Selasa, 04 Agustus 2015

PROSESI PENYAMBUTAN TIM JURI SEKOLAH BERSIH NARKOBA






                                      kegiatan  siswa-siswi SMPN 22 DI BNN Kota Malang

RENCANA PROSESI
PENYAMBUTAN TIM JURI SEKOLAH BERSIH NARKOBA
 DI SMP NEGERI 22 MALANG
TANGGAL  6 AGUSTUS 2015

I. PENYAMBUTAN DI  (PINTU GERBANG)
1. TIM JURI beserta rombongan berhenti di DEPAN RUMAH Bpk Sutoyo ( Tim penyambutan menunggu di depan pertigaan mulai jam 08.45 kemudian memberikan aba-aba kepada siswa untuk siap)
2. Pasukan Pramuka menyambut sepanjang 200 meter dari pintu gerbang sambil menyanyikan yel-yel Anti Narkoba
3 TIM JURI disambut pimpinan Pasukan Pramuka dengan Laporan bahwa SMPN 22 Siap Mengikuti penilaian dari  TIM JURI
4. TIM JURI beserta rombongan disambut dua Kader Anti Narkoba berpakaian adat untuk menerima cinderamata bunga.
6. TIM JURI beserta rombongan dipandu Kader Anti Narkoba memasuki pintu gerbang sekolah
7. Didepan pintu gerbang Disambut Tari grebeg Sabrang oleh Alisya devka dengan membawa Tulisan Generasi bebas Narkoba
8. Ibu Kepala sekolah dan TIM Terima Tamu dihalaman berjajar sampai depan pintu masuk kantor menyalami TIM JURI beserta Rombongan
9. Setelah penyambutan tim pramuka memasuki halaman sekolah dengan berbaris rapi.
II. PENYAMBUTAN DI LAPANGAN  
1.      Masuk halaman lapangan TIM dilanjutkan tari Tari grebeg Sabrang sampai selesai
2.      TIM JURI dipersilahkan duduk
3.      Tari Generasi bebas Narkoba Grebeg sabrang
4.    Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
5..      Dilanjutkan dengan acara  
1)          Sambutan Tim Juri
2)         Sambutan Kepala sekolah dan penyerahan cinderamata
3)         Tampilan Drama bendera sobek
4)         Gubahan lagu kelas 9E dan pembacaan Puisi oleh siswa kelas 7 E
5)         Yel-yel dari kelas 9 F
6)         Drama Penyalah gunaan Narkoba oleh kelas 8 F
7)         Tampilan Pencak Silat Generasi bebas Narkoba
8)         Yel-yel kelas 7 E
9)         Gubahan lagu kelas 8 A
10)     Hadrah bebas Narkoba
11)     Gubahan lagu kelas
12)     yel-yel dan gubahan lagu yang lain
13)     dll

III. PENYAMBUTAN PERPISAHAN
Usai acara di Lapangan  TIM JURI dan rombongan beramah-tamah Selanjutnya TIM JURI diminta menuliskan pesan dan kesan pada kanvas yang disiapkan.
Sebelum TIM JURI dan rombongan meninggalkan sekolah, Kader Narkoba pemandu mengantar TIM JURI dengan Yel-yel selamat jalan sebagai pertanda berakhirnya Kunjungan tim Juri  di SMP Negeri 22 Malang. Bapak /Ibu guru berbaris untuk menyalami TIM JURI beserta tamu undangan. Selamat jalan semoga selamat sampai tujuan., kami berharap TIM JURI datang lagi ke SMPN 22 Malang untuk menyerahkan piala kemenangan SMPN 22 Malang.

                                                                                                SEKSI ACARA








PROSESI PENYAMBUTAN TIM EVALUASI ADIWIYATA PROPINSI 2015




foto pada waktu pengambilan film Tempe Binang oleh MNCTV, RCTI, Malang TV, ATV, 
NET TV


RENCANA PROSESI
PENYAMBUTAN TIM EVALUASI ADIWIYATA PROPINSI
DAN PERINGATAN HARI AIR DI SMP NEGERI 22 MALANG
TANGGAL  APRIL 2015
I. PENYAMBUTAN DI  (PINTU GERBANG)
1. TIM JURI beserta rombongan berhenti di DEPAN  SMP Negeri 22  
2. Pasukan Pramuka menyambut sepanjang 200 meter dari pintu gerbang sambil menyanyikan yel-yel Adiwiyata SMPN 22
3 TIM JURI disambut pimpinan Pasukan Pramuka dengan Laporan bahwa SMPN 22 Siap Menyambut kedatangan TIM JURI
4. TIM JURI beserta rombongan disambut dua Kader Polisi Hijau untuk menerima pengalungan  Bunga Daur Ulang
6. TIM JURI beserta rombongan dipandu Kader Polisi Hijau memasuki pintu gerbang sekolah
7. Didepan pintu gerbang Disambut Tari Remo Sapujagat oleh Fransiska ( Kader Polisi Hijau Memberikan penjelasan tentang Remo Sapujagat
8. Ibu Kepala sekolah dan TIM Terima Tamu dihalaman berjajar sampai depan pintu masuk kantor menyalami TIM JURI beserta Rombongan
II. PENYAMBUTAN DI RUANG GURU I
1.      Masuk Ruang Guru TIM dilanjutkan tari Remo Sapujagat sampai selesai
2.      TIM JURI dipersilahkan duduk sambil menunggu tari selesai
3.      Dilanjutkan dengan acara
1)         Pembukaan
2)         Doa
3)         Presentasi Pelaksanaan Adiwiyata oleh Kepala Sekolah
4)          Sambutan TIM JURI Adiwiyata Tingkat Propinsi
III. PENYAMBUTAN DI AULA
1.         TIM Pakaian Daur Ulang dari masing-masing kelas berjajar depan AULA menyambut Tim Juri
2.          Penilaian Adiwiyata oleh TIM JURI semua di AULA
3.         (TIM JURI melaksanakan penilaian di lingkungan sekolah, Polisi Hijau  memandu menunjukkan Lokasi yang dituju TIM JURI. Semua kader lingkungan sudah bersiap dilokasi masing-masing sesuai dengan Tugasnya,  didampinggi oleh guru pendamping kader.
RUANG GURU II
1)         TIM JURI Kembali menuju Ruang Guru untuk  Laporan Penilaian Adiwiyata oleh TIM JURI Propinsi (feedback)
2)         Pemberian Cinderamata oleh Kepala Sekolah
3)         Sambutan / Ucapan Selamat Jalan oleh Kadiknas / Ka. Adiwiyata Kota Malang.
IV PENYAMBUTAN PERPISAHAN
Usai acara di RUANG GURU TIM JURI dan rombongan beramah-tamah Selanjutnya TIM JURI diminta menuliskan pesan dan kesan pada kanvas yang disiapkan.
Sebelum TIM JURI dan rombongan meninggalkan sekolah, POLISI HIJAU pemandu memohon TIM JURI untuk melepas burung sebagai pertanda berakhirnya Kunjungan Lapangan Adiwiyata di SMP Negeri 22 Malang. Bapak /Ibu guru dan Polisi hijau berbaris untuk menyalami TIM JURI beserta tamu undangan. Selamat jalan semoga selamat sampai tujuan. Ditemani burung – burung yang terbang bebas diangkasa, kami berharap TIM JURI datang lagi ke sini untuk Evaluasi ADIWIYATA NASIONAL. Salam jabat erat selalu, Salam Tempe dan Tahu Binang.

                                                                                                SEKSI ACARA

NASKAH DRAMA MINAK JINGGO DAN DAMARWULAN




Ditampilkan dalam wisuda siswa SMPN 22 Malang tahun pelajaran 2014-2015 di Aula STIBA
SINOPSIS
Damarwulan adalah anak seorang bekas patih Majapahit yakni Udara. Ia dilahirkan dan dibesarkan di desa Paluhamba di bawah asuhan ibu dan kakaknya Begawan Mustikamaya. Menuruti nasihat kakeknya, ia pergi ke istana Majapahit mencari pekerjaan. Disana ia mengabdi pada pamannya, Patih Logender. Patih Logender, yang tidak menginginkan Damar Wulan bersaing dengan anak-anaknya sendiri, menetapkan dia sebagai pemotong rumput dan penjaga kuda istana. Meskipun tidak mengenakan pakaian indah, wajahnya masih terlihat sangat tampan. dalam pengabdiannya Damarwulan sangat menderita, meskipun masih kemenakannya sendiri, oleh Logender, Damarwulan diperlakukan seperti budak dengan segala penderitaan, menerima siksa dan penghinaan. Apa lagi ditambah dua putra patih Logender, Layang Seto dan Layang Kumitir sangat membencinya. kecuali Dewi Anjasmoro, anak perempuan Ki Patih Logender, yang menaruh hati kepada Damarwulan. Dewi Anjasmoro jatuh hati pada Damarwulan sejak pertama melihatnya. Kemudian Patih Logender terpaksa melepas Anjasmara untuk diperistri Damarwulan, meskipun hatinya tidak rela.
 Sementara itu kerajaan Majapahit dilanda pemberontakan Minakjingga, Adipati Blambangan, yang menyatakan diri sebagai raja berdaulat bergelar Prabu Urubisma. Pokok persoalan pemberontakan tersebut adalah karena Minak Jinggo ingin memperistrikan Ratu Ayu Kencana Wungu tetapi ditolak karena wajah Minak Jinggo seperti raksasa dan merebut tahta kerajaannya.
Dalam keadaan tertekan, Ratu Kencana Wungu mengumumkan bahwa siapa pun yang membunuh Menak Jingga dan berhasil memenggal kepalanya akan menjadi suaminya. ia menerima wahyu bahwa seorang ksatria muda bernama Damar Wulan dapat mengalahkan Menak Jingga.
Damarwulan yang telah dikawinkan dengan Anjasmoro diutus ke Blambangan untuk membunuh atau setidaknya menangkap minakjinggo . Begitu melihat Damarwulan, kedua istri  minakjinggo , Dewi Wahita dan Dewi Puyengan jatuh hati Damarwulan. Dengan bantuan kedua istri minakjinggo , akhirnya Damarwulan berhasil memenggal kepala Minakjinggo dengan senjata Gada Wesi Kuning milik minakjinggo  sendiri yang dicuri oleh Dewi Wahita.
Dalam perjalanan pulang, Damarwulan dihadang Layang Seto dan layang Kumitir. Dengan kelicikannya, Layang Seto dan Layag Kemitir berhasil merebut kepala dan gada wesi kuning. Damarwulan yang dibuang ke jurang oleh Layang Seto dan Layang Kumitir, berhasil diselamatkan oleh arwah ayahnya, dan disembuhkan luka-lukanya.
Layang Seto dan Layang Kumitir menghadap Ratu Kencana Wungu Sambil menyerahkan kepala minakjinggo  dan gada wesi kuning dan melaporkan bahwa mereka berdualah yang bisa membunuh minakjinggo Damarwulan yang sudah sembuh dan berhasil naik dari dasar jurang, juga  datang ke majapahit dengan membawa ke dua istri minakjinggo , dan melapor bahwa dia lah yang telah membunuh minakjinggo dengan saksinya dan bukti kedua istri  minakjinggo. Timbul keraguan siapakah yang membunuh minakjinggo di benak Ratu Kencono Wungu. Akhirnya Damarwulan diadu berduel melawan Layang Seto dan Layang Kumitir. Tentu saja jika tanpa tipu muslihat Layang Seto dan Layang Kumitir tidak bisa mengalahkan Damarwulan. Kemenangan pun berpihak kepada  Damarwulan, dan dia pun berhak  mendapatkan hadiah naik tahta Majapahit dan memperistri Ratu Kencana Wungu dan mempunyai tiga selir, yaitu Dewi Anjasmoro, Dewi Wahito dan Dewi Puyengan. 

langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi

  langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi   1. Melakukan pemetaan siswa berdasarkan kompetensi, minat, dan kebutuhan Pada tahap...