Selasa, 24 Februari 2026

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI “Jejak Langkah Hijauku: Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Teknologi”

 

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER

INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

INTEGRASI MATA PELAJARAN   : IPS,  IPA, BAHASA INDONESIA, PPKn

KELAS / SEMESTER / FASE           : VII / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 5 x 40 menit

TEMA                                                  : “Jejak Langkah Hijauku: Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Teknologi”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Tema Kegiatan Kokurikuler: “Jejak Langkah Hijauku: Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Teknologi”

A. Profil Umum Sekolah dan Lingkungan

SMPN 8 Malang berada di lingkungan kota yang dinamis, dikelilingi oleh masyarakat dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Sekolah ini memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan, budaya lokal, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran abad ke-21.
Sebagian besar peserta didik berasal dari wilayah perkotaan di Kota Malang dengan akses yang relatif mudah terhadap teknologi informasi dan media sosial. Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan penuh penghijauan mendukung proses pembentukan karakter peduli lingkungan dan cinta budaya lokal.

B. Aspek Kesiapan Peserta Didik

  1. Pengetahuan Awal

o   Siswa telah mendapatkan informasi dasar mengenai lingkungan hidup, terutama dari pelajaran IPA, IPS, dan kegiatan sekolah Adiwiyata.

o   Pemahaman tentang kebudayaan lokal dan nasional masih bersifat umum dan belum mendalam; siswa mengenal budaya Malang secara terbatas.

o   Penggunaan teknologi digital (gawai, aplikasi, internet) sudah menjadi bagian dari kehidupan harian siswa, meskipun belum selalu digunakan untuk keperluan edukatif.

  1. Minat dan Antusiasme

o     Sebagian besar siswa menunjukkan minat tinggi terhadap kegiatan yang bersifat eksploratif, kreatif, dan praktik langsung, seperti menanam, membuat karya seni, atau proyek digital.

o     Siswa cenderung tertarik pada isu yang aktual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti sampah plastik, kerusakan alam, dan penggunaan media sosial.

o     Mereka lebih terlibat jika kegiatan dikemas dengan visual menarik, praktik langsung, atau tantangan yang melibatkan kompetisi positif.

  1. Latar Belakang Sosial dan Budaya

o   Peserta didik berasal dari keluarga dengan keberagaman nilai budaya, termasuk budaya Jawa, Madura, Tionghoa, dan lainnya yang memberi warna dalam dinamika kelas.

o   Nilai-nilai budaya lokal belum banyak digali secara mendalam dalam kegiatan sekolah, meskipun beberapa siswa aktif dalam kesenian daerah seperti tari atau karawitan.

o   Sebagian siswa hidup dalam keluarga yang belum sepenuhnya menanamkan nilai cinta lingkungan atau budaya lokal secara konsisten.

  1. Kebutuhan Belajar

o   Siswa memerlukan pembelajaran yang menggabungkan konteks nyata, seperti pengamatan lapangan atau proyek berbasis komunitas sekolah dan rumah.

o   Perlu strategi pembelajaran kolaboratif yang dapat mendorong diskusi lintas sudut pandang budaya dan sosial.

o   Memerlukan bimbingan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi secara bijak dalam memahami dan memecahkan isu lingkungan serta pelestarian budaya.

  1. Kondisi Emosional dan Psikologis

o   Siswa kelas VII sedang dalam proses transisi dari SD ke SMP, sehingga masih beradaptasi secara emosional dan sosial.

o   Sebagian siswa menunjukkan keingintahuan tinggi, namun juga mudah bosan jika materi tidak kontekstual atau terlalu teoritis.

o   Dukungan emosional dari guru sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian berpendapat dalam kegiatan proyek.

  1. Ketersediaan Sarana dan Lingkungan Pendukung

o   SMPN 8 Malang memiliki fasilitas yang cukup untuk mendukung kegiatan tematik, seperti kebun sekolah, laboratorium IPA, ruang komputer, dan area terbuka hijau.

o   Sekolah sudah memiliki pengalaman dalam menjalankan program Adiwiyata dan kegiatan berbasis proyek, yang menjadi modal kuat untuk keberhasilan tema ini.

o   Komunitas sekolah (guru, orang tua, komite sekolah) mendukung pembelajaran berbasis lingkungan, budaya, dan teknologi secara terpadu.

Simpulan

Peserta didik kelas VII SMPN 8 Malang siap mengikuti kegiatan kokurikuler bertema “Jejak Langkah Hijauku”. Kegiatan ini akan lebih bermakna jika dirancang secara kontekstual, menyentuh pengalaman siswa, memadukan eksplorasi lingkungan, pelestarian budaya, dan penggunaan teknologi secara kreatif. Pembelajaran hendaknya dilakukan secara kolaboratif, reflektif, dan menyenangkan agar siswa mampu menemukan peran mereka dalam menciptakan harmoni antara lingkungan, budaya, dan kemajuan zaman.

Materi Pelajaran

Materi: Jejak Langkah Hijauku – Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Teknologi

Pengetahuan FAKTUAL

  • Definisi pelestarian lingkungan, warisan budaya, dan teknologi ramah lingkungan.
  • Contoh nyata praktik keberlanjutan di sekolah dan masyarakat, seperti daur ulang, konservasi air, atau festival budaya lokal.
  • Pengetahuan dasar tentang teknologi yang mendukung pelestarian lingkungan dan budaya (misalnya biopori, aplikasi pelestarian budaya, komposter digital).

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Peserta didik dapat mengenali berbagai bentuk upaya pelestarian lingkungan dan budaya di lingkungan sekolah maupun rumah, serta memahami peran teknologi sederhana dalam mendukung praktik hijau dan budaya lokal.

 

Pengetahuan KONSEPTUAL

  • Konsep keterkaitan antara kelestarian lingkungan, identitas budaya, dan perkembangan teknologi modern.
  • Prinsip harmoni manusia dengan alam dan budaya sebagai nilai dasar dalam kehidupan berkelanjutan.
  • Pemahaman bahwa pelestarian lingkungan dan budaya membutuhkan inovasi dan kolaborasi antarsektor.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dan budaya adalah bagian dari identitas diri, dan teknologi dapat menjadi alat bantu untuk memperkuat upaya tersebut, misalnya dengan membuat media kampanye digital ramah lingkungan dan budaya.

 

Pengetahuan PROSEDURAL

  • Langkah-langkah membuat proyek kokurikuler integratif, seperti pemetaan pohon lokal, dokumentasi budaya daerah, atau desain alat teknologi sederhana untuk konservasi.
  • Cara menyusun rencana kampanye atau aksi nyata berbasis sekolah (contoh: “Pekan Hijau-Budaya”, “Kelas Tanpa Sampah”, “Digitalisasi Lagu Daerah”).
  • Prosedur mengomunikasikan hasil proyek kepada warga sekolah dan masyarakat luas melalui presentasi, pameran, vlog, atau poster.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa mampu membuat kegiatan nyata seperti mendokumentasikan ragam budaya Malang melalui video, mengelola bank sampah digital sekolah, atau menciptakan produk kerajinan berbasis daur ulang dengan unsur lokal.

 

Pengetahuan METAKOGNITIF

  • Kemampuan mengenali dan merefleksikan peran diri dalam menjaga keseimbangan lingkungan, budaya, dan teknologi.
  • Menilai sikap pribadi terhadap konsumsi teknologi, gaya hidup hijau, dan kepedulian budaya lokal.
  • Menyusun rencana pengembangan diri untuk menjadi pelajar yang sadar lingkungan, berakar budaya, dan adaptif terhadap teknologi.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa belajar mengevaluasi kebiasaan harian seperti penggunaan plastik, gadget, serta kedekatan dengan budaya lokal, lalu merancang langkah perbaikan seperti mengurangi jejak karbon pribadi atau ikut serta dalam komunitas budaya dan lingkungan.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  • Materi: Daur ulang, konservasi energi, pemanasan global, perubahan iklim.
  • Kegiatan: Membuat alat sederhana seperti komposter, filter air, biopori, atau panel surya mini.
  • Tujuan: Mendorong siswa memahami sains lingkungan dan penerapan teknologi tepat guna

 

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  • Materi: Ketahanan budaya lokal, keberagaman sosial, pemanfaatan sumber daya alam, pembangunan berkelanjutan.
  • Kegiatan: Pemetaan budaya lokal di sekitar sekolah, studi tentang dampak modernisasi terhadap lingkungan dan budaya.
  • Tujuan: Menumbuhkan kesadaran terhadap identitas budaya dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

 

Seni Budaya

  • Materi: Seni lokal, kerajinan dari bahan bekas, tari dan musik daerah.
  • Kegiatan: Mengolah limbah menjadi karya seni, pementasan tari bertema lingkungan, lomba poster pelestarian budaya.
  • Tujuan: Meningkatkan apresiasi siswa terhadap seni dan budaya sekaligus sebagai sarana kampanye keberlanjutan.

 

Informatika/TIK

  • Materi: Literasi digital, teknologi ramah lingkungan, pembuatan media kampanye.
  • Kegiatan: Membuat vlog tentang lingkungan, membuat aplikasi edukasi budaya lokal, kampanye di media sosial.
  • Tujuan: Menggunakan teknologi untuk menyuarakan kesadaran lingkungan dan budaya secara positif dan kreatif.

 

Matematika

  • Materi: Statistik penggunaan energi/air, perhitungan jejak karbon, grafik perubahan iklim.
  • Kegiatan: Menghitung konsumsi listrik sekolah, membuat infografis, atau menyajikan data survei kesadaran budaya.
  • Tujuan: Menumbuhkan kemampuan kuantitatif dalam menganalisis dan memvisualisasikan isu lingkungan dan budaya.

 

Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris

  • Materi: Teks pidato, teks deskripsi, laporan observasi, poster, puisi lingkungan.
  • Kegiatan: Debat tentang modernisasi vs pelestarian budaya, menulis artikel atau kampanye multibahasa bertema “Hijau dan Lestari”.
  • Tujuan: Meningkatkan kemampuan literasi dan komunikasi dalam menyampaikan pesan sosial-budaya-lingkungan.

 

 PPKn

  • Materi: Hak dan kewajiban warga negara dalam menjaga lingkungan dan budaya; pajak untuk pembangunan berkelanjutan.
  • Kegiatan: Diskusi peran pajak dalam pembangunan hijau, simulasi penggunaan APBN untuk konservasi dan kebudayaan.
  • Tujuan: Membentuk siswa sebagai warga negara aktif, sadar lingkungan

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menjelaskan keterkaitan antara lingkungan, budaya, dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari secara tertulis.
  2. Siswa dapat mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan budaya yang terjadi di sekitar sekolah atau tempat tinggal.
  3. Siswa dapat menganalisis dampak positif dan negatif penggunaan teknologi terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
  4. Siswa dapat menyusun solusi atau ide aksi nyata yang dapat diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara lingkungan, budaya, dan teknologi.
  5. Siswa dapat mempresentasikan hasil proyek atau kampanye mini bertema pelestarian lingkungan dan budaya berbasis teknologi secara lisan atau visual.

Bottom of Form

 

Topik Pembelajaran

Topik Pembelajaran Kelas VII – Terintegrasi Tema Jejak Langkah Hijauku:

  1. Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan dalam Kehidupan Masyarakat
    • Mengkaji bagaimana masyarakat menggunakan teknologi untuk menjaga lingkungan hidup, seperti energi alternatif, teknologi pengelolaan sampah, atau pertanian urban.
  2. Kearifan Lokal dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan
    • Menelusuri budaya lokal di Indonesia yang mengandung nilai-nilai pelestarian alam, seperti sistem subak di Bali, tradisi larangan menebang pohon, atau upacara bersih desa.
  3. Dampak Modernisasi dan Teknologi terhadap Nilai-Nilai Sosial Budaya
    • Menganalisis bagaimana kemajuan teknologi mempengaruhi pola hidup, pekerjaan, dan nilai-nilai budaya dalam masyarakat.
  4. Perubahan Interaksi Sosial Akibat Perkembangan Teknologi di Tengah Masyarakat Multikultural
    • Membahas bagaimana teknologi mempercepat komunikasi, namun juga dapat menggeser interaksi sosial, terutama di lingkungan kota seperti Malang.
  5. Peran Siswa dalam Mengembangkan Proyek Lingkungan Berbasis Budaya dan Teknologi
    • Mendorong siswa untuk membuat mini proyek seperti kampanye digital, vlog budaya hijau, atau kegiatan sosial yang menyatukan nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan.

 

Praktik Pedagogis

Model: Project-Based Learning (PjBL)

Penjelasan Singkat:
Model ini menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam menyelesaikan proyek nyata yang berkaitan dengan lingkungan, budaya, dan teknologi. Proyek dirancang agar siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyampaikan gagasannya secara kolaboratif.

 

Strategi: Discovery Learning + Kolaboratif

Penjelasan Singkat:
Melibatkan siswa untuk menemukan sendiri hubungan antara budaya lokal, teknologi, dan isu lingkungan melalui eksplorasi sumber belajar (artikel, video, wawancara). Mereka kemudian bekerja sama untuk menganalisis dan mempresentasikan temuan.

 

Metode: Diskusi Kelompok, Studi Kasus, dan Presentasi Proyek

Penjelasan Singkat:

  • Diskusi Kelompok: Menggali berbagai sudut pandang tentang teknologi hijau dan tradisi lokal.
  • Studi Kasus: Menganalisis keberhasilan atau tantangan di suatu daerah (misal: pengelolaan sampah berbasis adat di Bali atau Malang).
  • Presentasi Proyek: Menyampaikan hasil proyek (poster, video, vlog, kampanye digital) kepada teman-teman sebagai bentuk ekspresi gagasan.

 

Kemitraan Pembelajaran

Mitra Kerja Sama dan Peranannya

  1. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota/Kabupaten
    • Peran: Edukasi lingkungan, pendampingan pengelolaan sampah, penghijauan, dan konservasi air.
  2. Balai Pelestarian Kebudayaan / Dinas Kebudayaan
    • Peran: Mengedukasi siswa tentang warisan budaya lokal, praktik budaya ramah lingkungan, dan kearifan lokal.
  3. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Komunitas Hijau
    • Contoh: Greeneration Indonesia, Trash Hero, Ecoton.
    • Peran: Pelatihan aksi nyata pelestarian lingkungan, pendampingan proyek siswa berbasis masyarakat.
  4. Startup Teknologi Ramah Lingkungan / Komunitas Inovasi
    • Contoh: Ecofun Indonesia, Gojek Go-Green Team.
    • Peran: Pengembangan solusi berbasis teknologi untuk lingkungan sekolah dan masyarakat.
  5. Perguruan Tinggi (misal: Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang)
    • Peran: Narasumber ahli, kolaborasi penelitian kecil siswa, pelatihan desain proyek tematik.
  6. Media Lokal dan Influencer Edukasi/Lingkungan
    • Peran: Publikasi hasil karya siswa, peningkatan literasi media, kampanye digital.
  7. Komite Sekolah / Orang Tua / Alumni
    • Peran: Dukungan moril, logistik, atau sebagai narasumber dari bidang pekerjaan yang relevan (arsitek hijau, petani organik, dll).
  8. UMKM dan Pelaku Ekonomi Kreatif Lokal
    • Peran: Edukasi tentang produk lokal ramah lingkungan, budaya, dan teknologi tepat guna.
  9. Kelurahan/RT-RW Setempat
  • Peran: Pemetaan masalah lingkungan dan budaya lokal, kolaborasi aksi nyata siswa di lingkungan sekitar.

 

Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan Belajar untuk Tema Kokurikuler

1. Ruang Fisik

  • Taman sekolah / kebun sekolah Adiwiyata: Tempat eksplorasi langsung tentang konservasi air, penghijauan, dan teknologi ramah lingkungan (misalnya komposter atau sumur resapan).
  • Ruang kelas tematik: Diatur untuk diskusi kelompok, presentasi, dan proyek-proyek kolaboratif berbasis budaya dan lingkungan.
  • Galeri budaya / aula sekolah: Tempat pameran hasil karya siswa terkait budaya lokal dan inovasi teknologi hijau.
  • Lingkungan sekitar sekolah (kampung tematik, pasar tradisional, UMKM lokal): Sebagai tempat belajar kontekstual tentang budaya, ekonomi hijau, dan teknologi tepat guna.

 

2. Budaya Belajar

  • Berbasis proyek (Project-Based Learning): Mendorong siswa menghasilkan solusi nyata yang berdampak bagi lingkungan dan budaya lokal.
  • Kolaboratif dan reflektif: Siswa dilatih bekerja sama lintas kelas dan melakukan refleksi atas nilai-nilai keberlanjutan dan kesadaran sosial.
  • Berdaya dan menggembirakan: Mengedepankan partisipasi aktif siswa dalam menentukan ide, peran, dan cara belajar mereka sendiri.
  • Berorientasi profil pelajar Pancasila: Mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta memiliki kesadaran budaya dan tanggung jawab lingkungan.

 

Pemanfaatan Digital

Ruang Virtual

  • Google Classroom / LMS Sekolah: Untuk mengunggah materi, refleksi siswa, serta forum diskusi online tentang budaya, lingkungan, dan teknologi.
  • Padlet / Jamboard: Media kolaboratif untuk brainstorming ide proyek atau dokumentasi perjalanan belajar.
  • YouTube / Instagram Sekolah: Platform untuk kampanye digital siswa, seperti video edukasi atau podcast bertema “Jejak Langkah Hijauku”.
  • QR Code interaktif di titik-titik hijau sekolah: Menyediakan akses ke informasi digital mengenai tanaman, teknologi air, atau nilai budaya yang dipelajari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Kegiatan Pembuka Pembelajaran

1. Orientasi yang Bermakna (3 menit)

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara kontekstual:

“Hari ini kita akan menelusuri jejak langkah kita sebagai generasi muda dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Kalian akan belajar bagaimana semua itu saling terhubung dan bisa dimulai dari hal kecil di sekitar kita.”

2. Apersepsi Kontekstual (5 menit)

Guru menayangkan video pendek berdurasi 1 menit tentang:

  • Pemandangan kota Malang: kampung tematik, budaya lokal (tari Topeng Malangan), dan sekolah Adiwiyata.
  • Teknologi sederhana yang membantu lingkungan, seperti komposter, filter air sederhana, atau solar panel di rumah warga.

Setelah menonton, guru mengajukan pertanyaan reflektif:

“Pernahkah kalian melihat atau bahkan ikut menjaga lingkungan dan budaya di sekitar rumah atau sekolah kalian? Coba ceritakan!”

3. Motivasi yang Menggembirakan (5 menit)

Guru menyampaikan tantangan eksploratif:

“Hari ini kalian akan menjadi Tim Jejak Hijau! Kalian akan meneliti, mendiskusikan, dan membuat gagasan untuk menjadikan sekolah kita sebagai contoh harmoni antara lingkungan, budaya, dan teknologi. Siap menerima tantangan ini?”

Lalu, guru memberikan pin atau stiker kecil simbol Jejak Hijau untuk membangun antusiasme siswa.

 

Pembuka ini dirancang untuk:

  • Membangun keterhubungan emosional dan relevansi tema dengan kehidupan siswa.
  • Meningkatkan rasa ingin tahu.
  • Mempersiapkan mereka secara mental dan sosial untuk kegiatan kolaboratif yang lebih dalam.

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (Bermakna, Berkesadaran)

Tahap 1: Memahami (35 Menit)

Tujuan: Siswa memahami keterkaitan antara lingkungan, budaya, dan teknologi dalam kehidupan nyata.

Aktivitas:

  1. Mindful Check-in (5 menit)
    Siswa diajak hening sejenak, menarik napas panjang, lalu menjawab pertanyaan singkat:

“Apa yang kamu syukuri hari ini dari lingkungan atau budaya di sekitarmu?”

  1. Eksplorasi Materi Interaktif (15 menit)
    Guru menayangkan infografik dan cuplikan video singkat tentang:
    • Kampung budaya dan ekowisata
    • Inovasi teknologi ramah lingkungan (seperti komposter digital, pemanen air hujan, dan solar panel di desa)
  2. Diskusi Kecil: "Tiga Pilar Harmoni" (15 menit)
    Siswa dalam kelompok 4 orang mendiskusikan:
    • Apa satu contoh nyata harmoni antara lingkungan, budaya, dan teknologi di sekitar mereka?
    • Apa yang terjadi jika satu unsur hilang?

Output: Tuliskan dalam peta pikiran mini dan tempel di papan ide kelas.

Mengaplikasi (Menggembirakan)

Tujuan: Siswa mengembangkan solusi kreatif dan menerapkannya dalam konteks nyata.

Aktivitas:

  1. Tantangan Mini-Proyek: “Jejak Langkah Tim Hijau” (5 menit)
    Guru membagi kelas ke dalam tim kecil (4–5 siswa). Setiap tim memilih satu topik proyek:
    • Teknologi sederhana untuk lingkungan (komposter, lubang biopori, alat filter air)
    • Pelestarian budaya berbasis digital (poster digital, vlog tari daerah, e-book cerita rakyat)
    • Kampanye “Sekolah Hijau dan Cerdas”
  2. Proses Proyek (45 menit)
    Siswa mendesain dan membuat produk atau prototipe sederhana berbasis kreativitas mereka.
    Format bisa berupa:
    • Sketsa rancangan alat
    • Poster kampanye
    • Presentasi digital
    • Video simulasi kampanye

Guru berperan sebagai fasilitator dan mentor.

  1. Presentasi dan Galeri Karya (10 menit)
    Masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya selama 2–3 menit.

Merefleksi (Berkesadaran)

Tahap 3: Merefleksi (40 Menit)

Tujuan: Siswa mengevaluasi pengalaman belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan merancang perbaikan diri.

Aktivitas:

  1. Refleksi Mandiri (10 menit)
    Siswa menuliskan dalam jurnal refleksi:
    • Apa yang saya pelajari hari ini?
    • Apa ide atau aksi kecil yang bisa saya lakukan mulai hari ini?
  2. Forum Berbagi “Lingkar Inspirasi” (15 menit)
    Siswa duduk melingkar dan secara sukarela membagikan:
    • Pengalaman paling bermakna hari ini
    • Hal baru yang ingin dicoba
  3. Mindful Closure (5 menit)
    Guru menutup dengan menyampaikan:

“Setiap langkah kecilmu hari ini adalah jejak hijau bagi masa depan. Terima kasih telah menjadi bagian dari harmoni ini.”

  1. Penugasan Lanjutan (10 menit)
    Siswa diberi tugas membuat poster digital atau catatan harian berjudul:

“Aksiku untuk Jejak Langkah Hijauku”
(berisi komitmen pribadi untuk menjaga lingkungan & budaya dengan teknologi yang ramah)

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi (3–4 menit)

Guru memandu siswa untuk merefleksikan kembali apa yang telah mereka pelajari hari ini melalui pertanyaan terbuka:

  • "Apa keterkaitan yang kalian temukan antara lingkungan, budaya, dan teknologi dalam kehidupan nyata?"
  • "Apa ide terbaik yang muncul dalam kelompokmu hari ini?"
  • "Apa satu hal yang bisa kamu terapkan dari pembelajaran hari ini dalam kehidupanmu sehari-hari?"

Siswa menjawab secara lisan atau menuliskan 1–2 kalimat di sticky notes atau lembar refleksi cepat.

 

2. Refleksi Akhir Pembelajaran (3–4 menit)

Siswa diajak melakukan refleksi emosional dan nilai dengan pertanyaan:

  • “Apa perasaanmu setelah mengikuti kegiatan hari ini?”
  • “Bagian mana yang paling menyenangkan atau menantang?”
  • “Apa hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu saat bekerja sama dalam tim?”

Guru bisa menggunakan metode refleksi visual seperti emoji board (😊😐😟), untuk ekspresi cepat.

 

3. Motivasi Penutup (2–3 menit)

Guru menyampaikan penguatan nilai dan harapan:

“Hari ini kalian telah membuktikan bahwa anak-anak muda bisa berpikir kritis, kreatif, dan penuh semangat menjaga bumi.
Jejak langkah kalian hari ini mungkin kecil, tapi akan menjadi besar jika terus dijaga.
Jadilah generasi yang tak hanya mencintai lingkungan dan budaya, tetapi juga bisa memanfaatkannya secara bijak melalui teknologi.”

 

4. Tugas Pertemuan Berikutnya (3–4 menit)

Guru memberikan tugas lanjut yang mendorong eksplorasi dan aksi nyata:

Tugas: "Proyek Aksi Hijau Pribadiku"

Pilih salah satu aksi nyata yang bisa kamu lakukan di rumah/sekolah untuk menjaga lingkungan atau budaya lokal.
Dokumentasikan dalam bentuk foto + deskripsi singkat (maks. 100 kata) dan laporkan minggu depan.

Contoh aksi:

  • Menanam tanaman di rumah
  • Mengurangi sampah plastik di sekolah
  • Mewawancarai orang tua tentang tradisi budaya keluarga

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen awal

 

Tujuan Asesmen Awal

  • Menggali pemahaman awal siswa tentang keterkaitan antara lingkungan, budaya, dan teknologi.
  • Mengetahui sikap dan minat siswa terhadap isu keberlanjutan dan perubahan sosial.
  • Menyusun pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi aktual peserta didik.

 

Jenis Instrumen

  • Jenis: Angket reflektif & pertanyaan terbuka (format campuran)
  • Bentuk: Google Form / Lembar Cetak / Kartu Refleksi
  • Waktu pengerjaan: 10–15 menit
  • Skala: Campuran skala Likert dan jawaban uraian singkat

 

Instrumen Asesmen (5 Butir Pertanyaan/Pernyataan)

  1. Skala Likert (1–5):
    "Saya peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar rumah/sekolah."
    (1 = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuju)
  2. Pertanyaan terbuka:
    “Apa makna budaya lokal bagimu, dan bagaimana kamu menjaganya dalam kehidupan sehari-hari?”
  3. Skala Likert (1–5):
    "Teknologi dapat digunakan untuk membantu menjaga lingkungan dan melestarikan budaya."
    (1 = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuju)
  4. Pertanyaan terbuka:
    “Pernahkah kamu melakukan kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan, budaya, atau penggunaan teknologi yang bijak? Ceritakan singkat.”
  5. Pertanyaan pemicu kritis:
    “Menurutmu, apakah hubungan antara kebiasaan membuang sampah sembarangan dengan kondisi lingkungan dan budaya kota tempat kamu tinggal?”

 

Asesmen proses  Pembelajaran

Tujuan Asesmen Formatif

  • Memantau pemahaman peserta didik terhadap materi yang sedang dipelajari.
  • Memberi umpan balik bagi guru dan siswa agar dapat memperbaiki strategi pembelajaran.
  • Menilai perkembangan kemampuan penalaran kritis, kreativitas, dan komunikasi siswa secara berkelanjutan.

 Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Penilaian proses dan produk (formatif)
  • Bentuk instrumen:
    1. Lembar observasi partisipasi kelompok
    2. Kuis reflektif tengah sesi (tulis/jawab cepat)
    3. Jurnal belajar harian atau mini refleksi
    4. Rubrik unjuk kerja (proyek mini/infografis/poster)
    5. Kartu exit ticket atau pertanyaan "3-2-1"

 

Contoh Bentuk Asesmen Formatif Sederhana:

1. Lembar Observasi Kolaboratif

Digunakan guru saat siswa diskusi kelompok. Contoh indikator:

  • Mengemukakan ide secara aktif
  • Mampu mengaitkan isu lingkungan, budaya, dan teknologi
  • Bekerja sama dalam menyusun solusi atau kampanye mini

2. Mini Kuis Refleksi Tengah Pembelajaran

Contoh soal:

  • Jelaskan satu contoh penerapan teknologi yang mendukung pelestarian budaya lokal!
  • Apa hubungan antara kerusakan lingkungan dengan keberlanjutan budaya?

3. Exit Ticket (di akhir sesi)

Tulis di secarik kertas atau papan tulis digital:

  • 3 hal baru yang kamu pelajari hari ini
  • 2 hal yang membuatmu penasaran
  • 1 pertanyaan yang belum terjawab

4. Rubrik Proyek Mini (Unjuk Kerja)

Misal: siswa membuat poster digital “Langkah Hijau Sekolahku”

  • Aspek penilaian: kejelasan pesan, orisinalitas ide, relevansi data, komunikasi visual

5. Jurnal Belajar (Setiap Akhir Pertemuan)

Siswa menuliskan:

  • Apa yang saya pahami hari ini?
  • Apa dampak pembelajaran ini bagi diri dan lingkungan saya?

 

Asesmen akhir pembelajaran

Tujuan Asesmen Sumatif

  • Mengukur pencapaian kompetensi peserta didik dalam memahami keterkaitan antara lingkungan, budaya, dan teknologi.
  • Menilai kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif siswa dalam konteks keberlanjutan.
  • Memberikan gambaran utuh tentang hasil belajar siswa setelah mengikuti rangkaian pembelajaran tematik.

 

Jenis dan Bentuk Instrumen Asesmen

Jenis:

  • Tes tertulis (esai & pilihan ganda)
  • Unjuk kerja/proyek akhir (produk)
  • Presentasi ide/gagasan

Bentuk Instrumen:

  1. Tes Tertulis (Gabungan Pilihan Ganda & Esai Ringan)
    Contoh soal:
    • (PG) Teknologi yang mendukung pelestarian budaya lokal antara lain:
      A. Drone pertanian
      B. Kompor induksi
      C. Aplikasi digital dokumentasi tarian tradisional
      D. Traktor otomatis
      Jawaban: C
    • (Esai) Jelaskan bagaimana lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran budaya hijau dan teknologi tepat guna!
  2. Proyek Mini/Unjuk Kerja
    Siswa membuat salah satu produk:
    • Poster edukasi digital tentang harmoni lingkungan, budaya, dan teknologi.
    • Video kampanye "Langkah Hijau Sekolahku".
    • Infografis interaktif tentang tantangan dan solusi keberlanjutan lokal.

Rubrik Penilaian Proyek mencakup:

    • Relevansi isi
    • Keaslian ide
    • Komunikasi pesan
    • Keterkaitan 3 dimensi tema
  1. Presentasi Karya di Depan Kelas
    Siswa menyampaikan ide/gagasannya dalam kelompok atau individu (3–5 menit).
    Dinilai dari: struktur pemaparan, kejelasan pesan, bahasa yang komunikatif, dan keterlibatan audiens.

 

Catatan Penting:

  • Instrumen bersifat integratif dan kontekstual, mengajak siswa berpikir tentang kehidupan nyata mereka (sekolah, rumah, masyarakat sekitar).
  • Guru dapat menggunakan rubrik sederhana untuk menilai aspek penalaran kritis, kreativitas, dan komunikasi.

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Mata Pelajaran            : Projek Kokurikuler integrasi bidang studi
Kelas                           : VII
Satuan Pendidikan      : SMPN 8 Malang
Waktu                         : 135 Menit
Tema                           : Jejak Langkah Hijauku: Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Teknologi
Metode                        : Kolaboratif, Diskusi Kelompok, Refleksi, Presentasi

 

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi hubungan antara lingkungan, budaya, dan teknologi secara kritis.
  2. Menemukan permasalahan lingkungan lokal di sekitar sekolah/malangan.
  3. Merancang solusi kreatif berbasis teknologi dan budaya lokal secara kolaboratif.
  4. Merefleksikan nilai-nilai keberlanjutan dan kontribusi pribadi terhadap lingkungan.

 

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

 

Tahap 1: Memahami (30 Menit)

Tujuan: Membangun kesadaran dan pemahaman awal

Instruksi:

  1. Bacalah kutipan berikut:

"Jika ingin mengenal budaya suatu bangsa, lihatlah cara mereka memperlakukan alam."

  1. Tonton bersama video pendek (5 menit): “Lingkungan, Budaya, dan Teknologi di Kota Malang.”
  2. Lalu jawablah pertanyaan reflektif individu di bawah ini:

 

Refleksi Individu Awal:

  1. Apa hubungan antara budaya dan lingkungan menurutmu?
  2. Teknologi seperti apa yang sering kamu lihat membantu mengatasi masalah lingkungan?
  3. Menurutmu, apakah budaya lokal masih cukup kuat dalam menjaga alam di kotamu?

 

Tahap 2: Mengaplikasi – Diskusi Kelompok & Proyek Mini (60 Menit)

Tujuan: Melatih keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, dan solusi kreatif

Instruksi:

  1. Bentuk kelompok berisi 4–5 siswa.
  2. Pilih satu isu lingkungan lokal di sekitar SMPN 8 Malang (contoh: sampah di drainase sekolah, penggunaan plastik di kantin, rusaknya ruang hijau, dll).
  3. Gunakan Tabel Analisis Masalah berikut:

Aspek

Uraian

Permasalahan yang dipilih

...........................................................................................................

………………………………………………………………………

……………………………………………………………………...

Dampak terhadap masyarakat

...........................................................................................................

………………………………………………………………………

……………………………………………………………………...

Nilai budaya lokal yang berkaitan

...........................................................................................................

………………………………………………………………………

……………………………………………………………………...

Solusi berbasis teknologi

...........................................................................................................

………………………………………………………………………

……………………………………………………………………...

Rencana Aksi Kelompok

...........................................................................................................

………………………………………………………………………

……………………………………………………………………...

 

  1. Susunlah solusi tersebut menjadi produk kampanye lingkungan dalam bentuk:
    • Poster Digital / Poster Manual
    • Infografis “Langkah Hijauku”
    • Video pendek (maks 2 menit)

Gunakan kreativitas kelompokmu, berpikir inovatif, dan sampaikan pesan yang kuat!

 

Tahap 3: Merefleksi – Refleksi Diri dan Presentasi (30 Menit)

Presentasi Karya:
Tiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka selama 3–5 menit.

Refleksi Individu:

  1. Apa pelajaran paling bermakna yang kamu dapatkan hari ini?
  2. Apa kontribusi kecil yang bisa kamu lakukan mulai besok demi lingkungan dan budaya lokal?
  3. Bagaimana peran teknologi yang kamu usulkan bisa diterapkan dengan nyata?

 

C. TUGAS LANJUTAN (Take Home)

“Langkah Hijau Pribadiku”

Tuliskan dalam bentuk jurnal pribadi:

  • Satu masalah lingkungan kecil di rumah/lingkungan tempat tinggalmu
  • Solusi sederhana berbasis budaya keluarga dan teknologi
  • Tindakan nyata yang kamu lakukan selama 3 hari ke depan

Boleh disertai foto/karya visual pendukung. Kumpulkan minggu depan.

 

 D. PENILAIAN

Asesmen Formatif: Selama Proses

Aspek

Kriteria Penilaian

Skor

Keaktifan dalam diskusi

Mengemukakan ide, mendengarkan, menyanggah, membangun

20

Kolaborasi & Tanggung jawab

Terlibat aktif dan adil dalam tugas kelompok

20

Kreativitas Proyek

Inovatif, estetika, dan sesuai konteks lokal

20

Komunikasi & Presentasi

Jelas, terstruktur, dan memikat

20

Refleksi & Keterhubungan

Mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata

20

Total Skor Maksimal: 100

 

 E. CATATAN UNTUK GURU

  • Materi ini bisa dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan Proyek P5 dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”.
  • Dokumentasikan kegiatan untuk portofolio siswa.
  • Ajak kolaborasi dengan OSIS, komunitas lingkungan sekolah, atau warga sekolah lain untuk mendukung penerapan hasil proyek nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2

 

Tema                           : Jejak Langkah Hijauku: Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Teknologi
Kelas                           : VII
Waktu                         : 5 x 40 menit (5 JP)
Mata Pelajaran Terkait: IPS, PPKn, IPA, Informatika, Bahasa Indonesia
Model Pembelajaran   : Berbasis Proyek & Kolaboratif

 

 TUJUAN KEGIATAN

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan:

  1. Mengenali permasalahan lingkungan dan budaya di sekitar mereka.
  2. Menganalisis dampak penggunaan teknologi terhadap lingkungan.
  3. Menghasilkan solusi atau ide kreatif dalam bentuk kampanye atau produk sederhana.
  4. Merefleksikan peran dirinya dalam menjaga harmoni lingkungan, budaya, dan teknologi.

 

 PETUNJUK UMUM

  • LKPD ini terdiri dari 3 bagian utama:
    1. Diskusi kelompok
    2. Proyek kelompok
    3. Latihan individu
  • Gunakan kreativitas, kejujuran, dan kekompakan tim!
  • Kerjakan dengan serius dan reflektif.

 

BAGIAN A – DISKUSI KELOMPOK: “JEJAK LINGKUNGANKU”

Instruksi:
Bersama kelompokmu (4-5 orang), lakukan diskusi dan tulis hasilnya pada tabel berikut. Gunakan data observasi atau pengetahuan lokal di lingkungan SMPN 8 Malang atau sekitarnya.

Pertanyaan Pemantik

Hasil Diskusi

1. Masalah lingkungan apa yang sering kalian lihat di sekolah atau sekitar rumah?

2. Adakah budaya atau kebiasaan lokal yang mendukung pelestarian lingkungan?

3. Teknologi apa saja yang digunakan di sekolah? Apakah ramah lingkungan?

4. Bagaimana cara kalian menyatukan budaya, lingkungan, dan teknologi secara positif?

 

Tugas tambahan:
Ambil 1 foto atau gambar dari lingkungan sekolah yang menggambarkan isu atau potensi tersebut, dan lampirkan atau tampilkan saat presentasi.

 

 

 

 

 

 

BAGIAN B – PROYEK KELOMPOK: “KAMPANYE HIJAUKU”

Instruksi Proyek:
Buatlah kampanye aksi perubahan kecil yang mengintegrasikan lingkungan, budaya, dan teknologi.

·       Bentuk proyek boleh berupa:

·       Poster digital/manual

·       Video pendek (maks 2 menit)

·       Infografis kreatif

·       Slogan/puisi kampanye hijau

 

Kerangka isi kampanye:

  1. Nama Kampanye
  2. Masalah yang Diangkat
  3. Solusi / Aksi
  4. Nilai Budaya yang Diangkat
  5. Teknologi yang Digunakan (jika ada)
  6. Ajakan/Call to Action

Petunjuk:

  • Gunakan alat digital (Canva, CapCut, PowerPoint, atau kertas manual).
  • Sertakan 1 kutipan atau nilai budaya lokal (contoh: "Nandur iku nguri-uri urip").
  • Sajikan kepada kelas dalam sesi presentasi.

 

BAGIAN C – LATIHAN INDIVIDU: “REFLEKSI DIRI HIJAU”

Jawablah pertanyaan berikut secara jujur dan reflektif.

  1. Masalah lingkungan apa yang paling kamu rasakan di sekitar tempat tinggalmu?
    Jawaban:
  2. Apa saja kebiasaan baik yang kamu lakukan untuk menjaga lingkungan?
    Jawaban:
  3. Apa teknologi sederhana yang bisa kamu gunakan untuk membantu menjaga lingkungan (contoh: aplikasi bank sampah, komposter, sensor air otomatis, dll)?
    Jawaban:
  4. Jika kamu menjadi pemimpin sekolah, satu kebijakan ramah lingkungan apa yang akan kamu terapkan?
    Jawaban:
  5. Tuliskan satu pesan atau komitmenmu untuk masa depan bumi:
    Jawaban: “Saya berkomitmen untuk …………………….”

 

 PENILAIAN

Aspek

Indikator

Skor

Diskusi Kelompok

Aktif, menghargai pendapat, relevan

20

Proyek Kampanye

Kreativitas, pesan, visual, budaya

30

Presentasi Proyek

Jelas, komunikatif, inspiratif

20

Latihan Individu (Refleksi)

Jujur, mendalam, menunjukkan pemahaman

20

Sikap

Kolaboratif, tanggung jawab

10

Total Skor Maksimal

100

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...