Selasa, 24 Februari 2026

Modul ADIWIYATA kelas 8. Konservasi energi ( Pembelajaran Mendalam )

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : VIII / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 2 X (3 x 45) meni

MATERI      :  Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Subtopik:

·     Pemanfaatan SDA dalam kehidupan sehari-hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

1. Aspek Pengetahuan Awal

  • Umum: Sebagian siswa sudah mengenal contoh SDA (air, udara, tumbuhan, hewan, mineral) dari mata pelajaran IPA & IPS.
  • Kontekstual Malang:
    • Siswa pernah melihat pemanfaatan SDA seperti pertanian apel di Batu, wisata alam, penggunaan air PDAM, dan penggunaan listrik PLN.
    • Ada siswa yang kurang memahami hubungan antara pemanfaatan SDA dengan kelestariannya (misalnya penggunaan plastik yang berbahan minyak bumi).
  • Potensi: Pengetahuan awal dapat digali melalui tanya jawab & pre-test sederhana.

 

2. Aspek Minat

  • Minat tinggi pada isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari (contoh: sampah di sungai, kualitas udara, dan produk lokal Malang).
  • Menyukai pembelajaran yang melibatkan praktik langsung, observasi lapangan, dan pemanfaatan teknologi (misalnya membuat poster digital atau video).
  • Siswa cenderung antusias jika pembelajaran dikaitkan dengan media visual atau game edukatif.

 

3. Aspek Latar Belakang

  • Sosial-ekonomi: Beragam, dari keluarga ekonomi menengah ke atas hingga menengah ke bawah.
  • Budaya & Pekerjaan Orang Tua: Ada yang bekerja sebagai PNS, pedagang, buruh, petani, pekerja sektor pariwisata, dan jasa. Hal ini memengaruhi pandangan mereka terhadap pemanfaatan SDA.
  • Lingkungan Tempat Tinggal: Sebagian tinggal di perkotaan padat penduduk, sebagian di pinggiran kota yang dekat dengan lahan pertanian atau wisata alam.

 

4. Aspek Kebutuhan Belajar

  • Kognitif: Memerlukan penguatan pemahaman konsep “pemanfaatan berkelanjutan” dan “dampak eksploitasi SDA”.
  • Keterampilan: Perlu dilatih untuk menghubungkan teori dengan masalah nyata di lingkungan sekitar.
  • Sikap: Perlu dibangun kesadaran untuk berperilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

5. Aspek Lainnya

  • Akses Teknologi: Sebagian besar siswa memiliki HP dan akses internet, sehingga pembelajaran daring/luring kombinasi memungkinkan.
  • Gaya Belajar: Variatif (visual, auditori, kinestetik) → strategi pembelajaran harus memadukan diskusi, praktik, dan media visual.
  • Kerja Sama: Siswa terbiasa bekerja dalam kelompok, tetapi perlu diarahkan untuk berbagi tugas secara adil dan aktif.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual

Isi:

  • Contoh sumber daya alam terbarukan (air, udara, hutan, tanah, sinar matahari) dan tidak terbarukan (minyak bumi, batu bara, gas alam, mineral logam).
  • Fakta pemanfaatan SDA di Malang, misalnya:
    • Air PDAM untuk kebutuhan rumah tangga.
    • Apel Batu sebagai produk pertanian lokal.
    • Batu Andesit dari tambang untuk bahan bangunan.
  • Data penggunaan energi listrik dan air dalam rumah tangga.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa bisa mengamati langsung bagaimana keluarga mereka memanfaatkan air, listrik, dan bahan pangan yang berasal dari SDA.

 

2. Pengetahuan Konseptual

Isi:

  • Konsep pemanfaatan berkelanjutan (sustainable use).
  • Hubungan antara kebutuhan manusia, ketersediaan SDA, dan dampaknya terhadap lingkungan.
  • Klasifikasi SDA berdasarkan sifat pembaruan dan kegunaannya.
  • Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan SDA.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa bisa mengaitkan konsep ini dengan kebiasaan di rumah, seperti menghemat listrik, membawa botol minum sendiri, dan memilah sampah organik dan anorganik.

 

3. Pengetahuan Prosedural

Isi:

  • Langkah-langkah melakukan observasi pemanfaatan SDA di lingkungan sekitar.
  • Cara mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari pemanfaatan SDA.
  • Prosedur membuat laporan hasil pengamatan (laporan tertulis atau presentasi).
  • Langkah-langkah sederhana untuk menghemat SDA di rumah/sekolah.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa dapat mempraktikkan prosedur ini saat mengerjakan tugas kelompok, misalnya melakukan survey penggunaan air di rumah atau mengamati kondisi sungai terdekat.

 

4. Pengetahuan Metakognitif

Isi:

  • Kesadaran diri dalam menggunakan SDA secara bijak.
  • Strategi belajar mandiri untuk memahami isu lingkungan (misalnya mencari artikel atau video edukasi).
  • Kemampuan merefleksi kebiasaan pribadi dan keluarga dalam memanfaatkan SDA.
  • Keterampilan memilih informasi yang relevan dan dapat dipercaya tentang SDA.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa dapat mengubah perilaku konsumsi energi dan air di rumah setelah menyadari dampak jangka panjangnya, serta dapat memberi saran kepada keluarga untuk lebih hemat dan ramah lingkungan.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antar ruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam

Lintas Disiplin Ilmu

1. IPS (Geografi, Ekonomi, Sosiologi)

  • Geografi: Sebaran SDA di Indonesia dan khususnya di Malang (pertanian apel, tambang batu andesit, sumber air).
  • Ekonomi: Dampak pemanfaatan SDA terhadap perekonomian daerah (contoh: industri pariwisata berbasis alam di Batu).
  • Sosiologi: Perilaku masyarakat dalam mengelola SDA, perbedaan pola konsumsi antar kelompok sosial.

 

2. IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

  • Ekologi dan rantai makanan yang bergantung pada SDA.
  • Siklus air dan dampaknya terhadap ketersediaan air bersih.
  • Energi terbarukan dan tidak terbarukan (matahari, angin, fosil).

 

3. Matematika

  • Menghitung kebutuhan listrik atau air rumah tangga dalam sehari.
  • Membuat grafik konsumsi energi selama satu minggu.
  • Analisis persentase penghematan energi jika menerapkan prinsip 3R.

 

4. Bahasa Indonesia

  • Menulis laporan hasil pengamatan pemanfaatan SDA di lingkungan sekitar.
  • Membuat teks eksplanasi tentang proses pembentukan SDA tidak terbarukan.
  • Menyampaikan presentasi hasil diskusi kelompok dengan bahasa efektif.

 

5. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

  • Hak dan kewajiban warga negara dalam melestarikan SDA.
  • Penerapan nilai gotong royong dalam pengelolaan lingkungan.
  • Peraturan pemerintah tentang pelestarian alam.

 

6. Seni Budaya

  • Mendesain poster kampanye hemat energi dan pelestarian alam.
  • Membuat karya seni dari barang daur ulang.

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Mengidentifikasi minimal 5 contoh pemanfaatan SDA yang ada di lingkungan sekitar dengan benar.

2.     Mengelompokkan SDA yang digunakan sehari-hari ke dalam kategori terbarukan dan tidak terbarukan dengan tepat.

3.     Menjelaskan manfaat dan dampak pemanfaatan SDA terhadap kehidupan masyarakat secara lisan maupun tertulis.

4.     Menyusun ide solusi sederhana untuk menghemat dan melestarikan SDA dalam kehidupan sehari-hari.

5.     Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang pemanfaatan SDA dengan bahasa yang jelas dan sikap percaya diri.

 

Topik Pembelajaran

Topik Pembelajaran:
"Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Bijak untuk Kehidupan Berkelanjutan"

 

Topik ini cukup luas sehingga siswa bisa:

  • Mengamati contoh nyata di lingkungan mereka.
  • Mengaitkan dengan isu keberlanjutan dan gaya hidup hemat SDA.
  • Menyusun ide kreatif dalam mengelola SDA di rumah, sekolah, dan masyarakat.

 

Praktik Pedagogis

Model/Strategi/Metode Pembelajaran

  1. Model: Problem Based Learning (PBL)
    • Mengajak siswa memecahkan masalah nyata terkait pemanfaatan SDA di lingkungan sekitar.
    • Mengembangkan penalaran kritis, kreativitas, dan komunikasi melalui kerja kelompok dan presentasi.
  2. Strategi: Mindful & Joyful Inquiry
    • Guru memandu siswa mengamati lingkungan dengan kesadaran penuh (mindful observation).
    • Siswa mengeksplorasi ide dan solusi secara kolaboratif dalam suasana yang positif dan menyenangkan.
  3. Metode:
    • Diskusi Kelompok → Melatih komunikasi, mendengar pendapat orang lain, dan mengemukakan gagasan.
    • Studi Kasus → Menggunakan contoh masalah aktual seperti penggunaan air berlebih atau limbah plastik.
    • Presentasi Kreatif → Menggunakan media visual, poster, atau video untuk menyampaikan solusi.

 

Kemitraan Pembelajaran

Mitra Kerjasama dan Perannya

  1. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang
    • Memberikan materi dan data terkait kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan SDA di kota.
    • Menyediakan narasumber atau fasilitator kegiatan lapangan.
  2. PDAM Kota Malang
    • Memberi penjelasan tentang pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya air.
    • Menyediakan kunjungan edukasi ke instalasi pengolahan air.
  3. Perusahaan Pengelola Sampah/Bank Sampah Malang
    • Mengajarkan praktik daur ulang dan pengelolaan limbah.
    • Mengadakan workshop pemanfaatan barang bekas menjadi produk berguna.
  4. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan
    • Mendampingi siswa dalam proyek pelestarian lingkungan.
    • Menghubungkan siswa dengan kegiatan sosial-lingkungan di masyarakat.
  5. Perguruan Tinggi (Jurusan Geografi, Lingkungan, atau Pertanian)
    • Memberikan wawasan ilmiah dan riset terkini terkait pemanfaatan SDA.
    • Membimbing eksperimen atau observasi lapangan.
  6. Komunitas Pecinta Alam & Kelompok Tani Kota Malang
    • Mengajarkan praktik pertanian berkelanjutan.
    • Melibatkan siswa dalam kegiatan penanaman pohon atau urban farming.
  7. Media Lokal (Radio/TV/Online)
    • Membantu publikasi hasil karya atau proyek siswa.
    • Mengangkat isu lingkungan yang relevan sebagai bahan diskusi di kelas.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

  • Kelas interaktif dengan tata kursi fleksibel (melingkar atau kelompok) agar mendukung diskusi dan kolaborasi.
  • Area terbuka sekolah seperti taman, kebun sekolah, atau halaman untuk observasi langsung contoh SDA terbarukan (tanaman, air, sinar matahari).
  • Laboratorium IPA untuk eksperimen sederhana membandingkan energi terbarukan dan tidak terbarukan.
  • Lapangan atau area luar sekolah untuk kunjungan lapangan ke tempat pengelolaan SDA (misalnya PDAM, bank sampah, atau area pertanian kota).

2. Budaya Belajar

  • Kolaboratif → siswa bekerja dalam kelompok heterogen untuk saling bertukar ide.
  • Berorientasi proyek → pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang menghasilkan solusi kreatif untuk pelestarian SDA.
  • Berbasis masalah nyata → topik pembelajaran dihubungkan dengan isu lingkungan di Kota Malang.
  • Reflektif dan partisipatif → memberi ruang untuk diskusi, umpan balik, dan refleksi individu maupun kelompok.
  • Berwawasan lingkungan → mendorong kebiasaan hemat energi, mengurangi sampah, dan memanfaatkan SDA secara bijak di sekolah.

 

Pemanfaatan Digital

Ruang Virtual (Digital Learning Environment)

a. Platform pembelajaran digital:

  • Google Classroom / Microsoft Teams / Edmodo
     untuk mengelola materi, tugas, diskusi daring, dan umpan balik guru.

b. Aplikasi atau media digital pendukung:

  • Kahoot, Quizizz, Wordwall → untuk evaluasi formatif yang menyenangkan.
  • Canva / Google Slides / Padlet → untuk membuat infografis, kolase, atau poster digital tentang strategi adaptasi.
  • YouTube / Website BMKG / Kementan / KKP → sumber belajar multimedia aktual terkait perubahan iklim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Langkah-Langkah Membuka Pembelajaran

  1. Orientasi yang Bermakna (5 menit)
    • Guru menyapa siswa dengan hangat dan menciptakan suasana positif.
    • Menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat dan menarik:
      “Hari ini kita akan belajar bagaimana kita memanfaatkan sumber daya alam di sekitar kita dengan cara yang bijak supaya lingkungan tetap lestari dan kehidupan kita tetap seimbang.”
  2. Apersepsi yang Kontekstual (10 menit)
    • Mengajak siswa melakukan refleksi singkat:
      “Coba ingat, apa saja sumber daya alam yang kalian gunakan setiap hari di rumah atau sekolah?”
    • Meminta siswa berbagi pengalaman secara singkat (2–3 siswa) terkait pemanfaatan SDA di lingkungan sekitar mereka, misal air, listrik, tanaman, dll.
    • Menunjukkan gambar/foto nyata pemanfaatan SDA di Malang sebagai pengantar konteks lokal.
  3. Motivasi yang Menggembirakan (5 menit)
    • Mengajak siswa bermain kuis cepat (quiz interaktif via aplikasi atau lembar kerja sederhana) tentang fakta menarik SDA.
    • Memberi pujian atas partisipasi siswa dan menekankan pentingnya materi ini untuk kehidupan mereka dan masa depan bumi.
    • Menghubungkan materi dengan kegiatan yang menyenangkan nantinya, misal membuat poster, diskusi kelompok, dan proyek kecil.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

1. Memahami (45 menit)

  • Aktivitas:
    • Guru membuka dengan ringkasan materi dan menampilkan video pendek tentang contoh pemanfaatan SDA di lingkungan sekitar (5 menit).
    • Diskusi kelas: Siswa diminta mengidentifikasi contoh SDA terbarukan dan tidak terbarukan dari video dan pengalaman sehari-hari (15 menit).
    • Kelompok kecil (4–5 siswa) membahas pertanyaan:
      “Apa manfaat dan risiko jika SDA digunakan secara berlebihan?”
    • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkat (25 menit).
  • Aspek Mindful & Meaningful:
    • Guru mendorong siswa untuk fokus dan mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi serta kondisi lingkungan di Malang.

 

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

  • Aktivitas:
    • Tugas kelompok: Siswa melakukan studi kasus sederhana, misalnya menganalisis pemanfaatan air di rumah mereka, dampak sampah plastik, atau penggunaan energi listrik (30 menit).
    • Kelompok merancang solusi kreatif untuk menghemat atau melestarikan SDA, misalnya kampanye hemat air, daur ulang, atau urban farming (20 menit).
    • Presentasi kreatif hasil kerja kelompok dengan poster, video, atau drama singkat (10 menit).
  • Aspek Joyful & Kolaboratif:
    • Siswa bekerja aktif, berkomunikasi, dan berkreasi dalam suasana menyenangkan dan saling menghargai.

 

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

  • Aktivitas:
    • Siswa menulis jurnal singkat tentang:
      • Apa yang mereka pelajari hari ini.
      • Bagaimana mereka bisa berkontribusi melestarikan SDA dalam kehidupan sehari-hari.
    • Diskusi reflektif kelompok: Saling berbagi ide perubahan kebiasaan yang akan dilakukan (15 menit).
    • Guru menutup dengan memberikan motivasi dan menegaskan pentingnya sikap bertanggung jawab terhadap SDA (15 menit).
  • Aspek Mindful & Reflektif:
    • Mendorong kesadaran diri dan tanggung jawab personal dalam pemanfaatan SDA.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi

“Sekarang kita sudah belajar tentang berbagai sumber daya alam yang kita gunakan setiap hari dan pentingnya memanfaatkan SDA tersebut dengan bijak agar lingkungan tetap lestari dan kehidupan kita berkelanjutan.”
Guru mengajak siswa untuk menyebutkan kembali contoh SDA terbarukan dan tidak terbarukan serta manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

2. Refleksi Akhir Pembelajaran

“Apa hal paling penting yang kalian pelajari hari ini tentang cara kita memanfaatkan dan melestarikan SDA?”
Siswa berbagi secara singkat pemahaman dan kesadaran baru mereka. Guru menguatkan sikap bertanggung jawab dan peran aktif siswa sebagai agen perubahan lingkungan.

3. Motivasi

“Ingat, setiap tindakan kecil kita dalam menghemat air, listrik, dan mengelola sampah bisa berdampak besar untuk bumi kita. Kalian adalah generasi yang bisa menjaga bumi agar tetap hijau dan sehat.”
Guru memberikan semangat dan pujian atas partisipasi siswa selama pembelajaran.

4. Tugas Pertemuan Berikutnya

  • Siswa diminta melakukan observasi sederhana di rumah atau lingkungan sekitar tentang:
    • Pemanfaatan salah satu sumber daya alam (air, listrik, bahan makanan, atau sampah).
    • Membuat catatan mengenai bagaimana pemanfaatan itu dilakukan dan apakah sudah ada upaya pelestarian.
  • Catatan tersebut akan dibawa dan dibahas pada pertemuan berikutnya untuk dijadikan bahan diskusi dan tugas lanjutan.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

1. Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen diagnostik
  • Bentuk: Kuesioner pilihan ganda dan pernyataan singkat (checklist), serta pertanyaan reflektif terbuka singkat
  • Instrumen ini simpel dan bisa dikerjakan secara cepat sebelum pembelajaran inti.

 

2. Contoh 5 Pertanyaan/Pernyataan Instrumen

  1. Pernyataan Pilihan Ganda:
    “Sumber daya alam yang dapat diperbarui (terbarukan) contohnya adalah...”
    a. Minyak bumi
    b. Batu bara
    c. Air sungai
    d. Gas alam
  2. Pernyataan Checklist:
    “Pilih sumber daya alam yang kamu atau keluargamu gunakan sehari-hari (boleh memilih lebih dari satu):”
  • Air PDAM
  • Listrik dari PLN
  • Batu bara untuk bahan bakar
  • Produk hasil pertanian lokal
  1. Pernyataan Benar/Salah:
    “Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan dapat merusak lingkungan.” (Benar / Salah)
  2. Pertanyaan Reflektif Terbuka (jawaban singkat):
    “Sebutkan satu cara yang biasa kamu lakukan untuk menghemat penggunaan air di rumah!”
  3. Pertanyaan Pilihan Ganda:
    “Manakah dari berikut ini termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui?”
    a. Matahari
    b. Gas alam
    c. Angin
    d. Air laut

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

1. Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen formatif (pengamatan dan kuis singkat)
  • Bentuk:
    • Pengamatan guru selama diskusi dan kerja kelompok (checklist sikap dan partisipasi).
    • Kuis singkat berupa pilihan ganda dan isian singkat untuk mengecek pemahaman konsep.
    • Refleksi singkat siswa melalui pertanyaan terbuka di akhir sesi.

 

2. Contoh Instrumen Kuis Singkat

  1. Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam terbarukan?
    a. Sumber daya yang dapat habis jika dipakai terus-menerus
    b. Sumber daya yang dapat diperbarui secara alami dalam waktu singkat
    c. Sumber daya yang tidak bisa digunakan
    d. Sumber daya yang berasal dari batu bara
  2. Sebutkan dua contoh sumber daya alam tidak terbarukan!
  3. Apa dampak negatif jika sumber daya alam digunakan secara berlebihan?
  4. Bagaimana cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk melestarikan sumber daya alam di rumah?
  5. Apa manfaat mengelola sampah dengan cara 3R (Reduce, Reuse, Recycle)?

 

3. Instrumen Pengamatan

  • Guru mengamati dan mencatat:
    • Partisipasi aktif siswa dalam diskusi.
    • Kemampuan siswa mengemukakan pendapat.
    • Sikap kerjasama dalam kelompok.

 

4. Refleksi Singkat Siswa

  • Siswa menulis satu hal baru yang mereka pahami dan satu hal yang masih ingin mereka ketahui terkait materi.

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

1. Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Tes sumatif berbentuk tertulis
  • Bentuk: Kombinasi soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian pendek untuk mengukur pemahaman konseptual, aplikasi, dan analisis sederhana.
  • Instrumen ini mudah dibuat dan dinilai, serta sesuai untuk kelas SMP.

2. Contoh Soal Asesmen Sumatif

Pilihan Ganda:

  1. Mana yang termasuk sumber daya alam terbarukan?
    a. Minyak bumi
    b. Air sungai
    c. Batu bara
    d. Gas alam
  2. Apa yang bisa terjadi jika sumber daya alam tidak dilestarikan?
    a. Lingkungan menjadi lebih bersih
    b. Sumber daya menjadi habis dan rusak
    c. Manusia tidak perlu menghemat
    d. Semua sumber daya bisa bertambah

Isian Singkat:
3. Sebutkan dua contoh pemanfaatan sumber daya alam dalam kehidupan sehari-hari di rumah!

  1. Jelaskan mengapa kita perlu melestarikan sumber daya alam!

Uraian Pendek:
5. Jelaskan langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu melestarikan sumber daya alam di lingkungan sekolah!

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.


 

Rubrik Penilaian Diskusi Kelas

Indikator

Baru Memulai (1)

Berkembang (2)

Cakap (3)

Mahir (4)

Keaktifan Bertanya

Tidak bertanya atau hanya sekali bertanya.

Bertanya beberapa kali, tetapi kurang relevan.

Bertanya dengan relevansi terhadap topik.

Sering bertanya dengan pertanyaan yang mendalam dan relevan.

Kerja Sama

Tidak aktif bekerja sama, cenderung bekerja sendiri.

Beberapa interaksi dengan teman, tetapi masih sering bekerja sendiri.

Aktif bekerja sama, mendengarkan pendapat teman.

Sangat aktif bekerja sama, memimpin diskusi, dan menghargai pendapat teman.

Kreativitas

Tidak mengajukan ide atau solusi baru.

Mengajukan beberapa ide, tetapi kurang terstruktur.

Mengajukan ide-ide yang kreatif dan relevan.

Mengajukan ide yang sangat kreatif dan inovatif, menyelesaikan masalah dengan pendekatan baru.

Kemampuan Komunikasi

Mengungkapkan ide secara terbatas atau sulit dipahami.

Bisa mengungkapkan ide, namun terkadang kurang jelas.

Menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur.

Menyampaikan ide secara sangat jelas, meyakinkan, dan mampu mempengaruhi diskusi.


Penjelasan Kriteria

  1. Keaktifan Bertanya:
    • Baru Memulai: Siswa jarang atau tidak bertanya selama diskusi.
    • Berkembang: Siswa bertanya, namun pertanyaan yang diajukan kurang relevan atau tidak mendalam.
    • Cakap: Siswa aktif bertanya dan pertanyaannya relevan serta membantu memperdalam diskusi.
    • Mahir: Siswa sering bertanya dengan pertanyaan yang sangat relevan, mendalam, dan merangsang pemikiran lebih lanjut dari teman-teman sekelas.
  2. Kerja Sama:
    • Baru Memulai: Siswa jarang berkolaborasi atau cenderung bekerja sendiri tanpa melibatkan teman.
    • Berkembang: Siswa mulai berkolaborasi, namun kadang masih kurang terlibat secara aktif dalam diskusi kelompok.
    • Cakap: Siswa bekerja sama dengan baik, mendengarkan teman, dan aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok.
    • Mahir: Siswa sangat kolaboratif, mendengarkan dan memberikan kontribusi yang berarti, serta mendorong teman-temannya untuk berbicara.
  3. Kreativitas:
    • Baru Memulai: Siswa tidak mengajukan ide atau solusi baru dalam diskusi.
    • Berkembang: Siswa mengajukan beberapa ide, tetapi ide-idenya tidak cukup terstruktur atau tidak sepenuhnya relevan dengan topik.
    • Cakap: Siswa mengajukan ide yang relevan dan kreatif, membantu memecahkan masalah atau memperkaya diskusi.
    • Mahir: Siswa mengajukan solusi atau ide yang sangat kreatif, inovatif, dan berguna dalam konteks diskusi yang terjadi.
  4. Kemampuan Komunikasi:
    • Baru Memulai: Siswa kesulitan mengungkapkan ide mereka atau sulit dipahami oleh teman-temannya.
    • Berkembang: Siswa mengungkapkan ide, namun terkadang masih kurang jelas atau kurang terstruktur.
    • Cakap: Siswa dapat menyampaikan ide dengan jelas dan mudah dipahami oleh teman-teman.
    • Mahir: Siswa menyampaikan ide dengan sangat jelas, terstruktur, dan mampu mempengaruhi jalannya diskusi.

 

Cara Penggunaan Rubrik

  • Penyusunan Nilai: Setiap siswa dinilai berdasarkan keempat indikator dengan skala 1 hingga 4 untuk setiap indikator.
  • Total Skor: Setiap indikator memiliki skor maksimal 4, sehingga total nilai tertinggi adalah 16 (4 x 4).
  • Interpretasi Hasil:
    • Skor 1-7: Siswa membutuhkan lebih banyak dukungan dalam keterampilan diskusi.
    • Skor 8-12: Siswa sudah menunjukkan kemampuan dasar dalam diskusi tetapi masih perlu berkembang.
    • Skor 13-16: Siswa menunjukkan kemampuan diskusi yang sangat baik, aktif, kreatif, dan komunikatif.

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LKPD

 

Materi             : Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Daya Alam

Subtopik          : Pemanfaatan SDA dalam Kehidupan Sehari-hari

SMPN 8 Malang

 

Petunjuk:

  • Kerjakan tugas ini dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa.
  • Diskusikan setiap soal dengan anggota kelompok, lalu tulis jawaban bersama.
  • Gunakan pengalaman dan pengamatan di lingkungan sekitar kalian sebagai bahan diskusi.

 

A. Diskusi Kelompok

1. Identifikasi Sumber Daya Alam di Sekitarmu
a. Sebutkan minimal 5 contoh sumber daya alam yang kamu dan keluargamu gunakan setiap hari!
b. Kelompokkan sumber daya alam tersebut ke dalam dua kategori: terbarukan dan tidak terbarukan!

 

2. Dampak Pemanfaatan SDA Berlebihan
a. Diskusikan apa dampak negatif jika sumber daya alam seperti air dan listrik digunakan secara berlebihan di lingkungan perkotaan seperti Malang?
b. Bagaimana dampak tersebut bisa memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitar kalian?

 

3. Solusi Kreatif Pengelolaan SDA
a. Buatlah ide kreatif untuk menghemat atau melestarikan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekolah atau rumah kalian!
b. Pilih salah satu ide tersebut dan buat rencana sederhana bagaimana kalian akan mengimplementasikannya!

 

B. Soal Individu Problematis

5.     Jelaskan mengapa sumber daya alam tidak terbarukan perlu lebih diperhatikan dalam penggunaannya!

6.     Bagaimana cara kamu bisa membantu melestarikan sumber daya alam di lingkungan sekolah sehari-hari? Berikan contoh konkret!

7.     Di kota besar seperti Malang, banyak orang menggunakan air PDAM dan listrik secara terus-menerus. Apa yang bisa terjadi jika penggunaan tersebut tidak dikontrol? Jelaskan konsekuensinya bagi lingkungan dan masyarakat!

 

C. Tugas Tambahan (Opsional)

  • Buatlah poster atau pamflet sederhana yang mengajak masyarakat sekitar untuk bijak menggunakan sumber daya alam, terutama air dan listrik.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...