Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9 Integrasi Sosial: Faktor Pendorong dan Penghambat Intergrasi Sosial

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                                : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                          : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                                 : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE                 : IX / 1 / D

ALOKASI WAKTU                                   : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                                    : Integrasi Sosial: Faktor Pendorong dan Penghambat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

  1. Kemampuan Awal
    • Sebagian besar murid memahami konsep dasar tentang masyarakat dan interaksi sosial, namun pengetahuan spesifik mengenai faktor pendorong dan penghambat integrasi sosial masih terbatas.
    • Beberapa murid dapat mengidentifikasi masalah sosial di lingkungan sekitar, namun membutuhkan arahan untuk menganalisis keterkaitannya dengan integrasi sosial.
  2. Karakteristik Peserta Didik
    • Latar belakang sosial dan budaya beragam; motivasi belajar bervariasi.
    • Tingkat literasi teks sosiologi berbeda; ada murid yang lebih mudah memahami melalui studi kasus, ada yang lebih melalui diskusi kelompok.
  3. Kebutuhan Khusus
    • Ada 1–2 murid ABK ringan yang membutuhkan pendampingan membaca teks dan bimbingan kelompok dalam menganalisis kasus.
    • Ada murid dengan literasi rendah yang membutuhkan teks ringkas, peta konsep, atau visualisasi studi kasus.
  4. Strategi Diferensiasi
    • Media Visual dan Infografis : Menyediakan studi kasus dalam bentuk infografis atau video pendek tentang integrasi sosial.
    • Pendampingan Individu/Kelompok Kecil : Untuk murid ABK dan murid literasi rendah dalam memahami konsep dan studi kasus.
    • Proyek Kelompok Heterogen : Diskusi, presentasi solusi kasus, atau pembuatan kampanye mini, memungkinkan semua murid berkontribusi.

 

Materi Pelajaran

  1. Pengetahuan Faktual
    • Definisi integrasi sosial.
    • Contoh nyata faktor pendorong integrasi sosial: kesamaan nilai, kepentingan bersama, komunikasi.
    • Contoh nyata faktor penghambat integrasi sosial: konflik, diskriminasi, perbedaan budaya.
  2. Pengetahuan Konseptual
    • Konsep integrasi sosial dan urgensinya dalam masyarakat.
    • Hubungan sebab-akibat antara faktor pendorong dan penghambat dengan kondisi integrasi sosial.
    • Peran individu dan kelompok dalam menjaga atau menghambat integrasi sosial.
  3. Pengetahuan Prosedural
    • Cara menganalisis studi kasus terkait integrasi sosial.
    • Langkah-langkah merumuskan solusi terhadap masalah integrasi sosial.
  4. Pengetahuan Metakognitif
    • Kesadaran diri terhadap peran sebagai agen integrasi sosial di lingkungan sekitar.
    • Strategi merancang aksi nyata untuk mempromosikan integrasi sosial.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

            DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

            DPL 2

Kewargaan                      

            DPL 3

Penalaran Kritis

            DPL 4

Kreativitas

 

            DPL 5

Kolaborasi

            DPL 6

Kemandirian

            DPL 7

Kesehatan

            DPL 8

            Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Mengelaborasi proses interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Lintas Disiplin Ilmu

1.     PKn : Nilai persatuan, hak dan kewajiban warga negara dalam menjaga kebhinekaan.

2.     Bahasa Indonesia : Menyusun laporan analisis kasus, presentasi, atau kampanye persuasif.

3.     TIK : Membuat infografis atau video pendek tentang integrasi sosial.

4.     BK : Refleksi diri terkait peran dalam komunitas dan resolusi konflik.

Tujuan Pembelajaran

1.     Menjelaskan pengertian dan pentingnya integrasi sosial secara lisan maupun tertulis.

2.     Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong integrasi sosial (kesamaan nilai, kepentingan bersama, komunikasi) dan memberikan contohnya.

3.     Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat integrasi sosial (konflik, diskriminasi, perbedaan budaya) dan memberikan contohnya.

4.     Menganalisis studi kasus nyata tentang integrasi sosial di lingkungan sekitar.

5.     Merumuskan solusi kreatif terhadap masalah integrasi sosial yang ditemukan dalam studi kasus.

6.     Mempresentasikan hasil analisis dan solusi secara efektif.

 

Topik Pembelajaran

 "Membangun Harmoni: Memahami Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Sosial"

Praktik Pedagogis

·       Pendekatan : Student-Centered Learning (SCL) – Pembelajaran berpusat pada murid, dengan menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) yang mendorong siswa menganalisis masalah nyata terkait integrasi sosial dan mencari solusinya. (Ihsanuddini, 2024; Said, 2023).

·       Metode Pembelajaran :

1.     Project-Based Learning (PBL) :

·            Proyek : "Analisis Kasus Integrasi Sosial di Komunitasku dan Solusinya".

·            Produk dapat berupa :

·         Laporan tertulis analisis kasus dan rekomendasi solusi.

·         Infografis atau poster digital yang menjelaskan faktor pendorong/penghambat dan solusinya.

·         Video pendek/PSA (Public Service Announcement) kampanye integrasi sosial.

·         Presentasi interaktif dengan simulasi pemecahan masalah.

2.       Diskusi Kelompok :

·         Analisis studi kasus nyata tentang integrasi sosial di lingkungan sekolah atau masyarakat.

·         Diskusikan bagaimana faktor kesamaan nilai, kepentingan bersama, dan komunikasi dapat mendorong integrasi.

·         Diskusikan bagaimana konflik, diskriminasi, dan perbedaan budaya dapat menghambat integrasi.

·         Rumuskan solusi yang relevan untuk kasus tersebut.

3.       Presentasi : Kelompok menyampaikan hasil proyek dan solusi yang dirumuskan.

4.       Refleksi Individu : Murid menuliskan atau merekam refleksi singkat tentang pentingnya menjaga integrasi sosial dan peran pribadi dalam hal tersebut.

5.       Simulasi/Role Play : (Opsional, jika waktu memungkinkan) Simulasi penyelesaian konflik kecil di sekolah atau masyarakat untuk mempraktikkan keterampilan komunikasi dan toleransi.

    • Strategi Diferensiasi

1.     Konten

·       Menyediakan materi dalam berbagai format: teks panjang, ringkasan poin, infografis, dan video pendek.

·       Menambahkan artikel atau berita lokal terkait isu integrasi sosial.

2.     Proses

·       Pendampingan individu/kelompok kecil bagi murid dengan kebutuhan khusus atau literasi rendah dalam menganalisis kasus.

·       Panduan langkah-langkah proyek yang lebih terstruktur bagi murid yang memerlukan.

3.       Produk

·       Murid bebas memilih format proyek akhir: laporan, infografis, video, atau presentasi.

·     Strategi Diferensiasi dan Inklusi

·     Jenis Murid | Strategi

·     ABK / kebutuhan khusus | Lembar kerja sederhana & studi kasus visual + pendampingan langsung.

·     Murid cepat belajar | Menjadi fasilitator atau mentor kelompok untuk teman sebaya, membantu mencari sumber daya tambahan.

·     Gaya belajar visual | Diberikan infografis, peta konsep, dan video studi kasus.

·     Gaya belajar kinestetik | Terlibat aktif dalam proyek membuat video, simulasi, atau presentasi interaktif.

·     Murid yang suka menulis | Membuat laporan analisis kasus atau artikel opini.

·     Murid yang suka digital | Membuat video edukasi, infografis digital, atau presentasi berbasis teknologi.

Kemitraan Pembelajaran

1.       Orang Tua/Wali Murid

·         Peran : Mendukung diskusi tentang integrasi sosial di rumah, mengidentifikasi isu-isu di komunitas lokal.

·         Bentuk Keterlibatan : Mengisi lembar observasi partisipasi anak dalam diskusi keluarga, berbagi cerita pengalaman toleransi.

2.       Komite Sekolah

·           Peran : Mendukung program pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan isu sosial.

·           Bentuk Keterlibatan : Membantu penyediaan fasilitas presentasi, memfasilitasi kolaborasi dengan komunitas lokal (misal: tokoh masyarakat).

3.       Siswa (Sebaya/OSIS/MPK)

·         Peran : Menjadi agen perubahan yang mempromosikan integrasi sosial di sekolah.

·         Bentuk Keterlibatan : Mengorganisasi kampanye "Harmoni di Sekolahku" berdasarkan hasil proyek, membuat konten edukatif.

 

Lingkungan Pembelajaran

1.     Ruang Fisik

·       Ruang Kelas Kolaboratif : Kursi dan meja disusun fleksibel untuk diskusi kelompok, analisis studi kasus, dan presentasi.

·       Aula/Selasar Sekolah : Tempat untuk pameran poster, pemutaran video kampanye, atau diskusi panel dengan tokoh masyarakat.

·       Perpustakaan/Sudut Literasi : Ruang mencari referensi tentang integrasi sosial, keberagaman budaya, dan resolusi konflik.

·       Ruang BK : Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi tentang masalah interaksi sosial atau diskriminasi.

2.     Budaya Belajar

1.     Budaya Reflektif : Mendorong siswa mengevaluasi peran mereka dalam menjaga integrasi sosial.

2.     Budaya Kolaboratif dan Inklusif : Semua siswa aktif terlibat, saling menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam proyek.

3.     Budaya Aktif dan Positif : Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide kreatif, dan internalisasi nilai toleransi dan kebersamaan.

Pemanfaatan Digital

  • Pemanfaatan Digital
    • Google Classroom / Microsoft Teams : Digunakan untuk mengunggah materi, studi kasus, panduan proyek, forum diskusi, dan pengumpulan tugas.
    • Padlet / Jamboard : Media kolaboratif untuk brainstorming ide solusi, membuat peta konsep faktor integrasi, atau mengumpulkan studi kasus dari siswa.
    • YouTube / Canva / TikTok (terkendali) : Sarana kreatif bagi siswa untuk membuat dan menyebarkan konten edukatif tentang integrasi sosial (infografis, video pendek, poster digital)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

  1. Orientasi yang Bermakna (3 menit)
    • Guru menyapa siswa, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan menjelajahi bagaimana masyarakat bisa hidup rukun, atau sebaliknya, mengapa kadang terjadi perselisihan. Kita akan belajar tentang integrasi sosial, yaitu bagaimana berbagai individu dan kelompok bisa bersatu, serta faktor-faktor apa saja yang mendorong atau menghambatnya. Tujuannya agar kita semua bisa menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekitar."
  2. Apersepsi yang Kontekstual (5 menit)
    • Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang keberagaman di Indonesia (misalnya festival budaya, kehidupan bertetangga di kota besar).
    • Guru menanyakan: "Apa yang kalian lihat dari gambar/video ini? Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk hidup rukun meskipun banyak perbedaan? Pernahkah kalian melihat atau merasakan perbedaan yang menyebabkan masalah di lingkungan kalian?"
  3. Motivasi yang Menggembirakan (5 menit)
    • Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil dan memberi tantangan: "Nanti di akhir pembelajaran, setiap kelompok akan menjadi 'konsultan sosial' yang akan menganalisis satu kasus nyata tentang integrasi sosial dan merumuskan solusinya dalam bentuk proyek kreatif. Bayangkan kalian akan membantu menciptakan harmoni di masyarakat!"
    • Guru menutup pembukaan dengan semangat positif dan mengarahkan siswa ke kegiatan inti.

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

  1. Identifikasi Masalah (10 menit)
    • Tujuan : Membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap masalah nyata terkait integrasi sosial.
    • Kegiatan :
      1. Guru menampilkan beberapa studi kasus singkat (teks atau visual) tentang situasi di masyarakat yang menunjukkan adanya integrasi sosial yang baik atau, sebaliknya, adanya konflik/diskriminasi. Contoh:
        • Kasus 1 : Warga RW 05 gotong royong membersihkan lingkungan meski berbeda suku dan agama.
        • Kasus 2 : Terjadi salah paham antar kelompok remaja karena perbedaan gaya bahasa di media sosial.
        • Kasus 3 : Ada sekelompok warga yang merasa dikucilkan dalam kegiatan kampung karena latar belakang tertentu.
      2. Guru meminta siswa secara individu untuk memilih satu kasus yang paling menarik perhatian mereka dan merumuskan satu pertanyaan kritis terkait kasus tersebut (misalnya, "Mengapa hal ini bisa terjadi?", "Bagaimana cara mencegahnya?", "Apa yang harus dilakukan agar situasi membaik?").
      3. Beberapa siswa menyampaikan pertanyaan kritisnya di depan kelas.
  2. Mengorganisir Siswa untuk Belajar (15 menit)
    • Tujuan : Membentuk kelompok belajar dan mengarahkan siswa untuk memahami konsep dasar.
    • Kegiatan :
      1. Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang) secara heterogen.
      2. Guru membagikan Materi Ajar (Teks Bacaan) tentang pengertian integrasi sosial, faktor pendorong (kesamaan nilai, kepentingan bersama, komunikasi), dan faktor penghambat (konflik, diskriminasi, perbedaan budaya) kepada setiap kelompok.
      3. Setiap kelompok membaca dan memahami materi, serta mengidentifikasi poin-poin kunci. Guru berkeliling untuk memfasilitasi dan menjawab pertanyaan awal.
  3. Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok (20 menit)
    • Tujuan : Siswa dapat mengidentifikasi faktor-faktor dalam studi kasus.
    • Kegiatan :
      1. Setiap kelompok memilih satu studi kasus dari yang telah disiapkan guru (atau kasus yang mereka temukan sendiri dan relevan) untuk dianalisis lebih dalam.
      2. Dengan bimbingan guru, kelompok menggunakan materi ajar untuk mengidentifikasi faktor pendorong atau penghambat integrasi sosial yang ada dalam studi kasus tersebut. Contoh pertanyaan: "Faktor pendorong apa yang terlihat dalam kasus ini?", "Faktor penghambat mana yang paling dominan?".
      3. Kelompok mencatat temuan mereka di lembar kerja atau papan tulis mini.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (30 menit) * 

Tujuan: Mengaplikasikan pemahaman dengan merumuskan solusi kreatif dan mengkomunikasikannya.

 

Kegiatan:

1.     Berdasarkan analisis kasus sebelumnya, setiap kelompok ditugaskan untuk merancang "Proyek Konsultan Sosial Mini".

           Proyek ini harus berisi:

           Analisis Kasus Singkat:

 Jelaskan kasus yang dipilih dan identifikasi faktor pendorong/penghambat yang  relevan.

Rekomendasi Solusi:

Rumuskan setidaknya 2-3 solusi konkret dan kreatif untuk meningkatkan integrasi sosial atau mengatasi penghambat dalam kasus tersebut.

Format Karya:

Pilih salah satu (infografis, poster, video pendek, presentasi interaktif) untuk menyajikan analisis dan solusi mereka.

Guru berkeliling memberikan arahan, membantu dalam pemilihan format, dan memotivasi kelompok untuk berpikir kreatif.

 

Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (20 menit) 

 Tujuan: Mengasah keterampilan komunikasi, penalaran, dan kemampuan evaluasi.

 Kegiatan:

1.       Setiap kelompok mempresentasikan "Proyek Konsultan Sosial Mini" mereka di depan kelas.

2.       Setelah presentasi, kelompok lain dan guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif mengenai analisis kasus, relevansi solusi, dan kreativitas penyajian.

3.       Siswa diminta menjelaskan proses pembuatan proyek dan pemikiran di balik solusi yang mereka tawarkan.

4.       Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang kesamaan dan perbedaan solusi antar kelompok, serta menyoroti pentingnya pendekatan yang komprehensif.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

Refleksi Individu (15 menit) 

Tujuan: Menumbuhkan kesadaran diri dan refleksi tentang tindakan pribadi dalam konteks integrasi sosial.

Kegiatan:

1.       Siswa menuliskan refleksi pribadi mengenai pemahaman mereka tentang pentingnya integrasi sosial dan peran individu dalam menjaga harmoni masyarakat.

2.       Pertanyaan pemicu untuk refleksi: "Apa pelajaran paling berharga yang saya dapatkan dari pembelajaran tentang integrasi sosial hari ini?"

"Bagaimana saya bisa menerapkan pemahaman ini untuk berkontribusi menjaga integrasi sosial di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal saya?"

"Apa saja tantangan yang mungkin saya hadapi dan bagaimana saya akan mengatasinya?" Siswa diminta menuliskan satu rencana aksi pribadi yang konkret.

 Diskusi Refleksi Kelas (10 menit) 

Tujuan: Menghubungkan refleksi individu dengan pemahaman kolektif.

Kegiatan:

1.            Guru memfasilitasi diskusi kelas mengenai hasil refleksi individu siswa.

2.            Siswa berbagi ide tentang bagaimana mereka akan menjadi agen integrasi sosial.

3.            Guru menyimpulkan diskusi dengan menekankan bahwa integrasi sosial adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

  1. Refleksi Materi (5 menit)
    • Kegiatan : Guru mengajak siswa merefleksikan kembali materi hari ini dengan pertanyaan: "Apa hal terpenting yang kalian pelajari tentang faktor pendorong dan penghambat integrasi sosial? Bagaimana kita bisa mengaplikasikannya?" Siswa berbagi pemikiran secara singkat.
  2. Refleksi Akhir Pembelajaran (5 menit)
    • Kegiatan : Guru meminta siswa berpikir tentang perubahan sikap atau pandangan mereka: "Setelah belajar ini, apakah kalian merasa lebih peduli terhadap isu-isu persatuan di masyarakat? Apa langkah konkret yang akan kalian ambil besok?"
  3. Motivasi (5 menit)
    • Kegiatan : Guru memberikan motivasi: "Kalian adalah generasi penerus. Dengan memahami integrasi sosial, kalian punya kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih rukun dan harmonis. Mulailah dari lingkungan terdekat kalian. Setiap tindakan kecil untuk toleransi dan kebersamaan itu sangat berarti." Guru mengapresiasi partisipasi siswa.
  4. Tugas Pertemuan Berikutnya
    • Kegiatan : Guru memberikan tugas: "Buatlah catatan observasi sederhana tentang satu contoh integrasi sosial atau konflik kecil di lingkungan rumah/sekolah kalian. Identifikasi faktor pendorong/penghambatnya, dan coba rumuskan ide solusi sederhana. Ini akan kita diskusikan di awal pertemuan berikutnya."
  5. Merencanakan Pembelajaran Pertemuan Berikutnya dengan Siswa
    • Kegiatan : Guru membuat format pilihan (bisa melalui Google Form) dengan isian:
      • Nama: ________________________
      • Kelas: ________
      • Saya memilih model pembelajaran berikut untuk materi selanjutnya:
        • □ Diskusi Kelompok
        • □ Project-Based Learning
        • □ Studi Kasus
        • □ Presentasi Individu
        • □ Dll. (sesuai variasi)
  6. Pertanyaan untuk Mengonfirmasi Rencana Evaluasi dari Siswa
    • Kegiatan : Guru menanyakan pilihan bentuk evaluasi yang ingin siswa lakukan pada pertemuan berikutnya:
      • □ Laporan Tertulis
      • □ Infografis
      • □ Video Pendek
      • □ Presentasi Lisan
      • □ Simulasi/Role Play

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Asesmen pada Awal Pembelajaran

  • Jenis Asesmen : Asesmen Diagnostik (Kognitif & Non-Kognitif)
  • Bentuk Instrumen : Kuesioner singkat (pilihan ganda & pernyataan sikap)
  • Tujuan : Mengukur pengetahuan awal siswa tentang konsep integrasi sosial dan kesadaran terhadap isu-isu keberagaman di lingkungan.
  • Instrumen Asesmen Awal :
    1. Pertanyaan Pilihan Ganda :
      • Apa yang Anda pahami tentang "integrasi sosial"? a) Pertengkaran antar kelompok b) Proses penyatuan berbagai kelompok menjadi satu kesatuan c) Perbedaan pendapat antar individu d) Tidak tahu
      • Manakah dari berikut ini yang paling mungkin menjadi faktor pendorong integrasi sosial? a) Adanya konflik kepentingan b) Kesamaan tujuan dan nilai c) Diskriminasi terhadap kelompok tertentu d) Kurangnya komunikasi
    2. Pernyataan Sikap (Skala Likert: Sangat Setuju, Setuju, Netral, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju) :
      • "Saya merasa penting untuk menghargai perbedaan budaya antar teman di sekolah."
      • "Saya percaya bahwa komunikasi yang baik dapat mencegah terjadinya perselisihan."
      • "Saya merasa bahwa kelompok mayoritas harus selalu mendominasi dalam masyarakat."
  • Cara Penilaian :
    • Pilihan Ganda : Jawaban tepat menunjukkan pemahaman awal.
    • Pernyataan Sikap : Respon menunjukkan tingkat kesadaran dan sikap awal terhadap integrasi sosial.
    • Hasil Asesmen Awal : Memberikan gambaran kesiapan belajar siswa dan area yang perlu penekanan lebih.

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Asesmen pada Proses Pembelajaran

  • Jenis Asesmen : Asesmen Formatif
  • Bentuk Instrumen : Observasi partisipasi, tanya jawab, penilaian diri, penilaian sejawat, umpan balik.
  • Tujuan : Memantau kemajuan siswa dalam memahami materi, menganalisis studi kasus, dan berkontribusi dalam kelompok, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan.
  • Instrumen Asesmen Proses :
    1. Observasi Partisipasi Diskusi Kelompok/Proyek :
      • Indikator : Keaktifan dalam diskusi, kemampuan menyumbang ide, menghargai pendapat, kerja sama, inisiatif.
      • Alat : Lembar observasi guru dengan skala penilaian (misal: Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik).
    2. Tanya Jawab Kelas :
      • Tujuan : Mengukur pemahaman lisan dan kemampuan menganalisis.
      • Contoh Pertanyaan : "Bisakah Anda berikan contoh kesamaan nilai yang mendorong integrasi di lingkungan kita?", "Bagaimana diskriminasi bisa menghambat integrasi sosial?"
    3. Penilaian Diri (Self-Assessment) :
      • Tujuan : Merefleksikan pemahaman dan kontribusi pribadi.
      • Contoh Pertanyaan : "Seberapa baik saya memahami faktor pendorong integrasi sosial?", "Seberapa aktif saya berkontribusi dalam proyek kelompok?"
    4. Umpan Balik Teman Sejawat :
      • Tujuan : Memberikan pandangan dari sudut pandang teman sebaya.
      • Contoh : Setiap anggota kelompok memberikan umpan balik singkat kepada anggota lainnya tentang kontribusi mereka dalam proyek.
  • Cara Penilaian :
    • Observasi : Memberikan gambaran tentang keterampilan kolaborasi dan partisipasi.
    • Tanya Jawab : Mengidentifikasi pemahaman konsep dan area kesulitan siswa.
    • Penilaian Diri/Sejawat : Mendorong refleksi dan tanggung jawab individu.
    • Hasil Asesmen Proses : Digunakan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan memberikan dukungan yang tepat.

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

  • Jenis Asesmen : Asesmen Sumatif (Produk & Kinerja)
  • Bentuk Instrumen : Proyek "Konsultan Sosial Mini" dan presentasi kelompok.
  • Tujuan : Menilai pemahaman mendalam siswa tentang integrasi sosial, kemampuan analisis, perumusan solusi, serta keterampilan kolaborasi dan komunikasi.
  • Rubrik Penilaian Proyek "Konsultan Sosial Mini" dan Presentasi

Aspek

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Perlu Perbaikan)

Pemahaman Konsep

Menjelaskan dengan sangat baik faktor pendorong dan penghambat integrasi sosial, relevan dengan kasus.

Menjelaskan faktor pendorong dan penghambat integrasi sosial, sedikit kurang relevan dengan kasus.

Menjelaskan sebagian faktor integrasi, relevansi dengan kasus kurang jelas.

Kurang memahami faktor integrasi sosial, tidak relevan dengan kasus.

Analisis Kasus

Menganalisis kasus secara mendalam, mengidentifikasi faktor secara tepat, dan menunjukkan keterkaitan yang kuat.

Menganalisis kasus dengan baik, mengidentifikasi faktor dengan cukup tepat.

Analisis kasus sederhana, identifikasi faktor kurang mendalam.

Gagal menganalisis kasus atau salah mengidentifikasi faktor.

Perumusan Solusi

Merumuskan solusi yang sangat kreatif, relevan, konkret, dan berpotensi tinggi meningkatkan integrasi.

Merumuskan solusi yang kreatif, relevan, dan cukup konkret.

Merumuskan solusi yang relevan namun kurang kreatif atau kurang konkret.

Solusi tidak relevan, tidak kreatif, atau tidak konkret.

Kreativitas & Desain Karya

Karya sangat kreatif, menarik, orisinal, dan menyampaikan pesan dengan sangat jelas dan persuasif.

Karya kreatif dan menarik, pesan disampaikan dengan baik.

Karya sederhana, pesan kurang jelas atau kurang menarik.

Karya tidak kreatif, pesan sulit dipahami.

Kolaborasi Kelompok

Semua anggota aktif berkontribusi, bekerja sama sangat baik, menunjukkan kekompakan.

Sebagian besar anggota aktif, kerja sama baik, ada sedikit ketimpangan.

Beberapa anggota aktif, kerja sama kurang efektif.

Hanya sebagian kecil anggota aktif, kerja sama lemah.

Komunikasi & Presentasi

Presentasi sangat jelas, lancar, meyakinkan, interaktif, dan mampu menjawab pertanyaan dengan sangat baik.

Presentasi cukup jelas dan lancar, mampu menjawab sebagian pertanyaan.

Presentasi kurang jelas, terkadang sulit dipahami, jawaban terbatas.

Presentasi tidak jelas, sulit dipahami, tidak mampu menjawab pertanyaan.

  • Skor Maksimal : 24
  • Keterangan :
    • 20-24 : Sangat Baik
    • 15-19 : Baik
    • 10-14 : Cukup
    • 5-9 : Perlu Perbaikan
    • 0-4 : Sangat Perlu Perbaikan
  • Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning .

Sumber belajar

  1. Buku Teks dan Buku Referensi
    • Buku IPS Terpadu Kelas 9 (Erlangga, Yudhistira, atau penerbit lokal) - Bab: Interaksi Sosial, Dinamika Sosial, Integrasi Sosial.
    • Buku Sosiologi untuk SMA/MA Kelas X (referensi untuk konsep dasar integrasi sosial).
  2. Artikel dan Publikasi Digital
  • Artikel tentang "Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Nasional" dari sumber terpercaya (misal: Kompas.com, Gramedia.com). 

kompas.com +1

    • Berita atau analisis kasus terkait keberagaman dan persatuan di Indonesia.
  1. Media Audio-Visual
    • Video edukasi di YouTube tentang "Apa itu Integrasi Sosial?" atau "Pentingnya Menjaga Persatuan".
    • Film dokumenter pendek tentang kehidupan multikultural di Indonesia.
  2. Sumber Belajar Interaktif
    • Google Arts & Culture – Indonesia: Exploring Cultures.
    • Padlet / Jamboard: Media untuk siswa berkolaborasi membuat peta konsep atau mind map integrasi sosial.
    • Quizizz / Kahoot: Kuis interaktif untuk menguji pemahaman konsep.
  3. Sumber Lokal / Kontekstual
    • Wawancara singkat dengan tokoh masyarakat atau komunitas terkait upaya menjaga kerukunan.
    • Studi kasus dari koran lokal atau berita online tentang isu-isu sosial di lingkungan sekitar.

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Sumber belajar

1. Buku Teks dan Buku Referensi

  1. Buku IPS Terpadu Kelas 9 (Erlangga, Yudhistira, atau penerbit lokal)
    • Bab: Sejarah Nasional – Kebangkitan Nasional dan Pergerakan Pemuda
    • Materi: Peristiwa Budi Utomo, Sarekat Islam, organisasi pemuda, Sumpah Pemuda
  2. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II – Nugroho Notosusanto
    • Fokus pada kronologi pergerakan nasional dan peran pemuda

2. Artikel dan Publikasi Digital

  1. Sejarah Nasional Indonesia Online – https://www.sejarah-nusantara.com
    • Artikel ringkas dan ilustrasi kronologi pergerakan nasional

2.      https://sumarnoguritno.blogspot.com/2025/11/peristiwa-penting-dalam-sejarah_18.html

3.       

3. Media Audio-Visual

  1. Video Edukasi di YouTube
    • “Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia” (durasi 5–10 menit, animasi edukatif)
    • “Pergerakan Pemuda Indonesia hingga Sumpah Pemuda”

 

4. Sumber Belajar Interaktif

  1. Google Arts & Culture – Indonesia History
    • Visualisasi foto, peta, dan artefak sejarah pergerakan nasional
  2. Padlet / Jamboard
    • Media untuk siswa membuat timeline interaktif atau peta konsep pergerakan nasional
  3. Kahoot / Quizizz
    • Kuis interaktif tentang peristiwa Budi Utomo, Sumpah Pemuda, dan tokoh-tokohnya

 

5. Sumber Lokal / Kontekstual

  1. Artikel atau Majalah Sekolah
    • Karya siswa tentang peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas

  • Satuan Pendidikan   : SMPN 8 Malang
  • Mata Pelajaran          : IPS
  • Kelas/Semester         : IX / Genap
  • Materi Pokok             : Integrasi Sosial
  • Submateri                  : Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Integrasi Sosial
  • Alokasi Waktu           : 2 x 40 menit

 

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran melalui LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian integrasi sosial dengan benar.
  2. Mengidentifikasi faktor-faktor pendorong integrasi sosial dalam masyarakat.
  3. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat integrasi sosial dalam masyarakat.
  4. Menganalisis contoh integrasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Menyajikan hasil diskusi secara lisan dan tertulis dengan sikap tanggung jawab dan kerja sama.

 

B. Petunjuk Pengerjaan

  1. Berdoalah sebelum mengerjakan LKPD.
  2. Bacalah setiap petunjuk dan pertanyaan dengan saksama.
  3. Kerjakan LKPD secara berkelompok (4–5 orang).
  4. Diskusikan setiap permasalahan dengan anggota kelompok secara aktif dan santun.
  5. Tuliskan jawaban dengan jelas dan sistematis.
  6. Presentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

 

C. Apersepsi

Perhatikan lingkungan di sekitarmu (sekolah, rumah, atau masyarakat). Indonesia terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa. Namun, masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan secara damai.

Pertanyaan Pemantik:

  • Mengapa masyarakat yang beragam dapat tetap hidup rukun?
  • Faktor apa saja yang dapat memperkuat atau justru menghambat persatuan dalam masyarakat?

Tuliskan pendapat awal kelompokmu: ............................................................................................................................ ............................................................................................................................

 

D. Materi Singkat

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga tercipta keserasian, kesatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Faktor Pendorong Integrasi Sosial antara lain:

  1. Toleransi terhadap perbedaan.
  2. Sikap saling menghargai dan menghormati.
  3. Kesempatan yang sama dalam berbagai bidang.
  4. Persamaan kepentingan dan tujuan bersama.
  5. Kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Faktor Penghambat Integrasi Sosial antara lain:

  1. Sikap primordialisme yang berlebihan.
  2. Fanatisme sempit terhadap kelompok tertentu.
  3. Kesenjangan sosial dan ekonomi.
  4. Prasangka dan stereotip negatif.
  5. Konflik sosial yang tidak terselesaikan.

 

E. Kegiatan Inti

Kegiatan 1: Mengidentifikasi Faktor Integrasi Sosial

Lengkapilah tabel berikut dengan memberikan contoh nyata!

No

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1

Toleransi

2

Sikap saling menghargai

3

Tujuan bersama

4

Kesempatan yang sama

5

Kesadaran nasional

 

Kegiatan 2: Mengidentifikasi Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Isilah tabel berikut dengan tepat!

No

Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Dampak yang Ditimbulkan

1

Prasangka sosial

2

Fanatisme sempit

3

Kesenjangan sosial

4

Konflik antarkelompok

5

Diskriminasi

 

Kegiatan 3: Studi Kasus

Bacalah kasus berikut dengan saksama!

Di sebuah sekolah terdapat siswa yang berasal dari latar belakang suku dan agama yang berbeda. Pada awalnya sering terjadi kesalahpahaman, namun setelah sekolah mengadakan kegiatan kerja bakti, pentas seni budaya, dan diskusi kebhinekaan, hubungan antar siswa menjadi lebih harmonis.

Pertanyaan:

  1. Faktor pendorong integrasi sosial apa saja yang terdapat dalam kasus tersebut?
  2. Mengapa kegiatan bersama dapat memperkuat integrasi sosial?
  3. Apa yang akan terjadi jika tidak ada upaya integrasi sosial di sekolah tersebut?

Jawaban: ............................................................................................................................ ............................................................................................................................ ............................................................................................................................

 

F. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut secara jujur dan singkat:

  1. Apa pemahaman baru yang kamu peroleh tentang integrasi sosial?
  2. Sikap apa yang akan kamu terapkan untuk mendukung integrasi sosial di sekolah?

............................................................................................................................ ............................................................................................................................

 

G. Penilaian

  • Sikap : Kerja sama, toleransi, tanggung jawab.
  • Pengetahuan : Ketepatan menjelaskan faktor pendorong dan penghambat integrasi sosial.
  • Keterampilan : Kemampuan berdiskusi dan mempresentasikan hasil.

 

H. Penugasan (Opsional)

Carilah satu contoh peristiwa integrasi sosial di lingkungan masyarakat sekitar rumahmu. Tuliskan dalam satu paragraf dan jelaskan faktor pendorong serta penghambatnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...