Selasa, 24 Februari 2026

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI Jelajah Angka dan Kata: Mading Tematik Literasi Numerasi

 

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER

INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

INTEGRASI MATA PELAJARAN   :  BAHASA INDONESIA, SENI BUDAYA, MATEMATIKA DAN IPA

KELAS / SEMESTER / FASE           : VII/ 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 5 x 40 menit

TEMA                                                  :  Jelajah Angka dan Kata: Mading Tematik Literasi Numerasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Identifikasi Kesiapan Belajar Kokurikuler Peserta Didik

SMPN 8 Malang

Judul Proyek: Jelajah Angka dan Kata: Mading Tematik Literasi Numerasi

 

Kondisi Umum Sekolah dan Lingkungan

  • SMPN 8 Malang berada di wilayah tengah kota, yang memungkinkan akses terhadap beragam sumber informasi (internet, perpustakaan, media cetak).
  • Peserta didik berasal dari beragam latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya, menciptakan lingkungan belajar yang majemuk dan dinamis.
  • Lingkungan sekitar juga menunjukkan akses cukup terhadap teknologi digital, yang dapat dimanfaatkan untuk membuat media visual seperti mading tematik berbasis digital/manual.

 

1. Pengetahuan Awal Peserta Didik

  • Siswa umumnya sudah pernah membuat mading di kelas, namun masih bersifat dekoratif dan belum terintegrasi antara data numerik dan narasi literasi.
  • Mereka sudah memiliki pengetahuan dasar statistik sederhana, seperti tabel dan diagram (dipelajari di kelas VII dan VIII).
  • Kemampuan menyusun teks eksplanasi atau laporan masih beragam; sebagian mampu menulis narasi dengan baik, namun belum terbiasa mengaitkan dengan data numerik.

Implikasi: Diperlukan penguatan konsep integrasi antara angka (numerasi) dan teks (literasi) sebagai dasar dalam proyek ini.

 

2. Minat dan Preferensi Belajar

  • Banyak siswa menunjukkan ketertarikan pada visual, media kreatif, dan desain, seperti menggambar, membuat poster, atau konten digital sederhana.
  • Sebagian siswa lebih tertarik pada aktivitas berkelompok dan proyek nyata daripada tugas tulis individual.
  • Terdapat minat tinggi dalam mengangkat tema lingkungan sekolah, gaya hidup remaja, makanan sehat, literasi digital, dan tren media sosial.

 Implikasi: Proyek mading tematik bisa diarahkan ke tema-tema yang dekat dengan dunia siswa dan memberi ruang ekspresi visual dan kolaboratif.

 

3. Latar Belakang Sosial dan Budaya

  • Peserta didik berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi dan budaya yang heterogen, mulai dari kelas menengah ke atas hingga kelas menengah ke bawah.
  • Keragaman ini memengaruhi pengalaman belajar di luar sekolah, akses terhadap teknologi, serta gaya komunikasi.
  • Beberapa siswa memiliki latar keluarga yang mendorong kemandirian belajar dan kebiasaan membaca, sementara sebagian lain butuh dukungan lebih dalam hal literasi dasar.

Implikasi: Kegiatan perlu didesain inklusif dan membagi tugas kelompok agar semua siswa dapat berkontribusi sesuai kekuatan masing-masing.

 

4. Kebutuhan Belajar Khusus dan Dukungan

  • Sebagian siswa membutuhkan pendampingan dalam membaca data, menyusun kalimat, dan menyampaikan ide dengan sistematis.
  • Ada juga siswa dengan kebutuhan penguatan dalam pengolahan angka dan membuat grafik sederhana.
  • Pembelajaran berbasis proyek memberi ruang untuk pemetaan tugas berbasis potensi (penulis, ilustrator, pengolah data, presenter).

Implikasi: Perlu disiapkan lembar kerja bertahap dan pembagian peran fungsional dalam kelompok agar semua siswa merasa mampu dan terlibat aktif.

 

 5. Gaya Belajar dan Kompetensi Teknologi

  • Mayoritas siswa sudah cukup familiar dengan penggunaan perangkat digital dasar (HP, laptop, Google Docs/Slides).
  • Gaya belajar dominan: visual dan kinestetik, menyukai praktik langsung dan produk nyata.
  • Sebagian siswa sudah bisa mengoperasikan aplikasi desain sederhana (Canva, poster online).

Implikasi: Proyek mading bisa disiapkan dalam bentuk gabungan manual dan digital, serta menggunakan alat bantu presentasi sederhana.

 

Materi Pelajaran

 1. Pengetahuan Faktual

Pengertian:

Pengetahuan tentang istilah, elemen dasar, dan informasi spesifik yang menjadi fondasi pemahaman awal.

 Contoh Materi:

  • Istilah literasi dan numerasi.
  • Unsur-unsur mading: judul, isi, gambar, kutipan, data, grafik.
  • Bentuk-bentuk grafik (diagram batang, garis, lingkaran).
  • Data primer dan sekunder.

 Keterkaitan dengan Kehidupan:

  • Siswa mengenali informasi yang sering muncul di media sosial atau koran sekolah: infografis, data kesehatan, tren perilaku remaja.
  • Siswa terbiasa melihat papan informasi, poster kampanye, atau mading sekolah.
  • Membantu mereka mengerti dan mengevaluasi informasi visual di kehidupan sehari-hari (misal: angka literasi digital, konsumsi gula, data sampah sekolah).

 

2. Pengetahuan Konseptual

 Pengertian:

Pemahaman tentang kategori, prinsip, generalisasi, dan struktur hubungan antarkonsep.

 Contoh Materi:

  • Konsep teks eksplanasi dan teks laporan hasil observasi.
  • Konsep data kuantitatif dan kualitatif.
  • Hubungan antara narasi dan data dalam menyampaikan informasi.
  • Prinsip penyajian informasi visual yang efektif.

 Keterkaitan dengan Kehidupan:

  • Membantu siswa memahami pentingnya menyampaikan informasi secara tepat dan menarik, seperti dalam membuat ajakan untuk hidup sehat atau kampanye hemat energi.
  • Siswa dapat menafsirkan hubungan antara teks dan data yang sering mereka temui di media atau brosur.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi publik.

 

3. Pengetahuan Prosedural

Pengertian:

Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu — langkah-langkah, teknik, dan metode.

 Contoh Materi:

  • Langkah menyusun mading tematik:
    1. Menentukan tema dan topik.
    2. Melakukan observasi atau survei.
    3. Menyusun narasi deskriptif atau eksplanatif.
    4. Mengolah data menjadi grafik.
    5. Mendesain dan menyusun layout mading.
  • Teknik menulis informasi yang efektif dan komunikatif.
  • Cara menyusun grafik dari hasil pengolahan data.
  • Teknik presentasi dan visualisasi data.

Keterkaitan dengan Kehidupan:

  • Siswa belajar menyampaikan ide secara sistematis dan menarik, baik dalam bentuk tulisan maupun visual.
  • Kemampuan menyusun proyek kolaboratif dan mempresentasikannya dapat diterapkan dalam kegiatan sekolah, organisasi remaja, atau perlombaan.
  • Mengembangkan keterampilan abad 21 seperti komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital.

 

4. Pengetahuan Metakognitif

Pengertian:

Pengetahuan tentang bagaimana cara belajar, berpikir, dan memecahkan masalah secara sadar.

Contoh Materi:

  • Menentukan strategi menulis dan menyajikan data sesuai audiens.
  • Memantau dan mengevaluasi proses kerja kelompok: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki.
  • Mengatur peran dan tanggung jawab dalam proyek mading.
  • Refleksi terhadap proses dan hasil (contoh: “apa yang saya pelajari dari membuat mading ini?”).

Keterkaitan dengan Kehidupan:

  • Membantu siswa mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri dalam bekerja dan belajar.
  • Menumbuhkan tanggung jawab dalam bekerja sama dan berpikir reflektif.
  • Mendorong mereka menjadi pembelajar mandiri yang mampu merencanakan dan mengevaluasi strategi belajarnya.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativita

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

1. Bahasa Indonesia

Kontribusi: Pemahaman tentang struktur teks eksplanasi, deskriptif, dan laporan, serta kemampuan menyusun narasi atau tulisan informatif berdasarkan data.
Keterampilan yang dikembangkan: Literasi informasi, kemampuan menulis logis dan kreatif, serta menyampaikan pesan secara tertulis dan lisan.

 

2. Matematika

Kontribusi: Pengolahan data dari hasil survei atau observasi, penggunaan tabel, diagram batang, lingkaran, dan grafik garis untuk menyajikan informasi numerik.
Keterampilan yang dikembangkan: Numerasi kontekstual, analisis data, perhitungan statistik dasar, dan pemahaman hubungan antarangka dalam kehidupan nyata.

 

3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kontribusi: Pemilihan isu sosial dan lingkungan sebagai tema mading, seperti literasi digital, gaya hidup remaja, kebiasaan belajar, atau penggunaan media sosial.
Keterampilan yang dikembangkan: Kesadaran sosial, kemampuan mengkaji isu-isu masyarakat, dan berpikir kritis terhadap fenomena sosial.

 

4. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kontribusi: Memberikan data ilmiah dan fakta lingkungan atau kesehatan yang dapat dijadikan konten mading, seperti topik sampah, konsumsi makanan sehat, dan kebersihan.
Keterampilan yang dikembangkan: Observasi ilmiah, berpikir logis berbasis bukti, dan pemahaman tentang isu-isu lingkungan secara saintifik.

 

5. Informatika / TIK

Kontribusi: Pemanfaatan teknologi untuk desain dan pembuatan poster digital, infografis, serta presentasi proyek menggunakan aplikasi digital (Canva, PowerPoint, Google Docs).
Keterampilan yang dikembangkan: Literasi digital, kemampuan menyampaikan informasi secara visual, dan penggunaan teknologi untuk menyusun dan menyebarluaskan karya.

 

6. Seni Budaya / Prakarya

Kontribusi: Memberikan pemahaman tentang prinsip desain visual, estetika warna, komposisi layout, dan daya tarik tampilan mading secara artistik.
Keterampilan yang dikembangkan: Kreativitas visual, keterampilan menggambar dan mendesain, serta kemampuan menyusun media yang menarik dan komunikatif.

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Siswa mampu mengidentifikasi informasi penting dari hasil observasi atau wawancara untuk bahan konten mading tematik.

2.     Siswa mampu menyusun teks deskriptif atau eksplanasi berdasarkan data numerik yang dikumpulkan.

3.     Siswa mampu mengolah dan menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau infografis sederhana.

4.     Siswa mampu merancang tampilan mading secara kreatif dengan menggabungkan unsur teks dan visual secara proporsional.

5.     Siswa mampu mempresentasikan isi mading secara lisan dengan percaya diri dan komunikasi yang efektif.

 

Topik Pembelajaran

1. Data di Sekitarku: Potret Hidup Warga Sekitar Sekolah

  • Fokus: Mengumpulkan data sederhana (pekerjaan orang tua, moda transportasi, konsumsi air/energi) melalui survei kecil, lalu menyajikannya dalam bentuk grafik dan narasi.
  • Keterkaitan: Numerasi (statistik dasar), Bahasa Indonesia (deskripsi), IPS (kondisi sosial-ekonomi).

 

2. Harga Jajanku, Sehatkah Itu?

  • Fokus: Meneliti harga makanan/minuman yang dijual di kantin, menghitung pengeluaran harian siswa, dan menulis teks eksplanasi tentang konsumsi sehat.
  • Keterkaitan: Matematika (perhitungan & perbandingan harga), IPA (gizi), Bahasa Indonesia (eksplanasi), P5 (gaya hidup sehat).

 

3. Jejak Karbon Sehari-hari: Dari Rumah ke Sekolah

  • Fokus: Menghitung jarak tempuh siswa ke sekolah, moda transportasi yang digunakan, serta estimasi jejak karbonnya.
  • Keterkaitan: Numerasi (pengukuran & estimasi), IPA (lingkungan), IPS (pola hidup), Bahasa Indonesia (teks laporan).

 

4. Kata dan Angka tentang Sampah Sekolahku

  • Fokus: Observasi jenis dan jumlah sampah yang dihasilkan kelas/sekolah dalam satu hari, serta menulis teks persuasi untuk kampanye zero waste.
  • Keterkaitan: Numerasi (pengumpulan & interpretasi data), Bahasa Indonesia (teks persuasi), PPKn (tanggung jawab sosial), IPA (pengelolaan sampah).

 

5. Literasi Finansial Remaja: Uang Saku dan Gaya Hidup

  • Fokus: Meneliti rata-rata uang saku siswa, pola pengeluaran, serta menulis artikel tips menabung atau membuat anggaran.
  • Keterkaitan: Matematika (statistika sederhana), Bahasa Indonesia (artikel), IPS (ekonomi), P5 (kemandirian & tanggung jawab).

 

Praktik Pedagogis

Model Pembelajaran:

Project-Based Learning (PjBL)

  • Membantu siswa belajar secara mendalam melalui proyek nyata yaitu pembuatan mading literasi-numerasi.
  • Menumbuhkan penalaran kritis dalam menyusun data, kreativitas dalam desain mading, serta komunikasi saat presentasi hasil karya.

 

Strategi Pembelajaran:

Inkuiri Terbimbing dan Kolaboratif

  • Siswa melakukan penyelidikan tentang data/isu di lingkungan sekolah secara mandiri dan berkelompok.
  • Mendorong eksplorasi data, diskusi terbuka, dan pengambilan kesimpulan bersama.

 

Metode Pembelajaran:

  1. Diskusi Kelompok Kecil dan Curah Pendapat (Brainstorming)
    Untuk menggali ide konten mading dan penyajian angka serta narasi yang menarik.
  2. Survey dan Observasi Lapangan
    Sebagai pendekatan bermakna untuk memperoleh data numerasi yang kontekstual.
  3. Gallery Walk & Peer Review
    Memberi ruang komunikasi dan apresiasi antar siswa dengan cara yang menyenangkan.

 

Kesesuaian dengan Prinsip Pembelajaran:

  • Berkesadaran: Refleksi awal dan akhir pembelajaran tentang proses dan makna belajar.
  • Bermakna: Mengaitkan materi numerasi dan literasi dengan isu nyata di lingkungan siswa.
  • Menggembirakan: Proses kreatif dalam membuat mading, kolaborasi yang menyenangkan, dan penyajian hasil karya yang diapresiasi.

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Perpustakaan Sekolah

  • Peran: Menyediakan referensi bahan bacaan, data sekolah, majalah dinding terdahulu, dan ruang literasi untuk diskusi atau riset siswa.
  • Kontribusi: Membantu meningkatkan literasi membaca dan informasi.

 

2. Guru Lintas Mata Pelajaran

  • Peran: Kolaborasi dalam menyumbang materi (Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, Informatika).
  • Kontribusi: Menyediakan bimbingan konten, validasi data numerik dan naskah naratif mading.

 

3. Komite Sekolah / Orang Tua

  • Peran: Memberi dukungan logistik, moral, serta mendorong keterlibatan anak di rumah dalam proses riset sederhana.
  • Kontribusi: Memperkuat hubungan rumah dan sekolah dalam pembelajaran bermakna.

 

4. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Malang

  • Peran: Memberi pelatihan menulis kreatif dan penyajian informasi visual.
  • Kontribusi: Meningkatkan kualitas konten literasi siswa melalui workshop atau kunjungan belajar.

 

5. Media Lokal / Jurnalis Pendidikan

  • Peran: Memberikan wawasan tentang penulisan berita/data, presentasi informasi, dan desain visual mading.
  • Kontribusi: Meningkatkan keterampilan komunikasi dan jurnalisme pelajar.

 

6. Mahasiswa Magang atau Alumni

  • Peran: Menjadi mentor siswa dalam proses desain grafis, infografis, dan pemilahan data numerik.
  • Kontribusi: Memberikan contoh nyata pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi antar jenjang.

 

7. UMKM atau Dunia Usaha Sekitar Sekolah

  • Peran: Menyediakan data sederhana untuk dianalisis siswa (contoh: data penjualan harian, grafik kunjungan pelanggan).
  • Kontribusi: Memberikan data nyata yang bisa digunakan dalam proyek numerasi.

 

Lingkungan Pembelajaran

A. Ruang Fisik yang Direkomendasikan

  1. Ruang Kelas Fleksibel
    • Dapat digunakan untuk diskusi kelompok, menulis naskah, mengolah data numerik.
    • Meja dan kursi bisa diatur ulang agar siswa mudah berkolaborasi.
  2. Perpustakaan Sekolah
    • Tempat untuk riset literatur, pengumpulan informasi, dan pembacaan referensi.
    • Menyediakan akses buku, media cetak, dan koneksi internet bila memungkinkan.
  3. Lorong Sekolah / Area Dinding Mading
    • Digunakan sebagai ruang pamer karya akhir (display) mading tematik.
    • Memberikan ruang apresiasi publik terhadap hasil karya siswa.
  4. Lab Komputer / TIK
    • Mendukung pengolahan data numerik menggunakan spreadsheet atau aplikasi sederhana.
    • Bisa digunakan untuk desain visual mading digital.
  5. Ruang Terbuka / Taman Sekolah
    • Menjadi tempat brainstorming kreatif, diskusi santai, atau menulis refleksi.
    • Mendukung suasana belajar yang menyenangkan dan tidak kaku.

 

 B. Budaya Belajar yang Perlu Diterapkan

  1. Budaya Kolaboratif
    • Siswa dibiasakan bekerja dalam kelompok yang saling berbagi tugas dan saling menghargai kontribusi anggota lain.
    • Guru berperan sebagai fasilitator yang memantau dinamika kelompok.
  2. Budaya Literat dan Numerat
    • Lingkungan sekolah mendukung pembiasaan membaca dan menulis melalui pojok baca, tantangan literasi, serta analisis data ringan dalam kegiatan sehari-hari.
    • Guru menstimulasi penggunaan angka dan logika dalam topik nyata.
  3. Budaya Apresiatif
    • Setiap karya siswa diberikan ruang tampil, dinilai secara konstruktif, dan diapresiasi secara terbuka.
    • Diberikan penghargaan simbolis (misal: bintang literasi/numerasi) untuk membangun motivasi.
  4. Budaya Kreatif dan Kritis
    • Siswa dilatih untuk menyampaikan ide dengan cara unik dan solutif.
    • Guru menstimulasi pertanyaan terbuka dan ruang untuk eksperimen ide.
  5. Budaya Berkesadaran dan Reflektif
    • Siswa dibimbing untuk menyadari pentingnya informasi dan angka dalam kehidupan nyata.
    • Kegiatan ditutup dengan refleksi tentang proses, hasil, dan pelajaran yang diperoleh.

 

Pemanfaatan Digital

1. Padlet atau Google Jamboard

Fungsi: Kolaborasi ide dan diskusi kelompok secara real time.
Manfaat:

  • Siswa dapat memetakan ide literasi dan numerasi dalam bentuk peta konsep visual.
  • Memfasilitasi brainstorming interaktif saat merancang isi mading secara bersama-sama.
  • Menyediakan ruang partisipasi yang setara dalam tim.

 

2. Canva / PosterMyWall / Google Slides

Fungsi: Mendesain mading digital tematik.
Manfaat:

  • Mengembangkan kreativitas siswa dalam mengemas data numerik dan informasi literasi menjadi media visual yang menarik.
  • Menyediakan template dan elemen desain yang mudah digunakan oleh siswa.
  • Hasil karya bisa dicetak maupun ditampilkan secara digital (misal: di TV sekolah atau web sekolah).

 

3. Google Forms atau Mentimeter

Fungsi: Pengumpulan dan analisis data numerik kontekstual.
Manfaat:

  • Siswa dapat membuat survei singkat untuk mengumpulkan data nyata dari teman sekolah (misal: kebiasaan membaca, penggunaan uang jajan).
  • Data dikumpulkan otomatis dan divisualkan dalam bentuk grafik.
  • Hasil analisis data dijadikan bagian isi mading numerik tematik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Kegiatan Pembuka (±15 menit)

1. Orientasi Bermakna (5 menit)

  • Guru membuka dengan sapaan hangat dan membacakan kutipan inspiratif:

“Kata bisa menggerakkan hati, angka bisa mengubah dunia.”

  • Menjelaskan bahwa hari ini siswa akan membuat Mading Tematik yang menggabungkan literasi (kata) dan numerasi (angka) yang dekat dengan kehidupan mereka.

2. Apersepsi Kontekstual (5 menit)

  • Guru menampilkan cuplikan foto mading kreatif atau membawa contoh mading sekolah.
  • Mengajukan pertanyaan pemantik:

“Pernahkah kalian membaca mading sekolah? Menurut kalian, apa informasi yang menarik di sana?”
“Bagaimana kalau kita membuat mading yang isinya bukan hanya cerita, tapi juga data atau angka yang kalian temukan sendiri?”

3. Motivasi Menggembirakan (5 menit)

  • Guru menyampaikan bahwa siswa akan berkreasi secara tim, membuat mading tematik yang akan dipajang di kelas/sekolah.
  • Menyampaikan bahwa karya terbaik akan diberikan penghargaan sederhana (misalnya pujian publik, sertifikat, atau pajangan di ruang utama sekolah).
  • Memutarkan video pendek berdurasi ±1 menit tentang mading kreatif siswa dari sekolah lain untuk membangkitkan semangat.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (Bermakna, Berkesadaran)

Tahap 1: Memahami (±30 menit)

Fokus: Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman awal terhadap konsep literasi-numerasi serta pentingnya mading sebagai media ekspresi dan informasi.

Aktivitas:

  1. Orientasi Singkat & Apersepsi (5 menit):
    • Menyapa siswa dan menjelaskan kegiatan belajar hari ini.
    • Tampilkan kutipan atau video pendek mading siswa dari sekolah lain.
  2. Diskusi Kelompok Mini (10 menit):
    • Siswa menjawab pertanyaan:

"Apa yang membuat suatu informasi menarik untuk dibaca?"
"Apa perbedaan data dan opini? Apa gunanya angka dalam informasi?"

  1. Pembacaan & Analisis Contoh (15 menit):
    • Guru menampilkan contoh mading tematik (berisi teks + infografik/data).
    • Siswa mengamati struktur teks, penggunaan data numerik, dan gaya visual.
    • Dilanjutkan dengan diskusi:

“Apa pesan yang disampaikan?”, “Bagaimana angka memperkuat pesan?”

Mengaplikasi (Menggembirakan)

ahap 2: Mengaplikasi (±70 menit)

Fokus: Siswa bekerja kolaboratif dan kreatif membuat produk mading tematik dengan tema pilihan.

Aktivitas:

  1. Pembentukan Tim Kreatif (5 menit):
    • Siswa dibagi dalam kelompok (3–5 orang) dengan peran: penulis, peneliti data, ilustrator, dan penyaji.
  2. Pemilihan Tema dan Perencanaan (10 menit):
    • Kelompok memilih tema lokal seperti:

“Cemaran Limbah di Kali Brantas”, “Camilan Favorit Siswa SMPN 8”, atau “Data Penggunaan HP di Kelas Kita”.

  1. Pengumpulan Informasi dan Data (15 menit):
    • Siswa mencari data sederhana melalui angket mini, wawancara cepat, atau observasi.
  2. Penyusunan Isi Mading (30 menit):
    • Siswa membuat narasi teks (literasi) dan infografis/data angka (numerasi).
    • Format bebas: poster, kolase, mini koran dinding.
  3. Pajang Cepat (Display & Presentasi Kilat – 10 menit):
    • Setiap kelompok memajang hasil sementara dan menyampaikan ide pokoknya (2 menit/kelompok).

Merefleksi (Berkesadaran)

ahap 3: Merefleksi (±30 menit)

Fokus: Meningkatkan kesadaran diri, berpikir kritis, dan apresiasi atas proses belajar dan karya teman.

Aktivitas:

  1. Refleksi Individu Tertulis (10 menit):
    • Siswa menjawab:

"Apa peran saya dalam kelompok?",
"Apa data yang paling menarik yang kami temukan?",
"Bagaimana kami menyampaikan data agar mudah dipahami?"

  1. Berbagi Kesan (10 menit):
    • 3–5 siswa dipilih berbagi pengalaman menarik saat proses kreasi mading.
  2. Umpan Balik Teman (10 menit):
    • Tiap kelompok memberikan sticky notes/kartu apresiasi pada mading kelompok lain.

PENUTUP (berkesadaran, bermakna)

Refleksi Materi (Guru memandu siswa merefleksikan isi materi):

  • Guru bertanya:

“Apa hal paling penting yang kalian pelajari dari kegiatan membuat mading tematik hari ini?”
“Bagaimana data numerik membantu memperjelas pesan dalam teks mading?”
“Apa perbedaan antara informasi yang disampaikan dengan angka dan tanpa angka?”

Tujuan: Menumbuhkan kesadaran tentang keterpaduan literasi dan numerasi dalam menyampaikan informasi secara utuh dan menarik.

 

Refleksi Akhir Pembelajaran (Refleksi proses diri oleh siswa):

  • Siswa diminta menjawab pertanyaan reflektif secara lisan/tulis:
    • “Apa yang sudah saya lakukan dengan baik dalam kelompok?”
    • “Apa tantangan yang saya hadapi hari ini?”
    • “Apa yang ingin saya perbaiki pada pertemuan selanjutnya?”

Tips: Guru bisa menyediakan Kartu Refleksi 3M:

  • Mengerti (apa yang saya pahami)
  • Mengalami (apa yang saya rasakan)
  • Menindaklanjuti (apa yang akan saya lakukan)

 

Motivasi (disampaikan guru secara verbal atau visual):

“Kata bisa menyentuh hati. Angka bisa membuka mata. Kalau kalian bisa memadukan keduanya, kalian bisa mengubah cara orang berpikir.”
“Jangan pernah meremehkan cerita kalian sendiri. Lewat mading, kalian bisa jadi penulis, peneliti, dan pembaharu di sekolah ini.”

(Guru dapat menampilkan kutipan inspiratif di layar atau papan tulis)

 

Tugas Pertemuan Berikutnya:

  1. Individu:
    Buatlah catatan kecil berisi ide topik yang ingin kamu angkat di edisi mading tematik berikutnya. Sertakan contoh data atau sumber informasi awal yang bisa kamu gali.
  2. Kelompok (opsional):
    Bawa contoh data numerik dari lingkungan sekitar (misalnya, hasil pengamatan kantin, transportasi ke sekolah, jumlah bacaan di perpustakaan, dll.) yang bisa diolah menjadi ide konten mading.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen awal

Jenis Asesmen:

Asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal

📄 Bentuk Instrumen:

Angket reflektif dan pilihan ganda-singkat terbuka, dapat dibuat dalam bentuk Google Form atau lembar cetak 1 halaman.

 

 5 Pertanyaan/Pernyataan Asesmen Awal (simpel dan kontekstual):

  1. [Skala Pernyataan – Reflektif]

“Saya pernah membuat mading atau karya presentasi kelompok sebelumnya.”

    • Ya
    • Tidak
    • Pernah, tapi tidak selesai
    • Pernah, tapi tidak percaya diri dengan hasilnya
  1. [Pertanyaan Singkat]

“Sebutkan satu contoh informasi atau berita yang menurutmu akan menarik dimuat dalam mading sekolah!”

  1. [Pilihan Ganda – Literasi]

“Apa yang paling penting dalam menulis informasi di mading?”
A. Tulisan panjang dan detail
B. Bahasa yang santai dan bebas
C. Pesan yang jelas dan mudah dipahami
D. Kata-kata asing agar terlihat keren

  1. [Pilihan Ganda – Numerasi]

“Saat menyajikan data jumlah siswa yang suka membaca, media yang paling tepat adalah…”
A. Puisi
B. Paragraf
C. Tabel atau grafik
D. Cerita pendek

  1. [Skala Sikap – Kesiapan dan Minat]

“Saya merasa percaya diri dan antusias untuk membuat mading tematik bersama teman-teman.”

    • Sangat setuju
    • Setuju
    • Tidak setuju
    • Ragu-ragu

Asesmen proses  Pembelajaran

Tujuan Asesmen Formatif:

  • Mengetahui sejauh mana peserta didik memahami konsep literasi dan numerasi dalam konteks mading tematik.
  • Menilai kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif selama proses.
  • Memberikan umpan balik yang mendukung perkembangan peserta didik secara mindful dan bermakna.

 

Jenis Asesmen:

  • Observasi kinerja kelompok
  • Penilaian diri dan teman sejawat (peer assessment)
  • Jurnal reflektif singkat harian
  • Exit ticket (pertanyaan ringkas akhir sesi)

 

Bentuk Instrumen:

1. Observasi Kinerja (Guru)

Digunakan saat siswa berdiskusi, menyusun mading, menyajikan data atau ide.
Instrumen: Ceklis atau rubrik skala 1-4
Contoh indikator:

  • Siswa aktif menyampaikan ide dan mendengarkan anggota kelompok
  • Siswa menyumbang informasi/konten yang relevan (angka & kata)
  • Siswa mampu menyajikan data secara visual (grafik/tabel)

 

2. Penilaian Diri / Teman (Skala 1-4 atau emotikon)

Contoh Pernyataan:

  • Saya sudah menyumbang ide pada kelompok hari ini
  • Saya membantu menata data atau menulis kalimat untuk mading
  • Saya bisa memahami informasi yang disampaikan teman saya

 

3. Jurnal Refleksi Singkat (2-3 kalimat)

Contoh pertanyaan harian (di akhir sesi pembelajaran):

  • Apa yang paling menarik yang saya pelajari hari ini?
  • Apa tantangan saya hari ini dalam menyusun mading dan bagaimana saya menghadapinya?
  • Apakah saya lebih paham cara menyajikan data atau informasi?

 

4. Exit Ticket (Kertas kecil atau digital di akhir sesi)

Contoh format:

“Tuliskan satu hal yang baru kamu pelajari tentang cara menulis informasi atau menyajikan data, dan satu hal yang masih ingin kamu tanyakan.”

 

Asesmen akhir pembelajaran

Tujuan Asesmen Sumatif

Menilai capaian peserta didik dalam:

  • Mengintegrasikan data numerik dan informasi verbal secara kontekstual dalam media mading.
  • Menyampaikan gagasan secara kritis, kreatif, dan komunikatif.
  • Bekerja kolaboratif dan menyelesaikan tugas berbasis proyek.

 

Jenis Asesmen

  • Proyek (produk mading tematik literasi-numerasi)
  • Presentasi hasil kerja kelompok
  • Tes tulis reflektif (esai pendek atau isian kontekstual)

 

Bentuk Instrumen

1. Proyek Akhir (Produk Mading Tematik)

Instrumen: Rubrik Penilaian Proyek
Aspek yang dinilai:

  • Integrasi literasi dan numerasi secara kontekstual
  • Kreativitas desain dan tata letak
  • Kejelasan dan akurasi data (angka, grafik, tabel)
  • Koherensi tulisan dan pesan informasi
  • Kerja sama tim

Format: Rubrik skala 1–4 per aspek, bisa dikembangkan dalam bentuk Lembar Penilaian Kinerja.

 

2. Presentasi Kelompok

Instrumen: Rubrik presentasi
Aspek yang dinilai:

  • Kejelasan penyampaian informasi
  • Penggunaan data (grafik/angka) untuk memperkuat argumen
  • Bahasa tubuh dan intonasi
  • Respon terhadap pertanyaan audiens

 

3. Tes Tulis Reflektif (Individu)

Format: Isian singkat atau esai reflektif
Contoh Soal:

  • Menurutmu, apa tantangan dalam menyampaikan informasi numerik secara menarik di mading?
  • Ceritakan bagaimana kelompokmu mengintegrasikan angka dan kata dalam tema mading kalian.
  • Mengapa penting menyampaikan informasi dengan data yang akurat dan bahasa yang komunikatif?

 

Catatan:

Semua bentuk asesmen di atas harus memberikan ruang bagi ekspresi siswa secara otentik, tidak hanya kognitif, tetapi juga keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LKPD Proyek Kolaboratif Siswa SMPN 8 Malang

 

Tema                           : Jelajah Angka dan Kata – Mading Literasi & Numerasi Sekolahku

Kelas                           : VIII

Nama Kelompok         : .................................

Tanggal Pelaksanaan   : .............................

 

Tujuan Kegiatan

Melalui kegiatan ini, kamu akan belajar:

  • Mengumpulkan informasi sederhana dari lingkungan sekolah.
  • Menghitung dan menyajikan data secara mudah dan menarik.
  • Membuat mading kreatif yang menggabungkan kata-kata dan angka.

 

Ayo Jelajahi Angka dan Kata!

Langkah 1 – Pilih Topik Mading Kelompokmu

Pilih 1 topik yang paling menarik bagi kelompokmu:

No

Topik Mading Sederhana

1

Apa Jajanan Favorit Teman-teman Sekelas?

2

Berapa Banyak Botol Plastik yang Dibuang Setiap Hari?

3

Buku Apa yang Paling Sering Dibaca Teman-temanmu?

4

Siapa yang Lebih Sering Membaca: Cowok atau Cewek?

5

Transportasi Apa yang Paling Sering Dipakai ke Sekolah?

 Topik pilihan kelompok kami adalah:
......................................................................

 

Langkah 2 – Lakukan Survei Mini!

Lakukan survei kepada minimal 10 teman. Tanyakan sesuai topik. Contoh pertanyaan:

“Apa jajanan yang kamu beli hari ini di kantin?”
“Berapa botol plastik kamu buang hari ini?”

Gunakan tabel berikut untuk mencatat jawaban:

No

Nama Teman

Jawaban Teman

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

 

Langkah 3 – Hitung dan Sajikan Data

Hitung jumlah jawaban dan buat ringkasan data. Gunakan angka dalam bentuk sederhana, misalnya:

Contoh:

  • 6 orang suka jajanan bakso bakar.
  • 4 orang suka es teh.
  • Jadi 60% suka bakso bakar, dan 40% suka es teh.
  •  

 

 Tulis hasil datamu di bawah ini:

............................................................................
............................................................................
............................................................................

Buat juga grafik batang sederhana seperti ini:

Bakso Bakar   ██████ (6 orang)

Es Teh        ████ (4 orang)

 

Langkah 4 – Buat Mading Tematik

Gunakan kertas karton atau media lainnya. Isi mading kelompokmu:

·       Judul Menarik

·       Hasil Survei dan Data Angka

·       Penjelasan Singkat (3–5 kalimat)

·       Gambar/Ilustrasi sesuai tema

·       Ajakan (contoh: “Ayo kurangi sampah botol plastik!”)

 

 Langkah 5 – Tampilkan & Ceritakan

Tampilkan madingmu di kelas/sekolah. Ceritakan bagaimana kamu membuatnya dan apa pesan yang ingin kamu sampaikan.

 

Refleksi Pribadi (Tulis Sendiri ya!)

  1. Apa yang kamu pelajari dari kegiatan ini?
    .....................................................................................
  2. Apa bagian paling seru menurutmu?
    .....................................................................................
  3. Apakah kamu ingin membuat proyek mading lagi? Mengapa?
    .....................................................................................

 

CATATAN GURU:

Kegiatan ini cocok untuk:

  • Menumbuhkan keterampilan komunikasi, kreativitas, numerasi sederhana, dan kerja sama.
  • Disesuaikan dengan kemampuan siswa di tingkat SMP, tanpa tekanan pada perhitungan sulit.
  • Digunakan sebagai kegiatan pameran karya siswa untuk program literasi sekolah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...