PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH :
SMPN 8 Malang
NAMA GURU :
Drs. Sumarno
MATA PELAJARAN :
IPS
KELAS / SEMESTER / FASE :
VIII / 2 / D
ALOKASI WAKTU :
2 X (3 x 45) menit
MATERI :
Toponimi wilayah dan sejarah lokal
|
IDENTIFIKASI
|
Peserta
Didik
|
1. Peserta Didik –
Kemampuan Awal
- Peserta
didik telah mengenal nama-nama wilayah (desa, kecamatan, kota).
- Mengetahui
tempat-tempat bersejarah di Malang secara umum.
- Belum
memahami:
- asal-usul
nama wilayah (toponimi),
- hubungan
nama tempat dengan sejarah, budaya, dan lingkungan,
- nilai
historis dan identitas lokal.
- Cara
pandang masih menganggap nama tempat sebagai hal biasa tanpa makna.
2. Karakteristik
Peserta Didik
- Berasal
dari latar belakang sosial budaya beragam.
- Tinggal
dan beraktivitas di wilayah Malang Raya.
- Menyukai
cerita sejarah, legenda, dan kisah lokal.
- Terbiasa
menggunakan gawai dan media digital.
3. Kebutuhan Khusus
- Membutuhkan
contoh konkret dan visual (peta, foto lama, cerita rakyat).
- Membutuhkan
penguatan literasi sejarah lokal secara bertahap.
4. Strategi
Diferensiasi
- Konten: peta
toponimi Malang, foto situs sejarah, video sejarah lokal.
- Proses:
diskusi kelompok heterogen, tutor sebaya.
- Produk: peta
toponimi, poster sejarah lokal, cerita singkat asal-usul nama wilayah.
|
|
Materi
Pelajaran
|
1. Pengetahuan Faktual
- Pengertian toponimi.
- Contoh nama wilayah di Malang (Klojen,
Lowokwaru, Dinoyo, Tlogomas).
- Situs dan peristiwa sejarah lokal.
2. Pengetahuan Konseptual
- Hubungan toponimi dengan:
- sejarah,
- budaya,
- kondisi geografis,
- identitas masyarakat lokal.
- Toponimi sebagai jejak sejarah.
3. Pengetahuan Prosedural
- Cara menelusuri asal-usul nama tempat.
- Cara mengaitkan toponimi dengan peristiwa
sejarah lokal.
- Cara menyajikan informasi sejarah lokal secara
sederhana.
4. Pengetahuan Metakognitif
- Kesadaran akan pentingnya sejarah lokal.
- Refleksi identitas diri sebagai bagian dari
masyarakat Malang.
|
|
Dimensi Profil Lulusan (DPL)
|
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
|
|
|
|
DPL 1
Keimanan dan ketakwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
DPL 2
Kewargaan
DPL 3
Penalaran Kritis
DPL 4
Kreativitas
|
DPL 5
Kolaborasi
DPL 6
Kemandirian
DPL 7
Kesehatan
DPL 8
Komunikasi
|
|
|
DESAIN
PEMBELAJARAN
|
Capaian
Pembelajaran
|
Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu,
kronologi, perubahan;
menganalisis keterhubungan antara masa
lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal
dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam
lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa
Indonesia dan jalur rempah nusantara.
|
|
Lintas
Disiplin Ilmu
|
1. Bahasa Indonesia: menulis cerita asal-usul nama
tempat
2. PKn: identitas dan kebanggaan daerah
3. Informatika: peta digital dan infografis
4. Seni Budaya: visualisasi sejarah lokal
|
|
Tujuan
Pembelajaran
|
Peserta didik mampu:
- Menjelaskan pengertian toponimi wilayah.
- Mengidentifikasi makna nama tempat berdasarkan
sejarah lokal.
- Menganalisis hubungan toponimi dengan budaya
dan lingkungan.
- Menyajikan informasi sejarah lokal secara
kreatif.
- Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap
daerah asal.
|
|
Topik
Pembelajaran
|
“Nama Tempat, Jejak Sejarah, dan Identitas Kita”
|
|
Praktik
Pedagogis
|
Pendekatan Utama:
Kontekstual – Reflektif – Kolaboratif
- Kontekstual
Mengaitkan nama wilayah tempat tinggal siswa dengan sejarah lokal
Malang.
- Reflektif
Mengajak siswa menyadari identitas diri sebagai bagian dari sejarah
daerah.
- Kolaboratif
Diskusi dan proyek kelompok berbasis eksplorasi wilayah sekitar.
F. MODEL
PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI
|
Model
|
Implementasi
|
|
Problem Based
Learning
|
Masalah: “Mengapa
banyak nama wilayah di Malang berasal dari alam dan sejarah?”
|
|
Project Based
Learning
|
Proyek peta
toponimi dan sejarah lokal
|
|
Discovery
Learning
|
Menemukan makna
nama tempat melalui sumber sejarah
|
|
Experiential
Learning
|
Observasi
lingkungan dan wawancara sederhana
|
G. STRATEGI
PEMBELAJARAN AKTIF
- Stimulus
visual peta dan foto lama Malang
- Diskusi
bertahap (kelas–kelompok–reflektif)
- Studi kasus
toponimi wilayah Malang
- Proyek mini
eksplorasi sejarah lokal
|
|
Kemitraan
Pembelajaran
|
1. Kemitraan dengan Orang Tua/Wali Peserta Didik
Bentuk Kemitraan:
- Orang tua menjadi sumber cerita sejarah lokal
(asal-usul nama kampung, desa, atau wilayah tempat tinggal).
- Pendampingan peserta didik saat melakukan
pengumpulan data sederhana di lingkungan sekitar.
- Memberikan izin dan dukungan moral terhadap
kegiatan observasi lingkungan.
Peran dalam Pembelajaran:
- Mendampingi anak saat wawancara keluarga.
- Menyediakan foto lama, cerita turun-temurun,
atau arsip keluarga.
- Memberikan umpan balik terhadap hasil karya
peserta didik.
Manfaat:
- Memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses
belajar.
- Menumbuhkan kesadaran sejarah lokal dalam
keluarga.
2. Kemitraan dengan Komite Sekolah
Bentuk Kemitraan:
- Dukungan pelaksanaan pameran karya proyek
toponimi dan sejarah lokal.
- Fasilitasi sarana pendukung pembelajaran (papan
pamer, ruang display).
Peran dalam Pembelajaran:
- Mendukung kebijakan kegiatan berbasis proyek
dan kontekstual.
- Menjadi penghubung sekolah dengan masyarakat
sekitar.
Manfaat:
- Meningkatkan kualitas dan keberlanjutan
kegiatan pembelajaran.
- Membangun kepercayaan masyarakat terhadap
sekolah.
3. Kemitraan dengan Tokoh Masyarakat / Sesepuh Lokal
Bentuk Kemitraan:
- Wawancara sederhana tentang asal-usul nama
wilayah.
- Sesi berbagi cerita (storytelling) sejarah
lokal.
Peran dalam Pembelajaran:
- Narasumber sejarah lokal dan budaya daerah.
- Memberikan perspektif nilai dan kearifan lokal.
Manfaat:
- Menguatkan literasi sejarah dan budaya lokal.
- Menumbuhkan sikap menghargai kearifan lokal.
4. Kemitraan dengan Dinas Kebudayaan dan Arsip
Daerah
Bentuk Kemitraan:
- Pemanfaatan arsip, dokumen, dan peta lama.
- Akses sumber sejarah lokal resmi.
Peran dalam Pembelajaran:
- Penyedia data valid dan referensi sejarah.
- Mendukung penguatan literasi berbasis data.
Manfaat:
- Meningkatkan keakuratan pembelajaran sejarah.
- Mengenalkan siswa pada sumber sejarah autentik.
5. Kemitraan dengan Perguruan Tinggi / Komunitas
Sejarah
Bentuk Kemitraan:
- Pendampingan akademik ringan (webinar, diskusi
daring).
- Berbagi praktik penelitian sejarah sederhana.
Peran dalam Pembelajaran:
- Memberi wawasan metodologi sejarah.
- Menginspirasi minat belajar lanjutan.
Manfaat:
- Menumbuhkan budaya berpikir kritis dan ilmiah.
- Memperluas wawasan peserta didik.
|
|
Lingkungan
Pembelajaran
|
1. Lingkungan Fisik
- Kelas disusun fleksibel (U-shape / kelompok).
- Sudut literasi sejarah lokal (peta Malang, foto
lama, cerita rakyat).
- Papan pajang karya proyek peserta didik.
- Lingkungan sekitar sekolah sebagai laboratorium
belajar.
2. Lingkungan Sosial
- Hubungan guru–peserta didik yang setara dan
saling menghargai.
- Budaya diskusi, mendengar, dan menghargai
pendapat.
- Kerja kelompok heterogen untuk menumbuhkan
empati dan kolaborasi.
3. Lingkungan Psikologis
- Pembelajaran aman tanpa takut salah.
- Apresiasi terhadap usaha dan proses belajar.
- Penguatan kepercayaan diri peserta didik.
4. Lingkungan Budaya
- Menghargai keberagaman latar belakang siswa.
- Menanamkan kebanggaan terhadap identitas lokal
Malang.
- Mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam
pembelajaran
|
|
Pemanfaatan
Digital
|
1. Platform Pembelajaran Digital
- Google Classroom:
distribusi materi, LKPD, dan pengumpulan tugas.
- WhatsApp Grup Kelas:
komunikasi dan pengingat kegiatan.
2. Media Digital Interaktif
- Google Maps:
menelusuri lokasi dan nama wilayah.
- Canva: membuat poster, infografis, dan peta
toponimi.
- Padlet: berbagi hasil refleksi dan diskusi.
- YouTube Edukasi: video
sejarah lokal dan dokumenter.
3. Literasi Digital
- Mengajarkan cara mencari sumber tepercaya.
- Membiasakan mencantumkan sumber informasi.
- Menanamkan etika penggunaan media digital.
4. Asesmen Digital
- Google Form untuk asesmen awal dan akhir.
- Rubrik digital untuk penilaian proyek.
- Umpan balik daring dari guru.
|
|
PENGALAMAN
BELAJAR
|
AWAL
(tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
|
|
PENGALAMAN AWAL
PEMBELAJARAN
(Orientasi – Apersepsi –
Diagnostik – Motivasi)
±15 menit
1. Orientasi dan
Pembukaan (±5 menit)
Pengalaman Siswa:
- Peserta didik memasuki kelas dengan suasana tenang dan tertib.
- Guru menyapa dengan ramah dan mengajak siswa melakukan mindful
moment singkat (menarik napas, fokus pada kehadiran diri).
Peran Guru:
- Menyampaikan salam, doa pembuka, dan pengecekan kehadiran.
- Menciptakan rasa aman dan nyaman.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana.
2. Apersepsi Kontekstual
(±5 menit)
Pengalaman Siswa:
- Siswa diajak menyebutkan nama daerah tempat tinggal
masing-masing.
- Siswa mengamati peta Kota Malang yang ditampilkan guru.
Pertanyaan Pemantik:
- “Apakah kalian tahu arti nama daerah tempat tinggal kalian?”
- “Mengapa banyak nama tempat di Malang berkaitan dengan alam dan
sejarah?”
Peran Guru:
- Mengaitkan pengalaman pribadi siswa dengan materi.
- Menumbuhkan rasa ingin tahu.
3. Asesmen Awal /
Diagnostik (±5 menit)
Pengalaman Siswa:
- Siswa menjawab pertanyaan singkat secara lisan atau tertulis:
- Pernahkah kamu mencari tahu asal-usul nama suatu tempat?
- Menurutmu, apakah nama tempat bisa berkaitan dengan sejarah?
Peran Guru:
- Mengamati respons siswa.
- Mengidentifikasi pemahaman awal dan miskonsepsi.
- Menyesuaikan pendekatan pembelajaran.
4. Motivasi dan
Kesepakatan Belajar
Pengalaman Siswa:
- Siswa memahami manfaat mempelajari sejarah lokal.
- Siswa menyepakati aturan belajar kolaboratif dan saling
menghargai.
Peran Guru:
- Menegaskan bahwa nama tempat adalah “jejak sejarah”.
- Menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
|
|
INTI
|
|
Pada
tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
|
|
Memahami
(Bermakna, Berkesadaran) 40 menit
|
|
1. MEMAHAMI ±40 menit
(Eksplorasi konsep dan penguatan pemahaman)
Pengalaman Siswa:
- Mengamati
materi visual (peta, foto lama, video singkat sejarah Malang).
- Mendengarkan
penjelasan guru tentang:
- pengertian
toponimi,
- hubungan
nama tempat dengan sejarah dan budaya.
- Membaca
teks singkat tentang asal-usul beberapa wilayah di Malang (Klojen,
Dinoyo, Lowokwaru).
Aktivitas Siswa:
- Menjawab
pertanyaan pemahaman pada LKPD.
- Mengelompokkan
contoh nama tempat berdasarkan:
- unsur
alam,
- peristiwa
sejarah,
- tokoh
masyarakat.
Peran Guru:
- Memberi
penjelasan bertahap dan kontekstual.
- Menggunakan
pertanyaan tingkat tinggi (HOTS).
- Memberi
penguatan konsep utama.
|
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) 35 menit
|
|
MENGAPLIKASIKAN
⏱️ ±35 menit
(Penerapan konsep dalam konteks nyata)
Pengalaman Siswa:
- Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen.
- Setiap kelompok memilih satu nama wilayah di
sekitar tempat tinggal atau sekolah.
Aktivitas Siswa:
- Menelusuri asal-usul nama wilayah melalui:
- wawancara keluarga,
- pencarian informasi digital,
- cerita masyarakat sekitar.
- Menyusun hasil temuan dalam bentuk:
- peta toponimi,
- poster,
- infografis sederhana.
Peran Guru:
- Membimbing proses kerja kelompok.
- Memfasilitasi diskusi dan klarifikasi
informasi.
- Mengamati sikap, kerja sama, dan keaktifan
siswa.
|
|
Merefleksi
(Berkesadaran)
|
|
MEREFLEKSIKAN ±20 menit
(Refleksi makna dan kesadaran diri)
Pengalaman Siswa:
- Menyampaikan hasil temuan secara singkat.
- Mendengarkan presentasi kelompok lain.
- Menulis refleksi pribadi.
Pertanyaan Refleksi:
- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?
- Mengapa penting memahami sejarah lokal melalui
nama tempat?
- Sikap apa yang perlu kita miliki untuk menjaga
identitas daerah?
Peran Guru:
- Memfasilitasi refleksi terbuka dan aman.
- Menguatkan nilai kebanggaan terhadap daerah.
- Memberikan umpan balik positif.
|
|
PENUTUP
(berkesadaran, bermakna) 5 menit
|
|
1. Refleksi Materi dan Proses Belajar (±5 menit)
Pengalaman Peserta Didik:
- Peserta didik diajak mengingat kembali proses
belajar yang telah dilalui:
- memahami konsep toponimi,
- menelusuri asal-usul nama wilayah,
- bekerja sama dalam kelompok.
- Peserta didik menyampaikan kesan, pemahaman,
dan tantangan yang dirasakan selama pembelajaran.
Pertanyaan Reflektif:
- “Apa pengetahuan baru yang paling berkesan hari
ini?”
- “Bagaimana perasaanmu saat menelusuri sejarah
nama tempat di sekitarmu?”
- “Bagian pembelajaran mana yang paling menantang
dan mengapa?”
Peran Guru:
- Memfasilitasi refleksi dengan suasana aman dan
saling menghargai.
- Menegaskan bahwa proses belajar sama pentingnya
dengan hasil.
2. Penguatan Konsep dan Nilai (±4 menit)
Pengalaman Peserta Didik:
- Peserta didik mendengarkan rangkuman inti
materi dari guru.
- Peserta didik memahami keterkaitan antara:
- nama tempat,
- sejarah lokal,
- identitas masyarakat.
Penguatan Guru:
- Menegaskan kembali bahwa toponimi wilayah
adalah jejak sejarah dan budaya.
- Mengaitkan pembelajaran dengan:
- kebanggaan terhadap daerah,
- pentingnya menjaga warisan budaya lokal.
3. Umpan Balik dan Apresiasi (±3 menit)
Pengalaman Peserta Didik:
- Peserta didik menerima umpan balik terhadap:
- keaktifan diskusi,
- kerja sama kelompok,
- kreativitas produk pembelajaran.
Peran Guru:
- Memberikan apresiasi secara adil dan
konstruktif.
- Menyampaikan kekuatan dan hal yang perlu
ditingkatkan.
- Menumbuhkan motivasi belajar lanjutan.
4. Tindak Lanjut Pembelajaran (±2 menit)
Pengalaman Peserta Didik:
- Peserta didik memahami langkah lanjutan
pembelajaran.
Bentuk Tindak Lanjut:
- Peserta didik
diminta:
- menuliskan cerita singkat asal-usul nama
daerah tempat tinggal,
- atau melengkapi proyek peta toponimi.
- Peserta didik yang sudah tuntas:
- diberi tantangan pengayaan (mencari nama
wilayah lain di Malang).
- Peserta didik yang belum tuntas:
- mendapatkan pendampingan dan bimbingan
tambahan.
5. Refleksi Kesadaran Diri dan Penutup (±1 menit)
Pengalaman Peserta Didik:
- Peserta didik diajak menyadari peran diri
sebagai generasi penerus sejarah daerah.
Pernyataan Reflektif Guru:
“Dengan mengenal sejarah nama tempat kita, kita
sedang belajar menghargai perjalanan dan jati diri daerah kita sendiri.”
- Peserta didik bersama guru menutup pembelajaran
dengan doa.
- Salam penutup.
|
|
ASESMEN
PEMBELAJARAN
|
Asesmen pada Awal Pembelajaran
|
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
(Diagnostik – Assessment for Learning)
1. Tujuan Asesmen Awal
- Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang nama
wilayah dan sejarah lokal.
- Mengidentifikasi miskonsepsi.
- Menyesuaikan strategi pembelajaran dan
diferensiasi.
2. Bentuk Asesmen
- Tes tertulis singkat
- Pertanyaan terbuka (non-nilai / formatif)
3. Waktu
±10 menit (sebelum pembelajaran inti)
Soal Asesmen Awal
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jujur sesuai pemahamanmu!
- Menurut pendapatmu, apa yang dimaksud dengan nama
tempat atau wilayah?
- Apakah menurutmu nama suatu tempat memiliki makna
atau sejarah? Jelaskan!
- Sebutkan satu nama wilayah di sekitar tempat
tinggalmu yang menurutmu unik!
- Dari mana biasanya kita bisa mengetahui sejarah
suatu daerah?
- Tuliskan satu pertanyaan yang ingin kamu
ketahui tentang asal-usul nama wilayah.
Rubrik Penilaian Asesmen Awal (Diagnostik)
|
Skor
|
Kriteria Pemahaman
|
|
4
|
Jawaban tepat, logis, menunjukkan pemahaman awal
yang baik
|
|
3
|
Jawaban cukup tepat namun masih sederhana
|
|
2
|
Jawaban kurang tepat dan masih terdapat
miskonsepsi
|
|
1
|
Jawaban tidak tepat / kosong
|
Catatan:
Hasil asesmen ini tidak dijadikan nilai akhir, tetapi digunakan untuk:
- pemetaan kemampuan,
- penentuan strategi pembelajaran,
- penguatan diferensiasi.
|
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran
|
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
(Formatif – Assessment as & for Learning)
1. Tujuan Asesmen Proses
- Menilai keterlibatan dan partisipasi siswa.
- Menilai kemampuan berpikir kritis dan
kolaborasi.
- Memantau perkembangan pemahaman selama
pembelajaran.
2. Bentuk Asesmen
- Observasi sikap dan partisipasi
- Penilaian diskusi kelompok
- Penilaian LKPD
- Penilaian produk proses (peta
konsep/poster/presentasi)
1. Lembar Observasi Sikap dan Partisipasi
Aspek yang Dinilai:
- Keaktifan bertanya dan menjawab
- Kerja sama dalam kelompok
- Tanggung jawab terhadap tugas
- Sikap menghargai pendapat orang lain
Rubrik Observasi Sikap
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4
|
Sangat aktif, bekerja sama sangat baik,
bertanggung jawab
|
|
3
|
Aktif dan bekerja sama dengan baik
|
|
2
|
Kurang aktif, kerja sama terbatas
|
|
1
|
Pasif dan tidak menunjukkan kerja sama
|
2. Asesmen Diskusi / Kerja Kelompok
Instrumen Tugas:
Peserta didik mendiskusikan asal-usul nama
wilayah dan keterkaitannya dengan sejarah lokal, lalu mempresentasikan
hasilnya.
Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok
|
Aspek
|
Skor 4
|
Skor 3
|
Skor 2
|
Skor 1
|
|
Pemahaman Materi
|
Sangat tepat dan mendalam
|
Tepat
|
Kurang tepat
|
Tidak tepat
|
|
Kerja Sama
|
Semua anggota aktif
|
Sebagian besar aktif
|
Sedikit yang aktif
|
Tidak bekerja sama
|
|
Argumentasi
|
Logis dan kritis
|
Cukup logis
|
Lemah
|
Tidak relevan
|
|
Presentasi
|
Jelas, sistematis
|
Cukup jelas
|
Kurang jelas
|
Tidak terstruktur
|
3. Asesmen LKPD (Proses)
Rubrik Penilaian LKPD
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4
|
Jawaban lengkap, analitis, dan kontekstual
|
|
3
|
Jawaban benar dan cukup lengkap
|
|
2
|
Jawaban sebagian benar
|
|
1
|
Jawaban tidak tepat / tidak lengkap
|
4. Penilaian Produk Proses
Produk:
- Peta konsep toponimi
- Poster sejarah lokal
- Infografis nama wilayah
Rubrik Produk Proses
|
Aspek
|
Skor 4
|
Skor 3
|
Skor 2
|
Skor 1
|
|
Kesesuaian Isi
|
Sangat sesuai dan lengkap
|
Sesuai
|
Kurang sesuai
|
Tidak sesuai
|
|
Kreativitas
|
Sangat kreatif
|
Cukup kreatif
|
Kurang kreatif
|
Tidak kreatif
|
|
Ketepatan Informasi
|
Sangat akurat
|
Cukup akurat
|
Kurang akurat
|
Tidak akurat
|
|
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
|
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
(Sumatif – Assessment of Learning)
1. Tujuan Asesmen Akhir
- Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
- Menilai pemahaman konsep dan kemampuan
reflektif siswa.
- Menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi
(HOTS).
2. Bentuk Asesmen
- Tes tertulis (pilihan ganda & uraian)
- Refleksi tertulis
1. Tes Tertulis
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
- Ilmu yang mempelajari asal-usul nama tempat
disebut …
A. Geografi
B. Antropologi
C. Toponimi
D. Arkeologi
- Nama suatu wilayah biasanya berkaitan dengan …
A. Keindahan alam saja
B. Sejarah, budaya, dan kondisi geografis
C. Keinginan masyarakat modern
D. Nama asing
- Contoh toponimi yang berasal dari kondisi alam
adalah …
A. Kota Pelajar
B. Sungai Brantas
C. Kampung Wisata
D. Kota Industri
B. Soal Uraian
- Jelaskan pengertian toponimi wilayah
dengan bahasamu sendiri!
- Sebutkan dan jelaskan dua faktor yang
memengaruhi pemberian nama suatu wilayah!
- Mengapa mempelajari sejarah nama tempat penting
bagi generasi muda?
Rubrik Penilaian Tes Uraian
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4
|
Jawaban sangat tepat, lengkap, logis
|
|
3
|
Jawaban tepat dan cukup lengkap
|
|
2
|
Jawaban kurang lengkap
|
|
1
|
Jawaban tidak tepat
|
2. Asesmen Refleksi Akhir
Pertanyaan Refleksi:
- Pengetahuan apa yang paling berkesan kamu
peroleh hari ini?
- Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih
menghargai daerah tempat tinggalmu?
- Sikap apa yang akan kamu terapkan setelah
mempelajari materi ini?
Rubrik Refleksi
|
Skor
|
Kriteria
|
|
4
|
Refleksi mendalam, jujur, dan bermakna
|
|
3
|
Refleksi cukup jelas
|
|
2
|
Refleksi masih umum
|
|
1
|
Refleksi tidak relevan
|
|
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.
|
|
Sumber belajar
|
1. Sumber Belajar Utama (Wajib)
- Buku
Teks IPS SMP Kelas IX – Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia.
Materi terkait:
- Toponimi
wilayah
- Sejarah
lokal
- Kondisi
geografis dan sosial budaya
- Interaksi
manusia dan lingkungan
- Modul
Ajar IPS – Kurikulum Merdeka
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK),
Kemendikbudristek.
Digunakan sebagai acuan:
- Capaian
Pembelajaran (CP)
- Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Prinsip
pembelajaran mendalam (Deep Learning)
2. Sumber Belajar Pendukung (Cetak)
- Buku
Referensi Sejarah Lokal dan Geografi
- Koentjaraningrat.
Pengantar Ilmu Antropologi
- Sartono
Kartodirdjo. Pendekatan Ilmu
Sosial dalam Metodologi Sejarah
- Tim
Penulis. Sejarah Lokal
Indonesia
- Ensiklopedia
Geografi dan Budaya Nusantara
Digunakan untuk memperkaya pemahaman tentang:
- Asal-usul
nama wilayah
- Hubungan
antara bahasa, budaya, dan lingkungan
- Dokumen
Sejarah Lokal Malang
- Buku
sejarah Kota/Kabupaten Malang
- Arsip
daerah (cerita rakyat, legenda lokal, dokumen desa/kelurahan)
|
|
|
|
|
|
Mengetahui,
Kepala
SMP Negeri 8 Malang
Sri Nuryani M.Pd.
NIP.
19661116 199003 2 009
|
|
Malang, 14 April
2025
Guru
Mata Pelajaran
Drs Sumarno.
NIP.
1966308 200501 1 006
|
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Toponimi Wilayah dan Sejarah Lokal
A. Identitas LKPD
- Sekolah :
SMP Negeri 8 Malang
- Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
- Kelas / Semester / Fase : IX / Ganjil /
Fase D
- Materi Pokok : Toponimi Wilayah dan Sejarah Lokal
- Alokasi Waktu : 2 x 3 JP (±270 menit)
- Nama Peserta Didik : ………………………………………
- Kelas :
………………………………………
B. Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengerjakan
LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian toponimi wilayah
dengan bahasa sendiri.
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi penamaan suatu wilayah.
- Menganalisis hubungan antara nama wilayah
dan sejarah lokal.
- Menelusuri asal-usul nama wilayah di
lingkungan sekitar.
- Menyajikan hasil kajian toponimi secara
kolaboratif dan kreatif.
- Merefleksikan pentingnya menjaga identitas
dan warisan sejarah lokal.
C. Petunjuk Kerja
- Bacalah setiap instruksi dengan teliti.
- Kerjakan LKPD secara individu dan
kelompok sesuai arahan guru.
- Gunakan sumber belajar yang telah
disediakan.
- Diskusikan jawaban secara aktif dan saling
menghargai pendapat.
- Tuliskan jawaban dengan bahasa sendiri
secara jelas dan jujur.
D. Kegiatan 1 –
MEMAHAMI
(Bermakna &
Berkesadaran)
Aktivitas 1:
Membaca dan Memahami Konsep
Bacalah teks
berikut dengan saksama!
Toponimi adalah ilmu
yang mempelajari asal-usul nama tempat atau wilayah. Nama suatu wilayah tidak
muncul secara kebetulan, tetapi berkaitan erat dengan kondisi alam, peristiwa
sejarah, budaya masyarakat, bahasa daerah, serta aktivitas manusia di masa lalu.
Tugas 1: Pemahaman
Konsep
Jawablah pertanyaan
berikut dengan lengkap!
- Apa yang dimaksud dengan toponimi
wilayah menurut pemahamanmu sendiri?
Jawaban:
........................................................................................................
........................................................................................................
- Mengapa nama suatu wilayah penting untuk
dipelajari dalam IPS?
Jawaban:
........................................................................................................
........................................................................................................
- Sebutkan tiga faktor yang
memengaruhi penamaan suatu wilayah!
Jawaban:
a.
.............................................................................................
b.
.............................................................................................
c.
.............................................................................................
Aktivitas 2:
Mengelompokkan Faktor Toponimi
Lengkapilah tabel
berikut!
|
Faktor Penamaan
Wilayah
|
Penjelasan
Singkat
|
Contoh
|
|
Kondisi Alam
|
|
|
|
Sejarah / Peristiwa
|
|
|
|
Budaya / Bahasa
|
|
|
|
Aktivitas Manusia
|
|
|
E. Kegiatan 2 –
MENGAPLIKASIKAN
(Menggembirakan
& Kolaboratif)
Aktivitas 3: Studi
Kasus Toponimi Lokal
Bacalah kasus
berikut!
Di wilayah Malang
terdapat banyak nama tempat seperti Sungai Brantas, Dinoyo, Klojen, dan
Lowokwaru. Nama-nama tersebut memiliki latar belakang sejarah, kondisi alam,
maupun bahasa lokal yang mencerminkan identitas masyarakat setempat.
Tugas Kelompok:
Analisis Studi Kasus
Diskusikan bersama
kelompokmu dan jawab pertanyaan berikut!
- Pilih satu nama wilayah di Malang
yang menurut kelompokmu menarik.
Nama wilayah: …………………………………………
- Menurut kelompokmu, faktor apa yang paling
memengaruhi penamaan wilayah tersebut? Jelaskan alasannya!
Jawaban:
........................................................................................................
........................................................................................................
- Bagaimana keterkaitan nama wilayah
tersebut dengan sejarah atau budaya masyarakat setempat?
Jawaban:
........................................................................................................
........................................................................................................
Aktivitas 4: Proyek
Mini Toponimi
Buatlah salah satu
produk berikut secara berkelompok:
☐ Peta konsep toponimi wilayah
☐ Poster sejarah nama tempat
☐ Infografis asal-usul nama wilayah
Tema:
“Nama Tempat sebagai Jejak Sejarah dan Identitas Lokal”
Kriteria Produk:
- Memuat nama wilayah
- Menjelaskan asal-usul nama
- Menyebutkan faktor penamaan
- Menampilkan hubungan dengan sejarah/budaya
- Disajikan secara kreatif dan rapi
F. Kegiatan 3 –
MEREFLEKSIKAN
(Berkesadaran &
Bermakna)
Aktivitas 5:
Refleksi Individu
Jawablah pertanyaan
berikut secara jujur!
- Pengetahuan baru apa yang paling berkesan
kamu peroleh dari pembelajaran ini?
........................................................................................................
- Mengapa mempelajari asal-usul nama wilayah
penting bagi generasi muda?
........................................................................................................
- Sikap apa yang akan kamu terapkan setelah
memahami sejarah lokal daerahmu?
........................................................................................................
G. Penilaian Sikap
dan Kerja Kelompok
(Diisi oleh Guru)
|
Aspek
|
Skor 1
|
Skor 2
|
Skor 3
|
Skor 4
|
|
Keaktifan
|
|
|
|
|
|
Kerja Sama
|
|
|
|
|
|
Tanggung Jawab
|
|
|
|
|
|
Menghargai Pendapat
|
|
|
|
|
H. Kesimpulan
Peserta Didik
Tuliskan kesimpulan
pembelajaran hari ini dengan bahasamu sendiri!
........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................
I. Pesan Nilai dan
Karakter
Melalui pembelajaran
ini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang:
- mencintai daerahnya,
- menghargai sejarah dan budaya lokal,
- memiliki rasa bangga terhadap identitas
bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar