Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9, Bentuk Integrasi dalam Masyarakat Majemuk

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                                : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                          : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                                 : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE                 : IX / 1 / D

ALOKASI WAKTU                                   : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                                    :

1.     Bentuk Integrasi dalam Masyarakat Majemuk

2.       Upaya Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

A. Peserta Didik

1. Kemampuan Awal

  • Peserta didik telah memahami keberagaman sosial budaya Indonesia secara umum.
  • Peserta didik belum sepenuhnya memahami bentuk-bentuk integrasi dalam masyarakat majemuk serta peran konkret warga negara dalam menjaga persatuan bangsa.

2. Karakteristik Peserta Didik

  • Peserta didik berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam.
  • Gaya belajar bervariasi: visual, auditori, kinestetik.
  • Antusias terhadap pembelajaran kontekstual dan berbasis kasus nyata.

3. Kebutuhan Khusus

  • Terdapat 1–2 peserta didik ABK ringan yang membutuhkan pendampingan membaca dan pemahaman konsep.
  • Peserta didik dengan literasi rendah membutuhkan ringkasan materi dan visualisasi.

4. Strategi Diferensiasi

  • Konten: Materi disajikan dalam teks ringkas, infografis, dan video pendek.
  • Proses: Pendampingan kelompok kecil dan scaffolding pertanyaan.
  • Produk: Peserta didik bebas memilih produk akhir (poster, infografis, video, laporan singkat).

 

Materi Pelajaran

B. Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual

  • Pengertian masyarakat majemuk.
  • Bentuk-bentuk integrasi sosial (normatif, fungsional, koersif).
  • Contoh konkret upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Pengetahuan Konseptual

  • Hubungan antara keberagaman, integrasi, dan persatuan nasional.
  • Peran norma, nilai, dan lembaga sosial dalam integrasi masyarakat majemuk.

3. Pengetahuan Prosedural

  • Langkah menganalisis kasus integrasi dan disintegrasi sosial.
  • Cara merumuskan solusi dan aksi nyata menjaga persatuan.

4. Pengetahuan Metakognitif

  • Refleksi peran diri sebagai pelajar dalam menjaga persatuan bangsa.
  • Kesadaran akan sikap toleransi dan tanggung jawab sosial.

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

            DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

            DPL 2

Kewargaan                      

            DPL 3

Penalaran Kritis

            DPL 4

Kreativitas

 

            DPL 5

Kolaborasi

            DPL 6

Kemandirian

            DPL 7

Kesehatan

            DPL 8

            Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Mengelaborasi proses interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Lintas Disiplin Ilmu

  • PKn: Persatuan dan kesatuan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.
  • Bahasa Indonesia: Menyusun laporan dan teks persuasif.
  • TIK: Pembuatan media kampanye digital.
  • BK: Refleksi dan resolusi konflik.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan bentuk-bentuk integrasi dalam masyarakat majemuk.
  2. Memberikan contoh integrasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menganalisis kasus integrasi dan disintegrasi sosial.
  4. Merumuskan upaya konkret menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. Menyajikan hasil analisis dalam karya kreatif.

 

Topik Pembelajaran

“Harmoni dalam Keberagaman: Integrasi dan Persatuan Bangsa”

 

Praktik Pedagogis

Student-Centered Learning (SCL)

Pembelajaran dirancang dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek utama yang aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar langsung, diskusi, refleksi, dan proyek kontekstual.

Implementasi nyata di kelas:

  • Peserta didik menggali konsep melalui studi kasus masyarakat majemuk
  • Peserta didik berdiskusi, menganalisis, dan menyimpulkan
  • Guru berperan sebagai fasilitator, mediator, dan penguat nilai

Dampak yang diharapkan:

  • Meningkatkan kemandirian belajar
  • Menumbuhkan kesadaran sosial
  • Menguatkan kemampuan berpikir kritis dan empati

 

B. MODEL PEMBELAJARAN

1. Problem-Based Learning (PBL)

Fokus: Analisis masalah integrasi sosial

Masalah Kontekstual:

Terjadi konflik kecil antar kelompok siswa akibat perbedaan latar belakang dan kesalahpahaman komunikasi.

Tahapan PBL dan Praktiknya:

Tahap PBL

Praktik Pedagogis di Kelas

Orientasi masalah

Guru menyajikan kasus nyata (berita, cerita, atau video singkat)

Pengorganisasian siswa

Siswa dibagi kelompok heterogen

Penyelidikan

Siswa mengidentifikasi faktor pendorong & penghambat integrasi sosial

Pengembangan solusi

Siswa merumuskan solusi dan sikap persatuan

Presentasi & refleksi

Siswa mempresentasikan hasil dan melakukan refleksi

 

2. Project-Based Learning (PjBL)

Fokus: Aksi nyata menjaga persatuan

Produk Proyek:

  • Poster kampanye persatuan
  • Video pendek toleransi
  • Slogan atau presentasi digital

Tahapan PjBL dan Praktiknya:

Tahap PjBL

Praktik Pedagogis

Penentuan pertanyaan pemantik

“Bagaimana cara kita menjaga persatuan di sekolah yang beragam?”

Perencanaan proyek

Siswa menentukan tema, media, dan pembagian tugas

Penyusunan jadwal

Kelompok menyusun timeline pengerjaan

Pelaksanaan proyek

Siswa membuat kampanye persatuan

Presentasi hasil

Produk dipresentasikan di kelas

Evaluasi & refleksi

Siswa dan guru merefleksi proses dan hasil

Kemitraan Pembelajaran

1.       Orang Tua/Wali Murid

·         Peran : Mendukung diskusi tentang integrasi sosial di rumah, mengidentifikasi isu-isu di komunitas lokal.

·         Bentuk Keterlibatan : Mengisi lembar observasi partisipasi anak dalam diskusi keluarga, berbagi cerita pengalaman toleransi.

2.       Komite Sekolah

·           Peran : Mendukung program pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan isu sosial.

·           Bentuk Keterlibatan : Membantu penyediaan fasilitas presentasi, memfasilitasi kolaborasi dengan komunitas lokal (misal: tokoh masyarakat).

3.       Siswa (Sebaya/OSIS/MPK)

·         Peran : Menjadi agen perubahan yang mempromosikan integrasi sosial di sekolah.

·         Bentuk Keterlibatan : Mengorganisasi kampanye "Harmoni di Sekolahku" berdasarkan hasil proyek, membuat konten edukatif.

 

Lingkungan Pembelajaran

1.     Ruang Fisik

·       Ruang Kelas Kolaboratif : Kursi dan meja disusun fleksibel untuk diskusi kelompok, analisis studi kasus, dan presentasi.

·       Aula/Selasar Sekolah : Tempat untuk pameran poster, pemutaran video kampanye, atau diskusi panel dengan tokoh masyarakat.

·       Perpustakaan/Sudut Literasi : Ruang mencari referensi tentang integrasi sosial, keberagaman budaya, dan resolusi konflik.

·       Ruang BK : Tempat aman bagi siswa untuk berkonsultasi tentang masalah interaksi sosial atau diskriminasi.

2.     Budaya Belajar

1.     Budaya Reflektif : Mendorong siswa mengevaluasi peran mereka dalam menjaga integrasi sosial.

2.     Budaya Kolaboratif dan Inklusif : Semua siswa aktif terlibat, saling menghargai perbedaan, dan bekerja sama dalam proyek.

3.     Budaya Aktif dan Positif : Menumbuhkan semangat partisipasi, ekspresi ide kreatif, dan internalisasi nilai toleransi dan kebersamaan.

Pemanfaatan Digital

  • Pemanfaatan Digital
    • Google Classroom / Microsoft Teams : Digunakan untuk mengunggah materi, studi kasus, panduan proyek, forum diskusi, dan pengumpulan tugas.
    • Padlet / Jamboard : Media kolaboratif untuk brainstorming ide solusi, membuat peta konsep faktor integrasi, atau mengumpulkan studi kasus dari siswa.
    • YouTube / Canva / TikTok (terkendali) : Sarana kreatif bagi siswa untuk membuat dan menyebarkan konten edukatif tentang integrasi sosial (infografis, video pendek, poster digital)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1. ORIENTASI PEMBELAJARAN (± 5 MENIT)

Tujuan:
Membangun kesiapan belajar, rasa aman, dan pemahaman awal tentang pentingnya materi dalam kehidupan nyata peserta didik.

Kegiatan Guru:

  • Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan membangun suasana kelas yang positif.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana dan komunikatif, misalnya:

“Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana masyarakat yang berbeda-beda bisa tetap bersatu, serta apa saja yang dapat memperkuat atau justru melemahkan persatuan itu. Materi ini sangat dekat dengan kehidupan kalian—di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.”

  • Guru menjelaskan manfaat nyata pembelajaran, seperti:
    • Membantu siswa memahami cara menyikapi perbedaan
    • Melatih kerja sama dan toleransi
    • Menumbuhkan sikap persatuan sebagai warga negara Indonesia

Kegiatan Peserta Didik:

  • Mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian.
  • Menyampaikan kesiapan belajar secara lisan atau melalui isyarat sederhana.

Nilai yang Ditekankan:

  • Kesadaran diri
  • Rasa ingin tahu
  • Sikap saling menghargai

 

2. APERSEPSI KONTEKSTUAL

Tujuan:
Mengaitkan pengalaman dan pengetahuan awal peserta didik dengan materi yang akan dipelajari agar pembelajaran menjadi bermakna.

Kegiatan Guru:

  • Guru menampilkan video singkat atau gambar tentang keberagaman Indonesia (suku, budaya, agama, bahasa) melalui LCD/proyektor.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik, seperti:
    • “Apa saja perbedaan yang kalian lihat dalam video tadi?”
    • “Apakah perbedaan selalu menimbulkan masalah?”
    • “Pernahkah kalian mengalami perbedaan pendapat dengan teman di sekolah?”
  • Guru mengaitkan jawaban siswa dengan kondisi nyata di sekolah dan lingkungan sekitar.

Kegiatan Peserta Didik:

  • Mengamati tayangan dengan antusias.
  • Menyampaikan pendapat, pengalaman, atau contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari.
  • Mendengarkan dan menghargai pendapat teman.

Nilai yang Dikembangkan:

  • Toleransi
  • Empati
  • Keterbukaan berpikir

 

3. MOTIVASI & TANTANGAN BELAJAR

Tujuan:
Membangkitkan semangat belajar dan rasa memiliki terhadap proses pembelajaran melalui tantangan yang menyenangkan.

Kegiatan Guru:

  • Guru menyampaikan tantangan proyek dengan penuh semangat:

“Pada akhir pembelajaran nanti, kalian akan mendapat tantangan menjadi ‘Duta Persatuan Sekolahku’. Kalian akan bekerja dalam kelompok untuk membuat kampanye persatuan yang kreatif dan bermakna.”

  • Guru menjelaskan secara singkat bentuk proyek yang dapat dipilih siswa, seperti:
    • Poster persatuan
    • Slogan toleransi
    • Video pendek kampanye persatuan
    • Presentasi kreatif
  • Guru menegaskan bahwa tidak ada satu jawaban benar, yang terpenting adalah kerja sama, sikap saling menghargai, dan pesan persatuan yang kuat.

Kegiatan Peserta Didik:

  • Mendengarkan penjelasan tantangan dengan antusias.
  • Menunjukkan ketertarikan dan kesiapan untuk berpartisipasi.
  • Mulai membayangkan ide kreatif yang akan dikembangkan bersama kelompok.

Nilai yang Dikuatkan:

  • Percaya diri
  • Kreativitas
  • Semangat kolaborasi

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

MEMAHAMI (Understanding) – Berkesadaran

Tujuan Tahap

Peserta didik mampu memahami konsep, menyadari realitas keberagaman, serta menumbuhkan sikap empati dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

 

1. Eksplorasi Masalah Kontekstual

Problem-Based Learning)

Guru menyajikan kasus nyata melalui teks/gambar/video singkat, misalnya:

  • Konflik kecil antarsiswa karena perbedaan latar belakang.
  • Perbedaan pendapat dalam kegiatan OSIS atau kerja kelompok.
  • Perbedaan kebiasaan budaya atau bahasa di lingkungan sekolah.

Guru mengajukan pertanyaan pemantik berkesadaran, seperti:

  • “Apa yang sebenarnya menyebabkan perbedaan ini menjadi masalah?”
  • “Bagaimana perasaan pihak yang disisihkan?”
  • “Apa yang akan terjadi jika perbedaan tidak dikelola dengan baik?”

Nilai Berkesadaran:
Siswa belajar mengenali perasaan, sudut pandang, dan dampak sosial dari tindakan manusia.

 

2. Diskusi Kelompok Kecil (Think–Talk)

Peserta didik dibagi menjadi kelompok heterogen (4–5 orang).
Setiap kelompok mendiskusikan:

  • Pengertian masyarakat majemuk
  • Bentuk integrasi sosial (kerja sama, akomodasi, asimilasi, toleransi)
  • Contoh integrasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat

Hasil diskusi dicatat pada LKPD bagian “Memahami”.

Nilai Bermakna:
Materi tidak hanya dihafal, tetapi dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa.

 

3. Penguatan Konsep oleh Guru

 Guru menegaskan konsep inti:

  • Integrasi sebagai upaya menyatukan perbedaan
  • Pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa
  • Peran pelajar sebagai agen persatuan

Guru menggunakan peta konsep/infografis sederhana.

Nilai Menggembirakan:
Interaksi dua arah, bahasa komunikatif, dan contoh dekat dengan dunia siswa.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan Tahap

Peserta didik mampu menerapkan pemahaman dalam bentuk aksi nyata dan solusi kreatif.

4. Proyek Kelompok: “Duta Persatuan Sekolahku”

(Project-Based Learning)

Setiap kelompok mendapat tantangan proyek:

Merancang kampanye persatuan dan integrasi di lingkungan sekolah.

Produk proyek dapat berupa:

  • Poster edukatif
  • Video singkat (HP)
  • Slogan dan yel-yel persatuan
  • Drama mini/simulasi konflik & solusi
  • Infografis digital/manual

Proyek harus memuat:

  1. Bentuk integrasi dalam masyarakat majemuk
  2. Upaya konkret menjaga persatuan
  3. Pesan moral yang mudah dipahami
  4.  Guru berperan sebagai fasilitator dan coach, berkeliling memberi umpan balik.

Nilai Bermakna:
Siswa belajar sambil berkarya dan merasa memiliki kontribusi nyata.

5. Presentasi & Apresiasi

 Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek (2–3 menit).
 Kelompok lain memberikan:

  • Apresiasi
  • Masukan positif
  • Pertanyaan reflektif

Guru memberikan penguatan nilai Pancasila dan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Nilai Menggembirakan:
Belajar terasa seperti panggung ekspresi, bukan tekanan akademik.

Merefleksi (Berkesadaran)

Tujuan Tahap

Peserta didik mampu merefleksikan sikap, pemahaman, dan perubahan diri setelah pembelajaran.

6. Refleksi Individu

 Siswa mengisi LKPD bagian Refleksi, menjawab pertanyaan seperti:

  • Apa hal baru yang saya pahami hari ini?
  • Sikap apa yang perlu saya perbaiki dalam menyikapi perbedaan?
  • Tindakan nyata apa yang akan saya lakukan untuk menjaga persatuan?

Nilai Berkesadaran:
Siswa belajar mengenal diri, sikap, dan tanggung jawab sosialnya.

7. Refleksi Kelas & Komitmen Bersama

Guru mengajak siswa membuat komitmen kelas, misalnya:

“Kami berjanji menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menolak perundungan.”

 Komitmen ditandatangani atau ditempel di kelas.

Nilai Bermakna & Menggembirakan:
Pembelajaran berakhir dengan kesan emosional positif dan rasa memiliki.

 

Tujuan Tahap Inti: Peserta didik mampu memahami konsep integrasi sosial serta menganalisis faktor pendorong dan penghambatnya secara kritis dan kontekstual.

Kegiatan 1: Eksplorasi Konsep (Bermakna)

  • Peserta didik membaca materi singkat tentang pengertian integrasi sosial, faktor pendorong, dan faktor penghambat.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab untuk memastikan pemahaman konsep dasar.

Kegiatan 2: Diskusi Kelompok – Studi Kasus (Berkesadaran & Menggembirakan)

  • Peserta didik dibagi ke dalam kelompok heterogen.
  • Setiap kelompok mendapatkan studi kasus tentang kehidupan masyarakat majemuk (sekolah, lingkungan tempat tinggal, atau masyarakat Indonesia).
  • Peserta didik mengidentifikasi:
    1. Bentuk perbedaan yang ada
    2. Faktor pendorong integrasi sosial
    3. Faktor penghambat integrasi sosial
    4. Solusi untuk memperkuat persatuan

Kegiatan 3: Presentasi dan Apresiasi (Menggembirakan)

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dengan bahasa yang santun.
  • Guru memberikan penguatan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

Tahap Penutup

Tujuan Tahap Penutup: Menumbuhkan refleksi diri dan komitmen nyata peserta didik dalam menjaga integrasi sosial.

Aktivitas Pembelajaran:

  1. Refleksi Individu (Berkesadaran)
    Peserta didik menuliskan satu sikap yang akan mereka lakukan untuk menjaga persatuan di sekolah atau masyarakat.
  2. Penguatan Nilai (Bermakna)
    Guru menegaskan kembali bahwa integrasi sosial adalah kunci keutuhan bangsa Indonesia.
  3. Penutup Menggembirakan
    Guru menutup pembelajaran dengan yel-yel persatuan atau kutipan inspiratif tentang kebhinekaan.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

A. ASESMEN AWAL (DIAGNOSTIK)

1. Asesmen Diagnostik Kognitif

Bentuk: Kuesioner Singkat

Petunjuk:
Beri tanda centang (
) pada kolom Ya atau Tidak.

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1

Saya mengetahui arti integrasi sosial

 

 

2

Saya mengetahui contoh integrasi sosial di sekolah

 

 

3

Saya dapat menyebutkan faktor pendorong integrasi sosial

 

 

4

Saya dapat menyebutkan faktor penghambat integrasi sosial

 

 

Skor:
Ya = 1, Tidak = 0
Interpretasi:

  • 0–1 : Perlu penguatan
  • 2–3 : Cukup
  • 4 : Baik

 

2. Asesmen Diagnostik Sikap

Bentuk: Skala Sikap (1–4)
(1 = Sangat Tidak Setuju, 4 = Sangat Setuju)

No

Pernyataan Sikap

1

2

3

4

1

Saya menghargai perbedaan pendapat teman

 

 

 

 

2

Saya bersedia bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang

 

 

 

 

3

Saya menolak sikap diskriminatif

 

 

 

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

B. ASESMEN PROSES

1. Observasi Diskusi Kelompok (Oleh Guru)

No

Aspek yang Dinilai

1

2

3

4

1

Keaktifan dalam diskusi

 

 

 

 

2

Kerja sama kelompok

 

 

 

 

3

Sikap menghargai pendapat

 

 

 

 

4

Tanggung jawab

 

 

 

 

Keterangan Skor:
1 = Kurang | 2 = Cukup | 3 = Baik | 4 = Sangat Baik

 

2. Asesmen Penilaian Diri

Petunjuk: Jawablah dengan jujur.

  • Saya aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok (Ya / Belum)
  • Saya menghargai pendapat teman (Ya / Belum)
  • Sikap yang perlu saya perbaiki:
    ......................................................................

 

3. Asesmen Penilaian Sejawat

Nama Teman yang Dinilai: ___________________

Aspek

Baik

Cukup

Perlu Bimbingan

Kerja sama

 

 

 

Sikap toleran

 

 

 

Tanggung jawab

 

 

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

C. ASESMEN AKHIR

Proyek: Kampanye Persatuan

Tugas:
Buatlah kampanye persatuan dalam bentuk poster / slogan / video singkat / presentasi digital yang berisi:

  • Makna integrasi sosial
  • Faktor pendorong dan penghambat
  • Ajakan menjaga persatuan

 

Instrumen Penilaian Proyek

Aspek

1

2

3

4

Kesesuaian isi dengan tema

 

 

 

 

Kejelasan pesan persatuan

 

 

 

 

Kreativitas media

 

 

 

 

Kerja sama kelompok

 

 

 

 

 

Instrumen Penilaian Presentasi

Aspek

1

2

3

4

Penguasaan materi

 

 

 

 

Kejelasan penyampaian

 

 

 

 

Sikap & percaya diri

 

 

 

 

Ketepatan waktu

 

 

 

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Sumber belajar

1. Buku Teks dan Buku Referensi

  1. Buku IPS Terpadu Kelas 9 (Erlangga, Yudhistira, atau penerbit lokal)

2. Artikel dan Publikasi Digital

 https://sumarnoguritno.blogspot.com/2025/12/integrasi-bangsa-dalam-masyarakat.html

5. Sumber Lokal / Kontekstual

  1. Artikel atau Majalah Sekolah
    •  

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Materi: Integrasi Sosial – Faktor Pendorong dan Penghambat

A. Identitas LKPD

  • Sekolah : SMPN 8 Malang
  • Mata Pelajaran : IPS
  • Kelas/Semester : IX / Ganjil
  • Materi Pokok : Integrasi Sosial
  • Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

B. Tujuan Kegiatan

Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian integrasi sosial.
  2. Mengidentifikasi faktor pendorong integrasi sosial.
  3. Mengidentifikasi faktor penghambat integrasi sosial.
  4. Menunjukkan sikap toleransi dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

C. Petunjuk Pengerjaan

  1. Kerjakan LKPD ini secara berkelompok.
  2. Bacalah setiap pertanyaan dengan cermat.
  3. Diskusikan jawaban bersama anggota kelompok.
  4. Tuliskan jawaban dengan bahasa yang santun dan jelas.

D. Kegiatan 1 – Pemahaman Konsep

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan integrasi sosial?
  2. Mengapa integrasi sosial penting bagi masyarakat Indonesia yang majemuk?

E. Kegiatan 2 – Analisis Faktor

Lengkapilah tabel berikut:

No

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1

2

3

 

No

Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

1

2

3

F. Kegiatan 3 – Studi Kasus

Kasus: Di sebuah sekolah terdapat siswa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Suatu hari terjadi kesalahpahaman antar kelompok siswa.

Pertanyaan:

  1. Faktor apa yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut?
  2. Faktor apa yang dapat mendorong terciptanya kembali integrasi sosial?
  3. Sikap apa yang seharusnya dilakukan oleh siswa?

G. Refleksi Individu

Tuliskan satu sikap nyata yang akan kamu lakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...