PERENCANAAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH : SMPN 8
Malang
NAMA GURU : Drs. Sumarno
MATA PELAJARAN : IPS
KELAS / SEMESTER / FASE : IXI / 1 / D
ALOKASI WAKTU : 3 x 45 menit
MATERI :
Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
Peserta Didik
· Siswa
mengetahui dasar tentang persatuan bangsa, toleransi, dan gotong royong. · Masih
terdapat kesalahpahaman mengenai peran generasi muda di era digital dalam
menjaga integrasi sosial.
· Siswa
tertarik dengan pembelajaran berbasis proyek, media digital, dan aktivitas
kreatif. · Minat
meningkat jika materi dikaitkan dengan pengalaman nyata di sekolah dan sosial
media.
· Siswa
aktif menggunakan media sosial, memiliki interaksi lintas budaya di sekolah. · Beberapa
siswa sudah terlibat dalam kegiatan organisasi atau komunitas sosial.
· Membutuhkan
panduan konkret dan visual untuk memahami peran generasi muda dalam menjaga
persatuan. · Membutuhkan
media digital, infografis, dan contoh kampanye nyata.
· Siswa
mayoritas visual dan kinestetik. · Pembelajaran
berbasis proyek, kolaboratif, dan digital sangat sesuai.
· Siswa
cenderung senang jika diberi kesempatan berekspresi kreatif dan menyampaikan
opini secara terbuka.
· Tersedia
proyektor, komputer/laptop, akses internet, dan platform pembelajaran digital
(Google Classroom, Canva, Jamboard, dll). |
|
|
Materi
Pelajaran |
· Pengertian
integrasi sosial, persatuan bangsa, dan tanggung jawab generasi muda. · Contoh
nyata peran pelajar dan pemuda di era digital, termasuk menjaga persatuan
melalui media sosial.
· Hubungan
antara tanggung jawab individu dan keberlangsungan persatuan bangsa. · Cara
menangkal hoaks, menghargai perbedaan, dan menguatkan karakter gotong royong
serta toleransi.
· Cara
membuat kampanye digital #KitaIndonesia (poster, video pendek, media sosial
sekolah). · Langkah
refleksi pribadi tentang kontribusi kecil untuk menjaga persatuan di sekolah.
· Kesadaran
peran diri sebagai generasi muda dalam menjaga integrasi sosial. · Refleksi
dan evaluasi diri terhadap perilaku toleran, gotong royong, dan kritis
terhadap informasi di era digital. |
||
|
Dimensi
Profil Lulusan (DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan
(menghormati nilai agama dan budaya) DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama) DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan) DPL 4: Kreativitas (peta
budaya, infografis) DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok) DPL 8: Komunikasi (presentasi
hasil proyek) |
||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Capaian
Pembelajaran |
Peserta didik mampu memahami tanggung jawab generasi muda
dalam menjaga integrasi sosial, mampu menciptakan kampanye digital yang
menumbuhkan toleransi dan gotong royong, serta merefleksikan peran pribadi
dalam menjaga persatuan. |
|
|
Lintas
Disiplin Ilmu |
1. IPS –
Sosiologi: memahami integrasi sosial dan konflik, analisis faktor
pendorong/penghambat persatuan. 2. Bahasa
Indonesia: menyusun teks kampanye, esai reflektif, dan pesan persuasif. 3. Informatika
/ Literasi Digital: membuat poster digital, video, dan memanfaatkan media
sosial secara bertanggung jawab. |
||
|
Tujuan
Pembelajaran |
Setelah
mengikuti pembelajaran peserta didik dapat : 1. Peserta
didik dapat menjelaskan tanggung jawab generasi muda terhadap persatuan
bangsa. 2. Peserta
didik dapat mengidentifikasi peran generasi muda di era digital untuk
menangkal hoaks dan menghargai perbedaan. 3. Peserta
didik dapat menguatkan karakter gotong royong dan toleransi melalui kegiatan
proyek digital. 4. Peserta
didik dapat merefleksikan langkah kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga
persatuan di sekolah. |
||
|
Topik
Pembelajaran |
Peran
Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa Subtopik:
Tanggung jawab pelajar, peran digital, penguatan karakter toleransi dan
gotong royong. |
||
|
Praktik
Pedagogis |
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) Strategi Pembelajaran: Inkuiri, Kolaboratif, dan Digital Metode Pembelajaran: 1. Diskusi kelompok terbimbing 2. Studi kasus dan contoh kampanye nyata 3. Pembuatan poster/video digital #KitaIndonesia 4. Refleksi diri dan jurnal digital 5. Presentasi proyek digital dan umpan balik Kesesuaian Prinsip
Pembelajaran Mendalam: ·
Berkesadaran: Siswa menyadari peran dan tanggung jawabnya. ·
Bermakna: Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata dan
penggunaan media digital. ·
Menggembirakan: Aktivitas kolaboratif dan kreatif. |
||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
1.
OSIS / Ekstrakurikuler sekolah – bimbingan kampanye
digital. 2.
Komunitas literasi digital atau media lokal –
konsultasi konten positif. 3.
Orang tua – dukungan praktik gotong royong dan
toleransi di rumah. |
||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1. Ruang Fisik Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan
sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.
2. Ruang Virtual Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses
pembelajaran dan memperkuat literasi digital.
3. Budaya Belajar Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama
untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.
|
||
|
Pemanfaatan
Digital |
Platform
Daring Interaktif: 3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas
dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif,
dan kontekstual pada materi perubahan iklim: ● Penggunaan Google Jamboard atau Padlet ● Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva,
CapCut, InShot) |
||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL (tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
||
|
|||
|
INTI |
|||
|
Pada tahap
ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
|||
|
Memahami (Bermakna,
Berkesadaran) 40
menit |
|||
Tujuan: Siswa
membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.
Aktivitas:
1. Guru
menampilkan contoh kampanye digital nyata dan simbol integrasi sosial. 2. Diskusi
kelompok: “Apa saja tantangan generasi muda menjaga persatuan?” 3. Analisis
kasus hoaks, intoleransi, dan konflik di sekolah / media sosial. |
|||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) 35 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa mengolah
informasi, berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara
komunikatif. Aktivitas: 1.
Proyek kelompok: Kampanye digital #KitaIndonesia. 2.
Media: poster digital, video pendek, atau publikasi
di media sosial sekolah. 3.
Tiap kelompok mempresentasikan karya, menerima umpan
balik. |
|||
|
Merefleksi (Berkesadaran)
20 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa merefleksikan
proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran
bertindak. Aktivitas: 1.
Refleksi pribadi di Google Form / jurnal: “Langkah
kecil apa yang bisa aku lakukan menjaga persatuan di sekolah?” 2.
Diskusi kelas: berbagi langkah konkret, menumbuhkan
komitmen bersama. Ciri Pembelajaran:
|
|||
|
PENUTUP (berkesadaran,
bermakna) 5
menit |
|||
|
1. Rangkuman
guru & siswa: peran generasi muda dan nilai toleransi/gotong royong. 2. Refleksi
cepat: satu kata tentang pembelajaran hari ini. 3. Tindak lanjut:
aksi nyata di sekolah, proyek digital dilanjutkan atau dipublikasikan. |
|||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Kuis singkat/pertanyaan lisan
tentang tanggung jawab pelajar dan integrasi sosial. |
|
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran |
1. Observasi partisipasi dan kolaborasi kelompok. 2. Penilaian poster/video digital: kreativitas,
relevansi, pesan persatuan. 3. Refleksi individu: kesadaran diri tentang peran
generasi muda |
||
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
1. Penilaian
proyek digital (poster/video) dan refleksi esai/jurnal. 2. Rubrik
1–4: Kreativitas, isi pesan, kolaborasi, komunikasi. |
||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
|||
|
Mengetahui, Kepala SMP Negeri 8
Malang
Sri
Nuryani M.Pd. NIP. 19661116
199003 2 009 |
|
Malang, 14
April 2025 Guru Mata Pelajaran Drs
Sumarno. NIP. 1966308
200501 1 006 |
Lampiran
Soal Digital
Asesmen Awal / Diagnostik (Pilihan Ganda + Isian
Singkat)
Materi: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa
Contoh Soal:
- Apa
yang dimaksud dengan integrasi sosial?
a. Proses konflik antar kelompok
b. Proses penyatuan kelompok masyarakat berbeda agar hidup harmonis
c. Aktivitas ekonomi masyarakat
d. Pertukaran budaya tanpa toleransi - Sebutkan
dua peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa!
(Isian singkat) - Mengapa
penting bagi pelajar untuk menolak hoaks di era digital?
(Jawaban singkat, maksimal 2 kalimat) - Apakah
kamu pernah berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang memperkuat
persatuan, misalnya gotong royong atau debat kelas?
☐ Ya, sering
☐ Kadang-kadang
☐ Pernah sekali
☐ Belum pernah - Tuliskan
satu tindakan kecil yang bisa kamu lakukan untuk menjaga persatuan di
lingkungan sekolah!
(Isian singkat)
Rubrik Penilaian Proyek Digital (#KitaIndonesia)
|
Aspek Penilaian |
Skor 4 |
Skor 3 |
Skor 2 |
Skor 1 |
|
Kreativitas Poster/Video |
Ide orisinal & visual sangat menarik |
Kreatif & cukup menarik |
Kreatif terbatas |
Tidak kreatif |
|
Relevansi Pesan |
Pesan jelas, inspiratif, sangat relevan |
Pesan jelas & relevan |
Pesan cukup jelas |
Pesan tidak jelas |
|
Kolaborasi Kelompok |
Semua anggota aktif & berkontribusi |
Sebagian besar aktif |
Hanya beberapa aktif |
Hampir tidak ada kontribusi |
|
Presentasi / Publikasi |
Lancar, komunikatif, meyakinkan |
Jelas & menarik |
Kurang lancar |
Tidak jelas |
|
Refleksi Individu |
Refleksi mendalam & konkret |
Refleksi jelas |
Refleksi terbatas |
Refleksi dangkal |
Catatan: Rubrik ini bisa langsung diterapkan di Google Form
/ Google Classroom untuk penilaian digital.
Contoh Peta Keberagaman Budaya Digital
Platform: Canva / Google Slides / Jamboard
Elemen Peta:
- Peta
Indonesia dasar
- Simbol
ikon suku bangsa di setiap provinsi
- Warna
atau ikon budaya: tarian, musik, pakaian adat
- Simbol
agama: masjid, gereja, pura, vihara, dll.
- Teks
singkat: nama suku, budaya, dan keunikan
Instruksi:
- Buka
template peta Indonesia di Canva atau Jamboard.
- Tambahkan
ikon dan label sesuai keberagaman budaya di setiap provinsi.
- Berikan
warna atau simbol berbeda untuk setiap kategori (suku, budaya, agama).
- Simpan
sebagai file PDF / PNG untuk presentasi digital di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar