Senin, 12 Januari 2026

ERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS Kelas 9 Makna dan Bentuk Kemajemukan Masyarakat Indonesia

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : IXI / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 3 x 45 menit

MATERI                                          : Makna dan Bentuk Kemajemukan Masyarakat Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Aspek Pengetahuan Awal

  • Siswa mengetahui konsep dasar masyarakat dan keberagaman sosial dari kelas sebelumnya.
  • Masih terdapat pemahaman terbatas mengenai ragam suku, budaya, dan agama di Indonesia.
  • Nilai Bhineka Tunggal Ika telah dikenalkan, tetapi pemahaman maknanya masih dangkal.

Aspek Minat Belajar

  • Siswa tertarik pada topik budaya, adat, dan interaksi sosial jika disajikan secara visual, interaktif, dan kreatif.
  • Minat meningkat ketika pembelajaran melibatkan diskusi, proyek kreatif, dan pemetaan visual.

Aspek Latar Belakang Sosial dan Lingkungan

  • Siswa berasal dari beragam latar belakang budaya dan lingkungan, memberikan peluang refleksi terhadap kemajemukan masyarakat.

Aspek Kebutuhan Belajar

  • Siswa membutuhkan materi yang konkret dan kontekstual, seperti peta budaya, infografis, dan contoh nyata keberagaman di sekitar mereka.

Aspek Gaya Belajar

  • Mayoritas siswa visual dan kinestetik; pembelajaran berbasis proyek, media visual, dan aktivitas langsung sangat efektif.

Aspek Emosional dan Psikologis

  • Siswa termotivasi oleh pembelajaran kolaboratif yang menyenangkan dan menghargai perbedaan.

Aspek Sarana dan Prasarana

  • Ruang kelas fleksibel, tersedia proyektor, papan tulis, dan akses internet.
  • Media digital dan sumber belajar daring dapat dimanfaatkan untuk pemetaan budaya dan presentasi proyek.

Materi Pelajaran

Pengetahuan Faktual

  • Pengertian Masyarakat Majemuk: Masyarakat yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa, dan agama.
  • Ragam Suku Bangsa, Budaya, dan Agama di Indonesia: Contoh suku, adat, bahasa, tarian, musik, dan agama di berbagai provinsi.
  • Nilai Luhur Bhineka Tunggal Ika: Konsep persatuan dalam keberagaman.

Pengetahuan Konseptual

  • Hubungan antara kemajemukan masyarakat dengan persatuan dan pembangunan sosial.
  • Dampak positif kemajemukan: kekayaan budaya, toleransi, kreativitas sosial.
  • Tantangan kemajemukan: konflik, stereotip, diskriminasi.

Pengetahuan Prosedural

  • Cara membuat peta keberagaman budaya secara visual atau digital.
  • Langkah diskusi kelompok tentang keuntungan keberagaman.

Pengetahuan Metakognitif

  • Kesadaran diri dalam menghargai perbedaan budaya.
  • Refleksi tentang perilaku toleran di lingkungan sekolah dan masyarakat.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan (menghormati nilai agama dan budaya)

DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama)

DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan)

DPL 4: Kreativitas (peta budaya, infografis)

DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok)

DPL 8: Komunikasi (presentasi hasil proyek)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Siswa mampu memahami makna kemajemukan masyarakat Indonesia, mengenali ragam budaya, suku, dan agama, serta merefleksikan nilai Bhineka Tunggal Ika melalui proyek kreatif dan diskusi.

Lintas Disiplin Ilmu

Lintas Disiplin Ilmu:

  • Geografi: Pemetaan distribusi suku, budaya, dan agama di Indonesia.
  • Sejarah & Budaya: Mengenal sejarah terbentuknya keberagaman dan tradisi lokal.
  • Sosiologi: Memahami hubungan sosial, toleransi, dan nilai Bhineka Tunggal Ika.

Tujuan Pembelajaran

1.     Peserta didik dapat menjelaskan pengertian masyarakat majemuk.

2.     Peserta didik dapat mengidentifikasi ragam suku, budaya, dan agama di Indonesia.

3.     Peserta didik dapat menjelaskan nilai luhur Bhineka Tunggal Ika.

4.     Peserta didik dapat Membuat peta visual keberagaman budaya Indonesia.

5.     Peserta didik dapat mendiskusikan mengapa keberagaman dapat menjadi kekuatan.

 

Topik Pembelajaran

Subtopik: Pengertian masyarakat majemuk, ragam budaya dan agama, nilai Bhineka Tunggal Ika.

Deskripsi: Siswa mempelajari bentuk kemajemukan masyarakat Indonesia dan makna persatuan dalam keberagaman.

 

Praktik Pedagogis

Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
Strategi Pembelajaran: Inkuiri, Kolaboratif, dan Reflektif

Metode Pembelajaran:

·       Diskusi kelompok terbimbing.

·       Pemetaan budaya (kertas besar/digital).

·       Presentasi hasil proyek.

·       Refleksi diri melalui jurnal belajar.

·       Gallery walk peta budaya.

 

Kesesuaian Prinsip Pembelajaran Mendalam:

·       Berkesadaran: Memahami pentingnya toleransi dan persatuan.

·       Bermakna: Mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sosial dan budaya nyata.

·       Menggembirakan: Aktivitas kreatif dan kolaboratif.

 

Kemitraan Pembelajaran

1.     Dinas Kebudayaan Kota Malang: Edukasi ragam budaya lokal.

2.     LSM Budaya: Mendukung materi visual dan proyek budaya.

3.     Orang Tua / Wali Murid: Memberikan cerita atau informasi budaya lokal.

4.     Perguruan Tinggi (UM, UB): Pendampingan ilmiah dan kreativitas visual.

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.

  • Ruang Kelas yang Fleksibel:
    • Tata letak yang memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi.
    • Dilengkapi dengan proyektor, papan tulis, dan akses ke sumber belajar visual.
  • Ruang Terbuka Sekolah (Taman, Kebun, Halaman):
    • Digunakan untuk kegiatan pengamatan langsung, proyek tanam pohon, audit sampah sekolah, dan observasi lingkungan.
  • Ruang Pameran atau Sudut Edukasi Lingkungan:
    • Tempat siswa menampilkan poster, hasil proyek, atau kampanye peduli iklim.
  • Kunjungan Lapangan (Field Trip):
    • Ke tempat seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir), hutan kota, atau industri hijau untuk pengamatan langsung.

 

2. Ruang Virtual

Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran dan memperkuat literasi digital.

  • Platform Pembelajaran Digital (Google Classroom, Microsoft Teams, Moodle):
    • Untuk berbagi materi, tugas, dan diskusi online.
  • Situs Edukasi dan Sumber Tepercaya:
    • Seperti BMKG.go.id, climate.nasa.gov, atau video edukatif dari YouTube (NatGeo, BBC Earth).

 

 

3. Budaya Belajar

Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.

  • Berpikir Kritis dan Reflektif:
    • Siswa diajak mempertanyakan, menganalisis, dan merefleksikan
  • Kolaborasi dan Komunikasi Terbuka:
    • Mendorong diskusi sehat, kerja tim, dan saling menghargai pendapat.
  • Apresiasi terhadap Ide dan Kreativitas Siswa:
    • Guru memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide, membuat kampanye, dan terlibat dalam aksi nyata.

Pemanfaatan Digital

Platform Daring Interaktif:

3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada materi perubahan iklim:

      Penggunaan Google Jamboard atau Padlet
→ Untuk diskusi kolaboratif online, siswa dapat menuliskan ide, data, atau solusi terhadap isu perubahan iklim secara real-time dan interaktif.

      Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva, CapCut, InShot)
→ Siswa secara kreatif membuat media kampanye tentang dampak aktivitas manusia terhadap iklim dan membagikannya melalui media sosial atau blog kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1.     Guru menyapa siswa, memperkenalkan tujuan pembelajaran: memahami kemajemukan masyarakat Indonesia.

2.     Apersepsi: menayangkan video/slide ragam budaya dan suku bangsa di Indonesia, bertanya:
“Apa yang kalian lihat? Bagaimana perasaan kalian melihat keberagaman ini?”

3.     Motivasi: tantangan singkat membuat daftar suku/ budaya yang mereka ketahui dan menyebutkan nilai positifnya.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tujuan: Siswa membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.

Aktivitas:

Orientasi visual: video ragam budaya, musik, tarian.

1.     Diskusi pemantik: “Mengapa keberagaman bisa menjadi kekuatan?”

2.     Eksplorasi materi inti: pengertian masyarakat majemuk, Bhineka Tunggal Ika, ragam suku, budaya, dan agama.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan: Siswa mengolah informasi, berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara komunikatif.

Aktivitas:

1.     Proyek Mini: Membuat peta keberagaman budaya di kertas besar/digital.

2.     Presentasi kelompok: menjelaskan isi peta dan nilai Bhineka Tunggal Ika.

 

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Siswa merefleksikan proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bertindak.

Aktivitas:

1.     Refleksi personal: menulis pemahaman dan sikap yang akan diterapkan di sekolah/lingkungan.

2.     Diskusi kelas: berbagi refleksi dan pengalaman toleransi.

3.     Komitmen bersama: menempelkan “Aksi Toleransi” di pohon nilai kelas.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1.     Rangkuman Singkat (2 menit):

      Guru dan peserta didik bersama-sama menyimpulkan poin-poin penting menekankan persatuan dalam kemajemukan.

      Guru menekankan kembali pentingnya menekankan persatuan dalam kemajemukan. dan peran aktif peserta didik

      Prinsip: Bermakna (mengaitkan pembelajaran dengan makna yang lebih luas).

  1. Refleksi Cepat (2 menit):

      Guru meminta peserta didik mengungkapkan satu kata atau kalimat singkat tentang perasaan atau pemahaman mereka.

      Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.

      Prinsip: Berkesadaran (mendorong refleksi diri), Menggembirakan (menciptakan suasana positif).

  1. Penutup dan Tindak Lanjut (1 menit):

      Guru memotivasi peserta didik untuk menerapkan rencana aksi mereka.

      Guru menyampaikan informasi tentang materi selanjutnya atau tugas yang perlu disiapkan.

      Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa.

      Prinsip: Bermakna (mengarahkan pada penerapan nyata)

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Asesmen Awal:

  • Materi: Kemajemukan masyarakat Indonesia.
  • Bentuk: Pilihan Ganda & Esai singkat (5 soal).

Contoh Soal Awal:

  1. Apa yang dimaksud masyarakat majemuk?
    a. Masyarakat yang seragam suku dan budaya
    b. Masyarakat dengan berbagai suku, budaya, dan agama
    c. Masyarakat homogen
    d. Masyarakat urban saja
  2. Sebutkan satu contoh suku bangsa di Indonesia.
  3. Apa arti Bhineka Tunggal Ika?
  4. Apakah kamu pernah mengalami perbedaan budaya di lingkungan sekolah? (Ya/Tidak)
  5. Mengapa penting menghargai keberagaman? (Esai singkat)

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

1.     Observasi diskusi kelompok.

2.     Rubrik penilaian presentasi proyek peta budaya.

3.     Lembar refleksi diri tentang nilai toleransi.

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

·       Penilaian proyek peta budaya, infografis, atau presentasi kelompok.

·       Rubrik penilaian: keaktifan, kolaborasi, kreativitas, komunikasi (skala 1–4).

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.


 

Lampiran Soal Digital

 

Asesmen Awal / Diagnostik (Pilihan Ganda + Isian Singkat)
Materi: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Integrasi Sosial dan Bangsa

Soal:

  1. Apa yang dimaksud dengan integrasi sosial?
    a. Proses konflik antar kelompok
    b. Proses penyatuan kelompok masyarakat berbeda agar hidup harmonis
    c. Aktivitas ekonomi masyarakat
    d. Pertukaran budaya tanpa toleransi
  2. Sebutkan dua peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa!
    (Isian singkat)
  3. Mengapa penting bagi pelajar untuk menolak hoaks di era digital?
    (Jawaban singkat, maksimal 2 kalimat)
  4. Apakah kamu pernah berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang memperkuat persatuan, misalnya gotong royong atau debat kelas?
    Ya, sering
    Kadang-kadang
    Pernah sekali
    Belum pernah
  5. Tuliskan satu tindakan kecil yang bisa kamu lakukan untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah!
    (Isian singkat)

 

3.     Rubrik Penilaian Proyek Digital (#KitaIndonesia)

 

Aspek Penilaian

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Kreativitas Poster/Video

Ide orisinal & visual sangat menarik

Kreatif & cukup menarik

Kreatif terbatas

Tidak kreatif

Relevansi Pesan

Pesan jelas, inspiratif, sangat relevan

Pesan jelas & relevan

Pesan cukup jelas

Pesan tidak jelas

Kolaborasi Kelompok

Semua anggota aktif & berkontribusi

Sebagian besar aktif

Hanya beberapa aktif

Hampir tidak ada kontribusi

Presentasi / Publikasi

Lancar, komunikatif, meyakinkan

Jelas & menarik

Kurang lancar

Tidak jelas

Refleksi Individu

Refleksi mendalam & konkret

Refleksi jelas

Refleksi terbatas

Refleksi dangkal

Catatan: Rubrik ini bisa langsung diterapkan di Google Form / Google Classroom untuk penilaian digital.

 

3. Contoh Peta Keberagaman Budaya Digital

Platform: Canva / Google Slides / Jamboard

Elemen Peta:

  • Peta Indonesia dasar
  • Simbol ikon suku bangsa di setiap provinsi
  • Warna atau ikon budaya: tarian, musik, pakaian adat
  • Simbol agama: masjid, gereja, pura, vihara, dll.
  • Teks singkat: nama suku, budaya, dan keunikan

Instruksi:

  1. Buka template peta Indonesia di Canva atau Jamboard.
  2. Tambahkan ikon dan label sesuai keberagaman budaya di setiap provinsi.
  3. Berikan warna atau simbol berbeda untuk setiap kategori (suku, budaya, agama).
  4. Simpan sebagai file PDF / PNG untuk presentasi digital di kelas.

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...