Senin, 12 Januari 2026

ACUAN PEMBUKTIAN AKREDITASI SEKOLAH SMP TAHUN 2025

 

Komponen 1: Kinerja Pєndidik dalam Mengelola Prosєs Pembelajaran yang bєrpusat pada peserta didik

 

Butir 1. Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara guru dan murid

 

1.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru dan/atau murid, didapatkan informasi bahwa murid mengalami proses pembelajaran yang saling menghargai antara guru dan murid.

2.         Melalui observasi kelas ditemukan fakta adanya interaksi yang setara dan saling menghargai antara guru dan murid sehingga murid merasa aman untuk bertanya, berpendapat, berdiskusi, dan tidak takut salah.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. memberi perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus.

 

1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan berbagai cara guru dalam memberikan perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus seperti: instruksi pembelajaran yang berbeda, pendampingan tambahan, atau cara lain yang sesuai dengan kebutuhan murid.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

2.     Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi bahwa guru memberi perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus melalui berbagai cara.

3.     Melalui observasi ditemukan fakta bahwa guru mampu mengidentifikasi adanya murid yang perlu mendapat perhatian khusus dan menerapkan cara yang berbeda untuk murid-murid tersebut.

 

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. memfasilitasi murid untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional.

 

1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional yang bertanggung jawab, contohnya dalam RPP, KOSP, hasil karya murid, rapor, jurnal refleksi guru, dll

 

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

2.     Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang bagaimana cara guru dalam mengembangkan kemampuan mengendalikan sosial emosional murid, seperti: teknik STOP, ambil nafas, mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan lainnya

3.     Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi tentang bagaimana cara guru dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional murid, seperti: teknik STOP, ambil nafas, mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan lainnya.

 

4. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa guru memfasilitasi murid dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional mereka seperti: membekali murid dengan teknik-teknik menyelesaikan konflik, merujuk pada kesepakatan kelas untuk mengelola perilaku murid, menumbuhkan kebiasaan refleksi dalam pembelajaran.

 

5. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

4. memberikan umpan balik yang membangun kepercayaan diri murid bahwa kemampuan dirinya dapat terus

berkembang ketika ia mau berusaha.

 

1.         Melalui telaah dokumen ditemukan umpan balik guru yang konstruktif, misalnya dalam dokumen rapor, umpan balik tertulis atas hasil kerja murid, dan lain-lain.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 orang guru, diperoleh informasi mengenai kapan guru memberikan umpan balik konstruktif dan bentuk-bentuk umpan balik konstruktif yang pernah ia berikan.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

3.        Melalui wawancara dengan minimal 3 orang murid, diperoleh penuturan tentang pengalaman mendapatkan umpan balik (kapan, bentuknya seperti apa).

4.        Melalui observasi pembelajaran di kelas diperoleh bukti bahwa guru memberikan umpan balik konstruktif kepada murid.

 

5. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

Butir 2. Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.   menyusun kesepakatan kelas secara partisipatif.

 

1.     Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa terdapat kesepakatan kelas di beberapa kelas sampel. Kesepakatan kelas dapat berupa: pajangan kesepakatan kelas di ruang kelas, dan lainnya.

2.     Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi mengenai proses penyusunan kesepakatan kelas yang melibatkan murid.

3.     Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi bahwa ia turut berperan menyusun kesepakatan kelas dengan memberi usulan, menyampaikan persetujuan, dan ketidaksetujuan.

4.     Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam mengelola perilaku murid.

 

1.     Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa sekolah yang melarang tindakan agresif secara verbal dan nonverbal untuk mengelola perilaku murid.

2.     Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, diperoleh informasi terkait contoh bagaimana guru mengelola perilaku murid tanpa tindakan agresif.

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid, diperoleh informasi bahwa guru berlaku lemah lembut, penuh kasih, sabar, namun tegas (bukan kasar atau keras) dalam mengelola atau mengoreksi perilaku murid.

 

4. Melalui observasi diperoleh fakta bahwa guru tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam mengelola perilaku murid.


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

5. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator

dirasa

memadai

sebagai dasar

 

3. mendorong terbangunnya perilaku positif murid berbasis tanggung jawab dan konsekuensi.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti mengenai kebijakan sekolah tentang penggunaan disiplin positif.

2.         Melalui wawancara dengan guru/murid diperoleh informasi terkait dengan contoh penerapan disiplin positif.

3.         Melalui observasi diperoleh fakta terkait dengan contoh penerapan disiplin positif.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

 

4. membangun suasana belajar yang berfokus pada aktivitas belajar.

 

1.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang cara guru membangun suasana belajar yang minim gangguan dan berfokus pada aktivitas belajar di kelas.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru dari kelas berbeda, diperoleh informasi tentang cara guru membangun suasana belajar yang minim gangguan dan berfokus pada aktivitas belajar di kelas.

3.         Melalui observasi kelas, dapat teramati bahwa perilaku, percakapan, dan kesibukan di dalam kelas adalah bagian dari aktivitas belajar.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum sekolah.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa contoh tujuan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum sekolah.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi bahwa guru dapat menjelaskan tujuan pembelajaran dalam pembelajaran selaras dengan kurikulum sekolah

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. melakukan asesmen dengan menggunakan cara yang beragam.

 

1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti minimal 3 contoh bentuk asesmen pembelajaran yang pernah dilakukan guru misalnya: tes tertulis, produk, unjuk kinerja, projek dan lain-lain.

2. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti hasil karya murid dari cara asesmen yang berbeda.

3. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh penjelasan tentang cara guru memilih metode asesmen yang digunakan.


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

4. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator

dirasa

memadai

sebagai

dasar

 

3. menggunakan hasil asesmen untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan belajar murid.

 

1.         Melalui      telaah      dokumen      diperoleh      bukti         bahwa      guru mendokumentasikan hasil asesmen.

2.         Melalui wawancara diperoleh informasi bahwa guru memanfaatkan hasil asesmen untuk mengenali kebutuhan belajar murid.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

 

4. menggunakan hasil asesmen sebagai dasar untuk merancang pembelajaran.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa penggunaan hasil asesmen tersebut untuk merancang pembelajaran.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang cara guru menggunakan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai kebutuhan belajar murid.

3. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator

dirasa

memadai

sebagai

dasar

 

5. merancang kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh penjelasan tentang upaya guru untuk menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan tujuan pembelajaran.

3. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator

dirasa

memadai

sebagai

dasar

 

6. melibatkan murid secara aktif dalam menentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan asesmen dengan menggunakan beragam pendekatan dan cara yang sesuai.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti keterlibatan murid dalam kegiatan pembelajaran untuk memenuhi tujuan belajar, misalnya dalam RPP tercermin bahwa murid diajak berdiskusi dalam memilih cara belajar, ditanya pendapatnya tentang apa yang mereka ingin tahu lebih lanjut, dll.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, ada penjelasan guru mengenai salah satu peristiwa saat guru melibatkan murid dalam menentukan tujuan pembelajaran dan/atau kegiatan pembelajaran, dan/atau asesmen pembelajaran

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid, ada informasi mengenai pengalaman murid ketika terlibat dalam menentukan tujuan pembelajaran dan/atau kegiatan pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran.

 

4. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator

dirasa

memadai

sebagai

dasar


Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         memfasilitasi murid untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan untuk membentuk akhlak yang mulia melalui beragam pengalaman belajar.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan pembelajaran, kegiatan rutin maupun kegiatan insidental baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah, misalnya program pembinaan karakter, konservasi lingkungan, kegiatan pelayanan masyarakat, bimbingan dan konseling, dll, yang bertujuan untuk mengembangkan akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak kepada alam.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid didapatkan informasi bahwa mereka telah berperan dalam penguatan keimanan dan ketakwaan yang dapat berupa kegiatan pembelajaran, kegiatan rutin maupun kegiatan insidental yang direncanakan guru dan murid baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah.

3. Melalui observasi lingkungan sekolah teramati adanya kegiatan pembelajaran yang menguatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan rutin maupun kegiatan insidental yang direncanakan guru dan murid baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. memfasilitasi murid untuk menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar yang beragam.

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi pembelajaran murid untuk belajar tentang sejarah, kekayaan budaya, alam indonesia, pemikiran dan karya anak bangsa melalui kegiatan yang beragam seperti kunjungan lapangan, narasumber tamu, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, festival, dan lain-lain.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi keterlibatan murid dalam berbagai kegiatan belajar terkait sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran dan karya anak bangsa.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. memfasilitasi murid untuk mengembangkan keingintahuan, serta kecintaan akan ilmu pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif.

 

1.         Melalui telaah dokumen ditemukan bukti bahwa guru memantik rasa ingin tahu dan cinta pada pengetahuan pada murid melalui hal-hal yang relevan, bermakna, dan reflektif. Bukti dapat ditemukan antara lain pada RPP melalui penggunaan pertanyaan pemantik, mendiskusikan fakta-fakta yang yang menarik, dll.

2.         Melalui wawancara dengan murid diperoleh informasi bahwa mereka merasa senang belajar dan ingin tahu lebih banyak.

3.         Melalui observasi pada saat kegiatan pembelajaran, teramati bahwa murid antusias dan kegiatan pembelajarannya mendorong murid

untuk bertanya dan ingin tahu.

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

4. memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah melalui strategi pembelajaran yang mendorong murid berani bertanya, mau mencoba, dan berkarya.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi pembelajaran murid untuk mampu bernalar dan memecahkan masalah melalui berbagai strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, dan lain-lain.(RPP, ragam penilaian, hasil karya murid, dokumentasi foto dan video)

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru ditemukan informasi bahwa guru telah memfasilitasi kegiatan yang memberi kesempatan murid mengutarakan pendapat, mengkritisi gagasan, berbagi pengetahuan dengan sesama, berani mencoba dan berkarya, atau kemampuan lain yang relevan.

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

3.        Melalui wawancara dengan murid diperoleh hasil bahwa ia merasa aman untuk bertanya, mau mencoba dan belajar dari kesalahan

4.        Melalui observasi di kelas diperoleh bukti bahwa murid didorong untuk melakukan 3 dari beberapa hal berikut ini: berani bertanya, mengutarakan pendapat, mengkritisi gagasan, berbagi pengetahuan, mau mencoba dan belajar dari kesalahan, atau kemampuan lain yang relevan.

 

5. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

5. memfasilitasi pembelajaran yang mendorong murid melakukan refleksi keterhubungan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata untuk dapat berperan dan memberikan manfaat di lingkungannya.

 

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh contoh perencanaan dan pelaksanaan pembelajaraan yang menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi adanya penuturan murid tentang pengalamannya merefleksikan pembelajaran di kelas, yang memperlihatkan bahwa ia dapat melihat keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata.

3.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang pengalaman guru menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek.

4.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi tentang pengalaman murid tentang mengerjakan proyek pembelajaran yang sesuai dengan konteks kehidupannya sehari-hari, atau sesuai dengan masalah yang murid temui sehari-hari, atau dapat menyelesaikan masalah yang ditemui di sekitarnya.

5.         Melalui observasi di kelas/lingkungan sekolah teramati contoh-contoh hasil karya murid yang terdokumentasi.

6. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

Komponen 2: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan satuan pєndidikan

 

Butir 5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         memberi waktu dan kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi kinerja secara rutin

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa guru telah melakukan refleksi pembelajaran secara rutin dalam berbagai bentuk antara lain catatan pertemuan, jurnal guru, dll.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 orang guru dan tenaga kependidikan, didapatkan informasi bahwa guru telah melakukan refleksi secara rutin melalui berbagai cara.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada guru dan tenaga kependidikan.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya evaluasi kinerja guru yang terjadi secara berkala dalam 2 tahun terakhir dan didukung oleh jadwal evaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan dalam Rencana Kegiatan Tahunan.

2.         Melalui wawancara dengan guru dan tenaga kependidikan, didapatkan informasi bahwa guru dan tenaga kependidikan mengalami proses evaluasi kinerja secara berkala yang dilakukan oleh kepala sekolah.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. memastikan guru memiliki dokumen rencana pengembangan profesional diri berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan

refleksi.

 

1.     Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya rencana pengembangan diri dari semua guru pada sekolah berdasarkan hasil evaluasi kinerja.

2.    Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, didapatkan informasi bahwa guru mengalami proses evaluasi kinerja oleh kepala sekolah berdasarkan refleksi guru dan berhubungan dengan rencana pengembangan diri pendidik.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap pendidik

3.   Melalui wawancara pada minimal 3 guru, didapatkan informasi bahwa guru telah memanfaatkan umpan balik yang diperoleh dalam evaluasi kinerja untuk merencanakan pengembangan profesinya.

4.    Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

4. mengembangkan program pengembangan profesional guru yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap pendidik

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan telah dilakukannya program pengembangan profesional guru, misalnya dalam RKT, RKAS, dll.

2.         Melalui wawancara dengan guru, diperoleh informasi bahwa guru telah mengikuti program pengembangan profesional guru.

3.         Melalui wawancara dengan guru diperoleh informasi tentang dampak program pengembangan profesional guru pada peningkatan kualitas pembelajaran.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

Indikator

Pembuktian indikator

 

1.         memiliki visi dan misi yang jelas dan mengomunikasikan kepada pemangku kepentingan.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengkomunikasikan visi dan misi kepada para pemangku kepentingan dengan berbagai cara; pertemuan dengan orang tua, surat pada orangtua, dll.

2.         Melalui wawancara dengan murid/guru/orang tua didapatkan informasi bahwa visi misi telah dikomunikasikan pada mereka.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. membangun komunikasi dan interaksi antarwarga secara berkala.

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya kegiatan sebagai wadah komunikasi dan interaksi kepala sekolah dan warga sekolah secara berkala.

2.         Melalui telaah dokumentasi diperoleh bukti bahwa telah terlaksana kegiatan sebagai wadah komunikasi dan interaksi kepala sekolah dan warga sekolah secara berkala.

3. Melalui wawancara dengan guru, didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; seperti pertemuan rutin mingguan, supervisi akademik, pertemuan individu, dan pertemuan informal lainnya.

4. Melalui wawancara dengan murid, didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; menyapa di pintu masuk sekolah di pagi hari, upacara, pertemuan bersama, observasi kelas, pertemuan individu dan pertemuan informal lainnya.

5. Melalui wawancara dengan orangtua murid didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; presentasi program sekolah awal tahun, semester, acara kenaikan kelas, dll.

6. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan orang tua/wali dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan kolaborasi atau kemitraan dengan orangtua murid untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan misalnya kegiatan orangtua berbagi pengalaman dengan murid-murid dengan menjadi narasumber di pelajaran-pelajaran tertentu, orangtua terlibat dalam kepanitiaan kegiatan sekolah, dll

2.         Dari wawancara dengan orangtua murid, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kolaborasi dengan orangtua dalam berbagai cara.

3. Dari wawancara dengan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kolaborasi dengan orangtua dalam berbagai cara.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


Indikator

Pembuktian indikator

 

4. melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan kemitraan dengan pihak-pihak lain untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan misalnya dengan unsur pemerintah setempat, perguruan tinggi, perusahaan, LSM, dalam bentuk narasumber kegiatan atau proses pembelajaran di kelas, sponsor kegiatan sekolah, dll.

2.         Dari wawancara dengan orangtua murid, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kemitraan dengan berbagai pihak dalam berbagai bentuk.

3. Dari wawancara dengan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam berbagai bentuk.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

5. melaksanakan evaluasi/refleksi berbasis data dengan melibatkan murid, guru, tenaga pendidikan, dan orang tua.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan evaluasi/refleksi berbasis data yang melibatkan pihak-pihak tersebut, misalnya melalui survey, pertemuan reguler, diskusi terpumpun tentang rapor pendidikan, dll

2.         Melalui wawancara dengan orangtua murid/murid/guru, didapatkan informasi bagaimana pelaksanaan survey, pertemuan reguler, diskusi terpumpun tentang rapor pendidikan, dll

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

6. menyusun rencana kegiatan tahunan berdasar evaluasi/refleksi berbasis data.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya refleksi berbasis data, misalnya notulen pertemuan analisis hasil rapor pendidikan, hasil survey terhadap murid/ orangtua murid, hasil musyawarah bersama warga sekolah, dll.

2.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa hasil refleksi dan evaluasi dijadikan dasar untuk membuat rencana kegiatan tahunan.

3. Dari wawancara dengan Kepala sekolah, didapatkan informasi mengenai proses penyusunan RKT berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

Butir 7. Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

 

 

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         mengelola anggaran sekolah dan dilaksanakan sesuai

1.         Melalui telaah dokumen RKT/RKAS diperoleh bukti adanya anggaran sekolah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.

2.         Melalui wawancara dengan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan                       bahwa     telah                       dilakukan  pengelolaan                       anggaran


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

dengan perencanaan

berdasarkan perencanaan.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. merencanakan anggaran sekolah yang disusun bersama dengan komite sekolah atau pihak terkait.

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya keterlibatan komite dalam penyusunan anggaran sekolah.

2.         Melalui wawancara dengan komite, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran disusun bersama dengan komite.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. merencanakan rencana anggaran sekolah dan menunjukkan sumber pendanaan beserta alokasi pemanfaatannya.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan sekolah menunjukkan sumber pendanaan dan alokasi pemanfaatannya.

2.         Melalui wawancara dengan komite dan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan menunjukkan sumber pendanaan dan alokasi pemanfaatannya.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

4. mengelola anggaran yang dilaporkan secara berkala kepada pemangku kepentingan.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan telah terjadinya pelaporan pengelolaan anggaran kepada pemangku kepentingan; bisa berupa catatan pertemuan, foto-foto kegiatan, dokumen laporan, file ppt, dll

2.         Melalui wawancara dengan komite dan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi pelaporan pengelolaan anggaran kepada pemangku kepentingan.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Butir 8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         menyusun perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berdasar analisis kebutuhan pembelajaran.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan perencanaan dibuat berdasar analisis kebutuhan pembelajaran. Bukti dapat berupa catatan pertemuan, foto-foto kegiatan, dokumen laporan, file ppt, dll

2.         Melalui wawancara dengan kepala sekolah, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi perencanaan dengan berdasarkan analisis kebutuhan belajar.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

2. memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki secara optimal.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan sarpras dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran; misalnya: jadwal penggunaan laboratorium, daftar pengunjung perpustakaan, dan sebagainya.

2.         Melalui wawancara dengan perwakilan murid, didapatkan informasi yang murid telah mengalami menggunakan sarpras dalam belajar.

3.         Melalui observasi lingkungan sekolah, ditemukan bukti bahwa sarana prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran; terlihat dipakai oleh murid-murid untuk belajar, tidak ada sarpras yang terlihat usang karena tidak dipakai

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. memenuhi sarana dan prasarana untuk kebutuhan pembelajaran secara mandiri atau bermitra.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan daftar sarpras dan cara pemenuhannya.

2.         Melalui telaah dokumentasi diperoleh bukti tentang pemenuhan sarpras secara bermitra.

3.         Melalui wawancara dengan kepala sekolah, didapatkan informasi bahwa sekolah telah memenuhi kebutuhan sarpras untuk pembelajaran baik secara mandiri maupun bermitra.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

4. melaksanakan mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah.

 

1.         Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti yang berisi rencana, jadwal, dan pelaksanaan pemeliharaan sarpras.

2.         Melalui wawancara kepala sekolah atau penanggung jawab sarana prasarana sekolah, diperoleh informasi mengenai mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolahnya.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

Butir 9. Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         melakukan analisis karakteristik sekolah untuk penyusunan kurikulum sekolah

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa sekolah dapat menjabarkan karakteristik sekolahnya dalam kurikulum sekolah.

2.         Melalui wawancara kepala sekolah diperoleh penjelasan tentang cara sekolah menggunakan hasil analisis karakteristik sekolah dalam penyusunan pengorganisasian pembelajaran dan perencanaan


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

pembelajaran.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. mengembangkan kurikulum sekolah yang relevan dengan kebutuhan belajar murid dan merujuk pada kurikulum nasional

 

1.         Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti ada pertimbangan mengenai kebutuhan murid di dalam penyusunan kurikulum sekolah.

2.         Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti bahwa kurikulum tingkat sekolah merujuk pada kurikulum nasional.

3.         Melalui wawancara kepala sekolah diperoleh hasil bagaimana proses mengembangkan kurikulum sekolah yang mempertimbangkan kebutuhan murid.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. menyusun dan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan kurikulum di tingkat sekolah relevan dengan kebutuhan belajar murid

 

1.         Melalui telaah dokumen ditemukan bukti bahwa sekolah memiliki mekanisme evaluasi kurikulum tingkat sekolah.

2.         Melalui    wawancara     diperoleh              informasi        mengenai              perubahan kurikulum tingkat sekolah sebelum dan setelah dilakukan evaluasi.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar

Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.         membangun sikap menghargai keberagaman murid.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya program/kegiatan/pembelajaran yang membangun sikap menghargai keberagaman murid, seperti: kegiatan festival budaya, pertandingan antar kelas (class meeting), saling kunjung dengan sekolah lain, dan sebagainya

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid mereka dapat menceritakan contoh-contoh sikap menghargai keberagaman antar murid yang diterapkan sekolah.

3.         Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah membangun sikap menghargai keberagaman murid.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

2. mengenali keberagaman profil guru, tenaga kependidikan, dan murid.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa data demografi murid, guru, dan tenaga kependidikan yang meliputi keragaman, di antaranya jender, suku bangsa, agama, bahasa, sosial-ekonomi, lokasi tempat tinggal, dan lain-lain.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid didapatkan informasi bahwa murid dapat menjelaskan contoh keberagaman di sekolah.

3. Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan/orang tua murid diperoleh informasi bahwa keberagaman adalah bagian dari keseharian mereka di sekolah.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. membangun sikap menghargai kesetaraan gender guru, tenaga kependidikan, dan murid.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kebijakan yang menunjukkan adanya kesempatan yang setara bagi warga sekolah antara laki-laki dan perempuan.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru/murid/tenaga kependidikan diperoleh penjelasan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara di sekolah, misalnya dalam proses pemilihan ketua kelas atau ketua osis, kesempatan mengikuti lomba-lomba, kesempatan mengikuti ekstra kurikuler, dll

3. Melalui observasi diperoleh fakta yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara, misalnya situasi ruang kelas, interaksi murid di luar kelas, dll.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

Butir 11. Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.        memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai kebutuhan belajar murid.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya kebijakan yang menunjukkan visi-misi sekolah yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid/orangtua murid dari kelompok yang beragam didapatkan informasi tentang pengalaman terpenuhinya kebutuhan belajar mereka/anak-anak mereka oleh sekolah.

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

3. Melalui observasi diperoleh fakta yang menunjukkan bahwa murid telah terpenuhi kebutuhan belajarnya dalam proses pembelajaran sehari-harinya.

 

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

2. melaksanakan program bagi guru, orang tua/wali, dan murid untuk mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang beragam.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa sekolah telah menjalankan program untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar bagi murid, misalnya ada dokumen program khusus (IEP) untuk murid ABK.

2.         Terdapat dokumentasi yang menunjukkan bahwa sekolah menjalankan program untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar bagi murid.

3.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid/ orang tua wali/ gurudidapatkan informasi tentang hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh sekolah dalam program tersebut.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi pembelajaran untuk murid dengan kebutuhan yang

beragam.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya dokumen RPP yang menunjukkan pemenuhan kebutuhan belajar murid yang beragam.

2.         Melalui wawancara pada minimal 3 guru diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa guru telah menerapkan diferensiasi pembelajaran dengan menceritakan tentang tujuan, proses dan hasil pembelajaran.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

3.        Melalui wawancara pada minimal 3 murid diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa murid mengalami dan merasakan bahwa kebutuhan belajarnya telah terpenuhi.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

Butir 12. Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.        melaksanakan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti telah terbentuknya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)

2.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya kebijakan atau pernyataan tentang nilai/budaya sekolah yang mendukung pencegahan/penanganan kekerasan di sekolah

3.         Terdapat dokumentasi kegiatan/program lintas jenjang untuk murid.

4.         Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan diperoleh informasi berdasarkan pengalaman mereka bahwa kebijakan telah dilaksanakan dan ada program-program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya, misalnya ada satgas anti perundungan, ada penyuluhan anti perundungan, dll.

5.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

2. memiliki guru dan tenaga kependidikan yang memahami tata laksana penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.

 

1.         Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti yang menunjukkan adanya tata laksana penanganan perundungan/kekerasan di sekolah.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, guru dapat menjelaskan tata laksana penanganan perundungan/kekerasan di sekolah dan contoh penerapan yang telah dilakukan.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

3. melibatkan orangtua/wali dalam pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan lainnya.

 

1.         Melalui telaah dokumen didapatkan bukti adanya kegiatan/program yang melibatkan orangtua untuk memahami kebijakan dan tata laksana sekolah dalam penanganan perundungan dan kekerasan di sekolah, misalnya dalam bentuk pertemuan orangtua murid, seminar, dll.

2.         Melalui telaah dokumen, didapatkan bukti bahwa terdapat perwakilan orang tua dalam TPPK.

3. Melalui wawancara dengan orangtua terlihat bahwa orang tua dapat menjelaskan contoh penerapan tata laksana penanganan perundungan/ kekerasan di sekolah.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

Butir 13. Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.        memiliki/menggunakan bangunan dengan kondisi baik (tidak rusak sedang dan/atau rusak berat).

 

1.         Melalui observasi diperoleh fakta bahwa semua bagian dari bangunan sekolah masih berfungsi baik dan tidak berpotensi membahayakan manusia.

2.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. melaksanakan prosedur keselamatan murid melalui pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana.

 

 

Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya jadwal pemeliharaan sarana dan prasarana.

2.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya alokasi anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.

3.         Terdapat dokumentasi kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana.

4.         Melalui observasi diperoleh fakta bahwa sarana dan prasarana dalam kondisi terawat.

5.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

3. melaksanakan prosedur dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya terdapat dokumen yang menunjukkan pengadaan pelatihan P3K untuk guru dan tenaga kependidikan.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 guru/ tenaga kependidikan diperoleh informasi pengalaman mereka ketika melakukan P3K di

sekolah.

3. Melalui observasi diperoleh fakta adanya perlengkapan P3K di sekolah.

4. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

4. melaksanakan prosedur simulasi evakuasi untuk ragam potensi bencana yang relevan dengan kondisi yang ada.

 

1.         Terdapat dokumentasi (foto/video latihan melakukan simulasi evakuasi untuk ragam potensi bencana.

2.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa simulasi evakuasi secara rutin telah dilakukan di sekolah, misalnya; jadwal evakuasi.

3.         Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan/murid dapat bercerita tentang pengalaman melakukan simulasi evakuasi.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

 

 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

1.        melaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, guru, dan tenaga kependidikan.

 

1. Terdapat dokumen/dokumentasi yang menunjukkan telah dilaksanakannya program untuk menjaga kebugaran murid, guru, dan tenaga kependidikan.

2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru/murid didapatkan informasi bahwa telah dilaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, guru dan tenaga kependidikan, misalnya olahraga bersama mingguan, pekan olahraga, ekstra kurikuler olahraga.

3. Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

2. menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat.

 

1.         Melalui telaah dokumen/dokumentasi terkait dengan layanan UKS, atau terdapat bukti-bukti kerjasama sekolah dengan faskes terdekat.

2.         Melalui wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa terdapat akses ke faskes terdekat bagi sekolah yang tidak memiliki UKS.

3.         Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah memiliki layanan UKS.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator


 

Indikator

 

Pembuktian indikator

 

3. mendorong tersedianya pilihan makanan di lingkungan dan sekitar sekolah yang tidak mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.

 

1.         Melalui wawancara dengan murid/orangtua ditemukan informasi bahwa sekolah telah mendorong warganya untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.

2.         Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah yang memiliki kantin menyediakan pilihan makanan yang yang tidak mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

4. melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada murid, guru, dan tenaga kependidikan.

 

1.         Melaui telaaah dokumentasi (video, foto, karya murid, atau lainnya) ditemukan bukti bahwa sekolah telah melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada murid, guru, dan tenaga kependidikan contohnya dalam materi pembelajaran, program bimbingan dan penyuluhan, dll.

2.         Melalui wawancara minimal 3 guru/murid diperoleh informasi bahwa sekolah telah melaksanakan berbagai program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental warga sekolah.

3.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

5. memberi kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan.

 

1.         Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa sekolah telah memberi kesempatan bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan untuk istirahat dan bergerak aktif, contohnya adanya jadwal kegiatan harian sekolah yang memuat waktu istirahat yang sesuai dengan kebutuhan usia murid dan beragamnya jenis kegiatan sehingga murid tidak hanya duduk sepanjang hari di dalam kelas.

2.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid, guru dan orang tua diperoleh informasi bahwa murid, guru, dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan mereka akan istirahat dan bergerak aktif.

3.         Melalui observasi ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa murid, guru, dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

6. melaksanakan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi.

 

1.         Terdapat dokumentasi (video, foto, karya murid, atau lainnya) diperoleh bukti kegiatan murid tentang kesehatan reproduksi, seperti kegiatan bimbingan, penyuluhan, seminar atau lainnya.

2.         Terdapat dokumentasi (video, foto, karya murid, atau lainnya) kegiatan untuk murid belajar tentang terkait pencegahan adiksi, seperti seperti bimbingan, penyuluhan, seminar atau lainnya.

3.         Melalui wawancara dengan minimal 3 murid/orang tua diperoleh informasi bahwa murid telah mengikuti kegiatan terkait dengan kesehatan reproduksi/pencegahan adiksi.

4.         Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator

 

Komponen 4: Kompetensi Hasil Pembelajaran Lulusan dan/atau Peserta Didik. (Diperhitungkan dari hasil analisis asesmen nasional) buat analisis hasil capaian rapor pendidikan!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...