Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 7 Pengertian dan Bentuk Interaksi Sosial

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                       : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                 : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                       : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE           : VII / 1 / D

ALOKASI WAKTU                         : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                          : Pengertian dan Bentuk Interaksi Sosial

1.      Pengertian interaksi sosial

2.      Ciri-ciri dan syarat interaksi sosial

3.      Bentuk interaksi sosial

4.      Faktor yang memengaruhi interaksi sosial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

1. Pengetahuan Awal

  • Sebagian besar peserta didik telah memiliki pengalaman interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, lingkungan rumah, maupun media sosial.
  • Siswa umumnya belum dapat membedakan secara jelas bentuk-bentuk interaksi sosial seperti kerja sama, kompetisi, konflik, akomodasi, dan asimilasi.
  • Beberapa siswa mengaitkan interaksi sosial hanya dengan pertemanan, belum memahami konsep interaksi sosial sebagai proses timbal balik yang kompleks dalam masyarakat.

2. Minat

  • Berdasarkan observasi awal dan wawancara ringan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran yang bersifat kontekstual dan melibatkan kehidupan sosial nyata, seperti studi kasus di lingkungan sekitar.
  • Siswa cenderung tertarik jika pembelajaran dikaitkan dengan media sosial, komunitas sekolah, dan kegiatan antar teman sebaya.
  • Minat meningkat ketika pembelajaran dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok, permainan peran, studi lapangan, atau kegiatan kolaboratif lainnya.

3. Latar Belakang Sosial dan Budaya

  • SMPN 8 Malang berada di wilayah tengah kota dengan komposisi siswa yang heterogen: berasal dari berbagai suku, agama, status sosial, dan ekonomi.
  • Kondisi ini memberikan pengalaman interaksi yang kaya dan peluang pembelajaran kontekstual yang tinggi.
  • Sebagian siswa hidup dalam keluarga dengan pola asuh yang terbuka dan aktif bersosialisasi, namun ada pula yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan sosial-emosional yang berpengaruh pada gaya interaksi.

4. Kebutuhan Belajar

  • Siswa membutuhkan pemahaman konsep-konsep dasar interaksi sosial secara sistematis dan aplikatif.
  • Diperlukan pendekatan pembelajaran yang melatih keterampilan sosial: seperti kerja sama, komunikasi efektif, empati, dan manajemen konflik.
  • Siswa membutuhkan fasilitasi untuk menghubungkan teori dengan realitas, seperti contoh kasus nyata di sekolah atau masyarakat sekitar.
  • Perlu integrasi pembelajaran dengan media digital dan visual, sesuai dengan kebiasaan dan kecenderungan siswa yang aktif di media sosial.

5. Aspek Lain yang Relevan

  • Tingkat kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum bervariasi; beberapa siswa perlu dibantu dalam membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi.
  • Siswa sudah terbiasa mengikuti kegiatan kokurikuler (ekstrakurikuler) sehingga relatif terbuka terhadap kegiatan belajar yang kolaboratif dan fleksibel.
  • Kegiatan kokurikuler sebaiknya menyesuaikan dengan jadwal dan beban belajar siswa, agar tidak memengaruhi motivasi dan partisipasi.
  • Perlu penguatan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong untuk mengoptimalkan keberagaman sebagai kekuatan dalam interaksi sosial siswa.

 

Materi Pelajaran

1. Pengetahuan Faktual
Uraian Materi:

  • Definisi dari interaksi sosial.
  • Contoh-contoh nyata interaksi sosial yang sering dijumpai, seperti percakapan antara siswa dan guru, kerja sama dalam piket kelas, pertengkaran antar teman, dan gotong royong membersihkan lingkungan.
  • Tokoh-tokoh penting dalam sosiologi yang mengkaji interaksi sosial, seperti Max Weber dan Georg Simmel.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa dapat mengenali bentuk-bentuk interaksi yang sering terjadi di kelas, rumah, lingkungan bermain, atau bahkan di media sosial.
  • Siswa mampu membedakan antara interaksi yang bersifat membangun (seperti saling membantu) dan yang merusak (seperti bullying atau perundungan).

 

2. Pengetahuan Konseptual
Uraian Materi:

  • Konsep dasar interaksi sosial yang mencakup dua syarat utama yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.
  • Bentuk-bentuk interaksi sosial seperti kerja sama, akomodasi, persaingan, konflik, dan asimilasi.
  • Ciri-ciri interaksi sosial, misalnya adanya respon timbal balik dan pengaruh terhadap perilaku.
  • Syarat-syarat terjadinya interaksi yang efektif dan konstruktif dalam suatu kelompok atau masyarakat.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa memahami bahwa interaksi tidak hanya berupa percakapan biasa, tetapi juga merupakan proses sosial yang memengaruhi sikap dan tindakan orang lain.
  • Siswa mampu menganalisis mengapa terjadi konflik antar teman atau sebaliknya, mengapa kelompok bisa bekerja sama dalam satu tujuan.

 

3. Pengetahuan Prosedural
Uraian Materi:

  • Cara dan langkah-langkah mengamati interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekolah, rumah, atau masyarakat.
  • Teknik menyusun laporan hasil observasi sederhana, termasuk cara mencatat, menyimpulkan, dan menyajikan hasil pengamatan.
  • Prosedur melakukan kegiatan simulasi atau bermain peran untuk memahami bentuk-bentuk interaksi sosial.
  • Panduan pelaksanaan diskusi kelompok tentang pengalaman atau studi kasus interaksi sosial.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa dapat membuat proyek mini seperti pengamatan interaksi di kantin sekolah, lalu menyusunnya dalam bentuk laporan tertulis atau presentasi kelompok.
  • Siswa terlatih dalam berpikir sistematis, mampu menyampaikan pendapat secara runtut, dan mengembangkan kemampuan kerja sama tim dalam menyelesaikan tugas kelompok.

 

4. Pengetahuan Metakognitif
Uraian Materi:

  • Kesadaran siswa akan gaya interaksinya sendiri, apakah lebih dominan, pendiam, kolaboratif, atau pasif.
  • Kemampuan merefleksikan pengalaman pribadi dalam berinteraksi dengan teman, guru, maupun keluarga.
  • Strategi untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan berinteraksi agar lebih empatik, menghargai perbedaan, dan mampu menyelesaikan konflik secara sehat.

Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Siswa menyadari bagaimana interaksi sosial mereka memengaruhi relasi dengan orang lain.
  • Siswa belajar memilih respon yang tepat dalam situasi sosial tertentu, misalnya saat terjadi perselisihan atau saat harus berinisiatif dalam kerja kelompok.
  • Siswa mulai membangun sikap tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

         DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

         DPL 2

Kewargaan                      

         DPL 3

Penalaran Kritis

         DPL 4

Kreativitas

 

         DPL 5

Kolaborasi

         DPL 6

Kemandirian

         DPL 7

Kesehatan

         DPL 8

         Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju; mengelaborasi proses interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Lintas Disiplin Ilmu

IPS x Bahasa Indonesia

Fokus Integrasi: Keterampilan menyampaikan pengalaman interaksi sosial secara lisan dan tulisan.
Contoh kegiatan:

  • Siswa menulis teks narasi atau cerpen tentang pengalaman pribadi dalam interaksi sosial (misalnya: konflik dan penyelesaian dengan teman sekolah).
  • Melakukan wawancara dan menulis laporan tentang bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi di lingkungan rumah atau sekolah.
    Manfaat: Meningkatkan kemampuan literasi, empati, dan refleksi siswa terhadap interaksi sosial di sekitarnya.

 

2. IPS x Pendidikan Pancasila (PPKn)

Fokus Integrasi: Nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial (saling menghargai, toleransi, gotong royong).
Contoh kegiatan:

  • Menganalisis bagaimana bentuk interaksi sosial dapat mencerminkan sila-sila Pancasila.
  • Simulasi musyawarah atau penyelesaian konflik dengan pendekatan nilai kebangsaan.
    Manfaat: Menanamkan sikap demokratis dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

 

3. IPS x Seni Budaya

Fokus Integrasi: Ekspresi bentuk interaksi sosial melalui seni.
Contoh kegiatan:

  • Membuat poster, lukisan, atau komik yang menggambarkan bentuk-bentuk interaksi sosial.
  • Bermain peran (drama pendek) tentang situasi kerja sama, konflik, atau akomodasi antar individu atau kelompok.
    Manfaat: Siswa memahami makna interaksi sosial dengan pendekatan visual dan emosional yang menyenangkan.

 

4. IPS x Bahasa Inggris

Fokus Integrasi: Mengenal dan mengekspresikan bentuk interaksi sosial dalam bahasa Inggris.
Contoh kegiatan:

  • Membuat dialog berbahasa Inggris tentang bentuk interaksi sosial seperti greeting, offering help, asking for opinion, conflict, dan apology.
  • Membaca teks pendek atau menonton video edukatif tentang social interaction, lalu mendiskusikan isinya.
    Manfaat: Meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya dan memperkaya kosa kata sosial.

 

5. IPS x Informatika

Fokus Integrasi: Analisis bentuk interaksi sosial di media digital dan etika berinteraksi di dunia maya.
Contoh kegiatan:

  • Membuat presentasi digital atau infografis tentang bentuk-bentuk interaksi sosial di media sosial.
  • Diskusi tentang cyberbullying, etika komentar, dan dampak interaksi digital terhadap kehidupan nyata.
    Manfaat: Siswa lebih bijak dalam menggunakan media digital dan memahami konsekuensi sosialnya.

 

6. IPS x PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Fokus Integrasi: Pembentukan karakter dan kerja sama dalam aktivitas fisik.
Contoh kegiatan:

  • Permainan kelompok yang menekankan kerja sama, toleransi, dan komunikasi.
  • Refleksi pasca kegiatan tentang bagaimana interaksi dalam tim memengaruhi keberhasilan permainan.
    Manfaat: Memperkuat keterampilan sosial, kepemimpinan, dan sportivitas.

 

Tujuan Pembelajaran

  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian interaksi sosial dengan menggunakan kalimat sendiri secara lisan atau tertulis.
  2. Siswa dapat menyebutkan minimal tiga bentuk interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekolah.
  3. Siswa dapat mengidentifikasi bentuk interaksi sosial melalui pengamatan langsung di lingkungan sekitar.
  4. Siswa dapat menyajikan hasil pengamatan interaksi sosial dalam bentuk laporan singkat atau presentasi kelompok.
  5. Siswa dapat merefleksikan sikapnya sendiri dalam interaksi sosial dan menyebutkan satu strategi untuk meningkatkan interaksi yang positif.

 

Topik Pembelajaran

1.     Siapa Aku di Tengah Teman-Temanku?
Fokus: Refleksi gaya interaksi diri sendiri (aktif, pasif, kolaboratif, dominan) dan pemahaman tentang pentingnya interaksi sosial yang sehat.
Kegiatan: Tes kepribadian sosial, diskusi kelompok kecil, dan refleksi diri.

2.     Kerja Sama atau Konflik? Aku Pilih yang Mana!
Fokus: Mengenal bentuk-bentuk interaksi sosial (kerja sama, konflik, akomodasi, dll.) melalui studi kasus dan simulasi.
Kegiatan: Roleplay bentuk interaksi sosial dan diskusi nilai-nilai di baliknya.

3.     Cerita dari Kantin Sekolah: Mengamati Interaksi Sosial Sehari-hari
Fokus: Observasi dan identifikasi bentuk interaksi sosial di lingkungan nyata.
Kegiatan: Observasi terstruktur di area sekolah, wawancara singkat, dan laporan pengamatan.

4.     Saling Sapa, Saling Dukung: Budaya Positif di Sekolah Kita
Fokus: Menumbuhkan interaksi sosial yang positif dan membangun budaya saling menghargai.
Kegiatan: Kampanye mini atau poster tentang etika sosial dan sopan santun.

5.     Interaksi Sosial di Era Digital: Bijak di Media Sosial
Fokus: Memahami bentuk dan dampak interaksi sosial di dunia maya serta mengembangkan etika digital.
Kegiatan: Analisis tangkapan layar interaksi media sosial (tanpa menyebut nama), diskusi, dan membuat panduan etika berkomunikasi online.

 

Praktik Pedagogis

Project Based Learning (PjBL)
Model ini mendorong siswa mengeksplorasi isu sosial di sekitar mereka, menyelesaikan masalah nyata, dan mempresentasikan hasilnya secara kolaboratif.

 

Strategi Pembelajaran yang Direkomendasikan:

“Observasi Sosial dan Aksi Reflektif”
Siswa melakukan pengamatan terhadap interaksi sosial di lingkungan sekitar (sekolah, rumah, media sosial), kemudian merefleksikan dan menyajikan temuan mereka melalui karya kreatif atau diskusi. Strategi ini menumbuhkan kesadaran sosial dan keterlibatan emosional.

 

 Metode Pembelajaran:

  1. Diskusi Kelompok Terarah (Guided Group Discussion):
    Melatih siswa dalam berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara tertib dan terbuka.
  2. Roleplay (Bermain Peran):
    Memberi pengalaman langsung dalam merasakan berbagai bentuk interaksi sosial dan meningkatkan empati serta keterampilan komunikasi.
  3. Observasi Lapangan Mini:
    Siswa mengamati langsung interaksi sosial di lingkungan nyata, lalu menganalisis dan membandingkan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi.
  4. Refleksi Diri dan Jurnal Harian:
    Menumbuhkan kesadaran diri siswa terhadap peran dan sikap mereka dalam berinteraksi dengan orang lain.
  5. Kampanye Mini/Karya Visual (Poster/Komik/Video Pendek):
    Meningkatkan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan sosial melalui media yang menggembirakan.

 

Kemitraan Pembelajaran

1. Orang Tua/Wali Murid

Peran:

  • Memberikan wawasan tentang pola interaksi sosial di lingkungan keluarga.
  • Mendorong siswa untuk mengamati dan merefleksikan interaksi di rumah.
  • Menjadi narasumber atau informan dalam kegiatan observasi sosial oleh siswa.

 

2. Komite Sekolah

Peran:

  • Mendukung kegiatan kokurikuler yang melibatkan interaksi sosial siswa (contoh: kegiatan kerja bakti, kegiatan lintas kelas).
  • Memberikan masukan untuk membangun budaya interaksi yang positif di sekolah.

 

3. Lurah atau RT/RW Setempat

Peran:

  • Memberikan contoh nyata interaksi sosial di masyarakat lokal (gotong royong, musyawarah, konflik lingkungan).
  • Menjadi fasilitator kegiatan belajar berbasis lingkungan (misalnya studi kasus tentang interaksi sosial di kampung sekitar sekolah).

 

4. Guru Mata Pelajaran Lain (Lintas Disiplin)

Peran:

  • Bekerja sama dalam proyek lintas mata pelajaran seperti membuat karya seni, teks naratif, atau kampanye digital tentang interaksi sosial.
  • Memfasilitasi pembelajaran yang terintegrasi agar lebih bermakna dan utuh.

 

5. Alumni Sekolah

Peran:

  • Berbagi pengalaman tentang pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan sekolah dan dunia kerja.
  • Menjadi role model dalam membangun hubungan sosial yang positif.

 

Lingkungan Pembelajaran

1. Ruang Fisik

Lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan eksploratif:

  • Kelas Reguler yang Fleksibel:
    • Pengaturan tempat duduk berbasis kelompok untuk diskusi dan kolaborasi.
    • Dilengkapi papan tulis digital atau proyektor untuk menampilkan media interaktif.
  • Ruang Terbuka Sekolah (Taman, Halaman, Gazebo):
    • Untuk pembelajaran berbasis proyek atau observasi interaksi sosial langsung antar siswa, warga sekolah, dan warga sekitar.
  • Lingkungan Sekitar Sekolah (Pasar, RW, PKK, Karang Taruna, Masjid/Gereja):
    • Menjadi tempat praktik observasi nyata dan wawancara sederhana tentang bentuk interaksi sosial di masyarakat kota.
  • Ruang Perpustakaan dan Multimedia:
    • Tempat siswa mencari referensi tambahan dan membuat produk kreatif seperti poster, video, atau infografis.

 

2. Budaya Belajar

Budaya yang dibangun harus mendukung keterbukaan, toleransi, dan kolaborasi yang sesuai dengan konteks masyarakat kota Malang yang beragam:

  • Budaya Diskusi Terbuka dan Saling Menghargai:
    • Mendorong siswa menyampaikan pendapat dan menerima pandangan orang lain.
  • Belajar Berbasis Pengalaman dan Kehidupan Nyata:
    • Mendorong siswa mengaitkan materi dengan kehidupan mereka sehari-hari, misalnya tentang interaksi di media sosial, keluarga, dan komunitas lokal.
  • Budaya Kolaboratif dan Inklusif:
    • Siswa dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan sosial budaya bekerja sama dalam proyek atau diskusi kelompok.
  • Budaya Reflektif dan Apresiatif:
    • Siswa diajak merenungkan pengalaman belajarnya dan saling memberikan umpan balik positif.

 

Pemanfaatan Digital

1. Forum Diskusi Virtual (Google Classroom / Padlet / Microsoft Teams)

  • Tujuan: Meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar siswa.
  • Manfaat: Siswa dapat berbagi pendapat, bertanya, dan merespons teman dalam diskusi topik seperti interaksi sosial di sekolah atau keluarga.

 

2. Pembuatan Video Pendek / Vlog (Menggunakan Canva Video, CapCut, atau HP pribadi)

  • Tujuan: Melatih kreativitas dan pemahaman kontekstual.
  • Manfaat: Siswa mendokumentasikan bentuk interaksi sosial nyata di lingkungan sekitar (tetangga, teman, sekolah) dan menyajikannya dalam bentuk cerita video.

 

3. Kuis Interaktif Digital (Kahoot / Quizizz / Wordwall)

  • Tujuan: Meningkatkan penalaran kritis dan keterlibatan belajar.
  • Manfaat: Digunakan untuk evaluasi pemahaman siswa tentang pengertian dan bentuk interaksi sosial dengan cara menyenangkan dan kompetitif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Langkah-Langkah Kegiatan Pembuka:

  1. Orientasi yang Bermakna
    • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:
      "Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana manusia saling berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari."
  2. Apersepsi yang Kontekstual
    • Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
      "Siapa yang hari ini sudah berinteraksi dengan orang lain sejak bangun tidur? Coba ceritakan!"
    • Siswa diminta menyebutkan contoh interaksi sosial yang mereka alami di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.
  3. Motivasi yang Menggembirakan
    • Guru memutar video pendek lucu atau menyentuh tentang interaksi sosial di sekolah.
    • Guru memberi semangat:
      "Ternyata interaksi itu bukan sekadar ngobrol, ya. Yuk, kita pelajari lebih dalam supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik saat berinteraksi!"

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

Tujuan: Membantu siswa memahami konsep dasar secara utuh dan bermakna.

Kegiatan:

  1. Mindful Moment (3 menit)
    • Siswa diajak menarik napas dalam, memejamkan mata, dan memusatkan perhatian pada pertanyaan:
      "Apa makna keberadaan orang lain dalam hidupmu hari ini?"
    • Guru memandu dengan suara tenang.
  2. Apersepsi (5 menit)
    • Guru menayangkan cuplikan video atau gambar tentang interaksi sosial (contoh: siswa saling menolong di sekolah, saling memberi salam, atau konflik ringan).
    • Tanya siswa:
      "Apa yang terjadi di gambar/video itu? Apakah itu termasuk interaksi sosial?"
  3. Diskusi Kelas (15 menit)
    • Guru menyampaikan pengertian dan syarat interaksi sosial (kontak sosial dan komunikasi).
    • Guru memandu tanya jawab ringan, misalnya:
      "Mengapa interaksi penting dalam kehidupan bermasyarakat?"
  4. Mencocokkan Konsep (Kuis Mini Pasangan Kartu) (10 menit)
    • Siswa bekerja dalam pasangan: mencocokkan istilah (misalnya "interaksi sosial", "kontak", "komunikasi", "asimilasi", "kontravensi") dengan definisi/contohnya.
    • Suasana dibawa menyenangkan (joyful), bisa dengan musik ringan.
  5. Jeda Interaktif (2 menit)
    • Guru beri kuis cepat via Mentimeter atau secara lisan:
      "Sebutkan 2 bentuk interaksi sosial dan contohnya!"
    • Diselingi tepuk semangat atau yel-yel kelompok.

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Tujuan: Membantu siswa menghubungkan konsep ke kehidupan nyata dan melatih kreativitas & komunikasi.

Kegiatan:

  1. Simulasi Two Stay Two Stray (30 menit)
    • Siswa dibagi jadi 4 kelompok besar dengan topik bentuk interaksi sosial: 1. kerja sama, 2. persaingan, 3. konflik, 4. akomodasi.
    • Setiap kelompok berdiskusi dan membuat peta pikiran (mindmap): pengertian, contoh nyata, nilai positif dan negatifnya.
    • Dua anggota kelompok berpindah ke kelompok lain untuk berbagi hasil diskusi, dua tetap tinggal menjelaskan.
    • Penekanan pada komunikasi efektif dan kemampuan bernalar kritis.
  2. Kegiatan Kreatif: "Komik Interaksi Sosial" (20 menit)
    • Setiap siswa atau berpasangan membuat komik strip 3–4 panel yang menggambarkan bentuk interaksi sosial (misalnya kerja sama di kelas, konflik di kantin, akomodasi saat berbeda pendapat).
    • Komik dapat digambar tangan atau digital (jika memungkinkan).
    • Guru memutarkan musik ringan agar suasana tetap joyful dan mindful.
  3. Pameran Mini & Galeri Jalan-Jalan (10 menit)
    • Komik dipajang di dinding kelas, siswa berjalan keliling membaca komik teman-teman mereka.
    • Gunakan sticky notes untuk memberi komentar positif (misal: “Kreatif banget!” atau “Relate sama kehidupanku!”)

 

Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit

Tujuan: Menumbuhkan kesadaran diri dan sikap reflektif terhadap proses dan makna pembelajaran.

Kegiatan:

  1. Refleksi Diri (10 menit)
    • Siswa menjawab pertanyaan reflektif secara tertulis di buku atau kertas warna:
      • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang interaksi sosial?
      • Bentuk interaksi apa yang sering kamu alami?
      • Apa yang bisa kamu perbaiki dalam interaksimu dengan orang lain?
  2. Sesi Sharing Berpasangan (10 menit)
    • Siswa berpasangan dan saling berbagi isi refleksi mereka.
    • Tujuannya membangun keterbukaan dan empati.
  3. Penutup Inspiratif (10 menit)
    • Guru memberi apresiasi atas keaktifan siswa.
    • Menutup dengan kutipan:
      “Interaksi sosial yang baik akan membentuk lingkungan yang damai, dan lingkungan damai akan melahirkan manusia yang hebat.”
    • Siswa diajak membuat komitmen kecil: “Mulai besok, aku akan...”

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

A. Refleksi Materi

Guru memandu siswa merefleksikan pemahaman terhadap materi:

  • Apa saja bentuk-bentuk interaksi sosial yang kalian temukan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Mengapa interaksi sosial penting dalam kehidupan bermasyarakat?
  • Bagaimana interaksi sosial bisa membentuk nilai, norma, dan budaya?

Guru dapat menggunakan metode refleksi 3-2-1:

  • 3 hal baru yang dipelajari
  • 2 hal yang paling menarik
  • 1 pertanyaan yang masih ada

B. Refleksi Akhir Pembelajaran

Siswa diajak merefleksikan:

  • Perasaan mereka selama mengikuti pembelajaran hari ini (dengan emoji atau kartu warna)
  • Perubahan sikap atau cara pandang mereka setelah belajar tentang interaksi sosial

Guru dapat menutup dengan pertanyaan terbuka:

“Jika kamu bisa mengubah satu hal kecil dalam lingkungan sosialmu, apa yang ingin kamu lakukan setelah pelajaran ini?”

C. Motivasi

Guru memberikan penguatan dan inspirasi, misalnya:

“Setiap interaksi kecil yang kamu lakukan hari ini bisa menciptakan dampak besar bagi orang lain. Jadilah pribadi yang sadar, peduli, dan aktif membangun hubungan sosial yang sehat!”

D. Tugas Pertemuan Berikutnya

Proyek Mini (Opsional untuk penguatan):
Buatlah dokumentasi singkat (tulisan, foto, atau video) tentang satu bentuk interaksi sosial yang terjadi di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitarmu. Ceritakan siapa yang terlibat, apa yang terjadi, dan nilai sosial apa yang kamu pelajari dari interaksi tersebut.

Atau Tugas Individu Ringan:
Tuliskan 5 bentuk interaksi sosial yang kamu alami hari ini. Jelaskan sifatnya: kerja sama, persaingan, konflik, atau akomodasi.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Bentuk Instrumen

Kuesioner reflektif singkat (berisi pertanyaan terbuka dan tertutup), menggunakan Google Form atau lembar kertas dengan skala Likert dan isian pendek.

 

5 Pertanyaan/Pernyataan Asesmen Awal

  1. (Isian Pendek)
    “Menurut pendapatmu, apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?”
  2. (Isian Pendek / Pengalaman Pribadi)
    “Ceritakan salah satu pengalamanmu saat melakukan kerja sama atau berkomunikasi dengan teman di sekolah.”
  3. (Pernyataan Skala Likert 1–4)
    “Saya merasa mudah bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain.”
    (1: Tidak setuju – 4: Sangat setuju)
  4. (Pilihan Ganda)
    “Berikut ini yang merupakan contoh interaksi sosial adalah…”
    A. Menyendiri di rumah
    B. Belajar sendiri di kamar
    C. Berdiskusi kelompok di kelas
    D. Membaca buku tanpa berdialog
  5. (Pernyataan Skala Likert 1–4)
    “Saya ingin lebih memahami bagaimana cara berinteraksi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.”
    (1: Tidak setuju – 4: Sangat setuju)

 

Petunjuk Pelaksanaan

  • Dilakukan dalam 10–15 menit sebelum pembelajaran inti.
  • Dapat dilaksanakan secara luring (kertas) atau daring (Google Form).
  • Gunakan hasil asesmen untuk mengelompokkan peserta dalam diskusi dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran.

 

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Jenis Asesmen

Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran)

  • Tujuan: Mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi selama proses pembelajaran dan memberikan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.

 Bentuk Instrumen yang Tepat dan Simpel

  1. Kuis singkat (tertulis atau digital)
  2. Exit Ticket – 1–2 pertanyaan reflektif di akhir sesi
  3. Pengamatan aktivitas diskusi/kelompok dengan rubrik sederhana
  4. Jurnal pembelajaran siswa (opsional untuk siswa menuliskan pemahaman atau kesulitan)

 

Contoh Instrumen (Kuis 5 Butir Pilihan Ganda & Isian Singkat)

1. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
A. Proses pertukaran barang dan jasa
B. Proses saling mempengaruhi antarindividu atau kelompok
C. Proses jual beli di pasar
D. Proses pertumbuhan penduduk

2. Interaksi sosial hanya terjadi jika ada … (pilih dua jawaban yang benar)
A. Komunikasi
B. Media sosial
C. Kontak sosial
D. Lingkungan

3. Jelaskan satu contoh bentuk interaksi sosial asosiatif! (Isian Singkat)

4. Apa perbedaan antara interaksi sosial asosiatif dan disosiatif? (Isian Singkat)

5. Dari kegiatan kelompok tadi, interaksi sosial apa yang kamu rasakan dan mengapa? (Reflektif, boleh dalam 2-3 kalimat)

 

Catatan Pelaksanaan

  • Kuis bisa diberikan melalui kertas atau Google Form.
  • Exit Ticket bisa dilakukan dengan sticky notes atau kartu kecil.
  • Guru mengamati diskusi kelompok menggunakan lembar observasi rubrik sederhana: komunikasi, kontribusi, kerja sama.

 

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Tujuan Asesmen

Menilai ketercapaian kompetensi siswa terkait:

  • Pemahaman konsep interaksi sosial
  • Kemampuan mengidentifikasi dan memberi contoh bentuk-bentuk interaksi sosial
  • Penalaran kritis terhadap pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari

 

Jenis Asesmen

Sumatif (Akhir Pembelajaran)

 

Bentuk Instrumen

  • Tes tertulis kombinasi pilihan ganda dan uraian singkat
  • Lembar observasi aktivitas diskusi kelompok (bila pembelajaran berbasis kolaboratif)
  • *Penugasan individu tertulis (esai pendek/karya tulis reflektif)

 

 Contoh Instrumen:

A. Tes Tertulis

  1. (Pilihan Ganda)
    Interaksi sosial terjadi jika terdapat...
    a. kontak fisik dan emosional
    b. kontak sosial dan komunikasi
    c. komunikasi dua arah
    d. hubungan timbal balik yang positif
  2. (Pilihan Ganda)
    Contoh kerja sama dalam interaksi sosial adalah...
    a. debat
    b. tawar-menawar
    c. gotong royong
    d. bersaing di kelas
  3. (Uraian Singkat)
    Jelaskan mengapa interaksi sosial penting dalam kehidupan bermasyarakat!
  4. (Uraian Singkat)
    Sebutkan dan jelaskan dua bentuk interaksi sosial asosiatif!
  5. (Uraian Singkat - Kritis)
    Berikan satu contoh situasi dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan bentuk interaksi sosial disosiatif dan analisis dampaknya!

 

B. Tugas Reflektif/Portofolio

  • Siswa menuliskan refleksi singkat (150–200 kata) tentang bagaimana mereka melakukan interaksi sosial yang positif di rumah/sekolah dalam 3 hari terakhir.

 

Rubrik Penilaian Singkat (Contoh)

Aspek

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Pemahaman konsep

Sangat baik & tepat

Cukup tepat

Kurang tepat

Tidak tepat

Ketepatan contoh

Relevan & kontekstual

Kurang kontekstual

Umum

Tidak sesuai

Argumentasi kritis

Mendalam & logis

Cukup logis

Dangkal

Tidak logis

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.


 

Rubrik Penilaian Diskusi Kelas

Indikator

Baru Memulai

Berkembang

Cakap

Mahir

Keaktifan Bertanya

Jarang bertanya atau memberikan tanggapan.

Bertanya beberapa kali, tetapi kurang mendalam.

Bertanya dengan relevansi dan mendalam.

Aktif bertanya dengan pertanyaan yang menantang dan mendalam, mendorong diskusi lebih lanjut.

Kerja Sama

Tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok.

Berpartisipasi, namun terkadang tidak mendukung teman.

Menunjukkan kerja sama yang baik, mendengarkan dan memberikan masukan.

Kerja sama sangat baik, memimpin diskusi, membantu teman dalam memahami materi.

Kreativitas

Menyampaikan ide yang sangat umum atau terbatas.

Mencoba menyampaikan ide-ide baru meskipun kurang matang.

Mampu memberikan ide kreatif yang relevan dengan materi.

Mampu menghubungkan berbagai ide secara kreatif dan memberikan solusi baru atau perspektif unik.

Kemampuan Komunikasi

Kesulitan dalam menyampaikan ide secara jelas.

Mampu menyampaikan ide dengan jelas meski terkadang kurang lancar.

Menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur.

Mampu menyampaikan ide dengan sangat jelas, terstruktur, dan persuasif, memfasilitasi komunikasi antar anggota.


Deskripsi Kriteria Penilaian:

  1. Baru Memulai:
    Siswa mulai mencoba berpartisipasi dalam diskusi, tetapi belum menunjukkan keterlibatan aktif atau pemahaman mendalam mengenai materi.
  2. Berkembang:
    Siswa mulai berpartisipasi dalam diskusi dan dapat mengungkapkan pendapat meskipun masih terbatas dalam kualitas pertanyaan dan kontribusi.
  3. Cakap:
    Siswa mampu berkomunikasi dengan baik, aktif berpartisipasi, bekerja sama dengan teman-temannya, dan memberikan kontribusi yang relevan serta kreatif dalam diskusi.
  4. Mahir:
    Siswa tidak hanya memahami materi dengan baik, tetapi juga mampu memimpin diskusi, mengajukan pertanyaan kritis yang mendorong pemikiran mendalam, serta berkomunikasi secara efektif dengan teman-temannya.

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

LKPD – INTERAKSI SOSIAL DI SEKITARKU

 

Mata Pelajaran: IPS
Kelas: VII
Materi Pokok: Pengertian dan Bentuk Interaksi Sosial
Waktu: ± 90 menit
Mode: Kelompok & individu
Tujuan:

  • Siswa dapat memahami pengertian dan bentuk interaksi sosial.
  • Siswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis contoh interaksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  • Siswa mampu menilai dampak dari bentuk interaksi sosial yang berbeda.

 

A. Aktivitas Pemantik (5 menit – Diskusi Singkat)

Pertanyaan Reflektif (Tuliskan di buku masing-masing lalu diskusikan kelompok):

  1. Apakah kamu pernah melihat siswa baru merasa kesepian di sekolah?
  2. Apa yang kamu lakukan saat ada teman yang kesulitan memahami pelajaran?
  3. Pernahkah kamu mengalami konflik kecil dengan temanmu? Apa penyebabnya?

 

B. Aktivitas Memahami Konsep (30 menit – Diskusi Kelompok + Laporan)

Tugas:

  1. Bacalah pengertian interaksi sosial dari buku IPS kalian (halaman terkait).
  2. Diskusikan bersama kelompokmu, lalu tuliskan dengan kata-kata kalian sendiri:
    • Apa itu interaksi sosial?
    • Apa saja syarat terjadinya interaksi sosial?
    • Apa saja bentuk-bentuk interaksi sosial?

Tugas Kelompok (Laporkan di kertas/lembar jawaban kelompok):
Tabel 1: Pengertian dan Bentuk Interaksi Sosial

Aspek

Penjelasan

Pengertian Interaksi Sosial

Syarat Interaksi Sosial

Contoh di SMPN 8 Malang

Bentuk Interaksi Sosial

(Kooperatif, Kompetitif, Konfliktual, dll) dan contohnya di sekolah kalian

 

C. Aktivitas Mengaplikasikan (40 menit – Observasi Mini + Diskusi)

Petunjuk:
Lakukan observasi ringan di lingkungan kelas atau sekolah (dalam imajinasi atau diskusi kelompok jika di dalam kelas).
Catat dan klasifikasikan 5 interaksi sosial yang kalian lihat atau alami menjadi bentuk interaksi sosial (kerja sama, konflik, persaingan, dll).

Tugas:
Lengkapi tabel berikut:

No

Situasi yang Terjadi (ringkas)

Bentuk Interaksi Sosial

Penjelasan Singkat Mengapa Masuk Kategori Itu

1

2

3

4

5

 

D. Aktivitas Merefleksi (10–15 menit – Individu)

Tuliskan jawabanmu di bawah ini:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini tentang interaksi sosial?
  2. Bagaimana interaksi sosial mempengaruhi suasana di sekolah?
  3. Apa yang akan kamu lakukan agar interaksi sosialmu menjadi lebih positif?

 

E. Tantangan Kritis (opsional jika cukup waktu)

Masalah:
Di SMPN 8 Malang, ada beberapa siswa yang lebih suka menyendiri di perpustakaan, tidak bergabung saat kegiatan kelompok atau saat istirahat. Beberapa siswa lain sering bersikap dominan saat diskusi kelompok.

Pertanyaan:

  1. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk membangun interaksi sosial yang lebih sehat di sekolah?
  2. Apa akibat jika interaksi sosial tidak berjalan dengan baik?

 

F. Penilaian (Oleh Guru atau Peer Assessment)

  • Keaktifan diskusi kelompok
  • Ketepatan klasifikasi bentuk interaksi
  • Kualitas analisis dan refleksi
  • Kreativitas dalam menyampaikan hasil diskusi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...