Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9, TERINTEGRASI DENGAN PENDIDIKAN ANTI NARKOBA

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

PENDIDIKAN ANTI NARKOBA

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : IX / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                          : Integrasi Bangsa dalam Masyarakat Majemuk (Pengertian, Penjelasan, dan Bentuk Integrasi)

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

1. Kemampuan Awal • Sebagian besar murid sudah memahami konsep keragaman sosial dan budaya di Indonesia. • Beberapa murid memiliki pengetahuan dasar tentang persatuan dan kesatuan, namun membutuhkan penjelasan tambahan tentang konsep integrasi bangsa secara mendalam.

 

2. Karakteristik Peserta Didik 

• Murid berasal dari beragam latar belakang sosial ekonomi, budaya, dan agama, sehingga pengalaman dan pengetahuan awal berbeda-beda.

• Tingkat motivasi belajar bervariasi; sebagian aktif bertanya, sebagian lain lebih pasif.

• Kemampuan literasi dan pemahaman bacaan juga berbeda, terutama terkait teks sosiologi/sejarah.

3. Kebutuhan Khusus 

• Terdapat 1 murid ABK ringan yang memerlukan pendekatan lebih fleksibel dan pendampingan dalam memahami materi.

• Terdapat 2 murid dengan kemampuan literasi di bawah rata-rata, membutuhkan bantuan tambahan dalam membaca teks dan menyimpulkan informasi.

4. Strategi Diferensiasi

  1. Media Visual dan Video : Menyediakan video animasi, infografis, dan ilustrasi tentang konsep integrasi bangsa dan contoh-contohnya dalam masyarakat majemuk, khususnya untuk murid visual.
  2. Pendampingan Tambahan : Memberikan pendampingan individual atau kelompok kecil bagi murid ABK dan murid dengan literasi rendah untuk mempermudah pemahaman konsep.
  3. Proyek Kelompok Lintas Kemampuan : Mengorganisasi kelompok heterogen yang menggabungkan murid dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Proyek bisa berupa presentasi, mind map digital, atau simulasi untuk menjelaskan bentuk integrasi, sehingga setiap murid dapat berkontribusi sesuai kemampuannya.

 

Materi Pelajaran

1.     Pengetahuan Faktual 

Materi faktual mencakup informasi dasar yang dapat dikenali secara langsung oleh peserta didik. Dalam konteks ini, pengetahuan faktual mencakup:

       Definisi integrasi bangsa sebagai proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya ke dalam satu kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional.

       Fakta mengenai masyarakat majemuk Indonesia, seperti keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

       Informasi tentang dampak negatif konflik sosial akibat kegagalan integrasi.

         Data kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar yang menjadi ancaman terhadap generasi penerus bangsa dan potensi memecah integrasi sosial.

  1. Pengetahuan Konseptual Pengetahuan ini berkaitan dengan pemahaman tentang konsep dan keterkaitannya dalam suatu sistem. Dalam materi ini, mencakup:

         Konsep integrasi sosial dan nasionalisme sebagai bagian dari upaya membangun persatuan di tengah keberagaman.

         Konsep peran individu (pelajar), komunitas (masyarakat, sekolah, keluarga), dan pemerintah dalam membina semangat kebangsaan dan menjaga keutuhan bangsa.

         Konsep bentuk-bentuk integrasi (koersif, normatif, fungsional) dalam masyarakat majemuk.

         Konsep penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk penyimpangan sosial yang mengganggu harmoni dan merusak integrasi sosial.

  1. Pengetahuan Prosedural 

Pengetahuan ini mencakup tahapan atau cara melakukan sesuatu yang sistematis. Materi yang termasuk di dalamnya antara lain:

         Prosedur menganalisis kasus-kasus konflik sosial atau perpecahan yang disebabkan oleh kurangnya integrasi.

         Langkah-langkah menyusun kampanye atau deklarasi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN) sebagai upaya menjaga integrasi sosial di lingkungan sekolah. • Cara menyampaikan laporan atau informasi kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba yang mengancam persatuan.

         Teknik membangun jejaring komunitas yang mendukung integrasi bangsa dan gaya hidup positif.

  1. Pengetahuan Metakognitif Jenis pengetahuan ini mencakup kesadaran dan pemahaman siswa terhadap cara berpikir, belajar, dan merefleksi tindakan. Dalam pembelajaran ini, dapat mencakup:

         Kesadaran akan pentingnya peran diri dalam menjaga keharmonisan lingkungan sekolah sebagai bagian dari integrasi sosial.

         Kemampuan mengevaluasi dampak perilaku menyimpang (termasuk penyalahgunaan narkoba) terhadap diri sendiri, keluarga, dan bangsa.

         Strategi pribadi dalam menjaga diri dari pengaruh negatif , seperti memilih teman yang positif dan aktif dalam kegiatan sosial yang mendukung integrasi.

         Kemampuan merancang solusi terhadap masalah integrasi dan penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan kolaboratif.

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

         DPL 2

Kewargaan                      

         DPL 3

Penalaran Kritis

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

         DPL 6

Kemandirian

         DPL 7

Kesehatan

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Peserta didik memahami konsep integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk, menganalisis faktor penghambat dan pendorong integrasi, serta merancang upaya untuk menjaga keutuhan bangsa melalui Project-Based Learning yang terintegrasi dengan Aksi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN)

Lintas Disiplin Ilmu

1.     Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 

         Keterkaitan: Menanamkan nilai-nilai kebangsaan, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk.

         Integrasi: Memperkuat pemahaman tentang peran pelajar sebagai warga negara dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa di tengah keberagaman, termasuk sikap menolak narkoba sebagai bentuk bela negara.

  1. Bahasa Indonesia 

         Keterkaitan : Mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan melalui teks pidato, poster, esai, dan kampanye.

         Integrasi : Siswa bisa menulis teks persuasif bertema “Menjaga Integrasi Bangsa, Menolak Narkoba”, atau membuat slogan kampanye integrasi bangsa dan gaya hidup sehat.

  1. IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) 

         Keterkaitan : Menjelaskan efek zat adiktif seperti narkoba terhadap tubuh manusia.

         Integrasi : Siswa memahami bahwa narkoba bukan hanya masalah hukum dan sosial, tapi juga masalah kesehatan yang merusak otak, saraf, dan sistem tubuh, yang dapat mengganggu partisipasi individu dalam menjaga integrasi bangsa.

  1. BK (Bimbingan dan Konseling) 

         Keterkaitan : Mendukung aspek pengembangan karakter, pengendalian diri, dan pengambilan keputusan yang sehat.

         Integrasi : Memberi ruang bagi siswa untuk refleksi diri, membuat keputusan positif, dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan sosial atau konflik yang mengancam integrasi.

  1. TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) 

         Keterkaitan : Penggunaan teknologi dalam menyampaikan pesan-pesan sosial dan edukasi.

         Integrasi : Siswa bisa membuat video pendek, infografis digital, atau presentasi multimedia tentang pentingnya integrasi bangsa dan bahaya narkoba.

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Peserta didik dapat menjelaskan pengertian integrasi bangsa dan bentuk-bentuk integrasi dalam masyarakat majemuk secara lisan atau tertulis.

2.     Peserta didik dapat menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk berdasarkan studi kasus.

3.     Peserta didik dapat merancang sebuah proyek kampanye yang menekankan pentingnya integrasi bangsa dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau masyarakat.

4.     Peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek mereka dengan jelas dan persuasif.

5.     Peserta didik dapat menyimpulkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keutuhan bangsa dan menolak narkoba melalui refleksi individu.

Topik Pembelajaran

"Membangun Integrasi Bangsa di Tengah Kemajemukan: Proyek Pencegahan Narkoba di Sekolah" Topik ini menggabungkan pemahaman tentang integrasi bangsa, tantangan kemajemukan, dan peran aktif siswa dalam menjaga keutuhan bangsa melalui Project-Based Learning yang konkret dan terintegrasi dengan upaya pencegahan narkoba.

Praktik Pedagogis

            Project-Based Learning (PBL): Pembelajaran berbasis proyek yang menuntut siswa untuk menghasilkan produk nyata sebagai solusi dari suatu masalah, dalam hal ini adalah kampanye integrasi bangsa dan anti-narkoba.

            Student-Centered Learning (SCL): Pembelajaran berpusat pada murid, mendorong inisiatif, kolaborasi, dan kreativitas siswa.

• Project-Based Learning (PBL):

         Tahap 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start with the Essential Question): Guru mengajukan pertanyaan esensial yang menantang dan memancing penyelidikan siswa, misal: "Bagaimana kita, sebagai pelajar di tengah masyarakat majemuk, dapat membangun integrasi bangsa yang kuat sekaligus mencegah ancaman narkoba di lingkungan sekolah?"

         Tahap 2: Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project): Siswa secara berkelompok merencanakan proyek kampanye (poster, video pendek, infografis, mini drama, atau kegiatan deklarasi) yang bertujuan untuk mempromosikan integrasi bangsa dan ASBN. Mereka menentukan tujuan, target audiens, alat, dan jadwal.

         Tahap 3: Menyusun Jadwal (Create a Schedule): Kelompok menyusun jadwal kegiatan dan pembagian tugas untuk menyelesaikan proyek.

         Tahap 4: Mengawasi Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (Monitor the Project): Guru memfasilitasi dan memonitor kemajuan setiap kelompok, memberikan bimbingan dan umpan balik saat dibutuhkan.

            Tahap 5: Menguji Hasil (Assess the Outcome): Kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka kepada kelas atau audiens yang lebih luas. Penilaian dilakukan terhadap proses dan produk proyek.

            Tahap 6: Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience): Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan hasil proyek untuk perbaikan di masa mendatang.

Strategi Diferensiasi 

1.     Konten:

         Menyediakan materi pendukung tentang integrasi bangsa dan masyarakat majemuk dalam berbagai format (artikel panjang, ringkasan infografis, video edukasi) untuk mengakomodasi gaya belajar dan tingkat literasi yang berbeda.

         Menambahkan bacaan ringan tentang bahaya narkoba dan peran pelajar dalam ASBN, sesuai tingkat literasi murid.

2.     Proses:

         Pendampingan individual bagi murid dengan kebutuhan khusus atau literasi rendah dalam memahami konsep dan tahapan proyek.

         Pemberian pilihan alat dan media dalam pengerjaan proyek untuk mengakomodasi keterampilan yang berbeda.

3.     Produk:

         Murid bebas memilih karya akhir proyek (misalnya, poster digital/manual, video pendek, artikel ilmiah populer, infografis, atau mini drama) yang mencerminkan pemahaman mereka tentang integrasi bangsa dan ASBN.

• Strategi Diferensiasi dan Inklusi

  1. Murid ABK : diberikan lembar kerja sederhana dan pendampingan khusus dalam memahami konsep dasar dan berkontribusi dalam proyek sesuai kemampuannya.
  2. Murid cepat belajar : diminta menjadi mentor kelompok dan diperbolehkan mengambil peran kepemimpinan dalam proyek.
  3. Murid dengan gaya belajar visual : diberikan infografis, video, dan kebebasan membuat produk visual dalam proyek.
  4. Murid kinestetik : terlibat aktif dalam proyek yang membutuhkan gerakan atau simulasi.

 

Kemitraan Pembelajaran

1.     Orang Tua/Wali Murid 

         Peran: Mendukung nilai-nilai kebangsaan dan gaya hidup sehat di rumah, serta berdiskusi dengan anak tentang bahaya narkoba dan pentingnya persatuan di tengah kemajemukan.

         Bentuk Keterlibatan: Mengisi lembar refleksi bersama anak terkait proyek, menjadi narasumber pengalaman keluarga dalam menjaga keharmonisan sosial.

  1. BNN (Badan Narkotika Nasional)/Polsek setempat 

         Peran : Memberikan penyuluhan langsung kepada siswa mengenai bahaya narkoba dan perannya dalam mengancam integrasi bangsa.

         Bentuk Keterlibatan : Narasumber dalam kegiatan ASBN di sekolah, mitra dalam kegiatan kampanye anti-narkoba atau deklarasi sekolah.

  1. Komite Sekolah 

         Peran : Mendukung kebijakan sekolah dalam menerapkan Sekolah Bersih Narkoba dan pembinaan karakter kebangsaan.

         Bentuk Keterlibatan : Membantu penyediaan fasilitas kampanye, menjadi fasilitator kegiatan kolaboratif antara sekolah dan orang tua.

  1. Guru BK dan Wali Kelas 

         Peran : Menguatkan nilai refleksi diri, pendampingan emosional, dan konseling dalam proses pembelajaran sosial terkait tantangan integrasi dan risiko narkoba.

         Bentuk Keterlibatan : Membimbing siswa dalam proyek refleksi dan kegiatan aksi nyata integritas serta anti-narkoba.

  1. Siswa (Sebaya/OSIS/MPK) 

         Peran : Menjadi agen perubahan dan panutan dalam menjaga integrasi sosial di sekolah.

         Bentuk Keterlibatan : Mengorganisasi kampanye ASBN, membuat konten edukatif, atau menyelenggarakan “Deklarasi Anti-Narkoba” sebagai bagian dari proyek.

Lingkungan Pembelajaran

1.     Ruang Fisik 

         Ruang Kelas Kolaboratif: Kursi dan meja disusun fleksibel agar siswa dapat berdiskusi kelompok, merencanakan proyek, dan presentasi.

         Aula/Selasar Sekolah: Tempat untuk pameran hasil proyek, deklarasi ASBN, atau gelar karya kampanye integrasi dan anti-narkoba.

         Perpustakaan/Sudut Literasi: Ruang mencari referensi tentang isu integrasi bangsa, masyarakat majemuk, dan bahaya narkoba.

         Ruang BK: Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi secara personal tentang tekanan sosial dan pengambilan keputusan sehat.

  1. Budaya Belajar

         Budaya Reflektif : Mendorong siswa mengevaluasi nilai kebangsaan, sikap pribadi terhadap kemajemukan, dan pengaruh lingkungan.

         Budaya Kolaboratif dan Inklusif : Semua siswa aktif terlibat, saling menghargai perbedaan, dan bekerja sama tanpa diskriminasi dalam proyek.

         Budaya Aktif dan Positif : Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide, serta menjauhi perilaku negatif seperti bullying atau penyalahgunaan zat.

Pemanfaatan Digital

 Ruang Virtual:

               Google Classroom / Microsoft Teams: Untuk mengunggah materi, panduan proyek, forum diskusi, dan penilaian reflektif secara daring.

               Padlet / Jamboard / Miro: Media kolaboratif untuk brainstorming ide kampanye, membuat peta konsep integrasi bangsa dan bahaya narkoba, atau merencanakan struktur proyek.

               YouTube / Canva / CapCut / TikTok (terkendali): Sebagai sarana kreatif membuat dan menyebarkan pesan edukatif siswa tentang integrasi bangsa, gaya hidup sehat, toleransi, dan bahaya narkoba.

               Situs web atau platform berita online: Untuk mencari kasus-kasus atau contoh integrasi/disintegrasi dalam masyarakat majemuk dan data terkait narkoba.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

AWAL (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)

  1. Orientasi dan Esensial Question (15 menit)

·   Kegiatan : Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru memutarkan video singkat atau menampilkan gambar tentang keberagaman di Indonesia (misal: pakaian adat, tarian daerah, berbagai upacara adat) dan sebuah kasus nyata konflik sosial akibat perbedaan atau berita penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

·   Pertanyaan Mendasar (Essential Question) : "Bagaimana kita, sebagai pelajar di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, dapat menjaga persatuan dan mencegah ancaman disintegrasi, termasuk bahaya narkoba, melalui sebuah proyek nyata?"

·   Tujuan : Membangkitkan rasa ingin tahu dan memberikan gambaran awal tentang pentingnya materi serta arah Project-Based Learning.

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

(Mengalami, Menganalisis, Mengaplikasikan, Menciptakan) Memahami & Menganalisis (Bermakna, Berkesadaran)

  1. Eksplorasi Konsep Integrasi Bangsa dan Kemajemukan (30 menit)
    • Kegiatan : Siswa dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan sumber belajar yang bervariasi (teks, infografis, video) tentang:
      • Pengertian integrasi bangsa dan mengapa penting dalam masyarakat majemuk.
      • Bentuk-bentuk integrasi (koersif, normatif, fungsional) beserta contohnya di Indonesia.
      • Faktor pendorong dan penghambat integrasi dalam masyarakat majemuk.
      • Peran ASBN dalam menjaga integrasi sosial di sekolah.
    • Tujuan : Siswa memahami konsep dasar integrasi bangsa dan masyarakat majemuk, serta keterkaitannya dengan ASBN.
  2. Identifikasi Masalah & Tantangan Integrasi (30 menit)
    • Kegiatan : Setiap kelompok menganalisis studi kasus (disediakan guru) yang berkaitan dengan masalah disintegrasi atau konflik sosial di masyarakat majemuk, termasuk yang dipicu oleh penyalahgunaan narkoba.
    • Diskusi : Kelompok mendiskusikan "Apa masalah utama yang dihadapi dalam studi kasus ini?" dan "Bagaimana penyalahgunaan narkoba dapat memperparah masalah integrasi?"
    • Tujuan : Siswa dapat mengidentifikasi masalah nyata terkait integrasi dan menghubungkannya dengan ancaman narkoba

Mendesain Proyek (Menggembirakan, Kolaboratif)

  1. Perencanaan Proyek Kampanye (45 menit)
    • Kegiatan : Berdasarkan Essential Question dan masalah yang telah diidentifikasi, setiap kelompok merencanakan sebuah proyek kampanye (PBL). Proyek ini harus bertujuan untuk:
      • Meningkatkan pemahaman tentang integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk .
      • Mendorong peran aktif dalam ASBN (pencegahan narkoba).
    • Pilihan Produk Proyek : Poster digital/manual, video pendek, infografis, artikel reflektif, atau mini drama/simulasi.
    • Output : Rencana proyek yang mencakup: judul proyek, tujuan, target audiens, pesan utama, format produk, pembagian tugas, dan estimasi waktu.
    • Tujuan : Siswa merancang solusi kreatif dan konkret untuk masalah yang ditemukan, mengasah kemampuan penalaran kritis dan kreativitas .

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Mengaplikasi & Menciptakan (Kreatif, Kolaboratif)

  1. Pelaksanaan Proyek Kampanye (60 menit)
    • Kegiatan : Kelompok mulai melaksanakan proyek kampanye sesuai rencana. Guru memfasilitasi dengan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan (akses komputer, kertas, spidol, dll.) dan memberikan bimbingan teknis jika diperlukan.
    • Monitoring : Guru memonitor kemajuan setiap kelompok, memberikan umpan balik konstruktif, dan memastikan semua anggota berkontribusi ( Kolaborasi ).
    • Tujuan : Siswa mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk menciptakan produk yang informatif dan persuasif.
  2. Presentasi dan Sosialisasi Proyek (60 menit)
    • Kegiatan : Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek kampanye mereka di depan kelas. Setelah presentasi, ada sesi tanya jawab dan umpan balik dari teman-teman dan guru.
    • Tujuan : Mengasah keterampilan komunikasi siswa, menerima umpan balik, dan melihat beragam perspektif.

Merefleksi (Berkesadaran)

Tujuan: Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan dan menghubungkan dengan kehidupan mereka, serta mengembangkan penalaran kritis terhadap tindakan mereka.

Kegiatan Pembelajaran:

  • Aktivitas 1 – Refleksi Individu (15 menit):
    • Siswa menuliskan refleksi pribadi tentang apa yang telah dipelajari, misalnya:
      • Bagaimana saya bisa menjaga integrasi bangsa dalam kehidupan sehari-hari?
      • Apa langkah nyata yang bisa saya ambil untuk menanggulangi peredaran markoba?
    • Siswa diminta untuk menulis tujuan pribadi yang terkait dengan kebhinekaan dan integritas dalam kehidupan mereka.
  • Aktivitas 2 – Diskusi Kelompok Refleksi (15 menit):
    • Setiap kelompok berbagi hasil refleksi mereka dengan kelompok lainnya.
    • Diskusi terbuka tentang bagaimana siswa dapat mengimplementasikan nilai kebhinekaan dan anti NARKOBA dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, atau masyarakat.
  • Aktivitas 3 – Penilaian Kinerja dan Umpan Balik (15 menit):
    • Presentasi akhir: Setiap kelompok mempresentasikan hasil kampanye yang telah dibuat di awal sesi.
    • Guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai ide, kreativitas, dan solusi yang ditawarkan oleh kelompok siswa.
    • Guru juga memberikan penilaian terhadap penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi yang telah ditunjukkan selama pembelajaran.

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

  1. Refleksi Diri (10 menit)
    • Kegiatan : Setiap siswa menuliskan refleksi individu mengenai:
      • "Apa yang paling penting yang saya pelajari tentang integrasi bangsa di masyarakat majemuk dan peran ASBN dari proyek ini?"
      • "Bagaimana proyek ini mengubah pandangan saya tentang peran saya sebagai individu dalam menjaga keutuhan bangsa dan melawan narkoba?"
      • "Apa tantangan yang saya hadapi dalam kelompok dan bagaimana saya mengatasinya?"
    • Tujuan : Menumbuhkan kesadaran diri, penalaran kritis , dan evaluasi pengalaman belajar.
  2. Rencana Aksi Pribadi & Motivasi (5 menit)
    • Kegiatan : Siswa diminta untuk membuat satu rencana aksi pribadi sederhana untuk terus mendukung integrasi bangsa dan ASBN di kehidupan sehari-hari. Guru memberikan motivasi dan apresiasi atas partisipasi dan kreativitas siswa.
    • Tujuan : Mendorong tindakan nyata dan komitmen berkelanjutan terhadap materi yang telah dipelajari.
  3. Perencanaan Pembelajaran Berikutnya (5 menit)
    • Kegiatan : Guru memberikan tugas yang terkait dengan materi yang telah dipelajari.
    • Tugas : "Untuk pertemuan berikutnya, buatlah sebuah esai singkat (150-200 kata) tentang 'Tantangan dan Peluang Integrasi Bangsa di Era Digital' dan sertakan bagaimana peran pemuda dapat mencegah disintegrasi sosial akibat isu SARA atau penyalahgunaan narkoba. Kirimkan melalui Google Classroom."
    • Guru menanyakan pilihan format evaluasi untuk pertemuan selanjutnya : "Untuk evaluasi pertemuan selanjutnya, kalian lebih memilih membuat apa?"
      • □ Poster edukasi digital
      • □ Video singkat/vlog
      • □ Artikel refleksi pendek
      • □ Infografis
      • □ Mini drama/role play
      • (Guru akan membuat Google Form untuk pilihan ini)

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Asesmen pada Awal Pembelajaran (Asesmen Diagnostik) 

• Jenis Asesmen: Asesmen Diri (Self-Assessment) dan Kuis Singkat.

• Tujuan: Untuk mengukur pengetahuan awal siswa tentang konsep integrasi bangsa dan masyarakat majemuk, serta sikap mereka terhadap keberagaman dan bahaya narkoba.

Bentuk Instrumen:

  1. Kuesioner Sederhana : Pilihan ganda dan pernyataan sikap (Setuju, Tidak Setuju, Ragu-ragu).
  2. Pertanyaan Pemicu : "Apa yang kamu pahami tentang integrasi bangsa?" dan "Mengapa penting bagi kita untuk bersatu di tengah perbedaan?"

Contoh Instrumen Asesmen Awal:

  1. Pilihan Ganda :
    • Apa yang dimaksud dengan masyarakat majemuk ? a) Masyarakat yang homogen b) Masyarakat yang memiliki banyak perbedaan (suku, agama, budaya) c) Masyarakat yang hanya memiliki satu agama d) Tidak tahu
    • Apa peran utama integrasi bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI? a) Menciptakan konflik b) Menyatukan perbedaan demi stabilitas c) Menghilangkan perbedaan d) Tidak relevan
  2. Pernyataan Sikap :
    • Saya percaya bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga. a) Setuju b) Tidak setuju c) Ragu-ragu
    • Saya merasa perlu untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan di sekolah dan menolak penyalahgunaan narkoba. a) Setuju b) Tidak setuju c) Ragu-ragu

Cara Penilaian: Pilihan ganda menunjukkan pemahaman konsep, pernyataan sikap menunjukkan tingkat kesadaran dan kesiapan siswa.

Asesmen pada Proses Pembelajaran (Asesmen Formatif / Assessment for Learning) 

         Jenis Asesmen: Observasi, Penilaian Kelompok (Peer Assessment), Diskusi, dan Umpan Balik.

         Tujuan: Memantau kemajuan siswa selama Project-Based Learning, memberikan umpan balik berkelanjutan, dan mengidentifikasi area yang membutuhkan dukungan lebih.

Bentuk Instrumen:

  1. Lembar Observasi Guru : Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi kelompok, kontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
  2. Rubrik Penilaian Kelompok : Untuk menilai kolaborasi, inisiatif, dan pemecahan masalah dalam kelompok saat mengerjakan proyek.
  3. Daftar Periksa (Checklist) Kemajuan Proyek : Untuk memantau tahapan proyek yang telah diselesaikan.
  4. Jurnal Belajar/Refleksi Singkat : Siswa menuliskan tantangan dan pembelajaran harian/mingguan.

Contoh Instrumen Asesmen Proses:

  1. Lembar Observasi Diskusi Kelompok :
    • Indikator : Partisipasi aktif, menghargai pendapat, memberikan ide konstruktif, kemampuan analisis.
    • Skala : 1 (Kurang), 2 (Cukup), 3 (Baik), 4 (Sangat Baik).
  2. Penilaian Diri/Sebaya (Peer Assessment) Proyek :
    • "Apakah anggota kelompok saya berkontribusi secara adil dalam proyek?"
    • "Apakah saya memahami peran saya dalam proyek ini?"
  3. Umpan Balik Guru : Langsung kepada kelompok atau individu saat bimbingan proyek.

Cara Penilaian: Dilakukan secara berkelanjutan, berfokus pada proses dan memberikan kesempatan siswa untuk merevisi dan memperbaiki.

Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Asesmen Sumatif / Assessment of Learning) 

• Jenis Asesmen: Penilaian Proyek, Presentasi, dan Refleksi Akhir.

• Tujuan: Menilai penguasaan materi secara keseluruhan dan efektivitas proyek dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Bentuk Instrumen:

  1. Rubrik Penilaian Proyek : Menilai kualitas produk kampanye (kreativitas, relevansi isi, kejelasan pesan, dampak).
  2. Rubrik Penilaian Presentasi : Menilai kemampuan komunikasi, kejelasan penyampaian, dan penguasaan materi saat presentasi proyek.
  3. Lembar Refleksi Akhir Individu : Menilai pemahaman mendalam dan komitmen pribadi siswa terhadap integrasi bangsa dan ASBN.

Contoh Instrumen Asesmen Akhir:

  1. Rubrik Penilaian Produk Proyek Kampanye :
    • Aspek : Orisinalitas ide, kejelasan pesan integrasi dan anti-narkoba, kualitas visual/audio (jika video), relevansi dengan masalah, potensi dampak.
    • Skala : 1-4 (sesuai kriteria).
  2. Rubrik Penilaian Presentasi Proyek :
    • Aspek : Kemampuan menjelaskan konsep, menjawab pertanyaan, kerjasama tim (jika presentasi kelompok), penggunaan media, kepercayaan diri.
    • Skala : 1-4.
  3. Pertanyaan Refleksi Akhir :
    • "Bagaimana proyek ini membantu Anda memahami pentingnya integrasi bangsa di tengah kemajemukan?"
    • "Apa rencana konkret Anda untuk menjaga integrasi dan menolak narkoba di masa depan?"

Kriteria Penilaian:

  • Proyek :
    • A (90-100) : Proyek sangat inovatif, pesan sangat jelas dan persuasif, menunjukkan pemahaman mendalam, berpotensi memberikan dampak besar.
    • B (75-89) : Proyek kreatif, pesan jelas, menunjukkan pemahaman baik, berpotensi memberikan dampak.
    • C (60-74) : Proyek cukup baik, pesan kurang menonjol, pemahaman dasar terlihat.
    • D (<60) : Proyek kurang memenuhi kriteria, pesan tidak jelas.
  • Presentasi :
    • A : Sangat jelas, komunikatif, mampu menjawab pertanyaan dengan baik, penguasaan materi sangat kuat.
    • B : Jelas, cukup komunikatif, mampu menjawab sebagian besar pertanyaan.
    • C : Kurang jelas, kesulitan dalam komunikasi dan menjawab pertanyaan.
    • D : Tidak mampu mempresentasikan dengan baik.
  • Refleksi Akhir :
    • A : Refleksi menunjukkan pemahaman mendalam, kritis, dan komitmen kuat terhadap tindakan nyata.
    • B : Refleksi cukup mendalam, dengan beberapa ide tindakan konkret.
    • C : Refleksi terbatas, kurang menunjukkan pemahaman atau komitmen.
    • D : Refleksi sangat minim atau tidak relevan.

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Jenis Asesmen:

  • Observasi (Penilaian Kinerja): Melalui pengamatan terhadap keterlibatan, pemahaman, dan kolaborasi siswa dalam aktivitas pembelajaran.
  • Pertanyaan Reflektif (Refleksi Diri): Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada pemikiran kritis untuk melihat perkembangan pemahaman siswa.
  • Kuis Formatife (Tanya Jawab Cepat): Menilai pemahaman langsung siswa selama pembelajaran berlangsung, agar guru bisa memberi umpan balik secara langsung.

Instrumen Asesmen:

  1. Observasi Keterlibatan dan Kinerja Kelompok (40 menit)
    • Tujuan: Memantau kolaborasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok seperti diskusi, debat, atau kampanye.
    • Format:
      • Guru mengamati dan mencatat interaksi antar siswa dalam kelompok, kemampuan mereka untuk bekerja sama, serta bagaimana mereka menerapkan konsep yang telah dipelajari tentang kebhinekaan dan integrasi bangsa.
    • Kriteria Penilaian:
      • Tinggi: Siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi, dapat menjelaskan konsep dengan jelas, dan berkontribusi dalam penyelesaian masalah.
      • Sedang: Siswa berpartisipasi tetapi tidak terlalu aktif atau hanya mendengarkan.
      • Rendah: Siswa pasif, tidak memberikan kontribusi nyata dalam diskusi atau kegiatan kelompok.
  2. Kuis Formatife (10-15 menit)
    • Tujuan: Mengukur pemahaman langsung siswa tentang materi yang telah dipelajari selama pelajaran berlangsung.
    • Format:
      • Soal Pilihan Ganda (5-7 soal) tentang pengertian integrasi bangsa, prinsip kebhinekaan (Bhinneka Tunggal Ika), dan bahaya korupsi terhadap integrasi bangsa.
      • Soal Isian Singkat (3-5 soal) untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjelaskan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan integrasi bangsa.

Contoh Soal Pilihan Ganda:

1.      "Apa yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika?"
a) Kerukunan antar etnis
b) Persatuan dalam perbedaan
c) Ketidaksetujuan antar kelompok
d) Penyatuan agama di Indonesia

2.   "Korupsi dapat mengancam integrasi bangsa karena..."
a) Meningkatkan keadilan sosial
b) Mengurangi sumber daya negara untuk pembangunan
c) Menyebabkan stabilitas politik
d) Meningkatkan kesejahteraan rakyat

 

Contoh Soal Isian Singkat:

3.      "Sebutkan dua cara untuk menjaga kebhinekaan di lingkungan sekolah!"

4.      "Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah korupsi dalam organisasi pemerintah?"

 

Penggunaan Hasil: Hasil kuis digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Jika banyak siswa yang kesulitan dengan soal tertentu, maka guru dapat memberikan penjelasan lebih lanjut atau mengulang materi tersebut.

 

Pertanyaan Reflektif (5-10 menit)

Tujuan: Membantu siswa merefleksikan materi yang telah dipelajari dan meningkatkan kesadaran diri mereka tentang nilai-nilai yang telah dibahas.

Format:

§   Guru mengajukan pertanyaan reflektif yang dapat membantu siswa berpikir lebih dalam tentang apa yang telah dipelajari.

§   Contoh Pertanyaan Reflektif:

1.        "Bagaimana saya bisa lebih toleran terhadap orang yang berbeda budaya dengan saya?"

2.        "Apa yang saya lakukan jika saya mendapati adanya korupsi di sekitar saya?"

 

Penggunaan Hasil: Guru dapat mengumpulkan jawaban reflektif secara tertulis atau melalui diskusi kelompok. Hasil ini memberikan gambaran sejauh mana siswa memahami nilai-nilai yang telah dipelajari dan bagaimana mereka berencana untuk menerapkannya.

Instrumen Penilaian Proses Pembelajaran/Formatif:

Jenis Asesmen

Tujuan

Kriteria Penilaian

Waktu

Observasi Kinerja Kelompok

Menilai keterlibatan, kerjasama, dan pemahaman siswa dalam kelompok

Tinggi: Aktif, kreatif, kontribusi nyata

Sedang: Cukup aktif

Kuis Formatife

Menilai pemahaman materi secara langsung

Tinggi: 80%-100% benar

Sedang: 50%-79% benar

Pertanyaan Reflektif

Membantu siswa merefleksikan materi dan mengembangkan kesadaran diri

Tinggi: Jawaban mendalam dan aplikatif

Sedang: Jawaban dasar

Penggunaan Umpan Balik:

  • Setelah kuis dan refleksi, guru memberikan umpan balik langsung kepada siswa tentang kekuatan dan area yang perlu perbaikan.
  • Guru dapat memperjelas atau mengulang konsep yang sulit dipahami, misalnya tentang hubungan antara integrasi bangsa dan tindakan anti korupsi.

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

1. Tes Tulis (Ujian Sumatif)

Tujuan: Menilai pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Format:

  • Soal Pilihan Ganda (10-15 soal): Menilai pengetahuan fakta dan konsep dasar.
  • Soal Isian Singkat (3-5 soal): Menilai kemampuan mengingat konsep-konsep kunci.
  • Soal Esai (1-2 soal): Menilai kemampuan berpikir kritis dan mengaplikasikan materi dalam konteks kehidupan nyata.

Soal Pilihan Ganda:

  1. Apa yang dimaksud dengan Bhinneka Tunggal Ika?
    • a) Kesatuan dalam perbedaan
    • b) Kesatuan dalam agama
    • c) Persamaan dalam perbedaan
    • d) Perbedaan dalam persamaan
  2. Korupsi dapat merusak integrasi bangsa karena...
    • a) Meningkatkan keadilan sosial
    • b) Menyebabkan ketidakadilan dan kesenjangan sosial
    • c) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
    • d) Memperkuat kedudukan hukum

Soal Isian Singkat:

  1. Sebutkan dua cara untuk mewujudkan integrasi bangsa dalam masyarakat yang majemuk!
  2. Apa yang dimaksud dengan "Toleransi" dalam konteks kebhinekaan?

Soal Esai:

  1. Jelaskan mengapa prinsip kebhinekaan sangat penting dalam mewujudkan persatuan bangsa Indonesia! Berikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menurut kamu, apa saja yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah korupsi dalam kehidupan mereka? Jelaskan alasanmu!

 

2. Penilaian Proyek/Karya Tugas

Tujuan: Menilai kemampuan siswa untuk mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari dalam sebuah karya atau proyek nyata, seperti kampanye integrasi bangsa dan anti korupsi.

Format:

  • Proyek Kelompok: Siswa diminta untuk membuat kampanye (melalui poster, video, atau presentasi) yang mengedukasi tentang Integrasi Bangsa dan Pencegahan Korupsi. Mereka harus mengidentifikasi masalah nyata dalam masyarakat dan menawarkan solusi berbasis nilai-nilai kebhinekaan dan integritas.
  • Kriteria Penilaian:
    • Kreativitas: Penggunaan ide dan desain yang inovatif dalam menyampaikan pesan.
    • Keterkaitan dengan Materi: Relevansi konten kampanye dengan prinsip kebhinekaan dan pencegahan korupsi.
    • Kejelasan Pesan: Sejauh mana pesan kampanye dapat dipahami dan diaplikasikan oleh masyarakat.

 Proyek:

  • Poster: Membuat poster bertema “Bhinneka Tunggal Ika dalam Masyarakat Majemuk” dan “Stop Korupsi untuk Masa Depan Bangsa.”
  • Presentasi Video: Membuat video pendek yang menjelaskan cara-cara praktis untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan menghindari korupsi.

 

Kriteria Penilaian dan Penggunaan Hasil:

Jenis Asesmen

Tujuan

Kriteria Penilaian

Bobot Nilai

Tes Tulis (Pilihan Ganda, Isian, Esai)

Menilai pemahaman dasar dan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap materi pembelajaran

Pilihan Ganda: Akurasi jawaban (1 poin per soal)
Esai: Kejelasan argumen, aplikasi konsep (10-20 poin per soal)

60%

Proyek Kelompok

Mengukur kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pembelajaran ke dalam proyek nyata

Kreativitas: Desain dan ide inovatif
Relevansi: Kesesuaian dengan materi pembelajaran
Kejelasan Pesan: Penyampaian yang efektif

40%

 

Penggunaan Umpan Balik:

  • Tes Tulis: Umpan balik diberikan secara tertulis pada setiap soal untuk memberikan pemahaman lebih dalam bagi siswa mengenai materi yang sulit.
  • Proyek: Umpan balik diberikan setelah presentasi atau penilaian proyek, di mana guru memberikan masukan terkait kreativitas, penerapan konsep, dan cara penyampaian pesan.

Keuntungan Asesmen Sumatif:

  • Memberikan gambaran menyeluruh tentang pemahaman siswa terhadap materi.
  • Mengukur kemampuan aplikasi siswa dalam konteks kehidupan nyata, terutama dalam mengatasi isu kebhinekaan dan pencegahan korupsi.
  • Menyediakan umpan balik yang berguna bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif mereka.

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

SUMBER BELAJAR

Sumber belajar Sumber Belajar Materi IPS Kelas 9 Materi: Integrasi Bangsa dalam Masyarakat Majemuk

  1. Buku / Literatur Cetak
    1. Sosiologi untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
    2. Kaelan. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma, 2012 (Bab tentang Persatuan dan Kesatuan Bangsa).
    3. Modul Pembelajaran Integrasi Nasional, Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Sumber Digital / Multimedia
    1. Situs web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI :  (Cari artikel atau publikasi tentang pendidikan karakter, multikulturalisme, dan integrasi bangsa).
    2. Video Dokumenter : "Harmoni dalam Keberagaman Indonesia" atau "Tantangan Integrasi di Era Modern" (dapat dicari di YouTube dengan kata kunci terkait).
    3. Infografis atau Artikel Populer : Dari lembaga-lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS) tentang data demografi atau isu sosial di Indonesia.
    4. Situs resmi BNN : bnn.go.id (Untuk informasi dan kampanye anti-narkoba).
  3. Media Pembelajaran Interaktif
    1. Aplikasi pembelajaran interaktif tentang kebudayaan Indonesia atau tantangan sosial.
    2. Simulasi atau Game edukasi yang menekankan pentingnya kerjasama dan toleransi.
    3. Modul Project-Based Learning IPS terkait menjaga keutuhan bangsa dan nilai anti-narkoba (dari Platform Merdeka Mengajar atau sumber relevan lainnya).
  4. Referensi Pendukung Nilai Moral dan Anti Narkoba
    1. Buku pedoman Gerakan Anti Narkoba di Sekolah (ASBN) – BNN, 2022.
    2. Artikel Jurnal Pendidikan Karakter tentang penanaman nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.
    3. Video pendek kampanye anti-narkoba yang mengaitkan dengan nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Materi: Integrasi Bangsa dalam Masyarakat Majemuk terintegrasi dengan Aksi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN)

Petunjuk Umum:

  1. Bacalah setiap pertanyaan dan instruksi dengan teliti.
  2. Jawablah setiap pertanyaan dengan jelas dan sesuai dengan pemahamanmu.
  3. Kerjakan secara individu atau kelompok, sesuai instruksi guru.
  4. Diskusikan hasil kerja kelompok dan presentasikan di depan kelas (jika diperlukan).

Bagian A: Menyusun Pemahaman dan Analisis Konsep Tujuan: Memahami pengertian dan bentuk integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk, serta menganalisis faktor-faktornya.

  1. Definisikan Konsep :

a) Apa yang dimaksud dengan " Integrasi Bangsa " dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk? Jawaban: ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b) Mengapa integrasi bangsa sangat penting untuk menjaga keutuhan dan stabilitas negara di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia? Jawaban: ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Identifikasi Bentuk Integrasi :

a) Jelaskan dua bentuk integrasi yang dapat terjadi dalam masyarakat majemuk beserta contohnya!

1. Bentuk Integrasi: ……………………………………………………………………………………………………………………………………

Contoh: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3.     Bentuk Integrasi: ……………………………………………………………………………………………………………………………………

4.     Contoh: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Analisis Faktor Integrasi :

a) Sebutkan dua faktor pendorong integrasi bangsa di Indonesia!

1.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

b) Sebutkan dua faktor penghambat integrasi bangsa di Indonesia!

1.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2.…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Bagian B: Menerapkan Konsep dalam Proyek Kampanye Tujuan: Merencanakan dan mengaplikasikan pengetahuan tentang integrasi bangsa dan ASBN dalam sebuah proyek nyata.

  1. Perencanaan Proyek Kampanye "Harmoni Bangsa, Tanpa Narkoba" :
    • Sebagai siswa , Anda dan kelompok Anda akan merancang sebuah proyek kampanye yang bertema " Harmoni Bangsa, Tanpa Narkoba ". Proyek ini harus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya integrasi bangsa di tengah kemajemukan dan secara aktif mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau masyarakat.
    • Pilih salah satu format proyek : Poster Digital/Manual, Video Pendek, Infografis, Artikel Reflektif, atau Mini Drama/Simulasi.

Isi Rencana Proyek Anda di bawah ini:

    • Nama Kelompok : …………………………………………………………………………………………
    • Anggota Kelompok : …………………………………………………………………………………………
    • Judul Proyek Kampanye : …………………………………………………………………………………………
    • Tujuan Proyek : (Apa yang ingin dicapai dengan proyek ini?) ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
    • Target Audiens : (Siapa yang ingin Anda sasar dengan kampanye ini? Contoh: teman sebaya, adik kelas, masyarakat sekitar) ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
    • Pesan Utama Kampanye : (Satu atau dua kalimat inti yang ingin Anda sampaikan) ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
    • Format Produk Proyek : (Contoh: Poster Digital, Video Pendek 1 menit) ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
    • Rancangan Garis Besar Konten : (Tuliskan poin-poin penting atau sketsa kasar dari isi kampanye Anda) …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
    • Pembagian Tugas Anggota Kelompok :
      1. Nama: ………………

Tugas: ………………………………………………………………

      1. Nama: ………………

Tugas: ………………………………………………………………

      1. Nama: ………………

Tugas: ………………………………………………………………

      1. Nama: ………………

Tugas: ………………………………………………………………

Bagian C: Refleksi Pribadi Tujuan: Merefleksikan pemahaman dan komitmen siswa terhadap materi dan pengalaman proyek.

  1. Refleksi Pembelajaran : a) Apa hal terpenting yang Anda pelajari tentang bagaimana seorang individu dapat berkontribusi dalam menjaga integrasi bangsa dan mencegah narkoba melalui proyek ini? Jawaban: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
  2. Komitmen Pribadi : a) Setelah menyelesaikan proyek ini, tindakan konkret apa yang akan Anda ambil di kehidupan sehari-hari untuk mendukung integrasi bangsa dan Aksi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN) ? Jawaban: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...