Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9 Makna dan Bentuk Integrasi Sosial

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : IXI / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 3 x 45 menit

MATERI                                          : Makna dan Bentuk Integrasi Sosial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

  1. Aspek Pengetahuan Awal

·       Siswa telah mempelajari interaksi sosial dan norma dasar di kelas atau lingkungan sekitar.

·       Masih ada kesulitan membedakan bentuk-bentuk integrasi sosial (asosiatif, akomodasi, kerja sama).

  1. Aspek Minat Belajar

·       Siswa tertarik pada kegiatan kreatif, drama, atau simulasi sosial.

·       Minat meningkat apabila pembelajaran dikemas interaktif dan dapat mengekspresikan pengalaman pribadi.

  1. Aspek Latar Belakang Sosial dan Lingkungan

·       Siswa berasal dari berbagai latar belakang budaya dan sosial di Malang, sehingga pengalaman konflik atau kerjasama dalam kehidupan sehari-hari bervariasi.

  1. Aspek Kebutuhan Belajar

·       Siswa perlu pembelajaran berbasis pengalaman untuk memahami konsep integrasi sosial secara nyata.

·       Perlunya contoh kontekstual, seperti konflik di sekolah atau masyarakat, agar pemahaman lebih mudah.

  1. Aspek Gaya Belajar

·       Sebagian besar siswa merupakan pembelajar kinestetik dan visual.

·       Pembelajaran berbasis drama, video, atau simulasi sangat cocok untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi.

  1. Aspek Emosional dan Psikologis

·       Siswa perlu didorong untuk empati dan memahami perbedaan pendapat dalam konteks sosial.

  1. Aspek Sarana dan Prasarana

·       Ruang kelas fleksibel, proyektor tersedia, akses internet memadai untuk mendukung pembuatan video atau drama digital.

Materi Pelajaran

  1. Pengetahuan Faktual

·       Pengertian integrasi sosial: proses penyatuan individu atau kelompok dalam masyarakat agar tercipta keselarasan sosial.

·       Bentuk-bentuk integrasi sosial: asosiatif (persatuan), akomodasi (penyesuaian konflik), kerja sama.

·       Contoh integrasi di kehidupan sehari-hari: gotong royong, penyelesaian konflik di kelas, kegiatan OSIS, kerja sama antar warga.

  1. Pengetahuan Konseptual

·       Hubungan antara interaksi sosial dan integrasi sosial.

·       Peran integrasi sosial dalam menciptakan stabilitas, kedamaian, dan kerja sama.

·       Faktor yang memengaruhi integrasi sosial, seperti komunikasi, toleransi, dan norma sosial.

  1. Pengetahuan Prosedural

·       Cara membuat drama atau video pendek yang menggambarkan konflik dan penyelesaian melalui integrasi sosial.

·       Langkah observasi dan analisis interaksi sosial di lingkungan sekolah.

·       Refleksi pribadi tentang pengalaman berbeda pendapat dan penyelesaian konflik.

  1. Pengetahuan Metakognitif

·       Kesadaran diri dalam berperan aktif dan menghargai perbedaan.

·       Strategi menyelesaikan konflik sosial dan berkolaborasi secara efektif.

·       Refleksi terhadap sikap, perasaan, dan tindakan dalam interaksi sosial.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan (menghormati nilai agama dan budaya)

DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama)

DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan)

DPL 4: Kreativitas (peta budaya, infografis)

DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok)

DPL 8: Komunikasi (presentasi hasil proyek)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami makna integrasi sosial, mengenali bentuk-bentuk integrasi sosial, dan dapat menerapkan strategi integrasi dalam interaksi di sekolah dan masyarakat melalui pengalaman kreatif dan reflektif.

Lintas Disiplin Ilmu

1.     Sosiologi: memahami interaksi sosial, konflik, dan integrasi sosial di masyarakat.

2.     IPS / Kewargaan: mempelajari hak, kewajiban, dan nilai sosial dalam integrasi.

3.     Bahasa Indonesia / Seni: mengembangkan kemampuan komunikasi melalui drama, video, atau presentasi.

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat :

1.      Menjelaskan pengertian integrasi sosial.

2.      Mengidentifikasi bentuk-bentuk integrasi sosial (asosiatif, akomodasi, kerja sama).

3.      Memberikan contoh konkret integrasi sosial di sekolah dan masyarakat.

4.      Membuat produk kreatif (drama/video) yang menggambarkan konflik dan penyelesaian sosial.

5.      Merefleksikan pengalaman pribadi terkait perbedaan pendapat dan integrasi sosial.

 

Topik Pembelajaran

1.      Pengertian integrasi sosial

2.      Bentuk-bentuk integrasi sosial

3.      Contoh integrasi sosial di sekolah dan masyarakat

 

Praktik Pedagogis

·       Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)

·       Strategi: Kolaboratif, Inkuiri, Reflektif

·       Metode:

1.     Diskusi kelompok

2.     Pembuatan drama atau video pendek

3.     Simulasi konflik dan penyelesaian

4.     Refleksi pribadi dan jurnal kelas

5.     Presentasi hasil karya

 

Kesesuaian dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam

·       Berkesadaran: Siswa memahami pentingnya integrasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

·       Bermakna: Materi dikaitkan dengan pengalaman nyata di sekolah dan masyarakat.

·       Menggembirakan: Pembelajaran berbasis kreativitas, drama, video, dan diskusi aktif.

 

Kemitraan Pembelajaran

1.     Guru BK / Wali Kelas: Pendampingan refleksi dan simulasi sosial

2.     Organisasi Siswa: Sumber inspirasi kegiatan integrasi di sekolah

3.     Komunitas Lokal: Memberikan contoh integrasi sosial dalam masyarakat

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.

  • Ruang Kelas yang Fleksibel:
    • Tata letak yang memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi.
    • Dilengkapi dengan proyektor, papan tulis, dan akses ke sumber belajar visual.
  • Ruang Terbuka Sekolah (Taman, Kebun, Halaman):
    • Digunakan untuk kegiatan pengamatan langsung, proyek tanam pohon, audit sampah sekolah, dan observasi lingkungan.
  • Ruang Pameran atau Sudut Edukasi Lingkungan:
    • Tempat siswa menampilkan poster, hasil proyek, atau kampanye peduli iklim.
  • Kunjungan Lapangan (Field Trip):
    • Ke tempat seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir), hutan kota, atau industri hijau untuk pengamatan langsung.

 

2. Ruang Virtual

Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran dan memperkuat literasi digital.

  • Platform Pembelajaran Digital (Google Classroom, Microsoft Teams, Moodle):
    • Untuk berbagi materi, tugas, dan diskusi online.

 

3. Budaya Belajar

Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.

  • Berpikir Kritis dan Reflektif:
    • Siswa diajak mempertanyakan, menganalisis, dan merefleksikan
  • Kolaborasi dan Komunikasi Terbuka:
    • Mendorong diskusi sehat, kerja tim, dan saling menghargai pendapat.
  • Apresiasi terhadap Ide dan Kreativitas Siswa:
    • Guru memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide, membuat kampanye, dan terlibat dalam aksi nyata.

Pemanfaatan Digital

Platform Daring Interaktif:

3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada materi perubahan iklim:

      Penggunaan Google Jamboard atau Padlet
→ Untuk diskusi kolaboratif online, siswa dapat menuliskan ide, data, atau solusi terhadap isu perubahan iklim secara real-time dan interaktif.

      Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva, CapCut, InShot)
→ Siswa secara kreatif membuat media kampanye tentang dampak aktivitas manusia terhadap iklim dan membagikannya melalui media sosial atau blog kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

  1. Orientasi Bermakna (± 3 menit)

·       Guru menyapa siswa dan menjelaskan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan belajar bagaimana kita bisa bersatu meski berbeda pendapat atau latar belakang.”

  1. Apersepsi Kontekstual (± 5 menit)

·       Menayangkan contoh video singkat konflik di sekolah atau masyarakat, lalu bertanya:
“Bagaimana konflik itu bisa diselesaikan? Apakah semua pihak merasa nyaman?”

  1. Motivasi yang Menggembirakan (± 5 menit)

·       Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil dan memberi tantangan:
“Buatlah drama atau video pendek yang menunjukkan konflik dan cara penyelesaian melalui integrasi sosial.”

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tujuan: Siswa membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.

Aktivitas:

1.     Menjelaskan pengertian integrasi sosial, bentuk-bentuknya, dan contoh konkret.

2.     Diskusi pemantik: “Apa saja bentuk integrasi sosial yang kalian temui di sekolah atau di masyarakat?”

3.     Aktivitas think-pair-share untuk mengidentifikasi jenis integrasi sosial.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan: Siswa mengolah informasi, berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara komunikatif.

Aktivitas:

1.     Proyek mini: membuat drama atau video pendek tentang konflik dan upaya integrasi.

2.     Tiap kelompok mempresentasikan karya dan berdiskusi soal pengalaman berbeda pendapat.

 

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Siswa merefleksikan proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bertindak.

Aktivitas:

  1. Refleksi personal: menuliskan perasaan ketika berbeda pendapat dan strategi penyelesaian konflik.
  2. Diskusi kelas: berbagi pengalaman dan perasaan terkait integrasi sosial.
  3. Komitmen bersama: membuat “Pohon Integrasi Sosial” berisi tindakan nyata menghargai perbedaan.

Ciri Pembelajaran:

  • Mindful: Observasi video, refleksi pribadi
  • Meaningful: Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata
  • Joyful: Drama, video, kolaborasi, presentasi interaktif

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1.     Rangkuman Singkat (2 menit):

      Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan poin-poin penting menekankan pentingnya integrasi sosial di sekolah dan masyarakat.

      Guru menekankan pentingnya integrasi sosial di sekolah dan masyarakat dan peran aktif peserta didik

      Prinsip: Bermakna (mengaitkan pembelajaran dengan makna yang lebih luas).

  1. Refleksi Cepat (2 menit):

      Guru meminta peserta didik mengungkapkan satu kata atau kalimat singkat tentang perasaan atau pemahaman mereka.

      Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.

      Prinsip: Berkesadaran (mendorong refleksi diri), Menggembirakan (menciptakan suasana positif).

  1. Penutup dan Tindak Lanjut (1 menit):

      Guru memotivasi peserta didik untuk menerapkan rencana aksi mereka.

      Guru menyampaikan informasi tentang materi selanjutnya atau tugas yang perlu disiapkan.

      Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.

      Prinsip: Bermakna (mengarahkan pada penerapan nyata)

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

  • Pengetahuan dasar tentang interaksi sosial dan konflik
  • Kuis singkat pilihan ganda dan pertanyaan reflektif

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

1.     Observasi diskusi kelompok

2.     Rubrik penilaian drama/video

3.     Lembar refleksi diri

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Penilaian proyek drama/video dengan rubrik skala 1–4:

1.      Keaktifan Bertanya

2.      Kerja Sama

3.      Kreativitas

4.      Komunikasi

 

Contoh Instrumen:

1.      Sebutkan pengertian integrasi sosial!

2.      Identifikasi tiga bentuk integrasi sosial dan berikan contohnya.

3.      Ceritakan pengalamanmu saat berbeda pendapat dan bagaimana kamu menyelesaikannya!

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

1. Asesmen Awal (Diagnosis) – Integrasi Sosial

Tujuan: Mengukur pemahaman awal siswa tentang interaksi sosial, konflik, dan integrasi sosial.

Petunjuk untuk Guru:

  • Dilakukan di awal pembelajaran.
  • Bisa berbentuk lisan atau tertulis singkat.
  • Waktu: ±10–15 menit.

A. Pilihan Ganda Singkat (5 soal)

No

Pertanyaan

Pilihan Jawaban

Kunci Jawaban

1

Apa pengertian integrasi sosial?

A. Proses penyatuan individu atau kelompok agar tercipta keselarasan sosial
B. Konflik yang tidak terselesaikan
C. Pertemuan sosial tanpa tujuan
D. Perbedaan pendapat tanpa komunikasi

A

2

Bentuk integrasi sosial yang menunjukkan persatuan antar individu disebut…

A. Akomodasi
B. Asosiatif
C. Koordinasi
D. Konflik

B

3

Contoh kerja sama dalam integrasi sosial di sekolah adalah…

A. Saling ejek di kelas
B. Gotong royong membersihkan kelas
C. Saling menyalahkan teman
D. Membuat rumor

B

4

Akomodasi adalah bentuk integrasi sosial yang terjadi karena…

A. Penyesuaian konflik
B. Kerja sama rutin
C. Persatuan tanpa konflik
D. Pertemuan formal

A

5

Salah satu tujuan integrasi sosial adalah…

A. Meningkatkan konflik
B. Menciptakan keselarasan dan kedamaian
C. Membuat perbedaan semakin lebar
D. Mengabaikan norma

B

B. Pertanyaan Reflektif Singkat (Lisan/Tertulis)

  1. Ceritakan pengalamanmu saat berbeda pendapat dengan teman di kelas. Apa yang kamu rasakan?
  2. Menurutmu, apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan teman agar tetap harmonis?
  3. Sebutkan satu contoh integrasi sosial di masyarakat yang pernah kamu lihat atau alami.

2. Rubrik Penilaian Proyek Drama/Video Integrasi Sosial

Tujuan: Menilai keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan pemahaman integrasi sosial melalui proyek kreatif.

No

Aspek yang Dinilai

Deskripsi Skor

Skor

1

Keaktifan & Partisipasi

4: Semua anggota aktif terlibat
3: Sebagian besar aktif
2: Hanya beberapa aktif
1: Hampir tidak ada partisipasi

2

Kerja Sama Kelompok

4: Kolaborasi sangat baik, saling menghargai & mendukung
3: Kerja sama baik, beberapa konflik kecil
2: Kerja sama kurang, sering konflik
1: Kerja sama buruk, banyak konflik

3

Kreativitas & Penyajian

4: Ide kreatif, alur jelas, menarik, ekspresif
3: Ide cukup kreatif, alur jelas
2: Ide sederhana, alur agak membingungkan
1: Tidak kreatif, alur tidak jelas

4

Pemahaman Integrasi Sosial

4: Contoh konflik dan penyelesaian sangat relevan & tepat
3: Contoh relevan, beberapa kurang tepat
2: Contoh agak relevan, kurang tepat
1: Contoh tidak relevan

5

Komunikasi & Ekspresi

4: Bahasa jelas, ekspresi mendukung, mudah dipahami
3: Bahasa jelas, ekspresi cukup
2: Bahasa kurang jelas, ekspresi kurang
1: Bahasa sulit dipahami, ekspresi minimal

Skala Penilaian:

  • 4 = Sangat Baik
  • 3 = Baik
  • 2 = Cukup
  • 1 = Perlu Perbaikan

Catatan Guru:

  • Berikan feedback konstruktif pada setiap kelompok.
  • Nilai akhir adalah rata-rata skor tiap aspek.
  • Diskusi refleksi setelah penilaian untuk memperkuat pemahaman integrasi sosial.

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

 

Proyek Drama / Video    : Integrasi Sosial di Sekolah dan Masyarakat

Sekolah                           : SMPN 8 Malang
Mata Pelajaran               : IPS
Kelas/Semester/Fase       : IX / 1 / D
Alokasi Waktu                : 2 x 45 menit
Subtema             : Makna dan Bentuk Integrasi Sosial
Pokok Bahasan   :

·         Pengertian integrasi sosial

·         Bentuk-bentuk integrasi sosial (asosiatif, akomodasi, kerja sama)

·         Contoh integrasi di sekolah dan masyarakat

 

A. Tujuan Proyek

Setelah menyelesaikan proyek ini, siswa diharapkan dapat:

  1. Menunjukkan pemahaman tentang integrasi sosial melalui drama atau video.
  2. Mengidentifikasi bentuk integrasi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan komunikasi dalam kelompok.
  4. Merefleksikan pengalaman dan perasaan ketika menghadapi perbedaan pendapat.

 

B. Langkah-langkah Pengerjaan

Tahap 1: Pembentukan Kelompok

  • Bentuk kelompok 3–5 siswa.
  • Setiap anggota memiliki peran: penulis naskah, pemeran, sutradara, editor video (jika membuat video), dan penanggung jawab properti atau kostum.

 

Tahap 2: Brainstorming Ide (10–15 menit)

  1. Pilih topik konflik yang biasa terjadi di sekolah atau masyarakat, misal:
    • Perselisihan teman sekelas tentang pembagian tugas.
    • Perbedaan pendapat dalam kegiatan ekstrakurikuler.
    • Perselisihan kecil antar tetangga.
  2. Diskusikan bagaimana konflik itu bisa diselesaikan melalui integrasi sosial:
    • Asosiatif: persatuan, persahabatan, pertemuan rutin.
    • Akomodasi: kompromi, penyesuaian, negosiasi.
    • Kerja sama: gotong royong, kolaborasi, bantuan bersama.

 

Tahap 3: Penyusunan Naskah / Storyboard (15–20 menit)

  • Buat naskah drama atau storyboard video singkat (3–5 menit).
  • Sertakan dialog, aksi, dan pesan moral tentang integrasi sosial.

 

Tahap 4: Pembuatan Drama / Video (20–25 menit)

  • Latihan dan rekam adegan drama atau video.
  • Gunakan kostum atau properti sederhana untuk mendukung cerita.

 

Tahap 5: Presentasi / Pemutaran (10–15 menit per kelompok)

  • Setiap kelompok mempresentasikan drama atau memutar video.
  • Penonton (kelas) memberikan tanggapan, pertanyaan, dan komentar positif.

 

Tahap 6: Refleksi dan Diskusi (10–15 menit)

Jawab pertanyaan berikut secara tertulis atau diskusi kelas:

  1. Bagaimana perasaanmu saat berbeda pendapat dengan teman saat membuat proyek ini?
  2. Bentuk integrasi sosial mana yang paling terlihat dalam drama/video kalian?
  3. Apa yang kalian pelajari tentang pentingnya integrasi sosial di sekolah dan masyarakat?
  4. Apa tindakan nyata yang bisa kalian lakukan untuk meningkatkan integrasi sosial?

 

C. Produk yang Dihasilkan

  1. Drama pendek atau video yang menampilkan konflik dan solusi melalui integrasi sosial.
  2. Laporan refleksi individu atau kelompok tentang pengalaman pengerjaan proyek dan pembelajaran yang didapat.

 

D. Rubrik Penilaian Proyek

Aspek

Deskripsi Skor 4

Deskripsi Skor 3

Deskripsi Skor 2

Deskripsi Skor 1

Keaktifan & Partisipasi

Semua anggota aktif terlibat

Sebagian besar aktif

Hanya beberapa aktif

Hampir tidak ada partisipasi

Kerja Sama Kelompok

Kolaborasi sangat baik, saling menghargai & mendukung

Kerja sama baik, beberapa konflik kecil

Kerja sama kurang, sering konflik

Kerja sama buruk, banyak konflik

Kreativitas & Penyajian

Ide kreatif, alur jelas, menarik, ekspresif

Ide cukup kreatif, alur jelas

Ide sederhana, alur agak membingungkan

Tidak kreatif, alur tidak jelas

Pemahaman Integrasi Sosial

Contoh konflik & penyelesaian sangat relevan

Contoh relevan, beberapa kurang tepat

Contoh agak relevan, kurang tepat

Contoh tidak relevan

Komunikasi & Ekspresi

Bahasa jelas, ekspresi mendukung

Bahasa jelas, ekspresi cukup

Bahasa kurang jelas, ekspresi kurang

Bahasa sulit dipahami, ekspresi minimal

 

E. Catatan Guru

  • Dorong siswa menggunakan kreativitas tanpa mengurangi nilai pesan integrasi sosial.
  • Pastikan semua anggota kelompok mendapat kesempatan tampil dan berkontribusi.
  • Gunakan umpan balik dari teman sekelas untuk memperkuat refleksi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...