Senin, 23 Februari 2026

Modul Adiwiyata Konservasi Energi kelas 9


Modul belajar

Tahun Pelajaran 2024-2025

 

IDENTITAS MODUL

Guru

Drs.Sumarno

Satuan Pendidikan

SMPN 8 Malang

Jenjang/Kelas/Fase

SMP/IX/D

Tema

Peristiwa penting dalam sejarah global Tantangan diera global

Submateri

·     Pemanasan Global dan Perubahan Pola Cuaca yang Mengancam Keberlanjutan Lingkungan dan Kehidupan Manusia

·     Upaya Meminimalisir Pemanasan Global dengan Hemat Energi di Lingkungan Sekolah

 

Alokasi Waktu

3 x 40 menit (3 JP)

Target Pendidik

32 orang

 

Profil Pelajar Pancasila

 

Dimensi         : Bernalar ritis

Elemen          :

1)      Memperoleh  dan  memproses  informasi  dan gagasan

2)      Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

3)      Mengevaluasi pemikiran sendiri

Indikator di akhir fase

1)      Peserta didik memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

2)      Peserta  didik  mampu  mengambil  keputusan dan kesimpulan terhadap suatu masalah secara kritis

Dimensi         : Kreatif

Elemen          :

1)      Menghasilkan gagasan yang orisinil

2)      Menghasilkan    karya    dan    tindakan    yang orisinil

3)      Memiliki  keluwesan  berpikir dalam  mencari alternatif solusi permasalahan

Indikator di akhir fase

1)      Peserta  didik  mampu  menghasilkan  gagasan atau ide yang orisinil

        2)       Peserta didik mampu mencari alternatif solusi permasalahan yang dihadapi

Pemahaman Kontekstual

1. Definisi Tantangan di Era Global:

  • Era global merujuk pada periode di mana negara-negara di seluruh dunia semakin terhubung dan saling bergantung melalui globalisasi. Tantangan di era global mencakup berbagai isu kompleks yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, sosial, lingkungan, dan teknologi.

2. Contoh Tantangan di Era Global:

  • Perubahan Iklim: Pemanasan global dan perubahan pola cuaca yang mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia.

4. Dampak Positif dan Negatif Tantangan di Era Global:

  • Positif:
    • Kesadaran global tentang isu-isu penting seperti perubahan iklim dan hak asasi manusia.
    • Inovasi teknologi yang dapat mengatasi masalah global.
    • Kerja sama internasional yang dapat memperkuat hubungan antarnegara.
  • Negatif:
    • Kerentanan terhadap krisis global yang dapat mempengaruhi banyak negara.
    • Kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin lebar.
    • Ketidakstabilan politik dan keamanan yang disebabkan oleh konflik internasional.

Keterampilan

1. Keterampilan Analisis Kritis:

  • Deskripsi: Kemampuan untuk menganalisis tantangan di era global dari berbagai perspektif, termasuk ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lingkungan.
  • Aktivitas: Siswa dapat diberikan tugas untuk menganalisis contoh kasus tantangan global dan mengidentifikasi dampak positif dan negatifnya.

2. Keterampilan Penelitian:

  • Deskripsi: Kemampuan untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan menyintesis informasi dari berbagai sumber.
  • Aktivitas: Siswa dapat melakukan penelitian tentang isu-isu global seperti perubahan iklim, migrasi, atau keamanan siber dan dampaknya terhadap masyarakat.

4. Keterampilan Presentasi:

  • Deskripsi: Kemampuan untuk menyusun dan menyampaikan informasi secara efektif kepada audiens.
  • Aktivitas: Siswa dapat mempersiapkan dan mempresentasikan hasil penelitian mereka tentang tantangan global kepada kelas, menggunakan alat bantu visual seperti slide PowerPoint atau peta.

Sarana dan Prasarana

Media: PPT, Video, internet

•   Alat dan bahan: Laptop, proyektor, LKPD

•   Lingkungan Belajar: Ruangan Kelas

•   Sumber Belajar: Buku Paket Kelas VII Kemendikbud dan sumber lain yang relevan.

Pendekatan dan Model Pembelajaran:

  • Pendekatan: Saintifik
  • Model: Problem-Based Learning (PBL)
  • Strategi: Diferensiasi dan Inklusi

KOMPETENSI INTI

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mengenali konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi, perubahan, dalam menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara.

Tujuan Pembelajaran

1)     Siswa memahami konsep perubahan iklim dan pemanasan global.

2)     Siswa mampu menganalisis perubahan pola cuaca dan dampaknya.

3)     Siswa menerapkan upaya hemat energi di sekolah.

4)     Siswa mengembangkan keterampilan literasi dan numerasi melalui pencatatan dan pelaporan data penggunaan listrik.

5)     Siswa dengan kebutuhan khusus dapat berpartisipasi aktif melalui LKPD yang disesuaikan.

Pertanyaan pematik

1)     Dapatkah Anda memberikan contoh tantangan global yang pernah Anda dengar atau alami? Bagaimana tantangan tersebut diatasi?

 

 

LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN

Pendahuluan

Persiapan/ Orientasi :

• Guru membuka pelajaran  dengan salam,  membaca doa sebelum belajar.

• Guru   menanyakan   kabar  dan  memeriksa  kehadiran peserta didik, kerapihan  seragam serta posisi tempat duduk sebagai sikap disiplin

• Mengecek   kebersihan   kelas   dengan   memperhatikan tempat duduk apakah terdapat sampah.

 

Apersepsi :

Ajak siswa untuk mengamati dan mengidentifikasi contoh-contoh tantangan global di lingkungan sekitar mereka, seperti perubahan cuaca yang ekstrem, penggunaan energi terbarukan, atau kegiatan sosial yang berkaitan dengan hak asasi manusia.

Motivasi:

Tekankan pentingnya sikap terbuka dan toleransi terhadap budaya dan pandangan yang berbeda sebagai bagian dari solusi menghadapi tantangan global. Sampaikan bahwa dengan memahami dan menghargai perbedaan, kita dapat menciptakan dunia yang lebih harmonis.Jadi, mari kita belajar dan memahami peran kita masing-masing dalam menanggulangi perubahan iklim. Ingatlah, masa depan yang cerah ada di tangan kita. Ayo kita mulai dari sekarang, karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang kita ambil hari ini, tentang desa yang berhasil memitigasi banjir dengan menanam mangrove di pesisir pantai mereka

KEGIATAN INTI

 

Langkah-langkah:

B. Eksplorasi dan Identifikasi Masalah

  • Siswa membaca bacaan literasi berbasis masalah tentang pemanasan global.
  • Diskusi kelompok: Apa hubungan antara penggunaan energi di sekolah dan pemanasan global?

C. Pengumpulan Data (Numerasi)

  • Siswa dalam kelompok mencatat penggunaan listrik di kelas (lampu, kipas, AC, proyektor) selama satu minggu.
  • Siswa membuat tabel dan grafik penggunaan listrik harian.

D. Analisis dan Pemecahan Masalah

  • Kelompok menganalisis data untuk menemukan pola peningkatan penggunaan listrik.
  • Diskusi upaya penghematan energi yang bisa diterapkan.

E. Presentasi

  • Setiap kelompok mempresentasikan temuan dan solusi hemat energi.

 

F. Kegiatan Penutup dan Refleksi

1.     Ringkasan Guru:

o   Guru memberikan ringkasan singkat tentang poin-poin utama yang telah dibahas, menekankan pentingnya memahami tantangan di era global dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan.

2.     Diskusi Reflektif:

o   Guru mengajak siswa untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

o   Pertanyaan reflektif bisa mencakup: "Apa yang paling mengejutkan atau menarik dari diskusi hari ini?" atau "Bagaimana kita bisa mengambil tindakan positif dalam menghadapi tantangan global?"

3.     Rencana Tindak Lanjut:

o   Guru mengajak siswa untuk berpikir tentang langkah konkret yang bisa mereka ambil untuk mendukung keberlanjutan dalam konteks tantangan global, seperti menjadi konsumen yang bijak, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, atau meningkatkan kesadaran lingkungan.

: Refleksi

Refleksi diri:

    • Setiap siswa melakukan refleksi diri tentang pembelajaran yang telah dilakukan, seperti:
      1. Apa yang telah dipelajari?
      2. Bagaimana proses belajarnya?
      3. Apa yang dapat diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya?

Refleksi kelompok:

    • Setiap kelompok melakukan refleksi tentang kerja sama dan kinerja kelompok, seperti:
      1. Bagaimana kerja sama antar anggota kelompok?
      2. Apakah semua anggota kelompok berkontribusi secara aktif?
      3. Apa yang dapat diperbaiki untuk kerja sama kelompok selanjutnya?

 

Lembar kerja siswa

 

Lembar Kerja Siswa

Nama: ___________________ Kelas: _______________ Tanggal: _______________

Lembar Kerja Kelompok (Literasi dan Numerasi)

Bacaan Literasi Berbasis Masalah

Judul: Sekolah Kita dan Pemanasan Global

"Bumi kita sedang memanas. Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Salah satu penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, seperti penggunaan bahan bakar fosil untuk listrik, transportasi, dan industri. Akibatnya, es di kutub mencair, permukaan laut naik, dan pola cuaca berubah secara ekstrem.

Di kota-kota besar, suhu semakin tinggi, hujan menjadi tak menentu, dan bencana alam seperti banjir dan kekeringan lebih sering terjadi. Kondisi ini mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia. Jika pemanasan global tidak ditangani, anak-anak di masa depan akan menghadapi dunia yang penuh dengan tantangan, seperti kekurangan air bersih, hasil panen yang menurun, dan penyebaran penyakit.

Sekolah, sebagai tempat belajar dan berkumpulnya generasi muda, memiliki peran penting dalam menghadapi masalah ini. Namun, tahukah kamu bahwa penggunaan listrik di sekolah juga dapat mempengaruhi pemanasan global? Lampu, kipas angin, AC, dan proyektor yang terus menyala tanpa pengawasan menyebabkan pemborosan energi. Energi listrik yang digunakan sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang melepaskan gas karbon dioksida (CO₂), gas rumah kaca utama penyebab pemanasan global.

Masalahnya adalah, apakah penggunaan energi di sekolah kita sudah efisien? Bagaimana kita dapat mengetahui seberapa besar listrik yang digunakan? Apa upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak ini? Mari kita telusuri bersama melalui pencatatan penggunaan energi di sekolah dan mencari solusi hemat energi untuk menyelamatkan masa depan Bumi kita.

Tugas Diskusi:

  • Diskusikan dalam kelompok bagaimana sekolah dapat menjadi contoh dalam penerapan hemat energi.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  • Buatlah daftar kebiasaan hemat energi yang bisa diterapkan di sekolah.

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

  • Presentasikan temuan dan rencana aksi kelompokmu untuk mengurangi dampak pemanasan global di lingkungan sekolah."

Tugas Numerasi:

  1. Catat penggunaan listrik (jam menyala peralatan listrik) di kelas selama 7 hari.
  2. Kelas……

No

Hari

Peralatan listrik

Jam menyala mulai jam…- sampai dengan jam…

1

Senin

Lampu.

 

LCD

 

Sound

 

2

Selasa

Lampu.

 

LCD

 

Sound

 

3

Rabu

Lampu.

 

LCD

 

Sound

 

4

Kamis

Lampu.

 

LCD

 

Sound

 

5

Jumat

Lampu.

 

LCD

 

Sound

 

 

  1. Hitung total penggunaan listrik dan buat grafik harian.

Gambar grafik Penggunaan Listrik di kelas….

 

 

 

 

……………………………………………………………………………………………………….

  1. Identifikasi hari dengan penggunaan tertinggi dan alasan di baliknya.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

  1. Buat rencana penghematan energi dan proyeksi penurunan penggunaan listrik.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar proses pembelajaran

Sejarah TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) Kota Malang

 


Sejarah TRIP Kota Malang

1. Latar Belakang Kondisi Malang Setelah Proklamasi

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, situasi di berbagai daerah termasuk Malang mengalami perubahan besar. Semangat kemerdekaan menyebar cepat ke kalangan masyarakat, termasuk para pelajar.

Di Malang, rakyat mulai membentuk organisasi perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kembalinya penjajah Belanda yang datang bersama tentara Sekutu. Pelajar-pelajar di sekolah menengah merasa terpanggil untuk ikut mempertahankan kemerdekaan. Dari semangat inilah kemudian terbentuk pasukan pelajar yang dikenal sebagai TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar).

Para pelajar di Malang tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga terlibat langsung dalam perjuangan bersenjata. Mereka dilatih secara militer sederhana dan ditempatkan pada berbagai titik strategis untuk membantu pertahanan kota.

2. Situasi Menjelang Agresi Militer Belanda I

Menjelang tahun 1947, situasi di Malang semakin tegang. Belanda berusaha kembali menguasai wilayah Indonesia setelah sebelumnya terjadi berbagai perundingan yang tidak stabil.

Ketegangan meningkat menjelang peristiwa yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I. Di Malang, pasukan Republik bersama laskar rakyat bersiap menghadapi kemungkinan serangan.

Beberapa kondisi yang terjadi saat itu:

  • Kota Malang menjadi salah satu wilayah strategis di Jawa Timur.
  • Banyak pemuda dan pelajar bergabung dalam laskar pertahanan.
  • Persiapan pertahanan kota dilakukan secara darurat.
  • TRIP ditempatkan di beberapa titik penting untuk membantu tentara Republik.

Para pelajar yang tergabung dalam TRIP pada saat itu sebagian besar masih berusia belasan tahun, namun memiliki semangat juang yang sangat tinggi.

3. Kronologi Pertempuran di Jalan Salak

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan pelajar Malang adalah Pertempuran TRIP di Jalan Salak pada tahun 1947 di wilayah Malang.

Kronologi singkat peristiwa tersebut:

  1. Pasukan TRIP mendapatkan tugas untuk mempertahankan wilayah sekitar Jalan Salak dari serangan Belanda.
  2. Pada saat itu, pasukan Belanda melakukan serangan mendadak dengan persenjataan yang jauh lebih lengkap.
  3. Pasukan TRIP yang sebagian besar masih pelajar tetap bertahan dan melakukan perlawanan.
  4. Terjadi pertempuran sengit antara pasukan TRIP dan tentara Belanda.
  5. Dalam pertempuran tersebut banyak anggota TRIP gugur sebagai pahlawan bangsa.
  6. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu simbol keberanian pelajar dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pertempuran ini menjadi salah satu tragedi heroik dalam sejarah perjuangan di Malang.

5. Tokoh-Tokoh Pejuang yang Gugur

Dalam pertempuran tersebut, sejumlah anggota TRIP gugur. Mereka dikenal sebagai Pahlawan TRIP Malang yang sebagian besar masih berstatus pelajar sekolah menengah.

Beberapa di antaranya kemudian dikenang dalam monumen perjuangan di Malang. Nama-nama mereka menjadi simbol keberanian generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Para pelajar yang gugur tersebut menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan oleh tentara profesional, tetapi juga oleh generasi muda yang rela mengorbankan jiwa dan raga.

6. Dampak Peristiwa bagi Perjuangan di Malang

Peristiwa pertempuran TRIP memberikan dampak besar bagi perjuangan di Malang, antara lain:

  • Meningkatkan semangat perjuangan rakyat Malang.
  • Menjadi simbol pengorbanan generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan.
  • Memperkuat solidaritas antara tentara, pemuda, dan masyarakat.
  • Menguatkan tekad untuk melanjutkan perlawanan terhadap penjajah.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

7. Warisan Sejarah dan Ingatan Kolektif Masyarakat

Perjuangan TRIP di Malang hingga kini masih dikenang oleh masyarakat. Salah satu bentuk penghormatan adalah pembangunan monumen dan penamaan tempat bersejarah, seperti:

  • Monumen TRIP
  • Jalan Salak
  • Kota Malang sebagai salah satu kota perjuangan.

Setiap tahun biasanya dilakukan kegiatan ziarah dan peringatan untuk mengenang jasa para pelajar yang gugur dalam pertempuran tersebut.

Peristiwa TRIP tidak hanya menjadi bagian dari sejarah lokal Malang, tetapi juga menjadi pelajaran penting tentang:

  • nasionalisme,
  • keberanian generasi muda,
  • serta pentingnya mempertahankan kemerdekaan.

 

Timeline Peristiwa TRIP Malang

17 Agustus 1945 – Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Berita kemerdekaan sampai ke daerah-daerah termasuk Malang. Semangat perjuangan tumbuh di kalangan pemuda dan pelajar.

Akhir 1945 – Awal Pembentukan Laskar Pemuda dan Pelajar di Malang
Para pelajar di Malang mulai bergabung dalam organisasi perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan. Mereka mendapat latihan dasar kemiliteran dan ikut membantu pertahanan kota.

1946 – Terbentuknya Pasukan Pelajar (TRIP)
Pelajar dari berbagai sekolah di Malang bergabung dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Mereka ditempatkan di beberapa titik strategis untuk membantu tentara Republik.

Awal 1947 – Situasi Malang Semakin Tegang
Belanda mulai meningkatkan tekanan militer di Jawa Timur. Kota Malang menjadi wilayah penting dalam jalur pertahanan Republik.

Juli 1947 – Menjelang Agresi Militer Belanda I
Pasukan Republik dan laskar rakyat bersiap menghadapi serangan Belanda. TRIP mendapat tugas membantu menjaga wilayah kota.

31 Juli 1947 – Pertempuran TRIP di Jalan Salak
Di wilayah Jalan Salak, pasukan TRIP menghadapi serangan tentara Belanda yang memiliki persenjataan lebih lengkap.
Pertempuran berlangsung sengit dan mengakibatkan banyak anggota TRIP gugur.

Setelah Pertempuran 1947 – Penghormatan kepada Para Pelajar Pejuang
Peristiwa ini dikenang sebagai salah satu peristiwa heroik dalam sejarah perjuangan di Kota Malang.
Kemudian dibangun monumen untuk mengenang mereka, yaitu Monumen TRIP.

Fakta sejarah yang benar tentang Pahlawan TRIP Malang

Yang dipastikan oleh berbagai sumber sejarah Malang adalah:

  • Dalam Pertempuran Jalan Salak (31 Juli 1947) gugur sekitar 35 anggota TRIP (pelajar).
  • Nama-nama mereka diabadikan di Monumen TRIP Malang yang dibangun untuk mengenang perjuangan tersebut.
  • Pertempuran terjadi ketika pasukan Belanda menyerang pertahanan pelajar TRIP di kawasan Jalan Salak (sekarang Jalan Pahlawan TRIP).

Lokasi penting peristiwa tersebut:

  • Monumen TRIP
  • Jalan Pahlawan TRIP

Kenapa daftar nama sering berbeda di internet?

Ini yang sering terjadi dalam sejarah lokal:

  1. Banyak artikel hanya menyebut jumlah korban (35 orang) tanpa menuliskan semua nama.
  2. Nama lengkap biasanya hanya ada pada:
    • Prasasti di monumen
    • Arsip Paguyuban MAS TRIP
    • Buku sejarah lokal Malang
  3. Sebagian sumber online tidak menampilkan daftar lengkap sehingga sering terjadi kekeliruan.

Tokoh penting TRIP yang dikenal dalam peristiwa itu

Salah satu tokoh yang sering disebut dalam sejarah pertempuran tersebut adalah:

  • Komandan Susanto (Komandan Batalyon TRIP yang memimpin pertahanan saat pertempuran Jalan Salak).

Namun memang perlu dicatat:

Pahlawan TRIP Malang lebih dikenal sebagai kelompok 35 pelajar pejuang, bukan satu tokoh individu saja.

 

langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi

  langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi   1. Melakukan pemetaan siswa berdasarkan kompetensi, minat, dan kebutuhan Pada tahap...