PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER
INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI
SEKOLAH : SMPN 8 Malang
INTEGRASI MATA PELAJARAN : IPS, BAHASA INDONESIA, PPKn, SENI BUDAYA.
KELAS / SEMESTER / FASE : VIII/ 1 / D
ALOKASI WAKTU : 5 x 40 menit
TEMA : Melestarikan Budaya Lewat Gerak
Judul Kegiatan: Ritme Nusantara: Senam Tari Tradisi Sekolahku
IDENTIFIKASI
Peserta Didik 1. Aspek Pengetahuan Awal
• Sebagian siswa sudah mengenal bentuk dasar gerak tari tradisional, terutama yang berasal dari Jawa Timur (seperti Tari Remo).
• Pengetahuan tentang keberagaman tari nusantara masih terbatas pada wilayah lokal atau yang sering ditampilkan saat peringatan HUT RI atau Hari Kartini.
• Pemahaman akan fungsi budaya dalam mempererat kebhinekaan belum sepenuhnya menyeluruh dan masih bersifat seremonial.
2. Minat dan Motivasi
• Siswa antusias terhadap kegiatan yang melibatkan gerak dan musik, terutama yang bersifat modern seperti dance K-pop atau senam kreasi.
• Minat terhadap tari tradisional bervariasi: tinggi pada siswa yang mengikuti ekskul seni atau keluarga seniman, namun cukup rendah pada siswa yang belum terekspos nilai-nilai budaya secara langsung.
• Adanya potensi ketertarikan bila kegiatan dikemas interaktif, menyenangkan, dan kolaboratif, misalnya dengan musik yang lebih kekinian dan visual yang menarik.
3. Latar Belakang Sosial Budaya
• SMPN 8 Malang berada di lingkungan perkotaan dengan heterogenitas budaya, sehingga siswa berasal dari latar belakang suku dan agama yang beragam.
• Keluarga siswa cenderung berorientasi pada pendidikan modern, namun masih terdapat nilai-nilai kultural yang dijaga terutama pada perayaan hari besar nasional atau keagamaan.
• Sebagian siswa mungkin mengalami gap budaya dan belum merasa memiliki hubungan personal dengan seni tari tradisional.
4. Kebutuhan Belajar
• Siswa membutuhkan:
o Media visual/audio yang menarik untuk memahami jenis-jenis tari tradisional dari berbagai daerah.
o Kegiatan praktis dan aplikatif (seperti membuat kreasi gerak sendiri dari gabungan tari-tari nusantara).
o Pembelajaran kontekstual yang mengaitkan budaya tradisional dengan kehidupan mereka sehari-hari di lingkungan kota.
o Penguatan nilai karakter seperti percaya diri, kolaborasi, dan apresiasi terhadap keragaman budaya.
5. Aspek Lainnya (Kondisi Fisik dan Psikososial)
• Sebagian siswa memiliki antusiasme fisik yang tinggi namun beragam kemampuan motorik—dibutuhkan diferensiasi gerak.
• Kondisi psikososial cukup stabil dan terbuka terhadap aktivitas bersama yang tidak terlalu akademik, khususnya jika bersifat menyenangkan dan membangun solidaritas.
Kesimpulan Kesiapan
Peserta didik siap secara umum untuk mengikuti pembelajaran kokurikuler bertema budaya dan gerak tradisi, namun perlu:
• Penguatan makna dan nilai dari kegiatan tersebut (tidak sekadar tampil atau bergerak),
• Pemanfaatan media dan pendekatan kekinian yang dekat dengan keseharian mereka,
• Kolaborasi dan kerja tim agar peserta didik saling menguatkan dalam eksplorasi budaya dan kreasi gerak.
Materi Pelajaran 1. Pengetahuan Faktual
Materi:
• Nama-nama tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia (contoh: Tari Gantar, Tari Saman, Tari Jaipong, Tari Remo, Tari Piring).
• Jenis-jenis gerakan dasar dalam senam dan tarian (misalnya: gerak langkah, putar, ayunan tangan, sikap badan).
• Informasi dasar tentang manfaat gerak bagi kesehatan fisik dan mental.
• Nama-nama alat musik pengiring tari tradisional (misal: gamelan, rebana, kendang, sasando, angklung).
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa mengenali kekayaan budaya bangsanya sendiri dan bisa menyebutkan contoh gerak tradisi dari daerah asal keluarga mereka.
• Siswa memahami bahwa bergerak aktif penting untuk menjaga kebugaran tubuh di era digital.
• Siswa mulai terbiasa dengan istilah budaya lokal yang sering muncul dalam kehidupan sosial atau kegiatan sekolah.
2. Pengetahuan Konseptual
Materi:
• Konsep pelestarian budaya melalui gerak dan seni tari tradisional.
• Perbedaan antara tari tradisional dan tari modern dari aspek gerakan, musik, dan makna.
• Konsep irama, ruang, dan ekspresi dalam seni tari.
• Fungsi tari dalam masyarakat: hiburan, ritual, edukasi, dan pelestarian nilai-nilai luhur.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa memahami bahwa budaya perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah.
• Siswa dapat membedakan makna di balik gerakan tari dan musik dalam konteks budaya.
• Siswa belajar menghargai keunikan budaya lokal dan nasional saat melihat pertunjukan seni.
3. Pengetahuan Prosedural
Materi:
• Langkah-langkah menyusun senam tari berdasarkan unsur tari tradisional.
• Prosedur melakukan gerakan pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.
• Teknik menyesuaikan gerakan dengan irama musik pengiring.
• Cara kerja kelompok untuk menciptakan dan menampilkan senam tari kreasi.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa terbiasa dengan proses perencanaan, latihan, dan evaluasi dalam bekerja kelompok.
• Siswa memiliki keterampilan motorik dasar yang mendukung kesehatan tubuh.
• Siswa belajar mengatur waktu latihan, membagi tugas kelompok, dan menghargai pendapat teman.
4. Pengetahuan Metakognitif
Materi:
• Strategi mengenali dan mengevaluasi kemampuan diri dalam menari atau bergerak.
• Kesadaran akan manfaat gerak tradisional terhadap kesehatan jasmani dan mental.
• Refleksi diri terhadap keterlibatan dalam kegiatan budaya dan olahraga.
• Pengetahuan tentang cara belajar efektif untuk menghafal dan memadukan gerakan.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa mampu mengenali gaya belajar yang paling cocok (visual, kinestetik, audio).
• Siswa menyadari bahwa budaya dan kesehatan saling terhubung dalam kehidupan mereka.
• Siswa termotivasi untuk terus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan seni dan fisik.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
DPL 1
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
DPL 2
Kewargaan
DPL 3
Penalaran Kritis
DPL 4
Kreativitas
DPL 5
Kolaborasi
DPL 6
Kemandirian
DPL 7
Kesehatan
DPL 8
Komunikasi
DESAIN PEMBELAJARAN Lintas Disiplin Ilmu 1. Seni Budaya
• Materi Terkait: Ragam tari tradisional Indonesia, makna gerak, nilai estetika dalam seni budaya.
• Kontribusi: Menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan budaya bangsa serta keterampilan mengekspresikan nilai budaya melalui gerak tubuh.
• Aktivitas: Mengenal jenis-jenis tari daerah (misalnya Jaipong, Saman, Gantar), mengadaptasi gerak menjadi senam sehat, dan menampilkan hasil kolaborasi dalam bentuk pertunjukan di sekolah.
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
• Materi Terkait: Kebugaran jasmani, manfaat aktivitas fisik, koordinasi gerak tubuh.
• Kontribusi: Melatih kekuatan otot, daya tahan, kelincahan, serta menjaga kesehatan mental dan fisik siswa.
• Aktivitas: Latihan senam ringan berbasis gerak tari, mengatur irama pernapasan, dan pemanasan-pendinginan sebelum dan sesudah latihan.
3. IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
• Materi Terkait: Keanekaragaman budaya Indonesia, identitas nasional, nilai sosial dalam tradisi.
• Kontribusi: Meningkatkan pemahaman terhadap latar belakang budaya setiap daerah dan pentingnya pelestarian warisan budaya.
• Aktivitas: Menelusuri asal-usul tari yang dipilih, memetakan daerah asalnya, dan mendiskusikan makna sosial budaya geraknya.
4. Bahasa Indonesia
• Materi Terkait: Menyusun teks deskriptif, eksposisi, dan laporan kegiatan.
• Kontribusi: Meningkatkan kemampuan literasi siswa dalam menyampaikan informasi budaya secara runtut dan komunikatif.
• Aktivitas: Menulis teks deskripsi tentang tari yang dipilih, membuat laporan kelompok kegiatan latihan, dan presentasi lisan mengenai makna gerakan tari.
5. PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
• Materi Terkait: Persatuan dalam keberagaman, tanggung jawab warga negara terhadap budaya, dan gotong royong.
• Kontribusi: Menumbuhkan sikap toleransi, cinta tanah air, dan tanggung jawab terhadap pelestarian budaya.
• Aktivitas: Diskusi nilai-nilai Pancasila dalam tradisi, kerja sama lintas kelompok tari, dan refleksi sikap positif dalam menjaga budaya daerah.
Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menyebutkan minimal 3 jenis tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia beserta daerah asalnya.
2. Siswa dapat mengidentifikasi 4–5 gerakan dasar dalam senam dan tari tradisional secara benar.
3. Siswa dapat menjelaskan manfaat aktivitas gerak senam tari bagi kesehatan fisik dan mental melalui diskusi kelompok.
4. Siswa dapat menyusun gerakan senam tari sederhana yang terinspirasi dari gerak tari tradisional secara kolaboratif.
5. Siswa dapat menampilkan senam tari tradisi dalam kelompok dengan gerakan yang serasi, kompak, dan sesuai irama musik.
Topik Pembelajaran Topik Pembelajaran Siswa
1. Menelusuri Akar Budaya: Mengenal Tari Tradisional Nusantara
Fokus pada pengenalan tari-tari tradisional Indonesia (asal-usul, makna, nilai budaya).
2. Gerak Sehat, Jiwa Kuat: Dasar Gerakan Senam dan Tarian Tradisional
Mengkaji jenis-jenis gerakan yang digunakan dalam senam dan tari serta manfaatnya bagi kesehatan.
3. Ritme dan Irama Nusantara: Musik Pengiring Tari Tradisi
Mengenal alat musik tradisional pengiring tari dan memilih musik yang cocok untuk senam tari.
4. Kreasi Senam Tradisi: Merancang Gerakan Sehat Berbasis Budaya Lokal
Proyek kelompok untuk menyusun rangkaian gerak senam dari elemen tari daerah.
5. Semangat Berbudaya: Pentas Senam Tari Tradisi Sekolahku
Presentasi kelompok berupa pertunjukan senam tari hasil kolaborasi dengan penilaian performa, kekompakan, dan nilai budaya yang ditampilkan.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran:
Project-Based Learning (PjBL)
Cocok karena siswa terlibat dalam pembuatan proyek nyata berupa senam tari tradisional, yang menuntut eksplorasi budaya, kreativitas gerak, kerja tim, dan refleksi mendalam.
Strategi Pembelajaran:
Kolaboratif dan Eksploratif
Melibatkan kerja kelompok lintas minat untuk mengeksplorasi tari tradisi dari berbagai daerah dan menyusunnya menjadi karya gerak sehat bernuansa budaya.
Metode Pembelajaran:
1. Diskusi Kelompok (untuk penalaran kritis)
→ Siswa berdiskusi tentang makna gerakan, filosofi tari, dan bagaimana mengadaptasinya menjadi senam sehat.
2. Observasi dan Eksplorasi (untuk kreativitas)
→ Siswa menonton video tari tradisional dan mengamati gerakan yang bisa dikembangkan dalam senam.
3. Presentasi dan Demonstrasi (untuk komunikasi)
→ Siswa mempresentasikan hasil rancangan dan menampilkan senam hasil kolaborasi di depan kelas/sekolah.
Keterkaitan dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam:
Prinsip Penerapan
Berkesadaran Siswa diajak memahami makna budaya lokal dan nilai gerakan tradisional.
Bermakna Gerakan yang diciptakan berasal dari tradisi yang relevan dengan identitas.
Menggembirakan Aktivitas dilakukan dengan musik, kolaborasi, dan pertunjukan yang menyenangkan.
Kemitraan Pembelajaran 1. Sanggar Seni dan Budaya Daerah
• Peran:
o Memberikan pelatihan langsung tentang tari tradisional daerah.
o Menyediakan narasumber praktisi budaya atau penari profesional.
o Menyediakan kostum atau alat musik tradisional.
2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)
• Peran:
o Memberikan dukungan data dan dokumentasi tari tradisional.
o Menyediakan pembicara tentang pelestarian budaya daerah.
o Memfasilitasi kegiatan pameran budaya sekolah.
3. Orang Tua/Wali Murid dan Komite Sekolah
• Peran:
o Mendukung kegiatan proyek budaya dari rumah (misal: dokumentasi gerak daerah).
o Menjadi saksi dan pendukung pertunjukan hasil karya siswa.
o Menyediakan informasi tari khas dari daerah asal keluarga.
4. Alumni Sekolah yang Berkecimpung di Bidang Seni
• Peran:
o Memberi motivasi dan pelatihan gerak kreasi kepada adik kelas.
o Menjadi mentor dalam perancangan senam tari.
5. Perguruan Tinggi/Universitas Seni UM Malang
• Peran:
o Menghadirkan dosen atau mahasiswa praktikum sebagai pembimbing teknis.
o Memberikan masukan artistik dan budaya kepada karya siswa.
6. Media Lokal/Komunitas Kreatif (Komunitas Tari, YouTuber Budaya, dll.)
• Peran:
o Meliput kegiatan dan mempublikasikan hasil karya siswa.
o Memberikan pelatihan presentasi budaya dalam media digital.
7. Puskesmas/Klinik Kesehatan Sekolah
• Peran:
o Memberikan edukasi tentang pentingnya gerak bagi kesehatan fisik dan mental.
o Menilai tingkat kebugaran siswa sebelum dan sesudah proyek senam tari.
Lingkungan Pembelajaran 1. Ruang Fisik (Fasilitas Tempat)
Ruang belajar harus mendukung aktivitas fisik, kolaboratif, dan kreatif:
Jenis Ruang Fungsi Utama Keterangan
Lapangan atau Aula Sekolah Latihan dan pertunjukan senam tari tradisional Ruang luas, ventilasi baik, memungkinkan gerak bebas dan penonton
Ruang Kelas yang Fleksibel Diskusi, refleksi, desain gerakan senam Kursi bisa digeser, tersedia proyektor untuk menayangkan referensi tari
Ruang Multimedia/Perpustakaan Observasi video, mencari referensi budaya, digitalisasi karya Dilengkapi komputer, Wi-Fi, koleksi buku budaya dan video tari
Sudut Budaya Sekolah (display atau pojok budaya) Menampilkan hasil karya atau dokumentasi gerakan tradisi Memotivasi dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri
Studio atau Sanggar Seni (jika ada) Pembinaan gerak dengan instruktur Bisa bekerja sama dengan sanggar terdekat bila sekolah belum memiliki
2. Budaya Belajar
Budaya belajar harus berlandaskan pada nilai-nilai kolaboratif, inklusif, dan menggembirakan:
Aspek Budaya Belajar Penjelasan
Apresiatif dan Inklusif Semua budaya daerah diterima dan dihargai; siswa bebas mengangkat tarian dari daerah asal mereka.
Kolaboratif dan Partisipatif Belajar dilakukan dalam kelompok lintas kelas atau minat, menumbuhkan empati dan gotong-royong.
Kreatif dan Adaptif Siswa diberi ruang untuk menggabungkan unsur tradisi dan kreasi dalam gerakan yang mereka rancang.
Berbasis Proyek Kegiatan pembelajaran menghasilkan karya nyata yang ditampilkan dalam pementasan sekolah.
Menggembirakan dan Reflektif Suasana pembelajaran menyenangkan, penuh musik, dan memberi ruang refleksi personal serta kelompok.
Lingkungan belajar yang dirancang seperti ini akan membantu siswa mengembangkan profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam dimensi kreativitas, komunikasi, gotong royong, dan cinta budaya lokal.
Pemanfaatan Digital 1. Penggunaan Video Tutorial dan Augmented Reality (AR)
• Tujuan:
Menyediakan visualisasi gerak tari tradisional secara interaktif dan menarik.
• Platform/Aplikasi:
YouTube Edu, Quiver AR, Artivive.
• Manfaat Pembelajaran:
o Siswa dapat belajar meniru gerak tari dengan lebih mandiri.
o Memberikan pengalaman belajar yang imersif dan kontekstual.
o Menguatkan pemahaman budaya melalui gerakan visual secara nyata.
2. Kolaborasi Digital Melalui Padlet atau Google Jamboard
• Tujuan:
Memfasilitasi kolaborasi siswa dalam merancang dan memodifikasi gerakan senam yang terinspirasi dari tari tradisional.
• Platform/Aplikasi:
Padlet, Google Jamboard, Canva Whiteboard.
• Manfaat Pembelajaran:
o Meningkatkan kerja sama dan komunikasi antar siswa.
o Mendokumentasikan ide-ide kreatif secara visual dan interaktif.
o Mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran kelompok.
3. Perekaman dan Presentasi Karya Menggunakan Aplikasi Video Editing
• Tujuan:
Mendokumentasikan, mengedit, dan mempublikasikan hasil karya senam tari tradisional.
• Platform/Aplikasi:
CapCut, Kinemaster, InShot.
• Manfaat Pembelajaran:
o Melatih keterampilan abad ke-21, terutama literasi digital dan komunikasi visual.
o Meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap budaya bangsa.
o Membuka peluang apresiasi dan refleksi melalui presentasi karya ke publik (misalnya di media sosial sekolah atau pameran budaya).
PENGALAMAN BELAJAR AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1. Orientasi yang Bermakna (5 menit)
• Guru membuka pembelajaran dengan sapaan hangat dan ajakan untuk berdiri bersama.
• Menayangkan video singkat tari tradisional dari beberapa daerah di Indonesia (±1 menit).
• Menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas:
“Hari ini kita akan belajar menyusun dan menampilkan gerakan senam yang terinspirasi dari tari tradisional Nusantara, sebagai bentuk cinta budaya bangsa.”
2. Apersepsi yang Kontekstual (5 menit)
• Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
“Siapa yang pernah ikut pentas tari di sekolah atau di rumah?”
“Apa nama tari daerah asal orang tuamu?”
• Siswa menjawab secara santai dan terbuka, lalu guru menautkannya dengan aktivitas fisik:
“Gerakan tari bisa menjadi aktivitas olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan lho, seperti senam pagi yang biasa kita lakukan.”
3. Motivasi yang Menggembirakan (5 menit)
• Guru menampilkan cuplikan “senam tari kreasi” dari siswa sekolah lain atau hasil lomba di YouTube.
• Guru memberikan semangat:
“Kalian nanti akan membuat versi kalian sendiri! Dan karya kalian bisa ditampilkan di depan kelas atau bahkan di media sosial sekolah. Siap berkreasi dan bangga dengan budaya sendiri?”
• Siswa diajak meneriakkan yel-yel:
“Senam Tari… Nusantara! Gerakanku… Budayaku!”
INTI
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
Memahami (Bermakna, Berkesadaran)
Tahap 1: Memahami (40 Menit)
Aktivitas untuk meningkatkan kesadaran budaya, pengamatan kritis, dan pemahaman makna gerak.
Waktu Aktivitas
5' Ice Breaking Gerak Budaya: Siswa menirukan gerakan sederhana dari beberapa tari daerah sambil menebak nama tarinya. (joyful & membangun kesadaran tubuh)
10' Diskusi Interaktif (Think-Pair-Share): Siswa menonton video singkat tentang tari tradisional (misalnya Saman, Piring, Jaipong), lalu mendiskusikan unsur budaya dan makna gerak bersama teman sebangku.
10' Mencatat Ciri Tari Tradisi: Siswa dalam kelompok kecil membuat daftar gerakan khas dan irama dari minimal 2 tari berbeda.
15' Presentasi Mini: Tiap kelompok mempresentasikan temuan mereka secara visual di Padlet/Google Jamboard. Guru memberikan umpan balik untuk memperkuat penalaran kritis.
Mengaplikasi (Menggembirakan)
Tahap 2: Mengaplikasi (60 Menit)
Aktivitas untuk membangun kreativitas dan komunikasi dalam menciptakan gerakan senam dari inspirasi budaya.
Waktu Aktivitas
10' Perencanaan Kreasi Senam Tari: Siswa dibagi menjadi kelompok 4–6 orang. Tiap kelompok memilih satu tari tradisi sebagai inspirasi.
30' Latihan & Pembuatan Rangkaian Gerak: Siswa merancang dan berlatih 8–10 gerakan senam dengan irama musik tradisional. Mereka harus menyesuaikan dengan ritme, makna, dan ekspresi budaya.
10' Rekam Latihan (Opsional): Siswa merekam proses latihan dengan ponsel untuk dokumentasi dan evaluasi diri.
10' Demo Kreasi Senam Tari: Masing-masing kelompok menampilkan versi mereka di depan kelas. Penonton memberi aplaus dan komentar positif.
Merefleksi (Berkesadaran)
Tahap 3: Merefleksi (35 Menit)
Aktivitas untuk meningkatkan kesadaran diri, empati budaya, dan evaluasi kreatif.
Waktu Aktivitas
10' Diskusi Reflektif Terpimpin: Guru memandu dengan pertanyaan seperti:
“Apa kesulitan saat menyusun gerakan?”,
“Apa nilai budaya yang kamu rasakan dari gerakan itu?”,
“Apa manfaat kegiatan ini bagi dirimu dan sekolah?”
10' Menulis Refleksi Individu: Siswa mengisi lembar refleksi yang berisi:
• Perasaan mereka selama proses
• Apa yang mereka pelajari
• Apa yang ingin mereka kembangkan selanjutnya
15' Gallery Walk (Opsional): Setiap kelompok menampilkan dokumentasi proses atau poster kreasi mereka. Siswa berjalan melihat karya teman dan menulis catatan positif pada sticky notes. (Joyful & komunikatif)
PENUTUP (berkesadaran, bermakna)
1. Refleksi Materi (5 Menit)
Guru memandu siswa merefleksikan isi materi melalui pertanyaan lisan/tulisan:
• Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini?
• Gerakan mana yang paling kamu sukai dan kenapa?
• Apa pentingnya melestarikan budaya gerak tradisional di sekolah?
Opsi alat bantu: Lembar refleksi / Kartu jawaban cepat / Mentimeter / Sticky note reflektif
2. Refleksi Akhir Pembelajaran (5 Menit)
Guru mengajak siswa menutup pembelajaran dengan perenungan pribadi:
• Apa tantangan yang kamu alami dalam kerja kelompok hari ini?
• Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri dalam proses mencipta gerakan?
• Bagaimana perasaanmu saat tampil di depan teman-teman?
Pendekatan mindful: Guru bisa memandu dengan 1 menit hening, lalu refleksi tertulis atau berbagi dalam lingkaran kecil.
3. Motivasi dan Apresiasi (3 Menit)
Guru memberikan motivasi singkat:
“Gerakan kita hari ini bukan hanya soal tari, tapi bentuk cinta pada budaya kita. Kalian luar biasa karena sudah berani mencipta dan menampilkan!”
Guru juga memberi apresiasi kepada semua kelompok dan menyebut beberapa hal positif dari hasil kerja mereka, seperti:
• Kekompakan kelompok
• Keunikan gerakan
• Kreativitas irama
4. Tugas Pertemuan Berikutnya (2–5 Menit)
Tugas:
Setiap siswa diminta untuk:
• Membuat sketsa ilustrasi atau cerita pendek tentang pengalaman mereka saat mencipta dan menari hari ini (boleh ditulis tangan/digital).
• Mewawancarai salah satu anggota keluarga tentang tari tradisional yang mereka kenal atau pernah saksikan, dan membagikan ceritanya di pertemuan selanjutnya.
Tugas dikumpulkan minggu depan dan digunakan untuk kegiatan "Budaya di Sekitarku".
ASESMEN PEMBELAJARAN Asesmen awal Tujuan Asesmen Awal
Mengetahui:
• Pengetahuan awal siswa tentang tari/senam tradisional
• Minat dan pengalaman mereka dalam aktivitas gerak budaya
• Kesiapan fisik, mental, dan emosional mengikuti pembelajaran gerak
• Kemampuan kerja sama awal dalam tim
Jenis dan Bentuk Instrumen
• Jenis Asesmen: Asesmen Diagnostik (pra-pembelajaran)
• Bentuk Instrumen: Angket isian singkat dan pilihan ganda sederhana (Google Form / Kertas)
• Waktu: 10–15 menit
• Skala: Jawaban terbuka + skala 1–4 (Sangat Setuju – Tidak Setuju)
5 Pertanyaan/Pernyataan Instrumen
1. Apa jenis tari atau senam tradisional yang pernah kamu lihat atau pelajari?
(Jawaban terbuka)
2. Saya merasa percaya diri untuk bergerak dan menari di depan teman-teman.
☐ Sangat Setuju ☐ Setuju ☐ Tidak Setuju ☐ Sangat Tidak Setuju
3. Sebutkan dua manfaat dari menjaga dan melestarikan budaya tari tradisional.
(Jawaban terbuka singkat)
4. Saya pernah mengikuti kegiatan seni atau olahraga yang melibatkan gerakan tubuh.
☐ Ya ☐ Tidak
Jika Ya, sebutkan contohnya: _____________
5. Saya siap bekerja sama dengan teman untuk menciptakan gerakan senam tari tradisional.
☐ Sangat Setuju ☐ Setuju ☐ Tidak Setuju ☐ Sangat Tidak Setuju
Petunjuk Penggunaan
• Gunakan sebelum memulai pembelajaran inti (bagian orientasi/apersepsi).
• Hasil dapat digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan:
o Tingkat percaya diri,
o Minat,
o Pengetahuan awal (untuk pendampingan lebih lanjut jika dibutuhkan)
Asesmen proses Pembelajaran Tujuan Asesmen Formatif
• Mengetahui pemahaman siswa terhadap unsur tari tradisional.
• Menilai partisipasi aktif dan kerja sama dalam kelompok.
• Memberikan umpan balik atas proses berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi siswa selama pembelajaran.
Jenis dan Bentuk Instrumen
• Jenis: Asesmen formatif (selama proses belajar berlangsung).
• Bentuk:
1. Observasi Terstruktur
2. Checklist Kinerja/Proses
3. Pertanyaan Reflektif Lisan atau Tertulis (Exit Ticket)
Contoh Instrumen: Checklist Observasi Proses (untuk Guru)
Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan
Aktif berdiskusi dalam kelompok ☐ ☐
Mengusulkan ide gerakan tari ☐ ☐
Menyesuaikan gerakan dengan tema budaya ☐ ☐
Mampu bekerja sama tanpa konflik ☐ ☐
Menjelaskan alasan memilih gerakan tertentu ☐ ☐
________________________________________
Contoh Exit Ticket (5 Menit Terakhir)
Siswa menjawab di kertas kecil atau Google Form singkat.
1. Gerakan tari apa yang paling menarik menurutmu hari ini?
2. Apa tantangan terbesarmu saat membuat rangkaian gerak?
3. Satu hal yang kamu pelajari tentang budaya Indonesia hari ini?
4. Apakah kamu merasa ide kamu dihargai oleh kelompok? Mengapa?
5. Apa yang ingin kamu tingkatkan pada latihan berikutnya?
Asesmen akhir pembelajaran Tujuan Asesmen Sumatif
Mengukur sejauh mana peserta didik:
• Memahami unsur-unsur tari tradisional.
• Mampu menyusun dan menampilkan gerakan senam tari berbasis budaya Indonesia.
• Mampu bekerja sama, berpikir kreatif, dan berkomunikasi efektif selama proyek berlangsung.
Jenis dan Bentuk Instrumen
• Jenis: Asesmen Sumatif
• Bentuk:
1. Rubrik Unjuk Kerja (Kinerja/Performance Task)
2. Tes Tertulis Singkat (Pilihan Ganda & Uraian Ringan)
3. Refleksi Pribadi Tertulis
Instrumen 1: Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Senam Tari Tradisi
Aspek Dinilai Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Kurang)
Kesesuaian gerakan dengan tema budaya Gerakan sangat kontekstual dan beragam Gerakan sesuai dan cukup bervariasi Gerakan terbatas dan kurang sesuai Gerakan tidak sesuai tema
Kreativitas dalam penggabungan gerak Sangat kreatif dan inovatif Cukup kreatif Kurang kreatif Tidak ada kreativitas
Kekompakan & kerja sama tim Sangat kompak dan kooperatif Cukup kompak Ada konflik kecil Tidak kompak
Ekspresi dan penghayatan gerakan Sangat menjiwai gerakan Cukup ekspresif Kurang penghayatan Tidak ada ekspresi
Presentasi akhir (kostum, narasi, dll.) Sangat menarik dan menyatu Cukup menarik Kurang mendukung Tidak dipersiapkan
Instrumen 2: Tes Tertulis Ringan (Opsional – 15 Menit)
Petunjuk: Jawablah dengan singkat dan jelas.
1. Sebutkan dua unsur penting dalam seni tari tradisional Indonesia!
2. Apa perbedaan antara gerakan murni dan gerakan maknawi dalam tari?
3. Mengapa penting menjaga keberagaman budaya melalui gerak tari?
4. Jelaskan satu nilai budaya lokal yang kamu tampilkan dalam senam tari kelompokmu.
5. Apa kesulitan yang kamu alami selama membuat gerakan senam, dan bagaimana kamu mengatasinya?
Instrumen 3: Refleksi Pribadi (Tertulis / Google Form)
Jawaban tidak dinilai benar-salah, tapi sebagai bahan penguatan karakter dan umpan balik.
• Apa pelajaran paling berkesan yang kamu dapatkan dari proyek senam tari hari ini?
• Apakah kamu merasa bangga menampilkan budaya daerahmu? Jelaskan alasannya.
• Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika diberi kesempatan tampil lagi?
Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.
Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 8 Malang
Sri Nuryani M.Pd.
NIP. 19661116 199003 2 009
Malang, 14 April 2025
Guru Mata Pelajaran
Drs Sumarno.
NIP. 1966308 200501 1 006
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Proyek: Ritme Nusantara - Senam Tari Tradisi Sekolahku
I. Identitas LKPD
• Nama Siswa : ..................................................
• Kelas : ..................................................
• Kelompok : ..................................................
• Hari/Tanggal : ..................................................
• Guru Pendamping : ..................................................
II. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan proyek ini, kamu diharapkan mampu:
• Mengenal dan memahami unsur-unsur gerak tari tradisional.
• Mengembangkan gerakan senam tari sederhana dari unsur tari daerah Nusantara.
• Bekerja sama dalam kelompok untuk menciptakan karya senam tari yang kreatif dan kontekstual.
• Menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.
III. Petunjuk Umum
1. Baca dan diskusikan tugas bersama kelompokmu.
2. Gunakan alat bantu seperti video tari daerah, musik tradisional, atau rekaman narasi budaya.
3. Rancang, latihan, dan tampilkan hasil karya senam tari sesuai waktu yang disediakan.
4. Tuliskan hasil kerja kelompok kalian dalam lembar berikutnya.
5. Bersikaplah terbuka, menghargai pendapat teman, dan saling bekerja sama.
IV. Langkah-Langkah Kegiatan Proyek
A. Memahami (30 menit)
1. Diskusikan bersama kelompok:
a. Apa saja jenis tari tradisional di Indonesia yang kalian kenal?
b. Apa saja unsur-unsur gerakan tari (posisi tangan, kaki, kepala, ekspresi)?
c. Apa makna budaya yang biasa terkandung dalam sebuah tari daerah?
Tuliskan hasil diskusi kelompokmu di bawah ini:
Jenis tari yang dipilih: ..........................................
Asal daerah: .....................................................
Unsur gerakan utama: .............................................
Makna/nilai budaya yang diangkat: .....................................
B. Mengaplikasi (60–70 menit)
2. Buat rangkaian gerakan senam tari berdasarkan tari tradisi yang dipilih.
3. Susun gerakan menjadi 3 bagian: pembuka, inti, dan penutup.
4. Tentukan musik pengiring yang sesuai.
5. Lakukan latihan bersama kelompok secara berulang.
6. Persiapkan properti sederhana atau kostum dari bahan yang ada di rumah/sekolah.
7. Tampilkan di depan kelas/sekolah (jika memungkinkan).
Tuliskan susunan gerakan kelompokmu (boleh dengan gambar sketsa kecil):
Gerakan Pembuka (2–3 gerakan):
.................................................................................
Gerakan Inti (3–4 gerakan):
.................................................................................
Gerakan Penutup (2 gerakan):
.................................................................................
Judul musik/lagu pengiring:
..................................................................
C. Merefleksi (20–30 menit)
8. Tuliskan pengalamanmu selama proyek ini:
o Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan ini?
o Apa tantangan terbesar dalam membuat senam tari?
o Apa yang kamu pelajari tentang budaya dan kerja sama?
Jawaban refleksi pribadi (boleh dilampirkan di kertas terpisah jika kurang):
...................................................................................
...................................................................................
V. Penilaian Diri (Self-Assessment)
Centang ✔ pada pernyataan yang sesuai dengan pengalamanmu.
Pernyataan Ya Tidak
Saya berpartisipasi aktif dalam kelompok.
Saya belajar menghargai budaya Indonesia.
Saya ikut menyusun gerakan tari kelompok.
Saya percaya diri saat latihan/tampil di depan kelas.
Saya merasa senang dan tertantang dalam kegiatan ini.
VI. Tugas Lanjutan (Opsional untuk Penguatan)
Buatlah video pendek (maks. 2 menit) bersama kelompokmu yang merekam bagian terbaik dari senam tari yang telah dibuat. Sertakan narasi pendek tentang tari daerah yang menjadi inspirasi kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar