PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
Terintegrasi
Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
SEKOLAH :
SMPN 8 Malang
NAMA GURU :
Drs. Sumarno
MATA PELAJARAN :
IPS
KELAS / SEMESTER / FASE :
VIII / 2 / D
ALOKASI WAKTU :
2 X (3 x 45) menit
MATERI :
Kegiatan Ekonomi melalui Lembaga Keuangan Terintegrasi Pola Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS)
|
IDENTIFIKASI
|
Peserta
Didik
|
Peserta Didik
1. Kemampuan Awal
- Sebagian
besar peserta didik telah menggunakan lembaga keuangan (bank, koperasi
sekolah, e-wallet).
- Peserta
didik mengenal kegiatan ekonomi (menabung, membeli kebutuhan, transaksi
digital).
- Pemahaman
hubungan lembaga keuangan dengan kesehatan, kebersihan, dan
kesejahteraan hidup (PHBS) masih terbatas.
- Peserta
didik belum menyadari bahwa pengelolaan keuangan berpengaruh terhadap
pola hidup sehat.
2. Karakteristik
Peserta Didik
- Latar
belakang sosial ekonomi keluarga beragam.
- Hidup di
era ekonomi digital dan transaksi non-tunai.
- Menyukai
pembelajaran kontekstual, visual, dan berbasis masalah nyata.
- Mulai
membangun kesadaran hidup bersih dan sehat di sekolah dan rumah.
3. Kebutuhan Khusus
- 1–2
peserta didik ABK ringan membutuhkan pendampingan membaca dan memahami
istilah ekonomi.
- Peserta
didik dengan literasi rendah memerlukan contoh konkret, gambar, dan
simulasi.
4. Strategi
Diferensiasi
- Diferensiasi
konten melalui visual, video, dan contoh nyata.
- Diferensiasi
proses melalui diskusi kelompok heterogen.
- Diferensiasi
produk melalui pilihan proyek (poster, video, drama, infografis).
- Pendampingan
khusus bagi siswa yang membutuhkan.
|
|
Materi
Pelajaran
|
1. Pengetahuan Faktual
- Pengertian kegiatan ekonomi.
- Fungsi lembaga keuangan (menghimpun,
menyalurkan, layanan).
- Contoh lembaga keuangan (bank, koperasi,
fintech).
- Pengertian Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
2. Pengetahuan Konseptual
- Hubungan lembaga keuangan dengan kegiatan
ekonomi masyarakat.
- Keterkaitan pengelolaan keuangan dengan
pemenuhan kebutuhan hidup sehat.
- Peran lembaga keuangan dalam mendukung ekonomi
sehat dan berkelanjutan.
3. Pengetahuan Prosedural
- Cara menganalisis peran lembaga keuangan dalam
kegiatan ekonomi masyarakat.
- Cara menyusun kampanye literasi keuangan dan
PHBS.
- Langkah merancang pesan hidup sehat berbasis
ekonomi bijak.
4. Pengetahuan Metakognitif
- Kesadaran bahwa pengelolaan uang berpengaruh
pada kualitas hidup dan kesehatan.
- Refleksi sikap konsumtif vs hidup sehat dan
hemat.
|
|
Dimensi Profil Lulusan (DPL)
|
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
|
|
|
|
DPL 1
Keimanan dan ketakwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
DPL 2
Kewargaan
DPL 3
Penalaran Kritis
DPL 4
Kreativitas
|
DPL 5
Kolaborasi
DPL 6
Kemandirian
DPL 7
Kesehatan
DPL 8
Komunikasi
|
|
|
DESAIN
PEMBELAJARAN
|
Capaian
Pembelajaran
|
Mengidentifikasi
upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga,
pasar, Lembaga keuangan, perdagangan internasional; menelaah peran masyarakat
dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi
Indonesia menjadi negara maju
|
|
Lintas
Disiplin Ilmu
|
1. PKn – Tanggung jawab ekonomi dan kesehatan warga negara
2. Bahasa Indonesia – Poster dan presentasi kampanye
3. Informatika – Infografis digital PHBS & keuangan
4. BK – Refleksi gaya hidup sehat dan pengelolaan uang
5. IPA – Konsep kesehatan dan kebersihan lingkungan
|
|
Tujuan
Pembelajaran
|
Peserta didik mampu:
- Menjelaskan kegiatan ekonomi melalui lembaga
keuangan.
- Menganalisis peran lembaga keuangan dalam
mendukung kesejahteraan dan kesehatan.
- Mengaitkan pengelolaan keuangan dengan PHBS.
- Menyusun kampanye literasi keuangan dan hidup
sehat.
- Menunjukkan sikap bijak, bersih, sehat, dan
bertanggung jawab.
|
|
Topik
Pembelajaran
|
“Kegiatan Ekonomi Sehat melalui Lembaga Keuangan”
|
|
Praktik
Pedagogis
|
PRAKTIK PEDAGOGIS
A. Pendekatan
Pembelajaran
Student-Centered
Learning (SCL) berbasis Deep Learning
Pendekatan ini
menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran dengan guru
sebagai fasilitator dan pembimbing reflektif. Pembelajaran menekankan
keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami konsep, mengaplikasikan
pengetahuan, dan merefleksikan pengalaman belajar secara sadar, bermakna, dan
menyenangkan.
Penekanan
Pendekatan:
- Pembelajaran
Kontekstual
Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik (menabung,
koperasi sekolah, transaksi digital, UMKM sekitar, pemenuhan kebutuhan
hidup sehat).
- Kesadaran
Ekonomi & Kesehatan
Peserta didik memahami keterkaitan pengelolaan keuangan dengan
kesejahteraan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Refleksi Sikap
Hidup Sehat & Bijak Finansial
Peserta didik dilatih mengevaluasi perilaku ekonomi dan kebiasaan
hidupnya.
- Keterlibatan
Aktif dan Menyenangkan
Pembelajaran dilaksanakan melalui diskusi, proyek kreatif, presentasi,
dan refleksi terbuka.
B. Model
Pembelajaran
|
Model
|
Implementasi
dalam Pembelajaran
|
|
Problem Based
Learning (PBL)
|
Peserta didik
menganalisis permasalahan ekonomi masyarakat terkait peran lembaga keuangan
dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendukung hidup sehat.
|
|
Project Based
Learning (PjBL)
|
Peserta didik
merancang dan menghasilkan proyek kampanye literasi keuangan dan PHBS dalam
bentuk poster, infografis, video, atau drama mini.
|
|
Experiential
Learning
|
Peserta didik
belajar dari pengalaman nyata melalui studi kasus koperasi sekolah, UMKM
sekitar, dan praktik transaksi ekonomi digital.
|
|
|
Kemitraan
Pembelajaran
|
1. Orang Tua/Wali
- Edukasi pengelolaan uang & PHBS keluarga
- Contoh hidup sehat dan hemat
- Diskusi kebiasaan belanja sehat
2. Komite Sekolah
- Dukungan kegiatan literasi keuangan & PHBS
- Fasilitasi pameran karya siswa
3. DUDIKA
- UMKM sehat
- Studi kasus QRIS & usaha bersih
4. Siswa Sebaya
- Duta Literasi Keuangan & PHBS
- Kampanye sekolah sehat
|
|
Lingkungan
Pembelajaran
|
1. Lingkungan Fisik
- Ruang Kelas Kolaboratif
- Meja fleksibel untuk diskusi dan kerja
kelompok.
- Papan ide untuk peta konsep fungsi & peran
lembaga keuangan.
- Koperasi Sekolah
- Laboratorium nyata memahami fungsi koperasi.
- Simulasi pencatatan keuangan sederhana.
- Sudut Literasi Keuangan
- Brosur bank dan koperasi.
- Poster literasi keuangan.
- Contoh buku tabungan.
- Aula / Selasar Sekolah
- Pameran hasil proyek siswa.
- Gallery walk kampanye literasi keuangan.
2. Lingkungan Sosial & Budaya Belajar
- Budaya reflektif dan kritis.
- Budaya kolaboratif dan inklusif.
- Budaya bertanggung jawab dalam aktivitas
ekonomi.
- Budaya anti-konsumtif dan anti-perilaku boros.
|
|
Pemanfaatan
Digital
|
Platform & Fungsinya
- Google Classroom / Microsoft Teams
- Materi ajar
- LKPD digital
- Pengumpulan tugas
- Refleksi individu
- Padlet / Jamboard
- Peta konsep fungsi & peran lembaga
keuangan.
- Diskusi ide kampanye.
- Canva
- Poster dan infografis literasi keuangan.
- CapCut / YouTube (terkendali)
- Google Form
- Asesmen awal
- Asesmen akhir
- Refleksi siswa
- Website Resmi OJK & BI
- Materi literasi keuangan aman dan terpercaya.
|
|
PENGALAMAN
BELAJAR
|
AWAL
(tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
|
|
1. Tahap Awal (Orientasi
& Apersepsi) – ±15 Menit
A. Orientasi Pembelajaran
(±5 Menit)
- Guru memberi salam, memimpin doa, dan melakukan pengecekan
kehadiran peserta didik.
- Guru menciptakan suasana kelas yang kondusif, aman, dan
menyenangkan dengan komunikasi positif.
- Guru menyampaikan konteks pembelajaran hari ini dengan
mengaitkan isu kehidupan nyata, misalnya:
- kebutuhan makan sehat,
- biaya pendidikan,
- biaya kebersihan dan kesehatan keluarga.
- Guru menyampaikan gambaran umum materi pembelajaran tentang kegiatan
ekonomi melalui lembaga keuangan dan kaitannya dengan kesejahteraan
serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Guru menumbuhkan motivasi belajar dengan menjelaskan pentingnya
materi bagi kehidupan peserta didik saat ini dan masa depan.
B. Apersepsi dan Aktivasi
Pengetahuan Awal
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik bertahap untuk
menggali pengalaman peserta didik:
- “Dari mana uang yang
digunakan keluarga kalian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?”
- “Apakah keluarga
kalian pernah menabung di bank atau koperasi?”
- “Siapa yang pernah
menggunakan e-wallet atau pembayaran digital?”
- Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan konsep kegiatan
ekonomi dan lembaga keuangan.
- Guru mengajak peserta didik menceritakan contoh nyata:
- menabung untuk membeli kebutuhan sekolah,
- membayar layanan kesehatan,
- membeli makanan sehat.
- Guru menuliskan kata kunci dari jawaban peserta didik di papan
tulis (misalnya: menabung, bank, koperasi, sehat, kebutuhan hidup).
- Guru memberikan penguatan awal bahwa pengelolaan keuangan yang
baik membantu keluarga hidup lebih sehat dan sejahtera.
C. Pengkondisian Fokus
dan Tujuan Pembelajaran (±3 Menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara jelas dan
komunikatif, meliputi:
- memahami fungsi dan peran lembaga keuangan,
- menganalisis perannya dalam kesejahteraan dan kesehatan
masyarakat,
- mengembangkan sikap bijak dalam mengelola keuangan.
- Guru menjelaskan manfaat pembelajaran bagi peserta didik,
antara lain:
- mampu mengelola uang saku dengan bijak,
- memahami pentingnya menabung,
- mendukung pola hidup bersih dan sehat.
- Guru menyampaikan garis besar aktivitas pembelajaran yang
akan dilakukan:
- diskusi kasus nyata,
- proyek kampanye literasi keuangan dan PHBS,
- refleksi sikap dan pengalaman belajar.
D. Penumbuhan Kesadaran
dan Kesiapan Belajar
- Guru mengajak peserta didik merefleksikan secara singkat:
- “Apakah selama ini
kita sudah menggunakan uang secara bijak?”
- “Apakah pengeluaran
kita sudah mendukung hidup sehat?”
- Guru menekankan bahwa pembelajaran hari ini tidak hanya untuk
memahami materi, tetapi juga untuk membentuk sikap hidup bertanggung
jawab, sehat, dan berkelanjutan.
- Guru memastikan seluruh peserta didik siap mengikuti
pembelajaran dan mengarahkan mereka ke kegiatan inti.
|
|
INTI
|
|
Pada
tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
|
|
Memahami
(Bermakna, Berkesadaran) 40 menit
|
|
A. MEMAHAMI (±40 Menit)
(Bermakna & Berkesadaran)
1. Eksplorasi Konsep Terbimbing (±15 Menit)
- Guru
menampilkan media visual (gambar/video singkat) tentang:
- aktivitas
masyarakat di bank, koperasi, dan layanan keuangan digital,
- contoh
pemenuhan kebutuhan hidup sehat (makanan bergizi, sanitasi, pendidikan,
kesehatan).
- Guru
mengajukan pertanyaan pemantik lanjutan:
- “Mengapa
masyarakat membutuhkan lembaga keuangan?”
- “Apa
yang terjadi jika masyarakat tidak memiliki akses ke lembaga keuangan?”
- Peserta
didik diminta mengamati dan mencatat informasi penting.
- Guru
menjelaskan secara bertahap fungsi lembaga keuangan, meliputi:
- menghimpun
dana dari masyarakat,
- menyalurkan
dana dalam bentuk kredit atau pembiayaan,
- memberikan
layanan keuangan (tabungan, pembayaran digital, asuransi).
- Guru
mengaitkan fungsi tersebut dengan kehidupan sehari-hari peserta didik
dan keluarga.
2. Pemahaman Konseptual Terstruktur (±10 Menit)
- Guru
menjelaskan peran lembaga keuangan, antara lain:
- meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,
- mendukung
UMKM dan ekonomi lokal,
- mendorong
pertumbuhan ekonomi digital,
- membantu
pemenuhan kebutuhan hidup bersih dan sehat.
- Peserta
didik mencatat poin penting dalam lembar kerja.
- Guru
menekankan keterkaitan antara:
- pengelolaan
keuangan yang baik,
- pemenuhan
kebutuhan hidup sehat,
- kesejahteraan
jangka panjang.
3. Diskusi Kelompok Terstruktur (±10 Menit)
- Peserta
didik dibagi ke dalam kelompok heterogen.
- Setiap
kelompok memperoleh studi kasus berbeda, misalnya:
- petani
yang membutuhkan modal,
- pedagang
kecil,
- pelajar
yang menabung,
- UMKM
yang menggunakan pembayaran digital.
- Setiap
kelompok mendiskusikan:
- peran
lembaga keuangan dalam kasus tersebut,
- manfaatnya
bagi kesejahteraan dan kesehatan,
- risiko
jika tidak mengelola keuangan dengan baik.
- Perwakilan
kelompok menyampaikan hasil diskusi secara singkat.
4. Penguatan dan Klarifikasi Guru (±5 Menit)
- Guru
memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi.
- Guru
menegaskan nilai-nilai karakter:
- tanggung
jawab,
- keadilan
ekonomi,
- kehati-hatian
finansial,
- kepedulian
terhadap kesehatan.
- Guru
menyimpulkan hasil tahap memahami sebagai bekal tahap aplikasi.
|
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) 35 menit
|
|
(Menggembirakan & Aplikatif)
1. Pengenalan Proyek Mini (±5 Menit)
- Guru menjelaskan Proyek Mini Kelompok:
“Kampanye Literasi Keuangan dan Hidup Sehat”.
- Guru menyampaikan tujuan proyek:
- menerapkan pemahaman tentang lembaga keuangan,
- menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan bijak
finansial.
- Guru menjelaskan kriteria keberhasilan proyek.
2. Perencanaan Proyek Kelompok (±10 Menit)
- Peserta didik menentukan:
- sasaran kampanye (pelajar, keluarga,
masyarakat),
- pesan utama kampanye,
- media yang digunakan.
- Guru membimbing kelompok yang mengalami
kesulitan.
- Peserta didik menyusun konsep produk kampanye.
3. Pembuatan Produk Kampanye (±15 Menit)
- Peserta didik bekerja sama menghasilkan produk
berupa:
- poster edukatif,
- infografis,
- video singkat,
- drama mini.
- Guru memantau, memberi umpan balik, dan
mendorong kreativitas.
- Peserta didik memastikan pesan kampanye mudah
dipahami dan menarik.
4. Presentasi dan Umpan Balik (±5 Menit)
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil
karyanya.
- Kelompok lain memberikan tanggapan secara
santun.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan.
|
|
Merefleksi
(Berkesadaran)
|
|
(Berkesadaran & Reflektif)
1. Refleksi Individu Tertulis (±15 Menit)
Peserta didik menjawab pertanyaan reflektif:
- Apa peran lembaga keuangan dalam kehidupan saya
dan keluarga?
- Sikap finansial apa yang perlu saya perbaiki?
- Bagaimana pengelolaan uang dapat mendukung
hidup bersih dan sehat?
- Nilai apa yang saya pelajari dari pembelajaran
hari ini?
2. Refleksi Kelas dan Penguatan Karakter (±10 Menit)
- Guru mengajak peserta didik berbagi hasil
refleksi secara sukarela.
- Diskusi kelas difokuskan pada perubahan sikap
dan kesadaran.
- Guru menegaskan kembali nilai:
- hidup hemat dan sehat,
- tanggung jawab ekonomi,
- kepedulian sosial.
- Guru mengaitkan refleksi dengan kehidupan nyata
peserta didik.
Hasil yang Diharapkan dari Kegiatan Inti
- Peserta didik memahami konsep lembaga keuangan
secara mendalam.
- Peserta didik mampu menerapkan pengetahuan
dalam konteks nyata.
- Peserta didik memiliki kesadaran finansial dan
hidup sehat.
- Terbentuk sikap kritis, kreatif, kolaboratif,
dan bertanggung jawab.
|
|
PENUTUP
(berkesadaran, bermakna) 5 menit
|
|
1. Refleksi Materi (±5 Menit)
(Bermakna)
- Guru mengajak peserta didik mengulas kembali
materi utama melalui tanya jawab terbimbing:
- “Apa fungsi utama lembaga keuangan dalam
kehidupan masyarakat?”
- “Bagaimana peran lembaga keuangan dalam
meningkatkan kesejahteraan dan hidup sehat?”
- Peserta didik menyampaikan poin-poin penting
yang telah dipelajari, antara lain:
- fungsi menghimpun dan menyalurkan dana,
- peran lembaga keuangan bagi pelajar, keluarga,
dan masyarakat,
- hubungan antara pengelolaan keuangan dengan
kesehatan dan kesejahteraan.
- Guru menuliskan kesimpulan inti di papan tulis
sebagai penguatan konsep.
2. Refleksi Sikap dan Nilai Karakter (±4 Menit)
(Berkesadaran)
- Guru mengarahkan peserta didik untuk
merefleksikan sikap pribadi melalui pertanyaan:
- “Sikap apa yang perlu kalian ubah dalam
mengelola uang?”
- “Bagaimana cara kalian bersikap bijak terhadap
penggunaan uang digital?”
- Peserta didik menyampaikan refleksi secara
lisan atau tertulis singkat.
- Guru menegaskan nilai karakter yang
dikembangkan dalam pembelajaran:
- tanggung jawab finansial,
- kejujuran dan kehati-hatian,
- hidup hemat dan tidak konsumtif,
- kepedulian terhadap kesehatan diri dan
lingkungan.
3. Penguatan Makna dan Motivasi (±3 Menit)
(Inspiratif & Kontekstual)
- Guru memberikan pesan motivatif:
“Orang yang sejahtera bukan hanya yang memiliki
banyak uang, tetapi yang mampu mengelolanya dengan bijak untuk hidup sehat
dan bermanfaat bagi orang lain.”
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan
nyata peserta didik:
- kebiasaan menabung,
- pengelolaan uang jajan,
- penggunaan e-wallet secara bertanggung jawab.
- Guru menekankan bahwa literasi keuangan
merupakan bekal penting untuk masa depan.
4. Tindak Lanjut Pembelajaran (±2 Menit)
(Berorientasi Aksi Nyata)
- Guru memberikan tugas lanjutan sebagai
penerapan nyata:
- mencatat pengeluaran dan pemasukan uang jajan
selama 1 minggu,
- menuliskan refleksi singkat tentang perubahan
kebiasaan keuangan.
- Guru menjelaskan bahwa tugas tersebut akan
menjadi bahan refleksi pada pertemuan berikutnya.
5. Informasi Pembelajaran Selanjutnya (±1 Menit)
- Guru menyampaikan gambaran singkat materi atau
aktivitas pembelajaran berikutnya.
- Guru memberikan pilihan model pembelajaran yang
akan digunakan:
- diskusi lanjutan,
- simulasi,
- proyek,
- presentasi,
- gallery walk.
- Guru menyampaikan bentuk evaluasi yang akan
digunakan:
- tes tertulis,
- proyek,
- portofolio,
- refleksi diri.
6. Penutup (±1 Menit)
- Guru mengucapkan terima kasih atas partisipasi
aktif peserta didik.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa sesuai
agama dan keyakinan masing-masing.
- Guru mengingatkan peserta didik untuk
menerapkan sikap bijak finansial dalam kehidupan sehari-hari.
|
|
ASESMEN
PEMBELAJARAN
|
Asesmen pada Awal Pembelajaran
|
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
Waktu: ±10 menit
Tujuan:
- Mengetahui pengetahuan awal peserta didik
tentang lembaga keuangan.
- Mengidentifikasi miskonsepsi terkait
pengelolaan keuangan dan PHBS.
- Menentukan strategi pembelajaran dan
diferensiasi.
Bentuk Asesmen
- Tes tertulis singkat
- Pertanyaan lisan pemantik
- Observasi awal
Soal Asesmen Awal (Pilihan Ganda)
- Lembaga yang berfungsi menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkannya kembali disebut …
A. Lembaga sosial
B. Lembaga politik
C. Lembaga keuangan
D. Lembaga budaya
- Contoh kegiatan menghimpun dana adalah …
A. Memberikan kredit usaha
B. Menabung di bank atau koperasi
C. Membayar pajak
D. Membeli barang
- Salah satu peran lembaga keuangan bagi
kehidupan masyarakat adalah …
A. Menentukan hukum negara
B. Mengatur adat istiadat
C. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
D. Mengatur harga pasar
- Pembayaran non-tunai menggunakan QRIS atau
e-wallet termasuk peran lembaga keuangan dalam …
A. Ekonomi tradisional
B. Ekonomi digital
C. Ekonomi subsisten
D. Ekonomi agraris
- Menurut pendapatmu, apakah kebiasaan menabung
dapat mendukung hidup sehat?
A. Ya
B. Tidak
(jawaban dikonfirmasi melalui diskusi singkat)
Rubrik Asesmen Awal
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4–5
|
Pemahaman awal sangat baik
|
|
2–3
|
Pemahaman cukup
|
|
0–1
|
Pemahaman rendah (perlu pendampingan)
|
Tindak Lanjut Guru:
- Skor rendah → penguatan konsep &
pendampingan
- Skor tinggi → tutor sebaya
|
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran
|
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)
Waktu: Selama kegiatan inti
Tujuan:
- Menilai keterlibatan dan partisipasi aktif
peserta didik.
- Menilai kemampuan berpikir kritis, kolaborasi,
dan kreativitas.
- Menilai sikap dan karakter (PHBS & literasi
finansial).
1. Asesmen Diskusi Kelompok (Observasi)
Aspek yang Dinilai:
- Keaktifan berdiskusi
- Ketepatan analisis kasus
- Kerja sama kelompok
- Sikap saling menghargai
Rubrik Observasi Diskusi
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4
|
Sangat aktif, analisis sangat tepat, kerja sama
sangat baik
|
|
3
|
Aktif, analisis cukup tepat
|
|
2
|
Kurang aktif, analisis masih dangkal
|
|
1
|
Tidak terlibat
|
2. Asesmen Proyek Mini: Kampanye Literasi Keuangan
& PHBS
Produk: Poster / Infografis / Video / Drama Mini
Teknik: Penilaian kinerja & produk
Rubrik Penilaian Proyek
|
Aspek
|
Skor 4
|
Skor 3
|
Skor 2
|
Skor 1
|
|
Ketepatan Materi
|
Sangat lengkap & akurat
|
Cukup lengkap
|
Kurang tepat
|
Tidak sesuai
|
|
Kreativitas
|
Sangat kreatif & menarik
|
Kreatif
|
Kurang kreatif
|
Tidak kreatif
|
|
Pesan Edukatif
|
Sangat jelas & mengena
|
Cukup jelas
|
Kurang jelas
|
Tidak ada
|
|
Integrasi PHBS
|
Sangat kuat
|
Cukup terlihat
|
Kurang terlihat
|
Tidak ada
|
|
Kerja Sama
|
Sangat solid
|
Baik
|
Kurang
|
Tidak ada
|
3. Asesmen Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
Aspek Dinilai:
✔ Tanggung jawab
✔ Kejujuran
✔ Disiplin
✔ Hidup sehat & hemat
Rubrik Penilaian Sikap
|
Skor
|
Deskripsi
|
|
4
|
Konsisten menunjukkan sikap positif
|
|
3
|
Sering menunjukkan sikap positif
|
|
2
|
Kadang menunjukkan sikap positif
|
|
1
|
Belum menunjukkan sikap positif
|
|
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
|
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)
Waktu: ±20 menit
Tujuan:
- Mengukur pemahaman akhir konsep lembaga
keuangan.
- Menilai kemampuan analisis dan refleksi peserta
didik.
- Menilai keterkaitan keuangan dengan PHBS.
Soal Asesmen Akhir
A. Pilihan Ganda
- Fungsi utama lembaga keuangan adalah …
A. Mengatur kebijakan negara
B. Menghimpun dan menyalurkan dana
C. Mengatur perdagangan dunia
D. Mengatur budaya masyarakat
- Peran lembaga keuangan bagi UMKM adalah …
A. Mengurangi produksi
B. Memberikan akses permodalan
C. Mengatur tenaga kerja
D. Menentukan harga barang
- Contoh perilaku bijak menggunakan layanan
keuangan digital adalah …
A. Menggunakan pinjaman online tanpa pertimbangan
B. Menggunakan e-wallet sesuai kebutuhan dan mencatat pengeluaran
C. Berbelanja impulsif
D. Mengabaikan keamanan akun
B. Uraian
- Jelaskan tiga fungsi utama lembaga keuangan
beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari!
- Jelaskan hubungan antara pengelolaan
keuangan yang baik dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)!
- Mengapa sikap kehati-hatian penting dalam
menggunakan layanan keuangan digital?
Rubrik Penilaian Soal Uraian
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4
|
Jawaban sangat lengkap, runtut, dan tepat
|
|
3
|
Jawaban cukup lengkap
|
|
2
|
Jawaban kurang lengkap
|
|
1
|
Jawaban tidak tepat
|
D. REKAP PENILAIAN
|
Komponen
|
Bobot
|
|
Asesmen Awal
|
Diagnostik
|
|
Asesmen Proses
|
40%
|
|
Asesmen Akhir
|
60%
|
|
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.
|
|
Sumber belajar
|
- Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
SMP/MTs Kelas viii
Kurikulum Merdeka
Bab: Lembaga Keuangan dan Sistem Perekonomian Indonesia
Pemanfaatan:
- Rujukan
konsep dasar fungsi dan peran lembaga keuangan
- Acuan
capaian pembelajaran dan contoh kontekstual
- Penguatan
literasi ekonomi peserta didik
- Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI
Buku Guru dan Buku Siswa IPS
SMP
Kurikulum 2013 (Revisi)
Pemanfaatan:
- Pengayaan
materi dan pendekatan pedagogis
- Referensi
contoh soal dan aktivitas pembelajaran
B. Buku dan Modul Pendukung (Pengayaan Guru &
Peserta Didik)
- Otoritas
Jasa Keuangan (OJK)
Literasi Keuangan untuk Pelajar
Pemanfaatan:
- Edukasi
pengelolaan uang jajan
- Pemahaman
menabung, risiko pinjaman, dan perlindungan konsumen
- Penguatan
sikap bijak finansial sejak dini
- Bank
Indonesia (BI)
Mengenal Sistem Keuangan
Indonesia
Pemanfaatan:
- Pemahaman
fungsi bank dan sistem pembayaran
- Pengenalan
uang elektronik, QRIS, dan ekonomi digital
- Kementerian
Koperasi dan UKM Republik Indonesia
Koperasi dalam Perekonomian
Indonesia
Pemanfaatan:
- Prinsip
dan peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan
- Contoh
koperasi sekolah dan koperasi masyarakat
- Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia
Pedoman Pola Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS)
Pemanfaatan:
- Integrasi
literasi keuangan dengan kebiasaan hidup sehat
- Hubungan
pengelolaan keuangan dan pemenuhan kebutuhan kesehatan
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Kepala
SMP Negeri 8 Malang
Sri Nuryani M.Pd.
NIP.
19661116 199003 2 009
|
|
Malang, 14 April
2025
Guru
Mata Pelajaran
Drs Sumarno.
NIP.
1966308 200501 1 006
|
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Kegiatan
Ekonomi melalui Lembaga Keuangan Terintegrasi
Pola
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
A. Identitas LKPD
|
|
|
|
Sekolah
|
SMPN 8 Malang
|
|
Mata Pelajaran
|
IPS
|
|
Kelas/Semester
|
VIII/ Genap
|
|
Materi Pokok
|
Fungsi dan Peran
Lembaga Keuangan
|
|
Alokasi Waktu
|
2 x 40 menit
|
|
Model Pembelajaran
|
PBL & PjBL
|
|
Pendekatan
|
Deep Learning
(Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
|
|
Integrasi
|
PHBS, Literasi
Keuangan, Karakter Profil Pelajar Pancasila
|
B. Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengerjakan
LKPD ini, peserta didik mampu:
- Menjelaskan fungsi dan peran lembaga
keuangan secara benar.
- Mengaitkan lembaga keuangan dengan pemenuhan
kebutuhan hidup sehat (PHBS).
- Menganalisis permasalahan keuangan
masyarakat terkait kesehatan dan kesejahteraan.
- Menyusun solusi sederhana berbasis
literasi keuangan.
- Menunjukkan sikap bertanggung jawab,
hemat, dan sadar kesehatan.
C. Pengantar
Kontekstual (Berkesadaran)
Bacalah dengan
saksama!
Setiap hari manusia
membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat, seperti membeli makanan
bergizi, air bersih, sabun, obat, dan layanan kesehatan. Uang tersebut tidak
hanya disimpan di rumah, tetapi juga dikelola melalui lembaga keuangan
seperti bank, koperasi, atau dompet digital.
Cara mengelola uang yang baik akan membantu seseorang hidup lebih sehat dan
sejahtera.
D. Kegiatan 1 –
MEMAHAMI (Eksplorasi Konsep)
Petunjuk
Isilah tabel berikut
berdasarkan pemahaman kalian setelah membaca materi, mendengarkan penjelasan
guru, atau diskusi kelompok.
Tugas 1: Fungsi
Lembaga Keuangan
|
No
|
Fungsi Lembaga Keuangan
|
Penjelasan dengan Bahasa Sendiri
|
Contoh dalam Kehidupan
|
|
1
|
Menghimpun dana
|
|
|
|
2
|
Menyalurkan dana
|
|
|
|
3
|
Memberikan layanan
keuangan
|
|
|
Tugas 2: Peran
Lembaga Keuangan terhadap PHBS
|
No
|
Peran Lembaga
Keuangan
|
Hubungannya
dengan PHBS
|
|
1
|
Meningkatkan
kesejahteraan
|
|
|
2
|
Mendukung UMKM
|
|
|
3
|
Mendorong ekonomi
digital
|
|
E. Kegiatan 2 –
MEMAHAMI (Diskusi Kasus Nyata)
Studi Kasus
Bacalah kasus berikut:
Kasus 1 – Petani
Pak Sardi meminjam modal dari koperasi untuk membeli pupuk dan memperbaiki
sanitasi rumahnya.
Kasus 2 – Pedagang
Bu Lina menggunakan e-wallet untuk pembayaran agar lebih higienis dan cepat.
Kasus 3 – Pelajar
Rina menabung di bank untuk membeli sepatu olahraga dan bekal sehat.
Kasus 4 – UMKM
Usaha jus buah sehat mendapat kredit mikro dari bank.
Tugas 3: Analisis
Kelompok
|
Kelompok
|
Jenis Lembaga Keuangan
|
Manfaat Ekonomi
|
Dampak terhadap PHBS
|
|
Petani
|
|
|
|
|
Pedagang
|
|
|
|
|
Pelajar
|
|
|
|
|
UMKM
|
|
|
|
F. Kegiatan 3 –
MENGAPLIKASIKAN (Proyek Mini)
Kampanye Literasi
Keuangan & PHBS
Tujuan Proyek
Menyebarkan pemahaman
tentang pengelolaan keuangan yang mendukung hidup bersih dan sehat.
Langkah Kerja
- Tentukan sasaran kampanye:
☐ Pelajar
☐ Keluarga
☐ Pedagang
☐ Masyarakat umum
- Tentukan pesan utama kampanye:
- Contoh: Menabung untuk Hidup Sehat
- Pilih media kampanye:
☐ Poster
☐ Infografis
☐ Video
☐ Drama Mini
- Susun produk kampanye:
- Judul:
- Isi pesan:
- Ajakan PHBS:
- Siapkan presentasi kelompok.
Lembar Perencanaan
Proyek
|
Aspek
|
Isi
|
|
Sasaran kampanye
|
|
|
Pesan utama
|
|
|
Media
|
|
|
Nilai PHBS
|
|
|
Peran anggota
|
|
G. Kegiatan 4 –
MEREFLEKSIKAN (Refleksi Individu)
Jawablah dengan jujur
dan sungguh-sungguh.
- Apa peran lembaga keuangan dalam kehidupan
saya sehari-hari?
- Kebiasaan keuangan apa yang perlu saya
perbaiki agar hidup lebih sehat?
- Bagaimana saya bisa menerapkan PHBS
melalui pengelolaan uang?
- Nilai apa yang saya pelajari hari ini?
H. Refleksi Kelas
(Penguatan Karakter)
Diskusikan bersama
guru:
- Pentingnya hidup hemat
- Menabung untuk kesehatan
- Tanggung jawab dalam menggunakan uang
- Hubungan keuangan dan kualitas hidup
I. Kesimpulan
Pembelajaran (Ditulis Peserta Didik)
Tuliskan kesimpulan
kalian dalam 3–4 kalimat:
.....................................................................................
.....................................................................................
J. Tindak Lanjut
Tugas Rumah
Buatlah catatan
pengeluaran sehat selama 3 hari dan tandai:
- Pengeluaran sehat
- Pengeluaran tidak sehat
K. Nilai Karakter
& Profil Pelajar Pancasila
☑ Mandiri
☑ Bernalar kritis
☑ Gotong royong
☑ Bertanggung jawab
☑ Peduli kesehatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar