Jigsaw adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang sering digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kerja sama, tanggung jawab, dan pemahaman siswa terhadap materi. Metode ini membuat siswa saling bergantung satu sama lain dalam mempelajari suatu topik.
1.
Pengertian Jigsaw
Jigsaw adalah
metode pembelajaran di mana siswa dibagi ke dalam kelompok, kemudian setiap
siswa mempelajari bagian materi yang berbeda, lalu mengajarkannya kembali
kepada anggota kelompoknya.
Disebut Jigsaw
(puzzle) karena setiap siswa memegang potongan informasi,
dan jika semua potongan digabungkan maka akan terbentuk pemahaman yang
utuh.
Metode ini
pertama kali dikembangkan oleh Elliot Aronson pada tahun
1970-an.
2. Tujuan
Pembelajaran Jigsaw
Metode ini
bertujuan untuk:
- meningkatkan kerja sama antar siswa
- melatih tanggung jawab belajar
- meningkatkan pemahaman materi
- mengembangkan kemampuan komunikasi
- menciptakan pembelajaran aktif
3.
Langkah-langkah Pembelajaran Jigsaw
Berikut tahapan
umum metode Jigsaw.
1. Membentuk
Kelompok Asal
Guru membagi
siswa menjadi kelompok kecil (4–6 orang).
Kelompok ini
disebut kelompok asal (home group).
2. Membagi
Materi
Materi
pelajaran dibagi menjadi beberapa bagian.
Setiap anggota
kelompok mendapatkan satu bagian materi yang berbeda.
3. Membentuk
Kelompok Ahli
Siswa yang
memiliki bagian materi yang sama berkumpul dalam kelompok ahli (expert
group).
Di kelompok ini
mereka:
- mempelajari materi
- berdiskusi
- memahami konsep secara mendalam
4. Kembali
ke Kelompok Asal
Setelah
memahami materi, siswa kembali ke kelompok asal.
Setiap siswa
kemudian mengajarkan materi yang dipelajari kepada anggota
kelompoknya.
5. Diskusi
Kelompok
Kelompok
menyusun pemahaman secara utuh dari semua bagian materi.
6. Evaluasi
Guru melakukan:
- kuis
- presentasi
- diskusi kelas
untuk
mengetahui pemahaman siswa.
4. Contoh
Penerapan Jigsaw
Materi: Perubahan
Sosial dalam Masyarakat
Materi dibagi
menjadi beberapa bagian:
|
Anggota |
Materi |
|
Siswa 1 |
Pengertian
perubahan sosial |
|
Siswa 2 |
Faktor
penyebab perubahan sosial |
|
Siswa 3 |
Dampak
perubahan sosial |
|
Siswa 4 |
Contoh
perubahan sosial di masyarakat |
Setelah belajar
di kelompok ahli, setiap siswa kembali ke kelompok asal dan
menjelaskan bagian materi mereka.
5. Kelebihan
Metode Jigsaw
Metode ini
memiliki banyak manfaat:
✔
meningkatkan kerja sama
✔ membuat siswa aktif
✔ melatih kemampuan komunikasi
✔ meningkatkan tanggung jawab belajar
✔ membantu siswa memahami materi lebih mendalam
6.
Kekurangan Metode Jigsaw
Beberapa
tantangan dalam metode ini:
- membutuhkan pengelolaan kelas yang baik
- memerlukan waktu yang cukup
- jika satu siswa tidak memahami materi, kelompok bisa
kesulitan
Karena itu guru
perlu memberikan bimbingan yang cukup pada kelompok ahli.
7. Jigsaw
dalam Pembelajaran Diferensiasi
Metode Jigsaw
mendukung pembelajaran diferensiasi karena:
- siswa belajar sesuai kemampuan dan perannya
- memungkinkan kolaborasi antar siswa
- memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk berkontribusi
Kesimpulan
Jigsaw adalah
model pembelajaran kooperatif di mana siswa belajar dalam kelompok dengan
cara membagi materi menjadi beberapa bagian, kemudian setiap siswa
bertanggung jawab untuk mempelajari dan mengajarkan bagian tersebut kepada
teman kelompoknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar