Selasa, 24 Februari 2026

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI Tema: MERDEKA BERBAGI, MERDEKA PEDULI

 

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER

INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

INTEGRASI MATA PELAJARAN   : IPS, BAHASA INDONESIA, IPA, PPKn, SENI BUDAYA, TIK.

KELAS / SEMESTER / FASE           : VII/ 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 5 x 40 menit

TEMA                                                  :  Tema: MERDEKA BERBAGI, MERDEKA PEDULI

Judul Kegiatan: Aksi Nyata Cinta Tanah Air: Bakti Sosial & Eco Campaign

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Identifikasi Kesiapan Belajar Kokurikuler Peserta Didik SMPN 8 Malang

1. Aspek Pengetahuan Awal

  • Mayoritas peserta didik telah mengenal konsep dasar cinta tanah air dan kegiatan sosial dari pelajaran PPKn, IPS, dan Pramuka.
  • Pengetahuan tentang konsep ekologi, pengelolaan sampah, dan keberlanjutan lingkungan masih bersifat umum dan perlu didalami lebih lanjut.
  • Beberapa siswa telah terlibat dalam program Adiwiyata atau OSIS yang mendukung kegiatan peduli lingkungan dan sosial, namun belum semua siswa memiliki pengalaman praktik langsung.

2. Aspek Minat

  • Banyak peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan berbasis aksi nyata, seperti kegiatan bakti sosial, kampanye digital, atau project lingkungan karena dinilai menyenangkan, aplikatif, dan bermakna.
  • Minat siswa juga muncul pada aspek berkreasi visual dan komunikasi, seperti membuat poster, video pendek, orasi, hingga pertunjukan seni bertema cinta tanah air.
  • Sebagian siswa juga berminat dalam kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan teknologi dan media sosial, yang bisa dimanfaatkan dalam kampanye digital (Eco Campaign online).

3. Aspek Latar Belakang Sosial & Lingkungan

  • SMPN 8 Malang berada di kawasan tengah kota dengan karakteristik:
    • Beragam latar belakang keluarga (sosial-ekonomi menengah ke bawah dan menengah ke atas).
    • Lingkungan urban yang cukup padat namun aktif secara sosial dan budaya.
    • Akses terhadap informasi dan teknologi relatif baik.
  • Kondisi ini menciptakan keragaman pengalaman siswa dalam berinteraksi dengan masyarakat dan isu lingkungan—menjadikan kegiatan kokurikuler sebagai jembatan penguatan karakter sosial dan cinta lingkungan.

4. Aspek Kebutuhan Belajar

  • Peserta didik membutuhkan:
    • Pendekatan yang kontekstual, menyentuh realitas kehidupan mereka sehari-hari.
    • Media dan metode belajar yang interaktif seperti kerja kelompok, eksplorasi lapangan, dan pemanfaatan multimedia.
    • Peluang untuk mengekspresikan ide dan tindakan nyata sebagai bagian dari pembelajaran yang bermakna.
    • Pendampingan dalam proses berpikir kritis dan reflektif, karena belum semua siswa terbiasa menganalisis isu sosial dan lingkungan secara mendalam.

5. Aspek Kesiapan Emosional dan Sosial

  • Siswa berada dalam tahap perkembangan sosial yang kuat, senang bekerja dalam kelompok, dan membutuhkan penguatan empati dan tanggung jawab sosial.
  • Beberapa siswa membutuhkan motivasi tambahan untuk keluar dari zona nyaman dan berinteraksi aktif dengan lingkungan di luar sekolah (misalnya dalam bakti sosial).

6. Aspek Kesiapan Fisik dan Logistik

  • Secara umum, siswa dalam kondisi sehat dan dapat mengikuti kegiatan lapangan.
  • Sekolah memiliki akses pada fasilitas pendukung seperti perpustakaan, aula, koneksi internet, dan relasi dengan mitra masyarakat (misalnya Karang Taruna, Puskesmas, bank sampah).

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan FAKTUAL

Isi Materi:

  • Definisi dasar tentang bakti sosial, volunteering, dan eco campaign.
  • Contoh kegiatan sosial: donasi, layanan masyarakat, berbagi sembako, membersihkan lingkungan.
  • Fakta mengenai permasalahan sosial dan lingkungan di sekitar: kemiskinan, ketimpangan akses pendidikan, sampah, polusi, dan deforestasi.
  • Fakta Hari Besar Nasional yang relevan: Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan, Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa mengenali permasalahan sosial dan lingkungan di sekitar rumah dan sekolahnya (misal: sampah menumpuk, ada tetangga yang kekurangan).
  • Siswa mulai terbiasa berempati terhadap teman atau tetangga yang mengalami kesulitan.
  • Siswa memahami bahwa kegiatan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya atau membantu orang tua adalah bagian dari kontribusi sosial.

 

2. Pengetahuan KONSEPTUAL

Isi Materi:

  • Konsep cinta tanah air dalam bentuk nyata (tidak hanya simbolik).
  • Konsep solidaritas sosial, empati, dan peduli lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai Pancasila.
  • Konsep kewarganegaraan aktif yang mendorong siswa untuk berperan serta dalam menyelesaikan masalah di masyarakat.
  • Konsep eco literacy (melek lingkungan): pentingnya menjaga bumi demi keberlanjutan generasi mendatang.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa memahami bahwa membantu sesama dan menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
  • Siswa belajar bahwa cinta tanah air bukan hanya melalui upacara, tapi juga melalui aksi nyata dan kepedulian sosial.
  • Siswa belajar mengaitkan nilai-nilai dalam pelajaran PKn, IPS, IPA, dan Agama dengan praktik hidup bersama.

 

3. Pengetahuan PROSEDURAL

Isi Materi:

  • Langkah-langkah menyusun kegiatan bakti sosial:
    • Identifikasi masalah sosial di lingkungan sekitar.
    • Menyusun rencana kegiatan (misal: penggalangan donasi, bersih-bersih, kunjungan).
    • Pelaksanaan dan dokumentasi kegiatan sosial.
  • Langkah-langkah melaksanakan eco campaign:
    • Menentukan isu lingkungan yang diangkat (misal: plastik, air bersih, pemanasan global).
    • Menyusun kampanye: membuat poster, video pendek, kampanye digital, pameran sekolah.
    • Melaksanakan kampanye dan menyampaikan pesan lingkungan ke warga sekolah.
  • Teknik komunikasi efektif, presentasi publik, serta etika kerja kelompok dan kerja sosial.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa belajar bekerja sama dalam kelompok untuk menjalankan proyek sosial atau lingkungan.
  • Siswa mendapatkan pengalaman mengorganisasi kegiatan nyata yang berdampak pada lingkungan sekitar.
  • Siswa melatih keterampilan komunikasi, kolaborasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

 

4. Pengetahuan METAKOGNITIF

Isi Materi:

  • Refleksi atas pengalaman pribadi dalam berkontribusi untuk orang lain dan lingkungan.
  • Kesadaran atas potensi diri untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar.
  • Strategi belajar melalui observasi, wawancara, riset masalah sosial-lingkungan.
  • Kesadaran terhadap sikap tidak peduli, individualisme, atau konsumtif yang bisa merusak lingkungan dan hubungan sosial.
  • Evaluasi efektivitas kegiatan: apakah sudah berdampak dan bisa dikembangkan lebih lanjut?

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa mengevaluasi peran dan kontribusinya dalam kelompok serta dalam komunitas.
  • Siswa mampu menyusun rencana pribadi untuk ikut serta dalam aksi sosial atau kampanye lingkungan di luar sekolah.
  • Siswa belajar dari kesalahan, mengembangkan ide-ide baru, dan terus merefleksikan nilai-nilai cinta tanah air dan peduli sesama.

 

Kesimpulan Umum

Kegiatan Aksi Nyata Cinta Tanah Air: Bakti Sosial & Eco Campaign mengembangkan keempat jenis pengetahuan secara terpadu:

  • Faktual: Menambah pengetahuan dasar tentang persoalan sosial dan lingkungan serta bentuk-bentuk aksi nyata.
  • Konseptual: Menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, solidaritas, dan kesadaran lingkungan.
  • Prosedural: Melatih siswa dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan sosial dan kampanye lingkungan.
  • Metakognitif: Menumbuhkan kesadaran reflektif, empati, dan komitmen sebagai warga negara yang aktif dan peduli.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

  • Materi Terkait: Gotong royong, solidaritas sosial, hak dan kewajiban sebagai warga negara, nilai persatuan dan cinta tanah air.
  • Kontribusi: Membentuk sikap tanggung jawab sosial dan cinta tanah air melalui aksi nyata berbagi dan peduli lingkungan.
  • Aktivitas: Diskusi nilai-nilai sosial dalam bakti sosial, membuat poster hak dan kewajiban warga dalam menjaga lingkungan, menyusun refleksi nilai gotong royong yang dilakukan selama kegiatan.

 

2. Bahasa Indonesia

  • Materi Terkait: Menulis teks laporan kegiatan, teks pidato ajakan (persuasif), puisi bertema cinta tanah air, wawancara.
  • Kontribusi: Melatih keterampilan komunikasi tulis dan lisan dalam menyampaikan ide, ajakan, dan refleksi tentang aksi sosial dan lingkungan.
  • Aktivitas: Menulis pidato ajakan Eco Campaign, menyusun laporan kegiatan bakti sosial, menulis puisi tentang kepedulian terhadap sesama dan bumi.

 

3. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  • Materi Terkait: Permasalahan sosial di masyarakat, pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya, peran warga dalam kehidupan sosial.
  • Kontribusi: Memahami kondisi masyarakat dan pentingnya tindakan nyata dalam membantu sesama serta menjaga lingkungan hidup.
  • Aktivitas: Observasi masalah sosial di sekitar sekolah, membuat peta masalah sosial dan lingkungan, diskusi tentang dampak sosial dari kegiatan berbagi dan peduli lingkungan.

 

4. IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

  • Materi Terkait: Daur ulang, pengelolaan sampah, ekosistem, konservasi energi dan sumber daya alam.
  • Kontribusi: Meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendorong tindakan ramah lingkungan melalui pengetahuan ilmiah.
  • Aktivitas: Membuat alat daur ulang sederhana, demonstrasi pembuatan eco-enzyme, kampanye hemat energi di lingkungan sekolah.

 

5. Informatika

  • Materi Terkait: Literasi digital, presentasi digital, kampanye melalui media sosial, desain grafis sederhana.
  • Kontribusi: Mengembangkan keterampilan teknologi untuk menyuarakan kepedulian dan menyebarkan pesan positif melalui media digital.
  • Aktivitas: Membuat poster digital Eco Campaign, mendesain konten untuk media sosial (video/infografis kampanye), membuat blog kecil tentang aksi sosial.

 

6. Seni Budaya

  • Materi Terkait: Seni pertunjukan bertema nasionalisme, desain visual untuk kampanye, lagu dan drama bertema sosial.
  • Kontribusi: Menguatkan semangat berbagi dan cinta tanah air melalui ekspresi seni kreatif.
  • Aktivitas: Membuat mural “Cinta Tanah Air”, pementasan drama pendek tentang kepedulian sosial, menciptakan lagu kampanye kebersihan lingkungan.

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Siswa mampu menjelaskan makna berbagi dan peduli sebagai wujud cinta tanah air secara lisan atau tulisan.

2.     Siswa mampu mengidentifikasi masalah sosial dan lingkungan di sekitar sekolah atau masyarakat.

3.     Siswa mampu merancang kegiatan bakti sosial dan kampanye lingkungan secara berkelompok.

4.     Siswa mampu menyampaikan gagasan dalam bentuk poster, pidato, atau media digital untuk mendukung aksi sosial dan kampanye lingkungan.

5.     Siswa mampu merefleksikan nilai-nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab sosial setelah melaksanakan kegiatan.

 

Topik Pembelajaran

Topik 1: Makna Cinta Tanah Air dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Fokus: Mengenali bentuk kepedulian sosial dan lingkungan sebagai wujud cinta tanah air.
  • Aktivitas: Diskusi kelompok dan studi kasus tentang contoh nyata di sekitar siswa.

 

Topik 2: Mengenali Masalah Sosial dan Lingkungan di Sekitar Kita

  • Fokus: Mengidentifikasi permasalahan sosial dan lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  • Aktivitas: Observasi lapangan, wawancara sederhana, dan pencatatan temuan.

 

Topik 3: Perencanaan Aksi Nyata: Dari Ide ke Tindakan

  • Fokus: Merancang kegiatan bakti sosial dan eco campaign yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
  • Aktivitas: Membuat proposal sederhana kegiatan secara berkelompok.

 

Topik 4: Komunikasi Persuasif untuk Aksi Sosial dan Lingkungan

  • Fokus: Menyampaikan pesan melalui media (poster, pidato, video singkat, slogan) untuk mengajak orang peduli.
  • Aktivitas: Menulis pidato, membuat poster, dan latihan presentasi kampanye.

 

Topik 5: Refleksi dan Evaluasi: Apa yang Telah Aku Berikan untuk Negeri Ini

  • Fokus: Merefleksikan pengalaman, tantangan, dan nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan.
  • Aktivitas: Menulis jurnal refleksi dan berbagi cerita dalam forum kelas.

 

Praktik Pedagogis

Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL)

  • Alasan: Mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif melalui perancangan dan pelaksanaan proyek nyata seperti bakti sosial dan kampanye lingkungan.
  • Keterkaitan Dimensi:
    • Penalaran Kritis: Menganalisis masalah sosial dan lingkungan.
    • Kreativitas: Mendesain media kampanye dan solusi aksi nyata.
    • Komunikasi: Menyampaikan pesan dalam kampanye secara efektif.

 

Strategi Pembelajaran: Kolaboratif dan Reflektif

  • Alasan: Memfasilitasi kerja kelompok yang berkesadaran sosial serta refleksi diri terhadap makna aksi yang dilakukan.
  • Implementasi:
    • Diskusi kelompok lintas latar belakang sosial.
    • Refleksi jurnal pribadi atau vlog harian selama proyek.

 

Metode Pembelajaran:

  1. Studi Kasus:
    • Siswa mempelajari permasalahan nyata di sekitar sekolah/masyarakat (misal: sampah, kesenjangan sosial).
  2. Diskusi Kelompok Terarah:
    • Menggali solusi bersama berdasarkan pengalaman dan pemikiran kritis.
  3. Role Play / Simulasi:
    • Mengasah empati dan keterampilan komunikasi dalam peran sebagai aktivis, relawan, atau tokoh masyarakat.
  4. Pameran Aksi Sosial & Eco Campaign:
    • Siswa menampilkan karya dan kampanye mereka dalam bentuk yang menggembirakan (panggung aksi, mural, stan edukatif).
  5. Refleksi Terpandu:
    • Menyadari makna kontribusi pribadi terhadap lingkungan dan sesama.

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Komite Sekolah dan Orang Tua Siswa

  • Peran: Dukungan logistik, donasi, pendampingan kegiatan, promotor nilai gotong royong.
  • Kolaborasi: Membantu mobilisasi sumber daya dan menjadi mitra edukasi karakter peduli.

 

2. Kelurahan/RT/RW Setempat

  • Peran: Memberi izin lokasi kegiatan bakti sosial atau kampanye lingkungan di wilayah mereka.
  • Kolaborasi: Fasilitator kegiatan masyarakat (pembersihan lingkungan, distribusi bantuan).

 

3. Puskesmas atau Lembaga Kesehatan Lokal

  • Peran: Memberikan penyuluhan kesehatan, sanitasi, atau bantuan medis dalam kegiatan sosial.
  • Kolaborasi: Edukasi gaya hidup bersih dan sehat, serta pemilahan sampah rumah tangga.

 

4. Dinas Lingkungan Hidup / DLH Kota Malang

  • Peran: Penyuluhan tentang Eco Campaign, bank sampah, dan gerakan pelestarian lingkungan.
  • Kolaborasi: Penyediaan materi kampanye dan dukungan teknis aksi lingkungan.

 

5. NGO / Komunitas Peduli Sosial & Lingkungan (contoh: Malang Bersih, Greeneration Indonesia, Sekolah Alam, Rumah Zakat)

  • Peran: Menjadi narasumber, mentor aksi sosial, dan media kolaborasi siswa.
  • Kolaborasi: Pembinaan siswa dalam merancang dan menyampaikan kampanye sosial & lingkungan.

 

6. UMKM / Pasar Tradisional Lokal

  • Peran: Menyediakan produk donasi, edukasi kewirausahaan sosial, atau ruang promosi kampanye siswa.
  • Kolaborasi: Sarana siswa belajar empati ekonomi dan pengelolaan donasi.

 

7. Perusahaan / Dunia Usaha (CSR Corporate)

  • Peran: Donasi barang atau dana, menyediakan media publikasi kampanye siswa.
  • Kolaborasi: Program CSR lingkungan atau sosial (misal: penanaman pohon, sembako murah).

 

8. Media Lokal (Radio, Surat Kabar, Instagram komunitas lokal)

  • Peran: Menyebarkan pesan kampanye siswa.
  • Kolaborasi: Publikasi kegiatan siswa sebagai bagian dari literasi digital dan komunikasi publik.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Lingkungan Fisik

 Deskripsi: Tempat nyata yang memungkinkan siswa belajar secara langsung melalui pengalaman konkret.

Pilihan:

  • Ruang Kelas
    Sebagai tempat perencanaan, diskusi, dan refleksi kegiatan bersama.
  • Halaman Sekolah / Taman Sekolah
    Untuk praktik kampanye lingkungan (Eco Campaign), pembuatan poster, mural, atau aksi kebersihan.
  • Ruang Perpustakaan dan Ruang Multimedia
    Untuk menggali informasi, riset tentang sosial-lingkungan, dan membuat konten kampanye digital.
  • Lingkungan Sekitar Sekolah / RW / Panti Asuhan / Pasar
    Sebagai lokasi implementasi aksi nyata bakti sosial dan interaksi lintas masyarakat.
  • Bank Sampah atau Mitra Lingkungan Hidup
    Untuk belajar tentang daur ulang, pemilahan sampah, dan nilai ekonomi dari barang bekas.

 

 2. Lingkungan Sosial dan Budaya Belajar

 Deskripsi: Iklim belajar yang mencerminkan nilai-nilai kemerdekaan, kepedulian, dan kolaborasi.

Ciri-ciri Budaya Belajar yang Diciptakan:

  • Inklusif dan Kolaboratif
    Menghargai semua latar belakang siswa dan mendorong mereka untuk bekerja sama, berbagi ide, serta mendukung perbedaan.
  • Berorientasi Nilai dan Aksi Nyata
    Fokus pada kepedulian sosial dan lingkungan sebagai bentuk cinta tanah air yang diwujudkan dalam tindakan konkret.
  • Menggembirakan dan Memberdayakan
    Proses pembelajaran dirancang menyenangkan, menumbuhkan kepercayaan diri, serta ruang bebas berkreasi.
  • Reflektif dan Kritis
    Membiasakan siswa untuk berpikir kritis terhadap isu sosial-lingkungan di sekitarnya dan memberikan solusi nyata.
  • Berjejaring dan Terbuka
    Mendorong siswa belajar dari masyarakat, mitra luar, dan membangun jejaring komunikasi yang sehat dan produktif.

 

Pemanfaatan Digital

1. Canva & Google Slides – untuk Kampanye Digital

Tujuan: Membuat poster, infografis, atau presentasi kampanye lingkungan dan sosial.
Manfaat:

  • Interaktif: siswa mendesain secara visual.
  • Kolaboratif: dapat dikerjakan bersama dalam tim.
  • Kontekstual: berisi pesan yang menyuarakan aksi nyata di lingkungan sekitar.

 

2. Padlet atau Jamboard – untuk Kolaborasi Ide & Dokumentasi Proyek

Tujuan: Brainstorming ide bakti sosial dan eco campaign serta dokumentasi proses kegiatan.
Manfaat:

  • Interaktif: siswa saling menanggapi ide.
  • Kolaboratif: terbuka untuk kontribusi lintas kelompok.
  • Kontekstual: langsung merefleksikan isu dan potensi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

 

3. YouTube/Instagram/Reels Sekolah – untuk Publikasi Aksi Nyata

Tujuan: Mempublikasikan hasil proyek (video kampanye, kegiatan sosial) agar berdampak lebih luas.
Manfaat:

  • Interaktif: membuka ruang komentar atau tanggapan.
  • Kolaboratif: siswa bekerja sebagai tim kreatif (script, editor, narator, dsb).
  • Kontekstual: menyampaikan pesan sosial-lingkungan yang relevan dengan kondisi lokal SMPN 8 Malang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Langkah-Langkah Pembuka Pembelajaran

1. Orientasi yang Bermakna (5 menit)

  • Guru membuka dengan salam hangat dan menunjukkan video pendek tentang kegiatan bakti sosial dan eco campaign di lingkungan kota (bisa dari YouTube lokal atau dokumentasi sekolah).
  • Tujuan: Menyentuh emosi dan empati peserta didik sejak awal.

2. Apersepsi Kontekstual (5–7 menit)

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
    • "Apa yang kalian rasakan jika melihat anak-anak tak bisa sekolah karena keterbatasan ekonomi?"
    • "Pernahkah kalian melihat tumpukan sampah di selokan dekat rumah atau sekolah kita?"
  • Siswa diajak menghubungkan pengalaman pribadi dengan isu sosial dan lingkungan sekitar mereka di Malang.

3. Motivasi yang Menggembirakan (3–5 menit)

  • Guru menjelaskan bahwa melalui kegiatan hari ini, mereka akan menjadi agen perubahan yang nyata melalui bakti sosial dan kampanye lingkungan.
  • Guru membagikan pin digital/logo tim aksi atau kata penyemangat, seperti:

“Hari ini kita bukan hanya belajar, tapi membuat perubahan untuk Indonesia!”

 

Langkah pembuka ini akan membuat siswa:

  • merasa dihargai dan diperhatikan,
  • tertarik dan siap berpikir kritis,
  • bersemangat mengikuti pembelajaran dengan rasa bangga dan peduli.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (Bermakna, Berkesadaran)

1. Memahami (45 menit)

Tujuan: Murid mengenali masalah sosial dan lingkungan, memahami makna berbagi dan peduli dalam konteks kebangsaan dan lingkungan.

Kegiatan:

  1. Observasi dan Diskusi Gambar/Video (10 menit)
    • Menonton video singkat tentang dampak kemiskinan dan pencemaran lingkungan di sekitar mereka.
    • Guru memberikan pertanyaan panduan:
      • Apa masalah utama yang kalian lihat?
      • Mengapa hal ini penting untuk kita pedulikan?
  2. Diskusi Kelompok Kecil (20 menit)
    • Siswa dibagi menjadi 4–5 kelompok untuk menganalisis isu yang muncul (menggunakan lembar kerja pemantik).
    • Tugas: Temukan akar masalah dan buat peta masalah sosial/lingkungan di sekitarmu.
  3. Presentasi Cepat & Tanya Jawab (15 menit)
    • Setiap kelompok menyampaikan 1 masalah utama dan penyebabnya.
    • Kelas memberikan umpan balik (latih komunikasi kritis dan kolaboratif).

Prinsip mindful: siswa diajak hadir utuh terhadap isu nyata.
Prinsip meaningful: siswa merasa masalah tersebut dekat dengan kehidupan mereka.

 

Mengaplikasi (Menggembirakan)

2. Mengaplikasi (60 menit)

Tujuan: Murid menyusun solusi kreatif melalui simulasi aksi sosial dan kampanye lingkungan.

Kegiatan:

  1. Desain Aksi Nyata (30 menit)
    • Siswa memilih 1 bentuk aksi:
      • a) Bakti sosial (contoh: “Kotak Amal Berjalan”, “Gerakan Pangan Sehat Gratis”)
      • b) Eco Campaign (contoh: “Jangan Buang Sampah ke Selokan!”, “1 Siswa 1 Tanaman”, “Poster Digital Peduli Sampah”)
    • Gunakan format canva, padlet, atau lembar poster manual.
    • Kolaborasi kelompok dan pembagian peran.
  2. Simulasi Presentasi (15 menit)
    • Setiap kelompok mempresentasikan konsep aksi sosial atau kampanye mereka.
    • Gunakan gaya komunikasi publik: poster, video, slogan, atau orasi.
  3. Pameran Mini & Voting (15 menit)
    • Siswa melakukan “Walk Gallery” di kelas untuk melihat karya teman.
    • Masing-masing memberi stiker bintang untuk karya yang paling berdampak dan kreatif.

Prinsip joyful: kegiatan seru, bebas berekspresi, dan saling mengapresiasi.
Prinsip meaningful: murid menjadi perancang solusi nyata.
Keterampilan dikembangkan: kolaborasi, berpikir solutif, komunikasi terbuka.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

3. Merefleksi (30 menit)

Tujuan: Murid menyadari nilai-nilai yang telah mereka pelajari dan menyusun rencana kecil untuk aksi nyata di lingkungan mereka.

Kegiatan:

  1. Jurnal Refleksi Individu (15 menit)
    Pertanyaan reflektif:
    • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini?
    • Apa perasaanmu setelah ikut kegiatan ini?
    • Aksi nyata apa yang bisa kamu lakukan mulai besok?
  2. Berbagi Cerita Refleksi (10 menit)
    • Beberapa siswa diminta secara sukarela membacakan isi jurnalnya.
    • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap nilai kepedulian dan kebangsaan.
  3. Penutup & Tantangan Aksi Nyata (5 menit)
    • Guru menutup dengan kutipan motivasi dan menantang siswa untuk melakukan aksi individu selama seminggu, misalnya:

“1 Siswa, 1 Aksi: Pilih satu hal kecil yang bisa kamu lakukan minggu ini untuk membantu orang lain atau lingkunganmu!”

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi (5 menit)

Guru memandu siswa melakukan refleksi dengan pertanyaan terbuka:

  • Apa yang kamu pahami tentang makna “merdeka berbagi” dan “merdeka peduli” hari ini?
  • Mengapa aksi sosial dan kampanye lingkungan itu penting bagi bangsa dan lingkungan kita?
  • Dari semua kegiatan hari ini, bagian mana yang paling menyentuh atau menginspirasi kamu?

Siswa bisa menjawab secara lisan atau menulis 2–3 kalimat di kartu refleksi.

 

2. Refleksi Akhir Pembelajaran (3 menit)

Guru menyampaikan rangkuman inti:

“Hari ini kita belajar menjadi anak bangsa yang tak hanya bangga, tapi juga bertindak nyata. Kita melihat masalah sosial dan lingkungan, lalu mencari solusi dan berani menyuarakannya. Itulah bentuk cinta tanah air yang sejati.”

 

3. Motivasi Penutup (2 menit)

Guru memberi penguatan dan harapan:

“Kalian adalah generasi yang hebat. Jangan tunggu dewasa untuk peduli. Satu aksi kecil yang kamu lakukan bisa membawa perubahan besar. Mari jadi anak Indonesia yang merdeka dalam berpikir, berbagi, dan peduli.”


 4. Tugas Pertemuan Berikutnya (5 menit)

Tugas Individu (dibawa ke pertemuan selanjutnya):

  • Buatlah “Catatan Aksi Nyataku” berupa:
    • Nama aksi yang kamu lakukan di lingkungan rumah atau sekolah (misalnya: membantu tetangga, membersihkan taman, membagikan makanan, membuat poster, dll.)
    • Cerita singkat (3–5 kalimat) tentang apa yang kamu lakukan dan rasakan
    • Foto/video (jika memungkinkan)

Tugas dikumpulkan minggu depan dalam bentuk kertas tempel atau unggahan digital di platform kelas.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen awal

Tujuan Asesmen Awal

Mengetahui:

  • Pengetahuan awal siswa tentang aksi sosial dan kampanye lingkungan
  • Pengalaman pribadi terkait kepedulian sosial dan lingkungan
  • Nilai dan sikap siswa terhadap semangat kebangsaan dan kepedulian

 

Jenis & Bentuk Instrumen

Komponen

Keterangan

Jenis Asesmen

Diagnostik (formatif awal)

Bentuk Instrumen

Angket/kuesioner reflektif dengan skala dan isian singkat

Media

Google Form, kertas, atau buku catatan siswa

 

Instrumen Asesmen Awal (5 Butir)

  1. (Skala Sikap)

Saya merasa peduli ketika melihat orang lain kesulitan atau lingkungan kotor dan rusak.

    • Sangat Setuju
    • Setuju
    • Tidak Setuju
    • Sangat Tidak Setuju
  1. (Pertanyaan Terbuka Singkat)

Sebutkan satu bentuk aksi sosial yang pernah kamu lakukan atau lihat di sekitarmu!

  1. (Skala Pengetahuan)

Menurutmu, apakah kampanye lingkungan (eco campaign) penting bagi masa depan Indonesia?

    • Sangat Penting
    • Penting
    • Kurang Penting
    • Tidak Penting
  1. (Isian Pribadi)

Jika kamu diberi kesempatan untuk berkontribusi pada kegiatan sosial, apa yang ingin kamu lakukan dan mengapa?

  1. (Skala Kepedulian)

Saya bersedia bekerja sama dengan teman-teman untuk melakukan aksi nyata membantu masyarakat dan lingkungan.

    • Sangat Setuju
    • Setuju
    • Tidak Setuju
    • Sangat Tidak Setuju

 

Asesmen proses  Pembelajaran

Tujuan Asesmen Formatif

  • Menilai keberlangsungan proses pembelajaran
  • Memberikan umpan balik terhadap pemahaman, sikap, keterampilan, dan kolaborasi siswa
  • Mengarahkan guru dalam penguatan atau penyesuaian strategi pembelajaran

 

Jenis & Bentuk Instrumen

Komponen

Keterangan

Jenis Asesmen

Formatif (selama proses pembelajaran)

Bentuk Instrumen

Observasi langsung, pertanyaan reflektif, rubrik ceklis sederhana

Waktu Pelaksanaan

Saat diskusi kelompok, saat presentasi, dan refleksi individu

 

3 Bentuk Instrumen Asesmen Formatif

1. Ceklis Observasi Diskusi Kelompok

Digunakan guru saat siswa berdiskusi tentang ide kegiatan bakti sosial atau kampanye lingkungan.

No

Indikator

Ya

Tidak

Catatan

1

Siswa aktif menyampaikan ide dalam diskusi

2

Siswa mendengarkan pendapat teman dengan baik

3

Siswa menunjukkan sikap peduli terhadap isu

 

2. Refleksi Tengah Pembelajaran (Tulisan Singkat)

Instrumen:

Apa yang saya pelajari hari ini tentang pentingnya aksi sosial dan lingkungan?
Apa yang membuat saya tertarik atau bingung?

Dapat dikumpulkan dalam catatan belajar siswa atau Google Form.

 

3. Tanya-Jawab Format Kartu Tanya Singkat (Exit Ticket)

Contoh pertanyaan di akhir sesi 2 atau sesi 3:

Sebutkan satu bentuk kegiatan nyata yang menurutmu bisa membuktikan rasa cinta tanah air!
Apa satu hal kecil yang bisa kamu lakukan di sekolah untuk menjaga lingkungan?

 

Asesmen akhir pembelajaran

Tujuan Asesmen Sumatif:

Mengetahui sejauh mana peserta didik:

  • Memahami konsep cinta tanah air melalui aksi sosial dan kampanye lingkungan.
  • Mampu merancang dan menyampaikan ide aksi nyata secara kreatif dan komunikatif.
  • Menunjukkan sikap peduli, kolaboratif, dan bertanggung jawab dalam kegiatan.

 

Jenis dan Bentuk Instrumen:

Komponen

Penjelasan

Jenis Asesmen

Sumatif

Bentuk Instrumen

Unjuk kerja proyek, portofolio, dan tes uraian reflektif sederhana

Waktu Pelaksanaan

Di akhir proses pembelajaran atau setelah kegiatan aksi nyata dilakukan

 

Bentuk Instrumen Asesmen

1. Proyek Mini (Unjuk Kerja)

Tugas:

Buatlah poster digital atau presentasi singkat berisi ide dan rencana pelaksanaan Bakti Sosial atau Eco Campaign yang dapat dilaksanakan di sekolah atau lingkungan sekitar.
Disajikan dalam bentuk:

  • Infografis / poster digital
  • Video pendek kampanye (maks. 1 menit)
  • Presentasi kelompok (maks. 5 menit)

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja:

Aspek yang Dinilai

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Kreativitas ide

Orisinal dan inspiratif

Ide menarik

Ide biasa saja

Tidak jelas

Relevansi isi

Sangat sesuai tema

Cukup sesuai

Sebagian sesuai

Tidak sesuai

Kerja sama kelompok

Selalu aktif dan kompak

Kadang aktif

Kurang aktif

Tidak berperan

Cara menyampaikan

Jelas, percaya diri

Cukup jelas

Kurang jelas

Tidak jelas

 

2. Refleksi Individu (Tes Uraian Ringan)

Tugas: Jawab pertanyaan reflektif berikut:

  1. Apa makna cinta tanah air menurutmu setelah mengikuti pembelajaran ini?
  2. Apa bentuk aksi sosial sederhana yang bisa kamu lakukan di lingkunganmu?
  3. Bagaimana perasaanmu setelah merancang dan membagikan ide kampanye ini?
  4. Menurutmu, apa tantangan dalam mengajak orang peduli lingkungan?
  5. Apa hal baru yang kamu pelajari dan ingin kamu lanjutkan setelah kegiatan ini?

 

3. Portofolio Ringkas

Dokumentasi proses belajar, seperti:

  • Foto kegiatan diskusi/pembuatan proyek
  • Poster ide atau rancangan kampanye
  • Catatan refleksi harian / mingguan

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

Proyek Tematik

                                                                                      

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas

  • Nama Siswa                  : .................................................
  • Kelas                            : .......................................................
  • Nama Kelompok           : .......................................
  • Tema                            : Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli
  • Judul Kegiatan              : Aksi Nyata Cinta Tanah Air: Bakti Sosial & Eco Campaign

 

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik mampu:

  • Memahami makna cinta tanah air dan kepedulian sosial-lingkungan.
  • Mengidentifikasi bentuk bakti sosial dan kampanye lingkungan yang sesuai konteks sekolah.
  • Merancang dan menyampaikan ide aksi nyata secara kreatif dan komunikatif.

 

Tahap 1: Memahami (Mindful Thinking & Diskusi Bermakna)

Petunjuk: Diskusikan dan tuliskan pendapat kelompokmu terkait pertanyaan berikut ini:

  1. Apa saja permasalahan sosial dan lingkungan yang kamu lihat di lingkungan sekolah atau sekitar rumahmu?
    Contoh: minimnya tempat sampah, siswa yang masih membuang sampah sembarangan, siswa kesulitan alat tulis, dll.

Jawaban kelompok:

    • ...........................................................................................
    • ...........................................................................................
  1. Mengapa kita perlu peduli terhadap lingkungan dan sesama warga sekolah?

Jawaban kelompok:

    • ...........................................................................................
    • ...........................................................................................
  1. Bagaimana hubungan antara cinta tanah air dengan aksi sosial atau eco campaign?

Jawaban kelompok:

    • ...........................................................................................
    • ...........................................................................................

 

 

Tahap 2: Mengaplikasi (Kreatif – Kolaboratif – Problem Solving)

Tugas Kelompok:
Rancanglah sebuah ide kegiatan yang bisa dilakukan di sekolah dalam bentuk:

  • Bakti sosial (misalnya: “Buku Untuk Teman”, “Kantong Sehat Gratis”, dll)
  • Eco campaign (misalnya: “Sampahku, Tanggung Jawabku”, “Kantin Ramah Lingkungan”, dll)

 

Gunakan format berikut untuk merancangnya:

Komponen

Isian

Judul kegiatan

.................................................

Masalah yang ingin diatasi

.................................................

Sasaran kegiatan

.................................................

Langkah-langkah pelaksanaan

.................................................

Bahan/media yang dibutuhkan

.................................................

Slogan kampanye (jika ada)

.................................................

 

Presentasi Kelompok

Sampaikan hasil diskusi dan rancangan kelompokmu dalam waktu maksimal 5 menit. Gunakan media kreatif: poster, slide, atau simulasi singkat!

 

Tahap 3: Refleksi dan Tindak Lanjut

Jawab pertanyaan ini secara individu:

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?
    • ....................................................................................
  2. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti kegiatan ini?
    • ....................................................................................
  3. Aksi nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menunjukkan cinta tanah air dan kepedulian?
    • ....................................................................................

 

Tugas Pertemuan Berikutnya

Bawa:

  • Bahan untuk proyek kampanye (misal: karton, kertas bekas, spidol)
  • Informasi tambahan (dari internet atau wawancara) tentang kegiatan sosial atau lingkungan yang pernah dilakukan di sekitar kalian.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...