Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 8 Toponimi wilayah dan sejarah lokal

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

 

SEKOLAH                                                : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                          : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                                 : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE                 : VIII / 2 / D

ALOKASI WAKTU                                   : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                                    : Toponimi wilayah dan sejarah lokal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

1. Peserta Didik – Kemampuan Awal

  • Peserta didik telah mengenal nama-nama wilayah (desa, kecamatan, kota).
  • Mengetahui tempat-tempat bersejarah di Malang secara umum.
  • Belum memahami:
    • asal-usul nama wilayah (toponimi),
    • hubungan nama tempat dengan sejarah, budaya, dan lingkungan,
    • nilai historis dan identitas lokal.
  • Cara pandang masih menganggap nama tempat sebagai hal biasa tanpa makna.

2. Karakteristik Peserta Didik

  • Berasal dari latar belakang sosial budaya beragam.
  • Tinggal dan beraktivitas di wilayah Malang Raya.
  • Menyukai cerita sejarah, legenda, dan kisah lokal.
  • Terbiasa menggunakan gawai dan media digital.

3. Kebutuhan Khusus

  • Membutuhkan contoh konkret dan visual (peta, foto lama, cerita rakyat).
  • Membutuhkan penguatan literasi sejarah lokal secara bertahap.

4. Strategi Diferensiasi

  • Konten: peta toponimi Malang, foto situs sejarah, video sejarah lokal.
  • Proses: diskusi kelompok heterogen, tutor sebaya.
  • Produk: peta toponimi, poster sejarah lokal, cerita singkat asal-usul nama wilayah.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual

  • Pengertian toponimi.
  • Contoh nama wilayah di Malang (Klojen, Lowokwaru, Dinoyo, Tlogomas).
  • Situs dan peristiwa sejarah lokal.

2. Pengetahuan Konseptual

  • Hubungan toponimi dengan:
    • sejarah,
    • budaya,
    • kondisi geografis,
    • identitas masyarakat lokal.
  • Toponimi sebagai jejak sejarah.

3. Pengetahuan Prosedural

  • Cara menelusuri asal-usul nama tempat.
  • Cara mengaitkan toponimi dengan peristiwa sejarah lokal.
  • Cara menyajikan informasi sejarah lokal secara sederhana.

4. Pengetahuan Metakognitif

  • Kesadaran akan pentingnya sejarah lokal.
  • Refleksi identitas diri sebagai bagian dari masyarakat Malang.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

            DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

            DPL 2

Kewargaan                      

            DPL 3

Penalaran Kritis

            DPL 4

Kreativitas

 

            DPL 5

Kolaborasi

            DPL 6

Kemandirian

            DPL 7

Kesehatan

            DPL 8

            Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi,  perubahan; menganalisis  keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara.

 

Lintas Disiplin Ilmu

1.      Bahasa Indonesia: menulis cerita asal-usul nama tempat

2.      PKn: identitas dan kebanggaan daerah

3.      Informatika: peta digital dan infografis

4.      Seni Budaya: visualisasi sejarah lokal

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian toponimi wilayah.
  2. Mengidentifikasi makna nama tempat berdasarkan sejarah lokal.
  3. Menganalisis hubungan toponimi dengan budaya dan lingkungan.
  4. Menyajikan informasi sejarah lokal secara kreatif.
  5. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap daerah asal.

 

Topik Pembelajaran

“Nama Tempat, Jejak Sejarah, dan Identitas Kita”

 

Praktik Pedagogis

Pendekatan Utama:
 Kontekstual – Reflektif – Kolaboratif

  1. Kontekstual
    Mengaitkan nama wilayah tempat tinggal siswa dengan sejarah lokal Malang.
  2. Reflektif
    Mengajak siswa menyadari identitas diri sebagai bagian dari sejarah daerah.
  3. Kolaboratif
    Diskusi dan proyek kelompok berbasis eksplorasi wilayah sekitar.

 

F. MODEL PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI

Model

Implementasi

Problem Based Learning

Masalah: “Mengapa banyak nama wilayah di Malang berasal dari alam dan sejarah?”

Project Based Learning

Proyek peta toponimi dan sejarah lokal

Discovery Learning

Menemukan makna nama tempat melalui sumber sejarah

Experiential Learning

Observasi lingkungan dan wawancara sederhana

 

G. STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF

  • Stimulus visual peta dan foto lama Malang
  • Diskusi bertahap (kelas–kelompok–reflektif)
  • Studi kasus toponimi wilayah Malang
  • Proyek mini eksplorasi sejarah lokal

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Kemitraan dengan Orang Tua/Wali Peserta Didik

Bentuk Kemitraan:

  • Orang tua menjadi sumber cerita sejarah lokal (asal-usul nama kampung, desa, atau wilayah tempat tinggal).
  • Pendampingan peserta didik saat melakukan pengumpulan data sederhana di lingkungan sekitar.
  • Memberikan izin dan dukungan moral terhadap kegiatan observasi lingkungan.

Peran dalam Pembelajaran:

  • Mendampingi anak saat wawancara keluarga.
  • Menyediakan foto lama, cerita turun-temurun, atau arsip keluarga.
  • Memberikan umpan balik terhadap hasil karya peserta didik.

Manfaat:

  • Memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses belajar.
  • Menumbuhkan kesadaran sejarah lokal dalam keluarga.

 

2. Kemitraan dengan Komite Sekolah

Bentuk Kemitraan:

  • Dukungan pelaksanaan pameran karya proyek toponimi dan sejarah lokal.
  • Fasilitasi sarana pendukung pembelajaran (papan pamer, ruang display).

Peran dalam Pembelajaran:

  • Mendukung kebijakan kegiatan berbasis proyek dan kontekstual.
  • Menjadi penghubung sekolah dengan masyarakat sekitar.

Manfaat:

  • Meningkatkan kualitas dan keberlanjutan kegiatan pembelajaran.
  • Membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

 

3. Kemitraan dengan Tokoh Masyarakat / Sesepuh Lokal

Bentuk Kemitraan:

  • Wawancara sederhana tentang asal-usul nama wilayah.
  • Sesi berbagi cerita (storytelling) sejarah lokal.

Peran dalam Pembelajaran:

  • Narasumber sejarah lokal dan budaya daerah.
  • Memberikan perspektif nilai dan kearifan lokal.

Manfaat:

  • Menguatkan literasi sejarah dan budaya lokal.
  • Menumbuhkan sikap menghargai kearifan lokal.

 

4. Kemitraan dengan Dinas Kebudayaan dan Arsip Daerah

Bentuk Kemitraan:

  • Pemanfaatan arsip, dokumen, dan peta lama.
  • Akses sumber sejarah lokal resmi.

Peran dalam Pembelajaran:

  • Penyedia data valid dan referensi sejarah.
  • Mendukung penguatan literasi berbasis data.

Manfaat:

  • Meningkatkan keakuratan pembelajaran sejarah.
  • Mengenalkan siswa pada sumber sejarah autentik.

 

5. Kemitraan dengan Perguruan Tinggi / Komunitas Sejarah

Bentuk Kemitraan:

  • Pendampingan akademik ringan (webinar, diskusi daring).
  • Berbagi praktik penelitian sejarah sederhana.

Peran dalam Pembelajaran:

  • Memberi wawasan metodologi sejarah.
  • Menginspirasi minat belajar lanjutan.

Manfaat:

  • Menumbuhkan budaya berpikir kritis dan ilmiah.
  • Memperluas wawasan peserta didik.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Lingkungan Fisik

  • Kelas disusun fleksibel (U-shape / kelompok).
  • Sudut literasi sejarah lokal (peta Malang, foto lama, cerita rakyat).
  • Papan pajang karya proyek peserta didik.
  • Lingkungan sekitar sekolah sebagai laboratorium belajar.

 

2. Lingkungan Sosial

  • Hubungan guru–peserta didik yang setara dan saling menghargai.
  • Budaya diskusi, mendengar, dan menghargai pendapat.
  • Kerja kelompok heterogen untuk menumbuhkan empati dan kolaborasi.

 

3. Lingkungan Psikologis

  • Pembelajaran aman tanpa takut salah.
  • Apresiasi terhadap usaha dan proses belajar.
  • Penguatan kepercayaan diri peserta didik.

 

4. Lingkungan Budaya

  • Menghargai keberagaman latar belakang siswa.
  • Menanamkan kebanggaan terhadap identitas lokal Malang.
  • Mengintegrasikan nilai kearifan lokal dalam pembelajaran

 

Pemanfaatan Digital

1. Platform Pembelajaran Digital

  • Google Classroom: distribusi materi, LKPD, dan pengumpulan tugas.
  • WhatsApp Grup Kelas: komunikasi dan pengingat kegiatan.

 

2. Media Digital Interaktif

  • Google Maps: menelusuri lokasi dan nama wilayah.
  • Canva: membuat poster, infografis, dan peta toponimi.
  • Padlet: berbagi hasil refleksi dan diskusi.
  • YouTube Edukasi: video sejarah lokal dan dokumenter.

 

3. Literasi Digital

  • Mengajarkan cara mencari sumber tepercaya.
  • Membiasakan mencantumkan sumber informasi.
  • Menanamkan etika penggunaan media digital.

 

4. Asesmen Digital

  • Google Form untuk asesmen awal dan akhir.
  • Rubrik digital untuk penilaian proyek.
  • Umpan balik daring dari guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

PENGALAMAN AWAL PEMBELAJARAN

(Orientasi – Apersepsi – Diagnostik – Motivasi) ±15 menit

1. Orientasi dan Pembukaan (±5 menit)

Pengalaman Siswa:

  • Peserta didik memasuki kelas dengan suasana tenang dan tertib.
  • Guru menyapa dengan ramah dan mengajak siswa melakukan mindful moment singkat (menarik napas, fokus pada kehadiran diri).

Peran Guru:

  • Menyampaikan salam, doa pembuka, dan pengecekan kehadiran.
  • Menciptakan rasa aman dan nyaman.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana.

 

2. Apersepsi Kontekstual (±5 menit)

Pengalaman Siswa:

  • Siswa diajak menyebutkan nama daerah tempat tinggal masing-masing.
  • Siswa mengamati peta Kota Malang yang ditampilkan guru.

Pertanyaan Pemantik:

  • “Apakah kalian tahu arti nama daerah tempat tinggal kalian?”
  • “Mengapa banyak nama tempat di Malang berkaitan dengan alam dan sejarah?”

Peran Guru:

  • Mengaitkan pengalaman pribadi siswa dengan materi.
  • Menumbuhkan rasa ingin tahu.

 

3. Asesmen Awal / Diagnostik (±5 menit)

Pengalaman Siswa:

  • Siswa menjawab pertanyaan singkat secara lisan atau tertulis:
    1. Pernahkah kamu mencari tahu asal-usul nama suatu tempat?
    2. Menurutmu, apakah nama tempat bisa berkaitan dengan sejarah?

Peran Guru:

  • Mengamati respons siswa.
  • Mengidentifikasi pemahaman awal dan miskonsepsi.
  • Menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

 

4. Motivasi dan Kesepakatan Belajar

Pengalaman Siswa:

  • Siswa memahami manfaat mempelajari sejarah lokal.
  • Siswa menyepakati aturan belajar kolaboratif dan saling menghargai.

Peran Guru:

  • Menegaskan bahwa nama tempat adalah “jejak sejarah”.
  • Menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

1. MEMAHAMI ±40 menit
(Eksplorasi konsep dan penguatan pemahaman)

Pengalaman Siswa:

  • Mengamati materi visual (peta, foto lama, video singkat sejarah Malang).
  • Mendengarkan penjelasan guru tentang:
    • pengertian toponimi,
    • hubungan nama tempat dengan sejarah dan budaya.
  • Membaca teks singkat tentang asal-usul beberapa wilayah di Malang (Klojen, Dinoyo, Lowokwaru).

Aktivitas Siswa:

  • Menjawab pertanyaan pemahaman pada LKPD.
  • Mengelompokkan contoh nama tempat berdasarkan:
    • unsur alam,
    • peristiwa sejarah,
    • tokoh masyarakat.

Peran Guru:

  • Memberi penjelasan bertahap dan kontekstual.
  • Menggunakan pertanyaan tingkat tinggi (HOTS).
  • Memberi penguatan konsep utama.

 

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

MENGAPLIKASIKAN

⏱️ ±35 menit
(Penerapan konsep dalam konteks nyata)

Pengalaman Siswa:

  • Siswa dibagi ke dalam kelompok heterogen.
  • Setiap kelompok memilih satu nama wilayah di sekitar tempat tinggal atau sekolah.

Aktivitas Siswa:

  • Menelusuri asal-usul nama wilayah melalui:
    • wawancara keluarga,
    • pencarian informasi digital,
    • cerita masyarakat sekitar.
  • Menyusun hasil temuan dalam bentuk:
    • peta toponimi,
    • poster,
    • infografis sederhana.

Peran Guru:

  • Membimbing proses kerja kelompok.
  • Memfasilitasi diskusi dan klarifikasi informasi.
  • Mengamati sikap, kerja sama, dan keaktifan siswa.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

MEREFLEKSIKAN ±20 menit
(Refleksi makna dan kesadaran diri)

Pengalaman Siswa:

  • Menyampaikan hasil temuan secara singkat.
  • Mendengarkan presentasi kelompok lain.
  • Menulis refleksi pribadi.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?
  2. Mengapa penting memahami sejarah lokal melalui nama tempat?
  3. Sikap apa yang perlu kita miliki untuk menjaga identitas daerah?

Peran Guru:

  • Memfasilitasi refleksi terbuka dan aman.
  • Menguatkan nilai kebanggaan terhadap daerah.
  • Memberikan umpan balik positif.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi dan Proses Belajar (±5 menit)

Pengalaman Peserta Didik:

  • Peserta didik diajak mengingat kembali proses belajar yang telah dilalui:
    • memahami konsep toponimi,
    • menelusuri asal-usul nama wilayah,
    • bekerja sama dalam kelompok.
  • Peserta didik menyampaikan kesan, pemahaman, dan tantangan yang dirasakan selama pembelajaran.

Pertanyaan Reflektif:

  • “Apa pengetahuan baru yang paling berkesan hari ini?”
  • “Bagaimana perasaanmu saat menelusuri sejarah nama tempat di sekitarmu?”
  • “Bagian pembelajaran mana yang paling menantang dan mengapa?”

Peran Guru:

  • Memfasilitasi refleksi dengan suasana aman dan saling menghargai.
  • Menegaskan bahwa proses belajar sama pentingnya dengan hasil.

 

2. Penguatan Konsep dan Nilai (±4 menit)

Pengalaman Peserta Didik:

  • Peserta didik mendengarkan rangkuman inti materi dari guru.
  • Peserta didik memahami keterkaitan antara:
    • nama tempat,
    • sejarah lokal,
    • identitas masyarakat.

Penguatan Guru:

  • Menegaskan kembali bahwa toponimi wilayah adalah jejak sejarah dan budaya.
  • Mengaitkan pembelajaran dengan:
    • kebanggaan terhadap daerah,
    • pentingnya menjaga warisan budaya lokal.

 

3. Umpan Balik dan Apresiasi (±3 menit)

Pengalaman Peserta Didik:

  • Peserta didik menerima umpan balik terhadap:
    • keaktifan diskusi,
    • kerja sama kelompok,
    • kreativitas produk pembelajaran.

Peran Guru:

  • Memberikan apresiasi secara adil dan konstruktif.
  • Menyampaikan kekuatan dan hal yang perlu ditingkatkan.
  • Menumbuhkan motivasi belajar lanjutan.

 

4. Tindak Lanjut Pembelajaran (±2 menit)

Pengalaman Peserta Didik:

  • Peserta didik memahami langkah lanjutan pembelajaran.

Bentuk Tindak Lanjut:

  • Peserta didik diminta:
    • menuliskan cerita singkat asal-usul nama daerah tempat tinggal,
    • atau melengkapi proyek peta toponimi.
  • Peserta didik yang sudah tuntas:
    • diberi tantangan pengayaan (mencari nama wilayah lain di Malang).
  • Peserta didik yang belum tuntas:
    • mendapatkan pendampingan dan bimbingan tambahan.

 

5. Refleksi Kesadaran Diri dan Penutup (±1 menit)

Pengalaman Peserta Didik:

  • Peserta didik diajak menyadari peran diri sebagai generasi penerus sejarah daerah.

Pernyataan Reflektif Guru:

“Dengan mengenal sejarah nama tempat kita, kita sedang belajar menghargai perjalanan dan jati diri daerah kita sendiri.”

  • Peserta didik bersama guru menutup pembelajaran dengan doa.
  • Salam penutup.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

(Diagnostik – Assessment for Learning)

1. Tujuan Asesmen Awal

  • Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang nama wilayah dan sejarah lokal.
  • Mengidentifikasi miskonsepsi.
  • Menyesuaikan strategi pembelajaran dan diferensiasi.

2. Bentuk Asesmen

  • Tes tertulis singkat
  • Pertanyaan terbuka (non-nilai / formatif)

3. Waktu

±10 menit (sebelum pembelajaran inti)

 

Soal Asesmen Awal

Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jujur sesuai pemahamanmu!

  1. Menurut pendapatmu, apa yang dimaksud dengan nama tempat atau wilayah?
  2. Apakah menurutmu nama suatu tempat memiliki makna atau sejarah? Jelaskan!
  3. Sebutkan satu nama wilayah di sekitar tempat tinggalmu yang menurutmu unik!
  4. Dari mana biasanya kita bisa mengetahui sejarah suatu daerah?
  5. Tuliskan satu pertanyaan yang ingin kamu ketahui tentang asal-usul nama wilayah.

 

Rubrik Penilaian Asesmen Awal (Diagnostik)

Skor

Kriteria Pemahaman

4

Jawaban tepat, logis, menunjukkan pemahaman awal yang baik

3

Jawaban cukup tepat namun masih sederhana

2

Jawaban kurang tepat dan masih terdapat miskonsepsi

1

Jawaban tidak tepat / kosong

 Catatan:
Hasil asesmen ini tidak dijadikan nilai akhir, tetapi digunakan untuk:

  • pemetaan kemampuan,
  • penentuan strategi pembelajaran,
  • penguatan diferensiasi.

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

(Formatif – Assessment as & for Learning)

1. Tujuan Asesmen Proses

  • Menilai keterlibatan dan partisipasi siswa.
  • Menilai kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi.
  • Memantau perkembangan pemahaman selama pembelajaran.

2. Bentuk Asesmen

  1. Observasi sikap dan partisipasi
  2. Penilaian diskusi kelompok
  3. Penilaian LKPD
  4. Penilaian produk proses (peta konsep/poster/presentasi)

 

1. Lembar Observasi Sikap dan Partisipasi

Aspek yang Dinilai:

  • Keaktifan bertanya dan menjawab
  • Kerja sama dalam kelompok
  • Tanggung jawab terhadap tugas
  • Sikap menghargai pendapat orang lain

Rubrik Observasi Sikap

Skor

Kriteria

4

Sangat aktif, bekerja sama sangat baik, bertanggung jawab

3

Aktif dan bekerja sama dengan baik

2

Kurang aktif, kerja sama terbatas

1

Pasif dan tidak menunjukkan kerja sama

 

2. Asesmen Diskusi / Kerja Kelompok

Instrumen Tugas:

Peserta didik mendiskusikan asal-usul nama wilayah dan keterkaitannya dengan sejarah lokal, lalu mempresentasikan hasilnya.

Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Pemahaman Materi

Sangat tepat dan mendalam

Tepat

Kurang tepat

Tidak tepat

Kerja Sama

Semua anggota aktif

Sebagian besar aktif

Sedikit yang aktif

Tidak bekerja sama

Argumentasi

Logis dan kritis

Cukup logis

Lemah

Tidak relevan

Presentasi

Jelas, sistematis

Cukup jelas

Kurang jelas

Tidak terstruktur

 

3. Asesmen LKPD (Proses)

Rubrik Penilaian LKPD

Skor

Kriteria

4

Jawaban lengkap, analitis, dan kontekstual

3

Jawaban benar dan cukup lengkap

2

Jawaban sebagian benar

1

Jawaban tidak tepat / tidak lengkap

 

4. Penilaian Produk Proses

Produk:

  • Peta konsep toponimi
  • Poster sejarah lokal
  • Infografis nama wilayah

Rubrik Produk Proses

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Kesesuaian Isi

Sangat sesuai dan lengkap

Sesuai

Kurang sesuai

Tidak sesuai

Kreativitas

Sangat kreatif

Cukup kreatif

Kurang kreatif

Tidak kreatif

Ketepatan Informasi

Sangat akurat

Cukup akurat

Kurang akurat

Tidak akurat

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

(Sumatif – Assessment of Learning)

1. Tujuan Asesmen Akhir

  • Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Menilai pemahaman konsep dan kemampuan reflektif siswa.
  • Menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

2. Bentuk Asesmen

  1. Tes tertulis (pilihan ganda & uraian)
  2. Refleksi tertulis

 

1. Tes Tertulis

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Ilmu yang mempelajari asal-usul nama tempat disebut …
    A. Geografi
    B. Antropologi
    C. Toponimi
    D. Arkeologi
  2. Nama suatu wilayah biasanya berkaitan dengan …
    A. Keindahan alam saja
    B. Sejarah, budaya, dan kondisi geografis
    C. Keinginan masyarakat modern
    D. Nama asing
  3. Contoh toponimi yang berasal dari kondisi alam adalah …
    A. Kota Pelajar
    B. Sungai Brantas
    C. Kampung Wisata
    D. Kota Industri

 

B. Soal Uraian

  1. Jelaskan pengertian toponimi wilayah dengan bahasamu sendiri!
  2. Sebutkan dan jelaskan dua faktor yang memengaruhi pemberian nama suatu wilayah!
  3. Mengapa mempelajari sejarah nama tempat penting bagi generasi muda?

 

Rubrik Penilaian Tes Uraian

Skor

Kriteria

4

Jawaban sangat tepat, lengkap, logis

3

Jawaban tepat dan cukup lengkap

2

Jawaban kurang lengkap

1

Jawaban tidak tepat

 

2. Asesmen Refleksi Akhir

Pertanyaan Refleksi:

  1. Pengetahuan apa yang paling berkesan kamu peroleh hari ini?
  2. Bagaimana pembelajaran ini membuatmu lebih menghargai daerah tempat tinggalmu?
  3. Sikap apa yang akan kamu terapkan setelah mempelajari materi ini?

Rubrik Refleksi

Skor

Kriteria

4

Refleksi mendalam, jujur, dan bermakna

3

Refleksi cukup jelas

2

Refleksi masih umum

1

Refleksi tidak relevan

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Sumber belajar

1. Sumber Belajar Utama (Wajib)

  1. Buku Teks IPS SMP Kelas IX – Kurikulum Merdeka
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
    Materi terkait:
    • Toponimi wilayah
    • Sejarah lokal
    • Kondisi geografis dan sosial budaya
    • Interaksi manusia dan lingkungan
  2. Modul Ajar IPS – Kurikulum Merdeka
    Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbudristek.
    Digunakan sebagai acuan:
    • Capaian Pembelajaran (CP)
    • Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
    • Prinsip pembelajaran mendalam (Deep Learning)

 

2. Sumber Belajar Pendukung (Cetak)

  1. Buku Referensi Sejarah Lokal dan Geografi
    • Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi
    • Sartono Kartodirdjo. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah
    • Tim Penulis. Sejarah Lokal Indonesia
  2. Ensiklopedia Geografi dan Budaya Nusantara
    Digunakan untuk memperkaya pemahaman tentang:
    • Asal-usul nama wilayah
    • Hubungan antara bahasa, budaya, dan lingkungan
  3. Dokumen Sejarah Lokal Malang
    • Buku sejarah Kota/Kabupaten Malang
    • Arsip daerah (cerita rakyat, legenda lokal, dokumen desa/kelurahan)

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Toponimi Wilayah dan Sejarah Lokal

 

A. Identitas LKPD

  • Sekolah                       : SMP Negeri 8 Malang
  • Mata Pelajaran           : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Kelas / Semester / Fase : IX / Ganjil / Fase D
  • Materi Pokok               : Toponimi Wilayah dan Sejarah Lokal
  • Alokasi Waktu             : 2 x 3 JP (±270 menit)
  • Nama Peserta Didik    : ………………………………………
  • Kelas                           : ………………………………………

 

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian toponimi wilayah dengan bahasa sendiri.
  2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penamaan suatu wilayah.
  3. Menganalisis hubungan antara nama wilayah dan sejarah lokal.
  4. Menelusuri asal-usul nama wilayah di lingkungan sekitar.
  5. Menyajikan hasil kajian toponimi secara kolaboratif dan kreatif.
  6. Merefleksikan pentingnya menjaga identitas dan warisan sejarah lokal.

 

C. Petunjuk Kerja

  1. Bacalah setiap instruksi dengan teliti.
  2. Kerjakan LKPD secara individu dan kelompok sesuai arahan guru.
  3. Gunakan sumber belajar yang telah disediakan.
  4. Diskusikan jawaban secara aktif dan saling menghargai pendapat.
  5. Tuliskan jawaban dengan bahasa sendiri secara jelas dan jujur.

 

D. Kegiatan 1 – MEMAHAMI

(Bermakna & Berkesadaran)

Aktivitas 1: Membaca dan Memahami Konsep

Bacalah teks berikut dengan saksama!

Toponimi adalah ilmu yang mempelajari asal-usul nama tempat atau wilayah. Nama suatu wilayah tidak muncul secara kebetulan, tetapi berkaitan erat dengan kondisi alam, peristiwa sejarah, budaya masyarakat, bahasa daerah, serta aktivitas manusia di masa lalu.

 

Tugas 1: Pemahaman Konsep

Jawablah pertanyaan berikut dengan lengkap!

  1. Apa yang dimaksud dengan toponimi wilayah menurut pemahamanmu sendiri?
    Jawaban:
    ........................................................................................................
    ........................................................................................................
  2. Mengapa nama suatu wilayah penting untuk dipelajari dalam IPS?
    Jawaban:
    ........................................................................................................
    ........................................................................................................
  3. Sebutkan tiga faktor yang memengaruhi penamaan suatu wilayah!
    Jawaban:
    a. .............................................................................................
    b. .............................................................................................
    c. .............................................................................................

 

Aktivitas 2: Mengelompokkan Faktor Toponimi

Lengkapilah tabel berikut!

Faktor Penamaan Wilayah

Penjelasan Singkat

Contoh

Kondisi Alam

Sejarah / Peristiwa

Budaya / Bahasa

Aktivitas Manusia

 

E. Kegiatan 2 – MENGAPLIKASIKAN

(Menggembirakan & Kolaboratif)

Aktivitas 3: Studi Kasus Toponimi Lokal

Bacalah kasus berikut!

Di wilayah Malang terdapat banyak nama tempat seperti Sungai Brantas, Dinoyo, Klojen, dan Lowokwaru. Nama-nama tersebut memiliki latar belakang sejarah, kondisi alam, maupun bahasa lokal yang mencerminkan identitas masyarakat setempat.

 

Tugas Kelompok: Analisis Studi Kasus

Diskusikan bersama kelompokmu dan jawab pertanyaan berikut!

  1. Pilih satu nama wilayah di Malang yang menurut kelompokmu menarik.
    Nama wilayah: …………………………………………
  2. Menurut kelompokmu, faktor apa yang paling memengaruhi penamaan wilayah tersebut? Jelaskan alasannya!
    Jawaban:
    ........................................................................................................
    ........................................................................................................
  3. Bagaimana keterkaitan nama wilayah tersebut dengan sejarah atau budaya masyarakat setempat?
    Jawaban:
    ........................................................................................................
    ........................................................................................................

 

Aktivitas 4: Proyek Mini Toponimi

Buatlah salah satu produk berikut secara berkelompok:

Peta konsep toponimi wilayah
Poster sejarah nama tempat
Infografis asal-usul nama wilayah

Tema:
“Nama Tempat sebagai Jejak Sejarah dan Identitas Lokal”

Kriteria Produk:

  • Memuat nama wilayah
  • Menjelaskan asal-usul nama
  • Menyebutkan faktor penamaan
  • Menampilkan hubungan dengan sejarah/budaya
  • Disajikan secara kreatif dan rapi

 

F. Kegiatan 3 – MEREFLEKSIKAN

(Berkesadaran & Bermakna)

Aktivitas 5: Refleksi Individu

Jawablah pertanyaan berikut secara jujur!

  1. Pengetahuan baru apa yang paling berkesan kamu peroleh dari pembelajaran ini?
    ........................................................................................................
  2. Mengapa mempelajari asal-usul nama wilayah penting bagi generasi muda?
    ........................................................................................................
  3. Sikap apa yang akan kamu terapkan setelah memahami sejarah lokal daerahmu?
    ........................................................................................................

 

G. Penilaian Sikap dan Kerja Kelompok

(Diisi oleh Guru)

Aspek

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Keaktifan

Kerja Sama

Tanggung Jawab

Menghargai Pendapat

 

H. Kesimpulan Peserta Didik

Tuliskan kesimpulan pembelajaran hari ini dengan bahasamu sendiri!

........................................................................................................
........................................................................................................
........................................................................................................

 

I. Pesan Nilai dan Karakter

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang:

  • mencintai daerahnya,
  • menghargai sejarah dan budaya lokal,
  • memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...