PERENCANAAN
PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH : SMPN 8 Malang
NAMA GURU : Drs. Sumarno
MATA PELAJARAN :
IPS
KELAS / SEMESTER / FASE : IXI / 1 / D
ALOKASI WAKTU :
3 x 45 menit
MATERI :
Makna dan Bentuk Kemajemukan Masyarakat Indonesia
|
IDENTIFIKASI |
Peserta
Didik |
Aspek Pengetahuan Awal
Aspek Minat Belajar
Aspek Latar Belakang Sosial
dan Lingkungan
Aspek Kebutuhan Belajar
Aspek Gaya Belajar
Aspek Emosional dan
Psikologis
Aspek Sarana dan Prasarana
|
|
|
Materi
Pelajaran |
Pengetahuan Faktual
Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan Metakognitif
|
||
|
Dimensi
Profil Lulusan (DPL) |
Pilihlah
dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan
(menghormati nilai agama dan budaya) DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama) DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan) DPL 4: Kreativitas (peta
budaya, infografis) DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok) DPL 8: Komunikasi (presentasi
hasil proyek) |
||
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
Capaian
Pembelajaran |
Siswa mampu memahami makna kemajemukan masyarakat Indonesia,
mengenali ragam budaya, suku, dan agama, serta merefleksikan nilai Bhineka
Tunggal Ika melalui proyek kreatif dan diskusi. |
|
|
Lintas
Disiplin Ilmu |
Lintas Disiplin Ilmu:
|
||
|
Tujuan
Pembelajaran |
1. Peserta
didik dapat menjelaskan pengertian masyarakat majemuk. 2. Peserta
didik dapat mengidentifikasi ragam suku, budaya, dan agama di Indonesia. 3. Peserta
didik dapat menjelaskan nilai luhur Bhineka Tunggal Ika. 4. Peserta
didik dapat Membuat peta visual keberagaman budaya Indonesia. 5. Peserta
didik dapat mendiskusikan mengapa keberagaman dapat menjadi kekuatan. |
||
|
Topik
Pembelajaran |
Subtopik:
Pengertian masyarakat majemuk, ragam budaya dan agama, nilai Bhineka Tunggal
Ika. Deskripsi: Siswa
mempelajari bentuk kemajemukan masyarakat Indonesia dan makna persatuan dalam
keberagaman. |
||
|
Praktik
Pedagogis |
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) Metode Pembelajaran: · Diskusi kelompok terbimbing. · Pemetaan budaya (kertas besar/digital). · Presentasi hasil proyek. · Refleksi diri melalui jurnal belajar. · Gallery walk peta budaya. Kesesuaian Prinsip
Pembelajaran Mendalam: ·
Berkesadaran: Memahami pentingnya toleransi dan persatuan. ·
Bermakna: Mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sosial
dan budaya nyata. ·
Menggembirakan: Aktivitas kreatif dan kolaboratif. |
||
|
Kemitraan
Pembelajaran |
1.
Dinas Kebudayaan Kota Malang: Edukasi ragam budaya
lokal. 2.
LSM Budaya: Mendukung materi visual dan proyek
budaya. 3.
Orang Tua / Wali Murid: Memberikan cerita atau
informasi budaya lokal. 4.
Perguruan Tinggi (UM, UB): Pendampingan ilmiah dan
kreativitas visual. |
||
|
Lingkungan
Pembelajaran |
1. Ruang Fisik Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan
sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.
2. Ruang Virtual Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses
pembelajaran dan memperkuat literasi digital.
3. Budaya Belajar Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama
untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.
|
||
|
Pemanfaatan
Digital |
Platform
Daring Interaktif: 3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas
dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif,
dan kontekstual pada materi perubahan iklim: ● Penggunaan Google Jamboard atau Padlet ● Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva,
CapCut, InShot) |
||
|
PENGALAMAN BELAJAR |
AWAL (tuliskan
prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan) |
||
|
1.
Guru
menyapa siswa, memperkenalkan tujuan pembelajaran: memahami kemajemukan
masyarakat Indonesia. 2.
Apersepsi:
menayangkan video/slide ragam budaya dan suku bangsa di Indonesia, bertanya: 3.
Motivasi:
tantangan singkat membuat daftar suku/ budaya yang mereka ketahui dan
menyebutkan nilai positifnya. |
|||
|
INTI |
|||
|
Pada tahap
ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna,
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak
harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
|||
|
Memahami (Bermakna,
Berkesadaran) 40
menit |
|||
Tujuan: Siswa
membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.
Aktivitas:
Orientasi visual: video ragam budaya, musik, tarian. 1. Diskusi
pemantik: “Mengapa keberagaman bisa menjadi kekuatan?” 2. Eksplorasi
materi inti: pengertian masyarakat majemuk, Bhineka Tunggal Ika, ragam suku,
budaya, dan agama. |
|||
|
Mengaplikasi
(Menggembirakan) 35 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa mengolah
informasi, berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara
komunikatif. Aktivitas: 1.
Proyek Mini: Membuat peta keberagaman budaya di
kertas besar/digital. 2.
Presentasi kelompok: menjelaskan isi peta dan nilai
Bhineka Tunggal Ika. |
|||
|
Merefleksi (Berkesadaran)
20 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa merefleksikan
proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran
bertindak. Aktivitas: 1.
Refleksi personal: menulis pemahaman dan sikap yang
akan diterapkan di sekolah/lingkungan. 2.
Diskusi kelas: berbagi refleksi dan pengalaman
toleransi. 3.
Komitmen bersama: menempelkan “Aksi Toleransi” di
pohon nilai kelas. |
|||
|
PENUTUP (berkesadaran,
bermakna) 5
menit |
|||
|
1.
Rangkuman Singkat (2
menit): ○
Guru
dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan poin-poin penting menekankan
persatuan dalam kemajemukan. ○
Guru
menekankan kembali pentingnya menekankan persatuan dalam kemajemukan. dan
peran aktif peserta didik ○
Prinsip: Bermakna (mengaitkan
pembelajaran dengan makna yang lebih luas).
○
Guru
meminta peserta didik mengungkapkan satu kata atau kalimat singkat tentang
perasaan atau pemahaman mereka. ○
Guru
memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. ○
Prinsip: Berkesadaran (mendorong
refleksi diri), Menggembirakan (menciptakan suasana positif).
○
Guru
memotivasi peserta didik untuk menerapkan rencana aksi mereka. ○
Guru
menyampaikan informasi tentang materi selanjutnya atau tugas yang perlu
disiapkan. ○
Guru
menutup pembelajaran dengan salam dan doa. ○
Prinsip: Bermakna (mengarahkan
pada penerapan nyata) |
|||
|
ASESMEN PEMBELAJARAN |
Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Asesmen Awal:
Contoh Soal Awal:
|
|
|
Asesmen pada Proses Pembelajaran |
1. Observasi
diskusi kelompok. 2. Rubrik
penilaian presentasi proyek peta budaya. 3. Lembar
refleksi diri tentang nilai toleransi. |
||
|
Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
·
Penilaian proyek peta budaya, infografis, atau
presentasi kelompok. ·
Rubrik penilaian: keaktifan, kolaborasi,
kreativitas, komunikasi (skala 1–4). |
||
|
Asesmen
dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning,
assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau
cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian
Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self
Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya. |
|||
Lampiran Soal Digital
Asesmen Awal / Diagnostik (Pilihan Ganda + Isian
Singkat)
Materi: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa
Soal:
- Apa yang
dimaksud dengan integrasi sosial?
a. Proses konflik antar kelompok
b. Proses penyatuan kelompok masyarakat berbeda agar hidup harmonis
c. Aktivitas ekonomi masyarakat
d. Pertukaran budaya tanpa toleransi - Sebutkan dua
peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa!
(Isian singkat) - Mengapa
penting bagi pelajar untuk menolak hoaks di era digital?
(Jawaban singkat, maksimal 2 kalimat) - Apakah kamu
pernah berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang memperkuat persatuan,
misalnya gotong royong atau debat kelas?
☐ Ya, sering
☐ Kadang-kadang
☐ Pernah sekali
☐ Belum pernah - Tuliskan satu
tindakan kecil yang bisa kamu lakukan untuk menjaga persatuan di
lingkungan sekolah!
(Isian singkat)
3. Rubrik Penilaian Proyek Digital (#KitaIndonesia)
|
Aspek Penilaian |
Skor 4 |
Skor 3 |
Skor 2 |
Skor 1 |
|
Kreativitas Poster/Video |
Ide orisinal & visual sangat menarik |
Kreatif & cukup menarik |
Kreatif terbatas |
Tidak kreatif |
|
Relevansi Pesan |
Pesan jelas, inspiratif, sangat relevan |
Pesan jelas & relevan |
Pesan cukup jelas |
Pesan tidak jelas |
|
Kolaborasi Kelompok |
Semua anggota aktif & berkontribusi |
Sebagian besar aktif |
Hanya beberapa aktif |
Hampir tidak ada kontribusi |
|
Presentasi / Publikasi |
Lancar, komunikatif, meyakinkan |
Jelas & menarik |
Kurang lancar |
Tidak jelas |
|
Refleksi Individu |
Refleksi mendalam & konkret |
Refleksi jelas |
Refleksi terbatas |
Refleksi dangkal |
Catatan: Rubrik ini bisa
langsung diterapkan di Google Form / Google Classroom untuk penilaian
digital.
3. Contoh Peta Keberagaman Budaya Digital
Platform: Canva / Google
Slides / Jamboard
Elemen Peta:
- Peta Indonesia
dasar
- Simbol ikon
suku bangsa di setiap provinsi
- Warna atau
ikon budaya: tarian, musik, pakaian adat
- Simbol agama:
masjid, gereja, pura, vihara, dll.
- Teks singkat:
nama suku, budaya, dan keunikan
Instruksi:
- Buka template
peta Indonesia di Canva atau Jamboard.
- Tambahkan ikon
dan label sesuai keberagaman budaya di setiap provinsi.
- Berikan warna
atau simbol berbeda untuk setiap kategori (suku, budaya, agama).
- Simpan sebagai
file PDF / PNG untuk presentasi digital di kelas.
|
Mengetahui, Kepala
SMP Negeri 8 Malang Sri Nuryani M.Pd. NIP. 19661116 199003 2 009 |
|
Malang, 14 April 2025 Guru Mata Pelajaran Drs Sumarno. NIP. 1966308 200501 1 006 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar