Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 9 Integrasi Sosial dan Pembentukan Identitas Nasional

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : IXI / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 3 x 45 menit

MATERI                                          : Integrasi Sosial dan Pembentukan Identitas Nasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

Aspek Pengetahuan Awal

·       Peserta didik sudah mengenal dasar Pancasila, UUD 1945, dan simbol-simbol negara.

·       Pemahaman tentang arti persatuan dan integrasi sosial masih perlu diperkuat melalui contoh konkret.

Aspek Minat Belajar

  • Siswa tertarik pada kegiatan reflektif dan diskusi nilai yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
  • Minat meningkat jika pembelajaran berbentuk esai, jurnal reflektif, atau proyek kreatif.

Aspek Latar Belakang Sosial dan Lingkungan

  • Siswa berasal dari latar sosial dan budaya yang beragam.
  • Beberapa siswa sudah menunjukkan sikap toleransi dan kepedulian terhadap persatuan.

Aspek Kebutuhan Belajar

  • Memerlukan pembelajaran yang mengaitkan integrasi sosial dengan simbol nasional, Pancasila, dan UUD 1945 secara kontekstual.
  • Diperlukan media visual dan interaktif untuk menumbuhkan pemahaman yang mendalam.

Aspek Gaya Belajar

  • Mayoritas siswa adalah pembelajar visual dan reflektif.
  • Aktivitas menulis dan diskusi sesuai untuk meningkatkan pemahaman konseptual.

Aspek Emosional dan Psikologis

  • Siswa perlu dorongan motivasi agar mengekspresikan identitas nasional secara positif dan kritis.

Aspek Sarana dan Prasarana

  • Multimedia tersedia cukup memadai (proyektor, internet, papan tulis).
  • Media digital (Canva, Google Slides) dapat digunakan untuk presentasi simbol nasional atau poster reflektif.

 

Materi Pelajaran

1.     Pengetahuan Faktual

·       Pengertian integrasi sosial dan arti pentingnya bagi keutuhan bangsa.

·       Simbol-simbol persatuan nasional (Bendera Merah Putih, Garuda Pancasila, Lagu Kebangsaan, Lambang Negara).

·       Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar pemersatu bangsa.

2.     Pengetahuan Konseptual

  • Hubungan antara integrasi sosial dan identitas nasional.
  • Peran nilai-nilai Pancasila dan aturan konstitusi dalam menjaga persatuan.

3.    Pengetahuan Prosedural

  • Cara menulis esai reflektif tentang makna Indonesia bagi diri sendiri.
  • Langkah berdiskusi dengan etika menghargai pendapat berbeda.

4.     Pengetahuan Metakognitif

  • Refleksi diri terhadap sikap toleransi dan kepedulian terhadap bangsa.
  • Strategi menghubungkan pengalaman pribadi dengan nilai persatuan.

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan (menghormati nilai agama dan budaya)

DPL 2: Kewargaan (toleransi dan kerjasama)

DPL 3: Penalaran Kritis (analisis hubungan kemajemukan dan persatuan)

DPL 4: Kreativitas (peta budaya, infografis)

DPL 5: Kolaborasi (diskusi kelompok)

DPL 8: Komunikasi (presentasi hasil proyek)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami pentingnya integrasi sosial dalam pembentukan identitas nasional, mampu mengaitkan Pancasila dan UUD 1945 dengan persatuan bangsa, serta mengekspresikan refleksi pribadi secara komunikatif dan kritis.

Lintas Disiplin Ilmu

1.     Sejarah & Kewargaan: Pancasila, UUD 1945, perjuangan mempertahankan persatuan.

2.     Sosiologi: Integrasi sosial, konflik, dan resolusi konflik dalam masyarakat.

3.     Bahasa & Literasi: Penulisan esai reflektif, komunikasi lisan, dan diskusi nilai.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat :

1.     Menjelaskan arti penting integrasi sosial bagi keutuhan bangsa.

2.     Menjelaskan peran Pancasila dan UUD 1945 sebagai pemersatu bangsa.

3.     Mengidentifikasi simbol-simbol persatuan nasional dan maknanya.

4.     Menulis esai atau jurnal reflektif tentang arti Indonesia bagi diri sendiri.

5.     Diskusi dan menganalisis nilai persatuan secara kritis

Topik Pembelajaran

Integrasi Sosial & Identitas Nasional

  • Subtopik: Arti penting integrasi, peran Pancasila & UUD 1945, simbol persatuan nasional

Praktik Pedagogis

Metode Pembelajaran:

1.     Diskusi kelompok terarah

2.     Penulisan esai/jurnal reflektif

3.     Presentasi simbol persatuan nasional

4.     Refleksi diri dan gallery walk

5.     Evaluasi nilai persatuan melalui diskusi

Kesesuaian dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam

·       Berkesadaran: Menyadari peran pribadi dalam persatuan bangsa.

·       Bermakna: Mengaitkan materi dengan pengalaman hidup siswa.

·       Menggembirakan: Aktivitas kreatif dan kolaboratif.

 

Kemitraan Pembelajaran

1.     Guru BK / Wali Kelas: Pendampingan refleksi dan simulasi sosial

2.     Organisasi Siswa: Sumber inspirasi kegiatan integrasi di sekolah

3.     Komunitas Lokal: Memberikan contoh integrasi sosial dalam masyarakat

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan belajar secara langsung di sekolah dan sekitarnya yang mendukung aktivitas eksploratif dan kolaboratif.

  • Ruang Kelas yang Fleksibel:
    • Tata letak yang memungkinkan diskusi kelompok dan presentasi.
    • Dilengkapi dengan proyektor, papan tulis, dan akses ke sumber belajar visual.
  • Ruang Terbuka Sekolah (Taman, Kebun, Halaman):
    • Digunakan untuk kegiatan pengamatan langsung, proyek tanam pohon, audit sampah sekolah, dan observasi lingkungan.
  • Ruang Pameran atau Sudut Edukasi Lingkungan:
    • Tempat siswa menampilkan poster, hasil proyek, atau kampanye peduli iklim.
  • Kunjungan Lapangan (Field Trip):
    • Ke tempat seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir), hutan kota, atau industri hijau untuk pengamatan langsung.

 

2. Ruang Virtual

Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran dan memperkuat literasi digital.

  • Platform Pembelajaran Digital (Google Classroom, Microsoft Teams, Moodle):
    • Untuk berbagi materi, tugas, dan diskusi online.

 

3. Budaya Belajar

Nilai-nilai dan kebiasaan yang dibangun bersama untuk menciptakan suasana belajar yang mendalam dan bermakna.

  • Berpikir Kritis dan Reflektif:
    • Siswa diajak mempertanyakan, menganalisis, dan merefleksikan
  • Kolaborasi dan Komunikasi Terbuka:
    • Mendorong diskusi sehat, kerja tim, dan saling menghargai pendapat.
  • Apresiasi terhadap Ide dan Kreativitas Siswa:
    • Guru memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide, membuat kampanye, dan terlibat dalam aksi nyata.

Pemanfaatan Digital

Platform Daring Interaktif:

3 jenis pemanfaatan teknologi digital yang ringkas dan spesifik untuk menciptakan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan kontekstual pada materi perubahan iklim:

      Penggunaan Google Jamboard atau Padlet
→ Untuk diskusi kolaboratif online, siswa dapat menuliskan ide, data, atau solusi terhadap isu perubahan iklim secara real-time dan interaktif.

      Pembuatan Poster atau Video Kampanye Digital (Canva, CapCut, InShot)
→ Siswa secara kreatif membuat media kampanye tentang dampak aktivitas manusia terhadap iklim dan membagikannya melalui media sosial atau blog kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Awal (± 10 menit)

  1. Orientasi Bermakna: Menyapa siswa, memperlihatkan simbol nasional, menanyakan “Apa arti Indonesia bagi kalian?”
  2. Apersepsi Kontekstual: Menampilkan video singkat tentang keberagaman dan persatuan bangsa.
  3. Motivasi: “Bagaimana Pancasila dan UUD 1945 membantu kita tetap bersatu?”

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tujuan: Siswa membangun kesadaran dan pemahaman kritis terhadap isu perubahan iklim.

Aktivitas:

1.     Diskusi simbol nasional dan nilai integrasi sosial (20 menit)

2.     Penjelasan guru tentang Pancasila dan UUD 1945 sebagai pemersatu (20 menit)

3.     Analisis contoh nyata integrasi sosial di sekolah dan masyarakat (15 menit)

 

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan: Siswa mengolah informasi, berkreasi, dan berkolaborasi menyampaikan pemahaman secara komunikatif.

Aktivitas:

1.     Menulis esai/jurnal reflektif: “Apa arti Indonesia bagiku?” (30 menit)

2.     Diskusi nilai: “Mengapa Pancasila disebut pemersatu bangsa?” (15 menit)

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Siswa merefleksikan proses belajar, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bertindak.

Aktivitas:

1.     Sharing refleksi esai secara sukarela (10 menit)

2.     Guru mengajak menyimpulkan pentingnya integrasi sosial dan peran simbol persatuan (10 menit)

Ciri Pembelajaran:

  • Mindful: Observasi video, refleksi pribadi
  • Meaningful: Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata
  • Joyful: Drama, video, kolaborasi, presentasi interaktif

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1.     Rangkuman singkat: siswa menyebutkan poin penting pembelajaran.

2.     Refleksi cepat: satu kata atau kalimat tentang makna Indonesia.

3.     Tindak lanjut: Guru memberikan tugas membaca literasi tentang contoh integrasi sosial di masyarakat.

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

  • Pertanyaan singkat lisan:
  1. Apa arti integrasi sosial bagi sekolah atau masyarakat?
  2. Sebutkan simbol persatuan nasional!
  3. Bagaimana Pancasila membantu kita tetap bersatu?

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

1.     Lembar observasi diskusi kelompok

2.     Rubrik penilaian esai/jurnal reflektif (kreativitas, pemahaman, ekspresi)

3.     Peer assessment dalam diskusi nilai

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

1.     Penilaian proyek poster/ilustrasi simbol persatuan nasional

2.     Penilaian esai/jurnal reflektif

3.     Kisi-kisi soal pilihan ganda/essay tentang integrasi sosial, Pancasila, simbol nasional

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

 

Rubrik Penilaian di Form:

Aspek

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Isi Esai

Tidak relevan

Cukup relevan

Relevan

Sangat relevan & mendalam

Kreativitas & Ekspresi

Kurang ekspresif

Cukup ekspresif

Ekspresif & runtut

Sangat kreatif & persuasif

Pemahaman Materi

Tidak menunjukkan pemahaman

Cukup

Menunjukkan pemahaman

Sangat memahami & menganalisis

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...