PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH
:
SMPN 8 Malang
NAMA
GURU :
Drs. Sumarno
MATA
PELAJARAN :
IPS
KELAS
/ SEMESTER / FASE : IX / 1
/ D
ALOKASI
WAKTU :
2 X (3 x 45) menit
MATERI :
Perjuangan Hamid Rusdi dalam Mempertahankan Kota Malang
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
o
Kemampuan
Awal •
Sebagian
besar murid telah mengenal peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan
Indonesia pasca 1945, namun masih terbatas dalam memahami sejarah lokal,
khususnya perjuangan Hamid Rusdi di Kota Malang. •
Beberapa
murid mampu mengaitkan perjuangan nasional dengan identitas bangsa, tetapi
belum terbiasa menghubungkannya dengan sejarah daerah sendiri. o
Karakteristik
Peserta Didik •
Latar
belakang sosial dan budaya beragam dengan tingkat motivasi belajar yang
bervariasi. •
Literasi
sejarah berbeda; sebagian murid lebih mudah memahami melalui cerita, visual,
dan diskusi kontekstual lokal. o
Kebutuhan
Khusus •
Terdapat
1–2 murid ABK ringan yang memerlukan pendampingan membaca teks sejarah dan
dukungan kerja kelompok. •
Murid
dengan literasi rendah memerlukan ringkasan materi, peta konsep, dan
ilustrasi visual. o
Strategi
Diferensiasi •
Media
Visual dan Peta Sejarah Lokal Malang. •
Pendampingan
individu/kelompok kecil. •
Proyek
kelompok heterogen (poster sejarah lokal, timeline perjuangan, drama
peristiwa lokal). |
||||||||||||||||||||||||||||||
|
Materi
Pelajaran |
§ Pengetahuan Faktual • Tokoh Hamid Rusdi dan latar
belakang perjuangannya. • Kondisi Kota Malang pada masa
perjuangan mempertahankan kemerdekaan. • Peristiwa perlawanan rakyat
Malang terhadap tentara Sekutu dan NICA. § Pengetahuan Konseptual • Konsep perjuangan mempertahankan
kemerdekaan. • Hubungan perjuangan lokal Malang
dengan perjuangan nasional Indonesia. § Pengetahuan Prosedural • Cara menyusun timeline sejarah
lokal perjuangan Hamid Rusdi. • Langkah menganalisis peran tokoh
lokal dalam mempertahankan kemerdekaan. § Pengetahuan Metakognitif • Kesadaran pentingnya menghargai
pahlawan lokal. • Refleksi peran generasi muda
dalam menjaga persatuan dan cinta daerah. |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dimensi Profil Lulusan
(DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Capaian
Pembelajaran |
Capaian Pembelajaran Peserta didik memahami
peristiwa sejarah lokal dan nasional dalam mempertahankan kemerdekaan
Indonesia serta mampu meneladani nilai perjuangan, patriotisme, dan
persatuan. |
||||||||||||||||||||||||||||||
|
Lintas
Disiplin Ilmu |
1.
PKn: Nilai patriotisme, tanggung
jawab warga negara. 2.
Bahasa Indonesia: Menyusun narasi
sejarah lokal. 3.
TIK: Pembuatan timeline digital
perjuangan Hamid Rusdi. 4.
BK: Refleksi jati diri dan
kepedulian sosial. |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan
Pembelajaran |
1. Menjelaskan latar belakang dan perjuangan Hamid
Rusdi di Kota Malang. 2. Mengidentifikasi peran tokoh dan masyarakat Malang
dalam mempertahankan kemerdekaan. 3. Menganalisis nilai perjuangan lokal sebagai bagian
dari perjuangan nasional. 4. Menghasilkan karya kreatif bertema perjuangan Hamid
Rusdi. 5. Merefleksikan nilai kepahlawanan dalam kehidupan
sehari-hari. |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Topik
Pembelajaran |
Topik
Pembelajaran “Perjuangan Lokal, Semangat Nasional: Hamid Rusdi dan Pertahanan
Kota Malang”. |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Praktik
Pedagogis |
Praktik Pedagogis Pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dengan
penguatan konteks sejarah lokal Malang. Metode Pembelajaran
Strategi Diferensiasi Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan
kemampuan dan minat murid. |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
Kemitraan Pembelajaran • Orang Tua: Diskusi sejarah lokal
keluarga. • Komite Sekolah: Dukungan sarana
pameran sejarah lokal. • Siswa/OSIS: Kampanye sejarah
lokal Malang. |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1.
Ruang Fisik
2.
Budaya Belajar
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pemanfaatan
Digital |
Ruang
Virtual
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL
(tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENGALAMAN BELAJAR AWAL (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
•
Guru menyapa peserta didik dengan hangat, mengecek kehadiran, serta
menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif. •
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan mempelajari
perjuangan seorang pahlawan lokal Kota Malang, yaitu Hamid Rusdi, dalam
mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui pembelajaran ini, kita tidak
hanya belajar sejarah, tetapi juga meneladani nilai keberanian, cinta tanah
air, dan pengorbanan yang relevan dengan kehidupan kita sebagai pelajar.”
•
Guru menampilkan foto Kota Malang tempo dulu,
peta wilayah Malang pada masa revolusi fisik, dan cuplikan singkat perjuangan
rakyat Malang. •
Guru mengajukan pertanyaan pemantik: ·
“Apakah kalian tahu bahwa Kota Malang pernah
menjadi wilayah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan?” ·
“Mengapa perjuangan di daerah juga sangat
menentukan keberhasilan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaannya?”
•
Guru menyampaikan tantangan pembelajaran: “Di
akhir pembelajaran, kalian akan membuat karya sejarah lokal tentang
perjuangan Hamid Rusdi yang akan kita pamerkan sebagai bukti bahwa generasi
muda Malang bangga terhadap sejarah daerahnya.” •
Guru menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Malang
dan mengaitkan dengan identitas pelajar Pancasila. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
INTI |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada
tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Memahami
(Bermakna,
Berkesadaran) 40 menit |
||||||||||||||||||||||||||||||||
•
Guru menjelaskan latar belakang
kondisi Kota Malang setelah Proklamasi 1945. •
Peran Hamid Rusdi sebagai tokoh
pejuang lokal dalam mengorganisasi perlawanan rakyat Malang terhadap Sekutu
dan NICA. •
Guru menekankan keterkaitan
perjuangan lokal Malang dengan perjuangan nasional mempertahankan kemerdekaan
Indonesia.
Pertanyaan pemicu diskusi kelas: o “Mengapa perjuangan Hamid Rusdi dan rakyat Malang
penting bagi sejarah Indonesia?” o “Apa risiko yang dihadapi pejuang lokal dalam
mempertahankan kemerdekaan?” • Diskusi kelompok: o Tantangan perjuangan di Kota Malang o Nilai-nilai perjuangan yang ditunjukkan Hamid Rusdi o Relevansi nilai perjuangan tersebut dengan kehidupan
pelajar saat ini
·
Perjuangan mempertahankan
kemerdekaan tidak hanya terjadi di pusat pemerintahan, tetapi juga di daerah. · Peran tokoh lokal sangat penting dalam menjaga
keutuhan NKRI. · Nilai patriotisme, keberanian, dan pengorbanan
sebagai fondasi persatuan bangsa. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan)
35
menit |
||||||||||||||||||||||||||||||||
·
Poster edukatif “Hamid Rusdi:
Pahlawan Kota Malang” ·
Timeline visual perjuangan rakyat
Malang ·
Drama mini atau role play peristiwa
perjuangan ·
Video pendek dokumenter sejarah
lokal • Setiap karya wajib memuat: ·
Fakta sejarah utama ·
Nilai perjuangan ·
Pesan moral bagi generasi muda
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Merefleksi
(Berkesadaran)
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENUTUP
(berkesadaran,
bermakna) 5 menit |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
· Refleksi Akhir Pembelajaran •
Guru dan siswa menyimpulkan
pembelajaran hari ini. •
Penegasan bahwa menghargai
pahlawan lokal adalah bagian dari menjaga identitas bangsa. · Motivasi •
Guru memberikan pesan inspiratif:
“Jika para pejuang dahulu rela berkorban nyawa demi kemerdekaan, maka tugas
kita hari ini adalah menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan
berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.” · Tindak Lanjut •
Tugas rumah: Menyusun rencana aksi
pribadi untuk menerapkan nilai perjuangan Hamid Rusdi di sekolah. •
Persiapan pertemuan berikutnya:
pameran karya sejarah lokal. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen
pada Awal Pembelajaran |
Jenis
Asesmen: Asesmen
Diri (Self-Assessment)
Bentuk
Instrumen:
Cara
Penilaian:
|
||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
pada Proses Pembelajaran |
Jenis
Asesmen: Asesmen
Proses (Formatif)
Bentuk
Instrumen:
3.
Observasi Sikap (Selama Diskusi Kelompok atau Proyek Mini) Tujuan: Mengamati sikap siswa dalam diskusi kelompok dan
kerja sama mereka. Indikator
yang Diamati:
4.
Penilaian Diri (Self-Assessment) (5 menit) Tujuan: Mengetahui sejauh mana siswa merasa memahami materi
Kebangkitan Nasional. Cara
Penilaian:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
pada Akhir Pembelajaran |
Asesmen
Akhir / Unjuk Kerja Jenis
Asesmen: Asesmen Produk dan Kinerja Bentuk Instrumen:
Proyek mini, presentasi kelompok, atau karya kreatif.
Bentuk
Instrumen:
Rubrik
Penilaian Proyek / Presentasi Skor
Maksimal: 20
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sumber belajar |
1. Buku Teks dan Buku Referensi
2. Artikel dan Publikasi Digital
2.
https://sumarnoguritno.blogspot.com/2025/11/peristiwa-penting-dalam-sejarah_18.html 3.
3. Media Audio-Visual
4. Sumber Belajar Interaktif
5. Sumber Lokal / Kontekstual
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mengetahui, Kepala
SMP Negeri 8 Malang Sri Nuryani M.Pd. NIP. 19661116 199003 2 009 |
|
Malang, 14 April
2025 Guru Mata Pelajaran Drs Sumarno. NIP. 1966308 200501 1 006 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar