PERENCANAAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
PENDIDIKAN
ANTI NARKOBA
SEKOLAH : SMPN 8
Malang
NAMA GURU : Drs. Sumarno
MATA PELAJARAN : IPS
KELAS / SEMESTER / FASE : IX / 1 / D
ALOKASI WAKTU : 2 X (3 x 45) menit
MATERI :
Integrasi Bangsa dalam Masyarakat Majemuk (Pengertian,
Penjelasan, dan Bentuk Integrasi)
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
1. Kemampuan Awal •
Sebagian besar murid sudah memahami konsep keragaman sosial dan budaya di
Indonesia. • Beberapa murid memiliki pengetahuan dasar tentang persatuan dan
kesatuan, namun membutuhkan penjelasan tambahan tentang konsep integrasi
bangsa secara mendalam. 2. Karakteristik Peserta Didik • Murid berasal dari beragam latar belakang
sosial ekonomi, budaya, dan agama, sehingga pengalaman dan pengetahuan awal
berbeda-beda. • Tingkat motivasi belajar bervariasi;
sebagian aktif bertanya, sebagian lain lebih pasif. • Kemampuan literasi dan pemahaman bacaan
juga berbeda, terutama terkait teks sosiologi/sejarah. 3. Kebutuhan Khusus • Terdapat 1 murid ABK ringan yang
memerlukan pendekatan lebih fleksibel dan pendampingan dalam memahami materi.
• Terdapat 2 murid dengan kemampuan literasi
di bawah rata-rata, membutuhkan bantuan tambahan dalam membaca teks dan
menyimpulkan informasi. 4. Strategi Diferensiasi
|
||||||||||||||||
|
Materi
Pelajaran |
1.
Pengetahuan Faktual Materi faktual mencakup informasi dasar
yang dapat dikenali secara langsung oleh peserta didik. Dalam konteks ini,
pengetahuan faktual mencakup: •
Definisi integrasi bangsa sebagai proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya ke
dalam satu kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional. •
Fakta mengenai masyarakat
majemuk Indonesia, seperti keberagaman suku, agama,
ras, dan antargolongan (SARA). •
Informasi tentang dampak
negatif konflik sosial akibat kegagalan
integrasi. •
Data kasus penyalahgunaan
narkoba di kalangan pelajar yang menjadi
ancaman terhadap generasi penerus bangsa dan potensi memecah integrasi
sosial.
•
Konsep integrasi sosial dan nasionalisme sebagai bagian dari upaya
membangun persatuan di tengah keberagaman. •
Konsep peran individu
(pelajar), komunitas (masyarakat, sekolah, keluarga), dan pemerintah dalam membina semangat kebangsaan dan menjaga keutuhan bangsa. •
Konsep bentuk-bentuk
integrasi (koersif, normatif, fungsional) dalam
masyarakat majemuk. •
Konsep penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk penyimpangan sosial yang mengganggu harmoni dan
merusak integrasi sosial.
Pengetahuan ini
mencakup tahapan atau cara melakukan sesuatu yang sistematis. Materi yang
termasuk di dalamnya antara lain: •
Prosedur menganalisis kasus-kasus konflik sosial atau perpecahan yang disebabkan oleh
kurangnya integrasi. •
Langkah-langkah menyusun
kampanye atau deklarasi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN) sebagai upaya menjaga integrasi sosial di lingkungan sekolah.
• Cara menyampaikan laporan atau informasi kepada pihak
berwenang jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba yang mengancam
persatuan. •
Teknik membangun jejaring
komunitas yang mendukung integrasi bangsa dan
gaya hidup positif.
•
Kesadaran akan pentingnya
peran diri dalam menjaga keharmonisan
lingkungan sekolah sebagai bagian dari integrasi sosial. •
Kemampuan mengevaluasi dampak
perilaku menyimpang (termasuk penyalahgunaan
narkoba) terhadap diri sendiri, keluarga, dan bangsa. •
Strategi pribadi dalam
menjaga diri dari pengaruh negatif , seperti
memilih teman yang positif dan aktif dalam kegiatan sosial yang mendukung
integrasi. •
Kemampuan merancang solusi terhadap masalah integrasi dan penyalahgunaan narkoba melalui
kegiatan kolaboratif. |
|||||||||||||||||
|
Dimensi
Profil Lulusan (DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran |
|||||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Capaian
Pembelajaran |
Capaian Pembelajaran Peserta didik memahami konsep integrasi bangsa
dalam masyarakat majemuk, menganalisis faktor penghambat dan pendorong
integrasi, serta merancang upaya untuk menjaga keutuhan bangsa melalui
Project-Based Learning yang terintegrasi dengan Aksi Sekolah Bersih Narkoba
(ASBN) |
||||||||||||||||
|
Lintas
Disiplin Ilmu |
1.
Pendidikan Kewarganegaraan
(PKn) •
Keterkaitan: Menanamkan nilai-nilai kebangsaan, hak dan kewajiban warga negara,
serta pentingnya partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang
majemuk. •
Integrasi: Memperkuat pemahaman tentang peran pelajar sebagai warga negara
dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa di tengah keberagaman, termasuk
sikap menolak narkoba sebagai bentuk bela negara.
•
Keterkaitan : Mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan melalui teks
pidato, poster, esai, dan kampanye. •
Integrasi : Siswa bisa menulis teks persuasif bertema “Menjaga Integrasi
Bangsa, Menolak Narkoba”, atau membuat slogan kampanye integrasi bangsa dan
gaya hidup sehat.
•
Keterkaitan : Menjelaskan efek zat adiktif seperti narkoba terhadap tubuh
manusia. •
Integrasi : Siswa memahami bahwa narkoba bukan hanya masalah hukum dan
sosial, tapi juga masalah kesehatan yang merusak otak, saraf, dan sistem
tubuh, yang dapat mengganggu partisipasi individu dalam menjaga integrasi
bangsa.
•
Keterkaitan : Mendukung aspek pengembangan karakter, pengendalian diri, dan
pengambilan keputusan yang sehat. •
Integrasi : Memberi ruang bagi siswa untuk refleksi diri, membuat
keputusan positif, dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan sosial atau
konflik yang mengancam integrasi.
•
Keterkaitan : Penggunaan teknologi dalam menyampaikan pesan-pesan sosial
dan edukasi. •
Integrasi : Siswa bisa membuat video pendek, infografis digital, atau
presentasi multimedia tentang pentingnya integrasi bangsa dan bahaya narkoba. |
|||||||||||||||||
|
Tujuan
Pembelajaran |
1.
Peserta didik dapat menjelaskan
pengertian integrasi bangsa dan bentuk-bentuk integrasi
dalam masyarakat majemuk secara lisan atau tertulis. 2.
Peserta didik dapat menganalisis
faktor-faktor pendorong dan penghambat integrasi bangsa dalam
masyarakat majemuk berdasarkan studi kasus. 3.
Peserta didik dapat merancang
sebuah proyek kampanye yang menekankan pentingnya integrasi bangsa
dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau
masyarakat. 4.
Peserta didik dapat mempresentasikan
hasil proyek mereka dengan jelas dan persuasif. 5.
Peserta didik dapat menyimpulkan
pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keutuhan bangsa
dan menolak narkoba melalui refleksi individu. |
|||||||||||||||||
|
Topik
Pembelajaran |
"Membangun Integrasi Bangsa di Tengah Kemajemukan: Proyek
Pencegahan Narkoba di Sekolah" Topik ini menggabungkan pemahaman
tentang integrasi bangsa, tantangan kemajemukan, dan peran aktif siswa dalam
menjaga keutuhan bangsa melalui Project-Based Learning yang konkret dan
terintegrasi dengan upaya pencegahan narkoba. |
|||||||||||||||||
|
Praktik
Pedagogis |
•
Project-Based Learning (PBL): Pembelajaran berbasis proyek yang menuntut siswa untuk menghasilkan
produk nyata sebagai solusi dari suatu masalah, dalam hal ini adalah kampanye
integrasi bangsa dan anti-narkoba. •
Student-Centered Learning
(SCL): Pembelajaran berpusat pada murid, mendorong
inisiatif, kolaborasi, dan kreativitas siswa. • Project-Based Learning (PBL): •
Tahap 1: Penentuan Pertanyaan
Mendasar (Start with the Essential Question):
Guru mengajukan pertanyaan esensial yang menantang dan memancing penyelidikan
siswa, misal: "Bagaimana kita, sebagai pelajar di tengah masyarakat
majemuk, dapat membangun integrasi bangsa yang kuat sekaligus mencegah
ancaman narkoba di lingkungan sekolah?" •
Tahap 2: Mendesain
Perencanaan Proyek (Design a Plan for the
Project): Siswa secara berkelompok merencanakan proyek kampanye (poster,
video pendek, infografis, mini drama, atau kegiatan deklarasi) yang bertujuan
untuk mempromosikan integrasi bangsa dan ASBN. Mereka menentukan tujuan, target
audiens, alat, dan jadwal. •
Tahap 3: Menyusun Jadwal (Create a Schedule): Kelompok menyusun jadwal kegiatan dan
pembagian tugas untuk menyelesaikan proyek. •
Tahap 4: Mengawasi Peserta
Didik dan Kemajuan Proyek (Monitor the
Project): Guru memfasilitasi dan memonitor kemajuan setiap kelompok,
memberikan bimbingan dan umpan balik saat dibutuhkan. •
Tahap 5: Menguji Hasil (Assess the Outcome): Kelompok mempresentasikan hasil proyek
mereka kepada kelas atau audiens yang lebih luas. Penilaian dilakukan
terhadap proses dan produk proyek. •
Tahap 6: Mengevaluasi
Pengalaman (Evaluate the Experience): Siswa dan
guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan hasil proyek untuk
perbaikan di masa mendatang. Strategi Diferensiasi 1.
Konten: •
Menyediakan materi pendukung
tentang integrasi bangsa dan masyarakat majemuk dalam berbagai format
(artikel panjang, ringkasan infografis, video edukasi) untuk mengakomodasi
gaya belajar dan tingkat literasi yang berbeda. •
Menambahkan bacaan ringan
tentang bahaya narkoba dan peran pelajar dalam ASBN, sesuai tingkat literasi
murid. 2.
Proses: •
Pendampingan individual bagi
murid dengan kebutuhan khusus atau literasi rendah dalam memahami konsep dan
tahapan proyek. •
Pemberian pilihan alat dan media
dalam pengerjaan proyek untuk mengakomodasi keterampilan yang berbeda. 3.
Produk: •
Murid bebas memilih karya akhir
proyek (misalnya, poster digital/manual, video pendek, artikel ilmiah
populer, infografis, atau mini drama) yang mencerminkan pemahaman mereka
tentang integrasi bangsa dan ASBN. • Strategi Diferensiasi dan Inklusi
|
|||||||||||||||||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
1.
Orang Tua/Wali Murid •
Peran: Mendukung nilai-nilai kebangsaan dan gaya hidup sehat di rumah,
serta berdiskusi dengan anak tentang bahaya narkoba dan pentingnya persatuan
di tengah kemajemukan. •
Bentuk Keterlibatan: Mengisi lembar refleksi bersama anak terkait proyek, menjadi
narasumber pengalaman keluarga dalam menjaga keharmonisan sosial.
•
Peran : Memberikan penyuluhan langsung kepada siswa mengenai bahaya
narkoba dan perannya dalam mengancam integrasi bangsa. •
Bentuk Keterlibatan : Narasumber dalam kegiatan ASBN di sekolah, mitra dalam
kegiatan kampanye anti-narkoba atau deklarasi sekolah.
•
Peran : Mendukung kebijakan sekolah dalam menerapkan Sekolah Bersih
Narkoba dan pembinaan karakter kebangsaan. •
Bentuk Keterlibatan : Membantu penyediaan fasilitas kampanye, menjadi fasilitator
kegiatan kolaboratif antara sekolah dan orang tua.
•
Peran : Menguatkan nilai refleksi diri, pendampingan emosional, dan
konseling dalam proses pembelajaran sosial terkait tantangan integrasi dan
risiko narkoba. •
Bentuk Keterlibatan : Membimbing siswa dalam proyek refleksi dan kegiatan aksi
nyata integritas serta anti-narkoba.
•
Peran : Menjadi agen perubahan dan panutan dalam menjaga integrasi
sosial di sekolah. •
Bentuk Keterlibatan : Mengorganisasi kampanye ASBN, membuat konten edukatif, atau
menyelenggarakan “Deklarasi Anti-Narkoba” sebagai bagian dari proyek. |
|||||||||||||||||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1.
Ruang Fisik •
Ruang Kelas Kolaboratif: Kursi dan meja disusun fleksibel agar siswa dapat berdiskusi
kelompok, merencanakan proyek, dan presentasi. •
Aula/Selasar Sekolah: Tempat untuk pameran hasil proyek, deklarasi ASBN, atau gelar karya
kampanye integrasi dan anti-narkoba. •
Perpustakaan/Sudut Literasi: Ruang mencari referensi tentang isu integrasi bangsa, masyarakat
majemuk, dan bahaya narkoba. •
Ruang BK: Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi secara personal tentang
tekanan sosial dan pengambilan keputusan sehat.
•
Budaya Reflektif : Mendorong siswa mengevaluasi nilai kebangsaan, sikap pribadi
terhadap kemajemukan, dan pengaruh lingkungan. •
Budaya Kolaboratif dan
Inklusif : Semua siswa aktif terlibat, saling
menghargai perbedaan, dan bekerja sama tanpa diskriminasi dalam proyek. •
Budaya Aktif dan Positif : Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide, serta
menjauhi perilaku negatif seperti bullying atau penyalahgunaan zat. |
|||||||||||||||||
|
Pemanfaatan
Digital |
Ruang Virtual: •
Google Classroom / Microsoft
Teams: Untuk mengunggah materi, panduan proyek,
forum diskusi, dan penilaian reflektif secara daring. •
Padlet / Jamboard / Miro: Media kolaboratif untuk brainstorming ide kampanye, membuat peta
konsep integrasi bangsa dan bahaya narkoba, atau merencanakan struktur
proyek. •
YouTube / Canva / CapCut /
TikTok (terkendali): Sebagai sarana kreatif membuat
dan menyebarkan pesan edukatif siswa tentang integrasi bangsa, gaya hidup
sehat, toleransi, dan bahaya narkoba. •
Situs web atau platform
berita online: Untuk mencari kasus-kasus atau contoh
integrasi/disintegrasi dalam masyarakat majemuk dan data terkait narkoba. |
|||||||||||||||||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL (tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
|||||||||||||||||
|
AWAL (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
·
Kegiatan : Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan
tujuan pembelajaran. Guru memutarkan video singkat atau menampilkan gambar
tentang keberagaman di Indonesia (misal: pakaian adat, tarian daerah,
berbagai upacara adat) dan sebuah kasus nyata konflik sosial akibat perbedaan
atau berita penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. ·
Pertanyaan Mendasar
(Essential Question) : "Bagaimana kita,
sebagai pelajar di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, dapat menjaga
persatuan dan mencegah ancaman disintegrasi, termasuk bahaya narkoba, melalui
sebuah proyek nyata?" ·
Tujuan : Membangkitkan rasa ingin tahu dan memberikan gambaran awal
tentang pentingnya materi serta arah Project-Based Learning. |
||||||||||||||||||
|
INTI |
||||||||||||||||||
|
Pada tahap
ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
||||||||||||||||||
|
Memahami (Bermakna,
Berkesadaran) 40
menit |
||||||||||||||||||
|
(Mengalami, Menganalisis, Mengaplikasikan, Menciptakan) Memahami & Menganalisis (Bermakna, Berkesadaran)
Mendesain Proyek (Menggembirakan, Kolaboratif)
|
||||||||||||||||||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) 35 menit |
||||||||||||||||||
|
Mengaplikasi & Menciptakan (Kreatif, Kolaboratif)
|
||||||||||||||||||
|
Merefleksi (Berkesadaran)
|
||||||||||||||||||
|
Tujuan: Siswa
merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan dan menghubungkan dengan
kehidupan mereka, serta mengembangkan penalaran kritis terhadap tindakan
mereka. Kegiatan Pembelajaran:
|
||||||||||||||||||
|
PENUTUP (berkesadaran,
bermakna) 5
menit |
||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Asesmen pada Awal Pembelajaran (Asesmen
Diagnostik) • Jenis Asesmen: Asesmen Diri
(Self-Assessment) dan Kuis Singkat. • Tujuan:
Untuk mengukur pengetahuan awal siswa tentang konsep integrasi bangsa dan
masyarakat majemuk, serta sikap mereka terhadap keberagaman dan bahaya
narkoba. Bentuk Instrumen:
Contoh Instrumen
Asesmen Awal:
Cara Penilaian: Pilihan ganda menunjukkan pemahaman konsep, pernyataan sikap
menunjukkan tingkat kesadaran dan kesiapan siswa. Asesmen pada Proses Pembelajaran (Asesmen
Formatif / Assessment for Learning) •
Jenis Asesmen: Observasi, Penilaian Kelompok (Peer Assessment), Diskusi, dan Umpan
Balik. •
Tujuan: Memantau kemajuan siswa selama Project-Based Learning, memberikan
umpan balik berkelanjutan, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan
dukungan lebih. Bentuk Instrumen:
Contoh Instrumen
Asesmen Proses:
Cara Penilaian: Dilakukan secara berkelanjutan, berfokus pada proses dan memberikan
kesempatan siswa untuk merevisi dan memperbaiki. Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Asesmen
Sumatif / Assessment of Learning) • Jenis Asesmen: Penilaian
Proyek, Presentasi, dan Refleksi Akhir. • Tujuan:
Menilai penguasaan materi secara keseluruhan dan efektivitas proyek dalam
mencapai tujuan pembelajaran. Bentuk Instrumen:
Contoh Instrumen
Asesmen Akhir:
Kriteria
Penilaian:
|
||||||||||||||||
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Jenis Asesmen:
Instrumen Asesmen:
Contoh Soal Pilihan Ganda: 1. "Apa
yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika?" 2. "Korupsi
dapat mengancam integrasi bangsa karena..." Contoh Soal Isian Singkat: 3. "Sebutkan
dua cara untuk menjaga kebhinekaan di lingkungan sekolah!" 4. "Apa
yang dapat dilakukan untuk mencegah korupsi dalam organisasi
pemerintah?" Penggunaan Hasil: Hasil
kuis digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang
telah diajarkan. Jika banyak siswa yang kesulitan dengan soal tertentu, maka
guru dapat memberikan penjelasan lebih lanjut atau mengulang materi tersebut. Pertanyaan Reflektif (5-10
menit) Tujuan:
Membantu siswa merefleksikan materi yang telah dipelajari dan meningkatkan
kesadaran diri mereka tentang nilai-nilai yang telah dibahas. Format: § Guru
mengajukan pertanyaan reflektif yang dapat membantu siswa berpikir
lebih dalam tentang apa yang telah dipelajari. § Contoh
Pertanyaan Reflektif: 1.
"Bagaimana saya bisa lebih toleran terhadap
orang yang berbeda budaya dengan saya?" 2.
"Apa yang saya lakukan jika saya mendapati
adanya korupsi di sekitar saya?" Penggunaan Hasil: Guru
dapat mengumpulkan jawaban reflektif secara tertulis atau melalui
diskusi kelompok. Hasil ini memberikan gambaran sejauh mana siswa memahami
nilai-nilai yang telah dipelajari dan bagaimana mereka berencana untuk
menerapkannya. Instrumen Penilaian Proses
Pembelajaran/Formatif:
Penggunaan Umpan Balik:
|
|||||||||||||||||
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
1. Tes Tulis (Ujian Sumatif) Tujuan: Menilai
pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Format:
Soal Pilihan Ganda:
Soal Isian Singkat:
Soal Esai:
2. Penilaian Proyek/Karya
Tugas Tujuan: Menilai
kemampuan siswa untuk mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari dalam
sebuah karya atau proyek nyata, seperti kampanye integrasi bangsa dan anti
korupsi. Format:
Proyek:
Kriteria Penilaian dan
Penggunaan Hasil:
Penggunaan Umpan Balik:
Keuntungan Asesmen Sumatif:
|
|||||||||||||||||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
||||||||||||||||||
|
SUMBER
BELAJAR |
Sumber belajar Sumber Belajar Materi IPS Kelas 9 Materi: Integrasi
Bangsa dalam Masyarakat Majemuk
|
|||||||||||||||||
|
Mengetahui, Kepala SMP Negeri 8
Malang
Sri
Nuryani M.Pd. NIP. 19661116
199003 2 009 |
|
Malang, 14
April 2025 Guru Mata Pelajaran Drs
Sumarno. NIP. 1966308
200501 1 006 |
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD)
Materi:
Integrasi Bangsa dalam Masyarakat Majemuk terintegrasi dengan Aksi Sekolah
Bersih Narkoba (ASBN)
Petunjuk
Umum:
- Bacalah setiap pertanyaan dan instruksi
dengan teliti.
- Jawablah setiap pertanyaan dengan jelas
dan sesuai dengan pemahamanmu.
- Kerjakan secara individu atau kelompok,
sesuai instruksi guru.
- Diskusikan hasil kerja kelompok dan
presentasikan di depan kelas (jika diperlukan).
Bagian A: Menyusun Pemahaman dan Analisis Konsep Tujuan: Memahami pengertian dan bentuk integrasi bangsa
dalam masyarakat majemuk, serta menganalisis faktor-faktornya.
- Definisikan Konsep :
a) Apa yang dimaksud
dengan " Integrasi Bangsa " dalam konteks masyarakat
Indonesia yang majemuk? Jawaban:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b) Mengapa integrasi bangsa
sangat penting untuk menjaga keutuhan dan stabilitas negara di tengah masyarakat
majemuk seperti Indonesia? Jawaban:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Identifikasi Bentuk Integrasi :
a) Jelaskan dua
bentuk integrasi yang dapat terjadi dalam masyarakat majemuk beserta
contohnya!
1. Bentuk Integrasi:
……………………………………………………………………………………………………………………………………
Contoh:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Bentuk Integrasi: ……………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Contoh:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Analisis Faktor Integrasi :
a) Sebutkan dua
faktor pendorong integrasi bangsa di Indonesia!
1.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
b) Sebutkan dua
faktor penghambat integrasi bangsa di Indonesia!
1.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Bagian B: Menerapkan Konsep dalam Proyek Kampanye Tujuan: Merencanakan dan mengaplikasikan pengetahuan
tentang integrasi bangsa dan ASBN dalam sebuah proyek nyata.
- Perencanaan Proyek Kampanye
"Harmoni Bangsa, Tanpa Narkoba" :
- Sebagai siswa , Anda dan kelompok Anda akan merancang sebuah proyek
kampanye yang bertema " Harmoni Bangsa, Tanpa Narkoba ".
Proyek ini harus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang
pentingnya integrasi bangsa di tengah kemajemukan dan secara aktif
mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau masyarakat.
- Pilih salah satu
format proyek : Poster Digital/Manual,
Video Pendek, Infografis, Artikel Reflektif, atau Mini Drama/Simulasi.
Isi Rencana Proyek Anda di bawah ini:
- Nama Kelompok : …………………………………………………………………………………………
- Anggota Kelompok : …………………………………………………………………………………………
- Judul Proyek
Kampanye :
…………………………………………………………………………………………
- Tujuan Proyek : (Apa yang ingin dicapai dengan proyek ini?)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Target Audiens : (Siapa yang ingin Anda sasar dengan kampanye ini? Contoh:
teman sebaya, adik kelas, masyarakat sekitar)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Pesan Utama
Kampanye : (Satu atau dua kalimat inti yang
ingin Anda sampaikan)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Format Produk
Proyek : (Contoh: Poster Digital, Video
Pendek 1 menit)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Rancangan Garis
Besar Konten : (Tuliskan poin-poin penting
atau sketsa kasar dari isi kampanye Anda)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Pembagian Tugas
Anggota Kelompok :
- Nama: ………………
Tugas:
………………………………………………………………
- Nama: ………………
Tugas:
………………………………………………………………
- Nama: ………………
Tugas:
………………………………………………………………
- Nama: ………………
Tugas:
………………………………………………………………
Bagian C: Refleksi Pribadi Tujuan:
Merefleksikan pemahaman dan komitmen siswa terhadap materi dan pengalaman
proyek.
- Refleksi Pembelajaran : a) Apa hal terpenting yang Anda pelajari tentang bagaimana
seorang individu dapat berkontribusi dalam menjaga integrasi
bangsa dan mencegah narkoba melalui proyek ini?
Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Komitmen Pribadi : a) Setelah menyelesaikan proyek ini, tindakan konkret apa
yang akan Anda ambil di kehidupan sehari-hari untuk mendukung integrasi
bangsa dan Aksi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN) ?
Jawaban:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar