Selasa, 24 Februari 2026

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

 

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER

INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

INTEGRASI MATA PELAJARAN   : IPS, BAHASA INDONESIA, PPKn, SENI BUDAYA.

KELAS / SEMESTER / FASE           : IX/ 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 5 x 40 menit

TEMA                                                  :  Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Identifikasi Kesiapan Belajar Kokurikuler Peserta Didik SMPN 8 Malang

Tema: Aku Bangga Jadi Anak Indonesia
Judul Kegiatan: Ekspresi Merdeka: Menulis, Bersuara, dan Berkarya untuk Negeri

1. Kondisi Sekolah dan Lingkungan

  • SMPN 8 Malang terletak di tengah kota, yang secara geografis strategis dan dikelilingi fasilitas pendidikan, budaya, dan sosial.
  • Lingkungan sosial di sekitar sekolah heterogen, terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan tingkat sosial ekonomi.
  • Sekolah ini memiliki reputasi sebagai sekolah yang aktif dalam kegiatan pengembangan karakter, seni, dan budaya.

 

2. Aspek Pengetahuan Awal Peserta Didik

  • Sebagian besar siswa telah mengenal nilai-nilai dasar kebangsaan, seperti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, lagu-lagu nasional, dan sejarah kemerdekaan, yang sudah diajarkan dalam mata pelajaran PKn dan IPS.
  • Namun, pendalaman terhadap ekspresi kreatif terkait nasionalisme, seperti menulis opini, membuat karya seni, atau menyuarakan pendapat secara aktif, masih memerlukan penguatan.
  • Keterampilan digital (mengetik, membuat poster digital, merekam video suara) juga mulai berkembang, namun perlu bimbingan agar digunakan untuk ekspresi positif dan terarah.

 

3. Aspek Minat Peserta Didik

  • Peserta didik menunjukkan minat yang tinggi pada kegiatan berbasis seni dan ekspresi diri, seperti menulis puisi, pidato, vlog, dan seni rupa.
  • Banyak siswa aktif mengikuti ekstrakurikuler seperti Jurnalistik, Paduan Suara, OSIS, dan Kesenian Tradisional, yang mendukung kegiatan kokurikuler ini.
  • Minat terhadap isu kebangsaan dan cinta tanah air cukup tinggi, terutama saat mendekati momen penting seperti HUT RI, namun perlu dikembangkan agar menjadi kebanggaan yang konsisten.

 

4. Latar Belakang Peserta Didik

  • Siswa berasal dari berbagai latar belakang budaya, seperti Jawa, Madura, Sunda, dan Tionghoa, yang menciptakan potensi kolaborasi dalam keberagaman.
  • Latar belakang ekonomi keluarga beragam, sebagian memiliki keterbatasan dalam akses teknologi dan media kreatif.
  • Beberapa siswa mengalami hambatan dalam komunikasi aktif dan rasa percaya diri, terutama untuk tampil di depan umum.

 

5. Kebutuhan Belajar

  • Penguatan rasa percaya diri dan keberanian berekspresi, baik dalam tulisan maupun suara dan karya visual.
  • Pemahaman tentang kebhinekaan dan semangat nasionalisme dalam konteks kehidupan sehari-hari, bukan hanya simbolik.
  • Fasilitasi pembelajaran yang memberi ruang partisipasi aktif dan pengakuan terhadap identitas diri masing-masing siswa.
  • Pendampingan dalam penggunaan teknologi sederhana untuk membuat karya digital (misalnya poster digital, audio recording, atau video pendek).

 

6. Aspek Lainnya yang Relevan

  • Waktu dan motivasi belajar: Banyak siswa lebih antusias jika kegiatan dilakukan dengan pendekatan interaktif, menyenangkan, dan bernuansa proyek nyata.
  • Peran guru dan pendamping sangat penting dalam mengarahkan, memotivasi, dan memfasilitasi ekspresi siswa secara positif dan inklusif.
  • Kolaborasi dengan orang tua dan komunitas akan mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kebanggaan menjadi anak Indonesia.

 

Simpulan

Peserta didik SMPN 8 Malang memiliki kesiapan belajar kokurikuler yang baik dari segi minat dan latar belakang, namun perlu penguatan pada:

  • Keterampilan berekspresi secara bebas dan positif,
  • Penggunaan media kreatif berbasis teknologi,
  • Penerapan nilai nasionalisme dalam kehidupan nyata.

Kegiatan Ekspresi Merdeka sangat sesuai untuk menggali potensi peserta didik dalam menulis, bersuara, dan berkarya sebagai bentuk kebanggaan menjadi anak Indonesia.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan FAKTUAL

Isi Materi:
• Definisi dasar tentang nasionalisme, kebhinekaan, dan kemerdekaan.
• Nama-nama tokoh pahlawan nasional seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, RA Kartini, dan Ki Hajar Dewantara.
• Simbol negara: Bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, lagu Indonesia Raya.
• Peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan seperti Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Sumpah Pemuda 1928.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
Siswa dapat mengenali simbol-simbol negara saat upacara, menyanyikan lagu nasional dengan pemahaman makna, serta mengetahui siapa pahlawan yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Fakta ini juga sering muncul dalam kegiatan sekolah seperti lomba Hari Kemerdekaan, pembelajaran IPS, dan diskusi kebangsaan.

 

2. Pengetahuan KONSEPTUAL

Isi Materi:
• Konsep cinta tanah air sebagai bagian dari identitas diri.
• Pengertian Bhineka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan dalam keberagaman.
• Hak dan kewajiban sebagai warga negara.
• Makna kemerdekaan dalam konteks kehidupan siswa masa kini.
• Nilai-nilai karakter: gotong royong, toleransi, keberanian, tanggung jawab.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
Siswa memahami arti penting menghargai teman dari suku atau agama lain, ikut serta dalam kegiatan sosial sekolah, menaati aturan, serta bangga menggunakan produk lokal. Mereka mulai menyadari peran sebagai generasi muda dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.

 

3. Pengetahuan PROSEDURAL

Isi Materi:
• Langkah-langkah menulis puisi, esai, atau cerita pendek bertema kebangsaan.
• Proses menyusun dan menyampaikan pidato atau orasi kemerdekaan.
• Cara membuat poster, infografis, atau video pendek bertema nasionalisme.
• Tahapan kerja kelompok untuk merancang dan menampilkan karya ekspresi merdeka.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
Siswa dapat mengekspresikan rasa cinta tanah air secara kreatif dalam kegiatan sekolah seperti lomba, tugas proyek, kampanye sekolah, dan forum diskusi. Mereka juga belajar berbicara di depan umum, bekerja dalam tim, serta menggunakan teknologi sederhana untuk membuat karya bermakna.

 

4. Pengetahuan METAKOGNITIF

Isi Materi:
• Kesadaran siswa atas kekuatan dan minat dirinya dalam menulis, berbicara, atau berkarya visual.
• Strategi mengatasi rasa takut tampil di depan umum atau grogi saat membaca puisi.
• Kemampuan memilih cara terbaik untuk menyampaikan pesan kebangsaan.
• Refleksi terhadap pengalaman berkarya sebagai bentuk kontribusi bagi negeri.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
Siswa belajar mengenali potensi dan gaya belajarnya sendiri, meningkatkan kepercayaan diri, serta memahami bahwa setiap anak Indonesia bisa berkontribusi lewat cara yang berbeda. Pengetahuan ini membantu mereka bertumbuh sebagai pelajar aktif dan warga negara yang berpikir reflektif dan bertanggung jawab.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

  • Materi Terkait: Nilai-nilai nasionalisme, hak dan kewajiban sebagai warga negara, Bhineka Tunggal Ika.
  • Kontribusi: Membentuk kesadaran kebangsaan dan semangat cinta tanah air melalui pemahaman dasar negara dan nilai kebersamaan.
  • Aktivitas: Diskusi makna kemerdekaan, peran siswa sebagai warga negara muda, membuat manifesto atau janji anak Indonesia.

 

2. Bahasa Indonesia

  • Materi Terkait: Menulis teks naratif, puisi, pidato, artikel pendek.
  • Kontribusi: Mengembangkan kemampuan literasi dan ekspresi diri dalam bentuk tulisan yang membangkitkan semangat kebangsaan.
  • Aktivitas: Menulis puisi bertema “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia”, membuat pidato atau cerpen bertema perjuangan dan keberagaman.

 

3. Seni Budaya

  • Materi Terkait: Ekspresi seni (musik, rupa, teater), kesenian tradisional dan modern.
  • Kontribusi: Menyalurkan ekspresi cinta tanah air melalui karya visual, pertunjukan, lagu atau poster bertema kemerdekaan.
  • Aktivitas: Membuat poster nasionalisme, melukis wajah pahlawan, menciptakan lagu perjuangan versi siswa, atau teater mini kemerdekaan.

 

4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  • Materi Terkait: Sejarah perjuangan bangsa, peran tokoh nasional, keberagaman masyarakat Indonesia.
  • Kontribusi: Memberikan pemahaman konteks sejarah dan sosial yang melatarbelakangi semangat kemerdekaan dan persatuan bangsa.
  • Aktivitas: Penelusuran jejak sejarah lokal, membuat infografis tokoh pahlawan, atau wawancara dengan warga tentang makna kemerdekaan.

 

5. Informatika / Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

  • Materi Terkait: Penggunaan aplikasi desain, pengolahan video/audio, publikasi digital.
  • Kontribusi: Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pesan kebangsaan melalui media digital yang kreatif dan menarik.
  • Aktivitas: Membuat video pendek “Suaraku untuk Negeri”, desain poster digital bertema persatuan, atau podcast ekspresi kebangsaan.

 

6. Bahasa Daerah dan Bahasa Inggris

  • Materi Terkait: Penerjemahan puisi atau pidato ke dalam bahasa daerah dan bahasa Inggris.
  • Kontribusi: Menumbuhkan kesadaran identitas lokal dan global secara bersamaan.
  • Aktivitas: Membuat puisi tentang Indonesia dalam bahasa Jawa dan versi Inggris, membaca pidato dalam tiga bahasa (Indonesia, daerah, Inggris).

 

7. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

  • Materi Terkait: Nilai moral, etika, toleransi antarumat beragama.
  • Kontribusi: Membentuk karakter religius dan toleran dalam semangat nasionalisme yang menghargai keberagaman.
  • Aktivitas: Refleksi nilai-nilai perjuangan dalam perspektif agama, doa bersama lintas agama untuk bangsa.

 

8.  Keterkaitan dengan 7 kebiasaan anak hebat tentang Bermasyarakat

·       Kaitan:
Kegiatan ini memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai. Siswa bekerja sama dalam kelompok, saling memberi umpan balik, dan menyampaikan ekspresi yang membangun semangat kebangsaan.
Contoh nyata:
Membuat karya kolaboratif seperti puisi bersama, pertunjukan kelompok, atau pidato bergantian tentang cinta tanah air.

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Siswa mampu mengungkapkan kebanggaannya sebagai anak Indonesia melalui tulisan minimal 1 paragraf.

2.     Siswa mampu menyampaikan pendapat atau puisi bertema kemerdekaan secara lisan dengan percaya diri di depan kelompok.

3.     Siswa mampu membuat satu karya seni visual (poster, gambar, atau kolase) yang mencerminkan semangat kemerdekaan.

4.     Siswa mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menampilkan ekspresi kreatif bertema cinta tanah air.

5.     Siswa mampu merefleksikan makna kemerdekaan dan kontribusi anak Indonesia melalui jurnal pribadi atau lembar refleksi.

 

Topik Pembelajaran

Topik Pembelajaran yang Dapat Digunakan Siswa

  1. Makna Kemerdekaan bagi Generasi Muda

Menggali pemahaman siswa tentang arti kemerdekaan dari sudut pandang mereka sebagai remaja masa kini.

  1. Pahlawan Favoritku, Inspirasiku
    Menyampaikan kisah pahlawan nasional atau lokal yang menginspirasi melalui tulisan, puisi, atau cerita pendek.
  2. Bahasa, Budaya, dan Identitasku sebagai Anak Indonesia
    Mengeksplorasi kekayaan bahasa daerah, pakaian adat, atau makanan khas sebagai identitas Indonesia.
  3. Suara Anak Bangsa untuk Indonesia Hebat
    Memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi melalui orasi, pidato, atau vlog bertema kebangsaan.
  4. Lagu dan Puisi Cinta untuk Negeri
    Membuat karya puisi, syair, atau lagu sederhana yang menunjukkan rasa cinta dan bangga pada Indonesia.
  5. Poster dan Desain Kreatif “Bangga Jadi Anak Indonesia”
    Mendesain poster atau infografik digital/manual yang menonjolkan semangat kebangsaan, toleransi, dan keberagaman.
  6. Aksi Nyata Anak Bangsa: Apa yang Bisa Kulakukan untuk Negeriku?
    Proyek mini reflektif di mana siswa merancang aksi nyata sederhana (misal: kampanye bersih kelas, bantu teman belajar, dll).

 

Praktik Pedagogis

Rekomendasi Model, Strategi, dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran:

Project Based Learning (PjBL)
Mendorong siswa menghasilkan karya otentik (tulisan, puisi, orasi, poster, vlog) yang berkaitan dengan tema kebangsaan.
Alasan: Melatih penalaran kritis saat menyusun ide, kreativitas saat mencipta karya, dan komunikasi saat presentasi.

 

Strategi Pembelajaran:

Ekspresi Diri & Kolaborasi Bermakna
Memberi ruang refleksi personal dan kerja kelompok lintas minat (menulis, menggambar, menyanyi, pidato, dsb).
Alasan: Siswa menjadi sadar akan identitas dan potensi dirinya serta belajar menghargai ekspresi teman.

Metode Pembelajaran:

  • Diskusi Terbuka dan Refleksi Pribadi
    Meningkatkan kesadaran identitas nasional dan pendapat pribadi.
  • Gallery Walk / Pameran Karya Siswa
    Menunjukkan hasil karya secara terbuka agar siswa saling memberi umpan balik (komunikasi dan empati).
  • Presentasi Kreatif / Storytelling / Orasi Mini
    Melatih keberanian dan keterampilan menyampaikan ide secara jelas dan menarik.

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang

Peran:

  • Memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi program pembelajaran kebangsaan.
  • Menyediakan narasumber dan akses kegiatan seni, budaya, serta lomba literasi.
  • Mengapresiasi karya siswa pada momen Hari Kemerdekaan atau lomba siswa.

 

2. Radio Lokal dan Media Massa Malang Raya (misal: RRI, Malang Posco, JTV Malang)

Peran:

  • Menyediakan ruang publikasi bagi karya tulis, pidato, puisi, atau pertunjukan siswa.
  • Mengajak siswa menjadi penyiar tamu atau narator puisi dan prosa tentang cinta tanah air.
  • Menumbuhkan keberanian siswa untuk bersuara di ruang publik.

 

3. Komunitas Literasi dan Seni (misal: Forum Lingkar Pena, Sanggar Sastra Malang)

Peran:

  • Membimbing siswa dalam menulis cerpen, puisi, dan esai bertema nasionalisme.
  • Melatih siswa dalam membaca puisi atau pementasan drama pendek.
  • Menjadi juri dalam lomba menulis dan seni ekspresif.

 

4. TNI/Polri atau Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Malang

Peran:

  • Memberikan inspirasi tentang semangat perjuangan dan bela negara.
  • Menjadi pemateri tentang kedisiplinan, cinta tanah air, dan kontribusi generasi muda.
  • Menyemarakkan kegiatan upacara kemerdekaan dan pembekalan karakter nasional.

 

5. Orang Tua/Wali Murid

Peran:

  • Mendampingi dan memotivasi anak dalam membuat karya ekspresi bertema kebangsaan.
  • Menjadi audiens atau panitia pendukung dalam pameran dan pertunjukan siswa.
  • Menjadi sumber cerita sejarah keluarga tentang perjuangan atau nasionalisme.

 

6. Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur / Universitas Negeri Malang (Fakultas Sastra dan Pendidikan)

Peran:

  • Memberikan pembinaan bahasa dan literasi Indonesia kepada siswa.
  • Menjadi mentor penulisan kreatif dan lomba literasi bertema "Aku Anak Indonesia".
  • Menyediakan pelatihan daring atau kunjungan akademik inspiratif.

 

7. Komunitas Anak Muda Kreatif Malang (misal: Malang Creatives, Malang Youth Forum)

Peran:

  • Menjadi mentor dalam membuat karya multimedia, podcast, vlog, poster atau desain ekspresif.
  • Mengadakan workshop digital untuk kampanye cinta Indonesia melalui media sosial.
  • Memotivasi siswa untuk berkarya inovatif dengan pendekatan teknologi.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik (Lingkungan Belajar Nyata):

  • Kelas Tematik atau Ruang Literasi
    Digunakan untuk diskusi, menulis ekspresif (puisi, cerpen, esai), dan latihan pidato.
  • Perpustakaan Sekolah
    Sebagai tempat eksplorasi literatur bertema nasionalisme, sejarah Indonesia, dan budaya lokal.
  • Ruang Kesenian atau Aula Sekolah
    Untuk pementasan karya siswa seperti musikalisasi puisi, pembacaan puisi, pertunjukan drama, atau orasi kebangsaan.
  • Taman Sekolah / Halaman Upacara
    Sebagai tempat pertunjukan terbuka dan rekaman video kampanye cinta tanah air.

 

2. Budaya Belajar (Iklim Sekolah):

  • Berbasis Apresiasi dan Kolaborasi
    Siswa diberi ruang untuk berekspresi tanpa takut salah. Setiap karya dihargai dan ditampilkan.
  • Pembelajaran Berkesadaran dan Bermakna
    Guru memantik diskusi dengan isu yang dekat dengan siswa, seperti “Apa makna menjadi anak Indonesia?”, “Apa kontribusiku untuk negeri?”
  • Kebiasaan Refleksi dan Komunikasi Positif
    Setiap akhir sesi pembelajaran, siswa diajak merenung, menulis jurnal reflektif, atau saling memberikan umpan balik membangun.
  • Lingkungan Inklusif dan Menggembirakan
    Semua siswa diberi kesempatan tampil sesuai minat dan bakatnya: menulis, berbicara, bermain peran, atau membuat karya digital.

 

Pemanfaatan Digital

1. Padlet / Google Jamboard – Interaktif & Kolaboratif

Digunakan sebagai papan ide virtual di mana siswa dapat:

  • Menuliskan opini atau ungkapan kebanggaan sebagai anak Indonesia.
  • Berkolaborasi membuat puisi, slogan, atau pantun bertema kemerdekaan.
  • Memberikan komentar membangun pada karya teman.

Manfaat: Mendorong komunikasi, menghargai pendapat teman, dan memicu kreativitas bersama.

 

2. Canva / PosterMyWall – Kontekstual & Kreatif

Siswa membuat poster digital, infografik, atau kampanye visual bertema nasionalisme dan cinta tanah air.

Manfaat: Mengembangkan literasi visual, keterampilan desain, serta menyampaikan pesan kebangsaan secara kontekstual.

 

3. Flipgrid / YouTube Shorts – Ekspresif & Autentik

Siswa merekam dan membagikan video orasi, puisi, drama pendek, atau cerita inspiratif sebagai anak Indonesia.

Manfaat: Melatih keberanian bersuara, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, serta membangun keterampilan komunikasi publik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1. Orientasi yang Bermakna

Guru menyapa hangat siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran:

“Hari ini, kalian akan mengekspresikan rasa bangga menjadi anak Indonesia lewat karya tulis, suara, dan visual. Karya kalian bisa menjadi bagian penting untuk menginspirasi sesama!”

 

2. Apersepsi yang Kontekstual

Guru menampilkan video pendek (1–2 menit) tentang kisah inspiratif anak-anak Indonesia yang berkarya di bidang seni, teknologi, atau sosial.
Dilanjutkan tanya jawab reflektif:

“Pernahkah kalian merasa bangga menjadi anak Indonesia? Kapan dan mengapa?”

 

3. Motivasi yang Menggembirakan

Guru mengajak siswa bermain kuis cepat “Siapa Aku?” seputar pahlawan muda, tokoh nasional, dan karya anak bangsa.

Hadiah simbolis kecil (stiker bendera, pin merah putih) bisa diberikan untuk menciptakan semangat positif.

 

Langkah-langkah pembuka ini disusun agar siswa:

1.     Merasa dihargai dan disambut.

2.     Terhubung secara emosional dengan tema pembelajaran.

3.     Termotivasi untuk belajar aktif dan berkarya dengan bangga.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (Bermakna, Berkesadaran)

Alur Pembelajaran

1. Memahami (30 menit) – Tahap Pengenalan dan Pemantik

Tujuan: Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman awal siswa tentang makna menjadi anak Indonesia.

Aktivitas:

  • Ice breaking joyful: Permainan “Tebak Tokoh Bangsa” (5 menit).
  • Menonton video inspiratif tentang anak-anak Indonesia yang berprestasi atau berkarya (5–7 menit).
  • Diskusi terbimbing (Think–Pair–Share):
    • “Apa arti kemerdekaan bagi anak seusiamu?”
    • “Apa yang membuat kamu bangga jadi anak Indonesia?” (10 menit).
  • Guru membimbing untuk mengaitkan refleksi siswa dengan ekspresi melalui karya tulis, suara, dan visual (8 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan)

2. Tahap Ekspresi Karya dan Kolaborasi

Tujuan: Siswa mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi dalam berkarya.

Aktivitas Utama (Pilihan sesuai minat siswa):

  • Kelompok Menulis: Menulis puisi, pantun, surat, atau narasi pendek tentang Indonesia (contoh: “Surat untuk Ibu Pertiwi”).
  • Kelompok Bersuara: Merekam podcast pendek atau orasi tentang kebanggaan sebagai anak Indonesia.
  • Kelompok Berkarya Visual: Membuat poster, kolase digital, komik singkat, atau ilustrasi bertema Anak Hebat Indonesia.

1.     Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing proses.

2.     Siswa bekerja secara berkelompok (2–4 orang), berbagi peran dan ide.

3.     Gunakan perangkat digital (laptop/HP), alat gambar, kertas karton, dsb.

4.     Kolaborasi dan diskusi aktif didorong.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

Tahap Berbagi dan Evaluasi Diri

Tujuan: Mengasah penalaran kritis, empati, dan kepercayaan diri.

Aktivitas:

  • Pameran mini karya siswa (Gallery Walk) – 10 menit.
  • Presentasi singkat (per kelompok): Menjelaskan isi dan pesan karyanya – 15 menit.
  • Refleksi individu tertulis:
    • Apa yang saya pelajari hari ini?
    • Bagaimana perasaan saya saat mengekspresikan kebanggaan sebagai anak Indonesia?
    • Apa yang bisa saya lakukan untuk terus mencintai negeri ini? – 5 menit.
  • Penutup yang menggembirakan: Menyanyikan lagu “Aku Anak Indonesia” bersama – 5 menit.

Prinsip yang Tercapai:

Prinsip

Implementasi Pembelajaran

Berkesadaran

Refleksi kritis, diskusi mendalam, dan eksplorasi jati diri.

Bermakna

Karya lahir dari pengalaman dan pemahaman pribadi.

Menggembirakan

Ice breaking, pilihan karya, kolaborasi, dan apresiasi.

PENUTUP (berkesadaran, bermakna)

1. Refleksi Materi (5 menit)

Tujuan: Menggali pemahaman siswa terhadap isi pembelajaran dan keterkaitannya dengan diri mereka.

Pertanyaan panduan (jawaban lisan/tulisan singkat):

  • Apa hal paling berkesan dari kegiatan hari ini?
  • Mengapa penting untuk mengekspresikan kebanggaan sebagai anak Indonesia?
  • Nilai-nilai apa yang bisa kamu petik dari proses berkarya tadi?

Guru menanggapi dengan apresiasi terhadap pemikiran siswa.

 

2. Refleksi Akhir Pembelajaran (3 menit)

Tujuan: Mendorong kesadaran diri (mindfulness) dan pertumbuhan pribadi.

Pertanyaan reflektif:

  • Bagaimana perasaanmu saat berkarya tadi?
  • Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri dan temanmu hari ini?
  • Apakah kamu ingin terus menulis/bersuara/berkarya untuk Indonesia? Mengapa?

Guru dapat meminta siswa menuliskannya di sticky note / papan refleksi digital (Padlet/Google Jamboard).

 

3. Motivasi dan Apresiasi (3 menit)

Tujuan: Memberi dorongan positif dan memperkuat semangat nasionalisme.

Guru menyampaikan kalimat seperti berikut:

“Kalian adalah anak-anak Indonesia yang luar biasa. Hari ini kalian telah menunjukkan bahwa suara, tulisan, dan karya kalian bisa menjadi kekuatan untuk negeri. Teruslah berkarya dengan hati, karena Indonesia membutuhkan generasi muda yang mencintai tanah air lewat tindakan nyata.”

Apresiasi karya terbaik atau sikap terbaik yang ditunjukkan siswa selama proses.

 

4. Tugas Pertemuan Berikutnya (4 menit)

Tujuan: Menjaga kesinambungan pembelajaran dan meningkatkan daya cipta siswa.

Tugas:

Pilih salah satu tokoh muda Indonesia (usia di bawah 25 tahun) yang kamu kagumi. Cari tahu:

  • Apa karya atau kontribusinya bagi bangsa?
  • Apa nilai yang bisa kamu pelajari darinya?

Siapkan untuk ditulis dalam bentuk narasi pendek atau podcast 1–2 menit minggu depan.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen awal

 

Jenis dan Bentuk Instrumen:

  • Jenis: Non-kognitif (sikap, minat, pengetahuan awal) dan kognitif ringan
  • Bentuk: Kuesioner reflektif & pilihan ganda ringan
  • Media: Bisa dilakukan melalui Google Form, lembar isian, atau diskusi terbimbing

 

Contoh 5 Pertanyaan/Pernyataan Instrumen Asesmen Awal:

  1. (Pernyataan Minat – Skala Likert)
    "Saya senang menulis atau membuat karya yang menceritakan tentang diri saya atau Indonesia."
    Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju
  2. (Pernyataan Sikap – Skala Likert)
    "Saya merasa bangga menjadi anak Indonesia dan ingin mengekspresikannya."
    Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju
  3. (Pertanyaan Pengetahuan Ringan – Pilihan Ganda)
    Siapa tokoh muda Indonesia yang menurutmu patut diteladani?
    a. Ibu Kartini
    b. B.J. Habibie
    c. Jerome Polin
    d. Bung Karno
  4. (Pertanyaan Reflektif – Isian Singkat)
    Sebutkan satu hal yang paling kamu sukai tentang Indonesia!
  5. (Pertanyaan Kesiapan Berpikir dan Berkreasi – Pilihan Ganda)
    Apa bentuk ekspresi yang paling kamu suka lakukan?
    a. Menulis
    b. Membuat video atau podcast
    c. Membuat poster atau lukisan
    d. Berbicara di depan umum

 

Asesmen proses  Pembelajaran

Jenis dan Bentuk Instrumen Asesmen Formatif

Komponen

Keterangan

Jenis Asesmen

Observasi, Kinerja, dan Reflektif

Bentuk Instrumen

1) Ceklis observasi
2) Penilaian karya sementara (draft tulisan / naskah video / podcast / poster)
3) Jurnal refleksi harian peserta didik

Media

Kartu observasi, lembar refleksi, rubrik penilaian kinerja sederhana

 

Contoh Format dan Isi Asesmen Formatif

1. Ceklis Observasi Selama Diskusi / Ekspresi Berkarya

No

Nama Siswa

Aktif berdiskusi

Menyampaikan pendapat

Menghargai ide teman

Semangat berkarya

1

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Ya / Tidak

2

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Ya / Tidak

Ya / Tidak

2. Rubrik Penilaian Karya (Draft Tulisan / Ekspresi Diri)

Aspek yang Dinilai

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Gagasan yang orisinal

Kurang

Cukup

Baik

Sangat baik

Kesesuaian dengan tema

Kurang

Cukup

Baik

Sangat baik

Bahasa dan ekspresi

Kurang

Cukup

Baik

Sangat baik

Semangat cinta Indonesia

Kurang

Cukup

Baik

Sangat baik

3. Refleksi Harian Singkat Siswa (Bisa di Google Form atau Jurnal Kertas)

"Tuliskan satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang Indonesia, dan satu hal yang ingin kamu sampaikan melalui karyamu!"

 

Asesmen akhir pembelajaran

Jenis dan Bentuk Instrumen Asesmen Sumatif

Komponen

Keterangan

Jenis Asesmen

Unjuk kerja (performance task) dan produk

Bentuk Instrumen

1) Penilaian produk akhir (karya siswa: puisi, esai, vlog, podcast, poster)
2) Presentasi/penampilan ekspresi siswa
3) Rubrik penilaian holistik

Media

Lembar penilaian guru, dokumentasi karya, rekaman video/presentasi, portofolio siswa

 

Contoh Rubrik Penilaian Produk/Karya Akhir

Rubrik Penilaian Ekspresi Merdeka
(Skala 1–4: 1 = Kurang, 4 = Sangat Baik)

Aspek yang Dinilai

1

2

3

4

Kesesuaian dengan Temamenampilkan semangat kebangsaan & nasionalisme

Orisinalitas Gagasankreatif, tidak meniru, dari pemikiran sendiri

Komunikatif dan Inspiratifmudah dipahami, menyentuh atau mengajak orang lain

Penguasaan Media Ekspresitulisan/audio/video/poster dikemas menarik

Refleksi Diri dalam Karyamenunjukkan nilai-nilai diri sebagai anak bangsa

 

Alternatif Bentuk Karya untuk Dinilai:

  • Tulisan: Puisi, surat untuk Indonesia, cerita pendek bertema kemerdekaan
  • Audio/Video: Vlog "Suaraku untuk Indonesia", podcast "Anak Merdeka"
  • Visual: Poster digital/konvensional bertema cinta tanah air
  • Drama/Kreasi Gerak: Pentas mini tentang perjuangan atau identitas bangsa

 

Jika dibutuhkan, asesmen ini bisa dilengkapi dengan refleksi akhir oleh siswa dalam bentuk pertanyaan seperti:

  • Apa yang kamu pelajari dari kegiatan ini?
  • Mengapa kamu bangga menjadi anak Indonesia?
  • Apa bentuk kontribusimu sebagai anak bangsa di masa depan?

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

Mata Pelajaran            : Projek Kokurikuler integrasi bidang studi
Tema                           : Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

Judul Kegiatan            : Ekspresi Merdeka: Menulis, Bersuara, dan Berkarya untuk Negeri
Durasi                         : 5 Jam pel
Bentuk Kegiatan          : Diskusi kelompok, eksplorasi, presentasi, dan refleksi individu

 

 Tujuan Pembelajaran yang Dituju

  • Siswa mampu mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui tulisan, suara, dan karya nyata.
  • Siswa mampu bekerja sama dan berkomunikasi secara aktif dalam kelompok.
  • Siswa mampu berpikir kritis terhadap realitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Langkah 1: MEMAHAMI (30 Menit)

Aktivitas: Mengamati dan Menyimak

A. Diskusi Kelompok (Kelompok 3–4 orang)

  1. Tontonlah video singkat tentang semangat kebangsaan dan anak-anak muda Indonesia.
    (Contoh: Video “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia” di YouTube/Puspeka Kemendikbud)
  2. Bacalah kutipan di bawah ini:

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.” – Ir. Soekarno

B. Pertanyaan Diskusi Kelompok:
Tuliskan jawaban kalian di tabel berikut!

Pertanyaan

Jawaban Kelompok

1. Apa makna kutipan Bung Karno menurut kelompokmu?

2. Apa saja bentuk ekspresi anak muda zaman sekarang dalam mencintai Indonesia?

3. Apakah kalian melihat semangat cinta tanah air di lingkungan SMPN 8 Malang? Berikan contoh!

 

Langkah 2: MENGAPLIKASI (60 Menit)

Aktivitas: Menulis dan Berkarya

A. Tugas Individu (Pilih Salah Satu Bentuk Karya):
Tulislah atau buat karya bertema: “Ekspresi Merdeka dari Anak SMPN 8 Malang.”
Pilihan bentuk:

  • Puisi berjudul “Indonesia di Mataku”
  • Surat terbuka untuk Indonesia (maks. 200 kata)
  • Poster digital/manual tentang semangat kemerdekaan
  • Mini-podcast/audio tentang makna merdeka bagi anak muda
  • Vlog singkat: “Suaraku untuk Negeri”

Karya harus menampilkan:

  • Nilai cinta tanah air
  • Identitas sebagai anak Indonesia
  • Harapan dan kontribusimu untuk negeri

B. Catatan Panduan Penulisan/Karya:

Aspek

Penjelasan

Judul menarik

Menggugah rasa ingin tahu

Isi bermakna

Memuat nilai-nilai nasionalisme

Bahasa komunikatif

Mudah dipahami, ekspresif

Orisinalitas

Buatan sendiri, bukan meniru

 

Langkah 3: MEREFLEKSI (15 Menit)

Aktivitas Refleksi Individu

Tuliskan jawabanmu dengan jujur dan mendalam:

  1. Apa pelajaran penting yang kamu dapatkan hari ini tentang cinta tanah air?
  2. Menurutmu, bagaimana anak-anak muda bisa menunjukkan semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Apa yang membuatmu bangga menjadi anak Indonesia?
  4. Apakah kamu merasa pendapatmu dihargai dalam kelompok tadi? Mengapa?
  5. Jika kamu jadi pemimpin Indonesia di masa depan, apa yang akan kamu perjuangkan?

 

Penutup / Unjuk Karya (30 Menit)

  • Presentasi hasil karya siswa secara bergilir
  • Voting kelas: “Karya paling inspiratif hari ini”
  • Saling memberi apresiasi dan komentar membangun

 

Lampiran: Rubrik Penilaian (Sederhana)

Aspek

Skor 1–4

Catatan Guru

Kesesuaian dengan tema

Kreativitas dan ekspresi

Bahasa komunikatif

Kolaborasi dalam kelompok

Refleksi personal

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...