Selasa, 24 Februari 2026

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI Kreativitas dan Inovasi dalam Gerak Budaya

 

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER

INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

INTEGRASI MATA PELAJARAN   : IPS, BAHASA INDONESIA, PPKn, SENI BUDAYA, TIK,

KELAS / SEMESTER / FASE           : VIII/ 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 5 x 40 menit

TEMA                                                  :  Kreativitas dan Inovasi dalam  Gerak Budaya

Judul Kegiatan: Modernisasi Tari Tradisi: Mencipta Gerak Baru Berakar Budaya Lama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

IDENTIFIKASI KESIAPAN BELAJAR KOKURIKULER PESERTA DIDIK SMPN 8 MALANG

Tema: Kreativitas dan Inovasi dalam Gerak Budaya
Judul Kegiatan: Modernisasi Tari Tradisi: Mencipta Gerak Baru Berakar Budaya Lama

1. Aspek Pengetahuan Awal

  • Sebagian besar peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang tari tradisional, terutama yang diperoleh melalui pembelajaran Seni Budaya di kelas (contoh: tari-tari Jawa, Bali, dan kreasi daerah lainnya).
  • Namun, pemahaman mendalam tentang filosofi gerak tari tradisi dan prinsip penciptaan gerak baru masih terbatas. Peserta umumnya belum memahami bagaimana nilai-nilai budaya dapat diterjemahkan ke dalam bentuk gerak yang modern tanpa menghilangkan akar tradisinya.

2. Aspek Minat dan Motivasi

  • Minat terhadap kegiatan seni cukup tinggi, terutama yang melibatkan unsur kreasi, kolaborasi, dan ekspresi diri.
  • Banyak peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti modern dance, karawitan, atau seni musik, sehingga antusias untuk mengekspresikan kreativitas dalam bentuk gerak.
  • Namun, beberapa peserta didik yang lebih tertarik pada bidang eksakta atau olahraga perlu diberikan pendekatan lintas minat, seperti kolaborasi tari dan teknologi atau tari dan media digital.

3. Aspek Latar Belakang

  • SMPN 8 Malang berada di wilayah perkotaan dengan peserta didik dari latar belakang budaya yang beragam: Jawa, Madura, Tionghoa, Batak, dan lain-lain.
  • Keanekaragaman budaya ini berpotensi menjadi sumber daya kekayaan gerak dan cerita budaya dalam kegiatan kokurikuler.
  • Adanya akses terhadap teknologi, media sosial, dan platform digital membuat peserta lebih terbuka terhadap bentuk-bentuk tari modern (K-Pop, TikTok dance), namun perlu dipandu agar tetap berpijak pada nilai budaya bangsa.

4. Aspek Kebutuhan Belajar

  • Peserta membutuhkan:
    • Fasilitasi eksplorasi gerak berdasarkan tari daerah dengan metode yang menyenangkan dan partisipatif.
    • Panduan menciptakan gerak inovatif berbasis unsur tari tradisi seperti pola lantai, ritme musik, makna simbolis gerak, dan kostum.
    • Contoh nyata video atau dokumentasi tari hasil modernisasi yang tetap mengakar pada budaya lokal.
    • Kolaborasi lintas kelompok budaya di kelas untuk membangun toleransi dan apresiasi antarbudaya.

5. Aspek Lain yang Relevan

  • Kecenderungan peserta didik saat ini pada budaya digital dan visual perlu dimanfaatkan, misalnya:
    • Membuat dokumentasi video tari,
    • Mendesain poster atau logo kegiatan seni,
    • Menggunakan aplikasi pencipta musik ritmis sederhana sebagai pengiring gerak.
  • Peserta didik memiliki keragaman gaya belajar (visual, kinestetik, audio), sehingga dibutuhkan pendekatan multimodal dalam pembelajaran.
  • Isu identitas budaya lokal dan nasional menjadi tantangan penting yang bisa dibahas melalui refleksi selama proses penciptaan tari.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual

Materi:

  • Nama-nama tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia (contoh: Tari Gantar, Tari Saman, Tari Jaipong, Tari Remo, Tari Piring).
  • Jenis-jenis gerakan dasar dalam senam dan tarian (misalnya: gerak langkah, putar, ayunan tangan, sikap badan).
  • Informasi dasar tentang manfaat gerak bagi kesehatan fisik dan mental.
  • Nama-nama alat musik pengiring tari tradisional (misal: gamelan, rebana, kendang, sasando, angklung).

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa mengenali kekayaan budaya bangsanya sendiri dan bisa menyebutkan contoh gerak tradisi dari daerah asal keluarga mereka.
  • Siswa memahami bahwa bergerak aktif penting untuk menjaga kebugaran tubuh di era digital.
  • Siswa mulai terbiasa menghargai warisan budaya melalui ekspresi gerak yang sudah dikenalnya sejak kecil.

 

2. Pengetahuan Konseptual

Materi:

  • Pengertian tari tradisi dan tari modern serta perbedaan prinsip di antara keduanya.
  • Konsep inovasi gerak: bagaimana menciptakan gerak baru tanpa menghilangkan nilai budaya lama.
  • Hubungan antara gerakan, irama, kostum, dan makna dalam tari.
  • Pemahaman tentang keberagaman budaya dan pentingnya pelestarian budaya melalui seni.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa belajar berpikir kritis terhadap perubahan budaya dan bagaimana menjaga identitas lokal di tengah globalisasi.
  • Siswa mampu memaknai tari bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai media penyampai pesan, nilai, dan ekspresi.
  • Siswa memiliki pemahaman bahwa budaya bisa berkembang tanpa kehilangan akar, mirip dengan kehidupan mereka yang mulai terbuka terhadap pengaruh luar.

 

3. Pengetahuan Prosedural

Materi:

  • Langkah-langkah mencipta gerak baru berbasis tari tradisi (observasi, eksplorasi, improvisasi, komposisi).
  • Teknik latihan gerak secara berkelompok: kerja sama, sinkronisasi, dan konsistensi ritme.
  • Tahapan menyiapkan pertunjukan tari: dari ide, kostum, musik, hingga dokumentasi.
  • Cara mengevaluasi hasil karya tari secara sederhana: keluwesan, makna, orisinalitas, dan kekompakan.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa belajar menyelesaikan proyek bersama, yang berguna dalam kehidupan sekolah maupun sosial.
  • Siswa memahami pentingnya perencanaan, latihan, dan evaluasi dalam menghasilkan karya yang bernilai.
  • Siswa mulai terbiasa berorganisasi, mengambil peran dalam kelompok, dan bertanggung jawab terhadap hasil bersama.

 

4. Pengetahuan Metakognitif

Materi:

  • Kesadaran tentang proses kreatif yang sedang dijalani: dari ide sampai bentuk tari.
  • Strategi merefleksi pengalaman: gerak mana yang mencerminkan budaya? Apa yang bisa ditingkatkan?
  • Kemampuan mengenali gaya belajar sendiri (kinestetik, visual, auditori) saat mempelajari gerak atau menata tari.
  • Pemahaman bahwa mencipta bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang niat, pesan, dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa belajar merefleksikan pengalaman, bukan sekadar meniru, tetapi memahami mengapa sesuatu dilakukan.
  • Siswa terbiasa mengevaluasi diri: apa yang mereka kuasai dan apa yang perlu diperbaiki.
  • Siswa mampu mengambil keputusan secara sadar dalam mencipta gerak tari yang bermakna dan bertanggung jawab secara budaya.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

 

         DPL 2

Kewargaan                      

 

         DPL 3

Penalaran Kritis

 

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

 

         DPL 6

Kemandirian

 

         DPL 7

Kesehatan

 

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu

Lintas Disiplin Ilmu

1. Seni Budaya

  • Kontribusi: Pemahaman tentang tari tradisional dan modern, unsur-unsur tari (gerak, irama, ruang), serta proses penciptaan gerak baru.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Kreasi koreografi, eksplorasi gerak, dan apresiasi budaya.

2. Bahasa Indonesia

  • Kontribusi: Pembuatan deskripsi gerak dan makna tari, penyusunan teks naratif atau eksplanasi untuk menjelaskan filosofi tari.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Literasi budaya, kemampuan menulis kreatif, dan komunikasi lisan saat presentasi karya tari.

3. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

  • Kontribusi: Pemahaman tentang manfaat gerak bagi kebugaran fisik dan mental, serta penguatan stamina dan koordinasi tubuh dalam latihan tari.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Ketahanan fisik, kelenturan, koordinasi gerak, dan kesadaran akan hidup aktif.

4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

  • Kontribusi: Nilai-nilai persatuan dalam keberagaman, penghargaan terhadap budaya bangsa, dan kerja sama dalam tim lintas suku atau daerah.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Toleransi, tanggung jawab, gotong royong, dan identitas nasional.

5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  • Kontribusi: Latar belakang sejarah, sosial, dan geografis asal-usul tari tradisional yang dijadikan inspirasi gerak.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Analisis budaya dalam konteks sosial masyarakat, pengenalan daerah dan keunikan budayanya.

6. Matematika

  • Kontribusi: Penggunaan konsep simetri dan pola dalam formasi tari, penghitungan durasi gerakan atau ritme berdasarkan waktu dan ketukan.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Pemahaman pola lantai, waktu dan ritme, serta pemecahan masalah berbasis pengaturan ruang.

7. Informatika

  • Kontribusi: Pembuatan dokumentasi video tari, pengeditan audio visual, serta desain poster atau media promosi pertunjukan.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Literasi digital, produksi konten kreatif, dan penggunaan teknologi sebagai media ekspresi budaya.

8. Bahasa Inggris

  • Kontribusi: Penerjemahan makna tari atau deskripsi gerak ke dalam bahasa Inggris, untuk tujuan presentasi global atau promosi budaya.
  • Keterampilan yang dikembangkan: Komunikasi global, pelestarian budaya lewat diplomasi budaya remaja.

 

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menyebutkan minimal 3 jenis tari tradisional Indonesia beserta daerah asalnya secara lisan atau tertulis.
    (Aspek: Pengetahuan faktual – Seni Budaya/IPS)
  2. Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara tari tradisional dan tari modern dalam 3-4 kalimat.
    (Aspek: Pengetahuan konseptual – Seni Budaya/PPKn)
  3. Siswa dapat menciptakan rangkaian minimal 4 gerak tari hasil modifikasi dari gerak tradisional secara berkelompok.
    (Aspek: Keterampilan kreasi – Seni Budaya/PJOK)
  4. Siswa dapat menampilkan hasil karya tari inovatif dalam bentuk pertunjukan berdurasi minimal 2 menit dengan iringan musik tradisional atau modifikasi.
    (Aspek: Unjuk kerja – Kolaborasi Seni Budaya, Informatika, Bahasa Indonesia)
  5. Siswa dapat merefleksikan proses penciptaan gerak tari melalui jurnal harian atau catatan pengalaman minimal 1 paragraf.
    (Aspek: Metakognitif – Literasi reflektif, Bahasa Indonesia)

 

Topik Pembelajaran

Topik Pembelajaran untuk Siswa

  1. Mengenal dan Menggali Akar Tari Tradisional
    • Siswa menelusuri asal-usul dan makna dari salah satu tari tradisional daerah (misalnya: Tari Remo, Tari Saman, Tari Gantar, Tari Piring).
    • Fokus pada: gerak dasar, kostum, iringan musik, dan pesan budaya.
  2. Eksplorasi Gerak: Memadukan Tradisi dan Gaya Modern
    • Siswa mencoba memodifikasi atau menggabungkan gerak tradisional dengan elemen tari modern (K-Pop, hip hop, kontemporer).
    • Fokus pada: improvisasi gerak, teknik ekspresi tubuh, dan keberanian bereksperimen.
  3. Kreativitas Kolektif: Mencipta Koreografi Tari Inovatif
    • Siswa berkelompok untuk membuat rangkaian gerak (minimal 4–6 pola gerak) sebagai tari baru yang mengakar pada tradisi lokal.
    • Fokus pada: kerja tim, penataan ruang/pola lantai, harmoni musik dan gerak.
  4. Merancang Identitas Karya: Judul, Musik, dan Kostum
    • Siswa merancang nama karya tari, memilih/menciptakan musik pengiring, dan mendesain kostum sederhana yang mencerminkan nilai budaya.
    • Fokus pada: simbolisme, visualisasi budaya, dan ekspresi kreatif.
  5. Presentasi dan Refleksi Karya Tari
    • Siswa menampilkan hasil karya mereka dan memberikan refleksi atas proses pembelajaran, tantangan, serta nilai yang dipelajari.
    • Fokus pada: komunikasi budaya, kepercayaan diri, dan penghargaan terhadap karya sendiri dan kelompok lain.

 

 Catatan Tambahan

Topik-topik ini bisa diintegrasikan dalam urutan mingguan kegiatan atau dijadikan sebagai fase-fase pembelajaran proyek. Masing-masing topik dapat diiringi dengan produk akhir seperti:

  • video tari,
  • booklet karya,
  • jurnal proses, atau
  • pertunjukan budaya mini di sekolah.

 

Praktik Pedagogis

Model Pembelajaran:

Project-Based Learning (PjBL)
Model ini memungkinkan siswa belajar melalui proses mendalam, menyelesaikan tantangan nyata, dan menghasilkan produk karya tari yang otentik.

 

Strategi Pembelajaran:

Eksplorasi–Kreasi–Aksi–Refleksi (EKAR)
Strategi ini menekankan proses bertahap yang bermakna:

  1. Eksplorasi: mengenal tari tradisi, nilai budaya, dan maknanya.
  2. Kreasi: membuat gerak tari baru berdasarkan gerak tradisi.
  3. Aksi: menampilkan karya tari secara kelompok.
  4. Refleksi: mendiskusikan proses dan nilai yang dipelajari.

 

Metode Pembelajaran yang Mendukung:

  1. Diskusi Kelompok Kecil (untuk Penalaran Kritis):
    • Siswa menganalisis tari tradisional: makna gerak, pesan budaya, perbedaan dengan tari modern.
  2. Eksperimen Gerak dan Improvisasi (untuk Kreativitas):
    • Siswa mencoba menciptakan gerakan sendiri dengan menggabungkan unsur tradisi dan gaya modern.
  3. Presentasi Karya dan Storytelling Tari (untuk Komunikasi):
    • Siswa mempresentasikan hasil karya tari dan menjelaskan makna serta proses kreatifnya di depan teman.
  4. Refleksi Mandiri dan Jurnal Budaya (untuk Kesadaran Diri):
    • Siswa menuliskan pengalaman, perasaan, dan nilai yang diperoleh selama proses belajar.

 

Kesesuaian dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam:

  • Berkesadaran:
    Membangun kesadaran budaya, sejarah, dan identitas diri dalam gerak.
  • Bermakna:
    Gerak tari diciptakan dari pengalaman pribadi, budaya keluarga, dan kolaborasi kelompok.
  • Menggembirakan:
    Pembelajaran aktif, kreatif, berbasis seni gerak dan ekspresi diri, membuat siswa antusias dan merasa dihargai.

 

Kemitraan Pembelajaran

Mitra Kerja Sama Potensial dan Perannya:

  1. Sanggar Tari Lokal / Komunitas Seni Tradisional
    • Peran:
      • Memberikan pelatihan gerak tari tradisi.
      • Menjadi narasumber dalam workshop budaya.
      • Memberikan umpan balik terhadap karya siswa.
    • Contoh lokal: Sanggar Tari Malang, Komunitas Seni Budaya Arek Malang (AREMA).
  2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang
    • Peran:
      • Memberikan dukungan informasi tentang budaya lokal.
      • Menyediakan narasumber ahli budaya.
      • Memberi peluang tampil di event budaya sekolah/kota.
  3. Seniman atau Koreografer Tari Daerah
    • Peran:
      • Menjadi mentor dalam proses penciptaan gerak baru.
      • Memberikan inspirasi bagaimana menjaga akar budaya dalam inovasi.
  4. Orang Tua / Komite Sekolah
    • Peran:
      • Memberikan informasi tentang budaya keluarga (gerak, kostum, cerita daerah).
      • Mendukung logistik kegiatan dan dokumentasi tari siswa.
  5. Perguruan Tinggi Seni atau Budaya (Prodi Seni di Universitas Negeri Malang)
    • Peran:
      • Mengisi kelas tamu atau webinar pengantar koreografi budaya.
      • Menjadi juri atau pembimbing teknis tari inovatif.
  6. Komunitas Desain / Multimedia Lokal
    • Peran:
      • Membantu siswa dalam mendesain poster, video tari, dan media digital karya seni.
      • Mengajarkan teknik dokumentasi tari dan promosi budaya secara kreatif.
  7. Media Lokal (radio sekolah, YouTube sekolah, atau koran pelajar)
    • Peran:
      • Mempublikasikan proses dan karya tari siswa.
      • Mendorong literasi budaya melalui kanal digital atau siaran komunitas.
  8. Museum atau Galeri Budaya Kota Malang
    • Peran:
      • Menyediakan referensi visual sejarah tari dan kostum daerah.
      • Bisa dijadikan tempat belajar luar kelas yang inspiratif.

 

Lingkungan Pembelajaran

A. Ruang Fisik yang Direkomendasikan

  1. Ruang Terbuka atau Aula Sekolah
    • Digunakan sebagai ruang latihan gerak dan pertunjukan.
    • Memberi ruang leluasa bagi siswa untuk berkreasi secara fisik.
    • Bisa diatur fleksibel untuk latihan kelompok, gladi bersih, dan pementasan kecil.
  2. Ruang Multimedia atau Laboratorium Komputer
    • Dimanfaatkan untuk mengakses referensi tari tradisional dan modern, serta menyusun dokumentasi (video, poster, naskah karya).
    • Membantu siswa mengedit video tari, membuat desain kostum, atau menyusun presentasi digital.
  3. Ruang Kelas yang Fleksibel
    • Digunakan untuk diskusi kelompok, refleksi, dan menulis jurnal proses.
    • Kursi dan meja dapat diatur ulang agar mendukung diskusi dinamis dan interaktif.
  4. Area Galeri Mini Sekolah atau Sudut Budaya
    • Dimanfaatkan untuk memamerkan dokumentasi visual (foto latihan, kostum, deskripsi tari, narasi karya).
    • Menumbuhkan budaya apresiasi dan menjadi ruang ekspresi kreatif siswa.
  5. Lingkungan Sekitar Sekolah (taman, selasar, lapangan kecil)
    • Dapat dijadikan lokasi eksplorasi gerak yang natural dan menyenangkan.
    • Mendorong koneksi antara gerak, ruang, dan alam.

 

 B. Budaya Belajar yang Mendukung

  1. Budaya Apresiasi dan Inklusif
    • Setiap siswa dari latar belakang budaya berbeda didorong untuk menyumbangkan cerita, gerak, atau simbol budaya keluarganya.
    • Karya tari tidak dinilai hanya dari “kebagusan”, tetapi dari makna, proses, dan orisinalitasnya.
  2. Budaya Kolaborasi dan Gotong Royong
    • Siswa diajak bekerja dalam kelompok yang heterogen.
    • Setiap anggota kelompok memiliki peran penting: kreator gerak, pengatur musik, pencatat proses, dokumentator, dsb.
  3. Budaya Reflektif dan Eksploratif
    • Setiap proses belajar disertai refleksi pribadi dan kelompok (lisan maupun tertulis).
    • Guru mendorong siswa untuk berani mencoba, salah, memperbaiki, dan merayakan proses bukan hanya hasil akhir.
  4. Budaya Ceria dan Menyenangkan
    • Kegiatan dikemas seperti latihan seni atau eksplorasi kreatif, bukan seperti “tes” atau tugas berat.
    • Ada sesi permainan gerak, ice breaking budaya, atau simulasi tari agar suasana belajar tetap menggembirakan.

 

Pemanfaatan Digital

1. Video Referensi dan Analisis Gerak (YouTube/Canva Video/Padlet Video)

  • Interaktif: Siswa menonton video tari tradisi dan modern, lalu menganalisis unsur gerak melalui diskusi atau kuis visual.
  • Kontekstual: Memberi pemahaman nyata terhadap bentuk, ritme, dan nilai budaya dari berbagai daerah.
  • Contoh teknis: Siswa menonton Tari Saman dan Tari Kontemporer, lalu mendiskusikan perbedaan dalam Google Form atau Padlet.

 

 2. Kolaborasi Koreografi Digital (Google Slides/Storyboard/Canva)

  • Kolaboratif: Siswa membuat storyboard tari atau sketsa koreografi gerak secara kelompok dalam satu dokumen daring.
  • Interaktif: Setiap anggota memberi masukan, menyusun formasi, atau menambahkan ilustrasi gerak.
  • Kontekstual: Proses koreografi disusun berdasarkan tema budaya lokal atau pengalaman pribadi siswa.

 

 3. Dokumentasi dan Presentasi Karya (CapCut, InShot, Canva Video, Google Drive)

  • Kolaboratif: Kelompok siswa membuat video pertunjukan tari dan menyuntingnya bersama.
  • Interaktif: Mereka menambahkan narasi, musik, dan teks makna gerak ke dalam video.
  • Kontekstual: Karya dipresentasikan sebagai bagian dari festival budaya sekolah atau kanal YouTube sekolah sebagai wujud diplomasi budaya siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1. Orientasi yang Bermakna (3–5 menit)

  • Guru menyapa hangat siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran:
    "Hari ini kita akan belajar menciptakan gerak tari baru yang tetap menghargai akar budaya kita. Ini bukan sekadar menari, tapi juga cara kita merawat identitas bangsa."

 

2. Apersepsi yang Kontekstual (5 menit)

  • Guru menampilkan cuplikan video pendek: Tari Tradisi (Jaipong/Saman) vs Tari Modern (Contemporary Dance).
  • Tanya jawab cepat:
    “Apa bedanya gerak yang kalian lihat?”
    “Pernahkah kalian mencampur gerakan tradisi dengan gaya modern saat tampil di acara sekolah atau TikTok?”

 

3. Motivasi yang Menggembirakan (3–5 menit)

  • Guru menyampaikan tantangan kreatif:
    "Bayangkan kalian adalah koreografer muda yang akan tampil di Festival Budaya SMPN 8 Malang. Kalian bebas berkreasi, tapi harus tetap menghormati akar budayanya. Maukah kalian menerima tantangan ini?"
  • Dilanjutkan dengan tepuk semangat atau yel-yel khas kelas.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

Memahami (Bermakna, Berkesadaran)

Tahap 1: Memahami (± 40 menit)

Tujuan: Siswa mengenali dan mengkaji unsur budaya dan gerakan tari tradisi, serta mengkritisi nilai-nilai yang bisa dikembangkan.

 Kegiatan:

  1. Ice breaking budaya (5 menit)
    • Permainan “Tebak Tari Tradisional” dari potongan gambar atau gerakan.
  2. Pemutaran video tari tradisional (5 menit)
    • Contoh tari Saman, Jaipong, atau Remo dengan fokus pada pola gerak dan irama.
  3. Diskusi terarah (10 menit)
    • Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil:
      Apa unsur penting dari tari tradisional tersebut?
      Apa makna dari tiap gerakan dan irama?
  4. Analisis perbandingan (10 menit)
    • Bandingkan tari tradisional dengan tari kontemporer melalui tayangan singkat.
      Diskusi kritis: Apa yang hilang/diperbarui dalam modernisasi gerak?
  5. Mindful moment (10 menit)
    • Siswa melakukan refleksi singkat dengan menuliskan makna budaya dari tari tradisi daerah mereka (1 paragraf pendek).

Mengaplikasi (Menggembirakan)

Tahap 2: Mengaplikasi (± 60 menit)

Tujuan: Siswa menciptakan dan mempresentasikan koreografi pendek berbasis tari tradisi dengan sentuhan modern.

 Kegiatan:

  1. Observasi & perencanaan gerak (10 menit)
    • Kelompok memilih salah satu tari tradisi sebagai inspirasi.
    • Membuat “peta gerak” awal (sketsa gerakan dasar + elemen modern).
  2. Kreasi gerak (30 menit)
    • Kelompok mencoba memodifikasi atau menggabungkan gerak modern dan tradisional.
    • Gunakan musik pengiring (tradisional, remix, atau akustik).
  3. Gladi resik & penguatan komunikasi (10 menit)
    • Masing-masing kelompok melatih koreografi dan menentukan siapa yang menjelaskan makna geraknya saat presentasi.
  4. Unjuk kerja kelompok (10 menit)
    • Tiap kelompok menampilkan hasil tarian + penjelasan singkat filosofi gerak modernisasi yang mereka buat.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

Tahap 3: Merefleksi (± 35 menit)

Tujuan: Siswa merefleksikan proses, makna, dan nilai budaya dari pembelajaran.

 Kegiatan:

  1. Diskusi reflektif kelas (10 menit)
    • Panduan pertanyaan:
      • Apa yang kamu pelajari dari proses mencipta gerak ini?
      • Bagaimana rasanya memodifikasi budaya tanpa menghilangkan maknanya?
      • Bagaimana kamu dan tim bekerja sama dan menyampaikan ide?
  2. Menulis jurnal refleksi individu (10 menit)
    • Tuliskan pengalaman, nilai budaya yang ditemukan, dan hal yang ingin ditingkatkan dari kreasi tari mereka.
  3. Tanggapan antar kelompok (peer-feedback) (10 menit)
    • Kelompok memberikan apresiasi atau saran untuk hasil karya teman (format sederhana: bintang & saran).
  4. Penutup yang menggembirakan (5 menit)
    • Guru menutup dengan apresiasi, ajakan mencintai budaya bangsa, dan bisa menyisipkan video inspiratif tari modern berbasis budaya lokal.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna)

Refleksi Materi

Mari kita renungkan kembali:

  • Apa hal paling penting yang kalian pelajari hari ini tentang (sebutkan tema, misalnya: "Kreativitas dan Inovasi dalam Gerakan Sosial")?
  • Bagaimana contoh konkret dari materi ini yang pernah kalian temui dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apakah materi ini mengubah cara pandangmu terhadap isu-isu sosial di sekitar?

Siswa diajak duduk dengan tenang selama 2 menit, memejamkan mata sejenak, lalu menuliskan satu hal yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini di secarik kertas atau papan refleksi digital.

 

Refleksi Akhir Pembelajaran

Mari kita cek kembali tujuan pembelajaran kita:

  • Apakah kalian merasa lebih memahami pentingnya (tujuan pembelajaran utama)?
  • Apakah kalian merasa terlibat aktif dan senang selama kegiatan tadi?
  • Adakah hal yang masih membuat kalian bingung atau penasaran?

Guru memfasilitasi sesi berbagi singkat dengan teknik “Satu Kata, Satu Rasa” – tiap siswa menyebutkan satu kata yang mewakili perasaan atau wawasan mereka setelah pembelajaran.

 

Motivasi

Kalian semua luar biasa hari ini! Ingat, ide-ide besar tidak harus datang dari orang dewasa saja. Dari ruang kelas inilah bisa lahir inovasi dan perubahan.
Setiap langkah kecil yang kalian lakukan hari ini – mendengar, bertanya, dan berdiskusi – adalah bagian dari perjalanan menjadi warga negara yang kritis, peduli, dan kreatif.

"Kreativitas adalah melihat apa yang dilihat semua orang dan berpikir seperti tidak ada seorang pun yang pernah berpikir sebelumnya." – Albert Einstein

 

Tugas Pertemuan Berikutnya

Sebagai persiapan pertemuan selanjutnya, silakan kerjakan tugas berikut:

Judul Tugas: "Gerakan Kecilku untuk Perubahan Sosial"

Petunjuk:

  1. Pilih satu isu sosial yang ada di lingkungan sekitar (contoh: kebersihan lingkungan, cyberbullying, toleransi).
  2. Buatlah ide kreatif (poster, slogan, mini-kampanye, atau aksi nyata kecil) yang bisa menjadi solusi atau seruan positif atas isu tersebut.
  3. Presentasikan ide kalian dalam bentuk visual atau narasi singkat (boleh manual atau digital) minggu depan.

Tugas ini bisa dikerjakan secara individu atau berpasangan. Gunakan kreativitas, data nyata, dan sentuhan pribadi kalian.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen awal

Mengetahui:

  • Pengetahuan awal siswa tentang tari tradisional dan modernisasi budaya
  • Kesiapan kognitif, afektif, dan keterampilan berpikir kreatif siswa
  • Sikap dan minat siswa terhadap budaya dan seni gerak

 

Jenis dan Bentuk Instrumen:

  • Jenis: Asesmen diagnostik non-tes
  • Bentuk Instrumen: Angket reflektif dan isian singkat (bisa dibuat dalam Google Form atau lembar kertas)

 

Contoh 5 Pertanyaan/Pernyataan Asesmen Awal:

  1. Apa nama tari tradisional dari daerahmu yang kamu ketahui? Jelaskan sedikit tentang ciri khas gerak atau maknanya.
    (Isian singkat – untuk menggali pengetahuan budaya lokal)
  2. Pernahkah kamu menonton atau terlibat dalam pertunjukan tari tradisional atau modern? Ceritakan pengalamanmu singkat!
    (Isian naratif – untuk menilai pengalaman dan minat siswa)
  3. Menurutmu, apakah mungkin gerakan tari tradisional dikembangkan menjadi tari modern? Mengapa?
    (Pertanyaan berpikir kritis – menilai logika dan pemahaman awal)
  4. Saya merasa tertarik dan bersemangat belajar mencipta gerakan baru berdasarkan budaya lama.
    • Sangat Setuju
    • Setuju
    • Ragu-ragu
    • Tidak Setuju
      (Skala Likert – untuk menilai motivasi dan kesiapan afektif)
  5. Sebutkan dua hal yang menurutmu penting untuk diperhatikan saat menciptakan karya tari baru yang tetap menghormati budaya tradisional.
    (Isian singkat – untuk menilai sensitivitas budaya dan kesadaran seni)

 

 Catatan Pelaksanaannya:

  • Dapat dilakukan sebelum pembelajaran dimulai (10–15 menit).
  • Guru dapat menggunakan hasilnya untuk membagi kelompok, menyesuaikan pendekatan, atau membangun jembatan pengetahuan sebelum masuk ke materi inti.

 

Asesmen proses  Pembelajaran

Tujuan Asesmen Formatif

Menilai:

  • Proses berpikir kreatif dan kolaboratif peserta didik dalam mencipta gerak
  • Pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dalam gerak tari
  • Keterlibatan aktif, refleksi diri, dan kemampuan mengembangkan ide gerakan baru yang tetap berakar budaya

 

Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen formatif berbasis kinerja & refleksi
  • Bentuk: Observasi proses, lembar penilaian kelompok, dan jurnal/refleksi individu sederhana

 

Instrumen Asesmen Formatif

1. Lembar Observasi Proses Kelompok

Dilakukan guru saat siswa berdiskusi dan berlatih mencipta gerak.

Aspek yang Dinilai

Kriteria Penilaian (Skor 1–4)

Catatan Guru

Kolaborasi dan komunikasi antaranggota

1 2 3 4

Kreativitas dalam mengembangkan gerak

1 2 3 4

Kesesuaian gerak dengan unsur budaya

1 2 3 4

Respon terhadap umpan balik teman/guru

1 2 3 4

Antusiasme dan keterlibatan dalam proses

1 2 3 4

Skor 1 = rendah, 4 = sangat baik

 

2. Refleksi Individu (Jurnal Mini)

Siswa mengisi setelah sesi eksplorasi gerak bersama kelompok.

Petunjuk: Tuliskan jawaban singkat dari pertanyaan berikut:

  1. Apa ide utama yang kelompokmu kembangkan dalam gerak tari hari ini?
  2. Apa kontribusi terbaik yang kamu berikan dalam tim?
  3. Apakah ada tantangan yang kamu hadapi saat menciptakan gerak baru? Bagaimana kamu mengatasinya?
  4. Menurutmu, bagaimana caranya tetap menjaga akar budaya dalam gerakan modern?
  5. Apa yang ingin kamu tingkatkan di pertemuan selanjutnya?

 

3. Rubrik Umpan Balik Antar Kelompok

Digunakan oleh kelompok saat saling mengamati hasil eksplorasi gerak antar kelompok.

Aspek yang Dinilai

Ya

Belum

Catatan Singkat

Gerak terlihat kreatif dan tidak meniru

Unsur budaya tradisional tetap tampak

Transisi gerak terlihat lancar

Ada pesan/nilai budaya yang tersampaikan

Asesmen akhir pembelajaran

Tujuan Asesmen Sumatif

Untuk mengetahui sejauh mana peserta didik:

  • Memahami esensi budaya dalam gerak tari tradisional
  • Mampu menciptakan gerakan baru yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya
  • Bekerja sama dalam kelompok secara kreatif dan komunikatif
  • Merefleksikan proses kreatif yang telah mereka jalani

 

Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Asesmen sumatif berbasis kinerja dan refleksi
  • Bentuk:
    1. Unjuk kerja (performance project)
    2. Presentasi lisan/visual (penjelasan makna gerak dan proses kreatif)
    3. Refleksi tertulis individu

 

 Rincian Instrumen

1. Rubrik Unjuk Kerja Kelompok: "Karya Tari Modernisasi Tradisi"

Aspek Penilaian

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Kreativitas Gerak

Gerakan baru unik dan orisinal

Ada modifikasi kreatif

Gerakan umum, sedikit modifikasi

Meniru, kurang inovatif

Akar Budaya Tradisional

Gerak jelas mengacu pada budaya lokal

Unsur budaya tampak sebagian

Sedikit jejak budaya

Tidak tampak akar budaya

Koordinasi dan Kekompakan Kelompok

Sangat kompak, harmonis

Umumnya kompak

Terkadang kurang koordinasi

Banyak miskomunikasi

Ekspresi dan Makna Gerak

Sangat ekspresif dan bermakna

Cukup ekspresif

Kurang ekspresif

Tidak mengekspresikan makna

Kreativitas Properti/Kostum (jika ada)

Inovatif dan relevan

Menarik dan cukup sesuai

Sederhana

Tidak relevan atau tidak ada

 

2. Presentasi/Deskripsi Proyek (Individu atau Kelompok)

Tugas: Jelaskan dalam waktu 3–5 menit:

  • Asal budaya tari yang menjadi inspirasi
  • Alasan memilih dan memodifikasi gerak tertentu
  • Makna simbolik atau pesan yang ingin disampaikan
  • Tantangan selama proses kreatif dan cara mengatasinya

Alternatif bentuk: Deskripsi singkat tertulis (1 halaman)

 

3. Refleksi Individu Akhir Pembelajaran

Contoh pertanyaan refleksi tertulis:

  1. Apa pelajaran terpenting yang kamu dapatkan dari kegiatan mencipta gerak budaya ini?
  2. Bagaimana kamu melihat hubungan antara budaya dan inovasi?
  3. Apa kontribusimu dalam kelompok dan bagaimana kamu merasa dihargai?
  4. Apakah kamu ingin terus belajar mencipta karya berbasis budaya? Mengapa?

 

 Catatan Pelaksanaan:

  • Gunakan 1–2 jam pelajaran terakhir untuk pertunjukan kelompok dan presentasi
  • Refleksi bisa diberikan sebagai tugas akhir secara tertulis
  • Guru dapat memberi umpan balik langsung saat penampilan atau menggunakan video dokumentasi untuk observasi ulang

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Proyek: Ritme Nusantara - Senam Tari Tradisi Sekolahku

 

I. Identitas LKPD

  • Nama Siswa                 : ..................................................
  • Kelas                           : ..................................................
  • Kelompok                    : ..................................................
  • Hari/Tanggal               : ..................................................
  • Guru Pendamping       : ..................................................

Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan eksploratif dan kolaboratif, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi ciri khas tari tradisional dan nilai budayanya.
  2. Mengembangkan ide kreatif mencipta gerakan baru dari akar budaya lokal.
  3. Berkolaborasi dalam kelompok menciptakan karya gerak.
  4. Menunjukkan sikap reflektif, terbuka, dan menghargai keragaman budaya.

 

Langkah Kegiatan dan Tugas

 

A. Aktivasi Pengetahuan Awal – Refleksi Individu (Asesmen Diagnostik)

  1. Sebutkan satu tari tradisional dari Jawa Timur atau sekitarnya yang kamu ketahui dan jelaskan secara singkat ciri khasnya.
    ...............................................................................................................................
    ...............................................................................................................................
  2. Menurutmu, bagaimana cara agar generasi muda tetap tertarik pada seni tari tradisional?
    ...............................................................................................................................
    ...............................................................................................................................
  3. Beri tanda () pada pernyataan yang paling menggambarkan pendapatmu:

Pernyataan

Saya senang mempelajari budaya daerah melalui seni tari.

Tari tradisional bisa dikembangkan menjadi bentuk yang lebih modern.

Saya tertarik mencipta gerakan tari sendiri yang berakar dari budaya lokal.

Saya belum memahami pentingnya menjaga budaya lokal.

 

B. Eksplorasi Kelompok – Diskusi dan Rancangan Kreatif (Asesmen Formatif)

Tugas 1 – Diskusi Kelompok

  1. Pilih satu tari tradisional sebagai inspirasi kalian.
    Nama tari: ....................................................
  2. Nilai budaya/filosofi dari tari tersebut:
    ............................................................................................
  3. Rancanglah perubahan kreatif yang akan kalian buat (boleh lebih dari satu unsur):

 

 

 

 

Unsur Tari

Inovasi Modern (Rencana Perubahan)

Unsur Budaya yang Dipertahankan

Gerakan

Musik/Pengiring

Kostum/Properti

 

Tugas 2 – Rencana Gerak Baru

Buat sketsa 2–3 gerak utama hasil inovasi kalian (bisa menggunakan gambar atau deskripsi gerak).
Nama Gerakan 1         : ......................................
Deskripsi Gerakan      : ...........................................................................................

 

C. Unjuk Karya – Demonstrasi Gerak dan Presentasi Singkat (Asesmen Sumatif)

Setelah kelompokmu berlatih dan menyusun gerakan, tampilkan karya kalian di depan kelas.

Penilaian Unjuk Kerja oleh Guru

Guru akan menilai menggunakan rubrik berikut (cukup diketahui siswa sebagai pedoman):

Aspek yang Dinilai

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Kreativitas gerak

Kesesuaian dengan akar budaya

Kekompakan dan kerja tim

Makna dan pesan dalam gerakan

Inovasi dalam properti/kostum (opsional)

 

D. Refleksi Individu Akhir

Jawablah pertanyaan berikut secara jujur dan reflektif:

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari dari kegiatan ini?
    ......................................................................................
  2. Apa kontribusimu dalam kelompok selama proses eksplorasi?
    ......................................................................................
  3. Bagaimana kamu menilai kreativitas dan kerja sama kelompokmu?
    ......................................................................................
  4. Apa yang membuatmu paling bangga dalam kegiatan ini?
    ......................................................................................
  5. Apakah kamu ingin lebih banyak belajar tentang budaya dan seni tradisional? Jelaskan.
    ......................................................................................

 

Catatan Tambahan:

  • LKPD ini dapat digunakan baik pada pembelajaran tatap muka maupun proyek tematik kokurikuler.
  • Siswa boleh menambahkan dokumentasi video gerak atau membuat portofolio mini untuk pengayaan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI tema Aku Bangga Jadi Anak Indonesia

  PERENCANAAN KEGIATAN KOKURIKULER INTEGRASI ANTAR BIDANG STUDI   SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang INTE...