PERENCANAAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH : SMPN 8
Malang
NAMA GURU : Drs. Sumarno
MATA PELAJARAN : IPS
KELAS / SEMESTER / FASE : IXI / 1 / D
ALOKASI WAKTU : 3 x 45 menit
MATERI :
Makna dan Bentuk Integrasi Sosial
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
· Siswa
telah mempelajari interaksi sosial dan norma dasar di kelas atau lingkungan
sekitar. · Masih ada
kesulitan membedakan bentuk-bentuk integrasi sosial (asosiatif, akomodasi,
kerja sama).
· Siswa
tertarik pada kegiatan kreatif, drama, atau simulasi sosial. · Minat
meningkat apabila pembelajaran dikemas interaktif dan dapat mengekspresikan
pengalaman pribadi.
· Siswa
berasal dari berbagai latar belakang budaya dan sosial di Malang, sehingga
pengalaman konflik atau kerjasama dalam kehidupan sehari-hari bervariasi.
· Siswa
perlu pembelajaran berbasis pengalaman untuk memahami konsep integrasi sosial
secara nyata. · Perlunya
contoh kontekstual, seperti konflik di sekolah atau masyarakat, agar
pemahaman lebih mudah.
· Sebagian
besar siswa merupakan pembelajar kinestetik dan visual. · Pembelajaran
berbasis drama, video, atau simulasi sangat cocok untuk meningkatkan
pemahaman dan partisipasi.
· Siswa
perlu didorong untuk empati dan memahami perbedaan pendapat dalam konteks
sosial.
· Ruang
kelas fleksibel, proyektor tersedia, akses internet memadai untuk mendukung
pembuatan video atau drama digital. |
|
|
Materi Pelajaran |
· Pengertian
integrasi sosial: proses penyatuan individu atau kelompok dalam masyarakat
agar tercipta keselarasan sosial. · Bentuk-bentuk
integrasi sosial: asosiatif (persatuan), akomodasi (penyesuaian konflik),
kerja sama. · Contoh
integrasi di kehidupan sehari-hari: gotong royong, penyelesaian konflik di
kelas, kegiatan OSIS, kerja sama antar warga.
· Hubungan
antara interaksi sosial dan integrasi sosial. · Peran
integrasi sosial dalam menciptakan stabilitas, kedamaian, dan kerja sama. · Faktor
yang memengaruhi integrasi sosial, seperti komunikasi, toleransi, dan norma
sosial.
· Cara
membuat drama atau video pendek yang menggambarkan konflik dan penyelesaian
melalui integrasi sosial. · Langkah
observasi dan analisis interaksi sosial di lingkungan sekolah. · Refleksi
pribadi tentang pengalaman berbeda pendapat dan penyelesaian konflik.
· Kesadaran
diri dalam berperan aktif dan menghargai perbedaan. · Strategi
menyelesaikan konflik sosial dan berkolaborasi secara efektif. · Refleksi
terhadap sikap, perasaan, dan tindakan dalam interaksi sosial. |
||
|
Dimensi
Profil Lulusan (DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan
(menghormati nilai agama dan budaya) DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama) DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan) DPL 4: Kreativitas (peta
budaya, infografis) DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok) DPL 8: Komunikasi (presentasi
hasil proyek) |
||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Capaian
Pembelajaran |
Peserta didik memahami makna integrasi sosial, mengenali
bentuk-bentuk integrasi sosial, dan dapat menerapkan strategi integrasi dalam
interaksi di sekolah dan masyarakat melalui pengalaman kreatif dan reflektif. |
|
|
Lintas
Disiplin Ilmu |
1.
Sosiologi: memahami interaksi sosial, konflik, dan integrasi
sosial di masyarakat. 2.
IPS / Kewargaan: mempelajari hak, kewajiban,
dan nilai sosial dalam integrasi. 3.
Bahasa Indonesia / Seni:
mengembangkan kemampuan komunikasi melalui drama, video, atau presentasi. |
||
|
Tujuan
Pembelajaran |
Setelah
mengikuti pembelajaran peserta didik dapat : 1. Menjelaskan
pengertian integrasi sosial. 2. Mengidentifikasi
bentuk-bentuk integrasi sosial (asosiatif, akomodasi, kerja sama). 3. Memberikan
contoh konkret integrasi sosial di sekolah dan masyarakat. 4. Membuat
produk kreatif (drama/video) yang menggambarkan konflik dan penyelesaian
sosial. 5. Merefleksikan
pengalaman pribadi terkait perbedaan pendapat dan integrasi sosial. |
||
|
Topik
Pembelajaran |
1. Pengertian
integrasi sosial 2. Bentuk-bentuk
integrasi sosial 3. Contoh
integrasi sosial di sekolah dan masyarakat |
||
|
Praktik
Pedagogis |
·
Model
Pembelajaran: Project Based
Learning (PjBL) ·
Strategi: Kolaboratif, Inkuiri, Reflektif ·
Metode: 1. Diskusi kelompok 2. Pembuatan drama atau video pendek 3. Simulasi konflik dan penyelesaian 4. Refleksi pribadi dan jurnal kelas 5. Presentasi hasil karya Kesesuaian dengan
Prinsip Pembelajaran Mendalam ·
Berkesadaran:
Siswa memahami pentingnya integrasi sosial dalam kehidupan sehari-hari. ·
Bermakna:
Materi dikaitkan dengan pengalaman nyata di sekolah dan masyarakat. ·
Menggembirakan:
Pembelajaran berbasis kreativitas, drama, video, dan diskusi aktif. |
||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
1.
Guru BK / Wali Kelas: Pendampingan refleksi dan
simulasi sosial 2.
Organisasi Siswa: Sumber inspirasi kegiatan
integrasi di sekolah 3.
Komunitas Lokal: Memberikan contoh integrasi sosial
dalam masyarakat |
||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1. Ruang Fisik Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan
sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.
2. Ruang Virtual Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses
pembelajaran dan memperkuat literasi digital.
3. Budaya Belajar Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama
untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.
|
||
|
Pemanfaatan
Digital |
Platform
Daring Interaktif: 3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas
dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif,
dan kontekstual pada materi perubahan iklim: ● Penggunaan Google Jamboard atau Padlet ● Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva,
CapCut, InShot) |
||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL (tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
||
·
Guru
menyapa siswa dan menjelaskan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan
belajar bagaimana kita bisa bersatu meski berbeda pendapat atau latar
belakang.”
·
Menayangkan
contoh video singkat konflik di sekolah atau masyarakat, lalu bertanya:
·
Guru
membagi siswa menjadi kelompok kecil dan memberi tantangan: |
|||
|
INTI |
|||
|
Pada tahap
ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
|||
|
Memahami (Bermakna,
Berkesadaran) 40
menit |
|||
Tujuan: Siswa
membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.
Aktivitas:
1. Menjelaskan
pengertian integrasi sosial, bentuk-bentuknya, dan contoh konkret. 2. Diskusi
pemantik: “Apa saja bentuk integrasi sosial yang kalian temui di sekolah atau
di masyarakat?” 3. Aktivitas
think-pair-share untuk mengidentifikasi jenis integrasi sosial. |
|||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) 35 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa mengolah informasi,
berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara komunikatif. Aktivitas: 1.
Proyek mini: membuat drama atau video pendek tentang
konflik dan upaya integrasi. 2.
Tiap kelompok mempresentasikan karya dan berdiskusi
soal pengalaman berbeda pendapat. |
|||
|
Merefleksi (Berkesadaran)
20 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa merefleksikan
proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran
bertindak. Aktivitas:
Ciri Pembelajaran:
|
|||
|
PENUTUP (berkesadaran,
bermakna) 5
menit |
|||
|
1.
Rangkuman Singkat (2
menit): ○
Guru
dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan poin-poin penting menekankan
pentingnya integrasi sosial di sekolah dan masyarakat. ○
Guru
menekankan pentingnya integrasi sosial di sekolah dan masyarakat dan peran
aktif peserta didik ○
Prinsip: Bermakna (mengaitkan
pembelajaran dengan makna yang lebih luas).
○
Guru
meminta peserta didik mengungkapkan satu kata atau kalimat singkat tentang
perasaan atau pemahaman mereka. ○
Guru
memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. ○
Prinsip: Berkesadaran (mendorong
refleksi diri), Menggembirakan (menciptakan suasana positif).
○
Guru
memotivasi peserta didik untuk menerapkan rencana aksi mereka. ○
Guru
menyampaikan informasi tentang materi selanjutnya atau tugas yang perlu
disiapkan. ○
Guru
menutup pembelajaran dengan salam dan doa. ○
Prinsip: Bermakna (mengarahkan
pada penerapan nyata) |
|||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen pada Awal Pembelajaran |
|
|
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran |
1. Observasi diskusi kelompok 2. Rubrik penilaian drama/video 3. Lembar refleksi diri |
||
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Penilaian proyek drama/video
dengan rubrik skala 1–4: 1. Keaktifan
Bertanya 2. Kerja
Sama 3. Kreativitas 4. Komunikasi Contoh Instrumen: 1. Sebutkan
pengertian integrasi sosial! 2. Identifikasi
tiga bentuk integrasi sosial dan berikan contohnya. 3. Ceritakan
pengalamanmu saat berbeda pendapat dan bagaimana kamu menyelesaikannya! |
||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
|||
1. Asesmen Awal (Diagnosis) – Integrasi Sosial
Tujuan: Mengukur pemahaman awal siswa tentang interaksi
sosial, konflik, dan integrasi sosial.
Petunjuk untuk Guru:
- Dilakukan
di awal pembelajaran.
- Bisa
berbentuk lisan atau tertulis singkat.
- Waktu:
±10–15 menit.
A. Pilihan Ganda Singkat (5 soal)
|
No |
Pertanyaan |
Pilihan Jawaban |
Kunci Jawaban |
|
1 |
Apa pengertian integrasi sosial? |
A. Proses penyatuan individu atau kelompok agar
tercipta keselarasan sosial |
A |
|
2 |
Bentuk integrasi sosial yang menunjukkan persatuan
antar individu disebut… |
A. Akomodasi |
B |
|
3 |
Contoh kerja sama dalam integrasi sosial di sekolah
adalah… |
A. Saling ejek di kelas |
B |
|
4 |
Akomodasi adalah bentuk integrasi sosial yang
terjadi karena… |
A. Penyesuaian konflik |
A |
|
5 |
Salah satu tujuan integrasi sosial adalah… |
A. Meningkatkan konflik |
B |
B. Pertanyaan Reflektif Singkat (Lisan/Tertulis)
- Ceritakan
pengalamanmu saat berbeda pendapat dengan teman di kelas. Apa yang kamu
rasakan?
- Menurutmu,
apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan
teman agar tetap harmonis?
- Sebutkan
satu contoh integrasi sosial di masyarakat yang pernah kamu lihat atau
alami.
2. Rubrik Penilaian Proyek Drama/Video Integrasi
Sosial
Tujuan: Menilai keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan
pemahaman integrasi sosial melalui proyek kreatif.
|
No |
Aspek yang Dinilai |
Deskripsi Skor |
Skor |
|
1 |
Keaktifan & Partisipasi |
4: Semua anggota aktif terlibat |
|
|
2 |
Kerja Sama Kelompok |
4: Kolaborasi sangat baik, saling menghargai &
mendukung |
|
|
3 |
Kreativitas & Penyajian |
4: Ide kreatif, alur jelas, menarik, ekspresif |
|
|
4 |
Pemahaman Integrasi Sosial |
4: Contoh konflik dan penyelesaian sangat relevan
& tepat |
|
|
5 |
Komunikasi & Ekspresi |
4: Bahasa jelas, ekspresi mendukung, mudah dipahami |
Skala Penilaian:
- 4 =
Sangat Baik
- 3 =
Baik
- 2 =
Cukup
- 1 =
Perlu Perbaikan
Catatan Guru:
- Berikan
feedback konstruktif pada setiap kelompok.
- Nilai
akhir adalah rata-rata skor tiap aspek.
- Diskusi
refleksi setelah penilaian untuk memperkuat pemahaman integrasi sosial.
|
Mengetahui, Kepala SMP Negeri 8
Malang
Sri
Nuryani M.Pd. NIP. 19661116
199003 2 009 |
|
Malang, 14
April 2025 Guru Mata Pelajaran Drs
Sumarno. NIP. 1966308
200501 1 006 |
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Proyek
Drama / Video : Integrasi Sosial di
Sekolah dan Masyarakat
Sekolah : SMPN 8
Malang
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/Semester/Fase : IX / 1
/ D
Alokasi Waktu : 2 x
45 menit
Subtema : Makna dan
Bentuk Integrasi Sosial
Pokok Bahasan :
·
Pengertian integrasi sosial
·
Bentuk-bentuk integrasi sosial (asosiatif, akomodasi,
kerja sama)
·
Contoh integrasi di sekolah dan masyarakat
A. Tujuan Proyek
Setelah menyelesaikan proyek ini, siswa diharapkan dapat:
- Menunjukkan
pemahaman tentang integrasi sosial melalui drama atau video.
- Mengidentifikasi
bentuk integrasi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengembangkan
kreativitas, kerja sama, dan komunikasi dalam kelompok.
- Merefleksikan
pengalaman dan perasaan ketika menghadapi perbedaan pendapat.
B. Langkah-langkah Pengerjaan
Tahap 1: Pembentukan Kelompok
- Bentuk
kelompok 3–5 siswa.
- Setiap
anggota memiliki peran: penulis naskah, pemeran, sutradara, editor video
(jika membuat video), dan penanggung jawab properti atau kostum.
Tahap 2: Brainstorming Ide (10–15 menit)
- Pilih
topik konflik yang biasa terjadi di sekolah atau masyarakat, misal:
- Perselisihan
teman sekelas tentang pembagian tugas.
- Perbedaan
pendapat dalam kegiatan ekstrakurikuler.
- Perselisihan
kecil antar tetangga.
- Diskusikan
bagaimana konflik itu bisa diselesaikan melalui integrasi sosial:
- Asosiatif:
persatuan, persahabatan, pertemuan rutin.
- Akomodasi:
kompromi, penyesuaian, negosiasi.
- Kerja
sama: gotong royong, kolaborasi, bantuan bersama.
Tahap 3: Penyusunan Naskah / Storyboard (15–20 menit)
- Buat
naskah drama atau storyboard video singkat (3–5 menit).
- Sertakan
dialog, aksi, dan pesan moral tentang integrasi sosial.
Tahap 4: Pembuatan Drama / Video (20–25 menit)
- Latihan
dan rekam adegan drama atau video.
- Gunakan
kostum atau properti sederhana untuk mendukung cerita.
Tahap 5: Presentasi / Pemutaran (10–15 menit per
kelompok)
- Setiap
kelompok mempresentasikan drama atau memutar video.
- Penonton
(kelas) memberikan tanggapan, pertanyaan, dan komentar positif.
Tahap 6: Refleksi dan Diskusi (10–15 menit)
Jawab pertanyaan berikut secara tertulis atau diskusi kelas:
- Bagaimana
perasaanmu saat berbeda pendapat dengan teman saat membuat proyek ini?
- Bentuk
integrasi sosial mana yang paling terlihat dalam drama/video kalian?
- Apa
yang kalian pelajari tentang pentingnya integrasi sosial di sekolah dan
masyarakat?
- Apa
tindakan nyata yang bisa kalian lakukan untuk meningkatkan integrasi
sosial?
C. Produk yang Dihasilkan
- Drama
pendek atau video yang menampilkan konflik dan solusi melalui integrasi
sosial.
- Laporan
refleksi individu atau kelompok tentang pengalaman pengerjaan proyek dan
pembelajaran yang didapat.
D. Rubrik Penilaian Proyek
|
Aspek |
Deskripsi Skor 4 |
Deskripsi Skor 3 |
Deskripsi Skor 2 |
Deskripsi Skor 1 |
|
Keaktifan & Partisipasi |
Semua anggota aktif terlibat |
Sebagian besar aktif |
Hanya beberapa aktif |
Hampir tidak ada partisipasi |
|
Kerja Sama Kelompok |
Kolaborasi sangat baik, saling menghargai &
mendukung |
Kerja sama baik, beberapa konflik kecil |
Kerja sama kurang, sering konflik |
Kerja sama buruk, banyak konflik |
|
Kreativitas & Penyajian |
Ide kreatif, alur jelas, menarik, ekspresif |
Ide cukup kreatif, alur jelas |
Ide sederhana, alur agak membingungkan |
Tidak kreatif, alur tidak jelas |
|
Pemahaman Integrasi Sosial |
Contoh konflik & penyelesaian sangat relevan |
Contoh relevan, beberapa kurang tepat |
Contoh agak relevan, kurang tepat |
Contoh tidak relevan |
|
Komunikasi & Ekspresi |
Bahasa jelas, ekspresi mendukung |
Bahasa jelas, ekspresi cukup |
Bahasa kurang jelas, ekspresi kurang |
Bahasa sulit dipahami, ekspresi minimal |
E. Catatan Guru
- Dorong
siswa menggunakan kreativitas tanpa mengurangi nilai pesan integrasi
sosial.
- Pastikan
semua anggota kelompok mendapat kesempatan tampil dan berkontribusi.
- Gunakan
umpan balik dari teman sekelas untuk memperkuat refleksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar