Selasa, 24 Februari 2026

modul PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) IPS Kelas 7 Upaya masyarakat memenuhi kebutuhan

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

Terintegrasi dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : VII / 2 / D

ALOKASI WAKTU                         : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                          : Upaya Masyarakat dalam Memenuhi Kebutuhan Ekonomi Dasar Terintegrasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

1. Kemampuan Awal

  • Sebagian besar peserta didik telah memahami kebutuhan dasar seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal, tetapi belum menyadari keterkaitannya dengan kesehatan dan PHBS.
  • Peserta didik cenderung memandang kebutuhan ekonomi hanya sebagai pemenuhan materi, belum sebagai upaya menjaga kualitas hidup sehat.

2. Karakteristik Peserta Didik

  • Latar belakang sosial ekonomi beragam, memengaruhi pola konsumsi, pola makan, kebiasaan hidup bersih, dan akses kesehatan.
  • Sebagian peserta didik lebih mudah belajar melalui contoh nyata, studi kasus, dan kegiatan praktik.

3. Kebutuhan Khusus

  • Terdapat peserta didik dengan literasi rendah dan 1–2 ABK ringan yang membutuhkan:
    • teks sederhana
    • visualisasi
    • pendampingan kelompok kecil

4. Strategi Diferensiasi

  • Konten: materi disajikan dalam bentuk teks ringkas, infografis, dan video pendek tentang kebutuhan sehat.
  • Proses: diskusi kelompok heterogen dan pendampingan khusus.
  • Produk: pilihan proyek (poster PHBS, anggaran sehat, video edukasi).

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual

  • Pengertian kebutuhan ekonomi dasar
  • Contoh kebutuhan ekonomi dasar yang mendukung PHBS (makanan bergizi, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan)

2. Pengetahuan Konseptual

  • Konsep kebutuhan sebagai pendorong kegiatan ekonomi
  • Hubungan kebutuhan ekonomi dengan kualitas hidup dan kesehatan
  • PHBS sebagai bagian dari kebutuhan primer manusia modern

3. Pengetahuan Prosedural

  • Cara menyusun skala prioritas kebutuhan ekonomi sehat
  • Langkah mengelola pendapatan keluarga untuk kebutuhan sehat
  • Cara mengidentifikasi kebutuhan vs keinginan tidak sehat

4. Pengetahuan Metakognitif

  • Kesadaran diri terhadap kebiasaan konsumsi yang berdampak pada kesehatan
  • Evaluasi keputusan ekonomi terhadap pola hidup bersih dan sehat

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

         DPL 2

Kewargaan                      

         DPL 3

Penalaran Kritis

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

         DPL 6

Kemandirian

         DPL 7

Kesehatan

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, pasar, lembaga keuangan, perdagangan internasional, peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju

Lintas Disiplin Ilmu

  • PKn: tanggung jawab memenuhi kebutuhan sehat
  • IPA: gizi, kebersihan, dan kesehatan
  • Bahasa Indonesia: teks kampanye PHBS
  • BK: pengambilan keputusan sehat

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kebutuhan ekonomi dasar dan keterkaitannya dengan kesehatan.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan ekonomi yang mendukung PHBS.
  3. Menganalisis upaya masyarakat memenuhi kebutuhan ekonomi secara sehat dan berkelanjutan.
  4. Menyusun skala prioritas kebutuhan ekonomi yang mendukung pola hidup bersih dan sehat.
  5. Merefleksi pentingnya pengelolaan ekonomi untuk kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Topik Pembelajaran

“Ekonomi Sehat, Hidup Berkualitas: Memenuhi Kebutuhan Dasar dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat”

Praktik Pedagogis

Pendekatan
• Student-Centered Learning (SCL)
Pembelajaran berpusat pada murid, mengaitkan konsep kebutuhan ekonomi dasar dengan pengalaman pribadi siswa dan keputusan finansial sehari-hari.

Metode Pembelajaran

  1. Diskusi Kelompok
    o Menganalisis contoh-contoh kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari dan mengelompokkannya ke dalam primer, sekunder, atau tersier.
    o Diskusikan perbedaan dan persamaan kebutuhan antar individu berdasarkan faktor-faktor pemicu.

·       Project-Based Learning (PBL)
o Proyek: “Skala Prioritas Kebutuhanku sebagai Pelajar” atau “Rancangan Anggaran Kebutuhan Keluarga”.
o Produk dapat berupa:
Poster visual berisi daftar kebutuhan yang sudah diprioritaskan.
Video pendek drama tentang dilema pemenuhan kebutuhan.
Peta konsep visual tentang jenis-jenis kebutuhan dan contohnya.

  1. Presentasi
    o Kelompok menyampaikan hasil proyek dan menjelaskan alasan di balik skala prioritas yang mereka buat.
  2. Refleksi Individu
    o Murid menuliskan atau merekam refleksi singkat:
    “Apa yang paling penting dari kebutuhan saya dan bagaimana saya mengelolanya?”
    Contoh: pentingnya pendidikan sebagai kebutuhan sekunder.
  3. Simulasi Sosial (Role Play)
    o Rekonstruksi sederhana proses pengambilan keputusan keluarga dalam menghadapi keterbatasan anggaran untuk memenuhi kebutuhan.

Strategi Diferensiasi

  1. Konten
    o Menyediakan teks materi tentang kebutuhan ekonomi dengan tiga versi: panjang, ringkas, dan ilustrasi visual. 

 o Menambahkan bacaan ringan tentang tips mengelola keuangan pribadi atau cerita tentang kelangkaan sumber daya, sesuai tingkat literasi murid.

  1. Proses
    o Pendampingan individu bagi murid dengan kebutuhan khusus atau literasi rendah dalam mengidentifikasi jenis-jenis kebutuhan dan menyusun skala prioritas. 

 o Pemberian panduan langkah-langkah proyek yang lebih sederhana untuk murid yang memerlukan. 

  1. Produk
    o Murid bebas memilih karya akhir: poster, video pendek, artikel pendek, atau drama singkat terkait pengelolaan kebutuhan.

Strategi Diferensiasi dan Inklusi

Jenis Murid

Strategi

ABK / kebutuhan khusus

Lembar kerja sederhana (misalnya, menjodohkan gambar kebutuhan dengan kategorinya) + pendampingan langsung 

Murid cepat belajar

Menjadi mentor kelompok untuk teman sebaya atau membuat analisis faktor-faktor kompleks yang memengaruhi kebutuhan.

Gaya belajar visual

Diberikan infografis, mind map, dan gambar ilustrasi macam-macam kebutuhan 

Gaya belajar kinestetik

Terlibat aktif dalam simulasi role play atau proyek pembuatan mock-up produk/layanan yang memenuhi kebutuhan.

Murid yang suka menulis

Membuat artikel pendek atau esai reflektif tentang pentingnya skala prioritas dalam hidup 

Murid yang suka digital

Membuat video pendek atau animasi edukatif tentang pengelolaan keuangan pribadi dan kebutuhan.

Kemitraan Pembelajaran

1.     Orang Tua

  • Refleksi kebiasaan hidup sehat keluarga
  • Diskusi anggaran kebutuhan sehat

2.     Puskesmas / UKS

  • Edukasi PHBS
  • Narasumber kesehatan

3.     Komite Sekolah

  • Dukungan kegiatan kampanye hidup sehat

 

Lingkungan Pembelajaran

1.     Ruang Fisik

·       Ruang Kelas Kolaboratif: Kursi dan meja disusun fleksibel agar siswa dapat berdiskusi, menganalisis kebutuhan, dan melakukan presentasi kelompok

·       Aula/Selasar Sekolah: Tempat untuk pameran poster "Skala Prioritas Kebutuhanku", atau gelar karya kampanye "Ekonomi Cerdas Siswa".

·       Perpustakaan/Sudut Literasi: Ruang mencari referensi tentang pengelolaan keuangan pribadi, jenis-jenis kebutuhan, dan konsep kelangkaan. 

·       Ruang BK: Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi secara personal tentang tekanan sosial terkait keinginan atau pengelolaan uang saku.

2.     Budaya Belajar

·       Budaya Reflektif: Mendorong siswa mengevaluasi pola kebutuhan dan pengelolaan keuangannya dalam konteks sehari-hari

·       Budaya Kolaboratif dan Inklusif: Semua siswa aktif terlibat, saling menghargai, bekerja sama dalam proyek kelompok, dan menghormati perbedaan prioritas kebutuhan.

·       Budaya Aktif dan Positif: Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide kreatif melalui proyek, poster, dan presentasi, serta menginternalisasi nilai-nilai bijak dalam konsumsi.

Pemanfaatan Digital

·       Google Classroom / Microsoft Teams: Digunakan untuk mengunggah materi tentang jenis-jenis kebutuhan, tugas proyek kelompok, forum diskusi tentang skala prioritas, dan penilaian reflektif secara daring.

·       Padlet / Jamboard: Media kolaboratif untuk menyusun ide kampanye “Prioritas Kebutuhan Cerdas Siswa”, membuat peta konsep tentang jenis-jenis kebutuhan, serta memvisualisasikan contoh-contohnya.

·       YouTube / Canva / TikTok (terkendali): Sarana kreatif bagi siswa untuk membuat dan menyebarkan konten edukatif tentang pengelolaan keuangan pribadi, pentingnya skala prioritas, serta mengekspresikan pemahaman mereka melalui poster digital, video pendek, atau animasi edukatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

AWAL PEMBELAJARAN

(Berkesadaran – Bermakna – Menggembirakan

1. Orientasi Pembelajaran

Tujuan:
Menumbuhkan kesadaran awal peserta didik tentang pentingnya keterkaitan antara ekonomi dan kesehatan dalam kehidupan nyata.

Langkah Kegiatan:

  • Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan membangun suasana kelas yang positif.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara komunikatif dan kontekstual:

“Hari ini kita akan belajar bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan ekonomi dasar, bukan hanya agar cukup secara materi, tetapi juga agar hidup lebih bersih, sehat, dan berkualitas.”

  • Guru menegaskan bahwa pembelajaran akan melibatkan diskusi, proyek, simulasi, dan refleksi, sehingga setiap siswa berperan aktif.

Penguatan Makna:
Guru menekankan bahwa topik ini dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan keluarganya.

 

2. Apersepsi

Tujuan:
Mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi baru secara bermakna.

Langkah Kegiatan:

  • Guru menampilkan beberapa gambar atau video singkat:
    1. Makanan bergizi seimbang
    2. Lingkungan rumah dan sekolah yang bersih
    3. Fasilitas kesehatan (puskesmas, posyandu, UKS)
  • Peserta didik diminta mengamati secara seksama.

Pertanyaan Pemantik:

  • “Menurut kalian, mana dari gambar tersebut yang termasuk kebutuhan ekonomi?”
  • “Apa yang terjadi jika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut?”
  • “Apakah hidup sehat selalu membutuhkan biaya besar?”

Diskusi Singkat Kelas:

  • Peserta didik menyampaikan pendapat secara lisan.
  • Guru menanggapi dan mengaitkan jawaban siswa dengan konsep kebutuhan ekonomi dasar dan PHBS.

 

3. Motivasi dan Tantangan Belajar

Tujuan:
Membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat belajar.

Langkah Kegiatan:

  • Guru menyampaikan tantangan pembelajaran:

“Kalian akan berperan sebagai pengambil keputusan dalam keluarga. Tugas kalian adalah menentukan skala prioritas kebutuhan agar keluarga tetap sehat meskipun memiliki keterbatasan ekonomi.”

  • Guru menjelaskan bahwa hasil pembelajaran akan dituangkan dalam proyek nyata yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Peneguhan Sikap:

  • Guru menanamkan nilai bahwa hidup sehat adalah pilihan sadar, bukan sekadar kemampuan ekonomi.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

MEMAHAMI

( Bermakna & Berkesadaran)

Tujuan Tahap Memahami:

Peserta didik mampu memahami konsep kebutuhan ekonomi dasar dan keterkaitannya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah Kegiatan:

1. Eksplorasi Konsep

  • Guru menjelaskan:
    • Pengertian kebutuhan ekonomi dasar
    • Jenis kebutuhan (primer, sekunder, tersier)
    • Contoh kebutuhan ekonomi yang mendukung PHBS (makanan sehat, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan)
  • Guru menggunakan contoh konkret dari kehidupan siswa.

2. Diskusi Kelompok Terarah

  • Peserta didik dibagi menjadi kelompok heterogen.
  • Setiap kelompok mendapat lembar kasus keluarga dengan kondisi ekonomi berbeda.
  • Tugas kelompok:
    • Mengidentifikasi kebutuhan keluarga tersebut
    • Mengelompokkan kebutuhan sehat dan tidak sehat
    • Menentukan prioritas kebutuhan

3. Penguatan Konsep

  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi.
  • Guru memberikan penguatan tentang:
    • Hubungan keputusan ekonomi dengan kualitas kesehatan
    • Dampak jangka panjang dari kebiasaan hidup tidak sehat

 

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

MENGAPLIKASIKAN

(Menggembirakan)

Tujuan Tahap Mengaplikasikan:

Peserta didik mampu menerapkan konsep dalam bentuk karya dan simulasi nyata.

Proyek Pilihan (Differensiasi Produk):

Peserta didik memilih salah satu proyek berikut:

  1. Poster “Kebutuhan Sehat Keluargaku”
    • Memuat daftar kebutuhan utama yang mendukung PHBS
    • Dilengkapi pesan ajakan hidup sehat
  2. Anggaran Mingguan Hidup Sehat
    • Menyusun skala prioritas kebutuhan keluarga
    • Membandingkan kebutuhan sehat dan tidak sehat
  3. Video Kampanye PHBS
    • Pesan singkat ajakan hidup bersih dan sehat
    • Mengaitkan pengelolaan ekonomi dan kesehatan
  4. Simulasi Keputusan Ekonomi Keluarga
    • Role play ayah, ibu, dan anak
    • Mengambil keputusan dalam kondisi ekonomi terbatas

Peran Guru:

  • Membimbing, mengamati, dan memberi umpan balik formatif.
  • Memastikan semua siswa terlibat aktif.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

( Berkesadaran)

Tujuan Tahap Refleksi:

Menumbuhkan kesadaran diri dan nilai kehidupan.

Langkah Kegiatan:

  • Peserta didik melakukan refleksi individu melalui pertanyaan tertulis:
    • “Apa keputusan ekonomi yang sering saya lakukan tetapi berdampak pada kesehatan?”
    • “Kebiasaan apa yang akan saya ubah setelah pembelajaran ini?”
  • Dilanjutkan refleksi kelas secara lisan.

Penekanan Nilai:

  • Tanggung jawab
  • Kesadaran hidup sehat
  • Pengelolaan ekonomi yang bijak

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi

Tujuan:
Meneguhkan pemahaman inti pembelajaran dan mengikat konsep agar melekat secara bermakna.

Langkah Kegiatan:

  • Guru mengajak peserta didik menutup buku dan alat tulis sejenak.
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif terbuka:
    • “Apa hubungan paling penting yang kalian pahami hari ini antara ekonomi dan kesehatan?”
    • “Mengapa memenuhi kebutuhan ekonomi tidak boleh dilepaskan dari pola hidup bersih dan sehat?”
  • Beberapa peserta didik diberi kesempatan menyampaikan pemahamannya secara lisan.
  • Guru menegaskan simpulan utama:
    • Kebutuhan ekonomi bukan hanya tentang memiliki uang, tetapi tentang menentukan prioritas yang tepat.
    • Keputusan ekonomi yang bijak akan melahirkan kehidupan yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan.

Penguatan Konsep:
Guru menekankan bahwa setiap pilihan ekonomi selalu membawa konsekuensi, baik bagi kesehatan diri, keluarga, maupun lingkungan.

 

2. Refleksi Sikap dan Nilai

Tujuan:
Menginternalisasi nilai karakter dan kesadaran diri peserta didik.

Langkah Kegiatan:

  • Guru meminta peserta didik menuliskan satu kalimat komitmen pribadi pada secarik kertas atau buku refleksi:

“Mulai hari ini, satu kebiasaan yang akan saya ubah demi hidup lebih sehat dan hemat adalah …”

  • Beberapa siswa secara sukarela membacakan komitmennya.
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kejujuran siswa.

Nilai yang Dikuatkan:

  • Tanggung jawab pribadi
  • Kesadaran hidup sehat
  • Disiplin dan pengendalian diri
  • Kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan

 

3. Penguatan Makna dan Motivasi

Tujuan:
Menutup pembelajaran dengan pesan inspiratif yang membangun kesadaran jangka panjang.

Pesan Guru (narasi inspiratif):

“Hidup sehat bukan soal mahal atau murah, tetapi soal kesadaran memilih.
Setiap rupiah yang kita gunakan adalah cerminan nilai yang kita anut.
Jika kita memilih sehat hari ini, kita sedang menabung masa depan.”

Guru menegaskan bahwa peserta didik:

  • Sudah belajar berpikir sebagai pengambil keputusan,
  • Bukan hanya sebagai siswa, tetapi sebagai anggota keluarga dan calon warga masyarakat yang bertanggung jawab.

 

4. Tindak Lanjut Bermakna

Tujuan:
Menghubungkan pembelajaran sekolah dengan kehidupan nyata.

Tugas Rumah Reflektif:

  • Peserta didik diminta:
    • Mengamati satu kebiasaan hidup sehat atau tidak sehat di rumah.
    • Menuliskan:
      1. Kebiasaan yang diamati
      2. Dampaknya bagi kesehatan dan ekonomi keluarga
      3. Usulan perubahan sederhana yang bisa dilakukan

Penegasan Guru:
Tugas ini bukan untuk dinilai angka semata, tetapi untuk melatih kesadaran dan tanggung jawab pribadi.

 

5. Penutup Humanis dan Harapan Pembelajaran Berikutnya

  • Guru menyampaikan gambaran singkat materi berikutnya sebagai kelanjutan logis pembelajaran.
  • Guru menutup dengan kalimat humanis:

“Terima kasih atas keaktifan dan kejujuran kalian hari ini.
Semoga ilmu yang kita pelajari tidak berhenti di kelas, tetapi hidup dalam kebiasaan sehari-hari.”

  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)

Tujuan Asesmen Awal

  1. Mengetahui pengetahuan awal peserta didik tentang:
    • Kebutuhan ekonomi
    • Hidup bersih dan sehat (PHBS)
  2. Mengidentifikasi miskonsepsi siswa.
  3. Menentukan strategi dan diferensiasi pembelajaran.

Bentuk Asesmen

  • Tes tertulis singkat
  • Tanya jawab lisan
  • Angket sederhana

 

Contoh Instrumen Asesmen Awal

1. Pilihan Ganda

  1. Yang termasuk kebutuhan ekonomi primer adalah …
    a. Telepon genggam
    b. Pakaian
    c. Liburan
    d. Perhiasan
  2. Salah satu contoh perilaku hidup bersih dan sehat adalah …
    a. Jajan sembarangan
    b. Jarang olahraga
    c. Mencuci tangan sebelum makan
    d. Begadang setiap malam

2. Isian Singkat

  1. Sebutkan dua contoh kebutuhan ekonomi yang mendukung hidup sehat!
  2. Mengapa lingkungan bersih penting bagi kesehatan?

3. Pertanyaan Reflektif Singkat

  1. Menurutmu, apakah hidup sehat selalu membutuhkan biaya mahal? Jelaskan singkat!

 

Rubrik Penilaian Asesmen Awal

Skor

Kriteria

4

Jawaban benar, lengkap, dan logis

3

Jawaban benar namun kurang lengkap

2

Jawaban sebagian benar

1

Jawaban kurang tepat

0

Tidak menjawab

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Tujuan Asesmen Proses

  1. Memantau keterlibatan siswa selama pembelajaran.
  2. Menilai keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi.
  3. Memberikan umpan balik berkelanjutan.

Bentuk Asesmen

  • Observasi sikap dan aktivitas
  • Penilaian diskusi kelompok
  • Penilaian kinerja proyek
  • Refleksi sementara

 

1. Observasi Sikap dan Partisipasi

Aspek yang Dinilai:

  • Keaktifan dalam diskusi
  • Kerja sama kelompok
  • Tanggung jawab
  • Kepedulian terhadap topik kesehatan

Rubrik Observasi Sikap

Skor

Kriteria

4

Sangat aktif, bekerja sama, menunjukkan kepedulian tinggi

3

Aktif dan bekerja sama dengan baik

2

Kurang aktif, partisipasi terbatas

1

Pasif dan tidak terlibat

 

2. Penilaian Diskusi Kelompok

Indikator:

  • Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan sehat
  • Ketepatan menentukan skala prioritas
  • Argumentasi logis

Rubrik Diskusi Kelompok

Skor

Kriteria

4

Analisis sangat tepat, argumentasi kuat

3

Analisis tepat, argumentasi cukup

2

Analisis kurang mendalam

1

Tidak mampu menganalisis

 

3. Refleksi Antara (Formatif)

Contoh Pertanyaan:

  • “Apa hal baru yang saya pahami hari ini?”
  • “Keputusan ekonomi apa yang berdampak pada kesehatan saya?”

Rubrik Refleksi

Skor

Kriteria

4

Refleksi mendalam dan personal

3

Refleksi cukup bermakna

2

Refleksi dangkal

1

Tidak sesuai konteks

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Tujuan Asesmen Akhir

  1. Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran.
  2. Menilai kemampuan menerapkan konsep dalam konteks nyata.
  3. Menilai sikap dan refleksi nilai.

Bentuk Asesmen

  • Proyek (produk)
  • Presentasi
  • Refleksi tertulis individu

 

1. Penilaian Proyek

Pilihan Proyek:

  • Poster “Kebutuhan Sehat Keluargaku”
  • Anggaran hidup sehat mingguan
  • Video kampanye PHBS
  • Simulasi keputusan ekonomi keluarga

Rubrik Penilaian Proyek

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Ketepatan Konsep

Sangat tepat & lengkap

Tepat

Kurang tepat

Tidak tepat

Kreativitas

Sangat kreatif

Cukup kreatif

Kurang kreatif

Tidak kreatif

Keterkaitan Ekonomi–Kesehatan

Sangat jelas

Cukup jelas

Kurang jelas

Tidak terlihat

Kerja Sama

Sangat solid

Baik

Kurang

Tidak bekerja sama

 

2. Penilaian Presentasi

Rubrik Presentasi

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Kejelasan Penyampaian

Sangat jelas & runtut

Jelas

Kurang jelas

Tidak jelas

Penguasaan Materi

Sangat menguasai

Menguasai

Kurang

Tidak menguasai

Sikap & Percaya Diri

Sangat percaya diri

Cukup percaya diri

Kurang

Tidak percaya diri

 

3. Refleksi Akhir Individu

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apa pelajaran paling penting yang saya peroleh?
  2. Kebiasaan apa yang akan saya ubah setelah pembelajaran ini?
  3. Bagaimana saya akan menerapkan hidup sehat dan hemat di rumah?

Rubrik Refleksi Akhir

Skor

Kriteria

4

Refleksi sangat mendalam dan aplikatif

3

Refleksi cukup bermakna

2

Refleksi kurang mendalam

1

Refleksi tidak relevan

 

REKAPITULASI PENILAIAN (Contoh Bobot)

Komponen

Bobot

Asesmen Awal

Diagnostik (tidak berbobot nilai)

Asesmen Proses

40%

Asesmen Akhir

60%

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Sumber belajar

1. Buku Teks dan Buku Referensi

  1. Buku IPS untuk SMP/MTs Kelas IX Kurikulum Merdeka karya Mohammad Rizky Satria, Sari Oktafiana, M. Nursa’ban, dan Supardi.  

 Bab: Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan Sumber Daya
 Materi: Pengertian kebutuhan, jenis-jenis kebutuhan (primer, sekunder, tersier), skala prioritas.

2.     Artikel dan Publikasi Digital

1.     https://sumarnoguritno.blogspot.com/2025/12/jenis-jenis-kebutuhan-primer-sekunder.html

3. Media Audio-Visual

  1. Video Edukasi di YouTube:
    o “Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier: Pengertian dan Contoh-contohnya” (dari kanal pendidikan). 

 o “Simulasi Kelangkaan dan Skala Prioritas Kebutuhan” (animasi edukatif).

4. Sumber Belajar Interaktif

  1. Padlet / Jamboard: Media untuk siswa membuat timeline interaktif atau peta konsep kebutuhan.
  2. Kahoot / Quizizz: Kuis interaktif tentang pengertian kebutuhan dan jenis-jenisnya.
  3. LKPD interaktif “Aktivitas Memenuhi Kebutuhan” atau “Kebutuhan Manusia”. 

5. Sumber Lokal / Kontekstual

  1. Studi kasus perbedaan kebutuhan masyarakat perkotaan vs. pedesaan di sekitar Malang.
  2. Artikel atau Majalah Sekolah: Karya siswa tentang pengelolaan uang saku atau anggaran keluarga.

 

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPS – Kebutuhan Ekonomi dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


 

Identitas LKPD

  • Satuan Pendidikan      : SMPN 8 Malang
  • Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Kelas/Semester            : VII / Genap
  • Topik                            : Kebutuhan Ekonomi dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Alokasi Waktu             : 2 (3 × 40) menit
  • Model Pembelajaran   : Student-Centered Learning, Project-Based Learning
  • Karakter Utama          : Tanggung jawab, disiplin, peduli kesehatan, gotong royong

 

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kebutuhan ekonomi dan PHBS.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan ekonomi yang mendukung hidup bersih dan sehat.
  3. Menentukan skala prioritas kebutuhan ekonomi keluarga.
  4. Menganalisis dampak keputusan ekonomi terhadap kesehatan.
  5. Menyajikan solusi hidup sehat dan hemat dalam bentuk karya kreatif.
  6. Merefleksikan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

 

B. PETUNJUK PENGERJAAN

  1. Bacalah setiap petunjuk dengan cermat.
  2. Kerjakan tugas secara individu dan kelompok sesuai arahan guru.
  3. Diskusikan jawaban dengan teman satu kelompok.
  4. Tuliskan jawaban dengan jelas dan rapi.
  5. Gunakan pengalaman nyata di rumah dan lingkungan sekitar.
  6. Bersikap jujur, aktif, dan bertanggung jawab.

 

C. KEGIATAN 1 – ASESMEN AWAL (INDIVIDU)

Mengenal Pengetahuan Awal tentang PHBS

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur sesuai kondisi dirimu!

  1. Sebutkan tiga contoh kebutuhan ekonomi primer!
    ............................................................................
  2. Apa yang dimaksud dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menurut pendapatmu?
    ............................................................................
  3. Tuliskan dua kebiasaan hidup sehat yang sudah kamu lakukan di rumah!
    ............................................................................
  4. Apakah hidup sehat selalu membutuhkan biaya mahal? Jelaskan pendapatmu!
    ............................................................................

 

D. KEGIATAN 2 – MEMAHAMI KONSEP (KELOMPOK)

Kebutuhan Ekonomi dan PHBS

Tugas 1: Mengelompokkan Kebutuhan

Perhatikan daftar kebutuhan berikut!

No

Daftar Kebutuhan

Termasuk PHBS (Ya/Tidak)

Alasan

1

Makanan bergizi

2

Minuman bersoda berlebihan

3

Sabun dan sampo

4

Rokok

5

Air bersih

Diskusikan:

  • Mengapa tidak semua kebutuhan mendukung hidup sehat?
  • Apa dampaknya jika kebutuhan tidak sehat lebih diprioritaskan?

 

Tugas 2: Studi Kasus Keluarga

Bacalah Kasus Berikut!

Keluarga Pak Andi memiliki pendapatan terbatas. Dalam satu minggu, mereka harus memilih antara membeli makanan bergizi, jajan berlebihan, kuota internet, atau menabung untuk berobat.

Pertanyaan Diskusi:

  1. Kebutuhan apa yang harus diprioritaskan agar keluarga tetap sehat?
  2. Apa risiko kesehatan jika keputusan ekonomi salah?
  3. Bagaimana solusi agar tetap sehat meskipun penghasilan terbatas?

Tuliskan hasil diskusi kelompok:
....................................................................................

 

E. KEGIATAN 3 – MENGAPLIKASIKAN (PROYEK KELOMPOK)

Ekonomi Sehat dalam Kehidupan Nyata

Pilih Salah Satu Proyek Berikut:

Opsi 1 – Poster “Kebutuhan Sehat Keluargaku”

Isi poster harus memuat:

  • Daftar kebutuhan sehat
  • Contoh PHBS di rumah
  • Pesan ajakan hidup sehat dan hemat

 

Opsi 2 – Anggaran Mingguan Hidup Sehat

Lengkapi tabel berikut:

No

Kebutuhan

Biaya

Prioritas (Tinggi/Sedang/Rendah)

Alasan

1

2

 

Opsi 3 – Simulasi Keputusan Ekonomi Keluarga

  • Perankan ayah, ibu, dan anak
  • Tentukan keputusan ekonomi
  • Jelaskan alasan dan dampaknya bagi kesehatan

 

Opsi 4 – Video Kampanye PHBS

Isi video:

  • Masalah kesehatan di lingkungan sekitar
  • Solusi hidup sehat dan hemat
  • Ajakan perubahan perilaku

 

F. KEGIATAN 4 – REFLEKSI INDIVIDU

Menjadi Pribadi Sadar Sehat

Jawablah dengan jujur dan reflektif:

  1. Apa hal terpenting yang kamu pelajari hari ini?
    ............................................................................
  2. Kebiasaan tidak sehat apa yang ingin kamu kurangi?
    ............................................................................
  3. Tuliskan komitmen pribadimu untuk hidup lebih bersih dan sehat!
    ............................................................................

 

G. PENGUATAN NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA

Beri tanda () pada nilai yang kamu rasakan berkembang:

Beriman dan bertakwa
Mandiri
Bernalar kritis
Gotong royong
Kreatif
Berkebinekaan global

Tuliskan contohnya:
............................................................................

 

H. PENILAIAN (Diisi Guru)

Aspek yang Dinilai

  • Pemahaman konsep ekonomi & PHBS
  • Keaktifan diskusi
  • Kerja sama kelompok
  • Kualitas proyek
  • Refleksi individu

Skor Akhir

............................................................................

 

I. KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Tuliskan kesimpulan bersama kelompok:
............................................................................

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...