Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 7 Lembaga Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : VII / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                             : Lembaga Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

1.      Pengertian lembaga sosial

2.      Ciri-ciri lembaga sosial

3.      Jenis-jenis lembaga sosial

4.      Fungsi lembaga sosial

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

1. Pengetahuan Awal

  • Sebagian besar peserta didik telah memiliki pengalaman interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, lingkungan rumah, maupun media sosial.
  • Siswa umumnya belum dapat membedakan secara jelas bentuk-bentuk interaksi sosial seperti kerja sama, kompetisi, konflik, akomodasi, dan asimilasi.
  • Beberapa siswa mengaitkan interaksi sosial hanya dengan pertemanan, belum memahami konsep interaksi sosial sebagai proses timbal balik yang kompleks dalam masyarakat.

2. Minat

  • Berdasarkan observasi awal dan wawancara ringan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran yang bersifat kontekstual dan melibatkan kehidupan sosial nyata, seperti studi kasus di lingkungan sekitar.
  • Siswa cenderung tertarik jika pembelajaran dikaitkan dengan media sosial, komunitas sekolah, dan kegiatan antar teman sebaya.
  • Minat meningkat ketika pembelajaran dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok, permainan peran, studi lapangan, atau kegiatan kolaboratif lainnya.

3. Latar Belakang Sosial dan Budaya

  • SMPN 8 Malang berada di wilayah tengah kota dengan komposisi siswa yang heterogen: berasal dari berbagai suku, agama, status sosial, dan ekonomi.
  • Kondisi ini memberikan pengalaman interaksi yang kaya dan peluang pembelajaran kontekstual yang tinggi.
  • Sebagian siswa hidup dalam keluarga dengan pola asuh yang terbuka dan aktif bersosialisasi, namun ada pula yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan sosial-emosional yang berpengaruh pada gaya interaksi.

4. Kebutuhan Belajar

  • Siswa membutuhkan pemahaman konsep-konsep dasar interaksi sosial secara sistematis dan aplikatif.
  • Diperlukan pendekatan pembelajaran yang melatih keterampilan sosial: seperti kerja sama, komunikasi efektif, empati, dan manajemen konflik.
  • Siswa membutuhkan fasilitasi untuk menghubungkan teori dengan realitas, seperti contoh kasus nyata di sekolah atau masyarakat sekitar.
  • Perlu integrasi pembelajaran dengan media digital dan visual, sesuai dengan kebiasaan dan kecenderungan siswa yang aktif di media sosial.

5. Aspek Lain yang Relevan

  • Tingkat kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum bervariasi; beberapa siswa perlu dibantu dalam membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi.
  • Siswa sudah terbiasa mengikuti kegiatan kokurikuler (ekstrakurikuler) sehingga relatif terbuka terhadap kegiatan belajar yang kolaboratif dan fleksibel.
  • Kegiatan kokurikuler sebaiknya menyesuaikan dengan jadwal dan beban belajar siswa, agar tidak memengaruhi motivasi dan partisipasi.
  • Perlu penguatan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong untuk mengoptimalkan keberagaman sebagai kekuatan dalam interaksi sosial siswa.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual

Uraian Materi:
• Definisi lembaga sosial sebagai sistem norma dan nilai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
• Contoh lembaga sosial utama: keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, dan politik.
• Ciri-ciri lembaga sosial: memiliki simbol, aturan tertulis atau tidak tertulis, tujuan tertentu, dan struktur.
• Contoh nyata lembaga sosial di sekitar siswa: sekolah (pendidikan), masjid/gereja (agama), koperasi (ekonomi), dan keluarga.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa dapat mengenali peran lembaga sosial di lingkungan mereka, seperti keluarga yang memberi kasih sayang dan pendidikan awal.
• Siswa memahami fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mengajarkan pengetahuan dan nilai-nilai sosial.
• Siswa mengetahui bahwa kehadiran lembaga agama membantu mengarahkan perilaku baik dan moral.

 

2. Pengetahuan Konseptual

Uraian Materi:
• Konsep dasar lembaga sosial sebagai seperangkat aturan dan norma yang mengatur perilaku sosial.
• Fungsi lembaga sosial: fungsi manifes (terlihat) dan laten (tersembunyi).
• Hubungan antar lembaga sosial dan peranannya dalam keteraturan masyarakat.
• Proses terbentuknya lembaga sosial melalui kesepakatan bersama dalam masyarakat.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa menyadari bahwa lembaga sosial membentuk kebiasaan dan budaya yang mereka jalani, seperti upacara keagamaan, pembelajaran di sekolah, atau musyawarah di lingkungan RT.
• Siswa memahami pentingnya keteraturan dalam masyarakat yang dijaga oleh lembaga sosial.
• Siswa dapat menjelaskan bagaimana keluarga, sekolah, dan lembaga lain saling mendukung dalam membentuk kepribadian mereka.

 

3. Pengetahuan Prosedural

Uraian Materi:
• Langkah-langkah mengidentifikasi peran lembaga sosial di masyarakat melalui observasi atau wawancara.
• Prosedur menyusun laporan atau peta konsep tentang hubungan antar lembaga sosial.
• Teknik analisis kasus sederhana untuk melihat peran lembaga sosial dalam mengatasi masalah sosial (misalnya kenakalan remaja, pernikahan dini, dll).
• Cara melakukan diskusi kelompok atau debat mengenai isu-isu sosial yang berkaitan dengan lembaga sosial.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa dapat melakukan pengamatan di lingkungan sekolah atau rumah tentang bagaimana lembaga sosial berfungsi.
• Siswa dapat membuat laporan atau poster edukatif tentang pentingnya lembaga sosial dalam kehidupan.
• Siswa dapat bermain peran menjadi tokoh dalam lembaga sosial (misalnya guru, orang tua, tokoh agama) dalam simulasi kelas.

 

4. Pengetahuan Metakognitif

Uraian Materi:
• Pemahaman diri tentang peran siswa sebagai bagian dari lembaga sosial, khususnya di sekolah dan keluarga.
• Refleksi kritis terhadap efektivitas lembaga sosial di lingkungan sekitar.
• Strategi membangun partisipasi aktif dalam mendukung peran lembaga sosial.
• Kesadaran untuk memperbaiki perilaku sosial sebagai bagian dari kontribusi terhadap lembaga sosial.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
• Siswa mampu mengevaluasi bagaimana mereka berperan sebagai anggota keluarga atau peserta didik dalam lembaga sekolah.
• Siswa memiliki kesadaran untuk berkontribusi secara aktif menjaga aturan dan norma dalam kehidupan bermasyarakat.
• Siswa dapat menyusun rencana aksi sederhana untuk mendukung lembaga sosial, seperti program "Teman Sebaya Peduli" di sekolah.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

         DPL 2

Kewargaan                      

         DPL 3

Penalaran Kritis

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

         DPL 6

Kemandirian

         DPL 7

Kesehatan

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju; mengelaborasi proses interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Lintas Disiplin Ilmu

1. IPS + Bahasa Indonesia

Tujuan Integrasi:
Mengembangkan kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan tentang lembaga sosial melalui teks lisan dan tulisan.

Contoh Kegiatan:

  • Siswa menulis esai atau artikel pendek tentang peran keluarga atau sekolah dalam membentuk karakter.
  • Membuat teks pidato persuasif bertema “Peran Remaja dalam Memperkuat Lembaga Sosial”.

 

2. IPS + PPKn

Tujuan Integrasi:
Menumbuhkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dan norma dalam kehidupan bermasyarakat melalui keberadaan lembaga sosial.

Contoh Kegiatan:

  • Diskusi kelompok tentang bagaimana lembaga sosial seperti keluarga dan sekolah menanamkan nilai gotong royong dan tanggung jawab.
  • Simulasi musyawarah di kelas sebagai cerminan nilai demokrasi di lembaga sosial (misalnya OSIS).

 

3. IPS + Seni Budaya

Tujuan Integrasi:
Menggali ekspresi budaya yang berkembang dalam lembaga sosial dan bagaimana seni memperkuat identitas sosial.

Contoh Kegiatan:

  • Membuat poster atau infografis tentang peran lembaga sosial dengan sentuhan desain kreatif.
  • Menampilkan drama singkat tentang konflik dan kerja sama dalam keluarga atau masyarakat.

 

4. IPS + IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Tujuan Integrasi:
Menjelaskan dampak peran lembaga sosial (seperti lembaga lingkungan) terhadap keseimbangan ekosistem dan pelestarian alam.

Contoh Kegiatan:

  • Mengkaji peran komunitas atau lembaga sosial dalam pelestarian lingkungan (contoh: bank sampah, kelompok tani).
  • Observasi kegiatan gotong royong atau kerja bakti lingkungan sebagai bentuk interaksi sosial.

5. IPS + Informatika

Tujuan Integrasi:
Memanfaatkan teknologi informasi untuk memahami, menganalisis, dan menyampaikan peran lembaga sosial secara digital.

Contoh Kegiatan:

  • Siswa membuat presentasi digital atau video pendek tentang peran lembaga sosial di lingkungan mereka.
  • Membuat peta konsep digital interaktif tentang hubungan antar lembaga sosial dengan menggunakan aplikasi (misalnya Canva, Mindmeister).

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Siswa dapat menjelaskan pengertian lembaga sosial dengan menggunakan kalimat sendiri secara lisan maupun tulisan.

2.     Siswa dapat mengidentifikasi lima jenis lembaga sosial beserta contohnya di lingkungan sekitar.

3.     Siswa dapat menjelaskan minimal dua fungsi lembaga sosial dalam menjaga keteraturan masyarakat.

4.     Siswa dapat membuat peta konsep hubungan antar lembaga sosial berdasarkan hasil diskusi kelompok.

5.     Siswa dapat menyajikan hasil pengamatan sederhana tentang peran salah satu lembaga sosial di lingkungan sekolah atau masyarakat.

 

Topik Pembelajaran

TOPIK PEMBELAJARAN: Lembaga Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

  1. Mengenal Lembaga Sosial di Sekitar Kita
    Fokus: Pengertian, jenis, dan contoh lembaga sosial yang dekat dengan kehidupan siswa (keluarga, sekolah, masjid/gereja, pasar, dll).
    Aktivitas: Jelajah lingkungan – siswa membuat daftar lembaga sosial di lingkungan rumah/sekolah.
  2. Fungsi dan Peran Lembaga Sosial dalam Menjaga Keteraturan
    Fokus: Fungsi manifes dan laten lembaga sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
    Aktivitas: Diskusi kelompok + membuat poster “Mengapa kita butuh lembaga sosial?”
  3. Interaksi Antar Lembaga Sosial: Siapa Melakukan Apa?
    Fokus: Hubungan antara lembaga pendidikan, keluarga, agama, ekonomi, dan politik dalam menghadapi masalah sosial.
    Aktivitas: Simulasi kasus – bagaimana lembaga sosial bekerja sama menangani kenakalan remaja atau pernikahan dini.
  4. Lembaga Sosial dan Perubahan Sosial di Masyarakat
    Fokus: Bagaimana lembaga sosial menyesuaikan diri dengan perubahan (teknologi, budaya, pandemi, globalisasi).
    Aktivitas: Proyek mini “Perubahan perilaku sosial setelah pandemi: peran sekolah dan keluarga.”
  5. Aku dan Peranku dalam Lembaga Sosial
    Fokus: Refleksi diri siswa sebagai bagian dari lembaga sosial dan bagaimana mereka dapat berkontribusi.
    Aktivitas: Menulis jurnal reflektif “Peranku di keluargaku dan di sekolahku.”

 

Praktik Pedagogis

1. Model Pembelajaran:

Problem Based Learning (PBL)
Model ini mendorong siswa berpikir kritis melalui penyelesaian masalah nyata terkait peran lembaga sosial.

 Mengembangkan:

  • Penalaran kritis: siswa menganalisis masalah sosial dan menghubungkannya dengan fungsi lembaga sosial.
  • Komunikasi: siswa mempresentasikan solusi dalam kelompok.
  • Berkesadaran dan bermakna: masalah yang diangkat berasal dari konteks kehidupan siswa (misal: bullying, sampah, peran keluarga).

 

2. Strategi Pembelajaran:

Kolaboratif dan Reflektif
Menggunakan kerja kelompok, diskusi terstruktur, dan refleksi individu.

 Mengembangkan:

  • Komunikasi dan kolaborasi dalam menyusun ide.
  • Kesadaran diri melalui refleksi atas peran siswa dalam lembaga sosial.
  • Menggembirakan karena kegiatan dilakukan dengan interaksi aktif dan relevan dengan kehidupan mereka.

 

3. Metode Pembelajaran:

  • Studi Kasus: Siswa menganalisis contoh konkret seperti peran RT/RW dalam menyelesaikan konflik warga.
  • Gallery Walk: Siswa membuat poster tentang lembaga sosial dan saling memberi umpan balik.
  • Role Play: Siswa bermain peran sebagai tokoh dalam lembaga sosial (misalnya guru, orang tua, pemimpin adat).
  • Project-Based Learning (Proyek Mini): Membuat kampanye sosial bertema “Aku dan Peranku dalam Lembaga Sosial”.

 

Integrasi dalam Kegiatan:

Topik: “Bagaimana lembaga sosial bisa membantu mengatasi masalah sampah di lingkungan sekolah?”

  • Diskusi kritis → studi kasus → presentasi solusi → refleksi → kampanye.

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Lembaga Keluarga (Orang Tua/Wali Murid)

Peran:

  • Menjadi narasumber untuk berbagi tentang nilai dan norma dalam keluarga.
  • Kolaborasi dalam tugas rumah yang merefleksikan peran keluarga sebagai lembaga sosial.
  • Menjadi mitra dalam penguatan karakter siswa.

 

2. Sekolah dan Komite Sekolah

Peran:

  • Memberikan contoh nyata fungsi lembaga pendidikan.
  • Mendukung proyek sosial siswa yang terkait dengan peran lembaga sosial.
  • Menyediakan data dan dokumentasi kegiatan lembaga sekolah.

 

3. Lembaga Keagamaan (Masjid, Gereja, Pura, Vihara)

Peran:

  • Narasumber atau tempat kunjungan belajar tentang nilai sosial dan peran moral lembaga agama.
  • Kolaborasi kegiatan sosial seperti bakti sosial, kampanye anti-bullying berbasis keagamaan.

 

4. Lembaga Pemerintah (Kelurahan, RT/RW, Kecamatan)

Peran:

  • Memberi edukasi tentang peran lembaga politik dan kemasyarakatan.
  • Menjadi narasumber tentang tata kelola masyarakat, konflik sosial, dan musyawarah.
  • Mendukung pelaksanaan proyek nyata (misalnya kampung ramah anak, forum remaja).

 

5. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM, Karang Taruna, PKK, Forum Anak)

Peran:

  • Narasumber tentang upaya penyelesaian masalah sosial secara kolaboratif.
  • Fasilitator pelatihan/kegiatan kampanye sosial siswa.
  • Mitra dalam kegiatan berbasis proyek sosial.

 

6. Dunia Usaha (Koperasi Sekolah, UMKM, Bank Sampah)

Peran:

  • Memberikan wawasan tentang lembaga ekonomi.
  • Menjadi lokasi studi lapangan atau praktik ekonomi sederhana (misalnya jual beli, manajemen).
  • Mendukung pengembangan proyek kewirausahaan siswa.

 

7. Media Lokal / Komunitas Digital

Peran:

  • Publikasi hasil karya atau proyek siswa.
  • Sarana pembelajaran tentang peran media sebagai lembaga sosial modern.
  • Mendorong siswa membuat kampanye sosial digital tentang peran lembaga sosial.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan eksploratif:

  • Kelas Reguler yang Fleksibel:
    • Pengaturan tempat duduk berbasis kelompok untuk diskusi dan kolaborasi.
    • Dilengkapi papan tulis digital atau proyektor untuk menampilkan media interaktif.
  • Ruang Terbuka Sekolah (Taman, Halaman, Gazebo):
    • Untuk pembelajaran berbasis proyek atau observasi interaksi sosial langsung antar siswa, warga sekolah, dan warga sekitar.
  • Lingkungan Sekitar Sekolah (Pasar, RW, PKK, Karang Taruna, Masjid/Gereja):
    • Menjadi tempat praktik observasi nyata dan wawancara sederhana tentang bentuk interaksi sosial di masyarakat kota.
  • Ruang Perpustakaan dan Multimedia:
    • Tempat siswa mencari referensi tambahan dan membuat produk kreatif seperti poster, video, atau infografis.

 

2. Budaya Belajar

Budaya yang dibangun harus mendukung keterbukaan, toleransi, dan kolaborasi yang sesuai dengan konteks masyarakat kota Malang yang beragam:

  • Budaya Diskusi Terbuka dan Saling Menghargai:
    • Mendorong siswa menyampaikan pendapat dan menerima pandangan orang lain.
  • Belajar Berbasis Pengalaman dan Kehidupan Nyata:
    • Mendorong siswa mengaitkan materi dengan kehidupan mereka sehari-hari, misalnya tentang interaksi di media sosial, keluarga, dan komunitas lokal.
  • Budaya Kolaboratif dan Inklusif:
    • Siswa dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan sosial budaya bekerja sama dalam proyek atau diskusi kelompok.
  • Budaya Reflektif dan Apresiatif:
    • Siswa diajak merenungkan pengalaman belajarnya dan saling memberikan umpan balik positif.

 

Pemanfaatan Digital

1. Forum Diskusi Virtual (Google Classroom / Padlet / Microsoft Teams)

  • Tujuan: Meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar siswa.
  • Manfaat: Siswa dapat berbagi pendapat, bertanya, dan merespons teman dalam diskusi

2. Pembuatan Video Pendek / Vlog (Menggunakan Canva Video, CapCut, atau HP pribadi)

  • Tujuan: Melatih kreativitas dan pemahaman kontekstual.
  • Manfaat: Siswa mendokumentasikan bentuk nyata di lingkungan sekitar (tetangga, teman, sekolah) dan menyajikannya dalam bentuk cerita video.

3. Kuis Interaktif Digital (Kahoot / Quizizz / Wordwall)

  • Tujuan: Meningkatkan penalaran kritis dan keterlibatan belajar.
  • Manfaat: Digunakan untuk evaluasi pemahaman siswa dengan cara menyenangkan dan kompetitif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Langkah-Langkah Kegiatan Pembuka:

  1. Orientasi yang Bermakna (2–3 menit)
    Guru menyapa siswa dengan hangat dan menampilkan gambar/video singkat (1 menit) tentang berbagai aktivitas masyarakat, seperti keluarga makan bersama, siswa belajar di sekolah, warga gotong royong.

 Guru bertanya:

“Menurut kalian, siapa saja yang berperan dalam aktivitas-aktivitas tadi? Apakah semua itu terjadi begitu saja atau diatur oleh suatu sistem?”
Tujuan: Membuka kesadaran awal bahwa kehidupan sosial diatur oleh sistem yang disebut lembaga sosial.

 

2.     Apersepsi yang Kontekstual (3–4 menit)
Guru mengaitkan topik dengan pengalaman siswa:

“Coba ingat-ingat, apa aturan yang berlaku di rumah kalian? Di sekolah? Siapa yang menetapkannya dan apa tujuannya?”
Ajak siswa berdiskusi singkat dalam kelompok kecil tentang contoh lembaga sosial yang mereka kenal: keluarga, sekolah, masjid, koperasi, RT/RW.
Tujuan: Menghubungkan pengalaman nyata siswa dengan materi pelajaran.

 

  1. Motivasi yang Menggembirakan (2–3 menit)
    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara menarik:

“Hari ini kita akan menyelami dunia lembaga sosial! Kalian akan jadi peneliti sosial cilik dan mencari tahu: bagaimana sih lembaga sosial bekerja, dan apa jadinya kalau tidak ada lembaga sosial?”
Guru menjanjikan kegiatan menarik seperti bermain peran atau membuat peta sosial.
Tujuan: Meningkatkan semangat dan rasa ingin tahu siswa.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tahap 1: MEMAHAMI (45 menit)

Tujuan: Siswa memahami pengertian, jenis, dan fungsi lembaga sosial secara mendalam dan kontekstual.

Aktivitas:

  1. Mindful Starter (5 menit)
    • Guru mengajak siswa hening sejenak untuk memikirkan:

“Siapa saja yang sudah membantu hidup kalian teratur hari ini?”

    • Ajak 2–3 siswa berbagi jawaban mereka.
  1. Pancingan Visual (10 menit)
    • Guru menampilkan gambar/video singkat yang menunjukkan berbagai aktivitas lembaga sosial (keluarga, sekolah, RT, tempat ibadah, pasar).
    • Siswa berdiskusi berpasangan:

“Aktivitas apa yang terjadi di sana? Lembaga sosial apa yang terlibat?”

  1. Diskusi Terstruktur: Apa itu Lembaga Sosial? (15 menit)
    • Guru menjelaskan pengertian dan jenis lembaga sosial.
    • Siswa membuat peta konsep bersama (kelompok 4 orang) tentang jenis-jenis lembaga sosial dan contohnya dalam kehidupan mereka.
  2. Tanya-Jawab Kritis (10 menit)
    • Guru memberikan pertanyaan pemantik:

“Apa jadinya jika tidak ada lembaga sosial seperti keluarga atau sekolah?”

    • Siswa menjawab secara lisan dan ditanggapi oleh teman lain.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tahap 2: MENGAPLIKASI (60 menit)

Tujuan: Siswa menerapkan pemahaman mereka melalui kegiatan kreatif dan komunikatif yang memicu penalaran kritis.

 Aktivitas:

  1. Studi Kasus Mini (20 menit)
    • Guru membagikan 2–3 studi kasus singkat tentang masalah sosial:
       Anak tidak sekolah karena orang tuanya sibuk bekerja
       Warga ribut soal jadwal ronda karena kurang koordinasi
       Remaja terjerat konten negatif di media sosial
    • Siswa berdiskusi kelompok:

“Lembaga sosial mana yang harusnya terlibat? Apa solusinya?”

  1. Simulasi Peran (Roleplay) – “Aku bagian dari Lembaga Sosial” (30 menit)
    • Tiap kelompok mendapat peran sebagai satu lembaga sosial (keluarga, sekolah, agama, ekonomi, politik).
    • Mereka membuat dan menampilkan simulasi bagaimana lembaga mereka menyelesaikan masalah sosial yang diberikan.
  2. Gallery Walk (10 menit)
    • Kelompok memajang hasil refleksi visual dari peran lembaga mereka.
    • Siswa lain memberikan umpan balik positif dan kritis.

 

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Siswa menyadari makna peran lembaga sosial dalam hidup mereka dan mengevaluasi sikap serta kontribusi diri.

Aktivitas:

  1. Refleksi Terbuka: “Apa Peranku?” (10 menit)
    • Siswa menuliskan di post-it:

“Peranku sebagai bagian dari lembaga keluarga dan sekolah adalah…”

    • Dibacakan beberapa secara sukarela.

Jurnal Reflektif Individu (15 menit)
 - Tuliskan 3 hal yang dipelajari
 -  2 perasaan selama belajar
 - 1 aksi nyata yang akan dilakukan untuk berkontribusi pada lembaga sosial

  1. Penutup Menggembirakan (5 menit)
    • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif siswa.
    • Kuis interaktif ringan (kahoot, pertanyaan cepat) sebagai penguatan dan penutup yang menyenangkan.

 

Hasil yang Diharapkan:

  • Penalaran Kritis: Siswa mampu menganalisis peran lembaga sosial dalam kasus nyata.
  • Kreativitas: Siswa menampilkan simulasi dan visualisasi lembaga sosial.
  • Komunikasi: Siswa aktif berdiskusi, bermain peran, dan menyampaikan ide dengan percaya diri.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1. Refleksi Materi (Berkesadaran)

  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan pemantik:
    • “Apa makna lembaga sosial dalam kehidupan kita sehari-hari?”
    • “Lembaga sosial apa yang paling dekat dengan pengalaman kalian? Mengapa?”
    • “Bagaimana kalian melihat peran keluarga, sekolah, atau agama dalam membentuk perilaku masyarakat?”
  • Siswa menuliskan hasil refleksi di kertas post-it/digital board (jika online) untuk ditempel di “Pohon Refleksi Kelas”.

2. Refleksi Akhir Pembelajaran (Bermakna)

  • Siswa menjawab pertanyaan berikut:
    • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini?
    • Apa hal yang membuatmu penasaran dan ingin kamu gali lebih lanjut?
    • Bagaimana pembelajaran ini bisa kamu terapkan dalam kehidupan nyata?
  • Bisa dilakukan melalui teknik “Think-Pair-Share” atau menulis jurnal refleksi singkat.

3. Motivasi Penutup (Menggembirakan)

  • Guru menyampaikan kutipan inspiratif seperti:

“Lembaga sosial itu seperti jaring-jaring yang menahan kita dari jatuh—tanpa mereka, kita tidak akan pernah merasa aman, didengar, dan bertumbuh.”

  • Guru memberikan pujian terhadap kerja kelompok atau inisiatif siswa selama pembelajaran.
  • Menutup dengan yel-yel atau tepuk semangat kelas.

4. Tugas Pertemuan Berikutnya

  • Proyek Mini (Opsional Tugas):
    Buatlah dokumentasi (video singkat, poster digital, atau presentasi) tentang lembaga sosial yang paling berdampak dalam kehidupan masyarakat sekitarmu. Sertakan wawancara atau observasi kecil dari lingkungan sekitar.
    • Tujuan: Meningkatkan pemahaman kontekstual dan keterampilan komunikasi siswa.
    • Dikerjakan secara berkelompok, dipresentasikan pada pertemuan selanjutnya.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Tujuan Asesmen Awal

Mengetahui:

  • Pengetahuan awal siswa tentang konsep lembaga sosial.
  • Kesiapan siswa dalam memahami peran lembaga sosial di masyarakat.
  • Pandangan awal siswa terhadap keberadaan dan fungsi lembaga sosial di lingkungan sekitar.

Jenis dan Bentuk Instrumen

  • Jenis: Non-Tes (diagnostik)
  • Bentuk: Kuesioner reflektif (isian singkat dan pilihan ganda sederhana)
  • Waktu pengerjaan: ±10 menit

Instrumen Asesmen Awal (5 Pertanyaan)

  1. Menurutmu, apa itu lembaga sosial? Tuliskan pendapatmu secara singkat!
    (Bentuk: isian singkat — mengukur pemahaman awal)
  2. Pilihlah salah satu contoh yang termasuk lembaga sosial di masyarakat!
    a. Toko swalayan
    b. Keluarga
    c. Jalan tol
    d. Warung kopi
    (Bentuk: pilihan ganda — mengukur identifikasi awal)
  3. Apakah kamu pernah mengikuti kegiatan keagamaan, gotong royong, atau kegiatan sekolah seperti upacara atau diskusi kelas? Jelaskan kegiatan tersebut secara singkat.
    (Bentuk: uraian pendek — menggali pengalaman pribadi dan keterhubungan dengan lembaga sosial)
  4. Seberapa penting menurutmu keberadaan lembaga seperti keluarga, sekolah, atau lembaga agama dalam kehidupan sehari-hari?
    a. Sangat penting
    b. Cukup penting
    c. Kurang penting
    d. Tidak penting sama sekali
    (Bentuk: pilihan ganda — mengukur sikap/kesadaran siswa)
  5. Sebutkan satu pertanyaan yang ingin kamu ketahui tentang lembaga sosial!
    (Bentuk: isian singkat — menstimulasi rasa ingin tahu dan keterlibatan siswa)

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran)

Tujuan:
Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa saat proses pembelajaran berlangsung, dan memberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

 

Jenis Asesmen:

Formatif – Kognitif dan Afektif

Bentuk Instrumen:

  1. Pertanyaan reflektif singkat (tertulis/lisan)
  2. Lembar cek observasi aktivitas siswa
  3. Kartu jawaban cepat (exit ticket)
  4. Diskusi kelompok kecil + lembar rangkuman hasil diskusi
  5. Formulir penilaian diri (self-assessment)

 

 Contoh Instrumen (5 Butir Soal/Pernyataan)

 A. Pertanyaan Reflektif (bisa lisan/tulisan)

  1. Apa satu hal baru yang kamu pahami tentang lembaga sosial hari ini?
  2. Mengapa lembaga sosial penting dalam kehidupan masyarakat?
  3. Ceritakan contoh nyata lembaga sosial di lingkungan tempat tinggalmu.

 B. Pernyataan Penilaian Diri (Skala 1–4)

  1. Saya aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat saat membahas lembaga sosial.
    (Skor: 1 = tidak pernah, 4 = selalu)
  2. Saya merasa mampu menjelaskan peran lembaga sosial dalam kehidupan masyarakat.
    (Skor: 1 = tidak mampu, 4 = sangat mampu)

 

Keterangan Tambahan

  • Gunakan sticky notes atau formulir digital sederhana (Google Form) untuk exit ticket atau refleksi singkat.
  • Gunakan rubrik sederhana untuk mengamati aktivitas siswa saat diskusi atau presentasi (aktif/tidak aktif, argumentatif, kooperatif, dll).

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

 Bentuk Instrumen:

  • Tes tertulis (uraian singkat & pilihan ganda)
  • Penugasan proyek mini (opsional)
  • Refleksi tertulis

 

 Contoh Instrumen Tes Tertulis

 A. Pilihan Ganda (1–3)

  1. Lembaga sosial terbentuk karena...
    A. Keinginan individu untuk hidup sendiri
    B. Kebutuhan manusia akan aturan dan keteraturan hidup
    C. Kemajuan teknologi
    D. Perkembangan budaya populer
  2. Fungsi utama lembaga pendidikan dalam masyarakat adalah...
    A. Menjaga keamanan
    B. Memberikan pelayanan kesehatan
    C. Mewariskan nilai dan pengetahuan
    D. Melatih ketahanan fisik
  3. Contoh lembaga sosial yang bersifat informal adalah...
    A. Kementerian Sosial
    B. Mahkamah Konstitusi
    C. Keluarga
    D. BUMN

 B. Uraian Singkat (4–5)

  1. Jelaskan 3 ciri-ciri lembaga sosial dan berikan contoh masing-masing.
  2. Mengapa lembaga sosial penting dalam menjaga keteraturan masyarakat? Jelaskan pendapatmu secara singkat.

 

 Contoh Instrumen Penugasan Proyek Mini (Opsional)

Judul: “Jelajahi Lembaga Sosial di Sekitarmu”
Tugas: Buatlah laporan sederhana (tulisan atau poster digital) tentang 1 lembaga sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu. Tuliskan:

  • Nama lembaga
  • Jenis lembaga sosial
  • Fungsi dan peran dalam masyarakat
  • Tantangan yang dihadapi lembaga tersebut

 

 Instrumen Refleksi Tertulis

Pertanyaan Refleksi (pilih 1–2 untuk dituliskan siswa):

  • Apa hal paling bermakna yang kamu pelajari dari materi lembaga sosial?
  • Bagaimana peran lembaga sosial yang paling terasa dalam hidupmu sehari-hari?
  • Jika kamu menjadi pemimpin, lembaga sosial apa yang akan kamu perkuat? Mengapa?

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.


 

Rubrik Penilaian Diskusi Kelas

Indikator

Baru Memulai

Berkembang

Cakap

Mahir

Keaktifan Bertanya

Jarang bertanya atau memberikan tanggapan.

Bertanya beberapa kali, tetapi kurang mendalam.

Bertanya dengan relevansi dan mendalam.

Aktif bertanya dengan pertanyaan yang menantang dan mendalam, mendorong diskusi lebih lanjut.

Kerja Sama

Tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok.

Berpartisipasi, namun terkadang tidak mendukung teman.

Menunjukkan kerja sama yang baik, mendengarkan dan memberikan masukan.

Kerja sama sangat baik, memimpin diskusi, membantu teman dalam memahami materi.

Kreativitas

Menyampaikan ide yang sangat umum atau terbatas.

Mencoba menyampaikan ide-ide baru meskipun kurang matang.

Mampu memberikan ide kreatif yang relevan dengan materi.

Mampu menghubungkan berbagai ide secara kreatif dan memberikan solusi baru atau perspektif unik.

Kemampuan Komunikasi

Kesulitan dalam menyampaikan ide secara jelas.

Mampu menyampaikan ide dengan jelas meski terkadang kurang lancar.

Menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur.

Mampu menyampaikan ide dengan sangat jelas, terstruktur, dan persuasif, memfasilitasi komunikasi antar anggota.


Deskripsi Kriteria Penilaian:

  1. Baru Memulai:
    Siswa mulai mencoba berpartisipasi dalam diskusi, tetapi belum menunjukkan keterlibatan aktif atau pemahaman mendalam mengenai materi.
  2. Berkembang:
    Siswa mulai berpartisipasi dalam diskusi dan dapat mengungkapkan pendapat meskipun masih terbatas dalam kualitas pertanyaan dan kontribusi.
  3. Cakap:
    Siswa mampu berkomunikasi dengan baik, aktif berpartisipasi, bekerja sama dengan teman-temannya, dan memberikan kontribusi yang relevan serta kreatif dalam diskusi.
  4. Mahir:
    Siswa tidak hanya memahami materi dengan baik, tetapi juga mampu memimpin diskusi, mengajukan pertanyaan kritis yang mendorong pemikiran mendalam, serta berkomunikasi secara efektif dengan teman-temannya.

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

LKPD – Lembaga Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

 

 

Nama Peserta Didik : ..............................................
Kelas                          : ............................
Kelompok                   : ............................
Hari/Tanggal              : ............................

 

 

Tahap 1: Memahami (Diskusi Kelompok)

Deskripsi Kegiatan:
Diskusikan bersama kelompokmu pengertian lembaga sosial dan jenis-jenis lembaga sosial di sekitar kalian (keluarga, pendidikan, ekonomi, agama, hukum). Kaitkan dengan kehidupan nyata siswa SMPN 8 Malang.

Soal Diskusi:

  1. Apa yang dimaksud dengan lembaga sosial?
  2. Sebutkan 3 jenis lembaga sosial yang kamu ketahui dan berikan contoh konkret dari lingkungan sekolah atau sekitarmu.
  3. Mengapa lembaga sosial penting dalam kehidupan masyarakat?

Format Kerja:
Diskusi kelompok dan presentasi hasil diskusi di depan kelas (bisa dalam bentuk poster, slide, atau mind map).

 

Tahap 2: Mengaplikasi (Studi Kasus Kontekstual)

Deskripsi Kegiatan:
Analisis kasus berikut bersama kelompokmu, lalu buatlah simpulan:

Kasus:

Seorang siswa SMP mengalami kesulitan belajar karena lingkungan rumah yang tidak kondusif. Orang tuanya bercerai, dan tidak ada yang membimbing belajar di rumah. Di sekolah, guru BK mengajak siswa tersebut bicara dan melibatkan OSIS untuk mendampingi. Sekolah juga mengundang orang tua ke pertemuan untuk mencari solusi bersama.

Pertanyaan:

  1. Lembaga sosial apa saja yang terlibat dalam kasus tersebut?
  2. Apa peran masing-masing lembaga sosial dalam membantu siswa?
  3. Bagaimana interaksi antar lembaga sosial bisa memberi solusi terhadap masalah sosial?

Format Kerja:
Diskusi dan laporan tulisan kelompok (maks. 1 halaman A4).

 

Tahap 3: Merefleksi (Refleksi Individu)

Deskripsi Kegiatan:
Tuliskan dalam 5–7 kalimat refleksi tentang apa yang kamu pahami dari pelajaran hari ini.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini tentang lembaga sosial?
  2. Apa kaitannya dengan kehidupanmu sebagai siswa SMPN 8 Malang?
  3. Apakah kamu merasakan keberadaan lembaga sosial membantu kehidupanmu? Jelaskan.

Format Kerja:
Tulisan reflektif pribadi (bisa dikumpulkan di akhir pelajaran atau dibagikan di Google Classroom).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...