PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH
:
SMPN 8 Malang
NAMA
GURU :
Drs. Sumarno
MATA
PELAJARAN :
IPS
KELAS
/ SEMESTER / FASE : IX / 1
/ D
ALOKASI
WAKTU :
2 X (3 x 45) menit
MATERI : Integrasi Sosial: Faktor Pendorong dan Penghambat
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Materi
Pelajaran |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dimensi Profil Lulusan
(DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Capaian
Pembelajaran |
Mengelaborasi proses interaksi sosial,
Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam
masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip
kebhinekaan |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Lintas
Disiplin Ilmu |
1.
PKn :
Nilai persatuan, hak dan kewajiban warga negara dalam menjaga kebhinekaan. 2.
Bahasa Indonesia : Menyusun laporan analisis kasus, presentasi, atau kampanye
persuasif. 3.
TIK :
Membuat infografis atau video pendek tentang integrasi sosial. 4.
BK :
Refleksi diri terkait peran dalam komunitas dan resolusi konflik. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Tujuan
Pembelajaran |
1.
Menjelaskan pengertian dan
pentingnya integrasi sosial secara lisan maupun tertulis. 2.
Mengidentifikasi faktor-faktor
pendorong integrasi sosial (kesamaan nilai, kepentingan bersama, komunikasi)
dan memberikan contohnya. 3.
Mengidentifikasi faktor-faktor
penghambat integrasi sosial (konflik, diskriminasi, perbedaan budaya) dan
memberikan contohnya. 4.
Menganalisis studi kasus nyata
tentang integrasi sosial di lingkungan sekitar. 5.
Merumuskan solusi kreatif
terhadap masalah integrasi sosial yang ditemukan dalam studi kasus. 6.
Mempresentasikan hasil analisis
dan solusi secara efektif. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Topik
Pembelajaran |
"Membangun Harmoni:
Memahami Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Sosial" |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Praktik
Pedagogis |
·
Pendekatan : Student-Centered Learning (SCL) – Pembelajaran berpusat pada
murid, dengan menggunakan model Problem-Based Learning (PBL)
yang mendorong siswa menganalisis masalah nyata terkait integrasi sosial dan
mencari solusinya. (Ihsanuddini, 2024; Said, 2023). ·
Metode Pembelajaran : 1.
Project-Based Learning (PBL) : ·
Proyek : "Analisis Kasus Integrasi Sosial di Komunitasku dan
Solusinya". ·
Produk dapat berupa : ·
Laporan tertulis analisis kasus
dan rekomendasi solusi. ·
Infografis atau poster digital
yang menjelaskan faktor pendorong/penghambat dan solusinya. ·
Video pendek/PSA (Public Service
Announcement) kampanye integrasi sosial. ·
Presentasi interaktif dengan
simulasi pemecahan masalah. 2.
Diskusi Kelompok : ·
Analisis studi kasus nyata
tentang integrasi sosial di lingkungan sekolah atau masyarakat. ·
Diskusikan bagaimana faktor
kesamaan nilai, kepentingan bersama, dan komunikasi dapat mendorong
integrasi. ·
Diskusikan bagaimana konflik,
diskriminasi, dan perbedaan budaya dapat menghambat integrasi. ·
Rumuskan solusi yang relevan
untuk kasus tersebut. 3.
Presentasi : Kelompok menyampaikan hasil proyek dan solusi yang
dirumuskan. 4.
Refleksi Individu : Murid menuliskan atau merekam refleksi singkat tentang
pentingnya menjaga integrasi sosial dan peran pribadi dalam hal tersebut. 5.
Simulasi/Role Play : (Opsional, jika waktu memungkinkan) Simulasi penyelesaian
konflik kecil di sekolah atau masyarakat untuk mempraktikkan keterampilan
komunikasi dan toleransi.
1.
Konten ·
Menyediakan materi dalam
berbagai format: teks panjang, ringkasan poin, infografis, dan video pendek. ·
Menambahkan artikel atau berita
lokal terkait isu integrasi sosial. 2.
Proses ·
Pendampingan individu/kelompok
kecil bagi murid dengan kebutuhan khusus atau literasi rendah dalam
menganalisis kasus. ·
Panduan langkah-langkah proyek
yang lebih terstruktur bagi murid yang memerlukan. 3.
Produk ·
Murid bebas memilih format
proyek akhir: laporan, infografis, video, atau presentasi. ·
Strategi Diferensiasi dan
Inklusi ·
Jenis Murid | Strategi ·
ABK / kebutuhan khusus | Lembar
kerja sederhana & studi kasus visual + pendampingan langsung. ·
Murid cepat belajar | Menjadi
fasilitator atau mentor kelompok untuk teman sebaya, membantu mencari sumber
daya tambahan. ·
Gaya belajar visual | Diberikan
infografis, peta konsep, dan video studi kasus. ·
Gaya belajar kinestetik |
Terlibat aktif dalam proyek membuat video, simulasi, atau presentasi
interaktif. ·
Murid yang suka menulis |
Membuat laporan analisis kasus atau artikel opini. ·
Murid yang suka digital |
Membuat video edukasi, infografis digital, atau presentasi berbasis
teknologi. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
1.
Orang Tua/Wali Murid ·
Peran : Mendukung diskusi tentang integrasi sosial di rumah,
mengidentifikasi isu-isu di komunitas lokal. ·
Bentuk Keterlibatan : Mengisi lembar observasi partisipasi anak dalam diskusi
keluarga, berbagi cerita pengalaman toleransi. 2.
Komite Sekolah ·
Peran : Mendukung program pembelajaran berbasis proyek yang relevan
dengan isu sosial. ·
Bentuk Keterlibatan : Membantu penyediaan fasilitas presentasi, memfasilitasi
kolaborasi dengan komunitas lokal (misal: tokoh masyarakat). 3.
Siswa (Sebaya/OSIS/MPK) ·
Peran : Menjadi agen perubahan yang mempromosikan integrasi sosial di
sekolah. ·
Bentuk Keterlibatan : Mengorganisasi kampanye "Harmoni di Sekolahku"
berdasarkan hasil proyek, membuat konten edukatif. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1.
Ruang Fisik ·
Ruang Kelas Kolaboratif : Kursi dan meja disusun fleksibel untuk diskusi kelompok,
analisis studi kasus, dan presentasi. ·
Aula/Selasar Sekolah : Tempat untuk pameran poster, pemutaran video kampanye, atau
diskusi panel dengan tokoh masyarakat. ·
Perpustakaan/Sudut Literasi : Ruang mencari referensi tentang integrasi sosial, keberagaman
budaya, dan resolusi konflik. ·
Ruang BK : Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi tentang masalah
interaksi sosial atau diskriminasi. 2.
Budaya Belajar 1.
Budaya Reflektif : Mendorong siswa mengevaluasi peran mereka dalam menjaga
integrasi sosial. 2.
Budaya Kolaboratif dan
Inklusif : Semua siswa aktif terlibat, saling
menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam proyek. 3.
Budaya Aktif dan Positif : Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide kreatif, dan
internalisasi nilai toleransi dan kebersamaan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pemanfaatan
Digital |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL
(tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
INTI |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pada
tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Memahami
(Bermakna,
Berkesadaran) 40 menit |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan)
35
menit |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil Karya (30 menit) * Tujuan: Mengaplikasikan pemahaman dengan merumuskan solusi kreatif dan
mengkomunikasikannya. Kegiatan: 1.
Berdasarkan analisis kasus
sebelumnya, setiap kelompok ditugaskan untuk merancang "Proyek
Konsultan Sosial Mini".
Proyek ini harus berisi:
Analisis Kasus Singkat: Jelaskan
kasus yang dipilih dan identifikasi faktor pendorong/penghambat yang relevan. Rekomendasi Solusi: Rumuskan setidaknya 2-3
solusi konkret dan kreatif untuk meningkatkan integrasi sosial atau mengatasi
penghambat dalam kasus tersebut. Format Karya: Pilih salah satu
(infografis, poster, video pendek, presentasi interaktif) untuk menyajikan
analisis dan solusi mereka. Guru berkeliling memberikan
arahan, membantu dalam pemilihan format, dan memotivasi kelompok untuk
berpikir kreatif. Analisis dan Evaluasi
Proses Pemecahan Masalah (20 menit) Tujuan:
Mengasah keterampilan komunikasi, penalaran, dan kemampuan evaluasi. Kegiatan: 1.
Setiap kelompok mempresentasikan
"Proyek Konsultan Sosial Mini" mereka di depan kelas. 2.
Setelah presentasi, kelompok
lain dan guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif mengenai
analisis kasus, relevansi solusi, dan kreativitas penyajian. 3.
Siswa diminta menjelaskan proses
pembuatan proyek dan pemikiran di balik solusi yang mereka tawarkan. 4.
Guru memfasilitasi diskusi kelas
tentang kesamaan dan perbedaan solusi antar kelompok, serta menyoroti
pentingnya pendekatan yang komprehensif. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Merefleksi
(Berkesadaran)
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Refleksi Individu (15 menit) Tujuan:
Menumbuhkan kesadaran diri dan refleksi tentang tindakan pribadi dalam
konteks integrasi sosial. Kegiatan: 1.
Siswa menuliskan refleksi
pribadi mengenai pemahaman mereka tentang pentingnya integrasi sosial dan
peran individu dalam menjaga harmoni masyarakat. 2.
Pertanyaan pemicu untuk
refleksi: "Apa pelajaran paling berharga yang saya dapatkan dari
pembelajaran tentang integrasi sosial hari ini?" "Bagaimana saya bisa menerapkan
pemahaman ini untuk berkontribusi menjaga integrasi sosial di sekolah dan di
lingkungan tempat tinggal saya?" "Apa saja tantangan yang mungkin saya
hadapi dan bagaimana saya akan mengatasinya?" Siswa diminta menuliskan
satu rencana aksi pribadi yang konkret. Diskusi Refleksi Kelas (10 menit) Tujuan:
Menghubungkan refleksi individu dengan pemahaman kolektif. Kegiatan: 1.
Guru memfasilitasi diskusi kelas
mengenai hasil refleksi individu siswa. 2.
Siswa berbagi ide tentang
bagaimana mereka akan menjadi agen integrasi sosial. 3.
Guru menyimpulkan diskusi dengan
menekankan bahwa integrasi sosial adalah tanggung jawab bersama yang dimulai
dari diri sendiri. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PENUTUP
(berkesadaran,
bermakna) 5 menit |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen
pada Awal Pembelajaran |
Asesmen pada Awal
Pembelajaran
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
pada Proses Pembelajaran |
Asesmen pada Proses
Pembelajaran
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
pada Akhir Pembelajaran |
Asesmen pada Akhir
Pembelajaran
Sumber belajar
kompas.com +1
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sumber belajar |
1. Buku Teks dan Buku Referensi
2. Artikel dan Publikasi Digital
2.
https://sumarnoguritno.blogspot.com/2025/11/peristiwa-penting-dalam-sejarah_18.html 3.
3. Media Audio-Visual
4. Sumber Belajar Interaktif
5. Sumber Lokal / Kontekstual
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Mengetahui, Kepala
SMP Negeri 8 Malang Sri Nuryani M.Pd. NIP. 19661116 199003 2 009 |
|
Malang, 14 April
2025 Guru Mata Pelajaran Drs Sumarno. NIP. 1966308 200501 1 006 |
LEMBAR KERJA
PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas
- Satuan Pendidikan :
SMPN 8 Malang
- Mata Pelajaran :
IPS
- Kelas/Semester : IX /
Genap
- Materi Pokok :
Integrasi Sosial
- Submateri :
Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Integrasi Sosial
- Alokasi Waktu :
2 x 40 menit
A. Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengikuti
kegiatan pembelajaran melalui LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian integrasi sosial
dengan benar.
- Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong
integrasi sosial dalam masyarakat.
- Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat
integrasi sosial dalam masyarakat.
- Menganalisis contoh integrasi sosial dalam
kehidupan sehari-hari.
- Menyajikan hasil diskusi secara lisan dan tertulis
dengan sikap tanggung jawab dan kerja sama.
B. Petunjuk
Pengerjaan
- Berdoalah sebelum mengerjakan LKPD.
- Bacalah setiap petunjuk dan pertanyaan
dengan saksama.
- Kerjakan LKPD secara berkelompok (4–5
orang).
- Diskusikan setiap permasalahan dengan
anggota kelompok secara aktif dan santun.
- Tuliskan jawaban dengan jelas dan
sistematis.
- Presentasikan hasil diskusi kelompok di
depan kelas.
C. Apersepsi
Perhatikan lingkungan
di sekitarmu (sekolah, rumah, atau masyarakat). Indonesia terdiri atas berbagai
suku, agama, budaya, dan bahasa. Namun, masyarakat Indonesia dapat hidup
berdampingan secara damai.
Pertanyaan
Pemantik:
- Mengapa masyarakat yang beragam dapat
tetap hidup rukun?
- Faktor apa saja yang dapat memperkuat atau
justru menghambat persatuan dalam masyarakat?
Tuliskan pendapat awal
kelompokmu:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
D. Materi Singkat
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang
berbeda dalam masyarakat sehingga tercipta keserasian, kesatuan, dan kehidupan
sosial yang harmonis.
Faktor Pendorong
Integrasi Sosial antara lain:
- Toleransi terhadap perbedaan.
- Sikap saling menghargai dan menghormati.
- Kesempatan yang sama dalam berbagai
bidang.
- Persamaan kepentingan dan tujuan bersama.
- Kesadaran sebagai bagian dari bangsa
Indonesia.
Faktor Penghambat
Integrasi Sosial antara lain:
- Sikap primordialisme yang berlebihan.
- Fanatisme sempit terhadap kelompok
tertentu.
- Kesenjangan sosial dan ekonomi.
- Prasangka dan stereotip negatif.
- Konflik sosial yang tidak terselesaikan.
E. Kegiatan Inti
Kegiatan 1:
Mengidentifikasi Faktor Integrasi Sosial
Lengkapilah tabel
berikut dengan memberikan contoh nyata!
|
No |
Faktor Pendorong
Integrasi Sosial |
Contoh dalam
Kehidupan Sehari-hari |
|
1 |
Toleransi |
|
|
2 |
Sikap saling
menghargai |
|
|
3 |
Tujuan bersama |
|
|
4 |
Kesempatan yang sama |
|
|
5 |
Kesadaran nasional |
Kegiatan 2:
Mengidentifikasi Faktor Penghambat Integrasi Sosial
Isilah tabel berikut
dengan tepat!
|
No |
Faktor Penghambat
Integrasi Sosial |
Dampak yang
Ditimbulkan |
|
1 |
Prasangka sosial |
|
|
2 |
Fanatisme sempit |
|
|
3 |
Kesenjangan sosial |
|
|
4 |
Konflik antarkelompok |
|
|
5 |
Diskriminasi |
Kegiatan 3: Studi
Kasus
Bacalah kasus berikut
dengan saksama!
Di sebuah sekolah
terdapat siswa yang berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda.
Pada awalnya sering terjadi kesalahpahaman, namun setelah sekolah mengadakan
kegiatan kerja bakti, pentas seni budaya, dan diskusi kebhinekaan, hubungan
antar siswa menjadi lebih harmonis.
Pertanyaan:
- Faktor pendorong integrasi sosial apa saja
yang terdapat dalam kasus tersebut?
- Mengapa kegiatan bersama dapat memperkuat
integrasi sosial?
- Apa yang akan terjadi jika tidak ada upaya
integrasi sosial di sekolah tersebut?
Jawaban:
............................................................................................................................
............................................................................................................................
............................................................................................................................
F. Refleksi
Jawablah pertanyaan
berikut secara jujur dan singkat:
- Apa pemahaman baru yang kamu peroleh
tentang integrasi sosial?
- Sikap apa yang akan kamu terapkan untuk
mendukung integrasi sosial di sekolah?
............................................................................................................................
............................................................................................................................
G. Penilaian
- Sikap : Kerja sama, toleransi, tanggung jawab.
- Pengetahuan : Ketepatan menjelaskan faktor pendorong
dan penghambat integrasi sosial.
- Keterampilan : Kemampuan berdiskusi dan
mempresentasikan hasil.
H. Penugasan
(Opsional)
Carilah satu contoh
peristiwa integrasi sosial di lingkungan masyarakat sekitar rumahmu. Tuliskan
dalam satu paragraf dan jelaskan faktor pendorong serta penghambatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar