdiberikantugastambahanberupaanalisiskasusdari koran atau majalah tentang bertutur kata, bersikap dan berperilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, kemudian menganalisisnya dengan menjelaskan latar belakang terjadinya kasus, akibat yang ditimbulkan dari kasus, norma-normayang bertentangan dengan kasus, solusi untuk menyelesaikan kasus.
3.    Pesertadidikdapatdiberikantugastambahanuntukmembimbingteman- temannya yang mendapatkan tugas remedial/perbaikan sebagai tutor sebaya.

G. Media /Alat , Bahan, Sumber Belajar
1. Media Video
2.           Alat dan bahan
LCD
Papan Majalah dinding/media informasi
Alat tulis

       Sumber Belajar
a.         Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2015. Buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas IX . Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Halaman 135 - 142
b.        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Buku guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal 268-275
c.         Internet.

Mengetahui,                                                               Malang, 8 Januari   2016
Kepala SMPN 22 Malang                                          Guru PKn Kelas IX




Anny Yulistyowati .S.Pd. MM                                   Drs. Sumarno
NIP. 19620713 198112 2 001                                   NIP.19660308 2005011  006




Lampiran 1
Tugas Mandiri 3.1 buku siswa halaman 140
Bacalah wacana berikut ini.

Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak dapat dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa di daerah
sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan geng. Tentu saja hal ini dapat membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih
sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus menggunakan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling  efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalah melalui pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi narkoba. Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan
informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (penelitian BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam.
Penyebaran narkoba menjadi semakin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya. Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak dapat diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah
pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang
bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima. Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun.
Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan
orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Sumber http://www.ubb.ac.id


langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi

  langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi   1. Melakukan pemetaan siswa berdasarkan kompetensi, minat, dan kebutuhan Pada tahap...