|
IDENTIFIKASI
|
Peserta
Didik
|
IDENTIFIKASI KESIAPAN
BELAJAR KOKURIKULER PESERTA DIDIK SMPN 8 MALANG
Tema:
Kreativitas dan Inovasi dalam Gerak Budaya
Judul Kegiatan: Modernisasi Tari Tradisi: Mencipta Gerak Baru
Berakar Budaya Lama
1. Aspek Pengetahuan Awal
- Sebagian besar peserta didik memiliki
pengetahuan dasar tentang tari tradisional, terutama yang
diperoleh melalui pembelajaran Seni Budaya di kelas (contoh: tari-tari
Jawa, Bali, dan kreasi daerah lainnya).
- Namun, pemahaman mendalam tentang filosofi
gerak tari tradisi dan prinsip penciptaan gerak baru masih terbatas.
Peserta umumnya belum memahami bagaimana nilai-nilai budaya dapat
diterjemahkan ke dalam bentuk gerak yang modern tanpa menghilangkan akar
tradisinya.
2. Aspek Minat dan Motivasi
- Minat terhadap kegiatan seni cukup tinggi,
terutama yang melibatkan unsur kreasi, kolaborasi, dan ekspresi diri.
- Banyak peserta didik mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler seperti modern dance, karawitan, atau seni musik,
sehingga antusias untuk mengekspresikan kreativitas dalam bentuk
gerak.
- Namun, beberapa peserta didik yang lebih
tertarik pada bidang eksakta atau olahraga perlu diberikan pendekatan
lintas minat, seperti kolaborasi tari dan teknologi atau tari dan
media digital.
3. Aspek Latar Belakang
- SMPN 8 Malang berada di wilayah perkotaan
dengan peserta didik dari latar belakang budaya yang beragam:
Jawa, Madura, Tionghoa, Batak, dan lain-lain.
- Keanekaragaman budaya ini berpotensi menjadi sumber
daya kekayaan gerak dan cerita budaya dalam kegiatan kokurikuler.
- Adanya akses terhadap teknologi, media
sosial, dan platform digital membuat peserta lebih terbuka terhadap
bentuk-bentuk tari modern (K-Pop, TikTok dance), namun perlu dipandu
agar tetap berpijak pada nilai budaya bangsa.
4. Aspek Kebutuhan Belajar
- Peserta membutuhkan:
- Fasilitasi eksplorasi gerak
berdasarkan tari daerah dengan metode yang menyenangkan dan
partisipatif.
- Panduan menciptakan gerak inovatif
berbasis unsur tari tradisi seperti pola lantai, ritme musik, makna
simbolis gerak, dan kostum.
- Contoh nyata video atau dokumentasi tari hasil
modernisasi yang tetap mengakar pada budaya lokal.
- Kolaborasi lintas kelompok budaya di kelas
untuk membangun toleransi dan apresiasi antarbudaya.
5. Aspek Lain yang Relevan
- Kecenderungan peserta didik saat ini pada
budaya digital dan visual perlu dimanfaatkan, misalnya:
- Membuat dokumentasi video tari,
- Mendesain poster atau logo kegiatan seni,
- Menggunakan aplikasi pencipta musik ritmis
sederhana sebagai pengiring gerak.
- Peserta didik memiliki keragaman gaya
belajar (visual, kinestetik, audio), sehingga dibutuhkan pendekatan
multimodal dalam pembelajaran.
- Isu identitas budaya lokal dan nasional
menjadi tantangan penting yang bisa dibahas melalui refleksi selama
proses penciptaan tari.
|
|
Materi
Pelajaran
|
1. Pengetahuan Faktual
Materi:
- Nama-nama tari tradisional dari berbagai daerah
di Indonesia (contoh: Tari Gantar, Tari Saman, Tari Jaipong, Tari Remo,
Tari Piring).
- Jenis-jenis gerakan dasar dalam senam dan
tarian (misalnya: gerak langkah, putar, ayunan tangan, sikap badan).
- Informasi dasar tentang manfaat gerak bagi
kesehatan fisik dan mental.
- Nama-nama alat musik pengiring tari tradisional
(misal: gamelan, rebana, kendang, sasando, angklung).
Kaitannya dengan Kehidupan
Sehari-hari:
- Siswa mengenali kekayaan budaya bangsanya
sendiri dan bisa menyebutkan contoh gerak tradisi dari daerah asal
keluarga mereka.
- Siswa memahami bahwa bergerak aktif penting
untuk menjaga kebugaran tubuh di era digital.
- Siswa mulai terbiasa menghargai warisan budaya
melalui ekspresi gerak yang sudah dikenalnya sejak kecil.
2. Pengetahuan Konseptual
Materi:
- Pengertian tari tradisi dan tari modern serta
perbedaan prinsip di antara keduanya.
- Konsep inovasi gerak: bagaimana menciptakan
gerak baru tanpa menghilangkan nilai budaya lama.
- Hubungan antara gerakan, irama, kostum, dan
makna dalam tari.
- Pemahaman tentang keberagaman budaya dan
pentingnya pelestarian budaya melalui seni.
Kaitannya dengan Kehidupan
Sehari-hari:
- Siswa belajar berpikir kritis terhadap
perubahan budaya dan bagaimana menjaga identitas lokal di tengah
globalisasi.
- Siswa mampu memaknai tari bukan hanya sebagai
hiburan, tetapi sebagai media penyampai pesan, nilai, dan ekspresi.
- Siswa memiliki pemahaman bahwa budaya bisa
berkembang tanpa kehilangan akar, mirip dengan kehidupan mereka yang
mulai terbuka terhadap pengaruh luar.
3. Pengetahuan Prosedural
Materi:
- Langkah-langkah mencipta gerak baru berbasis
tari tradisi (observasi, eksplorasi, improvisasi, komposisi).
- Teknik latihan gerak secara berkelompok: kerja
sama, sinkronisasi, dan konsistensi ritme.
- Tahapan menyiapkan pertunjukan tari: dari ide,
kostum, musik, hingga dokumentasi.
- Cara mengevaluasi hasil karya tari secara
sederhana: keluwesan, makna, orisinalitas, dan kekompakan.
Kaitannya dengan Kehidupan
Sehari-hari:
- Siswa belajar menyelesaikan proyek bersama,
yang berguna dalam kehidupan sekolah maupun sosial.
- Siswa memahami pentingnya perencanaan, latihan,
dan evaluasi dalam menghasilkan karya yang bernilai.
- Siswa mulai terbiasa berorganisasi, mengambil
peran dalam kelompok, dan bertanggung jawab terhadap hasil bersama.
4. Pengetahuan Metakognitif
Materi:
- Kesadaran tentang proses kreatif yang sedang
dijalani: dari ide sampai bentuk tari.
- Strategi merefleksi pengalaman: gerak mana yang
mencerminkan budaya? Apa yang bisa ditingkatkan?
- Kemampuan mengenali gaya belajar sendiri
(kinestetik, visual, auditori) saat mempelajari gerak atau menata tari.
- Pemahaman bahwa mencipta bukan hanya soal
teknik, tetapi juga tentang niat, pesan, dan penghargaan terhadap nilai-nilai
budaya.
Kaitannya dengan Kehidupan
Sehari-hari:
- Siswa belajar merefleksikan pengalaman, bukan
sekadar meniru, tetapi memahami mengapa sesuatu dilakukan.
- Siswa terbiasa mengevaluasi diri: apa yang
mereka kuasai dan apa yang perlu diperbaiki.
- Siswa mampu mengambil keputusan secara sadar
dalam mencipta gerak tari yang bermakna dan bertanggung jawab secara
budaya.
|
|
Dimensi
Profil Lulusan (DPL)
|
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
|
|
|
|
DPL
1
Keimanan dan ketakwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa
DPL 2
Kewargaan
DPL 3
Penalaran Kritis
DPL 4
Kreativitas
|
DPL 5
Kolaborasi
DPL
6
Kemandirian
DPL
7
Kesehatan
DPL 8
Komunikasi
|
|
|
DESAIN PEMBELAJARAN
|
Lintas
Disiplin Ilmu
|
Lintas
Disiplin Ilmu
1. Seni Budaya
- Kontribusi: Pemahaman tentang tari
tradisional dan modern, unsur-unsur tari (gerak, irama, ruang), serta
proses penciptaan gerak baru.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Kreasi koreografi, eksplorasi gerak, dan apresiasi budaya.
2. Bahasa
Indonesia
- Kontribusi: Pembuatan deskripsi
gerak dan makna tari, penyusunan teks naratif atau eksplanasi untuk
menjelaskan filosofi tari.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Literasi budaya, kemampuan menulis kreatif, dan komunikasi lisan saat
presentasi karya tari.
3. Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
- Kontribusi: Pemahaman tentang
manfaat gerak bagi kebugaran fisik dan mental, serta penguatan stamina
dan koordinasi tubuh dalam latihan tari.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Ketahanan fisik, kelenturan, koordinasi gerak, dan kesadaran akan hidup
aktif.
4. Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
- Kontribusi: Nilai-nilai persatuan
dalam keberagaman, penghargaan terhadap budaya bangsa, dan kerja sama
dalam tim lintas suku atau daerah.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Toleransi, tanggung jawab, gotong royong, dan identitas nasional.
5. Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS)
- Kontribusi: Latar belakang
sejarah, sosial, dan geografis asal-usul tari tradisional yang dijadikan
inspirasi gerak.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Analisis budaya dalam konteks sosial masyarakat, pengenalan daerah dan
keunikan budayanya.
6. Matematika
- Kontribusi: Penggunaan konsep
simetri dan pola dalam formasi tari, penghitungan durasi gerakan atau
ritme berdasarkan waktu dan ketukan.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Pemahaman pola lantai, waktu dan ritme, serta pemecahan masalah berbasis
pengaturan ruang.
7. Informatika
- Kontribusi: Pembuatan dokumentasi
video tari, pengeditan audio visual, serta desain poster atau media
promosi pertunjukan.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Literasi digital, produksi konten kreatif, dan penggunaan teknologi
sebagai media ekspresi budaya.
8. Bahasa
Inggris
- Kontribusi: Penerjemahan makna
tari atau deskripsi gerak ke dalam bahasa Inggris, untuk tujuan
presentasi global atau promosi budaya.
- Keterampilan yang dikembangkan:
Komunikasi global, pelestarian budaya lewat diplomasi budaya remaja.
|
|
Tujuan
Pembelajaran
|
- Siswa dapat menyebutkan minimal 3 jenis tari
tradisional Indonesia beserta daerah asalnya secara lisan atau tertulis.
(Aspek: Pengetahuan faktual – Seni Budaya/IPS)
- Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara tari
tradisional dan tari modern dalam 3-4 kalimat.
(Aspek: Pengetahuan konseptual – Seni Budaya/PPKn)
- Siswa dapat menciptakan rangkaian minimal 4
gerak tari hasil modifikasi dari gerak tradisional secara berkelompok.
(Aspek: Keterampilan kreasi – Seni Budaya/PJOK)
- Siswa dapat menampilkan hasil karya tari
inovatif dalam bentuk pertunjukan berdurasi minimal 2 menit dengan
iringan musik tradisional atau modifikasi.
(Aspek: Unjuk kerja – Kolaborasi Seni Budaya, Informatika, Bahasa
Indonesia)
- Siswa dapat merefleksikan proses penciptaan
gerak tari melalui jurnal harian atau catatan pengalaman minimal 1
paragraf.
(Aspek: Metakognitif – Literasi reflektif, Bahasa Indonesia)
|
|
Topik
Pembelajaran
|
Topik Pembelajaran untuk
Siswa
- Mengenal dan Menggali Akar Tari Tradisional
- Siswa menelusuri asal-usul dan makna dari
salah satu tari tradisional daerah (misalnya: Tari Remo, Tari Saman,
Tari Gantar, Tari Piring).
- Fokus pada: gerak dasar, kostum, iringan
musik, dan pesan budaya.
- Eksplorasi Gerak: Memadukan Tradisi dan Gaya
Modern
- Siswa mencoba memodifikasi atau menggabungkan
gerak tradisional dengan elemen tari modern (K-Pop, hip hop,
kontemporer).
- Fokus pada: improvisasi gerak, teknik ekspresi
tubuh, dan keberanian bereksperimen.
- Kreativitas Kolektif: Mencipta Koreografi Tari
Inovatif
- Siswa berkelompok untuk membuat rangkaian
gerak (minimal 4–6 pola gerak) sebagai tari baru yang mengakar pada
tradisi lokal.
- Fokus pada: kerja tim, penataan ruang/pola
lantai, harmoni musik dan gerak.
- Merancang Identitas Karya: Judul, Musik, dan
Kostum
- Siswa merancang nama karya tari,
memilih/menciptakan musik pengiring, dan mendesain kostum sederhana
yang mencerminkan nilai budaya.
- Fokus pada: simbolisme, visualisasi budaya,
dan ekspresi kreatif.
- Presentasi dan Refleksi Karya Tari
- Siswa menampilkan hasil karya mereka dan
memberikan refleksi atas proses pembelajaran, tantangan, serta nilai
yang dipelajari.
- Fokus pada: komunikasi budaya, kepercayaan
diri, dan penghargaan terhadap karya sendiri dan kelompok lain.
Catatan Tambahan
Topik-topik ini bisa
diintegrasikan dalam urutan mingguan kegiatan atau dijadikan sebagai fase-fase
pembelajaran proyek. Masing-masing topik dapat diiringi dengan produk
akhir seperti:
- video tari,
- booklet karya,
- jurnal proses, atau
- pertunjukan budaya mini di sekolah.
|
|
Praktik
Pedagogis
|
Model Pembelajaran:
Project-Based Learning (PjBL)
Model ini memungkinkan siswa belajar melalui proses mendalam, menyelesaikan
tantangan nyata, dan menghasilkan produk karya tari yang otentik.
Strategi Pembelajaran:
Eksplorasi–Kreasi–Aksi–Refleksi (EKAR)
Strategi ini menekankan proses bertahap yang bermakna:
- Eksplorasi: mengenal tari tradisi,
nilai budaya, dan maknanya.
- Kreasi: membuat gerak tari
baru berdasarkan gerak tradisi.
- Aksi: menampilkan karya tari secara kelompok.
- Refleksi: mendiskusikan proses
dan nilai yang dipelajari.
Metode Pembelajaran yang Mendukung:
- Diskusi Kelompok Kecil (untuk Penalaran
Kritis):
- Siswa menganalisis tari tradisional: makna
gerak, pesan budaya, perbedaan dengan tari modern.
- Eksperimen Gerak dan Improvisasi (untuk
Kreativitas):
- Siswa mencoba menciptakan gerakan sendiri
dengan menggabungkan unsur tradisi dan gaya modern.
- Presentasi Karya dan Storytelling Tari (untuk
Komunikasi):
- Siswa mempresentasikan hasil karya tari dan
menjelaskan makna serta proses kreatifnya di depan teman.
- Refleksi Mandiri dan Jurnal Budaya (untuk
Kesadaran Diri):
- Siswa menuliskan pengalaman, perasaan, dan
nilai yang diperoleh selama proses belajar.
Kesesuaian dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam:
- Berkesadaran:
Membangun kesadaran budaya, sejarah, dan identitas diri dalam gerak.
- Bermakna:
Gerak tari diciptakan dari pengalaman pribadi, budaya keluarga, dan
kolaborasi kelompok.
- Menggembirakan:
Pembelajaran aktif, kreatif, berbasis seni gerak dan ekspresi diri,
membuat siswa antusias dan merasa dihargai.
|
|
Kemitraan
Pembelajaran
|
Mitra Kerja Sama Potensial dan Perannya:
- Sanggar Tari Lokal / Komunitas Seni Tradisional
- Peran:
- Memberikan pelatihan gerak tari tradisi.
- Menjadi narasumber dalam workshop budaya.
- Memberikan umpan balik terhadap karya siswa.
- Contoh lokal:
Sanggar Tari Malang, Komunitas Seni Budaya Arek Malang (AREMA).
- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang
- Peran:
- Memberikan dukungan informasi tentang budaya
lokal.
- Menyediakan narasumber ahli budaya.
- Memberi peluang tampil di event budaya
sekolah/kota.
- Seniman atau Koreografer Tari Daerah
- Peran:
- Menjadi mentor dalam proses penciptaan gerak
baru.
- Memberikan inspirasi bagaimana menjaga akar
budaya dalam inovasi.
- Orang Tua / Komite Sekolah
- Peran:
- Memberikan informasi tentang budaya keluarga
(gerak, kostum, cerita daerah).
- Mendukung logistik kegiatan dan dokumentasi
tari siswa.
- Perguruan Tinggi Seni atau Budaya (Prodi Seni
di Universitas Negeri Malang)
- Peran:
- Mengisi kelas tamu atau webinar pengantar
koreografi budaya.
- Menjadi juri atau pembimbing teknis tari
inovatif.
- Komunitas Desain / Multimedia Lokal
- Peran:
- Membantu siswa dalam mendesain poster, video
tari, dan media digital karya seni.
- Mengajarkan teknik dokumentasi tari dan
promosi budaya secara kreatif.
- Media Lokal (radio sekolah, YouTube sekolah,
atau koran pelajar)
- Peran:
- Mempublikasikan proses dan karya tari siswa.
- Mendorong literasi budaya melalui kanal
digital atau siaran komunitas.
- Museum atau Galeri Budaya Kota Malang
- Peran:
- Menyediakan referensi visual sejarah tari dan
kostum daerah.
- Bisa dijadikan tempat belajar luar kelas yang
inspiratif.
|
|
Lingkungan
Pembelajaran
|
A. Ruang Fisik yang Direkomendasikan
- Ruang Terbuka atau Aula Sekolah
- Digunakan sebagai ruang latihan gerak dan
pertunjukan.
- Memberi ruang leluasa bagi siswa untuk
berkreasi secara fisik.
- Bisa diatur fleksibel untuk latihan kelompok,
gladi bersih, dan pementasan kecil.
- Ruang Multimedia atau Laboratorium Komputer
- Dimanfaatkan untuk mengakses referensi tari
tradisional dan modern, serta menyusun dokumentasi (video, poster,
naskah karya).
- Membantu siswa mengedit video tari, membuat
desain kostum, atau menyusun presentasi digital.
- Ruang Kelas yang Fleksibel
- Digunakan untuk diskusi kelompok, refleksi,
dan menulis jurnal proses.
- Kursi dan meja dapat diatur ulang agar
mendukung diskusi dinamis dan interaktif.
- Area Galeri Mini Sekolah atau Sudut Budaya
- Dimanfaatkan untuk memamerkan dokumentasi
visual (foto latihan, kostum, deskripsi tari, narasi karya).
- Menumbuhkan budaya apresiasi dan menjadi ruang
ekspresi kreatif siswa.
- Lingkungan Sekitar Sekolah (taman, selasar,
lapangan kecil)
- Dapat dijadikan lokasi eksplorasi gerak yang
natural dan menyenangkan.
- Mendorong koneksi antara gerak, ruang, dan
alam.
B. Budaya Belajar yang Mendukung
- Budaya Apresiasi dan Inklusif
- Setiap siswa dari latar belakang budaya
berbeda didorong untuk menyumbangkan cerita, gerak, atau simbol
budaya keluarganya.
- Karya tari tidak dinilai hanya dari
“kebagusan”, tetapi dari makna, proses, dan orisinalitasnya.
- Budaya Kolaborasi dan Gotong Royong
- Siswa diajak bekerja dalam kelompok yang
heterogen.
- Setiap anggota kelompok memiliki peran
penting: kreator gerak, pengatur musik, pencatat proses, dokumentator,
dsb.
- Budaya Reflektif dan Eksploratif
- Setiap proses belajar disertai refleksi
pribadi dan kelompok (lisan maupun tertulis).
- Guru mendorong siswa untuk berani mencoba,
salah, memperbaiki, dan merayakan proses bukan hanya hasil akhir.
- Budaya Ceria dan Menyenangkan
- Kegiatan dikemas seperti latihan seni atau
eksplorasi kreatif, bukan seperti “tes” atau tugas berat.
- Ada sesi permainan gerak, ice breaking budaya,
atau simulasi tari agar suasana belajar tetap menggembirakan.
|
|
Pemanfaatan
Digital
|
1. Video Referensi dan
Analisis Gerak (YouTube/Canva Video/Padlet Video)
- Interaktif: Siswa menonton video
tari tradisi dan modern, lalu menganalisis unsur gerak melalui diskusi
atau kuis visual.
- Kontekstual: Memberi pemahaman
nyata terhadap bentuk, ritme, dan nilai budaya dari berbagai daerah.
- Contoh teknis:
Siswa menonton Tari Saman dan Tari Kontemporer, lalu mendiskusikan
perbedaan dalam Google Form atau Padlet.
2. Kolaborasi Koreografi Digital (Google
Slides/Storyboard/Canva)
- Kolaboratif: Siswa membuat
storyboard tari atau sketsa koreografi gerak secara kelompok dalam satu
dokumen daring.
- Interaktif: Setiap anggota memberi
masukan, menyusun formasi, atau menambahkan ilustrasi gerak.
- Kontekstual: Proses koreografi
disusun berdasarkan tema budaya lokal atau pengalaman pribadi siswa.
3. Dokumentasi dan Presentasi Karya (CapCut,
InShot, Canva Video, Google Drive)
- Kolaboratif: Kelompok siswa membuat
video pertunjukan tari dan menyuntingnya bersama.
- Interaktif: Mereka menambahkan
narasi, musik, dan teks makna gerak ke dalam video.
- Kontekstual: Karya dipresentasikan
sebagai bagian dari festival budaya sekolah atau kanal YouTube sekolah
sebagai wujud diplomasi budaya siswa.
|
|
PENGALAMAN BELAJAR
|
AWAL (tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan)
|
|
1. Orientasi yang Bermakna (3–5 menit)
- Guru menyapa hangat siswa dan menyampaikan
tujuan pembelajaran:
"Hari ini kita akan belajar menciptakan gerak tari baru yang
tetap menghargai akar budaya kita. Ini bukan sekadar menari, tapi juga
cara kita merawat identitas bangsa."
2. Apersepsi yang Kontekstual (5 menit)
- Guru menampilkan cuplikan video pendek: Tari
Tradisi (Jaipong/Saman) vs Tari Modern (Contemporary Dance).
- Tanya jawab cepat:
“Apa bedanya gerak yang kalian lihat?”
“Pernahkah kalian mencampur gerakan tradisi dengan gaya modern saat
tampil di acara sekolah atau TikTok?”
3. Motivasi yang Menggembirakan (3–5 menit)
- Guru menyampaikan tantangan kreatif:
"Bayangkan kalian adalah koreografer muda yang akan tampil di
Festival Budaya SMPN 8 Malang. Kalian bebas berkreasi, tapi harus tetap
menghormati akar budayanya. Maukah kalian menerima tantangan ini?"
- Dilanjutkan dengan tepuk semangat atau yel-yel
khas kelas.
|
|
INTI
|
|
Pada tahap
ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
|
|
Memahami (Bermakna,
Berkesadaran)
|
|
Tahap 1: Memahami
(± 40 menit)
Tujuan: Siswa
mengenali dan mengkaji unsur budaya dan gerakan tari tradisi, serta
mengkritisi nilai-nilai yang bisa dikembangkan.
Kegiatan:
- Ice
breaking budaya (5 menit)
- Permainan
“Tebak Tari Tradisional” dari potongan gambar atau gerakan.
- Pemutaran
video tari tradisional (5 menit)
- Contoh
tari Saman, Jaipong, atau Remo dengan fokus pada pola gerak dan irama.
- Diskusi
terarah (10 menit)
- Siswa
berdiskusi dalam kelompok kecil:
Apa unsur penting dari tari tradisional tersebut?
Apa makna dari tiap gerakan dan irama?
- Analisis
perbandingan (10 menit)
- Bandingkan
tari tradisional dengan tari kontemporer melalui tayangan singkat.
Diskusi kritis: Apa yang hilang/diperbarui dalam modernisasi gerak?
- Mindful
moment (10 menit)
- Siswa
melakukan refleksi singkat dengan menuliskan makna budaya dari tari
tradisi daerah mereka (1 paragraf pendek).
|
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan)
|
|
Tahap 2: Mengaplikasi
(± 60 menit)
Tujuan: Siswa menciptakan dan mempresentasikan koreografi
pendek berbasis tari tradisi dengan sentuhan modern.
Kegiatan:
- Observasi & perencanaan gerak (10 menit)
- Kelompok memilih salah satu
tari tradisi sebagai inspirasi.
- Membuat “peta gerak” awal
(sketsa gerakan dasar + elemen modern).
- Kreasi gerak (30 menit)
- Kelompok mencoba
memodifikasi atau menggabungkan gerak modern dan tradisional.
- Gunakan musik pengiring
(tradisional, remix, atau akustik).
- Gladi resik & penguatan komunikasi (10
menit)
- Masing-masing kelompok
melatih koreografi dan menentukan siapa yang menjelaskan makna geraknya
saat presentasi.
- Unjuk kerja kelompok (10 menit)
- Tiap kelompok menampilkan
hasil tarian + penjelasan singkat filosofi gerak modernisasi yang
mereka buat.
|
|
Merefleksi (Berkesadaran)
|
|
Tahap 3: Merefleksi
(± 35 menit)
Tujuan: Siswa
merefleksikan proses, makna, dan nilai budaya dari pembelajaran.
Kegiatan:
- Diskusi reflektif kelas (10 menit)
- Panduan pertanyaan:
- Apa yang kamu pelajari dari proses mencipta
gerak ini?
- Bagaimana rasanya memodifikasi budaya tanpa
menghilangkan maknanya?
- Bagaimana kamu dan tim bekerja sama dan
menyampaikan ide?
- Menulis jurnal refleksi individu (10 menit)
- Tuliskan pengalaman, nilai budaya yang
ditemukan, dan hal yang ingin ditingkatkan dari kreasi tari mereka.
- Tanggapan antar kelompok (peer-feedback) (10
menit)
- Kelompok memberikan apresiasi atau saran untuk
hasil karya teman (format sederhana: bintang & saran).
- Penutup yang menggembirakan (5 menit)
- Guru menutup dengan apresiasi, ajakan
mencintai budaya bangsa, dan bisa menyisipkan video inspiratif tari
modern berbasis budaya lokal.
|
|
PENUTUP (berkesadaran,
bermakna)
|
|
Refleksi Materi
Mari kita renungkan kembali:
- Apa hal paling penting yang kalian pelajari
hari ini tentang (sebutkan tema, misalnya: "Kreativitas dan
Inovasi dalam Gerakan Sosial")?
- Bagaimana contoh konkret dari materi ini yang
pernah kalian temui dalam kehidupan sehari-hari?
- Apakah materi ini mengubah cara pandangmu
terhadap isu-isu sosial di sekitar?
Siswa diajak duduk dengan
tenang selama 2 menit, memejamkan mata sejenak, lalu menuliskan satu hal yang
paling berkesan dari pembelajaran hari ini di secarik kertas atau papan
refleksi digital.
Refleksi Akhir Pembelajaran
Mari kita cek kembali tujuan pembelajaran kita:
- Apakah kalian merasa lebih memahami pentingnya (tujuan
pembelajaran utama)?
- Apakah kalian merasa terlibat aktif dan senang
selama kegiatan tadi?
- Adakah hal yang masih membuat kalian bingung
atau penasaran?
Guru memfasilitasi sesi
berbagi singkat dengan teknik “Satu Kata, Satu Rasa” – tiap siswa menyebutkan
satu kata yang mewakili perasaan atau wawasan mereka setelah pembelajaran.
Motivasi
Kalian semua luar biasa hari ini! Ingat, ide-ide
besar tidak harus datang dari orang dewasa saja. Dari ruang kelas inilah bisa
lahir inovasi dan perubahan.
Setiap langkah kecil yang kalian lakukan hari ini – mendengar, bertanya, dan
berdiskusi – adalah bagian dari perjalanan menjadi warga negara yang kritis,
peduli, dan kreatif.
"Kreativitas adalah
melihat apa yang dilihat semua orang dan berpikir seperti tidak ada seorang
pun yang pernah berpikir sebelumnya." – Albert Einstein
Tugas Pertemuan Berikutnya
Sebagai persiapan pertemuan selanjutnya, silakan
kerjakan tugas berikut:
Judul Tugas: "Gerakan
Kecilku untuk Perubahan Sosial"
Petunjuk:
- Pilih satu isu sosial yang ada di lingkungan
sekitar (contoh: kebersihan lingkungan, cyberbullying, toleransi).
- Buatlah ide kreatif (poster, slogan,
mini-kampanye, atau aksi nyata kecil) yang bisa menjadi solusi atau
seruan positif atas isu tersebut.
- Presentasikan ide kalian dalam bentuk visual
atau narasi singkat (boleh manual atau digital) minggu depan.
Tugas ini bisa dikerjakan
secara individu atau berpasangan. Gunakan kreativitas, data nyata, dan
sentuhan pribadi kalian.
|
|
ASESMEN PEMBELAJARAN
|
Asesmen awal
|
Mengetahui:
- Pengetahuan awal siswa tentang tari tradisional
dan modernisasi budaya
- Kesiapan kognitif, afektif, dan keterampilan
berpikir kreatif siswa
- Sikap dan minat siswa terhadap budaya dan seni
gerak
Jenis dan Bentuk Instrumen:
- Jenis: Asesmen diagnostik non-tes
- Bentuk Instrumen:
Angket reflektif dan isian singkat (bisa dibuat dalam Google Form atau
lembar kertas)
Contoh 5
Pertanyaan/Pernyataan Asesmen Awal:
- Apa nama tari tradisional dari daerahmu yang
kamu ketahui? Jelaskan sedikit tentang ciri khas gerak atau maknanya.
(Isian singkat – untuk menggali pengetahuan budaya lokal)
- Pernahkah kamu menonton atau terlibat dalam
pertunjukan tari tradisional atau modern? Ceritakan pengalamanmu
singkat!
(Isian naratif – untuk menilai pengalaman dan minat siswa)
- Menurutmu, apakah mungkin gerakan tari
tradisional dikembangkan menjadi tari modern? Mengapa?
(Pertanyaan berpikir kritis – menilai logika dan pemahaman awal)
- Saya merasa tertarik dan bersemangat belajar
mencipta gerakan baru berdasarkan budaya lama.
- ☐
Sangat Setuju
- ☐
Setuju
- ☐
Ragu-ragu
- ☐
Tidak Setuju
(Skala Likert – untuk menilai motivasi dan kesiapan afektif)
- Sebutkan dua hal yang menurutmu penting untuk
diperhatikan saat menciptakan karya tari baru yang tetap menghormati
budaya tradisional.
(Isian singkat – untuk menilai sensitivitas budaya dan kesadaran
seni)
Catatan Pelaksanaannya:
- Dapat dilakukan sebelum pembelajaran dimulai
(10–15 menit).
- Guru dapat menggunakan hasilnya untuk membagi
kelompok, menyesuaikan pendekatan, atau membangun jembatan pengetahuan
sebelum masuk ke materi inti.
|
|
Asesmen proses Pembelajaran
|
Tujuan Asesmen Formatif
Menilai:
- Proses berpikir kreatif dan kolaboratif peserta
didik dalam mencipta gerak
- Pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dalam
gerak tari
- Keterlibatan aktif, refleksi diri, dan
kemampuan mengembangkan ide gerakan baru yang tetap berakar budaya
Jenis dan Bentuk Instrumen
- Jenis: Asesmen formatif berbasis kinerja &
refleksi
- Bentuk: Observasi proses,
lembar penilaian kelompok, dan jurnal/refleksi individu sederhana
Instrumen Asesmen Formatif
1. Lembar Observasi Proses
Kelompok
Dilakukan guru saat siswa
berdiskusi dan berlatih mencipta gerak.
|
Aspek
yang Dinilai
|
Kriteria
Penilaian (Skor 1–4)
|
Catatan
Guru
|
|
Kolaborasi dan komunikasi
antaranggota
|
☐1 ☐2 ☐3 ☐4
|
|
|
Kreativitas dalam
mengembangkan gerak
|
☐1 ☐2 ☐3 ☐4
|
|
|
Kesesuaian gerak dengan
unsur budaya
|
☐1 ☐2 ☐3 ☐4
|
|
|
Respon terhadap umpan
balik teman/guru
|
☐1 ☐2 ☐3 ☐4
|
|
|
Antusiasme dan
keterlibatan dalam proses
|
☐1 ☐2 ☐3 ☐4
|
|
Skor 1 = rendah, 4 = sangat
baik
2. Refleksi Individu (Jurnal
Mini)
Siswa mengisi setelah sesi
eksplorasi gerak bersama kelompok.
Petunjuk: Tuliskan
jawaban singkat dari pertanyaan berikut:
- Apa ide utama yang kelompokmu kembangkan dalam
gerak tari hari ini?
- Apa kontribusi terbaik yang kamu berikan dalam
tim?
- Apakah ada tantangan yang kamu hadapi saat
menciptakan gerak baru? Bagaimana kamu mengatasinya?
- Menurutmu, bagaimana caranya tetap menjaga akar
budaya dalam gerakan modern?
- Apa yang ingin kamu tingkatkan di pertemuan
selanjutnya?
3. Rubrik Umpan Balik Antar
Kelompok
Digunakan oleh kelompok saat
saling mengamati hasil eksplorasi gerak antar kelompok.
|
Aspek
yang Dinilai
|
Ya
|
Belum
|
Catatan
Singkat
|
|
Gerak terlihat kreatif dan
tidak meniru
|
☐
|
☐
|
|
|
Unsur budaya tradisional
tetap tampak
|
☐
|
☐
|
|
|
Transisi gerak terlihat
lancar
|
☐
|
☐
|
|
|
Ada pesan/nilai budaya
yang tersampaikan
|
☐
|
☐
|
|
|
|
Asesmen akhir pembelajaran
|
Tujuan Asesmen Sumatif
Untuk mengetahui sejauh mana peserta didik:
- Memahami esensi budaya dalam gerak tari
tradisional
- Mampu menciptakan gerakan baru yang tetap
berakar pada nilai-nilai budaya
- Bekerja sama dalam kelompok secara kreatif dan
komunikatif
- Merefleksikan proses kreatif yang telah mereka
jalani
Jenis dan Bentuk Instrumen
- Jenis: Asesmen sumatif berbasis kinerja dan refleksi
- Bentuk:
- Unjuk kerja (performance project)
- Presentasi lisan/visual (penjelasan makna
gerak dan proses kreatif)
- Refleksi tertulis individu
Rincian
Instrumen
1. Rubrik Unjuk Kerja Kelompok: "Karya Tari
Modernisasi Tradisi"
|
Aspek Penilaian
|
Skor 4 (Sangat Baik)
|
Skor 3 (Baik)
|
Skor 2 (Cukup)
|
Skor 1 (Kurang)
|
|
Kreativitas Gerak
|
Gerakan baru unik dan orisinal
|
Ada modifikasi kreatif
|
Gerakan umum, sedikit modifikasi
|
Meniru, kurang inovatif
|
|
Akar Budaya Tradisional
|
Gerak jelas mengacu pada budaya lokal
|
Unsur budaya tampak sebagian
|
Sedikit jejak budaya
|
Tidak tampak akar budaya
|
|
Koordinasi dan Kekompakan
Kelompok
|
Sangat kompak, harmonis
|
Umumnya kompak
|
Terkadang kurang koordinasi
|
Banyak miskomunikasi
|
|
Ekspresi dan Makna Gerak
|
Sangat ekspresif dan bermakna
|
Cukup ekspresif
|
Kurang ekspresif
|
Tidak mengekspresikan makna
|
|
Kreativitas
Properti/Kostum (jika ada)
|
Inovatif dan relevan
|
Menarik dan cukup sesuai
|
Sederhana
|
Tidak relevan atau tidak ada
|
2. Presentasi/Deskripsi Proyek (Individu atau
Kelompok)
Tugas: Jelaskan dalam waktu 3–5 menit:
- Asal budaya tari yang menjadi inspirasi
- Alasan memilih dan memodifikasi gerak tertentu
- Makna simbolik atau pesan yang ingin
disampaikan
- Tantangan selama proses kreatif dan cara
mengatasinya
Alternatif bentuk: Deskripsi singkat tertulis
(1 halaman)
3. Refleksi Individu Akhir Pembelajaran
Contoh pertanyaan refleksi tertulis:
- Apa pelajaran terpenting yang kamu dapatkan
dari kegiatan mencipta gerak budaya ini?
- Bagaimana kamu melihat hubungan antara budaya
dan inovasi?
- Apa kontribusimu dalam kelompok dan bagaimana
kamu merasa dihargai?
- Apakah kamu ingin terus belajar mencipta karya
berbasis budaya? Mengapa?
Catatan
Pelaksanaan:
- Gunakan 1–2 jam pelajaran terakhir untuk
pertunjukan kelompok dan presentasi
- Refleksi bisa diberikan sebagai tugas akhir
secara tertulis
- Guru dapat memberi umpan balik langsung saat
penampilan atau menggunakan video dokumentasi untuk observasi ulang
|
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar