Selasa, 24 Februari 2026

Modul ADIWIYATA konservasi air kelas 8 Pembelajaran Mendalam

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : VIII / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 2 X (3 x 45) meni

MATERI      :  Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Subtopik: Upaya pelestarian SDA (konservasi, edukasi, pemanfaatan teknologi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Konteks Sekolah dan Lingkungan

  • Lokasi: SMPN 8 Malang berada di tengah kota, dekat dengan pemukiman, pusat perdagangan, sekolah lain, dan fasilitas publik.
  • Karakteristik Lingkungan: Lingkungan urban dengan keberagaman sosial-ekonomi, budaya, dan tingkat pendidikan orang tua.
  • Akses SDA: Terbatas pada ruang hijau kota, taman kota, kebun sekolah, dan sumber air PDAM. Akses langsung ke SDA alami seperti hutan atau sungai relatif jauh.
  • Program Sekolah: Sekolah sudah menerapkan program Adiwiyata dan memiliki kegiatan peduli lingkungan (pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi energi).

 

2. Aspek Pengetahuan Awal

  • Pengetahuan Umum SDA:
    • Sebagian siswa sudah mengenal istilah SDA dari pelajaran IPS dan IPA, namun belum mendalam pada topik konservasi, edukasi lingkungan, dan pemanfaatan teknologi.
    • Banyak yang hanya mengaitkan pelestarian SDA dengan “menanam pohon” atau “tidak membuang sampah sembarangan”.
  • Pemahaman Konsep Konservasi:
    • Umumnya memahami konservasi sebagai menjaga lingkungan agar tetap bersih.
    • Belum memahami bentuk konservasi yang spesifik (misalnya konservasi air, tanah, keanekaragaman hayati).
  • Pengetahuan Teknologi untuk Pelestarian SDA:
    • Mengenal secara umum teknologi seperti panel surya atau filter air, namun belum tahu prinsip kerja dan penerapan lokalnya.

 

3. Aspek Minat

  • Topik yang Menarik:
    • Siswa lebih tertarik pada hal yang melibatkan kegiatan langsung, eksperimen, atau pembuatan produk (misalnya membuat komposter, membuat filter air sederhana).
    • Menunjukkan minat tinggi pada proyek yang berhubungan dengan inovasi teknologi sederhana.
  • Minat Berdasarkan Pengalaman:
    • Siswa yang terlibat di ekstrakurikuler Pramuka, KIR, atau Adiwiyata biasanya lebih antusias mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan.
    • Siswa yang hobi media sosial tertarik membuat konten kampanye digital tentang SDA.

 

4. Aspek Latar Belakang

  • Keberagaman Sosial-Ekonomi:
    • Ada siswa yang tinggal di perumahan modern dengan fasilitas teknologi ramah lingkungan.
    • Ada pula yang tinggal di kawasan padat penduduk dengan permasalahan lingkungan seperti sampah dan drainase buruk.
  • Akses ke Sumber Belajar:
    • Siswa memiliki akses internet cukup baik (karena berada di tengah kota), sehingga sumber informasi daring mudah diperoleh.
    • Sebagian siswa memiliki keterbatasan dalam pengalaman lapangan terkait pengelolaan SDA alami.
  • Pengaruh Lingkungan Keluarga:
    • Keluarga yang memiliki kebiasaan peduli lingkungan cenderung menanamkan nilai konservasi.
    • Ada pula keluarga yang masih abai terhadap pengelolaan SDA, sehingga perlu edukasi tambahan.

 

5. Aspek Kebutuhan Belajar

  • Kebutuhan Materi:
    • Pemahaman yang lebih komprehensif tentang konservasi (tanah, air, keanekaragaman hayati).
    • Pengetahuan tentang teknologi sederhana yang dapat membantu pelestarian SDA.
    • Keterampilan membuat proyek praktis terkait pemanfaatan teknologi untuk konservasi.
  • Kebutuhan Keterampilan:
    • Mengamati dan mengidentifikasi permasalahan SDA di sekitar.
    • Merancang solusi kreatif dan aplikatif untuk pelestarian.
    • Berkomunikasi dan mengedukasi masyarakat melalui media kreatif.
  • Kebutuhan Sikap:
    • Menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap SDA.
    • Membangun kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

6. Aspek Lainnya

  • Gaya Belajar:
    • Dominan visual dan kinestetik — menyukai infografis, video, dan praktik langsung.
  • Kesiapan Fisik dan Psikologis:
    • Sebagian siswa sangat aktif dan senang bekerja berkelompok.
    • Perlu pendampingan bagi siswa yang kurang percaya diri atau cenderung pasif.
  • Potensi Hambatan:
    • Perbedaan motivasi antar siswa.
    • Waktu belajar kokurikuler yang terbatas.
    • Minimnya akses langsung ke lokasi konservasi alami di sekitar sekolah.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual


• Contoh sumber daya alam terbarukan: air, udara, hutan, tanah, sinar matahari.
• Contoh sumber daya alam tidak terbarukan: minyak bumi, batu bara, gas alam, mineral logam.
• Fakta pemanfaatan SDA di Malang, misalnya:
o Air PDAM untuk kebutuhan rumah tangga.
o Apel Batu sebagai produk pertanian lokal.
o Batu andesit dari tambang untuk bahan bangunan.
• Data penggunaan energi listrik dan air di rumah tangga.
• Fakta penggunaan teknologi sederhana untuk pelestarian SDA, misalnya pemanfaatan biopori dan komposter sekolah.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa dapat mengamati langsung bagaimana keluarga mereka memanfaatkan air, listrik, dan bahan pangan yang berasal dari SDA, serta mengenali produk lokal yang mereka konsumsi sehari-hari.

 

2. Pengetahuan Konseptual


• Konsep pemanfaatan berkelanjutan (sustainable use).
• Hubungan antara kebutuhan manusia, ketersediaan SDA, dan dampaknya terhadap lingkungan.
• Klasifikasi SDA berdasarkan sifat pembaruan dan kegunaannya.
• Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan SDA.
• Konsep konservasi sumber daya alam (air, tanah, udara, keanekaragaman hayati).
• Peran edukasi masyarakat dalam menjaga kelestarian SDA.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa dapat mengaitkan konsep ini dengan kebiasaan di rumah dan sekolah, seperti menghemat listrik, membawa botol minum sendiri, menanam tanaman di pekarangan, dan memilah sampah organik dan anorganik.

 

3. Pengetahuan Prosedural


• Langkah-langkah melakukan observasi pemanfaatan SDA di lingkungan sekitar.
• Cara mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari pemanfaatan SDA.
• Prosedur membuat laporan hasil pengamatan (laporan tertulis atau presentasi).
• Langkah-langkah sederhana untuk menghemat SDA di rumah/sekolah.
• Prosedur membuat teknologi sederhana untuk pelestarian SDA (misalnya komposter mini, filter air sederhana, atau penampung air hujan).

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa dapat mempraktikkan prosedur ini saat mengerjakan tugas kelompok, misalnya melakukan survei penggunaan air di rumah, membuat komposter untuk mengolah sampah dapur, atau mengamati kondisi taman kota dan lingkungan sekolah.

 

4. Pengetahuan Metakognitif


• Kesadaran diri dalam menggunakan SDA secara bijak.
• Strategi belajar mandiri untuk memahami isu lingkungan (mencari artikel, video edukasi, atau infografis).
• Kemampuan merefleksi kebiasaan pribadi dan keluarga dalam memanfaatkan SDA.
• Keterampilan memilih informasi yang relevan dan dapat dipercaya tentang SDA dan teknologi pelestarian.
• Kemampuan merencanakan aksi pelestarian SDA yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari:
Siswa dapat mengubah perilaku konsumsi energi dan air di rumah setelah menyadari dampak jangka panjangnya, serta memberi saran kepada keluarga untuk lebih hemat dan ramah lingkungan. Mereka juga dapat menjadi agen perubahan di sekolah dengan membuat ide proyek konservasi yang realistis dan bermanfaat.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami keberagaman kondisi geografis Indonesia, konektivitas antar ruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam, faktor aktivitas manusia terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam

Lintas Disiplin Ilmu

  • Dengan IPA
    Siswa dapat mempelajari ekosistem, keanekaragaman hayati, dan siklus air untuk memahami pentingnya pelestarian SDA. Dalam konteks teknologi, IPA juga membahas prinsip kerja panel surya, lubang biopori, dan filter air sederhana yang dapat digunakan sebagai upaya konservasi.
  • Dengan Matematika
    Data hasil survei penggunaan air atau listrik di rumah dapat diolah menjadi grafik atau diagram. Perhitungan juga dapat digunakan untuk mengetahui potensi penghematan biaya jika menggunakan teknologi hemat energi.
  • Dengan Bahasa Indonesia
    Siswa dapat menulis laporan hasil pengamatan lapangan, membuat teks pidato persuasif tentang konservasi, atau menyusun artikel edukasi lingkungan yang dapat dipublikasikan di mading sekolah.
  • Dengan Bahasa Inggris
    Pembelajaran dapat diarahkan pada pengenalan kosakata tentang lingkungan, penulisan teks prosedur pembuatan teknologi sederhana pelestarian SDA, atau pembuatan poster dan video kampanye berbahasa Inggris yang dapat disebarkan secara digital.
  • Dengan Prakarya dan Kewirausahaan
    Siswa dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos atau menciptakan produk kreatif dari limbah plastik dan kertas. Pembelajaran ini menggabungkan keterampilan teknis dengan nilai ekonomi dari SDA.
  • Dengan Seni Budaya
    Materi pelestarian SDA dapat dituangkan dalam karya seni seperti mural, poster, atau lagu kampanye lingkungan. Seni menjadi media efektif untuk mengedukasi masyarakat dan menumbuhkan kepedulian.
  • Dengan Informatika
    Siswa dapat membuat infografis tentang penggunaan SDA, mengolah data hasil survei, atau membuat video dan konten media sosial kampanye hemat energi dan air.
  • Dengan PJOK
    Konsep lingkungan sehat dapat diintegrasikan melalui kegiatan olahraga di area hijau sekolah, misalnya senam pagi di taman sekolah sambil melakukan aksi bersih-bersih lingkungan.

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Siswa dapat menyebutkan minimal 5 contoh upaya pelestarian SDA di lingkungan sekitar dengan benar.

2.     Siswa dapat menjelaskan pengertian konservasi, edukasi lingkungan, dan pemanfaatan teknologi sederhana untuk pelestarian SDA secara lisan maupun tertulis.

3.     Siswa dapat mengidentifikasi minimal 3 permasalahan SDA di lingkungan rumah atau sekolah melalui observasi langsung.

4.     Siswa dapat merancang satu ide proyek sederhana pelestarian SDA yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

5.     Siswa dapat mempresentasikan hasil proyek atau ide pelestarian SDA menggunakan media kreatif (poster, video, atau presentasi digital) di depan kelompok/sekelas.

 

Topik Pembelajaran

1.     “Konservasi Air: Dari Sumur ke Sungai”
Fokus pada upaya menjaga ketersediaan air bersih, teknik penghematan, dan pemanfaatan kembali air.

2.     “Sekolah Hemat Energi, Sekolah Ramah Lingkungan”
Mengajak siswa mengidentifikasi penggunaan energi di sekolah dan membuat solusi hemat energi berbasis teknologi sederhana.

3.     “Teknologi Hijau untuk Masa Depan”
Mengenal dan mencoba teknologi sederhana seperti biopori, komposter, atau filter air alami untuk mendukung pelestarian SDA.

4.     “Dari Sampah Jadi Rupiah”
Edukasi dan praktik pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang memiliki nilai ekonomi.

5.     “Pahlawan Lingkungan di Lingkungan Kita”
Menggali cerita dan inspirasi dari tokoh atau komunitas lokal yang berperan aktif dalam pelestarian sumber daya alam.

 

Praktik Pedagogis

1. Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)

  • Implementasi: Siswa melakukan observasi lingkungan, merancang solusi konservasi/teknologi sederhana, dan mempresentasikan hasilnya.
  • Hasil: Mengembangkan penalaran kritis (analisis masalah), kreativitas (ide solusi), dan komunikasi (presentasi).

2. Strategi: Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)

  • Implementasi: Guru memandu siswa menggali data penggunaan air/energi, menanyakan sebab-akibat, dan mengaitkan dengan prinsip konservasi.
  • Hasil: Mendorong berpikir kritis berbasis bukti.

3. Metode: Diskusi Kelompok dan Presentasi Interaktif

  • Implementasi: Kelompok mendiskusikan ide pelestarian SDA, membuat media kreatif (poster, video), lalu mempresentasikannya dengan interaktif.
  • Hasil: Meningkatkan komunikasi efektif dan rasa percaya diri.

4. Aktivitas Penguatan Prinsip “Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan”

  • Berkesadaran: Refleksi harian tentang penggunaan SDA pribadi.
  • Bermakna: Proyek nyata yang berdampak di lingkungan sekolah/rumah.
  • Menggembirakan: Tantangan kreatif seperti lomba poster atau vlog hemat energi dengan unsur permainan (gamifikasi).

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Instansi Pemerintah & Lingkungan

  • Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang → memberikan materi edukasi lingkungan dan pelatihan pengelolaan sampah.
  • Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur → edukasi konservasi flora dan fauna.
  • PDAM Kota Malang → sosialisasi penghematan air bersih dan pengelolaan distribusi air.

2. Lembaga Pendidikan & Penelitian

  • Perguruan Tinggi seperti Universitas Brawijaya & Universitas Negeri Malang → narasumber teknologi ramah lingkungan, penelitian sederhana, dan pelatihan.
  • Sekolah lain (untuk kolaborasi projek lingkungan antar sekolah).

3. LSM & Komunitas

  • Walhi Jawa Timur → kampanye kesadaran lingkungan dan advokasi SDA.
  • Komunitas Earth Hour Malang → kegiatan hemat energi dan kampanye publik.
  • Komunitas Malang Sedekah Sampah → edukasi dan praktik pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

4. Dunia Usaha & Industri

  • Perusahaan pengelolaan limbah & daur ulang → praktik lapangan dan workshop 3R.
  • Perusahaan energi terbarukan → memperkenalkan teknologi panel surya, biogas, atau hidroponik.
  • UMKM ramah lingkungan → contoh produk berkelanjutan dari SDA lokal.

5. Media & Platform Edukasi

  • Radio/TV lokal → publikasi kegiatan siswa dan edukasi lingkungan.
  • Platform digital edukasi lingkungan → bahan belajar interaktif.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

  • Kelas interaktif dengan tata kursi fleksibel (melingkar atau kelompok) agar mendukung diskusi dan kolaborasi.
  • Area terbuka sekolah seperti taman, kebun sekolah, atau halaman untuk observasi langsung contoh SDA terbarukan (tanaman, air, sinar matahari).
  • Laboratorium IPA untuk eksperimen sederhana membandingkan energi terbarukan dan tidak terbarukan.
  • Lapangan atau area luar sekolah untuk kunjungan lapangan ke tempat pengelolaan SDA (misalnya PDAM, bank sampah, atau area pertanian kota).

2. Budaya Belajar

  • Kolaboratif → siswa bekerja dalam kelompok heterogen untuk saling bertukar ide.
  • Berorientasi proyek → pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang menghasilkan solusi kreatif untuk pelestarian SDA.
  • Berbasis masalah nyata → topik pembelajaran dihubungkan dengan isu lingkungan di Kota Malang.
  • Reflektif dan partisipatif → memberi ruang untuk diskusi, umpan balik, dan refleksi individu maupun kelompok.
  • Berwawasan lingkungan → mendorong kebiasaan hemat energi, mengurangi sampah, dan memanfaatkan SDA secara bijak di sekolah.

 

Pemanfaatan Digital

Ruang Virtual (Digital Learning Environment)

a. Platform pembelajaran digital:

  • Google Classroom / Microsoft Teams / Edmodo
     untuk mengelola materi, tugas, diskusi daring, dan umpan balik guru.

b. Aplikasi atau media digital pendukung:

  • Kahoot, Quizizz, Wordwall → untuk evaluasi formatif yang menyenangkan.
  • Canva / Google Slides / Padlet → untuk membuat infografis, kolase, atau poster digital tentang strategi adaptasi.
  • YouTube / Website BMKG / Kementan / KKP → sumber belajar multimedia aktual terkait perubahan iklim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1.  Orientasi yang Bermakna (± 3 menit)

  • Guru menyapa siswa dengan hangat, memastikan kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Menjelaskan pentingnya pelestarian SDA dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kota Malang yang sedang berkembang pesat.

2.  Apersepsi yang Kontekstual (± 5 menit)

  • Guru menampilkan foto/video singkat tentang kondisi sumber daya alam di Malang (misalnya sungai bersih vs tercemar, hutan lindung vs area gundul).
  • Mengajak siswa berdiskusi singkat: “Pernahkah kalian melihat perubahan lingkungan di sekitar rumah atau sekolah? Apa yang terjadi?”

3.  Motivasi yang Menggembirakan (± 5 menit)

  • Guru membagi siswa ke kelompok kecil dan memberikan tantangan awal:
    “Hari ini kita akan mencari solusi kreatif untuk menjaga sumber daya alam di Malang. Kalian akan menjadi Tim Penyelamat Bumi!”
  • Memberikan reward simbolis (misalnya stiker atau poin kelompok) bagi yang memberi ide awal paling kreatif.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tujuan: Siswa membangun kesadaran dan pengetahuan dasar tentang pentingnya pelestarian SDA.

Aktivitas:

  1. Pembukaan Mindful (5 menit)
    • Guru memandu siswa melakukan mindful breathing singkat sambil memikirkan lingkungan sekitar rumah mereka.
    • Guru mengaitkan pengalaman itu dengan peran SDA dalam kehidupan mereka sehari-hari.
  2. Pemantik Bermakna (10 menit)
    • Guru memutar video singkat tentang kondisi SDA di Malang dan contoh upaya pelestarian di daerah lain.
    • Tanya jawab singkat: “Apa masalah utama yang kalian lihat?” dan “Mengapa SDA perlu dilestarikan?”
  3. Eksplorasi Pengetahuan (30 menit)
    • Siswa dibagi menjadi kelompok kecil.
    • Masing-masing kelompok mempelajari 1 aspek upaya pelestarian SDA (konservasi, edukasi, atau pemanfaatan teknologi).
    • Menggunakan sumber buku, artikel, dan internet untuk membuat mind map atau poster singkat yang menjelaskan konsep tersebut.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan: Siswa menerapkan pengetahuan dengan kreativitas dan komunikasi efektif.

Aktivitas:

  1. Tantangan Kreatif (30 menit)
    • Setiap kelompok membuat prototipe atau ide solusi pelestarian SDA yang bisa diterapkan di sekolah atau lingkungan rumah.
    • Contoh: rancangan taman vertikal, sistem penghematan air, kampanye edukasi lingkungan.
    • Siswa mempresentasikan prototipe dengan media kreatif (poster, mini video, atau model 3D sederhana).
  2. Sesi Presentasi & Diskusi Kritis (25 menit)
    • Setiap kelompok mempresentasikan ide mereka (maks. 5 menit per kelompok).
    • Kelompok lain memberikan 2 pertanyaan kritis dan 1 apresiasi untuk setiap presentasi.
    • Guru memandu diskusi dengan pertanyaan reflektif: “Apa dampak solusi ini?” dan “Apa tantangan penerapannya?”

 

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Siswa mengevaluasi proses belajar dan menginternalisasi nilai-nilai pelestarian SDA.

Aktivitas:

  1. Refleksi Individu (10 menit)
    • Siswa menulis learning journal:
      • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini?
      • Bagaimana saya bisa berkontribusi dalam pelestarian SDA di rumah/sekolah?
      • Perasaan saya saat bekerja dalam kelompok?
  2. Refleksi Bersama yang Joyful (15 menit)
    • Guru mengajak siswa bermain “Lingkar Apresiasi”: setiap siswa menyebutkan satu ide atau aksi teman yang mereka kagumi hari ini.
    • Guru memberi penghargaan simbolis (stiker, poin, atau sertifikat kelompok) untuk ide paling kreatif dan solusi paling realistis.
  3. Penutup Bermakna (10 menit)
    • Guru menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran.
    • Mengajak siswa berkomitmen melakukan minimal 1 aksi nyata pelestarian SDA selama seminggu ke depan.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi

Guru memandu siswa untuk mengingat kembali poin-poin penting:

  • Jenis upaya pelestarian SDA: konservasi, edukasi, pemanfaatan teknologi.
  • Contoh penerapan di kehidupan sehari-hari.
  • Dampak positif pelestarian terhadap lingkungan dan masyarakat.
    Guru mengajak siswa menanggapi pertanyaan:

“Dari ketiga upaya pelestarian, mana yang paling mudah kalian lakukan mulai sekarang? Mengapa?”

 

2. Refleksi Akhir Pembelajaran

  • Siswa menuliskan learning log singkat:
    • Hal baru yang dipelajari.
    • Hal yang mengejutkan atau membuat mereka berpikir ulang tentang SDA.
    • Satu kebiasaan yang akan diubah di rumah/sekolah untuk mendukung pelestarian SDA.
  • Beberapa siswa berbagi hasil refleksinya di depan kelas.

 

3. Motivasi

Guru memberikan pesan inspiratif:

“Pelestarian SDA bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Setiap langkah kecil yang kalian lakukan—menghemat air, memanfaatkan barang bekas, menanam pohon—akan memberi dampak besar di masa depan. Kalian bisa jadi generasi yang mengubah dunia menjadi lebih hijau.”

 

4. Tugas Pertemuan Berikutnya

  • Tugas Individu: Membuat catatan harian selama 7 hari tentang upaya pelestarian SDA yang dilakukan di rumah, dilengkapi foto atau ilustrasi.
  • Tugas Kelompok: Menyiapkan ide proyek kecil pelestarian SDA yang dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah. Proyek ini akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Asesmen Awal

1. Tujuan

Mengetahui pengetahuan awal, minat, pengalaman, dan sikap siswa terkait pelestarian sumber daya alam, agar guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran.

 

2. Bentuk Asesmen

Gabungan: Kuesioner singkat + Diskusi interaktif.

 

3. Instrumen Asesmen

A. Pertanyaan Pengetahuan Awal (skala pilihan ganda & isian singkat)

  1. Sebutkan 3 contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui dan 3 yang tidak dapat diperbarui.
  2. Apa arti konservasi menurut kalian?
  3. Sebutkan 2 contoh upaya pelestarian SDA yang pernah kalian lihat di Malang.
  4. Menurut kalian, bagaimana teknologi bisa membantu menjaga SDA?

B. Pertanyaan Minat & Sikap (skala Likert 1–4: sangat tidak setuju – sangat setuju)
5. Saya tertarik belajar tentang pelestarian SDA.
6. Saya ingin berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan di sekolah.
7. Saya sering mempraktikkan perilaku ramah lingkungan di rumah.

C. Pertanyaan Pengalaman (isian singkat)
8. Pernahkah kalian ikut kegiatan bersih-bersih lingkungan, menanam pohon, atau kampanye hemat energi? Ceritakan singkat.

 

4. Langkah Pelaksanaan

  1. Guru menjelaskan bahwa asesmen ini bukan tes nilai, melainkan untuk mengenal kesiapan siswa.
  2. Siswa mengisi kuesioner (5–10 menit).
  3. Guru mengajak diskusi santai tentang beberapa jawaban menarik atau unik (10 menit).

 

5. Pemanfaatan Hasil

  • Jika banyak siswa belum memahami konsep dasar SDA → guru menambah porsi penjelasan faktual di awal.
  • Jika minat tinggi → guru lebih banyak gunakan metode proyek kreatif.
  • Jika sikap peduli rendah → guru menguatkan motivasi dengan studi kasus yang dekat dengan kehidupan mereka.

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Asesmen Formatif

1. Tujuan

Mengetahui sejauh mana siswa memahami konsep, mampu mengaplikasikan, dan memiliki sikap positif terhadap pelestarian SDA selama proses pembelajaran berlangsung, serta memberikan umpan balik cepat.

 

2. Jenis Asesmen

  • Kognitif → Pemahaman konsep.
  • Keterampilan/Proses → Kemampuan mengaplikasikan prosedur atau membuat solusi.
  • Afektif → Sikap dan kepedulian terhadap SDA.

 

3. Bentuk & Instrumen

A. Observasi Kegiatan Kelompok

Bentuk: Lembar observasi guru
Instrumen: Rubrik penilaian (skor 1–4) untuk indikator berikut:

  1. Keaktifan memberikan ide terkait konservasi, edukasi, atau pemanfaatan teknologi.
  2. Kemampuan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Kerja sama dan komunikasi dalam kelompok.

 

B. Kuis Cepat di Tengah Pembelajaran (5–10 menit)

Bentuk: Pertanyaan lisan/tertulis sederhana (3–5 soal)
Contoh Soal:

  1. Sebutkan dua contoh teknologi yang digunakan untuk melestarikan SDA.
  2. Mengapa konservasi hutan penting bagi kota Malang?
  3. Sebutkan satu kebiasaan di rumah yang termasuk prinsip 3R.

 

C. Exit Ticket / Kartu Umpan Balik

Bentuk: Kertas kecil/Google Form di akhir sesi inti
Instrumen:

  • 1 hal baru yang saya pelajari hari ini.
  • 1 hal yang masih membingungkan.
  • 1 ide saya untuk melestarikan SDA di Malang.

 

4. Waktu Pelaksanaan

  • Observasi → Sepanjang aktivitas kelompok.
  • Kuis cepat → Setelah sesi Memahami.
  • Exit ticket → 5 menit sebelum penutup.

 

5. Pemanfaatan Hasil

  • Observasi → Menilai keterampilan komunikasi dan kerja sama.
  • Kuis cepat → Mengidentifikasi pemahaman konsep untuk segera diperbaiki bila ada miskonsepsi.
  • Exit ticket → Mengetahui pemahaman mendalam dan ide kreatif siswa untuk materi lanjutan.

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Asesmen Sumatif

1. Tujuan

Mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik setelah proses pembelajaran selesai.

 

2. Jenis Asesmen

  • Kognitif → Pemahaman konsep pelestarian SDA (konservasi, edukasi, teknologi).
  • Keterampilan → Kemampuan merancang solusi atau proyek pelestarian SDA.
  • Afektif → Sikap peduli dan perilaku positif terhadap lingkungan.

 

3. Bentuk & Instrumen

A. Tes Tertulis (Kognitif)

Bentuk: Pilihan ganda & uraian singkat (total 10 soal).
Contoh Soal:

  1. (Pilihan ganda) Prinsip 3R yang benar adalah…
    a. Reduce, Reuse, Repair
    b. Reduce, Reuse, Recycle
    v
    c. Remove, Reduce, Reuse
    d. Repair, Reuse, Reduce
  2. (Uraian singkat) Jelaskan satu contoh pemanfaatan teknologi untuk melestarikan SDA di Malang.
  3. (Uraian singkat) Mengapa edukasi lingkungan penting untuk masyarakat kota?

 

B. Proyek Mini (Keterampilan)

Bentuk: Poster atau presentasi singkat.
Instrumen: Rubrik penilaian (skor 1–4) dengan kriteria:

  1. Kesesuaian ide dengan konsep pelestarian SDA.
  2. Kreativitas dan kejelasan penyajian.
  3. Kemampuan menjelaskan ide saat presentasi.

 

C. Penilaian Sikap (Afektif)

Bentuk: Lembar observasi guru selama proses & presentasi proyek.
Indikator:

  1. Kepedulian terhadap isu lingkungan.
  2. Partisipasi aktif dalam diskusi.
  3. Sikap kerja sama dan menghargai pendapat orang lain.

 

4. Waktu Pelaksanaan

  • Tes tertulis → 20–30 menit di akhir pertemuan.
  • Proyek mini → Diselesaikan di kelas atau rumah dalam 1 minggu.
  • Observasi sikap → Sepanjang kegiatan pembelajaran dan presentasi.

 

5. Pemanfaatan Hasil

  • Tes tertulis → Mengukur penguasaan materi.
  • Proyek mini → Mengukur kreativitas dan penerapan konsep.
  • Observasi sikap → Mengukur profil karakter siswa terkait kepedulian lingkungan.

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.


 

Rubrik Penilaian Diskusi Kelas

Indikator

Baru Memulai (1)

Berkembang (2)

Cakap (3)

Mahir (4)

Keaktifan Bertanya

Tidak bertanya atau hanya sekali bertanya.

Bertanya beberapa kali, tetapi kurang relevan.

Bertanya dengan relevansi terhadap topik.

Sering bertanya dengan pertanyaan yang mendalam dan relevan.

Kerja Sama

Tidak aktif bekerja sama, cenderung bekerja sendiri.

Beberapa interaksi dengan teman, tetapi masih sering bekerja sendiri.

Aktif bekerja sama, mendengarkan pendapat teman.

Sangat aktif bekerja sama, memimpin diskusi, dan menghargai pendapat teman.

Kreativitas

Tidak mengajukan ide atau solusi baru.

Mengajukan beberapa ide, tetapi kurang terstruktur.

Mengajukan ide-ide yang kreatif dan relevan.

Mengajukan ide yang sangat kreatif dan inovatif, menyelesaikan masalah dengan pendekatan baru.

Kemampuan Komunikasi

Mengungkapkan ide secara terbatas atau sulit dipahami.

Bisa mengungkapkan ide, namun terkadang kurang jelas.

Menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur.

Menyampaikan ide secara sangat jelas, meyakinkan, dan mampu mempengaruhi diskusi.


Penjelasan Kriteria

  1. Keaktifan Bertanya:
    • Baru Memulai: Siswa jarang atau tidak bertanya selama diskusi.
    • Berkembang: Siswa bertanya, namun pertanyaan yang diajukan kurang relevan atau tidak mendalam.
    • Cakap: Siswa aktif bertanya dan pertanyaannya relevan serta membantu memperdalam diskusi.
    • Mahir: Siswa sering bertanya dengan pertanyaan yang sangat relevan, mendalam, dan merangsang pemikiran lebih lanjut dari teman-teman sekelas.
  2. Kerja Sama:
    • Baru Memulai: Siswa jarang berkolaborasi atau cenderung bekerja sendiri tanpa melibatkan teman.
    • Berkembang: Siswa mulai berkolaborasi, namun kadang masih kurang terlibat secara aktif dalam diskusi kelompok.
    • Cakap: Siswa bekerja sama dengan baik, mendengarkan teman, dan aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok.
    • Mahir: Siswa sangat kolaboratif, mendengarkan dan memberikan kontribusi yang berarti, serta mendorong teman-temannya untuk berbicara.
  3. Kreativitas:
    • Baru Memulai: Siswa tidak mengajukan ide atau solusi baru dalam diskusi.
    • Berkembang: Siswa mengajukan beberapa ide, tetapi ide-idenya tidak cukup terstruktur atau tidak sepenuhnya relevan dengan topik.
    • Cakap: Siswa mengajukan ide yang relevan dan kreatif, membantu memecahkan masalah atau memperkaya diskusi.
    • Mahir: Siswa mengajukan solusi atau ide yang sangat kreatif, inovatif, dan berguna dalam konteks diskusi yang terjadi.
  4. Kemampuan Komunikasi:
    • Baru Memulai: Siswa kesulitan mengungkapkan ide mereka atau sulit dipahami oleh teman-temannya.
    • Berkembang: Siswa mengungkapkan ide, namun terkadang masih kurang jelas atau kurang terstruktur.
    • Cakap: Siswa dapat menyampaikan ide dengan jelas dan mudah dipahami oleh teman-teman.
    • Mahir: Siswa menyampaikan ide dengan sangat jelas, terstruktur, dan mampu mempengaruhi jalannya diskusi.

 

Cara Penggunaan Rubrik

  • Penyusunan Nilai: Setiap siswa dinilai berdasarkan keempat indikator dengan skala 1 hingga 4 untuk setiap indikator.
  • Total Skor: Setiap indikator memiliki skor maksimal 4, sehingga total nilai tertinggi adalah 16 (4 x 4).
  • Interpretasi Hasil:
    • Skor 1-7: Siswa membutuhkan lebih banyak dukungan dalam keterampilan diskusi.
    • Skor 8-12: Siswa sudah menunjukkan kemampuan dasar dalam diskusi tetapi masih perlu berkembang.
    • Skor 13-16: Siswa menunjukkan kemampuan diskusi yang sangat baik, aktif, kreatif, dan komunikatif.

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LKPD – Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Daya Alam

 

 

Subtopik          : Upaya Pelestarian SDA (Konservasi, Edukasi, Pemanfaatan Teknologi)
Kelas/Sekolah  : SMPN 8 Malang
Waktu             : 135 menit
Kegiatan          : Diskusi kelompok dan presentasi

 

A. Tujuan LKPD

  1. Siswa mampu mengidentifikasi berbagai upaya pelestarian SDA di lingkungan sekitar.
  2. Siswa mampu memberikan solusi kreatif untuk pelestarian SDA di Malang.
  3. Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi secara jelas dan logis.

 

B. Petunjuk Kerja

  1. Bacalah setiap pertanyaan dengan cermat.
  2. Diskusikan jawaban bersama kelompok (4–5 orang).
  3. Tulis jawaban di lembar yang disediakan.
  4. Pilih salah satu anggota untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok.

 

C. Aktivitas & Soal LKPD

1. Memahami (30 menit) – Diskusi Awal

Soal 1:
Sebutkan minimal 5 contoh sumber daya alam di Kota Malang yang perlu dilestarikan. Jelaskan alasan pentingnya pelestarian setiap SDA tersebut.

Soal 2:
Amati lingkungan sekitar sekolah (taman, saluran air, halaman) dan rumah kalian. Tuliskan 3 contoh perilaku masyarakat yang mendukung pelestarian SDA dan 3 contoh perilaku yang merusaknya.

 

2. Mengaplikasi (60 menit) – Pemecahan Masalah

Soal 3 (Problem Solving):
Air PDAM di Malang sering mengalami gangguan suplai di musim kemarau. Buatlah 3 ide kreatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghemat dan menjaga ketersediaan air.

Soal 4 (Studi Kasus):
Sebuah lahan kosong di dekat sekolah akan dijadikan tempat parkir. Bagaimana cara kalian memberikan saran kepada warga agar lahan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pelestarian SDA? Tuliskan minimal 2 alternatif solusi dan alasan logisnya.

Soal 5 (Kreativitas & Teknologi):
Buat rancangan poster atau infografis sederhana (boleh manual atau digital) yang berisi ajakan melestarikan SDA di Malang dengan memanfaatkan teknologi (contoh: sistem irigasi tetes, energi surya, atau bank sampah digital).

 

3. Merefleksi (30 menit) – Kesadaran dan Sikap

Soal 6:
Tuliskan 3 kebiasaan pribadi kalian yang ingin diubah agar lebih ramah lingkungan dan jelaskan langkah nyata untuk memulainya.

Soal 7:
Apa pesan yang ingin kalian sampaikan kepada teman-teman atau keluarga tentang pentingnya pelestarian SDA setelah mengikuti pembelajaran ini?

 

D. Rubrik Penilaian

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Pemahaman konsep

Jawaban sangat tepat, lengkap, dan sesuai konteks Malang

Tepat, cukup lengkap, sebagian sesuai konteks

Kurang tepat, kurang lengkap

Tidak sesuai konsep

Kreativitas

Ide unik, inovatif, realistis diterapkan

Ide kreatif namun kurang inovatif

Ide umum, kurang menarik

Tidak ada ide jelas

Kerja sama

Semua anggota berpartisipasi aktif

Sebagian anggota aktif

Hanya 1–2 anggota aktif

Tidak ada kerja sama

Komunikasi

Presentasi jelas, logis, menarik

Presentasi cukup jelas

Presentasi kurang terstruktur

Tidak mampu mempresentasikan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...