|
IDENTIFIKASI
|
Peserta Didik
|
1. Pengetahuan Awal
- Sebagian besar peserta didik telah memiliki
pengalaman interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik di
sekolah, lingkungan rumah, maupun media sosial.
- Siswa umumnya belum dapat membedakan secara
jelas bentuk-bentuk interaksi sosial seperti kerja sama, kompetisi,
konflik, akomodasi, dan asimilasi.
- Beberapa siswa mengaitkan interaksi sosial
hanya dengan pertemanan, belum memahami konsep interaksi sosial sebagai
proses timbal balik yang kompleks dalam masyarakat.
2. Minat
- Berdasarkan observasi awal dan wawancara
ringan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran yang
bersifat kontekstual dan melibatkan kehidupan sosial nyata, seperti
studi kasus di lingkungan sekitar.
- Siswa cenderung tertarik jika pembelajaran
dikaitkan dengan media sosial, komunitas sekolah, dan kegiatan antar
teman sebaya.
- Minat meningkat ketika pembelajaran dilakukan
dalam bentuk diskusi kelompok, permainan peran, studi lapangan, atau
kegiatan kolaboratif lainnya.
3. Latar Belakang
Sosial dan Budaya
- SMPN 8 Malang berada di wilayah tengah kota
dengan komposisi siswa yang heterogen: berasal dari berbagai suku,
agama, status sosial, dan ekonomi.
- Kondisi ini memberikan pengalaman interaksi
yang kaya dan peluang pembelajaran kontekstual yang tinggi.
- Sebagian siswa hidup dalam keluarga dengan pola
asuh yang terbuka dan aktif bersosialisasi, namun ada pula yang berasal
dari keluarga dengan keterbatasan sosial-emosional yang berpengaruh pada
gaya interaksi.
4. Kebutuhan
Belajar
- Siswa membutuhkan pemahaman konsep-konsep dasar
interaksi sosial secara sistematis dan aplikatif.
- Diperlukan pendekatan pembelajaran yang melatih
keterampilan sosial: seperti kerja sama, komunikasi efektif, empati, dan
manajemen konflik.
- Siswa membutuhkan fasilitasi untuk
menghubungkan teori dengan realitas, seperti contoh kasus nyata di
sekolah atau masyarakat sekitar.
- Perlu integrasi pembelajaran dengan media
digital dan visual, sesuai dengan kebiasaan dan kecenderungan siswa yang
aktif di media sosial.
5. Aspek Lain yang
Relevan
- Tingkat
kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum bervariasi;
beberapa siswa perlu dibantu dalam membangun rasa percaya diri dalam
berinteraksi.
- Siswa
sudah terbiasa mengikuti kegiatan kokurikuler (ekstrakurikuler) sehingga
relatif terbuka terhadap kegiatan belajar yang kolaboratif dan
fleksibel.
- Kegiatan
kokurikuler sebaiknya menyesuaikan dengan jadwal dan beban belajar
siswa, agar tidak memengaruhi motivasi dan partisipasi.
- Perlu
penguatan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong untuk
mengoptimalkan keberagaman sebagai kekuatan dalam interaksi sosial
siswa.
|
|
Materi Pelajaran
|
1. Pengetahuan Faktual
Uraian Materi:
- Definisi
dari interaksi sosial.
- Contoh-contoh
nyata interaksi sosial yang sering dijumpai, seperti percakapan antara
siswa dan guru, kerja sama dalam piket kelas, pertengkaran antar teman,
dan gotong royong membersihkan lingkungan.
- Tokoh-tokoh
penting dalam sosiologi yang mengkaji interaksi sosial, seperti Max
Weber dan Georg Simmel.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
- Siswa
dapat mengenali bentuk-bentuk interaksi yang sering terjadi di kelas,
rumah, lingkungan bermain, atau bahkan di media sosial.
- Siswa
mampu membedakan antara interaksi yang bersifat membangun (seperti
saling membantu) dan yang merusak (seperti bullying atau perundungan).
2. Pengetahuan Konseptual
Uraian Materi:
- Konsep
dasar interaksi sosial yang mencakup dua syarat utama yaitu adanya
kontak sosial dan komunikasi.
- Bentuk-bentuk
interaksi sosial seperti kerja sama, akomodasi, persaingan, konflik, dan
asimilasi.
- Ciri-ciri
interaksi sosial, misalnya adanya respon timbal balik dan pengaruh
terhadap perilaku.
- Syarat-syarat
terjadinya interaksi yang efektif dan konstruktif dalam suatu kelompok
atau masyarakat.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
- Siswa
memahami bahwa interaksi tidak hanya berupa percakapan biasa, tetapi
juga merupakan proses sosial yang memengaruhi sikap dan tindakan orang
lain.
- Siswa
mampu menganalisis mengapa terjadi konflik antar teman atau sebaliknya,
mengapa kelompok bisa bekerja sama dalam satu tujuan.
3. Pengetahuan Prosedural
Uraian Materi:
- Cara
dan langkah-langkah mengamati interaksi sosial yang terjadi di
lingkungan sekolah, rumah, atau masyarakat.
- Teknik
menyusun laporan hasil observasi sederhana, termasuk cara mencatat,
menyimpulkan, dan menyajikan hasil pengamatan.
- Prosedur
melakukan kegiatan simulasi atau bermain peran untuk memahami
bentuk-bentuk interaksi sosial.
- Panduan
pelaksanaan diskusi kelompok tentang pengalaman atau studi kasus
interaksi sosial.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
- Siswa
dapat membuat proyek mini seperti pengamatan interaksi di kantin
sekolah, lalu menyusunnya dalam bentuk laporan tertulis atau presentasi
kelompok.
- Siswa
terlatih dalam berpikir sistematis, mampu menyampaikan pendapat secara runtut,
dan mengembangkan kemampuan kerja sama tim dalam menyelesaikan tugas
kelompok.
4. Pengetahuan Metakognitif
Uraian Materi:
- Kesadaran
siswa akan gaya interaksinya sendiri, apakah lebih dominan, pendiam,
kolaboratif, atau pasif.
- Kemampuan
merefleksikan pengalaman pribadi dalam berinteraksi dengan teman, guru,
maupun keluarga.
- Strategi
untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan berinteraksi agar lebih
empatik, menghargai perbedaan, dan mampu menyelesaikan konflik secara
sehat.
Kaitannya dengan Kehidupan Sehari-hari:
- Siswa
menyadari bagaimana interaksi sosial mereka memengaruhi relasi dengan
orang lain.
- Siswa
belajar memilih respon yang tepat dalam situasi sosial tertentu,
misalnya saat terjadi perselisihan atau saat harus berinisiatif dalam
kerja kelompok.
- Siswa
mulai membangun sikap tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap
lingkungan sosialnya.
|
|
Dimensi Profil Lulusan (DPL)
|
Pilihlah dimensi profil lulusan
yang akan dicapai dalam pembelajaran
|
|
|
|
DPL
1
Keimanan
dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
DPL
2
Kewargaan
DPL
3
Penalaran Kritis
DPL
4
Kreativitas
|
DPL 5
Kolaborasi
DPL
6
Kemandirian
DPL
7
Kesehatan
DPL 8
Komunikasi
|
|
|
DESAIN
PEMBELAJARAN
|
Capaian Pembelajaran
|
Peserta didik memahami menelaah
peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era
digital, serta potensi Indonesia menjadi negara maju; mengelaborasi proses
interaksi sosial, Lembaga sosial, dinamika sosial dan perubahan sistem sosial
budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan
prinsip kebhinekaan
|
|
Lintas Disiplin Ilmu
|
IPS x Bahasa Indonesia
Fokus Integrasi: Keterampilan menyampaikan pengalaman interaksi
sosial secara lisan dan tulisan.
Contoh kegiatan:
- Siswa
menulis teks narasi atau cerpen tentang pengalaman pribadi dalam
interaksi sosial (misalnya: konflik dan penyelesaian dengan teman
sekolah).
- Melakukan
wawancara dan menulis laporan tentang bentuk-bentuk interaksi sosial
yang terjadi di lingkungan rumah atau sekolah.
Manfaat: Meningkatkan kemampuan literasi, empati, dan refleksi
siswa terhadap interaksi sosial di sekitarnya.
2. IPS x Pendidikan Pancasila (PPKn)
Fokus Integrasi: Nilai-nilai Pancasila dalam interaksi sosial
(saling menghargai, toleransi, gotong royong).
Contoh kegiatan:
- Menganalisis
bagaimana bentuk interaksi sosial dapat mencerminkan sila-sila
Pancasila.
- Simulasi
musyawarah atau penyelesaian konflik dengan pendekatan nilai kebangsaan.
Manfaat: Menanamkan sikap demokratis dan toleransi dalam
kehidupan sehari-hari.
3. IPS x Seni Budaya
Fokus Integrasi: Ekspresi bentuk interaksi sosial melalui seni.
Contoh kegiatan:
- Membuat
poster, lukisan, atau komik yang menggambarkan bentuk-bentuk interaksi
sosial.
- Bermain
peran (drama pendek) tentang situasi kerja sama, konflik, atau akomodasi
antar individu atau kelompok.
Manfaat: Siswa memahami makna interaksi sosial dengan pendekatan
visual dan emosional yang menyenangkan.
4. IPS x Bahasa Inggris
Fokus Integrasi: Mengenal dan mengekspresikan bentuk interaksi
sosial dalam bahasa Inggris.
Contoh kegiatan:
- Membuat
dialog berbahasa Inggris tentang bentuk interaksi sosial seperti
greeting, offering help, asking for opinion, conflict, dan apology.
- Membaca
teks pendek atau menonton video edukatif tentang social interaction,
lalu mendiskusikan isinya.
Manfaat: Meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya dan
memperkaya kosa kata sosial.
5. IPS x Informatika
Fokus Integrasi: Analisis bentuk interaksi sosial di media digital
dan etika berinteraksi di dunia maya.
Contoh kegiatan:
- Membuat
presentasi digital atau infografis tentang bentuk-bentuk interaksi
sosial di media sosial.
- Diskusi
tentang cyberbullying, etika komentar, dan dampak interaksi digital
terhadap kehidupan nyata.
Manfaat: Siswa lebih bijak dalam menggunakan media digital dan
memahami konsekuensi sosialnya.
6. IPS x PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan)
Fokus Integrasi: Pembentukan karakter dan kerja sama dalam aktivitas
fisik.
Contoh kegiatan:
- Permainan
kelompok yang menekankan kerja sama, toleransi, dan komunikasi.
- Refleksi
pasca kegiatan tentang bagaimana interaksi dalam tim memengaruhi
keberhasilan permainan.
Manfaat: Memperkuat keterampilan sosial, kepemimpinan, dan
sportivitas.
|
|
Tujuan Pembelajaran
|
- Siswa dapat menjelaskan pengertian interaksi
sosial dengan menggunakan kalimat sendiri secara lisan atau tertulis.
- Siswa dapat menyebutkan minimal tiga bentuk
interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekolah.
- Siswa dapat mengidentifikasi bentuk interaksi
sosial melalui pengamatan langsung di lingkungan sekitar.
- Siswa dapat menyajikan hasil pengamatan
interaksi sosial dalam bentuk laporan singkat atau presentasi kelompok.
- Siswa dapat merefleksikan sikapnya sendiri
dalam interaksi sosial dan menyebutkan satu strategi untuk meningkatkan
interaksi yang positif.
|
|
Topik Pembelajaran
|
1. Siapa Aku
di Tengah Teman-Temanku?
Fokus: Refleksi gaya interaksi diri sendiri (aktif, pasif, kolaboratif,
dominan) dan pemahaman tentang pentingnya interaksi sosial yang sehat.
Kegiatan: Tes kepribadian sosial, diskusi kelompok kecil, dan refleksi diri.
2. Kerja
Sama atau Konflik? Aku Pilih yang Mana!
Fokus: Mengenal bentuk-bentuk interaksi sosial (kerja sama, konflik,
akomodasi, dll.) melalui studi kasus dan simulasi.
Kegiatan: Roleplay bentuk interaksi sosial dan diskusi nilai-nilai di
baliknya.
3. Cerita
dari Kantin Sekolah: Mengamati Interaksi Sosial Sehari-hari
Fokus: Observasi dan identifikasi bentuk interaksi sosial di lingkungan
nyata.
Kegiatan: Observasi terstruktur di area sekolah, wawancara singkat, dan
laporan pengamatan.
4. Saling
Sapa, Saling Dukung: Budaya Positif di Sekolah Kita
Fokus: Menumbuhkan interaksi sosial yang positif dan membangun budaya saling
menghargai.
Kegiatan: Kampanye mini atau poster tentang etika sosial dan sopan santun.
5. Interaksi
Sosial di Era Digital: Bijak di Media Sosial
Fokus: Memahami bentuk dan dampak interaksi sosial di dunia maya serta
mengembangkan etika digital.
Kegiatan: Analisis tangkapan layar interaksi media sosial (tanpa menyebut
nama), diskusi, dan membuat panduan etika berkomunikasi online.
|
|
Praktik Pedagogis
|
Project Based Learning (PjBL)
Model ini mendorong siswa mengeksplorasi isu sosial di sekitar mereka,
menyelesaikan masalah nyata, dan mempresentasikan hasilnya secara
kolaboratif.
Strategi Pembelajaran yang Direkomendasikan:
“Observasi Sosial dan Aksi Reflektif”
Siswa melakukan pengamatan terhadap interaksi sosial di lingkungan sekitar
(sekolah, rumah, media sosial), kemudian merefleksikan dan menyajikan temuan
mereka melalui karya kreatif atau diskusi. Strategi ini menumbuhkan kesadaran
sosial dan keterlibatan emosional.
Metode
Pembelajaran:
- Diskusi
Kelompok Terarah (Guided Group Discussion):
Melatih siswa dalam berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara
tertib dan terbuka.
- Roleplay
(Bermain Peran):
Memberi pengalaman langsung dalam merasakan berbagai bentuk interaksi
sosial dan meningkatkan empati serta keterampilan komunikasi.
- Observasi
Lapangan Mini:
Siswa mengamati langsung interaksi sosial di lingkungan nyata, lalu
menganalisis dan membandingkan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi.
- Refleksi
Diri dan Jurnal Harian:
Menumbuhkan kesadaran diri siswa terhadap peran dan sikap mereka dalam
berinteraksi dengan orang lain.
- Kampanye
Mini/Karya Visual (Poster/Komik/Video Pendek):
Meningkatkan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan sosial melalui
media yang menggembirakan.
|
|
Kemitraan Pembelajaran
|
1. Orang Tua/Wali Murid
Peran:
- Memberikan
wawasan tentang pola interaksi sosial di lingkungan keluarga.
- Mendorong
siswa untuk mengamati dan merefleksikan interaksi di rumah.
- Menjadi
narasumber atau informan dalam kegiatan observasi sosial oleh siswa.
2. Komite Sekolah
Peran:
- Mendukung
kegiatan kokurikuler yang melibatkan interaksi sosial siswa (contoh:
kegiatan kerja bakti, kegiatan lintas kelas).
- Memberikan
masukan untuk membangun budaya interaksi yang positif di sekolah.
3. Lurah atau RT/RW Setempat
Peran:
- Memberikan
contoh nyata interaksi sosial di masyarakat lokal (gotong royong,
musyawarah, konflik lingkungan).
- Menjadi
fasilitator kegiatan belajar berbasis lingkungan (misalnya studi kasus
tentang interaksi sosial di kampung sekitar sekolah).
4. Guru Mata Pelajaran Lain (Lintas Disiplin)
Peran:
- Bekerja
sama dalam proyek lintas mata pelajaran seperti membuat karya seni, teks
naratif, atau kampanye digital tentang interaksi sosial.
- Memfasilitasi
pembelajaran yang terintegrasi agar lebih bermakna dan utuh.
5. Alumni Sekolah
Peran:
- Berbagi
pengalaman tentang pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan sekolah
dan dunia kerja.
- Menjadi
role model dalam membangun hubungan sosial yang positif.
|
|
Lingkungan Pembelajaran
|
1. Ruang Fisik
Lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran kontekstual,
kolaboratif, dan eksploratif:
- Kelas
Reguler yang Fleksibel:
- Pengaturan
tempat duduk berbasis kelompok untuk diskusi dan kolaborasi.
- Dilengkapi
papan tulis digital atau proyektor untuk menampilkan media interaktif.
- Ruang
Terbuka Sekolah (Taman, Halaman, Gazebo):
- Untuk
pembelajaran berbasis proyek atau observasi interaksi sosial langsung
antar siswa, warga sekolah, dan warga sekitar.
- Lingkungan
Sekitar Sekolah (Pasar, RW, PKK, Karang Taruna, Masjid/Gereja):
- Menjadi
tempat praktik observasi nyata dan wawancara sederhana tentang bentuk
interaksi sosial di masyarakat kota.
- Ruang
Perpustakaan dan Multimedia:
- Tempat
siswa mencari referensi tambahan dan membuat produk kreatif seperti
poster, video, atau infografis.
2. Budaya Belajar
Budaya yang dibangun harus mendukung keterbukaan, toleransi, dan
kolaborasi yang sesuai dengan konteks masyarakat kota Malang yang beragam:
- Budaya
Diskusi Terbuka dan Saling Menghargai:
- Mendorong
siswa menyampaikan pendapat dan menerima pandangan orang lain.
- Belajar
Berbasis Pengalaman dan Kehidupan Nyata:
- Mendorong
siswa mengaitkan materi dengan kehidupan mereka sehari-hari, misalnya
tentang interaksi di media sosial, keluarga, dan komunitas lokal.
- Budaya
Kolaboratif dan Inklusif:
- Siswa
dari berbagai latar belakang etnis, agama, dan sosial budaya bekerja
sama dalam proyek atau diskusi kelompok.
- Budaya
Reflektif dan Apresiatif:
- Siswa
diajak merenungkan pengalaman belajarnya dan saling memberikan umpan
balik positif.
|
|
Pemanfaatan Digital
|
1. Forum Diskusi Virtual (Google Classroom / Padlet
/ Microsoft Teams)
- Tujuan: Meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar
siswa.
- Manfaat: Siswa dapat berbagi pendapat, bertanya, dan
merespons teman dalam diskusi topik seperti interaksi sosial di sekolah
atau keluarga.
2. Pembuatan Video Pendek / Vlog (Menggunakan Canva
Video, CapCut, atau HP pribadi)
- Tujuan: Melatih kreativitas dan pemahaman
kontekstual.
- Manfaat: Siswa mendokumentasikan bentuk interaksi
sosial nyata di lingkungan sekitar (tetangga, teman, sekolah) dan
menyajikannya dalam bentuk cerita video.
3. Kuis Interaktif Digital (Kahoot / Quizizz /
Wordwall)
- Tujuan: Meningkatkan penalaran kritis dan
keterlibatan belajar.
- Manfaat: Digunakan untuk evaluasi pemahaman siswa
tentang pengertian dan bentuk interaksi sosial dengan cara menyenangkan
dan kompetitif.
|
|
PENGALAMAN
BELAJAR
|
AWAL (tuliskan prinsip
pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
|
|
Langkah-Langkah Kegiatan
Pembuka:
- Orientasi yang Bermakna
- Guru menyampaikan
tujuan pembelajaran:
"Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana manusia saling
berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari."
- Apersepsi yang Kontekstual
- Guru mengajukan
pertanyaan pemantik:
"Siapa yang hari ini sudah berinteraksi dengan orang lain sejak
bangun tidur? Coba ceritakan!"
- Siswa diminta
menyebutkan contoh interaksi sosial yang mereka alami di rumah,
sekolah, atau lingkungan sekitar.
- Motivasi yang Menggembirakan
- Guru memutar
video pendek lucu atau menyentuh tentang interaksi sosial di sekolah.
- Guru memberi
semangat:
"Ternyata interaksi itu bukan sekadar ngobrol, ya. Yuk, kita
pelajari lebih dalam supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik
saat berinteraksi!"
|
|
INTI
|
|
Pada tahap ini, siswa aktif
terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
|
|
Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40
menit
|
|
Tujuan: Membantu siswa memahami konsep dasar secara
utuh dan bermakna.
Kegiatan:
- Mindful Moment (3 menit)
- Siswa diajak menarik napas dalam, memejamkan
mata, dan memusatkan perhatian pada pertanyaan:
"Apa makna keberadaan orang lain dalam hidupmu hari ini?"
- Guru memandu dengan suara tenang.
- Apersepsi (5 menit)
- Guru menayangkan cuplikan video atau gambar
tentang interaksi sosial (contoh: siswa saling menolong di sekolah,
saling memberi salam, atau konflik ringan).
- Tanya siswa:
"Apa yang terjadi di gambar/video itu? Apakah itu termasuk
interaksi sosial?"
- Diskusi Kelas (15 menit)
- Guru menyampaikan pengertian dan syarat
interaksi sosial (kontak sosial dan komunikasi).
- Guru memandu tanya jawab ringan, misalnya:
"Mengapa interaksi penting dalam kehidupan bermasyarakat?"
- Mencocokkan Konsep (Kuis Mini Pasangan Kartu) (10 menit)
- Siswa bekerja dalam pasangan: mencocokkan
istilah (misalnya "interaksi sosial", "kontak",
"komunikasi", "asimilasi", "kontravensi")
dengan definisi/contohnya.
- Suasana dibawa menyenangkan (joyful), bisa
dengan musik ringan.
- Jeda Interaktif (2 menit)
- Guru beri kuis cepat via Mentimeter atau
secara lisan:
"Sebutkan 2 bentuk interaksi sosial dan contohnya!"
- Diselingi tepuk semangat atau yel-yel
kelompok.
|
|
Mengaplikasi (Menggembirakan) 35
menit
|
|
Tujuan: Membantu siswa menghubungkan konsep ke
kehidupan nyata dan melatih kreativitas & komunikasi.
Kegiatan:
- Simulasi
Two Stay Two Stray (30 menit)
- Siswa
dibagi jadi 4 kelompok besar dengan topik bentuk interaksi sosial: 1. kerja
sama, 2. persaingan, 3. konflik, 4. akomodasi.
- Setiap
kelompok berdiskusi dan membuat peta pikiran (mindmap):
pengertian, contoh nyata, nilai positif dan negatifnya.
- Dua
anggota kelompok berpindah ke kelompok lain untuk berbagi hasil
diskusi, dua tetap tinggal menjelaskan.
- Penekanan
pada komunikasi efektif dan kemampuan bernalar kritis.
- Kegiatan
Kreatif: "Komik Interaksi Sosial" (20 menit)
- Setiap
siswa atau berpasangan membuat komik strip 3–4 panel yang
menggambarkan bentuk interaksi sosial (misalnya kerja sama di kelas,
konflik di kantin, akomodasi saat berbeda pendapat).
- Komik
dapat digambar tangan atau digital (jika memungkinkan).
- Guru
memutarkan musik ringan agar suasana tetap joyful dan mindful.
- Pameran
Mini & Galeri Jalan-Jalan (10 menit)
- Komik
dipajang di dinding kelas, siswa berjalan keliling membaca komik
teman-teman mereka.
- Gunakan
sticky notes untuk memberi komentar positif (misal: “Kreatif banget!”
atau “Relate sama kehidupanku!”)
|
|
Merefleksi (Berkesadaran) 20 menit
|
|
Tujuan: Menumbuhkan kesadaran diri dan sikap
reflektif terhadap proses dan makna pembelajaran.
Kegiatan:
- Refleksi
Diri (10 menit)
- Siswa
menjawab pertanyaan reflektif secara tertulis di buku atau kertas
warna:
- Apa
yang kamu pelajari hari ini tentang interaksi sosial?
- Bentuk
interaksi apa yang sering kamu alami?
- Apa
yang bisa kamu perbaiki dalam interaksimu dengan orang lain?
- Sesi
Sharing Berpasangan (10 menit)
- Siswa
berpasangan dan saling berbagi isi refleksi mereka.
- Tujuannya
membangun keterbukaan dan empati.
- Penutup
Inspiratif (10 menit)
- Guru
memberi apresiasi atas keaktifan siswa.
- Menutup
dengan kutipan:
“Interaksi sosial yang baik akan membentuk lingkungan yang damai,
dan lingkungan damai akan melahirkan manusia yang hebat.”
- Siswa
diajak membuat komitmen kecil: “Mulai besok, aku akan...”
|
|
PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5
menit
|
|
A. Refleksi Materi
Guru memandu siswa merefleksikan pemahaman terhadap materi:
- Apa
saja bentuk-bentuk interaksi sosial yang kalian temukan dalam kehidupan
sehari-hari?
- Mengapa
interaksi sosial penting dalam kehidupan bermasyarakat?
- Bagaimana
interaksi sosial bisa membentuk nilai, norma, dan budaya?
Guru dapat menggunakan metode refleksi 3-2-1:
- 3
hal baru yang dipelajari
- 2
hal yang paling menarik
- 1
pertanyaan yang masih ada
B. Refleksi Akhir Pembelajaran
Siswa diajak merefleksikan:
- Perasaan
mereka selama mengikuti pembelajaran hari ini (dengan emoji atau kartu
warna)
- Perubahan
sikap atau cara pandang mereka setelah belajar tentang interaksi sosial
Guru dapat menutup dengan pertanyaan terbuka:
“Jika kamu bisa mengubah satu hal kecil dalam lingkungan sosialmu, apa
yang ingin kamu lakukan setelah pelajaran ini?”
C. Motivasi
Guru memberikan penguatan dan inspirasi, misalnya:
“Setiap interaksi kecil yang kamu lakukan hari ini bisa menciptakan
dampak besar bagi orang lain. Jadilah pribadi yang sadar, peduli, dan aktif
membangun hubungan sosial yang sehat!”
D. Tugas Pertemuan Berikutnya
Proyek Mini (Opsional untuk penguatan):
Buatlah dokumentasi singkat (tulisan, foto, atau video) tentang satu bentuk
interaksi sosial yang terjadi di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitarmu.
Ceritakan siapa yang terlibat, apa yang terjadi, dan nilai sosial apa yang
kamu pelajari dari interaksi tersebut.
Atau Tugas Individu Ringan:
Tuliskan 5 bentuk interaksi sosial yang kamu alami hari ini. Jelaskan
sifatnya: kerja sama, persaingan, konflik, atau akomodasi.
|
|
ASESMEN
PEMBELAJARAN
|
Asesmen
pada Awal Pembelajaran
|
Bentuk Instrumen
Kuesioner reflektif singkat (berisi pertanyaan terbuka dan tertutup),
menggunakan Google Form atau lembar kertas dengan skala Likert
dan isian pendek.
5 Pertanyaan/Pernyataan Asesmen Awal
- (Isian
Pendek)
“Menurut pendapatmu, apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?”
- (Isian
Pendek / Pengalaman Pribadi)
“Ceritakan salah satu pengalamanmu saat melakukan kerja sama atau
berkomunikasi dengan teman di sekolah.”
- (Pernyataan
Skala Likert 1–4)
“Saya merasa mudah bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain.”
(1: Tidak setuju – 4: Sangat setuju)
- (Pilihan
Ganda)
“Berikut ini yang merupakan contoh interaksi sosial adalah…”
A. Menyendiri di rumah
B. Belajar sendiri di kamar
C. Berdiskusi kelompok di kelas
D. Membaca buku tanpa berdialog
- (Pernyataan
Skala Likert 1–4)
“Saya ingin lebih memahami bagaimana cara berinteraksi yang baik dalam
kehidupan sehari-hari.”
(1: Tidak setuju – 4: Sangat setuju)
Petunjuk Pelaksanaan
- Dilakukan
dalam 10–15 menit sebelum pembelajaran inti.
- Dapat
dilaksanakan secara luring (kertas) atau daring (Google Form).
- Gunakan
hasil asesmen untuk mengelompokkan peserta dalam diskusi dan
menyesuaikan pendekatan pembelajaran.
|
|
Asesmen
pada Proses Pembelajaran
|
Jenis Asesmen
Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran)
- Tujuan: Mengetahui sejauh mana peserta didik memahami
materi selama proses pembelajaran dan memberikan umpan balik untuk
perbaikan pembelajaran berikutnya.
Bentuk
Instrumen yang Tepat dan Simpel
- Kuis
singkat (tertulis atau digital)
- Exit
Ticket –
1–2 pertanyaan reflektif di akhir sesi
- Pengamatan
aktivitas diskusi/kelompok dengan rubrik sederhana
- Jurnal
pembelajaran siswa
(opsional untuk siswa menuliskan pemahaman atau kesulitan)
Contoh Instrumen (Kuis 5 Butir Pilihan Ganda &
Isian Singkat)
1. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
A. Proses pertukaran barang dan jasa
B. Proses saling mempengaruhi antarindividu atau kelompok
C. Proses jual beli di pasar
D. Proses pertumbuhan penduduk
2. Interaksi sosial hanya terjadi jika ada … (pilih
dua jawaban yang benar)
A. Komunikasi
B. Media sosial
C. Kontak sosial
D. Lingkungan
3. Jelaskan satu contoh bentuk interaksi sosial
asosiatif! (Isian
Singkat)
4. Apa perbedaan antara interaksi sosial asosiatif
dan disosiatif? (Isian
Singkat)
5. Dari kegiatan kelompok tadi, interaksi sosial apa
yang kamu rasakan dan mengapa? (Reflektif, boleh dalam 2-3 kalimat)
Catatan Pelaksanaan
- Kuis
bisa diberikan melalui kertas atau Google Form.
- Exit
Ticket bisa dilakukan dengan sticky notes atau kartu kecil.
- Guru
mengamati diskusi kelompok menggunakan lembar observasi rubrik
sederhana: komunikasi, kontribusi, kerja sama.
|
|
Asesmen
pada Akhir Pembelajaran
|
Tujuan Asesmen
Menilai ketercapaian kompetensi siswa terkait:
- Pemahaman
konsep interaksi sosial
- Kemampuan
mengidentifikasi dan memberi contoh bentuk-bentuk interaksi sosial
- Penalaran
kritis terhadap pentingnya interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari
Jenis Asesmen
Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Bentuk Instrumen
- Tes
tertulis kombinasi
pilihan ganda dan uraian singkat
- Lembar
observasi aktivitas diskusi kelompok (bila pembelajaran berbasis kolaboratif)
- *Penugasan
individu tertulis (esai pendek/karya tulis reflektif)
Contoh
Instrumen:
A. Tes Tertulis
- (Pilihan
Ganda)
Interaksi sosial terjadi jika terdapat...
a. kontak fisik dan emosional
b. kontak sosial dan komunikasi
c. komunikasi dua arah
d. hubungan timbal balik yang positif
- (Pilihan
Ganda)
Contoh kerja sama dalam interaksi sosial adalah...
a. debat
b. tawar-menawar
c. gotong royong
d. bersaing di kelas
- (Uraian
Singkat)
Jelaskan mengapa interaksi sosial penting dalam kehidupan bermasyarakat!
- (Uraian
Singkat)
Sebutkan dan jelaskan dua bentuk interaksi sosial asosiatif!
- (Uraian
Singkat - Kritis)
Berikan satu contoh situasi dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan
bentuk interaksi sosial disosiatif dan analisis dampaknya!
B. Tugas Reflektif/Portofolio
- Siswa
menuliskan refleksi singkat (150–200 kata) tentang bagaimana mereka
melakukan interaksi sosial yang positif di rumah/sekolah dalam 3 hari
terakhir.
Rubrik Penilaian Singkat (Contoh)
|
Aspek
|
Skor 4
|
Skor 3
|
Skor 2
|
Skor 1
|
|
Pemahaman konsep
|
Sangat baik & tepat
|
Cukup tepat
|
Kurang tepat
|
Tidak tepat
|
|
Ketepatan contoh
|
Relevan & kontekstual
|
Kurang kontekstual
|
Umum
|
Tidak sesuai
|
|
Argumentasi kritis
|
Mendalam & logis
|
Cukup logis
|
Dangkal
|
Tidak logis
|
|
|
Asesmen dalam pembelajaran
mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning,
dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara
komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes
tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk,
Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis
kelas, dan sebagainya.
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar