Komponen 1: Kinerja Pєndidik dalam
Mengelola Prosєs Pembelajaran yang bєrpusat pada peserta didik
Butir 1. Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional
bagi
peserta didik dalam proses
pembelajaran.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
menciptakan interaksi yang setara
dan saling menghargai
antara guru dan murid |
1.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru dan/atau murid, didapatkan informasi bahwa murid mengalami
proses pembelajaran yang saling menghargai antara guru dan murid. 2.
Melalui observasi kelas
ditemukan fakta adanya interaksi yang setara dan saling menghargai antara
guru dan murid sehingga murid merasa aman untuk bertanya, berpendapat,
berdiskusi, dan tidak takut salah. 3.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
2. memberi perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan
lebih/khusus. |
1. Melalui
telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan berbagai cara guru
dalam memberikan perhatian kepada murid yang
memerlukan dukungan lebih/khusus seperti: instruksi pembelajaran yang
berbeda, pendampingan tambahan, atau cara lain yang sesuai dengan kebutuhan
murid. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi bahwa guru memberi perhatian kepada murid
yang memerlukan dukungan lebih/khusus melalui berbagai cara. 3.
Melalui observasi ditemukan
fakta bahwa guru mampu mengidentifikasi adanya murid yang perlu mendapat
perhatian khusus dan menerapkan cara yang berbeda untuk murid-murid tersebut. |
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
3. memfasilitasi murid untuk mengembangkan
keterampilan sosial emosional. |
1. Melalui
telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional yang bertanggung jawab, contohnya
dalam RPP, KOSP, hasil karya murid, rapor, jurnal refleksi guru, dll |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi tentang bagaimana cara guru dalam
mengembangkan kemampuan mengendalikan sosial emosional murid, seperti: teknik
STOP, ambil nafas, mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan lainnya 3.
Melalui wawancara dengan minimal
3 murid diperoleh informasi tentang bagaimana cara guru dalam mengembangkan
kemampuan sosial emosional murid, seperti: teknik STOP, ambil nafas,
mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan lainnya. |
|
|
4. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa guru
memfasilitasi murid dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional mereka
seperti: membekali murid dengan teknik-teknik menyelesaikan konflik, merujuk
pada kesepakatan kelas untuk mengelola perilaku murid, menumbuhkan kebiasaan refleksi dalam pembelajaran. |
|
|
5. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
4. memberikan umpan balik yang membangun kepercayaan diri
murid bahwa kemampuan dirinya dapat terus berkembang ketika ia mau berusaha. |
1.
Melalui telaah dokumen
ditemukan umpan balik guru yang konstruktif, misalnya dalam dokumen rapor,
umpan balik tertulis atas hasil kerja murid, dan lain-lain. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 orang guru, diperoleh informasi mengenai kapan guru memberikan umpan balik konstruktif dan bentuk-bentuk umpan balik konstruktif yang pernah ia
berikan. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
3.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 orang murid, diperoleh penuturan tentang pengalaman mendapatkan
umpan balik (kapan, bentuknya seperti apa). 4.
Melalui observasi pembelajaran
di kelas diperoleh bukti bahwa guru memberikan umpan balik konstruktif kepada
murid. |
|
|
5. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
Butir 2. Pendidik mengelola
kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman,
dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1. menyusun kesepakatan kelas secara partisipatif. |
1.
Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa terdapat kesepakatan kelas di beberapa kelas sampel. Kesepakatan kelas
dapat berupa: pajangan kesepakatan kelas di ruang kelas, dan lainnya. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi mengenai proses penyusunan kesepakatan
kelas yang melibatkan murid. 3.
Melalui wawancara dengan minimal
3 murid diperoleh informasi
bahwa ia turut berperan menyusun kesepakatan kelas dengan memberi usulan, menyampaikan
persetujuan, dan ketidaksetujuan. 4. Dapat
ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan
indikator |
|
2. tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam mengelola perilaku murid. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti bahwa sekolah yang melarang tindakan agresif secara verbal
dan nonverbal untuk
mengelola perilaku murid. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru, diperoleh informasi terkait contoh bagaimana guru mengelola
perilaku murid tanpa tindakan agresif. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
3. Melalui wawancara
dengan minimal 3 murid, diperoleh informasi bahwa guru berlaku lemah lembut,
penuh kasih, sabar, namun tegas (bukan kasar atau keras) dalam mengelola atau
mengoreksi perilaku murid. |
|
|
4. Melalui observasi diperoleh fakta bahwa guru
tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam
mengelola perilaku murid. |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|||
|
|
5. Dapat ditambah bukti
lain yang penilaian
keterpenuhan indikator |
dirasa |
memadai |
sebagai dasar |
|
3. mendorong terbangunnya perilaku positif murid berbasis tanggung jawab dan konsekuensi. |
1.
Melalui telaah dokumen diperoleh bukti mengenai kebijakan sekolah tentang penggunaan disiplin positif. 2.
Melalui wawancara dengan guru/murid diperoleh informasi terkait dengan contoh penerapan disiplin
positif. 3.
Melalui observasi diperoleh fakta terkait dengan
contoh penerapan disiplin
positif. 4.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar
penilaian keterpenuhan indikator |
|||
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
||||
|
4. membangun suasana belajar yang berfokus pada aktivitas belajar. |
1.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi tentang cara guru membangun suasana belajar yang minim
gangguan dan berfokus pada aktivitas belajar di kelas. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru dari kelas berbeda, diperoleh informasi tentang cara guru
membangun suasana belajar yang minim gangguan dan berfokus pada aktivitas
belajar di kelas. 3.
Melalui observasi kelas, dapat
teramati bahwa perilaku, percakapan, dan kesibukan di dalam kelas adalah
bagian dari aktivitas belajar. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|||
Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif
dan bermakna.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
merumuskan tujuan pembelajaran dengan
mengacu pada kurikulum sekolah. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti berupa contoh tujuan pembelajaran yang selaras dengan
kurikulum sekolah. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi bahwa guru dapat menjelaskan tujuan
pembelajaran dalam pembelajaran selaras dengan kurikulum sekolah |
|
3. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
|
2. melakukan asesmen dengan menggunakan cara yang beragam. |
1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti minimal 3
contoh bentuk asesmen pembelajaran yang pernah dilakukan guru misalnya: tes
tertulis, produk, unjuk kinerja, projek dan lain-lain. |
|
2. Melalui
telaah dokumen diperoleh bukti hasil karya
murid dari cara asesmen
yang berbeda. |
|
|
3. Melalui
wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh penjelasan tentang
cara guru memilih metode asesmen yang digunakan. |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
||||
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain yang
penilaian keterpenuhan indikator |
dirasa |
memadai |
sebagai |
dasar |
|
3. menggunakan hasil asesmen untuk mendapatkan
informasi tentang kebutuhan belajar murid. |
1.
Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru mendokumentasikan hasil asesmen. 2.
Melalui wawancara diperoleh informasi bahwa guru memanfaatkan hasil asesmen untuk
mengenali kebutuhan belajar murid. 3.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
||||
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
|||||
|
4. menggunakan hasil asesmen sebagai dasar untuk merancang pembelajaran. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti berupa penggunaan hasil asesmen tersebut untuk merancang
pembelajaran. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi tentang cara guru menggunakan hasil
asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai kebutuhan
belajar murid. |
||||
|
3. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator |
dirasa |
memadai |
sebagai |
dasar |
|
|
5. merancang kegiatan pembelajaran yang
selaras dengan tujuan pembelajaran. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan
pembelajaran. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh penjelasan tentang upaya guru untuk menyelaraskan
kegiatan pembelajaran dengan tujuan pembelajaran. |
||||
|
3. Dapat
ditambah bukti lain yang
penilaian keterpenuhan indikator |
dirasa |
memadai |
sebagai |
dasar |
|
|
6. melibatkan murid secara aktif dalam
menentukan tujuan pembelajaran, kegiatan
belajar, dan asesmen dengan menggunakan beragam pendekatan dan cara yang sesuai. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti keterlibatan murid dalam kegiatan pembelajaran untuk memenuhi tujuan belajar, misalnya dalam RPP tercermin bahwa murid diajak berdiskusi dalam
memilih cara belajar, ditanya pendapatnya tentang apa yang
mereka ingin tahu
lebih lanjut, dll. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru, ada penjelasan guru mengenai salah satu peristiwa saat guru
melibatkan murid dalam menentukan tujuan pembelajaran dan/atau kegiatan
pembelajaran, dan/atau asesmen pembelajaran |
||||
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
3. Melalui
wawancara dengan minimal 3 murid, ada informasi mengenai pengalaman murid
ketika terlibat dalam menentukan tujuan pembelajaran dan/atau kegiatan
pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran. |
||||
|
|
4. Dapat ditambah bukti lain yang penilaian keterpenuhan indikator |
dirasa |
memadai |
sebagai |
dasar |
Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif
dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi
lainnya yang relevan bagi peserta didik.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
memfasilitasi murid untuk
menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan untuk membentuk akhlak yang
mulia melalui beragam pengalaman belajar. Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti kegiatan pembelajaran, kegiatan rutin maupun kegiatan
insidental baik di tingkat kelas maupun
tingkat sekolah, misalnya program pembinaan karakter, konservasi lingkungan,
kegiatan pelayanan masyarakat, bimbingan dan
konseling, dll, yang bertujuan untuk mengembangkan akhlak beragama, akhlak
pribadi, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak kepada alam. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid didapatkan informasi bahwa mereka telah berperan dalam
penguatan keimanan dan ketakwaan yang dapat berupa kegiatan pembelajaran,
kegiatan rutin maupun kegiatan insidental yang direncanakan guru dan murid
baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah. |
|
3. Melalui observasi lingkungan sekolah teramati
adanya kegiatan pembelajaran yang menguatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan
rutin maupun kegiatan insidental yang direncanakan guru dan murid baik di
tingkat kelas maupun tingkat sekolah. |
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai sebagai dasar
penilaian keterpenuhan indikator |
|
|
2. memfasilitasi murid untuk menguatkan
kecintaan terhadap sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar
yang beragam. Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi pembelajaran murid untuk belajar
tentang sejarah, kekayaan budaya, alam indonesia, pemikiran dan karya anak
bangsa melalui kegiatan yang beragam seperti kunjungan lapangan, narasumber
tamu, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, festival, dan lain-lain. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid diperoleh informasi keterlibatan murid dalam berbagai
kegiatan belajar terkait sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran
dan karya anak bangsa. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
3. memfasilitasi murid untuk mengembangkan keingintahuan, serta kecintaan akan ilmu pengetahuan melalui
pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif. |
1.
Melalui telaah dokumen
ditemukan bukti bahwa guru memantik rasa ingin tahu dan cinta pada
pengetahuan pada murid melalui hal-hal yang relevan, bermakna, dan reflektif.
Bukti dapat ditemukan antara lain pada RPP melalui penggunaan pertanyaan
pemantik, mendiskusikan fakta-fakta yang yang menarik, dll. 2.
Melalui wawancara dengan murid
diperoleh informasi bahwa
mereka merasa senang belajar dan ingin tahu lebih banyak. 3.
Melalui observasi pada saat
kegiatan pembelajaran, teramati bahwa murid antusias dan kegiatan pembelajarannya mendorong murid untuk bertanya dan ingin
tahu. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai sebagai dasar
penilaian keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
4. memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah melalui strategi
pembelajaran yang mendorong murid berani bertanya, mau mencoba, dan berkarya. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi pembelajaran murid untuk mampu
bernalar dan memecahkan masalah melalui berbagai strategi
seperti pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, dan lain-lain.(RPP, ragam
penilaian, hasil karya murid, dokumentasi foto dan video) 2.
Melalui wawancara dengan minimal 3 guru ditemukan informasi bahwa
guru telah memfasilitasi kegiatan yang memberi kesempatan murid mengutarakan
pendapat, mengkritisi gagasan, berbagi pengetahuan dengan sesama, berani
mencoba dan berkarya, atau kemampuan lain yang relevan. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
3.
Melalui wawancara dengan murid
diperoleh hasil bahwa ia merasa aman untuk bertanya, mau mencoba dan belajar
dari kesalahan 4.
Melalui observasi di kelas
diperoleh bukti bahwa
murid didorong untuk
melakukan 3 dari beberapa hal berikut ini: berani bertanya, mengutarakan
pendapat, mengkritisi gagasan, berbagi pengetahuan, mau mencoba dan belajar
dari kesalahan, atau kemampuan lain yang relevan. |
|
|
5. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
5. memfasilitasi pembelajaran yang
mendorong murid melakukan refleksi keterhubungan
pembelajaran dengan konteks
kehidupan nyata untuk dapat berperan dan memberikan manfaat di lingkungannya. Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh contoh perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaraan yang menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi adanya penuturan murid tentang
pengalamannya merefleksikan pembelajaran di kelas, yang memperlihatkan bahwa
ia dapat melihat keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata. 3.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru diperoleh informasi tentang pengalaman guru menggunakan metode
pembelajaran berbasis proyek. 4.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid diperoleh informasi tentang
pengalaman murid tentang
mengerjakan proyek pembelajaran yang sesuai dengan konteks
kehidupannya sehari-hari, atau sesuai dengan masalah yang murid temui
sehari-hari, atau dapat menyelesaikan masalah yang ditemui di sekitarnya. 5.
Melalui observasi di
kelas/lingkungan sekolah teramati contoh-contoh hasil karya murid yang
terdokumentasi. |
|
6. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
Komponen 2: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan satuan pєndidikan
Butir 5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya
refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta
evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan
tenaga kependidikan.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
memberi waktu dan kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi kinerja secara rutin |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa guru telah melakukan refleksi
pembelajaran secara rutin dalam berbagai bentuk antara lain catatan
pertemuan, jurnal guru, dll. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 orang guru dan tenaga kependidikan, didapatkan informasi bahwa guru
telah melakukan refleksi secara rutin melalui berbagai cara. |
|
3. Dapat
ditambah bukti lain yang dirasa
memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
|
2. melakukan kegiatan evaluasi kinerja
secara berkala kepada guru dan tenaga kependidikan. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya evaluasi kinerja guru yang terjadi secara berkala
dalam 2 tahun terakhir dan didukung oleh jadwal evaluasi kinerja guru dan
tenaga kependidikan dalam Rencana Kegiatan Tahunan. 2.
Melalui wawancara dengan guru
dan tenaga kependidikan, didapatkan
informasi bahwa guru dan tenaga kependidikan
mengalami proses evaluasi kinerja secara
berkala yang dilakukan oleh kepala sekolah. |
|
3. Dapat
ditambah bukti lain yang dirasa
memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
|
3. memastikan guru memiliki dokumen rencana pengembangan profesional diri
berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan refleksi. |
1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya rencana
pengembangan diri dari semua guru
pada sekolah berdasarkan hasil evaluasi kinerja. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru, didapatkan informasi bahwa guru mengalami proses evaluasi
kinerja oleh kepala sekolah berdasarkan refleksi guru dan berhubungan dengan
rencana pengembangan diri pendidik. |
|
Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap pendidik |
3.
Melalui wawancara pada minimal
3 guru, didapatkan informasi bahwa guru telah memanfaatkan umpan balik yang
diperoleh dalam evaluasi kinerja untuk merencanakan pengembangan profesinya. 4. Dapat
ditambah bukti lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan
indikator |
|
4. mengembangkan program pengembangan profesional guru yang
berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap pendidik |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan telah dilakukannya program pengembangan
profesional guru, misalnya dalam RKT, RKAS, dll. 2.
Melalui wawancara dengan guru,
diperoleh informasi bahwa guru telah mengikuti program pengembangan
profesional guru. 3.
Melalui wawancara dengan guru
diperoleh informasi tentang dampak program pengembangan profesional guru pada
peningkatan kualitas pembelajaran. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
memiliki visi
dan misi yang jelas dan mengomunikasikan kepada pemangku kepentingan. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengkomunikasikan
visi dan misi kepada para pemangku kepentingan dengan berbagai cara;
pertemuan dengan orang tua, surat pada orangtua, dll. 2.
Melalui wawancara dengan murid/guru/orang tua didapatkan
informasi bahwa visi misi telah dikomunikasikan pada mereka. |
|
3. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
|
2. membangun komunikasi dan interaksi
antarwarga secara berkala. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya kegiatan sebagai wadah komunikasi dan interaksi kepala
sekolah dan warga sekolah secara berkala. 2.
Melalui telaah dokumentasi
diperoleh bukti bahwa telah terlaksana kegiatan sebagai wadah komunikasi dan interaksi kepala
sekolah dan warga sekolah
secara berkala. |
|
3. Melalui
wawancara dengan guru, didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan
berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks;
seperti pertemuan rutin mingguan, supervisi akademik, pertemuan individu, dan
pertemuan informal lainnya. |
|
|
4. Melalui wawancara dengan murid, didapatkan informasi bahwa
mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah
untuk berbagai konteks; menyapa di pintu masuk sekolah di pagi hari, upacara,
pertemuan bersama, observasi kelas, pertemuan individu dan pertemuan informal
lainnya. |
|
|
5. Melalui wawancara dengan orangtua
murid didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara
berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; presentasi program
sekolah awal tahun, semester, acara kenaikan kelas, dll. |
|
|
6. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
|
3. melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan orang
tua/wali dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan
pendidikan. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti kegiatan kolaborasi atau kemitraan dengan orangtua murid
untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan misalnya kegiatan orangtua berbagi
pengalaman dengan murid-murid dengan menjadi narasumber di
pelajaran-pelajaran tertentu, orangtua terlibat dalam kepanitiaan kegiatan
sekolah, dll 2.
Dari wawancara dengan orangtua
murid, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kolaborasi
dengan orangtua dalam berbagai
cara. |
|
3. Dari wawancara dengan kepala sekolah
didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kolaborasi dengan
orangtua dalam berbagai cara. |
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
4. melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan
pendidikan. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti kegiatan kemitraan dengan pihak-pihak lain untuk mendukung
penyelenggaraan pendidikan misalnya dengan unsur pemerintah setempat,
perguruan tinggi, perusahaan, LSM, dalam bentuk narasumber kegiatan atau
proses pembelajaran di kelas, sponsor kegiatan sekolah, dll. 2.
Dari wawancara dengan orangtua
murid, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kemitraan
dengan berbagai pihak dalam berbagai bentuk. |
|
3. Dari wawancara dengan kepala sekolah
didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa
telah dilakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam berbagai bentuk. |
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
|
5. melaksanakan evaluasi/refleksi berbasis data dengan melibatkan murid, guru,
tenaga pendidikan, dan orang tua. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti kegiatan evaluasi/refleksi berbasis data yang melibatkan
pihak-pihak tersebut, misalnya melalui survey, pertemuan reguler, diskusi
terpumpun tentang rapor pendidikan, dll 2.
Melalui wawancara dengan
orangtua murid/murid/guru, didapatkan informasi bagaimana pelaksanaan survey,
pertemuan reguler, diskusi terpumpun tentang rapor pendidikan, dll |
|
3. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
|
6. menyusun rencana kegiatan tahunan berdasar
evaluasi/refleksi berbasis data. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya refleksi berbasis data, misalnya notulen pertemuan
analisis hasil rapor pendidikan, hasil survey terhadap murid/ orangtua murid,
hasil musyawarah bersama warga sekolah, dll. 2.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti bahwa hasil refleksi dan evaluasi dijadikan dasar untuk
membuat rencana kegiatan tahunan. |
|
3. Dari wawancara dengan Kepala sekolah,
didapatkan informasi mengenai
proses penyusunan RKT berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi. |
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
Butir 7.
Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran
dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara
transparan dan akuntabel.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
mengelola anggaran sekolah dan dilaksanakan sesuai |
1.
Melalui telaah dokumen RKT/RKAS diperoleh bukti adanya
anggaran sekolah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. 2.
Melalui wawancara dengan
kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan pengelolaan anggaran |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
dengan perencanaan |
berdasarkan perencanaan. 3. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
2. merencanakan anggaran sekolah yang disusun bersama dengan
komite sekolah atau pihak
terkait. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya keterlibatan komite dalam penyusunan anggaran sekolah. 2.
Melalui wawancara dengan
komite, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran
disusun bersama dengan komite. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
3. merencanakan rencana anggaran sekolah
dan menunjukkan sumber pendanaan beserta alokasi pemanfaatannya. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan sekolah menunjukkan sumber pendanaan dan
alokasi pemanfaatannya. 2.
Melalui wawancara dengan
komite dan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa
pengelolaan menunjukkan sumber pendanaan dan alokasi pemanfaatannya. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
4. mengelola anggaran yang dilaporkan
secara berkala kepada pemangku kepentingan. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan telah terjadinya pelaporan pengelolaan
anggaran kepada pemangku kepentingan; bisa berupa catatan pertemuan,
foto-foto kegiatan, dokumen laporan, file ppt, dll 2.
Melalui wawancara dengan
komite dan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah
terjadi pelaporan pengelolaan
anggaran kepada pemangku kepentingan. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
Butir 8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang
Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas, dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
menyusun perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berdasar analisis kebutuhan pembelajaran. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan perencanaan dibuat berdasar analisis
kebutuhan pembelajaran. Bukti dapat berupa catatan pertemuan, foto-foto kegiatan,
dokumen laporan, file ppt, dll 2.
Melalui wawancara dengan
kepala sekolah, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi
perencanaan dengan berdasarkan analisis kebutuhan belajar. |
|
3. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
2. memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki secara
optimal. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan sarpras dimanfaatkan secara maksimal dalam
pembelajaran; misalnya: jadwal penggunaan laboratorium, daftar pengunjung
perpustakaan, dan sebagainya. 2.
Melalui wawancara dengan
perwakilan murid, didapatkan informasi yang murid telah mengalami menggunakan
sarpras dalam belajar. 3.
Melalui observasi lingkungan
sekolah, ditemukan bukti bahwa sarana prasarana dimanfaatkan secara optimal
untuk pembelajaran; terlihat dipakai oleh murid-murid untuk belajar, tidak
ada sarpras yang terlihat usang karena tidak dipakai 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
3. memenuhi sarana dan
prasarana untuk kebutuhan pembelajaran
secara mandiri
atau bermitra. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan daftar sarpras dan cara pemenuhannya. 2.
Melalui telaah dokumentasi
diperoleh bukti tentang pemenuhan sarpras
secara bermitra. 3.
Melalui wawancara dengan
kepala sekolah, didapatkan informasi bahwa
sekolah telah memenuhi kebutuhan sarpras untuk pembelajaran baik secara mandiri maupun bermitra. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
4. melaksanakan mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah. |
1.
Melalui telaah dokumen,
diperoleh bukti yang berisi rencana, jadwal, dan pelaksanaan pemeliharaan
sarpras. 2.
Melalui wawancara kepala
sekolah atau penanggung jawab sarana prasarana sekolah, diperoleh informasi
mengenai mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan
sekolahnya. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
Butir 9. Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional.
Catatan: Redaksi
butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
melakukan analisis karakteristik sekolah untuk penyusunan kurikulum sekolah |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa sekolah dapat menjabarkan
karakteristik sekolahnya dalam kurikulum sekolah. 2.
Melalui wawancara kepala
sekolah diperoleh penjelasan tentang cara sekolah menggunakan hasil analisis
karakteristik sekolah dalam penyusunan pengorganisasian pembelajaran dan perencanaan |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
|
pembelajaran. 3. Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
2. mengembangkan kurikulum sekolah yang relevan dengan
kebutuhan belajar murid dan merujuk pada kurikulum nasional |
1.
Melalui telaah dokumen,
diperoleh bukti ada pertimbangan mengenai kebutuhan murid di dalam penyusunan
kurikulum sekolah. 2.
Melalui telaah dokumen,
diperoleh bukti bahwa kurikulum tingkat sekolah merujuk pada kurikulum
nasional. 3.
Melalui wawancara kepala
sekolah diperoleh hasil bagaimana proses mengembangkan kurikulum sekolah yang
mempertimbangkan kebutuhan murid. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
3. menyusun dan melaksanakan mekanisme
evaluasi berkala untuk memastikan
kurikulum di tingkat sekolah relevan dengan
kebutuhan belajar murid |
1.
Melalui telaah dokumen ditemukan bukti bahwa sekolah memiliki mekanisme evaluasi kurikulum tingkat sekolah. 2.
Melalui wawancara diperoleh informasi mengenai perubahan kurikulum tingkat sekolah sebelum dan setelah
dilakukan evaluasi. 3.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
Komponen 3: Iklim Lingkungan
Belajar
Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Catatan: Redaksi
butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
membangun sikap menghargai keberagaman murid. Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan adanya program/kegiatan/pembelajaran yang
membangun sikap menghargai keberagaman murid, seperti: kegiatan festival
budaya, pertandingan antar kelas (class
meeting),
saling kunjung dengan sekolah lain, dan sebagainya 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid mereka dapat menceritakan contoh-contoh sikap menghargai
keberagaman antar murid yang diterapkan sekolah. 3.
Melalui observasi ditemukan
fakta bahwa sekolah membangun sikap menghargai keberagaman murid. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
2. mengenali keberagaman profil guru, tenaga kependidikan, dan murid. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti berupa data demografi murid, guru, dan tenaga kependidikan
yang meliputi keragaman, di antaranya jender, suku bangsa, agama, bahasa,
sosial-ekonomi, lokasi tempat tinggal, dan lain-lain. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid didapatkan informasi bahwa murid dapat menjelaskan contoh
keberagaman di sekolah. |
|
3.
Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan/orang tua murid diperoleh
informasi bahwa keberagaman adalah bagian dari keseharian mereka di sekolah. |
|
|
4. Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
|
3. membangun sikap menghargai kesetaraan gender guru, tenaga kependidikan, dan murid. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti kebijakan yang menunjukkan adanya kesempatan yang setara bagi
warga sekolah antara laki-laki dan perempuan. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru/murid/tenaga kependidikan diperoleh penjelasan bahwa laki-laki
dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara di sekolah, misalnya
dalam proses pemilihan ketua kelas atau ketua osis, kesempatan mengikuti lomba-lomba,
kesempatan mengikuti ekstra kurikuler, dll |
|
3. Melalui observasi diperoleh fakta yang
menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang
setara, misalnya situasi ruang kelas, interaksi murid di luar kelas, dll. |
|
|
4. Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
Butir 11. Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.
Catatan: Redaksi butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai kebutuhan belajar murid. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya kebijakan yang menunjukkan visi-misi sekolah yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid/orangtua murid dari kelompok yang beragam didapatkan
informasi tentang pengalaman terpenuhinya kebutuhan belajar mereka/anak-anak
mereka oleh sekolah. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
3. Melalui
observasi diperoleh fakta yang menunjukkan bahwa murid telah terpenuhi kebutuhan belajarnya dalam
proses pembelajaran sehari-harinya. |
|
|
4. Dapat
ditambah bukti lain
yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
2. melaksanakan program bagi guru, orang
tua/wali, dan murid untuk mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang beragam. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa sekolah telah menjalankan program
untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar bagi murid, misalnya ada
dokumen program khusus (IEP) untuk murid ABK. 2.
Terdapat dokumentasi yang
menunjukkan bahwa sekolah menjalankan program untuk mengakomodasi keragaman
kebutuhan belajar bagi murid. 3.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid/ orang tua wali/ gurudidapatkan informasi tentang hal-hal apa
saja yang telah dilakukan oleh sekolah dalam program tersebut. 4.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
3. melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi pembelajaran untuk murid dengan
kebutuhan yang beragam. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya dokumen RPP yang menunjukkan pemenuhan kebutuhan
belajar murid yang beragam. 2.
Melalui wawancara pada minimal
3 guru diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa guru telah menerapkan
diferensiasi pembelajaran dengan menceritakan tentang tujuan, proses dan
hasil pembelajaran. |
|
Catatan: Indikator
kinerja hanya fokus terhadap murid |
3.
Melalui wawancara pada minimal
3 murid diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa murid mengalami dan
merasakan bahwa kebutuhan belajarnya telah terpenuhi. 4.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
Butir 12. Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Catatan: Redaksi
butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
melaksanakan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani
perundungan dan kekerasan lainnya. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti telah terbentuknya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
(TPPK) 2.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya kebijakan atau pernyataan tentang nilai/budaya sekolah
yang mendukung pencegahan/penanganan kekerasan di sekolah 3.
Terdapat dokumentasi kegiatan/program lintas jenjang untuk murid. 4.
Melalui wawancara dengan
guru/tenaga kependidikan diperoleh informasi
berdasarkan pengalaman mereka bahwa kebijakan telah dilaksanakan dan ada program-program untuk mencegah
dan menangani perundungan dan
kekerasan lainnya, misalnya ada satgas anti
perundungan, ada penyuluhan anti perundungan, dll. 5.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
2. memiliki guru dan tenaga kependidikan
yang memahami tata laksana penanganan
perundungan dan kekerasan lainnya. |
1.
Melalui telaah dokumen,
diperoleh bukti yang menunjukkan adanya tata laksana penanganan
perundungan/kekerasan di sekolah. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru, guru dapat menjelaskan tata laksana penanganan
perundungan/kekerasan di sekolah dan contoh penerapan yang telah dilakukan. |
|
3. Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
|
3. melibatkan orangtua/wali dalam
pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan lainnya. |
1.
Melalui telaah dokumen didapatkan bukti adanya kegiatan/program yang melibatkan
orangtua untuk memahami kebijakan dan tata laksana sekolah dalam penanganan
perundungan dan kekerasan di sekolah, misalnya dalam bentuk pertemuan
orangtua murid, seminar, dll. 2.
Melalui telaah dokumen,
didapatkan bukti bahwa terdapat perwakilan orang tua dalam TPPK. |
|
3.
Melalui wawancara dengan orangtua terlihat bahwa orang tua dapat menjelaskan
contoh penerapan tata laksana penanganan perundungan/ kekerasan di sekolah. |
|
|
4. Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
Butir 13. Satuan
pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Catatan: Redaksi
butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
memiliki/menggunakan bangunan dengan kondisi baik
(tidak rusak sedang dan/atau rusak berat). |
1.
Melalui observasi diperoleh
fakta bahwa semua bagian dari
bangunan sekolah masih berfungsi baik dan tidak berpotensi
membahayakan manusia. 2.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
2. melaksanakan prosedur
keselamatan murid melalui pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana. Catatan: Indikator kinerja hanya fokus terhadap murid |
1.
Melalui telaah
dokumen diperoleh bukti
yang menunjukkan adanya jadwal pemeliharaan sarana dan
prasarana. 2.
Melalui telaah
dokumen diperoleh bukti
yang menunjukkan adanya alokasi anggaran untuk
pemeliharaan sarana dan prasarana. 3.
Terdapat dokumentasi kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana. 4.
Melalui observasi diperoleh fakta
bahwa sarana dan prasarana dalam kondisi terawat. 5.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar
penilaian keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
3. melaksanakan prosedur
dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan (P3K). |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti adanya terdapat dokumen yang menunjukkan pengadaan pelatihan
P3K untuk guru dan tenaga kependidikan. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 guru/ tenaga kependidikan diperoleh informasi pengalaman mereka
ketika melakukan P3K di sekolah. |
|
3. Melalui observasi diperoleh fakta adanya perlengkapan P3K di sekolah. |
|
|
4. Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar
penilaian keterpenuhan indikator |
|
|
4. melaksanakan prosedur
simulasi evakuasi untuk ragam potensi bencana
yang relevan dengan kondisi yang ada. |
1.
Terdapat dokumentasi (foto/video latihan melakukan simulasi evakuasi
untuk ragam potensi bencana. 2.
Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa simulasi evakuasi secara
rutin telah dilakukan di sekolah, misalnya; jadwal evakuasi. 3.
Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan/murid dapat
bercerita tentang pengalaman melakukan simulasi evakuasi. 4.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar
penilaian keterpenuhan indikator |
Butir 14. Satuan pendidikan
menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental
pada peserta didik,
pendidik, dan tenaga
kependidikan.
Catatan: Redaksi
butir menggunakan redaksi
yang ada di dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024 tentang Instrumen Akreditasi PAUD, Dikdas,
dan Dikmen.
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
1.
melaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, guru, dan tenaga kependidikan. |
1. Terdapat
dokumen/dokumentasi yang menunjukkan telah dilaksanakannya program untuk
menjaga kebugaran murid, guru, dan tenaga kependidikan. 2. Melalui
wawancara dengan minimal 3 guru/murid didapatkan informasi bahwa telah
dilaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, guru dan tenaga
kependidikan, misalnya olahraga bersama mingguan, pekan olahraga, ekstra
kurikuler olahraga. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
2. menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan
fasilitas kesehatan terdekat. |
1.
Melalui telaah dokumen/dokumentasi terkait
dengan layanan UKS, atau terdapat bukti-bukti kerjasama sekolah
dengan faskes terdekat. 2.
Melalui wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa terdapat
akses ke faskes terdekat bagi sekolah yang tidak memiliki UKS. 3.
Melalui observasi ditemukan fakta
bahwa sekolah memiliki layanan UKS. 4.
Dapat ditambah bukti
lain yang dirasa
memadai sebagai dasar penilaian keterpenuhan indikator |
|
Indikator |
Pembuktian indikator |
|
3. mendorong tersedianya
pilihan makanan di lingkungan dan sekitar sekolah yang tidak mengandung
pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman. |
1.
Melalui wawancara dengan murid/orangtua ditemukan informasi bahwa sekolah telah mendorong warganya
untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, zat pewarna
dan pengawet makanan yang tidak aman. 2.
Melalui observasi ditemukan
fakta bahwa sekolah yang memiliki kantin menyediakan pilihan makanan yang
yang tidak mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang
tidak aman. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
4. melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang
kesehatan mental pada murid, guru, dan
tenaga kependidikan. |
1.
Melaui telaaah dokumentasi
(video, foto, karya murid, atau lainnya) ditemukan bukti bahwa sekolah telah
melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada
murid, guru, dan tenaga kependidikan contohnya dalam materi pembelajaran,
program bimbingan dan penyuluhan, dll. 2.
Melalui wawancara minimal 3
guru/murid diperoleh informasi bahwa sekolah telah melaksanakan berbagai
program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental warga sekolah. 3.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
5. memberi kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan
bergerak aktif bagi murid,
guru, dan tenaga kependidikan. |
1.
Melalui telaah dokumen
diperoleh bukti bahwa sekolah telah memberi kesempatan bagi murid, guru, dan
tenaga kependidikan untuk istirahat dan bergerak aktif, contohnya adanya
jadwal kegiatan harian sekolah yang memuat waktu istirahat yang sesuai dengan
kebutuhan usia murid dan beragamnya
jenis kegiatan sehingga murid tidak hanya duduk sepanjang hari di dalam
kelas. 2.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid, guru dan orang tua diperoleh informasi bahwa murid, guru,
dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan mereka
akan istirahat dan bergerak aktif. 3.
Melalui observasi ditemukan
fakta yang menunjukkan bahwa murid, guru, dan tenaga kependidikan memperoleh
kesempatan kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
|
6. melaksanakan edukasi
tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi. |
1.
Terdapat dokumentasi (video,
foto, karya murid, atau lainnya) diperoleh
bukti kegiatan murid tentang kesehatan reproduksi, seperti kegiatan
bimbingan, penyuluhan, seminar atau lainnya. 2.
Terdapat dokumentasi (video,
foto, karya murid, atau lainnya)
kegiatan untuk murid belajar tentang terkait pencegahan adiksi, seperti
seperti bimbingan, penyuluhan, seminar atau lainnya. 3.
Melalui wawancara dengan
minimal 3 murid/orang tua diperoleh informasi bahwa murid telah mengikuti
kegiatan terkait dengan kesehatan reproduksi/pencegahan adiksi. 4.
Dapat ditambah bukti lain yang dirasa memadai
sebagai dasar penilaian
keterpenuhan indikator |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar