Langkah Sederhana Melakukan Diferensiasi
1. Mengidentifikasi
Karakteristik Siswa
Langkah pertama adalah mengenali
kondisi siswa sebelum pembelajaran dimulai.
Guru perlu mengetahui:
- kemampuan awal siswa
- minat belajar siswa
- gaya belajar siswa
Cara sederhana melakukannya:
- pretest singkat
- pertanyaan pemantik
- observasi saat diskusi
- angket minat belajar
Contoh di kelas IPS:
Guru menanyakan:
- “Siapa yang suka membaca sejarah?”
- “Siapa yang lebih suka belajar lewat video?”
Dari situ guru mulai mengenali
siswa.
2. Mengelompokkan Siswa Secara
Fleksibel
Setelah mengetahui kondisi siswa,
guru bisa membuat kelompok belajar yang fleksibel.
Kelompok tidak harus tetap, bisa
berubah sesuai kegiatan.
Contoh pengelompokan:
- berdasarkan kemampuan
- berdasarkan minat
- berdasarkan cara belajar
Contoh di kelas IPS:
Materi: Perjuangan mempertahankan
kemerdekaan di Malang
Kelompok:
- Kelompok analisis tokoh
- Kelompok membuat timeline
- Kelompok membuat poster sejarah
3. Menyediakan Variasi
Aktivitas Belajar
Guru kemudian menyediakan beberapa
cara belajar yang berbeda.
Misalnya dalam satu materi
tersedia:
- membaca artikel
- menonton video
- diskusi kelompok
- membuat peta konsep
Contoh:
Materi Perjuangan TRIP Malang
Aktivitas siswa:
- membaca artikel sejarah
- menganalisis foto peristiwa
- membuat peta konsep kronologi
Dengan cara ini siswa tidak
belajar dengan satu metode saja.
4 Memberikan Pilihan Tugas
(Produk Belajar)
Siswa diberi kesempatan memilih
cara menunjukkan pemahamannya.
Contoh tugas:
Siswa boleh memilih:
- membuat poster sejarah
- membuat timeline peristiwa
- membuat presentasi tokoh
- menulis cerita sejarah
Semua tugas tetap mengarah pada tujuan
pembelajaran yang sama.
5. Melakukan Refleksi dan
Penilaian
Langkah terakhir adalah menilai
hasil belajar dan melakukan refleksi.
Guru dapat melihat:
- apakah semua siswa memahami materi
- metode mana yang paling efektif
- siswa mana yang masih perlu bantuan
Refleksi bisa dilakukan dengan:
- pertanyaan refleksi
- jurnal belajar
- diskusi singkat di akhir pembelajaran
Contoh refleksi:
“Apa hal baru yang kalian pelajari
hari ini tentang perjuangan di Malang?”
Ringkasan Langkah Diferensiasi
1. Mengidentifikasi karakteristik
siswa
2. Mengelompokkan siswa secara fleksibel
3. Menyediakan variasi aktivitas belajar
4. Memberikan pilihan produk/tugas
5. Melakukan refleksi dan penilaian
Intinya:
Diferensiasi tidak harus rumit. Guru cukup menyediakan beberapa pilihan cara
belajar dan cara menunjukkan hasil belajar, sehingga semua siswa bisa
berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar