Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9 Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : IXI / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 3 x 45 menit

MATERI                                          : Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Peserta Didik

  1. Aspek Pengetahuan Awal

·       Siswa mengetahui dasar tentang persatuan bangsa, toleransi, dan gotong royong.

·       Masih terdapat kesalahpahaman mengenai peran generasi muda di era digital dalam menjaga integrasi sosial.

  1. Aspek Minat Belajar

·       Siswa tertarik dengan pembelajaran berbasis proyek, media digital, dan aktivitas kreatif.

·       Minat meningkat jika materi dikaitkan dengan pengalaman nyata di sekolah dan sosial media.

  1. Aspek Latar Belakang Sosial dan Lingkungan

·       Siswa aktif menggunakan media sosial, memiliki interaksi lintas budaya di sekolah.

·       Beberapa siswa sudah terlibat dalam kegiatan organisasi atau komunitas sosial.

  1. Aspek Kebutuhan Belajar

·       Membutuhkan panduan konkret dan visual untuk memahami peran generasi muda dalam menjaga persatuan.

·       Membutuhkan media digital, infografis, dan contoh kampanye nyata.

  1. Aspek Gaya Belajar

·       Siswa mayoritas visual dan kinestetik.

·       Pembelajaran berbasis proyek, kolaboratif, dan digital sangat sesuai.

  1. Aspek Emosional dan Psikologis

·       Siswa cenderung senang jika diberi kesempatan berekspresi kreatif dan menyampaikan opini secara terbuka.

  1. Aspek Sarana dan Prasarana

·       Tersedia proyektor, komputer/laptop, akses internet, dan platform pembelajaran digital (Google Classroom, Canva, Jamboard, dll).

 

Materi Pelajaran

  1. Pengetahuan Faktual

·       Pengertian integrasi sosial, persatuan bangsa, dan tanggung jawab generasi muda.

·       Contoh nyata peran pelajar dan pemuda di era digital, termasuk menjaga persatuan melalui media sosial.

  1. Pengetahuan Konseptual

·       Hubungan antara tanggung jawab individu dan keberlangsungan persatuan bangsa.

·       Cara menangkal hoaks, menghargai perbedaan, dan menguatkan karakter gotong royong serta toleransi.

  1. Pengetahuan Prosedural

·       Cara membuat kampanye digital #KitaIndonesia (poster, video pendek, media sosial sekolah).

·       Langkah refleksi pribadi tentang kontribusi kecil untuk menjaga persatuan di sekolah.

  1. Pengetahuan Metakognitif

·       Kesadaran peran diri sebagai generasi muda dalam menjaga integrasi sosial.

·       Refleksi dan evaluasi diri terhadap perilaku toleran, gotong royong, dan kritis terhadap informasi di era digital.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan (menghormati nilai agama dan budaya)

DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama)

DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan)

DPL 4: Kreativitas (peta budaya, infografis)

DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok)

DPL 8: Komunikasi (presentasi hasil proyek)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami tanggung jawab generasi muda dalam menjaga integrasi sosial, mampu menciptakan kampanye digital yang menumbuhkan toleransi dan gotong royong, serta merefleksikan peran pribadi dalam menjaga persatuan.

Lintas Disiplin Ilmu

1.   IPS – Sosiologi: memahami integrasi sosial dan konflik, analisis faktor pendorong/penghambat persatuan.

2.   Bahasa Indonesia: menyusun teks kampanye, esai reflektif, dan pesan persuasif.

3.   Informatika / Literasi Digital: membuat poster digital, video, dan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat :

1.     Peserta didik dapat menjelaskan tanggung jawab generasi muda terhadap persatuan bangsa.

2.     Peserta didik dapat mengidentifikasi peran generasi muda di era digital untuk menangkal hoaks dan menghargai perbedaan.

3.     Peserta didik dapat menguatkan karakter gotong royong dan toleransi melalui kegiatan proyek digital.

4.     Peserta didik dapat merefleksikan langkah kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga persatuan di sekolah.

 

Topik Pembelajaran

Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa

Subtopik: Tanggung jawab pelajar, peran digital, penguatan karakter toleransi dan gotong royong.

 

Praktik Pedagogis

Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)

Strategi Pembelajaran: Inkuiri, Kolaboratif, dan Digital

Metode Pembelajaran:

1.     Diskusi kelompok terbimbing

2.     Studi kasus dan contoh kampanye nyata

3.     Pembuatan poster/video digital #KitaIndonesia

4.     Refleksi diri dan jurnal digital

5.     Presentasi proyek digital dan umpan balik

 

Kesesuaian Prinsip Pembelajaran Mendalam:

·       Berkesadaran: Siswa menyadari peran dan tanggung jawabnya.

·       Bermakna: Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata dan penggunaan media digital.

·       Menggembirakan: Aktivitas kolaboratif dan kreatif.

 

Kemitraan Pembelajaran

1.     OSIS / Ekstrakurikuler sekolah – bimbingan kampanye digital.

2.     Komunitas literasi digital atau media lokal – konsultasi konten positif.

3.     Orang tua – dukungan praktik gotong royong dan toleransi di rumah.

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.

  • Ruang Kelas yang Fleksibel:
    • Tata letak yang memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi.
    • Dilengkapi dengan proyektor, papan tulis, dan akses ke sumber belajar visual.
  • Ruang Terbuka Sekolah (Taman, Kebun, Halaman):
    • Digunakan untuk kegiatan pengamatan langsung, proyek tanam pohon, audit sampah sekolah, dan observasi lingkungan.
  • Ruang Pameran atau Sudut Edukasi Lingkungan:
    • Tempat siswa menampilkan poster, hasil proyek, atau kampanye peduli iklim.
  • Kunjungan Lapangan (Field Trip):
    • Ke tempat seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir), hutan kota, atau industri hijau untuk pengamatan langsung.

 

2. Ruang Virtual

Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran dan memperkuat literasi digital.

  • Platform Pembelajaran Digital (Google Classroom, Microsoft Teams, Moodle):
    • Untuk berbagi materi, tugas, dan diskusi online.

 

3. Budaya Belajar

Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.

  • Berpikir Kritis dan Reflektif:
    • Siswa diajak mempertanyakan, menganalisis, dan merefleksikan
  • Kolaborasi dan Komunikasi Terbuka:
    • Mendorong diskusi sehat, kerja tim, dan saling menghargai pendapat.
  • Apresiasi terhadap Ide dan Kreativitas Siswa:
    • Guru memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide, membuat kampanye, dan terlibat dalam aksi nyata.

Pemanfaatan Digital

Platform Daring Interaktif:

3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada materi perubahan iklim:

      Penggunaan Google Jamboard atau Padlet
→ Untuk diskusi kolaboratif online, siswa dapat menuliskan ide, data, atau solusi terhadap isu perubahan iklim secara real-time dan interaktif.

      Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva, CapCut, InShot)
→ Siswa secara kreatif membuat media kampanye tentang dampak aktivitas manusia terhadap iklim dan membagikannya melalui media sosial atau blog kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

  1. Awal (Bermakna & Menggembirakan)
  2. Orientasi Bermakna (3 menit): Guru menyapa siswa, menayangkan video pendek tentang peran generasi muda menjaga persatuan.
  3. Apersepsi Kontekstual (5 menit): Diskusi singkat: “Apa peranmu sebagai pelajar dalam menjaga persatuan?”
  4. Motivasi (5 menit): Guru menantang siswa: “Buat kampanye digital untuk menunjukkan bahwa generasi muda peduli persatuan!”

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tujuan: Siswa membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.

Aktivitas:

1.     Guru menampilkan contoh kampanye digital nyata dan simbol integrasi sosial.

2.     Diskusi kelompok: “Apa saja tantangan generasi muda menjaga persatuan?”

3.     Analisis kasus hoaks, intoleransi, dan konflik di sekolah / media sosial.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan: Siswa mengolah informasi, berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara komunikatif.

Aktivitas:

1.     Proyek kelompok: Kampanye digital #KitaIndonesia.

2.     Media: poster digital, video pendek, atau publikasi di media sosial sekolah.

3.     Tiap kelompok mempresentasikan karya, menerima umpan balik.

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Siswa merefleksikan proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bertindak.

Aktivitas:

1.     Refleksi pribadi di Google Form / jurnal: “Langkah kecil apa yang bisa aku lakukan menjaga persatuan di sekolah?”

2.     Diskusi kelas: berbagi langkah konkret, menumbuhkan komitmen bersama.

 

Ciri Pembelajaran:

  • Mindful: Observasi video, refleksi pribadi
  • Meaningful: Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata
  • Joyful: Drama, video, kolaborasi, presentasi interaktif

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1.     Rangkuman guru & siswa: peran generasi muda dan nilai toleransi/gotong royong.

2.     Refleksi cepat: satu kata tentang pembelajaran hari ini.

3.     Tindak lanjut: aksi nyata di sekolah, proyek digital dilanjutkan atau dipublikasikan.

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Kuis singkat/pertanyaan lisan tentang tanggung jawab pelajar dan integrasi sosial.

Asesmen pada Proses Pembelajaran

1.   Observasi partisipasi dan kolaborasi kelompok.

2.   Penilaian poster/video digital: kreativitas, relevansi, pesan persatuan.

3.   Refleksi individu: kesadaran diri tentang peran generasi muda

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

1.   Penilaian proyek digital (poster/video) dan refleksi esai/jurnal.

2.   Rubrik 1–4: Kreativitas, isi pesan, kolaborasi, komunikasi.

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

Lampiran Soal Digital

 

 

Asesmen Awal / Diagnostik (Pilihan Ganda + Isian Singkat)
Materi: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa

Contoh Soal:

  1. Apa yang dimaksud dengan integrasi sosial?
    a. Proses konflik antar kelompok
    b. Proses penyatuan kelompok masyarakat berbeda agar hidup harmonis
    c. Aktivitas ekonomi masyarakat
    d. Pertukaran budaya tanpa toleransi
  2. Sebutkan dua peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa!
    (Isian singkat)
  3. Mengapa penting bagi pelajar untuk menolak hoaks di era digital?
    (Jawaban singkat, maksimal 2 kalimat)
  4. Apakah kamu pernah berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang memperkuat persatuan, misalnya gotong royong atau debat kelas?
    Ya, sering
    Kadang-kadang
    Pernah sekali
    Belum pernah
  5. Tuliskan satu tindakan kecil yang bisa kamu lakukan untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah!
    (Isian singkat)

 

Rubrik Penilaian Proyek Digital (#KitaIndonesia)

Aspek Penilaian

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Kreativitas Poster/Video

Ide orisinal & visual sangat menarik

Kreatif & cukup menarik

Kreatif terbatas

Tidak kreatif

Relevansi Pesan

Pesan jelas, inspiratif, sangat relevan

Pesan jelas & relevan

Pesan cukup jelas

Pesan tidak jelas

Kolaborasi Kelompok

Semua anggota aktif & berkontribusi

Sebagian besar aktif

Hanya beberapa aktif

Hampir tidak ada kontribusi

Presentasi / Publikasi

Lancar, komunikatif, meyakinkan

Jelas & menarik

Kurang lancar

Tidak jelas

Refleksi Individu

Refleksi mendalam & konkret

Refleksi jelas

Refleksi terbatas

Refleksi dangkal

Catatan: Rubrik ini bisa langsung diterapkan di Google Form / Google Classroom untuk penilaian digital.

 

Contoh Peta Keberagaman Budaya Digital

Platform: Canva / Google Slides / Jamboard

Elemen Peta:

  • Peta Indonesia dasar
  • Simbol ikon suku bangsa di setiap provinsi
  • Warna atau ikon budaya: tarian, musik, pakaian adat
  • Simbol agama: masjid, gereja, pura, vihara, dll.
  • Teks singkat: nama suku, budaya, dan keunikan

Instruksi:

  1. Buka template peta Indonesia di Canva atau Jamboard.
  2. Tambahkan ikon dan label sesuai keberagaman budaya di setiap provinsi.
  3. Berikan warna atau simbol berbeda untuk setiap kategori (suku, budaya, agama).
  4. Simpan sebagai file PDF / PNG untuk presentasi digital di kelas.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...