Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9 Perjuangan Hamid Rusdi dalam Mempertahankan Kota Malang

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                                : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                          : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                                 : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE                 : IX / 1 / D

ALOKASI WAKTU                                   : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                                    : Perjuangan Hamid Rusdi dalam Mempertahankan Kota Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

o   Kemampuan Awal

      Sebagian besar murid telah mengenal peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca 1945, namun masih terbatas dalam memahami sejarah lokal, khususnya perjuangan Hamid Rusdi di Kota Malang.

      Beberapa murid mampu mengaitkan perjuangan nasional dengan identitas bangsa, tetapi belum terbiasa menghubungkannya dengan sejarah daerah sendiri.

o   Karakteristik Peserta Didik

      Latar belakang sosial dan budaya beragam dengan tingkat motivasi belajar yang bervariasi.

      Literasi sejarah berbeda; sebagian murid lebih mudah memahami melalui cerita, visual, dan diskusi kontekstual lokal.

o   Kebutuhan Khusus

      Terdapat 1–2 murid ABK ringan yang memerlukan pendampingan membaca teks sejarah dan dukungan kerja kelompok.

      Murid dengan literasi rendah memerlukan ringkasan materi, peta konsep, dan ilustrasi visual.

o   Strategi Diferensiasi

      Media Visual dan Peta Sejarah Lokal Malang.

      Pendampingan individu/kelompok kecil.

      Proyek kelompok heterogen (poster sejarah lokal, timeline perjuangan, drama peristiwa lokal).

 

Materi Pelajaran

§  Pengetahuan Faktual

• Tokoh Hamid Rusdi dan latar belakang perjuangannya.

• Kondisi Kota Malang pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

• Peristiwa perlawanan rakyat Malang terhadap tentara Sekutu dan NICA.

§  Pengetahuan Konseptual

• Konsep perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

• Hubungan perjuangan lokal Malang dengan perjuangan nasional Indonesia.

§  Pengetahuan Prosedural

• Cara menyusun timeline sejarah lokal perjuangan Hamid Rusdi.

• Langkah menganalisis peran tokoh lokal dalam mempertahankan kemerdekaan.

§  Pengetahuan Metakognitif

• Kesadaran pentingnya menghargai pahlawan lokal.

• Refleksi peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan cinta daerah.

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

            DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

            DPL 2

Kewargaan                      

            DPL 3

Penalaran Kritis

            DPL 4

Kreativitas

 

            DPL 5

Kolaborasi

            DPL 6

Kemandirian

            DPL 7

Kesehatan

            DPL 8

            Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Peserta didik memahami peristiwa sejarah lokal dan nasional dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta mampu meneladani nilai perjuangan, patriotisme, dan persatuan.

Lintas Disiplin Ilmu

1.      PKn: Nilai patriotisme, tanggung jawab warga negara.

2.      Bahasa Indonesia: Menyusun narasi sejarah lokal.

3.      TIK: Pembuatan timeline digital perjuangan Hamid Rusdi.

4.      BK: Refleksi jati diri dan kepedulian sosial.

 

Tujuan Pembelajaran

1.      Menjelaskan latar belakang dan perjuangan Hamid Rusdi di Kota Malang.

2.      Mengidentifikasi peran tokoh dan masyarakat Malang dalam mempertahankan kemerdekaan.

3.      Menganalisis nilai perjuangan lokal sebagai bagian dari perjuangan nasional.

4.      Menghasilkan karya kreatif bertema perjuangan Hamid Rusdi.

5.      Merefleksikan nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Topik Pembelajaran

Topik Pembelajaran “Perjuangan Lokal, Semangat Nasional: Hamid Rusdi dan Pertahanan Kota Malang”.

Praktik Pedagogis

Praktik Pedagogis Pendekatan Student-Centered Learning (SCL) dengan penguatan konteks sejarah lokal Malang.

Metode Pembelajaran

  1. Diskusi Kelompok
  2. Project-Based Learning (PBL)
  3. Presentasi
  4. Refleksi Individu
  5. Simulasi Sosial (Role Play)

Strategi Diferensiasi Konten, proses, dan produk disesuaikan dengan kemampuan dan minat murid.

 

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan Pembelajaran

• Orang Tua: Diskusi sejarah lokal keluarga.

• Komite Sekolah: Dukungan sarana pameran sejarah lokal.

• Siswa/OSIS: Kampanye sejarah lokal Malang.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

  • Ruang Kelas Kolaboratif: Kursi dan meja disusun fleksibel agar siswa dapat berdiskusi, menganalisis sejarah Kebangkitan Nasional, dan melakukan presentasi kelompok.
  • Aula/Selasar Sekolah: Tempat untuk pameran poster, dramatik perjuangan Budi Utomo, atau gelar karya kampanye “Semangat Persatuan dan Solidaritas Generasi Muda”.
  • Perpustakaan/Sudut Literasi: Ruang mencari referensi tentang tokoh Budi Utomo, sejarah Kebangkitan Nasional, dan nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan kehidupan modern.
  • Ruang BK: Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi secara personal tentang tantangan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, dan penerapan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Budaya Belajar

  • Budaya Reflektif: Mendorong siswa mengevaluasi nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam konteks sejarah dan kehidupan masa kini.
  • Budaya Kolaboratif dan Inklusif: Semua siswa aktif terlibat, saling menghargai, bekerja sama dalam proyek kelompok, dan menghormati perbedaan pendapat.
  • Budaya Aktif dan Positif: Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide kreatif melalui drama, poster, dan presentasi, serta menginternalisasi nilai persatuan dan solidaritas sebagai perilaku nyata.

 

Pemanfaatan Digital

Ruang Virtual

  • Google Classroom / Microsoft Teams:
    Digunakan untuk mengunggah materi sejarah Kebangkitan Nasional, tugas proyek kelompok, forum diskusi tentang nilai persatuan, dan penilaian reflektif secara daring.
  • Padlet / Jamboard:
    Media kolaboratif untuk menyusun ide kampanye “Semangat Persatuan dan Solidaritas Generasi Muda”, membuat peta konsep tentang tokoh dan organisasi Budi Utomo, serta memvisualisasikan hubungan nilai sejarah dengan kehidupan modern.
  • YouTube / Canva / TikTok (terkendali):
    Sarana kreatif bagi siswa untuk membuat dan menyebarkan konten edukatif tentang nilai persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial, serta mengekspresikan pemahaman mereka melalui poster digital, video pendek, atau animasi edukatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

  1. Orientasi yang Bermakna (3 menit)

• Guru menyapa peserta didik dengan hangat, mengecek kehadiran, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan inklusif.

• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan mempelajari perjuangan seorang pahlawan lokal Kota Malang, yaitu Hamid Rusdi, dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui pembelajaran ini, kita tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga meneladani nilai keberanian, cinta tanah air, dan pengorbanan yang relevan dengan kehidupan kita sebagai pelajar.”

  1. Apersepsi Kontekstual (5 menit)

         Guru menampilkan foto Kota Malang tempo dulu, peta wilayah Malang pada masa revolusi fisik, dan cuplikan singkat perjuangan rakyat Malang.

         Guru mengajukan pertanyaan pemantik:

·     “Apakah kalian tahu bahwa Kota Malang pernah menjadi wilayah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan?”

·     “Mengapa perjuangan di daerah juga sangat menentukan keberhasilan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaannya?”

  1. Motivasi yang Menggembirakan (5 menit)

             Guru menyampaikan tantangan pembelajaran: “Di akhir pembelajaran, kalian akan membuat karya sejarah lokal tentang perjuangan Hamid Rusdi yang akan kita pamerkan sebagai bukti bahwa generasi muda Malang bangga terhadap sejarah daerahnya.”

             Guru menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Malang dan mengaitkan dengan identitas pelajar Pancasila.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

  1. Penyampaian Materi Kontekstual (15 menit)

         Guru menjelaskan latar belakang kondisi Kota Malang setelah Proklamasi 1945.

         Peran Hamid Rusdi sebagai tokoh pejuang lokal dalam mengorganisasi perlawanan rakyat Malang terhadap Sekutu dan NICA.

         Guru menekankan keterkaitan perjuangan lokal Malang dengan perjuangan nasional mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

  1. Diskusi Kelas dan Kelompok (15 menit)

Pertanyaan pemicu diskusi kelas:

o   “Mengapa perjuangan Hamid Rusdi dan rakyat Malang penting bagi sejarah Indonesia?”

o   “Apa risiko yang dihadapi pejuang lokal dalam mempertahankan kemerdekaan?” • Diskusi kelompok:

o   Tantangan perjuangan di Kota Malang

o   Nilai-nilai perjuangan yang ditunjukkan Hamid Rusdi

o   Relevansi nilai perjuangan tersebut dengan kehidupan pelajar saat ini

  1. Penguatan Konsep oleh Guru (15 menit) • Guru merangkum hasil diskusi dan menegaskan konsep:

·     Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya terjadi di pusat pemerintahan, tetapi juga di daerah.

·     Peran tokoh lokal sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

·     Nilai patriotisme, keberanian, dan pengorbanan sebagai fondasi persatuan bangsa.

 

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

  1. Proyek Mini Sejarah Lokal (30 menit) • Peserta didik bekerja dalam kelompok heterogen. • Setiap kelompok memilih salah satu produk:

·        Poster edukatif “Hamid Rusdi: Pahlawan Kota Malang”

·        Timeline visual perjuangan rakyat Malang

·        Drama mini atau role play peristiwa perjuangan

·        Video pendek dokumenter sejarah lokal • Setiap karya wajib memuat:

·        Fakta sejarah utama

·        Nilai perjuangan

·        Pesan moral bagi generasi muda

  1. Presentasi dan Umpan Balik (15 menit) • Kelompok mempresentasikan hasil karya di depan kelas. • Teman sebaya memberikan umpan balik positif. • Guru menguatkan makna sejarah dan keterampilan komunikasi siswa.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

  1. Refleksi Individu Tertulis (15 menit) • Peserta didik menuliskan refleksi pribadi dengan panduan:
  • “Nilai perjuangan apa dari Hamid Rusdi yang paling menginspirasi saya?”
  • “Bagaimana saya dapat menerapkan nilai tersebut di sekolah dan lingkungan sekitar?”
  1. Diskusi Refleksi Kelas (15 menit) • Beberapa siswa membacakan refleksinya. • Guru memfasilitasi diskusi tentang peran pelajar sebagai penerus nilai perjuangan.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

·       Refleksi Akhir Pembelajaran

         Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran hari ini.

         Penegasan bahwa menghargai pahlawan lokal adalah bagian dari menjaga identitas bangsa.

·       Motivasi

         Guru memberikan pesan inspiratif: “Jika para pejuang dahulu rela berkorban nyawa demi kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.”

·       Tindak Lanjut

         Tugas rumah: Menyusun rencana aksi pribadi untuk menerapkan nilai perjuangan Hamid Rusdi di sekolah.

         Persiapan pertemuan berikutnya: pameran karya sejarah lokal.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Jenis Asesmen:

Asesmen Diri (Self-Assessment)

  • Bentuk Instrumen: Kuesioner sederhana dengan pilihan ganda dan pernyataan sikap yang dapat dijawab dengan setuju, tidak setuju, atau ragu-ragu.
  • Tujuan: Mengukur pengetahuan awal siswa, sikap mereka terhadap nilai persatuan bangsa, serta pemahaman awal tentang pentingnya menjaga integrasi bangsa melalui contoh semangat Kebangkitan Nasional.

 

Bentuk Instrumen:

  1. Pilihan Ganda (untuk mengetahui pemahaman awal tentang materi Kebangkitan Nasional)
  2. Pernyataan Sikap (untuk mengetahui pandangan dan sikap siswa terkait persatuan bangsa dan partisipasi dalam kegiatan positif)

 

Cara Penilaian:

  • Pilihan Ganda: Jawaban yang tepat menunjukkan pemahaman siswa tentang konsep Kebangkitan Nasional, nilai persatuan, dan tanggung jawab individu.
  • Pernyataan Sikap: Respon siswa menunjukkan tingkat kesadaran dan motivasi mereka untuk meneladani nilai Kebangkitan Nasional dan berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan.
  • Hasil Asesmen Awal: Memberikan gambaran mengenai pengetahuan dasar, sikap, dan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran, proyek, atau kegiatan kreatif berikutnya.

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Jenis Asesmen:

Asesmen Proses (Formatif)

  • Bentuk Instrumen: Kuis singkat, tanya jawab, observasi, dan penilaian diri.
  • Tujuan: Menilai sejauh mana pemahaman siswa tentang materi Kebangkitan Nasional (Budi Utomo hingga Sumpah Pemuda), serta memberikan umpan balik agar pembelajaran dapat disesuaikan jika diperlukan.

 

Bentuk Instrumen:

  1. Kuis Singkat – mengevaluasi pemahaman konten secara langsung.
  2. Tanya Jawab Kelas – menilai keterlibatan siswa dan kemampuan menjawab spontan.
  3. Observasi Sikap – mengevaluasi partisipasi, kerja sama, dan inisiatif siswa dalam diskusi dan proyek.
  4. Penilaian Diri (Self-Assessment) – mengetahui sejauh mana siswa merasa memahami materi.

 

3. Observasi Sikap (Selama Diskusi Kelompok atau Proyek Mini)

Tujuan: Mengamati sikap siswa dalam diskusi kelompok dan kerja sama mereka.
Kegiatan: Guru mengamati partisipasi siswa selama diskusi kelompok, proyek kreatif, atau presentasi.

Indikator yang Diamati:

  1. Siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok.
  2. Siswa menghargai pendapat teman sekelompok.
  3. Siswa menunjukkan kerja sama dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.
  4. Siswa mampu menyampaikan ide secara jelas dan percaya diri.

 

4. Penilaian Diri (Self-Assessment) (5 menit)

Tujuan: Mengetahui sejauh mana siswa merasa memahami materi Kebangkitan Nasional.
Kegiatan: Siswa diminta mengevaluasi diri mereka sendiri dengan pertanyaan sederhana.

 

Cara Penilaian:

  • Kuis Singkat: Menilai pemahaman siswa terhadap fakta, konsep, dan peristiwa Kebangkitan Nasional.
  • Tanya Jawab Kelas: Memberikan umpan balik langsung, mengidentifikasi kesulitan siswa.
  • Observasi Sikap: Menilai keterlibatan aktif, kerja sama, dan keberanian mengemukakan ide.
  • Penilaian Diri: Membantu siswa secara reflektif menilai penguasaan materi dan menentukan area yang perlu diperbaiki.

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Asesmen Akhir / Unjuk Kerja

Jenis Asesmen:

Asesmen Produk dan Kinerja

Bentuk Instrumen: Proyek mini, presentasi kelompok, atau karya kreatif.

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Pemahaman Materi

Memahami dengan sangat baik peristiwa Budi Utomo hingga Sumpah Pemuda, nilai sejarah, dan relevansinya saat ini

Memahami cukup baik peristiwa dan nilai sejarah, sedikit kesalahan minor

Memahami sebagian peristiwa dan nilai sejarah, beberapa kesalahan

Kurang memahami peristiwa dan nilai sejarah, banyak kesalahan

Kreativitas & Inovasi

Karya sangat kreatif, menarik, orisinal, menyampaikan pesan dengan jelas

Karya cukup kreatif dan menarik, pesan disampaikan dengan baik

Karya sederhana, pesan kurang jelas

Karya tidak kreatif, pesan sulit dipahami

Kolaborasi & Kerja Sama

Semua anggota aktif berkontribusi, bekerja sama sangat baik

Sebagian besar anggota aktif, kerja sama baik

Beberapa anggota aktif, kerja sama kurang

Hanya sebagian kecil anggota aktif, kerja sama lemah

Komunikasi & Presentasi

Presentasi jelas, lancar, meyakinkan, menjawab pertanyaan dengan baik

Presentasi cukup jelas dan lancar, menjawab sebagian pertanyaan

Presentasi kurang jelas, sulit dipahami, jawaban terbatas

Presentasi tidak jelas, sulit dipahami, tidak mampu menjawab pertanyaan

Relevansi & Refleksi

Nilai sejarah diterapkan dengan sangat baik dalam konteks masa kini, refleksi mendalam

Nilai sejarah diterapkan cukup baik, refleksi memadai

Nilai sejarah diterapkan terbatas, refleksi dangkal

Nilai sejarah tidak diterapkan, refleksi minim

  • Tujuan: Menilai pemahaman mendalam siswa tentang Kebangkitan Nasional, kemampuan mereka menganalisis nilai sejarah, serta keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.

 

Bentuk Instrumen:

  1. Proyek Mini Kampanye / Karya Kreatif
    • Bentuk: Poster, drama mini, video edukatif, peta konsep interaktif, atau infografis tentang peristiwa Kebangkitan Nasional.
    • Fokus Pesan:
      • Semangat persatuan pemuda Indonesia.
      • Nilai keberanian, solidaritas, dan tanggung jawab.
      • Relevansi nilai sejarah bagi pelajar masa kini.
  2. Presentasi Kelompok
    • Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas.
    • Menjelaskan makna sejarah, nilai yang dapat diteladani, dan bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan di lingkungan sekolah atau masyarakat.
  3. Refleksi Individu
    • Siswa menulis refleksi singkat tentang pengalaman bekerja dalam proyek, pembelajaran yang didapat, dan langkah pribadi untuk menerapkan nilai persatuan dan tanggung jawab.

 

Rubrik Penilaian Proyek / Presentasi

Skor Maksimal: 20
Keterangan:

  • 16–20 : Sangat Baik
  • 11–15 : Baik
  • 6–10 : Cukup
  • 1–5 : Perlu Perbaikan

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Sumber belajar

1. Buku Teks dan Buku Referensi

  1. Buku IPS Terpadu Kelas 9 (Erlangga, Yudhistira, atau penerbit lokal)
    • Bab: Sejarah Nasional – Kebangkitan Nasional dan Pergerakan Pemuda
    • Materi: Peristiwa Budi Utomo, Sarekat Islam, organisasi pemuda, Sumpah Pemuda
  2. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II – Nugroho Notosusanto
    • Fokus pada kronologi pergerakan nasional dan peran pemuda

2. Artikel dan Publikasi Digital

  1. Sejarah Nasional Indonesia Online – https://www.sejarah-nusantara.com
    • Artikel ringkas dan ilustrasi kronologi pergerakan nasional

2.      https://sumarnoguritno.blogspot.com/2025/11/peristiwa-penting-dalam-sejarah_18.html

3.       

3. Media Audio-Visual

  1. Video Edukasi di YouTube
    • “Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia” (durasi 5–10 menit, animasi edukatif)
    • “Pergerakan Pemuda Indonesia hingga Sumpah Pemuda”

 

4. Sumber Belajar Interaktif

  1. Google Arts & Culture – Indonesia History
    • Visualisasi foto, peta, dan artefak sejarah pergerakan nasional
  2. Padlet / Jamboard
    • Media untuk siswa membuat timeline interaktif atau peta konsep pergerakan nasional
  3. Kahoot / Quizizz
    • Kuis interaktif tentang peristiwa Budi Utomo, Sumpah Pemuda, dan tokoh-tokohnya

 

5. Sumber Lokal / Kontekstual

  1. Artikel atau Majalah Sekolah
    • Karya siswa tentang peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...