Selasa, 24 Februari 2026

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI Tema: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia

 

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER

INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

INTEGRASI MATA PELAJARAN   : IPS, BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS, PPKn, SENI BUDAYA, PRAKARYA.

KELAS / SEMESTER / FASE           : VIII/ 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 5 x 40 menit

TEMA                                                  :  Tema: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia

 Judul Kegiatan: Parade Budaya Nusantara & Warung Pangan Tradisional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Identifikasi Kesiapan Belajar Kokurikuler Peserta Didik

Sekolah: SMPN 8 Malang
Tema: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia
Judul Kegiatan: Parade Budaya Nusantara & Warung Pangan Tradisional
Konteks Lingkungan: Sekolah berada di kawasan tengah kota Malang, dikelilingi oleh masyarakat dengan latar belakang sosial, budaya, ekonomi yang beragam.

 

1. Pengetahuan Awal Peserta Didik

  • Umumnya telah mengenal keberagaman budaya Nusantara dari pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia, seperti nama-nama daerah, pakaian adat, dan makanan khas.
  • Sebagian siswa pernah mengikuti kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda atau Hari Kemerdekaan, tetapi belum mendalam dalam memahami makna “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.”
  • Sebagian siswa memiliki pengalaman terbatas mengenal budaya lokal di luar budaya asalnya, terutama karena tinggal di lingkungan urban yang cenderung homogen secara praktik kebudayaan sehari-hari.

 

2. Minat dan Antusiasme Peserta Didik

  • Tinggi terhadap kegiatan yang bersifat performatif dan kreatif, seperti parade, pentas seni, lomba busana adat, dan bazar makanan.
  • Minat juga tinggi terhadap kuliner tradisional dan eksplorasi makanan khas daerah, apalagi jika terlibat langsung dalam proses pembuatan atau penjualannya (simulasi warung tradisional).
  • Tertarik pada pengalaman kolaboratif dan kerja kelompok, terutama jika diberi ruang untuk berekspresi, tampil di depan umum, atau mengunggah dokumentasi ke media sosial sekolah.

 

3. Latar Belakang Sosial dan Budaya

  • Peserta didik berasal dari berbagai etnis dan agama, seperti Jawa, Madura, Sunda, Tionghoa, Batak, dengan variasi budaya keluarga yang beragam (misalnya, tradisi lebaran, makanan khas, cara berbahasa).
  • Sebagian besar hidup di lingkungan perkotaan, sehingga memiliki akses ke informasi global namun kadang kurang mengenal budaya tradisional secara langsung.
  • Ada siswa yang berasal dari keluarga pedagang, pekerja swasta, ASN, hingga buruh harian, menunjukkan keragaman ekonomi yang dapat mempengaruhi keterlibatan dalam kegiatan (misalnya ketersediaan bahan untuk bazar, akses kostum adat, dll.)

 

4. Kebutuhan Belajar

  • Kebutuhan akan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi budaya, terutama di tengah perbedaan latar belakang.
  • Butuh stimulasi visual dan praktik langsung, seperti contoh busana, peta budaya, dan demo kuliner agar lebih memahami kekayaan budaya Nusantara.
  • Kebutuhan akan pembelajaran kolaboratif dan bermakna, melalui pengalaman nyata yang menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari (misal: memasak bersama orang tua, mewawancarai kakek/nenek tentang makanan adat).
  • Butuh fasilitasi dan pendampingan dalam memahami makna "Persatuan dalam Keberagaman" secara emosional dan sosial (misalnya melalui diskusi nilai, drama pendek, atau sesi refleksi).

 

5. Aspek Tambahan Lainnya

  • Tersedianya dukungan dari guru dan orang tua, terutama untuk menyiapkan kostum, properti, atau makanan khas dalam kegiatan parade dan warung pangan.
  • Lingkungan sekolah mendukung kegiatan budaya, seperti aula, halaman, dan taman sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pameran dan pentas budaya.
  • Dukungan komunitas lokal seperti kelompok seni, UMKM kuliner, atau tokoh budaya setempat juga dapat dilibatkan untuk memperkuat kegiatan.

 

Simpulan Umum Kesiapan:

Secara umum, peserta didik memiliki kesiapan yang cukup baik untuk mengikuti kegiatan kokurikuler Parade Budaya Nusantara & Warung Pangan Tradisional. Mereka memiliki pengetahuan awal dasar, minat yang tinggi, dan berasal dari latar belakang yang mendukung terjadinya pertukaran pengalaman budaya. Namun demikian, perlu diberikan pemantik pembelajaran kontekstual, pelatihan keterampilan praktis, dan fasilitasi kesetaraan partisipasi, agar seluruh siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran lintas budaya yang menyenangkan dan mendalam.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan FAKTUAL

Isi Materi:

  • Definisi dasar tentang Sumpah Pemuda dan isi ikrarnya (1928): “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia”.
  • Nama-nama dan ciri khas budaya dari berbagai daerah di Indonesia (pakaian adat, rumah adat, lagu daerah, tarian daerah, makanan khas).
  • Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan pemersatu bangsa.
  • Fakta tentang keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa dapat mengenali keberagaman budaya dari teman-temannya di sekolah yang berasal dari latar belakang berbeda.
  • Siswa mampu menyebutkan contoh budaya lokal maupun budaya daerah lain yang pernah mereka lihat di media, keluarga, atau masyarakat.
  • Siswa terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari dengan teman dari latar belakang yang berbeda.

 

2. Pengetahuan KONSEPTUAL

Isi Materi:

  • Konsep Persatuan dan Kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Konsep Bhinneka Tunggal Ika: keberagaman sebagai kekayaan, bukan pemecah belah.
  • Fungsi dan peran Bahasa Indonesia dalam menyatukan bangsa yang multikultural.
  • Konsep kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah serta keterkaitannya.
  • Konsep toleransi dan gotong royong dalam masyarakat yang beragam.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa memahami bahwa bekerja sama dalam perbedaan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat dan bersekolah.
  • Siswa dapat menjelaskan pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia dalam acara resmi, pelajaran, dan komunikasi nasional.
  • Siswa belajar untuk menghargai budaya teman yang berbeda dan tidak melakukan stereotip atau diskriminasi.

 3. Pengetahuan PROSEDURAL

Isi Materi:

  • Langkah-langkah menyusun dan menyiapkan Parade Budaya:
    • Menentukan tema budaya daerah yang akan ditampilkan.
    • Menyiapkan kostum dan properti budaya.
    • Melatih tarian, lagu, atau pembacaan puisi bertema nasionalisme.
  • Cara menyiapkan dan menyajikan makanan tradisional dalam kegiatan Warung Pangan Tradisional:
    • Menentukan jenis makanan.
    • Menyusun bahan, alat, dan langkah pembuatan.
    • Menata makanan dengan sentuhan budaya lokal.
  • Teknik presentasi, penampilan kelompok, dan cara menyampaikan makna budaya secara lisan.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa belajar bekerja sama dalam tim untuk merencanakan dan menampilkan budaya daerah secara terorganisasi.
  • Siswa memiliki pengalaman langsung dalam menyusun kegiatan yang mencerminkan budaya bangsa.
  • Siswa memperoleh keterampilan praktis (memasak, menari, berbicara di depan umum) yang berguna dalam kehidupan nyata dan masa depan.

 

4. Pengetahuan METAKOGNITIF

Isi Materi:

  • Refleksi atas pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
  • Kesadaran diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang kaya akan budaya.
  • Strategi belajar mengenal budaya: wawancara keluarga, riset, pengamatan langsung, kerja kelompok.
  • Kesadaran terhadap sikap eksklusif, intoleran, atau meremehkan budaya lain.
  • Penilaian terhadap efektivitas kegiatan parade dan warung tradisional dalam memperkuat semangat kebangsaan.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa mampu mengevaluasi sikapnya sendiri dalam memperlakukan teman yang berbeda latar belakang.
  • Siswa memahami pentingnya membuka diri dan belajar dari budaya lain untuk memperluas wawasan.
  • Siswa mampu mengatur strategi belajar budaya secara mandiri dan kritis untuk memperkuat identitas diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

 

Kesimpulan Umum

Kegiatan Parade Budaya Nusantara & Warung Pangan Tradisional dapat mengembangkan keempat jenis pengetahuan secara integratif:

  • Faktual: Memperkaya pengetahuan dasar tentang budaya dan nasionalisme.
  • Konseptual: Memahami nilai-nilai penting bangsa seperti toleransi, persatuan, dan identitas nasional.
  • Prosedural: Melatih keterampilan nyata dalam menyiapkan, menyajikan, dan menampilkan kebudayaan.
  • Metakognitif: Membentuk kesadaran, empati, dan refleksi diri sebagai warga negara yang cinta tanah air dan menjunjung tinggi keberagaman.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

  • Materi Terkait: Nilai-nilai kebangsaan, persatuan dalam keberagaman, hak dan kewajiban warga negara, Bhineka Tunggal Ika.
  • Kontribusi: Membentuk kesadaran kebangsaan dan semangat hidup bersama dalam perbedaan melalui pemahaman nilai-nilai Pancasila.
  • Aktivitas: Diskusi makna Sumpah Pemuda, membuat deklarasi “Kami Anak Bangsa”, dan menyusun kode etik parade budaya sebagai wujud toleransi dan persatuan.

 

2. Bahasa Indonesia

  • Materi Terkait: Menulis teks deskripsi, laporan, puisi, pidato, dan cerpen bertema budaya dan nasionalisme.
  • Kontribusi: Mengembangkan keterampilan berbahasa dan berpikir kritis melalui ekspresi kebudayaan dan nilai kebangsaan.
  • Aktivitas: Menulis puisi tentang keragaman budaya, membuat pidato pembukaan parade, atau menulis artikel pendek tentang makanan tradisional dari berbagai daerah.

 

3. Seni Budaya

  • Materi Terkait: Tarian tradisional, musik daerah, kostum adat, dan desain visual budaya.
  • Kontribusi: Menyalurkan ekspresi cinta budaya dan memperkuat identitas nasional melalui seni pertunjukan dan visual.
  • Aktivitas: Menampilkan tarian daerah, mendesain poster atau dekorasi parade, membuat pertunjukan mini budaya, serta menyiapkan kostum khas dari berbagai daerah.

 

4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  • Materi Terkait: Keragaman sosial dan budaya Indonesia, sejarah Sumpah Pemuda, peran budaya dalam membangun identitas nasional.
  • Kontribusi: Memberikan pemahaman kontekstual tentang sejarah dan keragaman budaya sebagai landasan kehidupan bersama.
  • Aktivitas: Penelitian sederhana tentang budaya daerah, membuat peta budaya Indonesia, dan menyusun profil budaya untuk stan Warung Pangan Tradisional.

 

5. Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU)

  • Materi Terkait: Pengolahan bahan makanan lokal, penyajian makanan, kewirausahaan berbasis budaya.
  • Kontribusi: Membangun keterampilan hidup dan sikap wirausaha melalui pengenalan makanan tradisional daerah.
  • Aktivitas: Merancang menu makanan tradisional, membuat dan menyajikan makanan khas daerah, menghitung biaya dan hasil penjualan dalam Warung Pangan Tradisional.

 

6. Bahasa Daerah / Muatan Lokal

  • Materi Terkait: Lagu daerah, pantun, ungkapan budaya lisan.
  • Kontribusi: Melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya dan memperkaya semangat kebhinekaan.
  • Aktivitas: Menyanyikan lagu daerah saat parade, membuat pantun dalam bahasa daerah, memperkenalkan kosa kata lokal dari makanan khas.

 

7. Informatika (TIK)

  • Materi Terkait: Desain poster digital, publikasi digital, dokumentasi kegiatan.
  • Kontribusi: Mengembangkan keterampilan digital dalam mempromosikan dan mendokumentasikan kebudayaan.
  • Aktivitas: Mendesain undangan digital parade budaya, membuat poster digital profil budaya daerah, mendokumentasikan kegiatan parade dan warung secara video atau foto.

Tujuan Pembelajaran

1.     Siswa mampu menjelaskan makna semboyan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” secara lisan dan tulisan dengan benar.

2.     Siswa mampu mengidentifikasi dan mempresentasikan minimal satu budaya daerah Indonesia (tarian, pakaian, atau makanan) secara berkelompok.

3.     Siswa mampu membuat karya seni (poster, puisi, atau dekorasi) yang mencerminkan semangat persatuan dan kebanggaan terhadap budaya bangsa.

4.     Siswa mampu menyusun dan mengelola stan Warung Pangan Tradisional secara kolaboratif dengan menyajikan makanan khas daerah dan menghitung biaya produksinya.

5.     Siswa mampu menunjukkan sikap toleransi, tanggung jawab, dan kerja sama dalam kegiatan Parade Budaya dan Warung Pangan Tradisional.

 

Topik Pembelajaran

Topik-topik Pembelajaran

  1. Keanekaragaman Budaya Nusantara: Simbol Persatuan dalam Kebhinnekaan
    • Fokus: Tarian daerah, pakaian adat, musik tradisional, dan rumah adat sebagai identitas nasional.
    • Aktivitas: Riset budaya daerah, membuat presentasi visual, atau membuat katalog mini budaya Nusantara.
  2. Pangan Tradisional sebagai Warisan Budaya
    • Fokus: Makanan khas daerah sebagai identitas budaya dan ekonomi lokal.
    • Aktivitas: Wawancara dengan pelaku UMKM makanan tradisional, membuat poster resep makanan khas, praktik memasak sederhana.
  3. Bahasa Indonesia: Bahasa Pemersatu Bangsa
    • Fokus: Peran Bahasa Indonesia dalam menyatukan berbagai suku dan budaya.
    • Aktivitas: Membuat puisi/pidato bertema persatuan, mendokumentasikan istilah daerah dan padanannya dalam Bahasa Indonesia.
  4. Mengenal Nilai Nasionalisme dan Gotong Royong dalam Budaya Lokal
    • Fokus: Nilai-nilai Pancasila dan semangat kebersamaan dalam tradisi masyarakat daerah.
    • Aktivitas: Studi kasus tradisi lokal (misalnya gotong royong panen, selamatan), diskusi kelompok, membuat kolase nilai.
  5. Kewirausahaan Sosial: Mengembangkan Warung Pangan Tradisional
    • Fokus: Konsep kewirausahaan berbasis budaya dan pangan lokal.
    • Aktivitas: Merancang stan Warung Pangan Tradisional, menghitung modal dan laba, membuat strategi promosi sederhana.
  6. Membuat Parade Budaya Nusantara: Perencanaan, Produksi, dan Tampilkan
    • Fokus: Pengembangan proyek kolaboratif mulai dari perencanaan, produksi kostum dan pertunjukan, hingga pelaksanaan parade.
    • Aktivitas: Membagi tugas tim (kostum, pertunjukan, narasi budaya), gladi resik, dan pelaksanaan parade di sekolah.

 

Praktik Pedagogis

MODEL PEMBELAJARAN

Project Based Learning (PjBL)

  • Alasan: Mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan proyek nyata (Parade Budaya & Warung Pangan).
  • Kaitan Profil Pancasila: Melatih kolaborasi, kreativitas dalam berkarya, dan kemampuan komunikasi saat presentasi.

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

Discovery Learning + Kolaboratif

  • Alasan: Siswa menggali sendiri informasi budaya dan pangan lokal lalu berdiskusi dalam kelompok lintas daerah.
  • Kaitan: Menumbuhkan kesadaran akan kekayaan budaya dan pentingnya menghargai perbedaan.

 

METODE PEMBELAJARAN

  1. Diskusi Kelompok Interaktif
    • Untuk mengembangkan komunikasi, saling menghargai, dan membangun pemahaman makna budaya.
  2. Studi Lapangan / Wawancara Mini (jika memungkinkan)
    • Untuk mengaitkan langsung dengan pengalaman lokal (pedagang tradisional, budayawan, orang tua siswa).
  3. Simulasi dan Role Play
    • Dalam Parade Budaya atau Warung Pangan, siswa berperan sebagai duta budaya atau pelaku UMKM.
  4. Presentasi Kreatif dan Pameran Karya
    • Untuk menumbuhkan rasa percaya diri, ekspresi budaya, dan kemampuan berbicara di depan umum.

 

Penerapan Prinsip:

  • Berkesadaran: Siswa diajak mengenali dan memahami jati diri budaya bangsa serta kontribusi mereka terhadap pelestariannya.
  • Bermakna: Topik budaya dan pangan dekat dengan kehidupan siswa; mereka merasa relevan dan terlibat secara emosional.
  • Menggembirakan: Melalui parade, permainan peran, dan eksplorasi makanan, siswa belajar sambil berekspresi dan bersenang-senang.

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Orang Tua/Wali Murid

  • Peran: Membantu menyiapkan pakaian adat, makanan tradisional, dan cerita budaya daerah asal keluarga.
  • Keterlibatan: Kolaborasi dalam parade, penyedia makanan khas, menjadi narasumber lokal.

 

2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota/Kabupaten

  • Peran: Memberi dukungan informasi budaya lokal, menyediakan narasumber, atau membantu dokumentasi.
  • Keterlibatan: Penyuluhan budaya, mengenalkan kekayaan budaya daerah, memberi sertifikat partisipasi.

 

3. UMKM Pangan Tradisional / Pasar Tradisional

  • Peran: Menjadi mitra dalam mengenalkan jenis pangan lokal, teknik memasak, dan nilai gizi makanan tradisional.
  • Keterlibatan: Demo masak, pameran makanan, stand edukasi pangan lokal.

 

4. Sanggar Seni dan Budaya Lokal

  • Peran: Memberikan pelatihan tari, musik, dan seni pertunjukan khas Nusantara.
  • Keterlibatan: Latihan pentas budaya, pengisi acara parade budaya.

 

5. Komite Sekolah / Komunitas Adat Lokal

  • Peran: Menjadi penghubung dengan tokoh masyarakat atau komunitas yang menjaga tradisi.
  • Keterlibatan: Narasumber dalam sesi refleksi budaya, penyedia bahan budaya dan properti tradisional.

 

6. Dinas Kesehatan atau Ahli Gizi Lokal

  • Peran: Memberikan edukasi tentang nilai gizi pangan tradisional dan pentingnya menjaga pola makan sehat.
  • Keterlibatan: Talkshow, poster edukatif, diskusi bersama siswa.

 

7. Media Lokal (TV/Radio/Surat Kabar)

  • Peran: Mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan siswa.
  • Keterlibatan: Menyebarkan semangat pelestarian budaya lewat media.

 

8. Alumni Sekolah / Kakak Kelas

  • Peran: Mentor proyek atau pemandu parade/pameran budaya.
  • Keterlibatan: Membantu perencanaan dan evaluasi kegiatan, berbagi inspirasi.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan nyata yang mendukung aktivitas eksploratif, kolaboratif, dan kreatif:

  • Halaman sekolah/lapangan terbuka:
    Untuk kegiatan parade budaya, pertunjukan seni, dan bazar warung pangan tradisional.
  • Ruang kelas yang fleksibel:
    Disusun untuk diskusi kelompok, praktik membuat poster budaya, menulis puisi, atau merancang warung mini.
  • Ruang serbaguna/aula:
    Untuk latihan pertunjukan seni, pentas budaya, atau pameran hasil karya siswa.
  • Sudut budaya di perpustakaan atau lorong sekolah:
    Menampilkan informasi tentang pakaian adat, makanan tradisional, sejarah daerah, dan cerita rakyat Nusantara.

 

2. Budaya Belajar

Nilai dan suasana yang diciptakan dalam proses pembelajaran agar bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan:

  • Kolaboratif dan inklusif:
    Semua siswa terlibat sesuai dengan potensi dan latar belakang budaya mereka, tanpa diskriminasi.
  • Menghargai keberagaman:
    Setiap budaya daerah diperlakukan setara dan dihargai sebagai kekayaan bangsa.
  • Berpikir kritis dan kreatif:
    Mendorong siswa untuk tidak hanya menampilkan budaya, tetapi juga menganalisis makna dan relevansinya dalam kehidupan masa kini.
  • Kegembiraan dalam belajar:
    Pembelajaran dikemas dalam bentuk proyek, permainan budaya, lomba kreatif, dan pertunjukan, sehingga siswa menikmati prosesnya.

 

Pemanfaatan Digital

1. Padlet/Google Jamboard – Kolaborasi Ide & Brainstorming Budaya

  • Digunakan untuk diskusi kelompok online terkait:
    • Ragam pakaian adat, makanan tradisional, lagu daerah.
    • Ide dekorasi parade atau desain warung budaya.
  • Interaktif dan kolaboratif karena siswa bisa menambahkan komentar, foto, dan referensi secara bersama.

 

2. Canva/PowerPoint – Desain Poster Digital & Presentasi Budaya

  • Siswa membuat poster digital yang menampilkan kekayaan budaya daerah (slogan, ilustrasi makanan, atau pakaian adat).
  • Menjadi media untuk menyampaikan hasil riset mereka secara visual menarik.
  • Kontekstual karena bisa mencerminkan budaya lokal dan nasional.

 

3. Google Sites / Blog Kelas – Dokumentasi Digital Kegiatan

  • Sebagai jurnal digital untuk mempublikasikan proses dan hasil pembelajaran.
  • Siswa dapat mengunggah:
    • Video parade budaya.
    • Resep pangan tradisional.
    • Refleksi pribadi atau kelompok.
  • Menumbuhkan literasi digital dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia secara kontekstual.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Langkah-Langkah Kegiatan Pembuka

1. Orientasi yang Bermakna (5 menit)

  • Guru menyapa siswa dengan lagu “Indonesia Raya” atau cuplikan video pendek tentang keberagaman budaya Nusantara.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan menjelajahi kekayaan budaya bangsa dan merayakan kebhinekaan melalui Parade Budaya dan Warung Pangan Tradisional.”

2. Apersepsi yang Kontekstual (5 menit)

  • Guru memancing pengetahuan awal dengan pertanyaan:
    • “Apa makanan khas daerah asal keluargamu?”
    • “Pernahkah kamu melihat pertunjukan budaya daerah seperti reog, tari saman, atau wayang?”
  • Menyambungkan pengalaman siswa dengan makna keberagaman budaya Indonesia.

3. Motivasi yang Menggembirakan (5 menit)

  • Guru menunjukkan gambar/foto lucu dan menarik dari warung tradisional dan parade budaya unik dari berbagai daerah.
  • Menyampaikan tantangan: “Kamu akan jadi duta budaya dan pengusaha mini warung pangan hari ini! Siap?”
  • Menyemangati siswa untuk berekspresi, berkolaborasi, dan menunjukkan kebanggaan sebagai anak Indonesia.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (Bermakna, Berkesadaran)

Tahap 1: Memahami (30 menit)

Tujuan: Siswa menyadari dan memahami keragaman budaya dan pangan tradisional sebagai kekayaan bangsa Indonesia.

Aktivitas:

  • Menonton video pendek tentang budaya Nusantara dan pangan lokal dari berbagai daerah (5 menit).
  • Diskusi kelompok kecil (3–5 orang): siswa membahas:
    • Apa makna "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa" bagi generasi muda?
    • Apa pangan tradisional dari daerahmu atau daerah lain yang pernah kamu coba?
      (10 menit)
  • Mencatat hal-hal penting pada lembar refleksi awal, seperti:
    • Keragaman budaya yang mereka temui.
    • Sikap toleransi dan kebanggaan terhadap budaya lokal.
      (15 menit)

Prinsip: Mindful & Meaningful → siswa diajak menyadari nilai budaya secara reflektif dan terhubung dengan pengalaman pribadi.

Mengaplikasi (Menggembirakan)

Tahap 2: Mengaplikasi (70 menit)

Tujuan: Siswa mampu menerapkan pemahaman dalam bentuk ekspresi kreatif dan kolaboratif.

Aktivitas:

  1. Tugas kelompok (35 menit):
    • Setiap kelompok memilih satu budaya daerah (lengkap dengan pakaian adat, tari/lagu daerah, dan satu jenis makanan khas).
    • Merancang konsep “Parade Budaya dan Warung Pangan” mini:
      • Siapa yang tampil sebagai penari/penyaji makanan?
      • Properti dan narasi budaya daerah?
      • Bahan/makanan lokal yang ditampilkan?
    • Mempersiapkan dekorasi dan alat peraga sederhana dari barang bekas.
  2. Simulasi Parade & Warung Pangan Tradisional (35 menit):
    • Setiap kelompok menampilkan parade budaya dan membuka stand mini warung pangan tradisional.
    • Kelompok lain mengunjungi, bertanya, mencicipi, dan memberikan umpan balik secara lisan.

Prinsip: Joyful & Meaningful → siswa belajar sambil berkarya, merayakan keberagaman secara kolaboratif.

Merefleksi (Berkesadaran)

Tahap 3: Merefleksi (35 menit)

Tujuan: Siswa mampu mengevaluasi pengalaman belajar dan mengaitkannya dengan nilai-nilai kebangsaan serta keterampilan abad 21.

Aktivitas:

  • Diskusi reflektif kelas: dipandu pertanyaan:
    • Apa tantangan saat bekerjasama dalam kelompok lintas budaya?
    • Apa pelajaran paling berharga dari parade budaya dan warung pangan tadi?
    • Bagaimana kegiatan ini menumbuhkan rasa cinta tanah air?
  • Menulis refleksi pribadi: siswa menuliskan:
    • Apa peran mereka dalam tim?
    • Bagaimana cara mereka berkontribusi secara kreatif dan komunikatif?
    • Apa rencana mereka untuk menjaga dan mempromosikan budaya lokal di masa depan?

Prinsip: Mindful → siswa menyadari peran dan potensi dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

 

Hasil yang Diharapkan:

  • Siswa mampu mengomunikasikan budaya Nusantara dengan percaya diri.
  • Siswa menunjukkan kreativitas dalam menampilkan budaya dan pangan tradisional.
  • Siswa merefleksikan makna kebhinekaan dan persatuan secara mendalam.
  • Siswa terlibat dalam pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, dan menyenangkan.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi

Guru memandu siswa melakukan refleksi terhadap isi pembelajaran hari ini, misalnya melalui pertanyaan pemantik:

  • Apa makna dari "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia" dalam kehidupanmu?
  • Mengapa penting bagi kita untuk mengenal dan mencintai budaya serta pangan tradisional Nusantara?
  • Apa hal paling menarik yang kamu pelajari dari parade budaya dan warung pangan tradisional tadi?

Siswa dapat menuliskan jawaban di jurnal refleksi atau dibagikan secara lisan oleh beberapa perwakilan.

 

2. Refleksi Akhir Pembelajaran

Ajak siswa menyadari proses belajar yang sudah mereka jalani hari ini:

  • Apa peranmu dalam kelompok dan apa kontribusimu?
  • Bagaimana kamu menunjukkan sikap kerja sama dan menghargai perbedaan?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki atau tingkatkan di pembelajaran selanjutnya?

Gunakan metode refleksi kreatif, seperti:

  • Menuliskan satu kata yang mewakili perasaannya hari ini di kertas warna-warni.
  • Membuat diagram “Bintang Belajarku” (isi dengan: Hal baru, hal favorit, hal menantang, peran saya, pesan moral).

 

3. Motivasi Penutup

Guru memberi penguatan dengan kutipan inspiratif atau pesan penyemangat:

“Mencintai budaya sendiri adalah langkah pertama menjadi bangsa yang besar. Dari keberagaman kita belajar saling memahami, dari persatuan kita membangun masa depan Indonesia.”

Ajak siswa bangga akan budaya lokal dan perannya sebagai generasi penerus penjaga warisan bangsa.

 

4. Tugas Pertemuan Berikutnya

Tugas Individu:

  • Buatlah sebuah esai singkat atau vlog (video pendek) berjudul:
    "Budaya Daerahku, Kebanggaanku"
    Isinya: deskripsi budaya atau makanan khas dari daerah masing-masing dan alasan mengapa harus dilestarikan.

Tugas Kelompok (opsional):

  • Merancang poster digital atau selebaran edukatif yang mempromosikan salah satu budaya atau pangan tradisional Indonesia, untuk dipamerkan di kelas atau mading sekolah.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen awal

 

Tujuan Asesmen Awal

  • Mengetahui latar belakang pengetahuan, minat, dan pengalaman siswa terkait budaya Nusantara dan pangan tradisional.
  • Mengidentifikasi kesiapan kognitif, afektif, dan sosial siswa sebelum memasuki pembelajaran mendalam.
  • Membantu guru menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

 

Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen Diagnostik / Formatif Awal
  • Bentuk Instrumen:
    • Angket Kesiapan Belajar (berisi pernyataan dan pertanyaan pilihan ganda serta isian singkat)
    • Mode Pelaksanaan:
      • Digital: Google Form / LMS (misal: Moodle)
      • Luring: Lembar cetak / wawancara ringan / sticky notes reflektif

 

Contoh Instrumen (5 Pernyataan/Pertanyaan)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur sesuai pengetahuan dan pengalamanmu.

  1. Apa makna semboyan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia” menurut pendapatmu?
    (Jawaban isian singkat – mengukur penguasaan konsep awal)
  2. Sebutkan minimal dua makanan tradisional dari daerah asalmu atau daerah lain yang kamu ketahui.
    (Isian singkat – mengukur keterhubungan siswa dengan tema)
  3. Seberapa sering kamu mengikuti atau menyaksikan kegiatan budaya seperti parade, pentas seni, atau bazar kuliner daerah?
    • a. Sering
    • b. Kadang-kadang
    • c. Jarang
    • d. Belum Pernah
      (Pilihan ganda – mengukur pengalaman dan minat)
  4. Saya merasa senang jika diminta menampilkan budaya dari daerah asal saya dalam sebuah kegiatan sekolah.
    • a. Sangat Setuju
    • b. Setuju
    • c. Tidak Setuju
    • d. Sangat Tidak Setuju
      (Skala Likert – mengukur kesiapan afektif)
  5. Menurutmu, apa manfaat mempelajari dan melestarikan budaya serta pangan tradisional Indonesia bagi generasi muda?
    (Isian singkat – mengukur nalar awal/kritis siswa)

 

Asesmen proses  Pembelajaran

Tujuan Asesmen Formatif

  • Memantau pemahaman dan partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung.
  • Memberi umpan balik kepada guru dan siswa untuk memperbaiki proses pembelajaran secara real-time.
  • Menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi siswa.

 

Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen Formatif / Proses
  • Bentuk Instrumen:
    • Observasi dengan rubrik sederhana
    • Pertanyaan reflektif saat belajar
    • Produk kerja/hasil diskusi kelompok (peta budaya, katalog pangan)
    • Kuis cepat / exit ticket / pertanyaan terbuka

 

Instrumen Format Simpel

1. Observasi Aktivitas Kelompok (Guru/Teman Sebaya)

Gunakan lembar ceklist atau skala rubrik 1–4

Indikator

Kriteria 1

2

3

4

Aktif berdiskusi dan menyumbang ide

Menghargai pendapat teman

Mengaitkan tema budaya dengan konteks lokal

Berperan dalam menyusun karya (poster/parade/warung)

 

2. Pertanyaan Refleksi Singkat (Mid-task / setelah diskusi)

Bentuk: Isian singkat (bisa lisan atau tulis)

  • “Apa budaya daerah yang baru kamu ketahui hari ini?”
  • “Apa tantangan yang kamu temui saat menyusun ide parade budaya?”
  • “Bagaimana makanan tradisional mencerminkan identitas suatu daerah?”

 

3. Kuis Ringan / Exit Ticket (menit akhir pembelajaran)

Bentuk: Kuis tulis/lisan 3–5 soal

Contoh soal:

  1. Sebutkan satu contoh makanan tradisional dari wilayah timur Indonesia!
  2. Mengapa penting untuk menjaga bahasa persatuan dalam kegiatan budaya?
  3. Apa dampaknya jika generasi muda melupakan tradisi dan pangan lokal?

 

4. Umpan Balik Siswa (Self/Peer Reflection)

Bentuk: Lembar pernyataan atau skala Likert

Contoh:

“Hari ini saya belajar bahwa…”
“Saya merasa terlibat aktif dalam kelompok saya.”
“Saya masih bingung tentang…”
Sangat Setuju / Setuju / Tidak Setuju / Tidak Paham

 

Asesmen akhir pembelajaran

Tujuan Asesmen Sumatif

Untuk mengetahui seberapa baik peserta didik:

  • Memahami makna persatuan dalam keberagaman budaya dan pangan lokal Indonesia.
  • Mengkomunikasikan gagasan secara kreatif dan kontekstual melalui presentasi, karya budaya, atau tulisan.
  • Mampu bekerja sama dan menunjukkan penalaran kritis dalam menyusun karya akhir.

 

Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen Sumatif (akhir pembelajaran)
  • Bentuk Instrumen:
    • Tes tertulis (esai/uraian pendek)
    • Unjuk kerja/produk (presentasi kelompok, warung pangan, parade budaya mini)
    • Portofolio/karya akhir (poster, brosur budaya, vlog pendek, dokumentasi makanan tradisional)
    • Rubrik penilaian produk dan proses

 

Instrumen Tertulis (Tes Akhir)

Bentuk: Isian / uraian pendek

(Pilih 3–5 dari soal berikut)

  1. Jelaskan mengapa semboyan "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa" penting dalam menjaga keutuhan Indonesia!
  2. Ceritakan satu bentuk keberagaman budaya daerahmu dan bagaimana itu memperkaya identitas bangsa.
  3. Jelaskan hubungan antara pangan tradisional dan budaya daerah asalnya.
  4. Bagaimana cara generasi muda bisa melestarikan budaya daerah di era digital?
  5. Jika kamu menjadi panitia Parade Budaya Nusantara, apa peranmu dan ide kreatif yang akan kamu usulkan?

 

Contoh Unjuk Kerja / Karya Proyek

Tugas Akhir:

  • Membuat Warung Pangan Tradisional Mini (display, menu, cerita sejarah makanan)
  • Mengadakan Mini Parade Budaya (kostum, narasi, poster atau alat musik daerah)
  • Membuat Brosur/Video yang memperkenalkan budaya daerah + makanan khas

 

Contoh Rubrik Penilaian Produk

Aspek Dinilai

Skor 1 (Kurang)

Skor 2 (Cukup)

Skor 3 (Baik)

Skor 4 (Sangat Baik)

Kreativitas dan keunikan ide

Relevansi isi dengan tema

Kerja sama dan kolaborasi tim

Kemampuan komunikasi

Penjelasan hubungan budaya–pangan

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LKPD Proyek Tematik

 

 

Tema                           : Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia
Judul Kegiatan            : Parade Budaya Nusantara & Warung Pangan Tradisional
Satuan Pendidikan      : SMPN 8 Malang
Durasi                         : 5 JP
Kelompok/Individu     : Kolaboratif & Reflektif
Tujuan LKPD:

  • Menggali dan memahami makna persatuan dalam keberagaman budaya dan pangan lokal.
  • Menumbuhkan kreativitas, komunikasi, dan penalaran kritis melalui kerja kelompok berbasis proyek budaya dan pangan tradisional.

 

Bagian 1: PEMAHAMAN KONSEP (Memahami)

A. Diskusi Kelas: Makna Persatuan dalam Keberagaman

Petunjuk: Diskusikan dalam kelompok, lalu tuliskan hasilnya!

  1. Apa makna dari semboyan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia” bagi generasi muda?
  2. Mengapa penting untuk menghargai keberagaman budaya dan pangan lokal di Indonesia?
  3. Bagaimana semboyan ini dapat terlihat nyata dalam kehidupan sekolah kita di SMPN 8 Malang?

Jawaban Diskusi Kelompok:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

B. Peta Konsep: Keragaman Budaya Nusantara

Tugas: Buat peta konsep sederhana yang menunjukkan:

  • Suku di Indonesia
  • Bahasa Daerah
  • Budaya/Tarian
  • Pangan Tradisional

Bisa digambar manual atau digital. Lampirkan hasilnya di halaman ini.

 

Bagian 2: APLIKASI (Mengaplikasi)

C. Proyek Kelompok: Parade Budaya & Warung Pangan Mini

Petunjuk:
Setiap kelompok memilih satu daerah di Indonesia untuk:

  • Menampilkan parade budaya mini (kostum, alat musik, atau tarian sederhana).
  • Membuat warung pangan tradisional dengan membawa makanan ringan khas daerah tersebut.
  • Menyiapkan presentasi pendek (3 menit) tentang budaya dan makanan itu.

Langkah-langkah yang harus dicapai kelompok:

  1. Pilih daerah: ____________

Tuliskan 2 budaya khas daerah tersebut:
a. ……………………………………………………………………………………………………
b. . …………………………………………………………………………………………………..

  1. Nama makanan tradisional yang akan dibawa: ……………………………………………
  2. Sejarah atau filosofi makanan tersebut: ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
  3. Slogan kelompok tentang keberagaman Indonesia: ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

Bagian 3: REFLEKSI (Merefleksi)

D. Refleksi Individu

Tulislah pendapatmu secara jujur berdasarkan pengalaman hari ini!

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari dari kegiatan ini?
  2. Apa hal yang paling kamu sukai? Mengapa?
  3. Bagaimana perasaanmu bisa mengenal budaya daerah lain di Indonesia?
  4. Apa yang ingin kamu lakukan untuk melestarikan budaya Nusantara?

 

Tambahan: Tantangan Kritis (Opsional / Higher Order Thinking)

 

E. Tantangan!

Bayangkan kamu menjadi Duta Budaya SMPN 8 Malang. Buatlah 3 langkah konkret agar generasi muda tetap bangga dengan budaya Indonesia, terutama di era globalisasi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...