PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER
INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI
SEKOLAH : SMPN 8
Malang
INTEGRASI MATA PELAJARAN : IPS, IPA, BAHASA
INDONESIA, PPKn
KELAS / SEMESTER / FASE : VIII / 1 / D
ALOKASI WAKTU : 5 x 40 menit
TEMA
: Anti Hoaks dan Literasi Digital: Bijak
Bermedia di Era Informasi
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
IDENTIFIKASI
KESIAPAN BELAJAR PESERTA DIDIK Tema : Anti Hoaks dan Literasi Digital:
Bijak Bermedia di Era Informasi Sekolah : SMPN 8 Malang Lingkungan: Perkotaan, tengah kota, dengan latar
belakang sosial yang beragam 1. Aspek
Pengetahuan Awal
Catatan Penting: Perlu
kegiatan awal yang memantik kesadaran dan menunjukkan contoh nyata hoaks yang
pernah viral agar siswa merasa terlibat secara personal. 2. Aspek Minat
Rekomendasi: Gunakan
metode pembelajaran berbasis proyek kreatif seperti membuat kampanye
anti-hoaks di media sosial sekolah, atau lomba membuat infografis/liputan
mini. 3. Aspek Latar Belakang
Sosial-Budaya
Tantangan:
Meningkatkan kesadaran bahwa hoaks tidak hanya menyasar kalangan rendah
literasi, tetapi bisa memengaruhi siapa saja yang tidak berpikir kritis. 4. Aspek
Kebutuhan Belajar
Solusi Pembelajaran: Materi
disampaikan dengan metode kolaboratif (diskusi kelompok, debat mini, simulasi
penyebaran informasi), dan diarahkan pada proyek nyata (misal: membuat
panduan "5 Langkah Cek Fakta"). 5. Aspek Psikologis dan
Emosional
Pendekatan yang Disarankan:
Pembelajaran harus menggugah empati dan menanamkan nilai tanggung
jawab digital, bukan sekadar aspek teknis. 6. Aspek Keterampilan
Teknologi
Intervensi: Berikan
pelatihan sederhana tentang perlindungan data pribadi, risiko
oversharing, dan keamanan akun. Kesimpulan
Singkat: Siswa
kelas VIII SMPN 8 Malang memiliki potensi tinggi untuk mempelajari literasi
digital karena sudah terbiasa menggunakan teknologi. Namun mereka perlu
diarahkan secara kritis, etis, dan kreatif agar tidak menjadi korban atau
pelaku penyebaran hoaks. Pembelajaran kokurikuler perlu didesain berbasis
proyek yang membumi, kontekstual, dan menyentuh dinamika sosial siswa. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Materi
Pelajaran |
Pengetahuan FAKTUAL
Kaitannya dengan kehidupan
sehari-hari: Pengetahuan KONSEPTUAL
Kaitannya dengan kehidupan
sehari-hari: Pengetahuan PROSEDURAL
Kaitannya dengan kehidupan
sehari-hari: |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dimensi
Profil Lulusan (DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Lintas
Disiplin Ilmu |
Lintas
Disiplin Ilmu (Antarmata Pelajaran)
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan
Pembelajaran |
Tujuan Pembelajaran:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Topik
Pembelajaran |
Topik-Topik Utama yang
Relevan:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Praktik
Pedagogis |
Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Strategi Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) Metode Pembelajaran
Keterkaitan dengan 3 Prinsip Pembelajaran Mendalam
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
1. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Peran: 2.
Kepolisian (Unit Cyber Crime/Polsek) Peran: 3. Lembaga Penyiaran atau Media Lokal (TV, Radio,
Surat Kabar) Peran: 4. Dosen/Praktisi Komunikasi, TIK, atau Hukum Media
dari Perguruan Tinggi Contoh: Universitas Brawijaya, Universitas Negeri
Malang 5. Orang Tua/Wali Murid Peran: 6. Alumni Sekolah yang Bekerja di Bidang Media/IT Peran: 7. Komunitas Kreatif Digital (Desain Grafis, Konten
Kreator Lokal) Peran: |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1. Ruang Fisik (Lingkungan
Belajar Nyata)
2. Budaya Belajar (Nilai dan
Kebiasaan Belajar)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pemanfaatan
Digital |
Ruang Virtual (Lingkungan
Belajar Digital)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL (tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1. Penggunaan Aplikasi Cek Fakta Digital
(Turnbackhoax.id, Google Fact Check Tools, Cekfakta.com) Tujuan: Melatih penalaran kritis siswa secara kontekstual
dengan memverifikasi informasi nyata dari media sosial atau grup keluarga. 2. Kolaborasi di Google Docs/Slides untuk Proyek
Kampanye Digital Tujuan: Menumbuhkan kerja sama dan komunikasi
melalui proyek kolaboratif pembuatan poster digital, slogan
anti-hoaks, atau naskah video kampanye. 3. Pemanfaatan Media Sosial Sekolah
(Instagram/YouTube) sebagai Wadah Publikasi Karya Siswa Tujuan: Meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran
yang interaktif dan bermakna, dengan menjangkau audiens nyata. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
INTI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada tahap
ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Memahami (Bermakna,
Berkesadaran) |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan: Membantu
siswa memahami konsep hoaks, literasi digital, dan etika bermedia sosial. Aktivitas:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan: Melatih kemampuan berpikir kritis dan kreativitas
siswa dalam memecahkan masalah nyata terkait hoaks. Aktivitas:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Merefleksi (Berkesadaran) |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan:
Menumbuhkan kesadaran diri siswa terhadap pentingnya literasi digital dan
sikap bertanggung jawab di dunia maya. Aktivitas:
Catatan:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENUTUP (berkesadaran,
bermakna) 5
menit |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1. Refleksi Materi (5 menit) Tujuan: Mengajak
siswa merenungi kembali isi utama materi secara ringkas dan sadar. Langkah:
“Apa 3 hal baru yang kamu pelajari hari ini?”
2. Refleksi Akhir
Pembelajaran (5 menit) Tujuan:
Mengevaluasi proses dan perasaan siswa terhadap pembelajaran. Langkah:
“Bagaimana perasaanmu selama pembelajaran ini?”
3. Motivasi Penutup (3–5
menit) Tujuan:
Memberikan semangat dan kesadaran berkelanjutan dalam bersikap bijak di era
digital. Langkah:
"Jempolmu menentukan
nasib bangsa. Jangan biarkan informasi bohong menyebar karena
kelalaianmu."
4. Tugas Pertemuan
Berikutnya Tugas Projek Mandiri (take
home / tugas kreatif): Judul: “Jurnal
Literasi Digitalku”
Dikumpulkan: pada
pertemuan minggu depan dalam bentuk tulisan tangan, PDF, atau video pendek
(boleh kreatif). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen awal |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan Asesmen Awal: Mengetahui pengetahuan awal, pengalaman
pribadi, serta sikap dan kebiasaan bermedia digital peserta didik,
guna menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat kesiapan mereka. Jenis Asesmen: Asesmen non-kognitif dan
kognitif awal (formatif – tidak untuk nilai akhir) Bentuk Instrumen:
5 Pertanyaan/Pernyataan
Asesmen:
"Saya biasa mengecek kebenaran informasi
sebelum membagikannya ke media sosial."
Sebutkan satu contoh berita yang kamu pernah lihat
atau terima yang ternyata adalah hoaks.
Manakah dari situs berikut ini yang paling tidak
bisa dijadikan sumber terpercaya tanpa verifikasi lebih lanjut?
"Saya merasa percaya diri menyaring informasi
di media sosial dan internet."
Menurutmu, mengapa hoaks bisa menyebar begitu cepat
di masyarakat? Cara Penggunaan Hasil:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen proses Pembelajaran |
Tujuan Asesmen Formatif: Menilai sejauh mana peserta
didik memahami materi, mampu berpikir kritis, dan mulai menerapkan sikap
literasi digital dalam proses pembelajaran. Jenis Asesmen:
Bentuk Instrumen: 1. Checklist Observasi
Partisipasi (oleh guru)
2. Lembar Refleksi Harian
(Individu) Jawablah dengan jujur dan
singkat:
3. Tugas Diskusi Kelompok
(Kinerja/Produk) Instrumen Penilaian Mini
Proyek / Poster Edukasi
4. Pertanyaan Umpan Balik
Lisan atau Tertulis Gunakan pertanyaan pemantik
setelah kegiatan memahami atau diskusi:
Cara Pemanfaatan Hasil:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen akhir pembelajaran |
Tujuan Asesmen Sumatif Untuk mengukur sejauh mana peserta didik:
Jenis Asesmen:
Bentuk Instrumen & Contoh Soal A. Tes Tertulis (Cognitive) 1. Pilihan Ganda (PG)
2. Uraian Singkat
B. Penugasan Proyek Mini (Keterampilan &
Kreativitas) Tugas: Aspek Penilaian (Rubrik Sederhana):
C. Esai Reflektif Singkat (Sikap & Nilai) Topik: Panjang: 1 paragraf (5–7 kalimat) Penggunaan Hasil:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rubrik Penilaian Diskusi Kelas
|
Indikator |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|
Keaktifan Bertanya |
Bertanya kritis, berbobot, dan relevan lebih dari 2
kali |
Bertanya relevan dan menunjukkan pemahaman 1–2 kali |
Bertanya meskipun kurang fokus/relevan |
Tidak bertanya sama sekali |
|
Kerja Sama |
Aktif bekerja sama, mendukung kelompok, menghargai
pendapat anggota lain |
Bekerja sama dengan baik, mendengarkan dan
memberikan kontribusi |
Terlibat sebagian, tetapi kurang mendengarkan atau
mendukung |
Tidak bekerja sama dan tidak menghargai pendapat
orang lain |
|
Kreativitas Ide |
Menyampaikan ide unik, solusi baru, dan menyajikan
secara menarik |
Menyampaikan ide dengan cukup menarik dan orisinal |
Ide disampaikan biasa saja, kurang bervariasi |
Ide kurang jelas, mengulang dari orang lain atau
tidak relevan |
|
Kejelasan Komunikasi |
Menyampaikan argumen dengan sangat jelas, runtut,
dan meyakinkan |
Menyampaikan argumen cukup jelas dan mudah dipahami |
Menyampaikan dengan kurang terstruktur, kadang tidak
dipahami |
Sulit dipahami, tidak fokus, atau terlalu singkat |
Skor Total Maksimum: 16
Konversi Nilai Akhir (Opsional):
- 14–16 = Sangat
Baik
- 11–13 = Baik
- 8–10 = Cukup
- ≤ 7 = Perlu
Bimbingan
|
Mengetahui, Kepala SMP Negeri 8
Malang
Sri
Nuryani M.Pd. NIP. 19661116
199003 2 009 |
|
Malang, 14
April 2025 Guru Mata Pelajaran Drs
Sumarno. NIP. 1966308
200501 1 006 |
LKPD
Tema :
Anti Hoaks dan Literasi Digital: Bijak Bermedia di Era Informasi
Kelas :
VIII
Durasi :
135 Menit
Kompetensi :
- Mengidentifikasi
ciri-ciri hoaks dan informasi yang kredibel.
- Mengembangkan
sikap bijak dalam bermedia sosial dan digital.
- Berpikir
kritis, kreatif, dan komunikatif dalam menyampaikan opini.
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan ini, peserta didik mampu:
- Menganalisis
ciri-ciri hoaks secara kritis.
- Mengembangkan
pemahaman bermakna terhadap dampak hoaks.
- Berkolaborasi
dan berkomunikasi aktif dalam menyusun kampanye literasi digital yang
menyenangkan.
B. Kegiatan 1: Orientasi dan Apersepsi (10 menit)
Diskusi Kelas - Brainstorming
Pertanyaan pemantik:
- Apa yang
dimaksud dengan hoaks?
- Apakah kamu
pernah menerima atau menyebarkan informasi yang ternyata tidak benar?
- Menurutmu,
mengapa banyak siswa mudah percaya dengan hoaks?
Tuliskan jawabannya di buku catatan kelompokmu dan
siapkan untuk berbagi secara lisan.
C. Kegiatan 2: Memahami (40 menit)
Aktivitas: Analisis Berita – Fakta atau Hoaks?
Petunjuk:
Bacalah dua potongan berita berikut (disediakan guru atau melalui link QR) dan
diskusikan dalam kelompok.
Tugas Kelompok:
- Tandai
ciri-ciri yang menunjukkan bahwa informasi itu hoaks.
- Apa akibat
jika berita tersebut disebarluaskan di grup WhatsApp keluarga/sekolah?
- Buatlah
kesimpulan tentang pentingnya mengecek kebenaran informasi.
|
No |
Judul Berita |
Ciri Hoaks |
Potensi Dampak |
Kesimpulan |
|
1 |
... |
... |
... |
... |
|
2 |
... |
... |
... |
... |
D. Kegiatan 3: Mengaplikasi (45 menit)
Tugas Proyek Mini Kelompok: Desain Kampanye Anti-Hoaks
Konteks SMPN
8 Malang: Banyak siswa aktif di grup WhatsApp kelas, Instagram, dan TikTok.
Instruksi:
Buatlah produk kampanye digital "Bijak
Bermedia di SMPN 8 Malang" yang memuat:
- Slogan menarik
dan edukatif.
- Poster digital
(canva/manual) atau konten narasi singkat (reels/video pendek max. 1
menit).
- 3 tips praktis
memverifikasi informasi hoaks.
Produk bisa dibuat di HP/laptop dan dipresentasikan ke
kelas.
Pastikan konten menggugah, komunikatif, dan mudah
dipahami teman sebayamu.
E. Kegiatan 4: Refleksi dan Penutup (20 menit)
Refleksi Individu – Jurnal Mini
Tuliskan dalam 5–7 kalimat:
- Apa hal baru
yang kamu pelajari hari ini?
- Bagaimana
perasaanmu setelah memahami dampak hoaks?
- Apa yang akan
kamu lakukan jika menerima informasi mencurigakan di media sosial?
F. Quiz Digital
(Opsional)
Gunakan Google Form atau Quizizz yang berisi 5
pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa secara ringan dan menyenangkan.
G. Penilaian (Terlampir Rubrik Diskusi + Kriteria
Produk Kampanye)
- Kreativitas
desain
- Isi dan pesan
kampanye
- Kolaborasi
kelompok
- Presentasi dan
komunikasi
LKPD 2 –
Literasi Digital dan Anti Hoaks
Mata Pelajaran :
Integrasi berbagai bidang studi
Kelas :
VIII SMPN 8 Malang
Waktu :
5 JP (90–135 menit)
Model Pembelajaran :
Kolaboratif dan Berbasis Proyek
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik mampu:
1. Mengidentifikasi ciri-ciri hoaks dan informasi
kredibel.
2. Menganalisis dampak hoaks dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bekerja sama membuat kampanye digital anti hoaks yang
komunikatif dan kreatif.
Kegiatan A: Diskusi Kelompok “Kenali Hoaks”
Langkah-langkah:
- Bacalah 2
contoh informasi/berita yang dibagikan oleh guru (boleh cetak atau dari
media sosial).
- Diskusikan
dalam kelompok:
- Apakah
informasi tersebut termasuk hoaks? Mengapa?
- Ciri-ciri
hoaks apa yang terlihat?
- Apa bahaya
jika informasi tersebut dibagikan di grup WhatsApp keluarga atau sekolah?
- Tuliskan hasil
diskusimu pada tabel berikut:
|
Informasi |
Hoaks / Bukan |
Ciri-Ciri Hoaks |
Potensi Bahaya |
Kesimpulan |
|
Info 1 |
||||
|
Info 2 |
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
- Presentasikan
hasil diskusi ke kelas (3 menit per kelompok).
Kegiatan B: Proyek Mini – Kampanye Digital “Bijak
Bermedia”
Petunjuk Proyek:
Tujuan: Menciptakan kampanye edukatif yang mendorong
teman sebaya untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan hoaks.
Langkah-langkah:
- Tentukan nama
kelompok dan peran anggota (penulis naskah, desainer, editor, dll).
- Pilih salah
satu bentuk kampanye:
- Poster
digital (Canva / kertas A3)
- Komik
edukatif
- Video pendek
(TikTok / Reels max 1 menit)
- Infografis “3
Langkah Cek Hoaks”
- Kampanye
kalian harus memuat:
- Slogan
orisinal yang
menggugah.
- 3 Tips Cek
Fakta (gunakan
situs seperti cekfakta.com, TurnBackHoax, Google Reverse Image, dll).
- Contoh
situasi nyata yang bisa terjadi di sekolah (misalnya: berita siswa
dikeluarkan, isu ulangan bocor, dll).
- Kumpulkan dan
presentasikan hasil proyek kepada kelas.
Kegiatan C: Refleksi Individu – Jurnal Literasi
Digital
Tuliskan jawabanmu di buku masing-masing (boleh
ditulis tangan/digital):
- Apa informasi
paling mengejutkan yang kamu pelajari hari ini?
- Apa yang akan
kamu lakukan jika menerima berita mencurigakan di grup kelas?
- Jika kamu bisa
menyampaikan satu pesan kepada seluruh siswa SMPN 8 Malang, apa yang akan
kamu sampaikan terkait hoaks?
Penilaian Proyek dan Diskusi (Ringkasan Rubrik):
|
Aspek |
Skor 1 |
Skor 2 |
Skor 3 |
Skor 4 |
|
Keaktifan Diskusi |
Pasif |
Kurang aktif |
Aktif |
Sangat aktif dan memimpin |
|
Kerja Sama |
Tidak bekerja sama |
Kurang bekerja sama |
Kompak |
Sangat kompak dan saling membantu |
|
Kreativitas Proyek |
Kurang ide |
Ide sederhana |
Ide menarik |
Ide sangat kreatif dan orisinal |
|
Isi Kampanye |
Tidak relevan |
Cukup relevan |
Relevan dan informatif |
Sangat relevan dan menyentuh konteks nyata |
|
Presentasi |
Tidak jelas |
Kurang jelas |
Cukup jelas |
Sangat jelas, komunikatif dan meyakinkan |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar