Senin, 12 Januari 2026

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM IPS KELAS 8 Sistem Pemerintahan Kolonial BelandaTanam Paksa (Cultuurstelsel)

 

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

 

SEKOLAH                                                : SMPN 8 Malang

NAMA GURU                                          : Drs. Sumarno

MATA PELAJARAN                                 : IPS

KELAS / SEMESTER / FASE                 : VIII / 2 / D

ALOKASI WAKTU                                   : 2 X (3 x 45) menit

MATERI                                                    :

1.      Sistem Pemerintahan Kolonial BelandaTanam Paksa (Cultuurstelsel)

2.      Sistem Ekonomi Liberal di Indonesia, Politik Etis dan Dampaknya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IDENTIFIKASI

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta Didik

  1. Kemampuan Awal
  • Sebagian besar murid mengetahui bahwa Belanda pernah menjajah Indonesia, namun belum memahami sistem pemerintahan kolonial dan dampaknya.
  • Pengetahuan tentang Tanam Paksa (Cultuurstelsel), ekonomi liberal, dan Politik Etis masih sangat terbatas.
  • Pemahaman tentang dampak sosial, ekonomi, dan budaya kolonial bersifat umum, belum kritis.
  1. Karakteristik Peserta Didik
  • Latar belakang keluarga beragam, sebagian besar dekat dengan teknologi dan informasi digital.
  • Gaya belajar bervariasi: visual, diskusi, membaca, dan praktik analisis.
  1. Kebutuhan Khusus
  • 1–2 murid ABK ringan memerlukan pendampingan membaca teks sejarah.
  • Murid dengan literasi sejarah rendah membutuhkan contoh konkret dan ilustrasi visual.
  1. Strategi Diferensiasi
  • Media visual & studi kasus sejarah nyata.
  • Pendampingan kelompok kecil bagi murid ABK.
  • Proyek heterogen agar semua murid dapat berkontribusi sesuai kemampuan.

 

Materi Pelajaran

  1. Pengetahuan Faktual
  • Sistem pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia.
  • Tanam Paksa (Cultuurstelsel).
  • Sistem Ekonomi Liberal.
  • Politik Etis.
  • Dampak sosial, ekonomi, dan budaya terhadap masyarakat Indonesia.
  1. Pengetahuan Konseptual
  • Hubungan antara kolonialisme, sistem ekonomi, dan kebijakan politik.
  • Perbedaan sistem ekonomi kolonial dan liberal.
  • Tujuan dan konsekuensi Politik Etis.
  1. Pengetahuan Prosedural
  • Cara menganalisis pengaruh kebijakan kolonial terhadap masyarakat.
  • Langkah menyusun peta konsep sistem kolonial Belanda dan dampaknya.
  • Cara menyajikan hasil analisis dalam bentuk poster, diagram, atau presentasi.
  1. Pengetahuan Metakognitif
  • Kesadaran akan pentingnya memahami sejarah untuk kehidupan masa kini.
  • Refleksi terhadap dampak kolonialisme pada pembangunan dan identitas bangsa.

 

Dimensi Profil Lulusan (DPL)

Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

 

            DPL 1 

Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa                     

            DPL 2

Kewargaan                      

            DPL 3

Penalaran Kritis

            DPL 4

Kreativitas

 

            DPL 5

Kolaborasi

            DPL 6

Kemandirian

            DPL 7

Kesehatan

            DPL 8

            Komunikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah yaitu manusia, ruang, waktu, kronologi,  perubahan; menganalisis  keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari sejarah lokal dan toponimi wilayah serta berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global terkait asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan jalur rempah nusantara

Lintas Disiplin Ilmu

1.      PKn: Hak dan kewajiban warga negara pada masa kolonial.

2.      Bahasa Indonesia: Teks sejarah, poster, dan presentasi.

3.      Informatika: Peta konsep, infografis, dan media digital.

4.      BK: Refleksi sosial terhadap ketidakadilan sejarah.

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1.     Menjelaskan sistem pemerintahan kolonial Belanda dan Tanam Paksa.

2.     Membedakan sistem ekonomi liberal dan Politik Etis.

3.     Menganalisis dampak kebijakan kolonial terhadap masyarakat Indonesia.

4.     Menyusun peta konsep, poster, atau diagram dampak kolonialisme.

5.     Merefleksikan makna sejarah kolonial bagi kehidupan saat ini.

Topik Pembelajaran

“Sistem Pemerintahan Kolonial Belanda: Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis di Indonesia”

Praktik Pedagogis

  • Student-Centered Learning (SCL): Siswa aktif membangun pemahaman sejarah melalui pengalaman nyata dan analisis kasus.
  • Kontextualisasi Materi: Dikaitkan dengan pengalaman hidup, misal dampak ekonomi bagi keluarga petani dan perdagangan lokal pada masa kolonial.

Metode Pembelajaran

  1. Diskusi Kelompok: Analisis sistem Tanam Paksa, ekonomi liberal, Politik Etis.
  2. Project-Based Learning: Membuat poster atau diagram dampak sistem kolonial.
  3. Presentasi: Kelompok menyajikan hasil analisis.
  4. Simulasi / Role Play: Memerankan kondisi masyarakat pada masa Tanam Paksa atau kebijakan Politik Etis.
  5. Refleksi Individu: Menulis pendapat pribadi tentang dampak kolonialisme dan pelajaran sejarah.

Strategi Diferensiasi & Inklusi

  • Konten: Materi teks ringkas, bagan visual, contoh kasus nyata.
  • Proses: Diskusi heterogen, pendampingan khusus untuk ABK, tugas tambahan bagi siswa cepat belajar.
  • Produk: Pilihan poster, infografis, video, atau diagram.

 

Kemitraan Pembelajaran

  1. Orang Tua / Wali Murid
    Peran:
    • Mendampingi siswa memahami sejarah lokal, termasuk sejarah kolonial Belanda di Indonesia.
    • Menjelaskan cerita atau pengalaman keluarga terkait dampak kolonialisme.
    • Menguatkan kesadaran tentang pentingnya belajar sejarah untuk membangun karakter.

Bentuk Keterlibatan:

    • Mendampingi anak membaca materi atau modul sejarah di rumah.
    • Diskusi singkat: “Bagaimana Tanam Paksa mempengaruhi kehidupan petani saat itu?”
    • Membantu anak membuat peta konsep atau poster dampak sistem kolonial.
    • Memberikan contoh literasi sejarah, misal dengan mengunjungi museum atau arsip lokal.

 

  1. Komite Sekolah
    Peran:
    • Mendukung penyediaan fasilitas pembelajaran yang menunjang proyek sejarah.
    • Menjadi mitra dalam menghadirkan narasumber sejarah, seperti guru senior atau sejarawan lokal.
    • Memfasilitasi kegiatan pameran hasil proyek siswa.

Bentuk Keterlibatan:

    • Menyediakan ruang kelas fleksibel dan aula untuk presentasi/pameran.
    • Mengundang narasumber untuk menjelaskan dampak ekonomi dan sosial Tanam Paksa.
    • Memberikan dukungan logistik, seperti alat peraga, poster, dan media digital untuk proyek siswa.
    • Menyebarkan hasil proyek melalui website sekolah atau media sosial sekolah.

 

  1. Siswa (Sebaya / OSIS / MPK)
    Peran:
    • Menjadi mentor atau fasilitator bagi teman sebaya dalam proyek sejarah.
    • Mengajak teman-teman aktif berdiskusi dan melakukan refleksi sejarah.
    • Membantu koordinasi kelompok saat membuat poster, diagram, atau video.

Bentuk Keterlibatan:

    • Membimbing anggota kelompok dalam memahami materi tentang Tanam Paksa, ekonomi liberal, dan Politik Etis.
    • Mengorganisasi presentasi kelompok di kelas atau aula.
    • Menjadi fasilitator saat kegiatan role play atau simulasi kehidupan masyarakat pada masa kolonial.
    • Membuat konten edukatif singkat (poster digital, video pendek) untuk dipresentasikan di kelas.

 

Lingkungan Pembelajaran

  1. Ruang Fisik
    • Ruang Kelas Kolaboratif: Meja dan kursi fleksibel untuk diskusi kelompok dan proyek kreatif.
    • Sudut Sejarah: Menampilkan poster, buku, gambar, dan peta sejarah lokal.
    • Aula / Hall Sekolah: Tempat pameran proyek, presentasi kelompok, dan role play sejarah.
    • Laboratorium / Perpustakaan: Akses ke buku, dokumen digital, dan arsip sejarah.
  2. Budaya Belajar
    • Reflektif: Siswa menulis refleksi pribadi tentang dampak kebijakan kolonial terhadap masyarakat.
    • Kolaboratif: Diskusi kelompok dan proyek heterogen mengembangkan kerja sama.
    • Bertanggung Jawab: Menyelesaikan tugas proyek sesuai waktu dan kualitas yang diharapkan.
    • Kreatif dan Kritis: Memotivasi siswa untuk membuat poster, diagram, atau video yang menarik dan informatif.

 

Pemanfaatan Digital

1. Google Classroom / Microsoft Teams

  • Menyediakan materi ajar (teks, video, infografis sejarah).
  • Tempat pengumpulan tugas proyek dan refleksi individu.
  • Sarana diskusi online antar kelompok atau siswa dengan guru.

2.Padlet / Jamboard

  • Membuat peta konsep tentang sistem pemerintahan kolonial Belanda dan dampaknya.
  • Kolaborasi kelompok secara real-time untuk menyusun diagram sejarah.

3.Canva / CapCut / YouTube

  • Membuat poster digital, infografis, atau video pendek tentang Tanam Paksa, ekonomi liberal, dan Politik Etis.
  • Meningkatkan kreativitas visual siswa dan kemampuan menyampaikan informasi sejarah.

4.Google Form

  • Digunakan untuk asesmen awal (diagnostik), asesmen formatif, dan asesmen akhir (sumatif).
  • Mengumpulkan jawaban kuis, refleksi siswa, atau evaluasi proyek.
  • Mempermudah guru dalam memantau kemajuan belajar dan analisis hasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1. Orientasi yang Bermakna (±3 menit)

  • Guru menyapa siswa dengan hangat dan mengecek kehadiran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara jelas:

“Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana kebijakan kolonial Belanda memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, seperti Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis. Kalian akan memahami dampak sosial, ekonomi, dan budaya, serta mengambil pelajaran berharga untuk kehidupan bangsa sekarang.”

  • Guru menekankan pentingnya sejarah untuk memahami pengalaman masa lalu agar bisa bersikap bijak sekarang.

 

2. Apersepsi yang Kontekstual (±5 menit)

  • Guru memulai tanya jawab interaktif untuk mengaitkan pengalaman siswa dengan materi:
    1. “Siapa yang pernah mendengar istilah Tanam Paksa atau Cultuurstelsel?”
    2. “Apakah kalian tahu mengapa Belanda memperkenalkan sistem ekonomi liberal di Indonesia?”
    3. “Apa yang kalian ketahui tentang Politik Etis? Bagaimana kebijakan ini berbeda dari Tanam Paksa?”
  • Guru mencatat jawaban siswa di papan tulis, memetakan pengetahuan awal dan memperlihatkan hubungan antara pengalaman pribadi dengan sejarah kolonial.

 

3. Motivasi yang Menggembirakan (±5 menit)

  • Guru menyiapkan media visual atau cerita pendek untuk membangkitkan minat:
    • Foto/ilustrasi petani zaman Tanam Paksa.
    • Infografis perdagangan komoditas ekspor saat Ekonomi Liberal.
    • Video singkat kebijakan Politik Etis (pendidikan, irigasi, transmigrasi).
  • Guru menyampaikan tantangan pembelajaran:

“Di akhir pembelajaran, kalian akan membuat proyek kreatif: poster, diagram, infografis, atau drama mini untuk menunjukkan bagaimana kebijakan kolonial Belanda memengaruhi masyarakat. Ini kesempatan kalian menunjukkan kreativitas sekaligus pemahaman sejarah.”

  • Guru menekankan keseruan belajar sambil berkreasi, agar siswa merasa aktif dan termotivasi sejak awal.

 

4. Aktivasi Pengetahuan Awal (±2 menit)

  • Guru memberikan kuesioner singkat atau Google Form:
    1. Apakah kamu pernah belajar tentang kolonialisme Belanda sebelumnya? ☐ Ya ☐ Tidak
    2. Sebutkan satu hal yang kamu ketahui tentang Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, atau Politik Etis.
    3. Mengapa menurutmu sejarah kolonial penting dipelajari?
  • Hasil kuesioner digunakan guru untuk menyesuaikan pembelajaran inti, memastikan aktivitas belajar sesuai tingkat pemahaman awal siswa.

 

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.

 

Memahami (Bermakna, Berkesadaran) 40 menit

1. Memahami (±40 menit)

A. Pemaparan Konsep (±20 menit)

Guru menjelaskan secara sistematis dan interaktif tentang tiga topik utama:

  1. Tanam Paksa (Cultuurstelsel)
    • Pengertian: Kebijakan kolonial Belanda di Indonesia abad ke-19 yang mewajibkan petani menanam tanaman ekspor untuk Belanda, seperti kopi, tebu, dan nila.
    • Dampak Sosial-Ekonomi:
      • Kemiskinan dan kelaparan di kalangan petani.
      • Perubahan budaya kerja: fokus pada tanaman ekspor, mengurangi pangan lokal.
      • Timbulnya ketergantungan ekonomi pada Belanda.
    • Dampak Budaya: Perubahan pola kerja, disiplin kerja, dan struktur sosial desa.
  2. Sistem Ekonomi Liberal (±1870)
    • Pengertian: Penerapan ekonomi bebas oleh Belanda, mendorong pertumbuhan perusahaan swasta, investasi, dan ekspor.
    • Dampak:
      • Munculnya kapitalisme modern di Indonesia.
      • Pertumbuhan perdagangan dan kota-kota pelabuhan.
      • Kesenjangan sosial meningkat antara elit pemodal dan petani.
  3. Politik Etis
    • Pengertian: Kebijakan “balas budi” Belanda untuk rakyat Indonesia, seperti program pendidikan, irigasi, dan transmigrasi.
    • Dampak:
      • Beberapa rakyat mendapat manfaat pendidikan dan infrastruktur.
      • Dampak terbatas karena tidak menjangkau seluruh rakyat.
      • Memunculkan awal kesadaran pendidikan dan pembangunan infrastruktur lokal.

Metode: Guru menggunakan peta konsep, gambar visual, dan contoh nyata dari sejarah lokal.
Media: PowerPoint, peta sejarah, infografis.

 

B. Diskusi Kelompok (±20 menit)

Tujuan: Mengembangkan kemampuan analisis dan membandingkan kebijakan kolonial.

Langkah-langkah:

  1. Bagi siswa dalam kelompok kecil (4–5 orang).
  2. Tugas kelompok:
    • Bandingkan Tanam Paksa dan Sistem Ekonomi Liberal dari sisi sosial, ekonomi, dan budaya.
    • Diskusikan dampak Politik Etis bagi masyarakat Indonesia.
  3. Setiap kelompok membuat catatan poin penting dan mempersiapkan presentasi singkat (2–3 menit).
  4. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.

Pertanyaan Panduan:

  • Apa perbedaan utama antara Tanam Paksa dan ekonomi liberal?
  • Bagaimana kebijakan Politik Etis membantu atau tidak membantu rakyat?
  • Dampak sosial dan ekonomi dari masing-masing kebijakan bagi masyarakat lokal?

 

Mengaplikasi (Menggembirakan) 35 menit

Mengaplikasikan (±35 menit)

Proyek Mini (Project-Based Learning)

Tema: “Dampak Sistem Pemerintahan Kolonial Belanda terhadap Masyarakat”

Instruksi:

  1. Setiap kelompok memilih salah satu produk:
    • Poster edukatif
    • Diagram atau peta konsep
    • Infografis digital
    • Drama mini / role play sejarah
  2. Guru memberikan bimbingan:
    • Menentukan fokus tema (Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, Politik Etis).
    • Menyusun materi sesuai fakta sejarah.
    • Memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki konten dan kreativitas.
  3. Presentasikan hasil proyek di kelas atau aula sekolah.

Tujuan: Siswa dapat menerapkan konsep sejarah dalam bentuk visual/aksi nyata, mengembangkan kreativitas, kerjasama, dan keterampilan komunikasi.

 

Merefleksi (Berkesadaran)

3. Merefleksi (±15 menit)

A. Refleksi Individu

Siswa menuliskan jawaban singkat pada buku catatan:

  • “Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sejarah kolonialisme Belanda?”
  • “Bagaimana kebijakan kolonial memengaruhi kehidupan masyarakat saat itu?”
  • “Apa yang bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari ketidakadilan dan memajukan bangsa?”

B. Diskusi Refleksi Kelas

  • Guru memfasilitasi diskusi:
    • Bagaimana sejarah ini relevan dengan pembangunan Indonesia saat ini?
    • Apakah kita sebagai generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk belajar dari sejarah?
  • Guru menegaskan pentingnya kesadaran sejarah untuk membentuk sikap kritis, bijak, dan mandiri.

 

PENUTUP (berkesadaran, bermakna) 5 menit

1.Refleksi Materi:

  • Siswa menyebutkan kembali poin penting yang dipelajari hari ini: Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, Politik Etis, dan dampaknya.

2.Refleksi Sikap:

  • Menumbuhkan kesadaran akan dampak sejarah terhadap masyarakat dan pentingnya sikap adil, bijak, dan peduli.

3. Motivasi:

  • Guru menyampaikan pesan inspiratif:

“Sejarah mengajarkan kita untuk menjadi bangsa yang mandiri, kritis, dan bijak dalam mengelola sumber daya dan kebijakan.”

4.  Tugas Lanjutan:

  • Membuat ringkasan sejarah Tanam Paksa, Sistem Ekonomi Liberal, dan Politik Etis (±1 halaman) untuk dikumpulkan minggu depan.
  • Pilihan media: tulisan tangan, Word, atau poster ringkasan.

 

 

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran

1. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)

Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal siswa tentang sejarah kolonial Belanda dan kebijakan-kebijakan kolonial.

Bentuk: Kuesioner singkat + pertanyaan terbuka

Contoh Soal:

  1. Apakah kamu pernah mendengar tentang Tanam Paksa (Cultuurstelsel)?
    • ☐ Ya ☐ Tidak
  2. Tuliskan dua hal yang kamu ketahui tentang ekonomi Indonesia pada masa kolonial Belanda!
  3. Apa yang kamu pahami tentang kebijakan Politik Etis? (Jawaban singkat)

Rubrik Penilaian Asesmen Awal:

Kriteria Jawaban

Skor

Deskripsi

Lengkap & relevan

3

Jawaban menunjukkan pemahaman konsep dasar, menyebutkan 2–3 hal benar

Sebagian

2

Jawaban hanya menyebutkan 1 hal atau kurang tepat

Kurang

1

Jawaban tidak relevan atau kosong

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)

Tujuan: Menilai keterlibatan, pemahaman, dan kemampuan siswa dalam kegiatan inti: memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi.

A. Observasi Diskusi Kelompok

  • Kriteria: keaktifan, kerjasama, pemahaman konsep
  • Guru menggunakan tabel observasi saat diskusi.

Aspek

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Keaktifan

Pasif

Cukup

Aktif

Sangat Aktif

Kerjasama

Kurang

Cukup

Baik

Sangat Baik

Pemahaman konsep

Rendah

Sedang

Baik

Sangat Baik

B. Penilaian Proyek Mini (Project-Based Learning)

Instruksi: Siswa membuat poster, diagram, infografis, atau drama mini tentang “Dampak Sistem Pemerintahan Kolonial Belanda terhadap Masyarakat”.

Rubrik Penilaian Proyek:

Aspek

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Isi materi

Dangkal / kurang akurat

Cukup lengkap

Baik & relevan

Sangat lengkap, akurat, mendalam

Kreativitas

Rendah

Cukup

Baik

Sangat kreatif dan menarik

Relevansi

Kurang sesuai

Cukup sesuai

Sesuai

Sangat kontekstual & menarik

Kerjasama

Kurang

Cukup

Baik

Sangat solid, semua anggota berkontribusi

C. Refleksi Individu

Contoh Soal:

  1. Apa pelajaran yang bisa kamu ambil dari sejarah Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis?
  2. Bagaimana kebijakan kolonial tersebut memengaruhi kehidupan rakyat saat itu?

Rubrik Penilaian Refleksi Individu:

Kriteria

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Kedalaman refleksi

Dangkal

Cukup

Baik

Sangat mendalam dan kritis

Kaitan dengan kehidupan sekarang

Tidak ada

Sebagian

Ada

Sangat relevan & reflektif

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)

Tujuan: Menilai pemahaman siswa setelah pembelajaran selesai.

A. Tes Tertulis

Contoh Soal:

  1. Jelaskan secara singkat apa itu Tanam Paksa dan sebutkan dua dampaknya bagi masyarakat!
  2. Apa perbedaan utama antara sistem ekonomi liberal dan Tanam Paksa?
  3. Sebutkan satu contoh program Politik Etis dan dampaknya bagi rakyat!
  4. Menurutmu, pelajaran apa yang bisa diambil dari kebijakan kolonial Belanda untuk pembangunan Indonesia saat ini?

Rubrik Penilaian Tes Tertulis:

Kriteria Jawaban

Skor

Deskripsi

Sangat tepat & lengkap

4

Jawaban lengkap, akurat, menampilkan analisis & refleksi

Tepat & cukup lengkap

3

Jawaban benar tetapi kurang rinci

Kurang tepat

2

Jawaban sebagian benar atau kurang relevan

Tidak tepat

1

Jawaban salah atau kosong

B. Penilaian Proyek dan Presentasi Akhir

Aspek

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Akurasi konten sejarah

Kurang

Cukup

Baik

Sangat akurat & lengkap

Kreativitas & visualisasi

Rendah

Cukup

Baik

Sangat menarik & kreatif

Komunikasi & presentasi

Kurang

Cukup

Baik

Sangat lancar & meyakinkan

Kerja tim

Kurang

Cukup

Baik

Sangat solid, semua anggota terlibat

Top of FormBottom of Form

 

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Sumber belajar

A. Buku Teks Utama (Wajib)

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI
    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP/MTs Kelas IX – Kurikulum Merdeka
    • Bab: Sejarah Indonesia Masa Kolonial
    • Digunakan untuk memahami konsep dasar Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis.
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
    Buku Siswa IPS SMP Kelas IX – Kurikulum 2013 (Revisi)
    • Bab: Sistem Pemerintahan Kolonial Belanda
    • Menyediakan penguatan konsep dan ilustrasi sejarah, termasuk dampak sosial-ekonomi.

B. Buku Pendukung (Pengayaan)

  1. M.C. RicklefsSejarah Indonesia Modern 1200–2000
    • Memberikan latar sejarah lebih mendalam mengenai Tanam Paksa, ekonomi kolonial, dan politik etis.
  2. H.J. de GraafSejarah Indonesia Jilid II
    • Menjelaskan sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) secara detail beserta dampak sosial dan ekonomi.
  3. R. S. MacGregorEconomic History of Indonesia
    • Fokus pada perkembangan ekonomi Indonesia di era kolonial, termasuk ekonomi liberal dan kapitalisme awal.
  4. Tim Penulis Buku IPS SMP/MTsPolitik Etis dan Dampaknya bagi Rakyat Indonesia
    • Memuat contoh kebijakan pendidikan, irigasi, dan transmigrasi serta dampaknya bagi masyarakat.

C. Sumber Digital Resmi

  1. Rumah Belajar – Kemdikbudristek
  2. Ensiklopedia Sejarah Indonesia Online (Ensiklopedia.id)
    • Artikel: Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, Politik Etis
    • Menyediakan ringkasan konsep, peta wilayah perkebunan kolonial, dan dampak sosial-ekonomi.
    • https://www.ensiklopedia.id
  3. YouTube Edukasi Sejarah Indonesia
    • Video dokumenter: Sejarah Indonesia Kolonial: Tanam Paksa hingga Politik Etis
    • Visualisasi peta, ilustrasi kehidupan petani, dan dampak sosial-ekonomi.
  4. Padlet / Jamboard Kelas
    • Peta konsep interaktif yang dibuat guru atau siswa: membandingkan Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis.

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMP Negeri 8 Malang

 

 

 

Sri Nuryani M.Pd.

NIP. 19661116 199003 2 009            

 

 

 

Malang,   14 April  2025

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs Sumarno.

NIP. 1966308 200501 1 006

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

 

 

 

Mata Pelajaran           : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester         : IX / 1
Tema                          : Sistem Pemerintahan Kolonial Belanda: Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, Politik Etis
Sekolah                      : SMPN 8 Malang
Alokasi Waktu           : 3 x 40 menit

 

 

A. Identitas Peserta Didik

Nama: .........................................................
Kelas: .........................................................
Kelompok: .........................................................

 

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dan mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan konsep Tanam Paksa, Sistem Ekonomi Liberal, dan Politik Etis di Indonesia.
  2. Menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan budaya dari kebijakan kolonial Belanda.
  3. Mengaplikasikan pemahaman sejarah melalui proyek kreatif.
  4. Merefleksi pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman sejarah kolonial.
  5. Menunjukkan sikap kritis, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sejarah bangsa.

 

C. Petunjuk Pengerjaan

  1. Bacalah setiap instruksi dengan seksama.
  2. Kerjakan LKPD secara berkelompok maupun individu sesuai arahan.
  3. Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
  4. Diskusikan dengan anggota kelompok dan guru jika mengalami kesulitan.
  5. Kerjakan dengan jujur dan penuh tanggung jawab.

 

D. Apersepsi (Pemantik Berkesadaran)

Jawablah pertanyaan berikut secara singkat:

  1. Apa yang kamu ketahui tentang masa kolonial Belanda di Indonesia?
  2. Pernahkah mendengar istilah Tanam Paksa, Sistem Ekonomi Liberal, atau Politik Etis? Apa yang kamu pahami?
  3. Menurutmu, mengapa penting mempelajari sejarah kolonial Belanda?

 

E. Kegiatan Inti Pembelajaran

KEGIATAN 1 – MEMAHAMI KONSEP (±40 menit)

A. Bacalah Materi Singkat Berikut

  1. Tanam Paksa (Cultuurstelsel):
    Petani diwajibkan menanam tanaman ekspor untuk Belanda, misal kopi, tebu, nila.
    Dampak: kemiskinan, kelaparan, perubahan budaya kerja, ketergantungan ekonomi pada komoditas ekspor.
  2. Sistem Ekonomi Liberal (Setelah 1870):
    Belanda memperkenalkan ekonomi bebas, mendorong perusahaan swasta dan perdagangan ekspor.
    Dampak: munculnya kapitalisme, pertumbuhan perdagangan, kesenjangan sosial, eksploitasi sumber daya.
  3. Politik Etis:
    Kebijakan kompensasi untuk rakyat: pendidikan, irigasi, transmigrasi.
    Dampak: sebagian rakyat mendapat manfaat, namun masih terbatas dan tidak merata.

 

B. Tugas Individu: Lengkapi Tabel Berikut

Kebijakan Kolonial

Pengertian Singkat

Dampak Sosial

Dampak Ekonomi

Dampak Budaya

Tanam Paksa

Ekonomi Liberal

Politik Etis

 

KEGIATAN 2 – DISKUSI KELOMPOK (±20 menit)

Instruksi:

  1. Diskusikan perbedaan antara Tanam Paksa dan Ekonomi Liberal.
  2. Analisis dampak sosial, ekonomi, dan budaya Politik Etis.
  3. Presentasikan hasil diskusi singkat kepada kelas.

Pertanyaan Panduan:

  • Apa persamaan dan perbedaan Tanam Paksa dan Ekonomi Liberal?
  • Bagaimana rakyat menyesuaikan diri dengan kebijakan Politik Etis?
  • Mana kebijakan yang paling berpengaruh bagi masyarakat, dan mengapa?

 

KEGIATAN 3 – MENGAPLIKASIKAN (±35 menit)

Proyek Mini – Project-Based Learning
Tema: “Dampak Sistem Pemerintahan Kolonial Belanda terhadap Masyarakat”
Produk: Poster, diagram, infografis, atau drama mini

Instruksi:

  1. Bekerja dalam kelompok.
  2. Pilih produk kreatif yang akan dibuat.
  3. Masukkan poin penting dari Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis.
  4. Tambahkan ilustrasi, fakta sejarah, atau kutipan menarik.
  5. Guru akan membimbing dan memberikan umpan balik.

 

KEGIATAN 4 – MEREFLEKSI (±15 menit)

A. Refleksi Individu
Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Pelajaran apa yang dapat diambil dari sejarah kolonial Belanda?
  2. Bagaimana pengalaman rakyat saat itu relevan dengan kehidupan kita sekarang?
  3. Apa sikap yang harus kita kembangkan sebagai bangsa yang mandiri?

B. Diskusi Refleksi Kelas
Siswa membagikan hasil refleksi. Guru menyimpulkan hubungan antara sejarah kolonial dengan pembangunan Indonesia sekarang.

 

F. Penutup (±5 menit)

  1. Refleksi Materi: Sebutkan 3 poin penting yang dipelajari hari ini.
  2. Refleksi Sikap: Sadari dampak kebijakan kolonial dan pentingnya kemandirian bangsa.
  3. Motivasi: “Sejarah mengajarkan kita menjadi bangsa yang mandiri dan bijak dalam mengelola sumber daya.”
  4. Tugas Lanjutan:
    • Buat ringkasan singkat (±1 halaman) tentang Tanam Paksa, Ekonomi Liberal, dan Politik Etis beserta dampaknya.
    • Siapkan peta konsep untuk diskusi berikutnya.

 

G. Penilaian (Diisi Guru)

Rubrik Penilaian LKPD

Aspek

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Pemahaman Konsep

Kurang

Cukup

Baik

Sangat baik

Analisis Dampak

Lemah

Cukup

Baik

Sangat kritis

Kerja Sama

Kurang

Cukup

Baik

Sangat baik

Kreativitas Produk

Rendah

Cukup

Baik

Sangat kreatif

Refleksi Individu

Lemah

Cukup

Baik

Sangat mendalam

 

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

(Drs. Sumarno)

.................................................

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam

  Kerinduan yang Kupeluk Diam-Diam Di antara detak jam yang lupa berhenti, namamu berlayar di benakku, seperti doa yang tak pernah selesa...