Senin, 03 Februari 2025

RPP SSK ( Sekolah Siaga Kependudukan ) Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

 


Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

SSK ( Sekolah Siaga Kependudukan )

 

Nama

Drs. Sumarno

Jenjang/Kelas

SMP / 8

Sekolah

SMPN 8 Malang

Mapel

IPS

Alokasi waktu

4 JP ( 2 X pertemuan )

Jumlah siswa

32 Siswa

Fase

D

Model pembelajaran/metode

PBL , Group Investigation

Sarana dan prasarana

·      Komputer/Laptop

·      Koneksi Internet

·      HP

·      Peta persebaran hasil tambang di Indonesia.

Target peserta didik

Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar

Profil pelajar Pancasila

Bernalar kritis, Kreatif, Kebhinekaan global.

 

 

Domain mapel

Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Alam

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan

mampu:

Peserta didik mampu menganalisis kualitas sumber daya manusia di Indonesia dengan benar

Pertanyaan panduan

 

1.     Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini?

2.     Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas?

3.     Faktor apa saja yang memengaruhinya?

 

Pendahuluan

1.             Guru dan peserta didik mengucapkan salam dan doa.

2.             Guru dan peserta mengondisikan pembelajaran.

 

Apersepsi Peserta didik melihat video sumber daya manusia. Guru dapat menambahkan variasi gambar menggunakan tayangan video dari internet. Apersepsi juga dapat dilakukan dengan melibatkan aktivitas peserta didik.

Peserta didik difasilitasi guru mengaitkan gambar dengan kegiatan belajar sebelumnya. Guru melanjutkan dengan memberikan motivasi terkait kualitas SDM Indonesia.

 

Motivasi: Sumber daya manusia Indonesia mayoritas masih dalam kategori yang biasa saja, maka dari itu kita sebagai generasi penerus yang akan memiliki pekerjaan ke depan sebaiknya berupaya untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Indonesia agar dapat menaikkan kemajuan dan kemakmuran negara.

Peserta didik dibantu guru menyimak gambaran tema dan tujuan pembelajaran dalam tema 01.

 

Kegiatan inti

1.     Guru menjelaskan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman peserta didik bahwa jumlah penduduk memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait materi yang telah dijelaskan.

2.     Secara interaktif guru mengaitkan proses tanya jawab tersebut dengan orientasi pembelajaran tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Peserta Didik Mengidentiikasi Masalah

1)    Setelah peserta didik mengidentifikasi kualitas sumber daya manusia Indonesia, selanjutnya guru mendorong peserta didik mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS.

2)    Beberapa pertanyaan yang diajukan, misalnya: Bagaimana kualitas sumber daya manusia Indonesia pada saat ini? Mengapa jumlah penduduk dapat memengaruhi kualitas dan produktivitas? Faktor apa saja yang memengaruhinya?

Peserta Didik Mengelola Informasi

1.    Peserta didik membaca teks tentang kualitas sumber daya manusia Indonesia.

2.    Guru memfasilitasi sumber lain misalnya memberikan tautan internet yang mendukung penjelasan dan pendalaman sumber belajar. tautan : SDM Unggul Industri 4.0 https://www.youtube.com/watch?v=c80mghJRlnk

3.    Untuk memperoleh informasi lebih luas peserta didik juga dapat melakukan browsing  kualitas sumber daya manusia Indonesia.

4.    Guru dapat memberikan beberapa tautan berita, tulisan, dan laporan video tentang  kualitas sumber daya manusia Indonesia.

5.    Peserta didik mengolah informasi secara berkelompok di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara bervariasi, Menggunakan Group Investigation

6.    Guru dapat menggunakan metode Group Investigation yang mengembangkan peserta didik untuk berpikir kritis dan mampu bekerja sama dalam tim. Adapun langkah-langkah dalam Group Investigation :

1)    Guru membagi peserta didik ke dalam 8 kelompok yang terbagi masing-masing 4 peserta didik.

2)    Guru memberikan penjelasan terkait dengan tugas kualitas sumber daya manusia.

3)    Peserta didik memahami tugas yang diberikan oleh untuk

4)    membuat kliping macam-macam pekerjaan.

5)    Peserta didik melakukan pencarian berbagai pekerjaan di koran.

6)    Guru memantau proses kerja peserta didik dan memberikan bimbingan terkait dengan pembuatan kliping yang dilakukan oleh peserta didik.

7)    Setiap kelompok melakukan analisis masing-masing pekerjaan yang telah ditemukan dengan membuat sebuah kliping.

8)    Setiap kelompok menyusun presentasi untuk mengomunikasikan di depan kelas secara bergilir.

7.    Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kliping yang telah dibuat.

8.    Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh.

9.    Guru membimbing dan mengarahkan proses belajar peserta didik (kegiatan belajar).

10. Guru memastikan peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.

11. Guru membantu peserta didik menemukan sumber belajar lainnya.

Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam menganalisis kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide

1.     Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laporan/poster/karya lainnya.

2.     Peserta didik secara kelompok mengerjakan Lembar Aktivitas 9 untuk membuat kliping tentang macam-macam pekerjaan di Indonesia.

Peserta Didik Melakukan Releksi dan Aksi

1)      Dalam kelas atau melalui media berbasis internet, peserta didik mengomunikasikan hasil pengolahan informasi.

2)      Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.

3)      Guru memberikan kesempatan ke peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.

4)      Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.

Penutup

Penilaian pembelajaran dilakukan secara lisan atau tertulis.

Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sikap

Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?

Inspirasi dari pembelajaran tentang lembaga sosial dalam hidup saya adalah…..

Pengetahuan:

1)  Apakah aku sudah mampu mengidentifikasi lembaga sosial?

2)  Mengapa harus ada aturan di dalam masyarakat?

3)  Bagaimana jika tidak mematuhi aturan tersebut?

Keterampilan :

Apakah aku sudah berhasil membuat esai/poster/karya lainnya tentang lembaga sosial?

Refleksi juga dapat dilakukan dengan cara lain, misalnya kuis tentang lembaga sosial, menuliskan kompetensi yang diperoleh baik sikap,pengetahuan, dan keterampilan. Dapat pula dengan menuliskan inspirasi dan apa yang akan dilakukan pada masa mendatang.

Tindak lanjut dilakukan dengan mendorong peserta didik mempelajari lebih lanjut dan informasi pembelajaran berikutnya tentang peranan lembaga sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam.

Doa dan penutup

Siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya untuk mengakhiri kegiatan pembelajara

 

Pengayaan remedial

Pembelajaran remedial dapat dilakukan dengan cara:

1.    pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda,  disesuaikan dengan gaya belajar siswa;

2.    pemberian bimbingan secara perorangan;

3.    pemberian tugas-tugas atau latihan secara khusus, dimulai dengan tugas-tugas

atau latihan sesuai dengan kemampuannya;

4.    pemanfaatan tutor sebaya, yaitu siswa dibantu oleh teman sekelas yang telah

tuntas dalam pembelajaran

5.    materi Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia

Peilaian

1.       Penilaian ditekankan pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

2.       Guru dapat menilai dengan teknik tes dan nontes. Soal tes dikembangkan secara terstandar dan bertingkat. Soal tidak hanya mengukur kemampuan tingkat rendah, tetapi menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan tes, unjuk kerja, dan proyek.

3.       Penilaian formatif melalui tugas, dan kuis.

4.       Penilaian proyek yang dikerjakan peserta didik.

5.       Penilaian sikap dilakukan melalui observasi dan jurnal penilaian sikap.

Bahan bacaan peserta didik

Supardi dkk tahun 2021, Buku siswa IPS, Jakarta. KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN.

Kata kunci  /            glosarium

Keragaman sumber daya alam dapat diartikan sebagai banyaknya jenis atau bentuk yang berbeda-beda pada setiap sumber daya alam guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. Contohnya, keragaman tumbuhan, hewan, ekosistem, bahkan udara.

Keragaman sosial budaya merupakan salah satu ciri khas dari kehidupan manusia di dunia yang memiliki berbagai macam latar belakang dan identitas. Keragaman sosial budaya juga menunjukkan kekayaan dan keunikan dari setiap bangsa dan negara.

Daftar Pustaka

1.    Supardi dkk tahun 2021, Buku siswa IPS, Jakarta. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Pusat Kurikulum Dan Perbukuan.

2.    Supardi dkk tahun 2021, Buku Panduan Guru SMP Kelas VIII Jakarta. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Pusat Kurikulum Dan Perbukuan.

3.    Balai Pustaka, Kamus besar bahasa Indonesia. edisi ke 5 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.2018

4.    Maryunani. 2018. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pembangunan Ekonomi Secara Berkelanjutan. Malang: UB Press.

 

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 8 Malang                                                              Guru Mata Pelajaran IPS

 

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.                                                                                  Drs Sumarno.

NIP. 19661116 199003 2 009                                                              NIP. 1966308 200501 1 006

                                                              

 

 Lampiran 1

Lembar Kerja Siswa

 

Satuan Pendidikan                  : SMP Negeri 8 Malang

Mata Pelajaran                        : IPS

Kelas/Semester                       : VIII / Ganjil

Materi                                     : Kondisi Geografis dan Pelestarian Sumber Daya Ala

Sub pokok bahasan              : Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Alokasi Waktu                        : 4 JP (2 Pertemuan )

 

 

I.    Kerjakan dengan kelompok yang sudah kalian bentuk.

 

 

Aktivitas Kelompok 9

 

1. Buatlah kelompok yang berisikan 4-5 orang peserta didik

2.  Setiap kelompok membuat kliping macam-macam pekerjaan

3.  Carilah informasi melalui koran, majalah, dan sebagainya

4.  Tuliskan hasil diskusi kelompok dalam bentuk kliping

5.  Presentasikan di depan kelas didampingi dengan guru.

 

Aktifitas Kelompok 10

 

1)   Carilah data sebanyak 10 penduduk umur 20-35 tahun di lingkungan tempat tinggalmu.

2)   Catatlah latar belakang pendidikan, pekerjaan, pengalaman kerja, dan penghasilan mereka setiap bulan, rata-rata penghasilan penduduk perbulan, penghasilan tertinggi dan terendah.

3)   Sajikan data tersebut dalam sebuah tabel 

4)   Selanjutnya jawablah pertanyaan di bawah ini:

b.   Apakah penghasilan penduduk di tempat tinggalmu berbeda beda?

c.   Mengapa penghasilan penduduk tersebut berbeda-beda?

d.   Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penghasilan penduduk yang masih di bawah rata-rata?

5)   Sajikan hasil analisismu dalam sebuah poster.

6)   Presentasikan poster tersebut dengan model windows shopping.

 

Selasa, 21 Januari 2025

PEJUANG ASLI AREMA HAMID RUSDI

 





 Hamid Rusdi, salah satu  pejuang asal Malang  yang kemudian menjadi pahlawan nasional. Sebagai salah satu Kota Perjuangan di Indonesia, Kota Malang memiliki banyak pahlawan nasional. Salah satunya adalah Hamid Rusdi yang merupakan pahlawan asli Malang.

Pahlawan yang namanya diabadikan menjadi nama terminal dan jalan di Malang ini disebut sebagai pahlawan pentas zaman. Hal ini tak lain karena ia telah melewati tiga masa perjuangan mulai dari masa penjajahan Belanda penjajahan Jepang hingga pasca kemerdekaan.

Iya lahir di Desa Sumbermanjing Kulon. Tepatnya wilayah Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Pria yang mampu menjadi penggerak bagi rakyat Indonesia khususnya Kota Malang ini lahir pada 1911. Berikut ini secuplik kisah pahlawan Hamid Rusdi pada tiga masa perjuangan rakyat Indonesia.

Perjuangan Hamid Rusdi pada masa penjajahan kolonial Belanda

Hamid Rusdi telah aktif bergabung dalam salah satu organisasi keagamaan di Indonesia sejak muda. Ia bergabung dengan pandu Ansor yang kemudian membawanya menjadi salah satu staf partai NU pada masa itu.

Hamid Rusdi juga merupakan seorang guru agama dan sempat bekerja di penjara besar Malang yang saat ini dikenal sebagai lapas Lowokwaru selama beberapa tahun.

Dalam laman resmi Kemenkumham, kepala lapas 1 Kota Malang pernah menyebut bahwa Hamid Rusdi dulunya pernah bekerja sebagai sipir di penjara Lowokwaru. Saat itulah pahlawan ini digembleng hingga akhirnya menjadi seorang prajurit tangguh dan bergabung dalam pasukan rakyat.

Perjuangan Hamid Rusdi pada masa penjajahan Jepang

Sebelum perang Asia Pasifik berkecamuk antara blok barat dan blok timur, Jepang telah memasuki wilayah Malang pada 8 Maret 1942

Setelah akhirnya berkuasa Jepang akhirnya membentuk beberapa badan semi militer seperti Heiho Keibodan Seinendan dan Djibakutai yang gunanya untuk menekan rakyat.

Karena gejolak perjuangan masyarakat terus meningkat, Hamit Rusdi pun turut bergabung dengan pembela tanah air atau Peta. Ia keluar dari pekerjaan sebelumnya demi memperjuangkan hak-hak rakyat.

Akhirnya ia dipercaya menjadi sudanco atau berpangkat letnan satu. Ia lalu mempersiapkan pasukan dan laskar rakyat untuk melawan para penjajah Jepang. Aksi heroik laskar rakyat dan Hamid terus tercatat karena mampu melucuti senjata para tentara Nippon yang ada di Malang.

Atas prestasinya, ia pun dipercaya menjadi komandan batalyon 1 resimen infanteri yang bermarkas di Jawa barat.

Tugas itu juga ia laksanakan dengan sukses. Hamid Rusdi mampu memimpin dan menyelesaikan pertempuran dengan baik. Iya bergabung dengan badan keamanan rakyat atau yang sekarang dikenal dengan TNI.

Usai melaksanakan tugasnya di Jawa Barat, ia kembali pulang ke Malang dan akhirnya kembali ditunjuk menjadi letnan kolonel. Hamid Rusdi juga dipercaya sebagai komandan pertahanan daerah yang meliputi Pandaan Malang dan Pasuruan.

Kisah Hamid Rusdi pada era kemerdekaan

Bangsa Indonesia akhirnya berhasil merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda, Jepang dan sekutu lainnya. Namun kemerdekaan itu harus tetap dipertahankan oleh para pejuang saat tahun 1947 Belanda kembali mencoba menguasai Indonesia melalui agresi militer

Malang sebagai salah satu kota strategis di Jawa Timur juga turut menjadi sasaran. Belanda yang ingin kembali berkuasa. Masuknya Belanda membuat Hamid Rusdi kembali menggerakkan pasukan rakyat untuk melawan dan mempertahankan kemerdekaan.

Sebagai salah satu strategi Hamid Rusdi dan para pejuang lainnya akhirnya membumihanguskan beberapa bangunan penting di kota Malang. Gerakan ini bertujuan agar tidak digunakan lagi oleh Belanda.

Namun karena kekuatan Belanda yang masih terlalu kuat untuk rakyat Malang, para pejuang pun akhirnya harus mundur dari garis depan. Hamid Rusdi berusaha untuk membuat garis pertahanan di Bululawang. Bersiap untuk melaksanakan strategi dan taktik merebut kembali wilayah Malang dari Belanda.

Gugurnya Hamid Rusdi

Mayor Hamid Rusdi adalah pemimpin yang disegani dan ditaati oleh anak buahnya. Dia ditakuti dan seorang pemberani, sering muncul di Kota Malang yang saat itu dikuasai pasukan Belanda dengan meriam-meriam yang siap ditembakkan di seluruh penjuru kota.

Mayor Hamid Rusdi melakukan perjalanan keliling untuk mengkonsolidasikan perjuangan dengan jalan mendatangi sektor-sektor seperti di Malang Barat pimpinan Kapten Abdul Manan dan Malang Selatan pimpinah Kapten Mochlas Rowie. Sebenanya, Mayor Hamid Rusdi pada saat terbentuknya sektor-sektor tersebut mendapatkan tugas sebagai Komandan MG-I (Markas GerilyaI) yang terdiri dari tujuh perwira dan enam orang pengawal, berkedudukan di Nongkojajar. Namun, keadaan memaksa beliau untuk sementara waktu tetap bertempat di Sumber Suko bersama wakilnya, Kapten Wachman. Bersama Kompi Sabar Sutopo, beliau melakukan penyusupan ke daerah pendudukan ketika Belanda menyerang dengan pesawat-pesawat tempurnya ke markas komando di Turen.

Dari desa Sumber Suko, Mayor Hamid Rusdi kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Nongkojajar dan menyempatkan diri untuk menuju dukuh Sekar Putih, Wonokoyo melalui desa Telogowaru, karena istrinya tinggal di salah satu rumah pondokan di desa itu. Rencananya, setelah bertemu istrinya, perjalanan akan berlanjut ke Nongkojajar. Tapi Tuhan berkehendak lain.

Beliau menjumpai istrinya sambil tetap berjaga membawa senjata kesenangannya sebuah pistol Vickers isi 12 peluru. Setelah pertemuan itu, sebelum pergi beliau berpesan agar istrinya segera meninggalkan daerah tersebut. Sudah kebiasaan, saat pamit beliau tidak pernah memberi tahu ke mana akan pergi. Lebih-lebih pada saat genting. Ini dimaksudkan agar tempat-tempat persembunyiannya sukar dilacak oleh pihak Belanda.

Sehari sebelumnya Hamid Rusdi dan pasukannya sudah berada di atas puncak Gunung Buring ketika pasukan Belanda menggencarkan patroli di wilayah Tajinan. Sebenarnya, Komandan Sektor I Tajinan dan CODM (Coordinator Operasi Daerah Militer) Serma Tjokro Hadi, juga Komandan Seksi II dan III Kusno Hadiwinoto, sudah mengingatkan bahwa keadaan di bawah sangat gawat, sebaiknya Hamid Rusdi menunda perjalanannya.

Hari itu, 7 Maret 1949, pasukan Belanda dengan kekuatan lebih dari dua peleton berjalan kaki meringsek hendak melakukan penyergapan. Penunjuk jalannya adalah mata-mata Belanda, oleh sebab itu tempat kedudukan Mayor Hamid Rusdi dapat diendus. Menurut kabar, Belanda sudah berangkat dari Tajinan sejak pukul 12 siang, mempergunakan pasukan KNIL.

Malam itu Mayor Hamid Rusdi berada di salah satu rumah penduduk. Di situ ada Pak Moesmari pemilik rumah dan Yoenoes menantunya, istri Moesmari Mbok Ngasirah, serta anaknya bernama Roekayah yang sedang hamil. Ajudan Hamid Rusdi, Letnan Ismail Etfendi dan adiknya, Abdul Razak yang mendampingi beliau masuk ke desa Wonokoyo, malam itu tidak ikut menginap di rumah tersebut.

Malam begitu pekat, sekitar pukul sebelas malam, pasukan Belanda menyergap saat semua penghuni rumah sedang tidur. Pak Moesmari membukakan pintu, tak berdaya di bawah todongan senjata, disusul pasukan yang lain dengan segera menuju kamar Mayor Hamid Rusdi. Dengan tindakan yang serba cepat, ketiga laki-laki dalam rumah tersebut diikat dan segera dibawa pergi. Kedua perempuan dibiarkan tinggal, tak ada pembicaraan yang terdengar kemana mereka bertiga akan dibawa pergi.

Keesokan harinya, Kopda Soekarman dan sebagian Kompi Sabar Soetopo melaporkan kejadian ini kepada Kapten Wachman yang kemudian memerintahkan untuk menyisir tempat kejadian. Tak lama setelah menelusuri jalanan kampung hingga sampai di dekat sungai Kali Sari, mereka mendapati jenazah Mayor Hamid Rusdi tergeletak di sekitar jembatan Sekar Putih Wonokoyo, gugur dengan tubuh penuh luka ditembaki pasukan Belanda. Tak jauh, ditemukan pula jenazah Letnan Ismail Effendi, Abdul Razak, Moesmari, dan Yoenoes. Dini hari yang sama, pasukan Belanda juga menangkap kamituwo Sumbersuko, tetapi jenazahnya tidak ditemukan.

Prajurit beserta masyarakat Wonokoyo merasa sangat sedih ditinggalkan komandannya yang gagah berani dan berjiwa kesatria. Telah gugur bunga bangsa yang tak pernah padam nyali dan semangatnya untuk merebut kembali Kota Malang. Sejak saat itu, daerah basis gerilya dan pusat Komando Batalyon I dipindahkan ke desa Madyopuro dan berkedudukan di Cemoro Kandang dengan pasukan inti satu kompi di bawah pimpinan Kapten Djoeri.

Setelah pasukan Belanda meninggalkan Malang, 15 Mei 1950 jenazah Mayor Hamid Rusdi dipindahkan ke Makam Pahlawan Suropati. 

Coban Jahe di Malang menjadi saksi perjuangan mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah. Di kawasan hutan yang dinamakan Kalijahe, para pejuang berusaha menghadapi serangan dari Belanda dan pasukan sekutu yang berusaha kembali menguasai Indonesia.
Coban Jahe atau air terjun jahe sendiri berada di wilayah Desa Taji, Jabung, Kabupaten Malang. Lokasinya berdekatan dengan kaldera Gunung Bromo.

Saat itu sekitar 150-an pasukan yang disebut Kompi Gagak Lodra di bawah pimpinan Kapten Sabar Sutopo sedang berjuang melawan Belanda.

Setidaknya 38 pejuang gugur dalam pertempuran itu. Lantaran serangan dari pasukan Belanda yang ada di sekeliling bukit pascaproklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
saat itu Kompi Gagak Lodra mendapat tugas khusus dari Mayor Hamid Rusdi untuk menuju Tosari melalui lautan pasir Gunung Bromo. Tujuannya untuk merebut pos Tosari yang berhasil ditaklukkan Belanda pada 22 Desember 1948.

Namun saat perjalanan ke Pasuruan, pasukan Gagak Lodra terhalang oleh pertahanan yang kuat dimiliki Belanda.
"Dari sana pasukan kembali ke arah Malang dan sampai ke Kalijahe. Namun di Kalijahe ini mereka terjebak hujan dan cuaca buruk selama dua hari di hutan Kalijahe. Tapi saat berada di Kalijahe ini para pasukan diserang dari atas pegunungan oleh pasukan Belanda, meski para pejuang telah berhati-hati dan berjalan kaki di sepanjang hutan lembah untuk menghindari pasukan Belanda, ternyata ada warga pribumi yang membocorkan tempat persembunyian pasukan Gagak Lodra ini.
"Ada warga kita yang membocorkan ke Belanda mengatakan ada pasukan gerilyawan ini berada di lembah hutan Kalijahe. Kan memang warga sendiri ada yang pro dan kontra Belanda. Jadi mungkin Belanda ini bisa memprovokasi untuk menjadi mata-mata," terang pria yang juga pengelola Museum Reenactor Ngalam ini.
Pertempuran selama dua hari di Coban Jahe ini berjalan tak seimbang, pasukan Belanda yang menggunakan senapan otomatis dan granat yang berada di atas bukit dengan kekuatan pasukan lebih banyak, harus melawan gerilyawan pejuang Indonesia dengan persenjataan senapan rampasan perang yang berada di lembah atau bawah bukit.
Belum lagi saat pertempuran kondisi hujan dan kabut membuat pejuang Indonesia kesulitan melihat lawan.

"Hasilnya ya dari ratusan pasukan itu 38 pejuang kita gugur, sementara yang selamat diperkirakan 150 orang tapi akhirnya mundur dan melarikan diri melalui sungai menuju kampung," ucapnya.
Namun pertempuran besar di Kalijahe yang banyak memakan korban juga membawa hikmah. Pasalnya pasukan lainnya yang dipimpin Abdul Syarif dan Samsul Islam dari Jajang, Poncokusumo berhasil melewati Tosari, hingga akhirnya menuju Probolinggo dan Pasuruan untuk menyiapkan pasukan yang lebih besar lagi.
"Keberhasilan ini karena pasukan Belanda terfokus di Kalijahe menghadapi pasukan Sabar Sutopo. Ini merupakan keberhasilan dari kepentingan strategi, masuknya Kompi Gagak Lodra memandu berbagai pasukan yang akan melakukan wingate action menuju ke arah timur," Meski porak-poranda oleh serangan Belanda, Kompi Gagak Lodra akhirnya dapat dibangun kembali, bahkan dengan kekuatan yang berlipat ganda. Setelah pertempuran di Kalijahe, pasukan yang tersisa berkumpul kembali di Garotan, Wajak.
"Berkat konsolidasi yang dilakukan secara terus menerus selama tiga bulan, ditambah lagi dengan kedatangan pasukan Letnan Soemodiharjo (yang terkenal sebagai pasukan penangkis serangan udara), Kompi Gagak Lodra kembali dapat dibangun. Pasukan Letnan Soemodiharjo membawa banyak senjata berat yang terdiri dari senapan mesin 12.7, 13.2, mortir 8 dan beberapa pucuk senjata ringan," lanjutnya.
Dengan kekuatan utuh tersebut, lanjut Eko, Kompi Gagak Lodra mampu mempertahankan daerah Garotan dan sekitarnya (kecamatan Wajak). Bahkan berulang-ulang mereka melakukan serangan ke pos-pos Belanda di Wajak, Codo, dan Turen.
"Beberapa kali pasukan Belanda mencoba menyusup ke daerah basis gerilya tetapi kami gagalkan karena kerjasama antara tentara dan rakyat yang terjalin erat, sehingga gerak langkah Belanda selalu diawasi terus dan dilaporkan ke markas gerilya,"





Kamis, 19 Desember 2024

Puisi Akhir Tahun 2024

Di ujung tahun yang merangkak lelah, Kenangan kita terukir dalam kisah, Bahagia aku pernah bersamamu, Walau kini engkau tiada, meninggalkan pilu.

Sepatah dua patah darimu, memblokirku, Membungkam cerita yang pernah ada di kalbu, Maafkan aku, bukan maksudku berpaling darimu, Tak tahu di mana engkau, ke mana hendak kucari dirimu.

Tak tahu aku, kau sudah berpaling, Meninggalkan jejak yang mulai memudar di seiring waktu, Hanya bayangan yang tersisa di antara rindu, Mengisi kosong ruang hati yang bisu.

Semoga tahun baru membawa sinar harapan, Dalam perjalanan yang masih panjang, Kenangan tetap tersimpan, abadi tak terhapus, Meski kini kau jauh, tetap dalam hati, tak terhapus.

Selamat tinggal 2024, kenangan tetap kekal, Menyambut 2025, dengan hati yang terhubung dalam harapan, Meski kita kini di jalan yang berbeda, Aku tetap bersyukur pernah merasakan cinta.

Selasa, 10 Desember 2024

PUISI : Kintamani


Di lereng Batur yang megah membentang,
Kintamani tersenyum dalam pelukan tenang.
Kabut lembut memeluk punggung bukit,
Menyulam asa dalam tiap detik.

Danau biru bagai cermin tak bertepi,
Memeluk bayang langit dengan harmoni.
Angin membawa bisikan purba nan syahdu,
Menghidupkan jiwa dalam damai yang sendu.

Oh, Kintamani, nirwana yang tercipta,
Keindahanmu abadi, tiada ternoda.
Di bawah cakrawala, engkau berbisik lembut,
“Datanglah, resapi damai, dan tinggalkan penat hidup.”


 

langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi

  langkah perencanaan pembelajaran berdiferensiasi   1. Melakukan pemetaan siswa berdasarkan kompetensi, minat, dan kebutuhan Pada tahap...