PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
SEKOLAH
:
SMPN 8 Malang
NAMA
GURU :
Drs. Sumarno
MATA
PELAJARAN : IPS
KELAS
/ SEMESTER / FASE : IXI / 1 / D
ALOKASI
WAKTU : 3 x 45
menit
MATERI : Integrasi Sosial dan Pembentukan Identitas Nasional
|
IDENTIFIKASI |
Peserta Didik |
Aspek Pengetahuan Awal ·
Peserta didik sudah mengenal dasar Pancasila, UUD
1945, dan simbol-simbol negara. ·
Pemahaman tentang arti persatuan dan integrasi
sosial masih perlu diperkuat melalui contoh konkret. Aspek Minat Belajar
Aspek Latar Belakang Sosial dan Lingkungan
Aspek Kebutuhan Belajar
Aspek Gaya Belajar
Aspek Emosional dan Psikologis
Aspek Sarana dan Prasarana
|
|
|
Materi Pelajaran |
1. Pengetahuan
Faktual ·
Pengertian integrasi sosial dan arti pentingnya bagi
keutuhan bangsa. ·
Simbol-simbol persatuan nasional (Bendera Merah
Putih, Garuda Pancasila, Lagu Kebangsaan, Lambang Negara). ·
Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar pemersatu
bangsa. 2. Pengetahuan
Konseptual
3. Pengetahuan Prosedural
4. Pengetahuan
Metakognitif
|
||
|
Dimensi Profil Lulusan (DPL) |
Pilihlah dimensi profil lulusan
yang akan dicapai dalam pembelajaran DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan
(menghormati nilai agama dan budaya) DPL 2: Kewargaan
(toleransi dan kerjasama) DPL 3: Penalaran
Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan) DPL 4: Kreativitas (peta
budaya, infografis) DPL 5: Kolaborasi
(diskusi kelompok) DPL 8: Komunikasi (presentasi
hasil proyek) |
||
|
DESAIN
PEMBELAJARAN |
Capaian Pembelajaran |
Peserta didik
memahami pentingnya integrasi sosial dalam pembentukan identitas nasional,
mampu mengaitkan Pancasila dan UUD 1945 dengan persatuan bangsa, serta
mengekspresikan refleksi pribadi secara komunikatif dan kritis. |
|
|
Lintas Disiplin Ilmu |
1. Sejarah
& Kewargaan:
Pancasila, UUD 1945, perjuangan mempertahankan persatuan. 2. Sosiologi: Integrasi sosial, konflik, dan resolusi konflik
dalam masyarakat. 3. Bahasa
& Literasi:
Penulisan esai reflektif, komunikasi lisan, dan diskusi nilai. |
||
|
Tujuan Pembelajaran |
Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat : 1.
Menjelaskan arti penting integrasi sosial bagi
keutuhan bangsa. 2.
Menjelaskan peran Pancasila dan UUD 1945 sebagai
pemersatu bangsa. 3.
Mengidentifikasi simbol-simbol persatuan nasional
dan maknanya. 4.
Menulis esai atau jurnal reflektif tentang arti
Indonesia bagi diri sendiri. 5.
Diskusi dan menganalisis nilai persatuan secara
kritis |
||
|
Topik Pembelajaran |
Integrasi Sosial & Identitas Nasional
|
||
|
Praktik Pedagogis |
Metode Pembelajaran: 1. Diskusi kelompok terarah 2. Penulisan esai/jurnal reflektif 3. Presentasi simbol persatuan nasional 4. Refleksi diri dan gallery walk 5. Evaluasi nilai persatuan melalui diskusi Kesesuaian dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam ·
Berkesadaran:
Menyadari peran pribadi dalam persatuan bangsa. ·
Bermakna:
Mengaitkan materi dengan pengalaman hidup siswa. ·
Menggembirakan:
Aktivitas kreatif dan kolaboratif. |
||
|
Kemitraan Pembelajaran |
1. Guru BK /
Wali Kelas: Pendampingan refleksi dan simulasi sosial 2. Organisasi
Siswa: Sumber inspirasi kegiatan integrasi di sekolah 3. Komunitas
Lokal: Memberikan contoh integrasi sosial dalam masyarakat |
||
|
Lingkungan Pembelajaran |
1. Ruang Fisik Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan sekitarnya yang
mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.
2. Ruang Virtual Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran dan
memperkuat literasi digital.
3. Budaya Belajar Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama untuk menciptakan
suasana belajar yang mendalam dan bermakna.
|
||
|
Pemanfaatan Digital |
Platform Daring Interaktif: 3 jenis
pemanfaatan teknologi digital yang ringkas dan spesifik untuk
menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada
materi perubahan iklim: ● Penggunaan Google Jamboard atau Padlet ● Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva,
CapCut, InShot) |
||
|
PENGALAMAN
BELAJAR |
AWAL (tuliskan prinsip
pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan) |
||
|
Awal (± 10 menit)
|
|||
|
INTI |
|||
|
Pada tahap ini, siswa aktif
terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. |
|||
|
Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40
menit |
|||
Tujuan: Siswa membangun kesadaran dan pemahaman kritis
terhadap isu perubahan iklim.
Aktivitas:
1. Diskusi
simbol nasional dan nilai integrasi sosial (20 menit) 2. Penjelasan
guru tentang Pancasila dan UUD 1945 sebagai pemersatu (20 menit) 3. Analisis
contoh nyata integrasi sosial di sekolah dan masyarakat (15 menit) |
|||
|
Mengaplikasi (Menggembirakan) 35
menit |
|||
|
Tujuan: Siswa mengolah informasi, berkreasi, dan
berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara komunikatif. Aktivitas: 1. Menulis
esai/jurnal reflektif: “Apa arti Indonesia bagiku?” (30 menit) 2. Diskusi
nilai: “Mengapa Pancasila disebut pemersatu bangsa?” (15 menit) |
|||
|
Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit |
|||
|
Tujuan: Siswa merefleksikan proses belajar,
mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bertindak. Aktivitas: 1. Sharing
refleksi esai secara sukarela (10 menit) 2. Guru
mengajak menyimpulkan pentingnya integrasi sosial dan peran simbol persatuan
(10 menit) Ciri Pembelajaran:
|
|||
|
PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5
menit |
|||
|
1. Rangkuman
singkat: siswa menyebutkan poin penting pembelajaran. 2. Refleksi
cepat: satu kata atau kalimat tentang makna Indonesia. 3. Tindak
lanjut: Guru memberikan tugas membaca literasi tentang contoh integrasi
sosial di masyarakat. |
|||
|
ASESMEN
PEMBELAJARAN |
Asesmen
pada Awal Pembelajaran |
|
|
|
Asesmen
pada Proses Pembelajaran |
1. Lembar observasi diskusi kelompok 2. Rubrik penilaian esai/jurnal reflektif (kreativitas,
pemahaman, ekspresi) 3. Peer assessment dalam diskusi nilai |
||
|
Asesmen
pada Akhir Pembelajaran |
1. Penilaian
proyek poster/ilustrasi simbol persatuan nasional 2. Penilaian
esai/jurnal reflektif 3. Kisi-kisi
soal pilihan ganda/essay tentang integrasi sosial, Pancasila, simbol nasional |
||
|
Asesmen dalam pembelajaran
mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning,
dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara
komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes
tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk,
Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis
kelas, dan sebagainya. |
|||
Rubrik Penilaian di
Form:
|
Aspek |
Skor 1 |
Skor 2 |
Skor 3 |
Skor 4 |
|
Isi Esai |
Tidak relevan |
Cukup relevan |
Relevan |
Sangat relevan
& mendalam |
|
Kreativitas &
Ekspresi |
Kurang ekspresif |
Cukup ekspresif |
Ekspresif &
runtut |
Sangat kreatif
& persuasif |
|
Pemahaman Materi |
Tidak menunjukkan
pemahaman |
Cukup |
Menunjukkan
pemahaman |
Sangat memahami
& menganalisis |
|
Mengetahui, Kepala
SMP Negeri 8 Malang Sri Nuryani M.Pd. NIP. 19661116 199003 2 009 |
|
Malang, 14 April
2025 Guru Mata Pelajaran Drs Sumarno. NIP. 1966308 200501 1 006 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar